minna san apa kabar?
I'm so sorry for being late.
If there is person you want to blame is my cousin.
She's super duper ultra talk active person and since yesterday she spent the night at my house.
So, I can't write my story.
You don't know how I miss my peaceful day since yesterday
oia (*) buat flashback di dalem pikiranya sasuke
(') kaya sasuke ngomong sama dirinya sendiri di pikiranya
happy reading :-)
DISCLAIMER : I don't own Naruto
If I did Sasuke would be the main character and Hinata would be in team 7.
You have my heart inside your hands
But you play it to the beating
Normal POV
Hinata berlari kecil mengejar Sasuke yang sekarang sedang berjalan keluar gerbang utama rumah yang mereka tempati. Pagi ini cerah matahari bersinar hangat. Wangi kayu mahoni merebak di udara, menyegarkan udara dengan harumnya. Hujan tadi malam meninggalkan embun pagi yang berjatuhan dari atas dedaunan tenang.
Gadis manis berambut biru berdiri berhadapan dengan wajah tertunduk dan rona memenuhi wajah kecilnya. Rambutnya tergerai lembut hingga ke pinggang. Ia memainkan kedua jari telunjuknya,menunjukan ia sedang gugup. Diseberangnya, seorang pria berambut hitam menatapnya lama senyum kecil menguak di bibirnya saat ia menatap gadis di depanya.
Ia menarik dagu gadis itu dengan tanganya perlahan. Ia mendekatkan wajahnya ke arahnya. Dan tersenyum.
"Kalau hari ini kau berani mengacuhkanku lagi atau melepaskan tanganmu dari ku. Tamat kau."ucapnya pelan dengan seringai mengoda.
Hinata mengangguk perlahan dan membiarkan bibirnya dikecup ringan oleh Sasuke. Warna merah dengan cepat menyebar di wajah pucatnya. Bibir kecilnya membentuk senyuman manis dengan malu. Sasuke tersenyum.
Sasuke menggengam tangan Hinata dan berjanji tak akan membiarkanya lepas. Ia akan mengatur agar jadwal kelas mereka sama sehingga ia akan selalu melihatnya. Melihat saat gadis itu berpikir keras saat belajar. Melihat gadis itu tertawa saat istirahat. Melihat gadis itu merona saat dia berada didekatnya. Ia tidak perlu ribuan kata saat ini untuk menggambarkan Hinata untuknya. Karena memang tidak ada kata-kata yang tepat. Jikalau ada kata yang bermakna lebih dalam dari cinta maka ia akan memberikanya ..
sekolah
"Lihat itu .. itukan Hyuuga. Kenapa dia bisa bersama Sasuke senpai?"
"Dia pikir dia cantik!."
"Dia hanya beruntung. Sebentar lagi juga Sasuke-kun akan mencampakanya."
"Dia bahkan tidak lebih cantik dari Sakura nee-chan."
Kata-kata itu terdengar oleh Hinata saat mereka melewati lorong kelas. Semua anak perempuan mendecih kesal. Mereka menatap Hinata kesal. Jikalau tatapan benar-benar bisa membunuh, Hinata sudah mati sekarang. Hinata menunduk saat melangkah, ia hanya menatap sepatunya dan terus berjalan. Ia sadar ia mungkin tidak cocok dengan Sasuke. Ia sadar dengan bersikap seperti ini seperti mengobarkan tanda peperangan bagi seluruh siswi di sekolah. Apalagi ia hanya murid baru.
'Ba- bagaimana ini? A-apakah aku akan bertahan hidup dalam sehari kalau begini?' batin Hinata.
Melihat ketakutan Hinata, Sasuke mengeratkan peganganya pada Hinata. Ia merangkul pinggul Hinata mendekat. Menariknya ke dalam tubuhnya dan berbisik "Jangan takut, angkat wajahmu." .
Hinata menatap ke dalam mata onyx Sasuke lama sebelum akhirnya mempunyai keyakinan dan mengangkat wajahnya. Mereka memasuki kelas dan rupanya guru mereka, Kakashi, terlambat sehingga mereka harus menunggu.
Sasuke menutup buku yang Hinata baca dan menggeser buku-bukunya dari meja dan duduk diatasnya. Tempat duduk Hinata berada di ujung kelas. Namun,semua mata tetap bisa menatap mereka. Sebagian marah dan sisanya penasaran.
