Mrs Kim siFujoshi
Present
~ FanFict Birthday ~
Special for You
Cast : Wu Yifan x Huang Zitao
Genre : Romance, Super Fluff
Rated : M
.
.
Warning : Typo(s), EYD berantakan, Yaoi, NC
.
.
Enjoy Reading *smile
.
.
Cerita ini akan dimulai ketika mentari mulai menampakan sinarnya dan mengusik tidur seorang namja tampan dengan garis wajah tegas, berkulit putih dengan rambut pirang. Dan meski – secara umum – seorang yang sedang tidur akan menunjukan segala kepolosan yang dia punya, tapi tidak dengan namja ini. kesan angkuh tetap tersirat meski dia sedang memejamkan mata menyelami alam mimpi.
Maaf? Apa baru saja tadi aku mengatakan 'mengusik tidur..'? sepertinya pemuda tampan ini tidak terusik sama sekali. Dia masih pulas dibalik selimut tebalnya. Dan hanya orang itu yang bisa membangunkan si muka bantal.
Tapi sepertinya tidak dengan pagi ini. pelan kelopak pemuda pirang mengerjap hingga terbuka sempurna. Dan tidak seperti pagi-pagi sebelumnya juga, well meski kebiasaan ini baru dimulainya sejak 5 bulan yang lalu, senyum tampan nan tulus dia sunggingkan karena mendapati sesosok pemuda lain yang lebih manis dan lebih cute darinya dalam pelukan hangatnya.
Perlahan jemarinya menyusuri garis wajah si pemuda manis. Hingga sampai pada rambut diatas kening si pemuda. Menyingkapnya dan Yifan, nama pemuda tampan itu, mencium kening Tao, nama pemuda manis.
Pemuda manis yang sudah dia klaim kepemilikannya itu – nyante aje, Yifan udah mengantongi restu keluarga besar Huang kok, meski harus beradu pedang eh beradu mulut dulu dengan Nenek yang menyayangi Tao dan Kakek yang membanggakannya(Yifan). Aku belum bilang kalau mereka sepupu? Oh, oke. Yifan adalah anak dari adiknya Papa nya Tao. Makanya meski sepupu marga mereka berbeda.
Oke. Pemuda manis yang sudah dia klaim kepemilikannya itu, menggeliat kecil. Terusik dengan ciuman curian Yifan. Tapi tapi kenapa kedua lengan Tao malah makin memeluk erat pinggang Yifan? Dan kepala yang dia surukan pada dada bidang Yifan, tenang saja mereka memakai piyama lengkap kok. -_-
"Eeeughhh,," lenguhan kecil lolos dari bibir kissable Tao.
"Wake up Bebh. Kau tidak ingin menyambut mentari – meski sudah terlambat – dipagi hari yang spesial ini, hm?" bisik Yifan tepat pada telinga Tao.
kelopak dengan bulu mata lentik milik Tao mengerjap pelan sebelum terbuka dan langsung disuguhi senyum tampan dari pemuda yang mendapatkan cinta dan ciuman pertamanya sekaligus dihari yang sama. Dan Tao membalasnya dengan senyuman yang sangat Yifan sukai. Senyuman dengan binar kepolosan yang penuh cinta pada kilau manik mata Baby Panda nya itu.
"Selamat ulangtahun Sayang." Ucap Kris dan diakhir dengan kecupan manis pada ujung hidung mancung Tao.
Senyum Tao melebar. Senang. Ini adalah pengalaman ulangtahun pertamanya dengan seseorang yang dicintai dan mencintainya. Diatas ranjang pula. -_-
"Xie xie Ge." Jawab Tao. Mendaratkan kecupan singkat pada bibir Yifan. Eits, alasannya karena bibir Yifan yang bisa dijangkau Tao dalam keadaan pelukan erat itu. oke. Jadi Baby Panda kita ini masih belum tertular virus pervert si wajah mesum.
Yifan yang memang sangat menyadari kepolosan Tao, karena hal itu yang membuatnya jatuh cinta sepenuhnya pada sepupunya itu, tertawa kecil dan membawa Tao pada pelukannya.
.
.