Hinata menatap sasuke bingung.
Hinata memiringkan kepalnya perlahan menatap Sasuke yang sedang menundukan kepala.
"S-sasuke kun? Ada apa?" Tanya hinata lembut. Sasuke mengangkat kepalanya dan menatap hinata tajam. Ia mengarahkan tanganya kepada wajah hinata dan membelainya perlahan dari pelipis kanan turun ke hidungnya lalu dengan ibu jarinya mengusap bibir hinata perlahan.
'Apa benar kau memanfaatkanku hinata?' Batin sasuke.
Wajah hinata merah padam. Ia menatap ke sekeliling kelas dan melihat tatapan membunuh dari sekelilingnya.
"Mati kau hyuuga."
"Beraninya dia mengoda Sasuke-kun."
Bisikan dendam terdengar sayup dari telinga Hinata. Melihat Hinata yang mengalihkan pandangan darinya, Sasuke cepat menarik dagu Hinata dan mengarahkanya ke wajahnya.
"Lihat aku. Hanya aku. Mengerti?" perintah Sasuke. Hinata hanya menatapnya bingung.
'Ke-kenapa sasuke tiba-tiba seperti ini.' Batin Hinata.
"Mengerti?" Tanya Sasuke lebih dalam.
Hinata mengangguk lembut.
"Ta-tapi ada apa Sasuke?." Jawab Hinata mengalihkan pandanganya dari Sasuke.
'Sebenarnya ada apa? Apa telah terjadi sesuatu tadi malam.' Pikir Hinata.
Hinata berusaha melepaskan wajahnya dari Sasuke. Namun, sasuke menahanya erat.
" Jangan lepaskan .. "
FLASHBACK
SASUKE'S POV
Aku meletakkan Sakura di tempat tidurnya dan berjalan keluar dari kamarnya. Tetapi, saat itu Sakura menahan tanganku. Aku membalikkan tubuhku dan melihat tubuhnya berusaha berdiri. Aku berusaha menarik tanganku lepas namun,ia kini mengeratkan kedua tanganya padaku.
"Apa?" tanyaku.
"Kumohon jangan pergi." Ucapnya bangkit. Aku dapat merasakan napasnya di belakang tubuhku. Aku menghentakan kedua tanganya dariku lepas. Aku akan meraih pegangan pintu ketika kedua tanganya memelukku dari belakang.
'Sial! Apa yang dia inginkan.'
"Lepaskan." Ucapku dingin.
Aku merasakan wajahnya menyetuh pundakku keras. Aku merasakan bulir air mata menuruni wajahnya. Isakanya terdengar.
"Aku mencintaimu. Sangat. Kau tak bisa membayangkan betapa menderitanya aku saat kau pergi Sasuke." Ucapnya masih memelukku.
Aku terdiam. ' Sial! Ini karena Hinata terlalu baik harusnya ku tinggalkan saja dia disana.'
"Lepaskan Sakura."
"T-tidak! Aku takkan pernah melepaskanmu. Kenapa Sasuke?kenapa kau memilih Hinata?kenapa?aku jauh lebih baik daripada dia." Isaknya.
'Dia pasti sudah tidak waras.' Batinku.
Aku melepaskan pelukan Sakura dan mendorongnya menjauh lalu menatapnya dalam.
"Aku hanya akan mengatakan ini sekali. Kau bahkan tidak memiliki sepersepuluh daya tarik Hinata padaku." Ucapku dalam.
"Apa Sasuke?apa yang kurang dariku?aku akan lakukan apapun!" isaknya lemah. Air mata menuruni wajahnya cepat.
"Kekuranganmu? Tidak ada kau cantik dan juga pinta tetapi,kau bukan Hinata,Sakura." Ucapku pelan. Mendengar kata-kataku Sakura terjatuh berlutut. Dia menatapku tak percaya. Aku akan berbalik pergi ketika ..
"Sasuke!ta-tapi dia hanya memanfaatkanmu." Aku terhenti.
"Apa maksudmu?".
'apalagi kali ini'
Dia menarik tanganku dari bawah. " Dia membantukku mendapatkanmu agar aku bisa membantunya mendekati Naruto, dia hanya mencintai Naruto,sasuke. D- dia hanya memanfaatkanmu." Isaknya. Ia terus menggengam tanganku erat.
'Hinata memanfaatkanku?.' Rasa sakit itu menyerang dadaku.
"D-dia memanfaatkanmu untuk mendekati Naruto,Sasuke."
"Dia takkan pernah mencintaimu. Dia hanya menyukai Naruto."
"Dia pindah ke Konoha untuk Naruto. Kau tak punya kesempatan denganya,Sasuke."
Aku menyeringai mendengar kata-katanya " Memanfaatkanku juga tak apa. Asal dia bisa bersamaku." Jawabku melepaskan peganganku pada sakura dan berjalan keluar.
Rasa sakit itu menjalar ke seluruh tubuhku.
'jadi begitu ya,hime.'
Hujan membasahi wajahku memunculkan wajahnya dalam diriku.
Aku mengingat kembali dirinya dengan cara yang menyesakan.
*Aku menghampiri gadis dihadapanku dan mengulurkan tangan. Dia menengadahkan wajah kecilnya dan menatapku ragu. "M-maaf sasuke-kun." Ucapnya malu. Lelah menunggunya aku menarik tanganya dan membantunya berdiri.
"Kau tak apa?" tanyaku. "H-hai. Arigatou sasuke-kun." Ucapnya berterimakasih lalu membungkuk dalam. Aku melihat semburat merah di pipinya.
Deg..
Rona di pipinya mengingatkanku akan kehangatan. Sesuatu yang sudah lama sudah kulupakan. Senyum di wajahnya yang tulus. Senyum itu berbeda. Seakan-akan aku ini orang yang berbeda bukan seorang Uchiha. Seakan aku ini orang biasa.
Deg ..
"Sasuke kun?"tanyanya lembut. Aku cepat berbalik dan berjalan menjauh. Derap langkah kakinya terus berjalan mengikutiku.
"T-tunggu sasuke-kun." Panggilnya.*
Aku menginat ketika rambut lembutnya menyentuh tanganku lembut. Aku mengingat rasa bibirnya dibawahku. Aku mengingat pelukan hangatnya. Aku mengingat ketika wajah kecilnya berada dalam pelukanku aman.
*"Hmm.." pikir Hinata ia meletakan jari telunjuknya di dagunya dan berpikir. Raut wajahnya yang menggemaskan secara tidak sadar membuat Sasuke tertawa kecil melihatnya. "Ada apa Sasuke-kun?" Tanya hinata sambil mengedipkan matanya bingung.
"Ada noda saus." Ucap sasuke berbohong. "Benarakah dimana?" Tanya Hinata menatap Sasuke lekat. "Disini." Ucap Sasuke sebelum mendekati wajah Hinata dan mengecup pipi Hinata ringan.
BLUSH
Hinata terkesiap kaget dan warna merah menghiasi seluruh wajah manisnya. "S-sasuke kun?"Tanya Hinata kaget. "Sst.. masih ada lagi." Goda Sasuke.
Dengan kedua tanganya Sasuke merengkuh wajah kecil Hinata yang memerah dan mengecup bibir kecil Hinata ringan. Sasuke dapat merasakan hembusan napas Hinata yang memburu akibat perlakuanya.
"S-sasuke …" ucapan Hinata terpotong ketika merasakan bibir Sasuke yang bergerak dibawah bibirnya.
"Jangan bergerak." Ucap Sasuke sambil menikmati rasa lembut di bibir Hinata. Sasuke mengigit bibir bawah Hinata kecil sebelum akhirnya membasahi bibir Hinata dengan lidahnya. Membuat Hinata terkesiap dan membuka bibir kecilnya. Tangan Sasuke merambat naik menggengam rambut Hinata dan menariknya mendekat. Kedua tangan Hinata yang tadinya terdiam kini menyentuh dada Sasuke pelan menariknya malu. Sasuke mengigit lembut bibir Hinata dan menyentuh lidahnya perlahan. Dengan malu Hinata mulai membalas ciumanya. Bibir kecilnya mulai mengigiti bibir hangat Sasuke.
Hujan turun. *
Aku menengadahkan wajahku ke arah langit. Hujan masih terus membasahiku.
' Jadi kau sangat menyukai Naruto,hime? Bahkan kau bisa mengorbankanku.' Ucapku menyeringai meremehkan.
'Sial kenapa aku menjadi seperti ini.'
'Kenapa kau harus berpura-pura,hime?'
Rasa sakit menyerang jantungku. Seperti ribuan jarum menusuknya perlahan dan dalam.
'Kenapa kau membuatku yakin bahwa kau menyukaiku.'
'Kau hanya perlu mengatakanya. Dan aku akan melepaskanmu.'
Bayangan akan melepaskan Hinata membuat dadaku sesak. Seperti kehabisan udara. Sulit untuk bernapas.
'Aku tak akan egois lagi. Aku tak bisa memaksamu menyukaiku.'
'Tapi selama kau belum mengatakanya. Kau hanya boleh menatapku. Ya hanya aku,hime.'
Rasa dingin menjalar di tubuhku, menusuk setiap bagian diriku cepat dan berulang.
"Sial ! sakit." aku merasakan sakit yang mendalam di dadanya.
Rasa sakit ini lebih parah dari luka apapun yang pernah kualami.
"Hinata."
FLASHBACK END.
Normal POV
Sasuke mengeratkan peganganya pada pinggang kecil Hinata. Hinata hanya menatapnya lama dan tidak tau harus berbicara apa. Sasuke hanya menatap lurus kedepan dan mengindahkan semuanya.
"Ki-kita akan kemana?" Tanya Hinata. Sasuke hanya terdiam dan menarik Hinata.
"Teme!" teriak Naruto dari belakang. Naruto dengan cepat menyusul mereka dan berjalan disamping Hinata.
"Hinata-chan apa kabar?" cengir naruto sambil meletakan kedua tanganya di belakang kepalanya kepalanya santai.
"Naruto kun!" jawab hinata tersipu. Hinata tersenyum manis menghadap Naruto.
'Apa-apaan itu.' Batin Sasuke kesal.
"Kau sudah makan?"Tanya Naruto pada Hinata.
'Peduli apa kau dasar bodoh.' Batin Sasuke.
"Belum Naruto kun. A-ak .." ucapan Hinata terpotong karena merasakan sakit pada penganggan Sasuke yang menguat. Bibirnya terbuka terkejut.
"S-sasuke tolong hentikan sakit."ucap Hinata memohon sambil berusaha melepaskan tangan Sasuke dari pinggangnya.
Sasuke terhenti ketika merasakan tangan Hinata melepaskan peganganya. Sasuke menatapnya dingin.
"Kau tak ingin aku menyentuhmu?" mendengar kata-kata sasuke Hinata terkesiap terkejut.
"Bu-bukan be .."
Sasuke menyeringai kesal. "Lalu kau ingin si bodoh ini yang bersamamu?".
"Hei,teme!" raung Naruto.
Hinata terkejut mendengar kata-kata Sasuke. dia menundukan kepalanya tak berani menatap Sasuke.
"Terserah saja lah." Ucap Sasuke berlalu dan berjalan meninggalkan Naruto dan Hinata di lorong.
Hinata menatap pundak sasuke yang berjalan menjauh. Ia meraba pinggangnya sebentar merasakan nyeri disana.
"Sasuke-kun." Ucap Hinata perlahan. Hinata merasa tiba-tiba tubuhnya lemah. Ia bersandar pada dinding di belakangnya.
"Kau tak apa?dia memang seperti itu. Akan bicara padanya. Kau jangan sedih ya." Ucap Naruto membelai kepala hinata perlahan. Hinata mengangguk. Naruto tersenyum menghibur Hinata.
Dari balik dinding di depan mereka. Sasuke yang tadinya hendak berbalik terhenti ketika melihat Naruto yang membelai Hinata lembut.
Sasuke tersenyum miris.
'kau bodoh sekali,sasuke. kau pikir dia menyukaimu. Karena dia tidak menolakmu bukan berarti dia mencintaimu. Dia bahkan belum pernah mengucapkanya. Dia tau perasaanmu tapi,dia hanya diam tidak membalasnya.' batin Sasuke.
'mungkin Sakura benar.'
"Kau ini kenapa,teme! Kalau kau tidak bisa menjaga Hinata,jangan pernah mendekatinya." Ucap Naruto membanting pintu kasar.
Mereka berdua berada di atap gedung sekolah.
"Berisik." Ucap Sasuke dingin.
"Kau ini kenapa?bukankah telah cukup kau menyakiti Sakura. Jangan mulai dengan Hinata,teme." Ucap Naruto kasar. Naruto melangkah kasar dan menarik kerah baju Sasuke kasar. Matanya menatap Sasuke nanar.
"Lepas, apa peduli mu,hah!." Sasuke menghempas tangan Naruto dari kerah bajunya.
"Kau tak akan mengerti dengan kata-kata." Ucap Naruto maju dan meninju wajah Sasuke keras. Sasuke terhempas dan menghampus darah yang keluar dari sudut bibirnya.
"Dasar idiot beraninya kau!" balas Sasuke dan dengan cepat Sasuke memukul perut Naruto hingga ia terjatuh dan dengan bertubi-tubi meninju wajah Naruto.
"Kau ." satu tinju Sasuke melayang di hidung Saruto.
"Yang." Tinju kedua Sasuke melayang ke tulang pipi Naruto.
"Disukai Hinata!"tinju terakhir Sasuke menancap dalam ke wajah Naruto. Darah keluar dari hidung dan bibir Naruto. Namun,Naruto hanya tertawa kecil dan dengan cepat melayangkan tendanganya ke arah Sasuke yang berada di atasnya. Sasuke terpental menabrak dinding di belakang dengan bunyi bedebam kencang.
Sasuke terbatuk akibat benturan.
"Kau cemburu,heh?" ucap Naruto maju mendekati Sasuke sambil tertawa.
"Cih." Ucap sasuke kasar.
Naruto kini duduk di hadapan Sasuke dengan cengiran di wajahnya. " Hinata mungkin dulu menyukaiku, tetapi setelah aku menceritakan tentang kau yang suka menguntitinya,sepertinya dia sadar dan mulai mengakui dia mencintaimu." Jelas Naruto.
"Dasar idiot untuk apa kau cerita hal seperti itu." Ucap Sasuke pada Naruto. Sasuke membuang wajahnya menutupi semburat merat di wajahnya.
Naruto hanya tertawa melihat Sasuke.
"Ah teme pipiku sakit bagaimana ini." Rengek Naruto sambil menarik-narik baju Sasuke.
"Urus saja sendiri,Idiot." Tawa Sasuke.
'Benarkah itu Hinata?kau menyukaiku?' batin Sasuke.
Pintu berdebam terbuka.
"Sasuke senpai gawat. Hyuuga!Hyuuga!" panggil seorang murid dengan wajah pucat.
"Hinata?ada apa?"
Orang itu mengangguk cepat wajahnya panic dan memucat.
'Sial!'
CONTINUE
so?nan desuka?
I knew I knew it sucks
I cant feel it
and the fighting part its so so so ... huh
kalau part ini jelek jangan salahkan siapapun kecuali saya.(emang siapa lagi yang bisa disalahin coba)
makasih banget buat para reviewer yang baik hati mau capek capek review fic ini.
its mean a lot to me
nah bentar lagi kita nyampe puncak konfliknya kayanya sih nanti ga bgtu pasaran(mudah2an)
so please stay tune
swan: wah makasi banget jadi suka sasuhina. saya juga sebenernya hinata centric. tapi dominan ke sasuhina.
jadi terharu makasi ya.
dini : waah makasi nanti saya akan cari ide biar ga pasaran. makasi ^^
hizuka miruyuki: sip saranya dipenuhi heheheh :-)
kaka: beneran menyentuh? masa sih? huaaa senangnya :-) *gulinggulingguling*
hina-chan : sip! karena naruto saat itu lagi makan ramen. atau dia lagi syuting buat naruto movie yang baru hehhehe jadi nga bisa nyelametin sakura.
kimidori hana: kecepetan ya? haduh maap maap. nanti next chap saya lamain deh makasi ya saranya :-)
ulva chan : sip update terus!
park hye lin: sip sip saya juga sedih ngeliat hina kaya gitu. jahat banget ih autornya *looh* hehehehe
haru3173: beneran?waaaaaah senengnya heheheh makasi banget ya. sip update kilat!yosh
moistfla: siap sebarkan cinta dengan tulisan *blush*
aihwa katsusika: iya betul betul semangat yosh!keep reading ya
uchihyuu nagisa: waaaw kisah nyata ya .. hem semoga kamu bisa nangkep sesuatu ya dari cerita ini(nangkep apaan ikan?)hehehe
ra me n : makasi banget saranya. makasi banget nanti saya jalankan.
okajima : sip makasi. iya betul betul kenapa sakura harus muncul disaat-saat manis gitu ya huhu
keikobuu89: yosh semangat! terima kasih udah review