Setelah selesai berlovey-dovey dengan Tao, dengan sangat terpaksa Yifan melepaskan pelukan Tao untuk membiarkan Tao memasak sarapan untuk mereka. Tapi tetap saja, dengan keduanya masih memakai piyama couple, Yifan dengan keras kepala memeluk pinggang kekasihnya itu dari belakang dan mengikuti gerakan Tao memasak telur dadar untuk diselipkan pada sandwich mereka.
"Gege ingin minumnya apa? kita kehabisan jus jeruk." Tanya Tao. Kedua lengannya mengeratkan pelukan lengan Yifan pada pinggangnya dan merilekskan punggungnya pada dada Yifan.
"Uuhmmm... aku ingin minum susu putih Tao." Bisik Yifan, mulai nakal.
"Eh? Gege kan berhenti minum susu sejak usia 10. Gege bilang tubuh Gege akan terus tumbuh tinggi jika Gege tidak berhenti minum susu." Ucap Tao dengan kepala yang dimiringkan. Bingung. Heran.
Yifan? Jika tangannya tidak sibuk memeluk pinggang Tao dan jemarinya tidak dimainkan sang kekasih, bisa dipastikan keningnya akan membekas cap telapak tangannya.
'Sadarlah Wu Yifan, Wu Zitao mu ini masih sangat polos. Kau harus mengajarinya perlahan.' Batin Yifan dengan innernya yang mengeluarkan tetesan keringat.
Dan seketika, tetesan keringat Yifan digantikan lampu bohlam yang menyala terang.
"Sudah lupakan. Air putih saja, biar sehat. Dan Tao-er, Gege akan memberimu kado spesial." Jawab Yifan yang diawali dengan wajah datar dan diakhiri dengan seringai mesum.
.
.
Benar saja, setelah sarapan – jangan tanya kenapa Tao tidak kekampus dan Yifan tidak kekantor karena tanggal 2 mei dan tanggal 6 november sudah Yifan klaim sebagai hari libur wajibnya – Yifan membawa Tao kekamar. Kekamar mandi didalam kamar tepatnya. Oke. Mereka belum mandi dan sebelum keluar kamar mereka hanya cuci muka dan sikat gigi saja.
"Lepas bajumu dan kita mandi bersama." Ucap Yifan tegas.
"Eh? Tapi Tao malu kalau harus melepas baju sampai telanjang didepan Yifan-ge." Ucap Tao, menunduk dengan semburat merah pada pipinya.
"Kenapa harus malu? Bukankah kita akan menikah? atau Tao-er tidak mau menikah dengan Gege?" Yifan mulai memasang wajah sok sedihnya.
"Eh? Tentu saja aku mau menikah dengan Yifan-ge." Bantah Tao. Langsung mengangkat wajahnya.
Dua telapak tangan Yifan menangkup wajah Tao,"Kalau begitu aku akan mengajarimu bagaimana caranya memberikan 'susu putih' Tao-er." Lanjut Yifan dengan smirk mesumnya.
Tao mulai mengerti apa yang diminta Yifan. Seseorang bernama Luhan pernah mengatakan tentang ini ketika Tao menceritakan padanya bahwa dia sudah punya kekasih. Dan Yifan yang melihat ketegangan pada pancaran mata Tao, mengerti kalau kekasih polosnya ini mungkin diajari seseorang tentang ini dan Tao mulai paham dengan situasi yang coba Yifan ciptakan.
Smirk mesum Yifan kembali terukir dan dengan tiba-tiba bibirnya meraup bibir Tao. Memberikan Tao ciuman yang biasa kita sebut French Kiss. Tao coba mengikuti gerakan lembut bibir Yifan. Jika bibirnya merasakan bibir Yifan mengulum bibir bawahnya, Tao akan mengulum bibir atas Yifan. Sama seperti gerakan bibir Yifan. Dan ketika lidah Yifan mulai mengetuk bibirnya, Tao membukanya. Secara insting, lidahnya menyambut lidah Yifan dalam mulutnya.
Lutut Tao mulai lemas. Lengan kekar Yifan mencengkram bokong Tao dan menekan tubuh Tao pada tubuhnya. Bisa Tao rasakan sesuatu yang keras menekan 'miliknya' yang juga mulai mengeras. Ciuman mereka pun semakin basah. Saliva keduanya bercampur dan meleleh pada sela bibir mereka. Ciuman yang kini didominasi Yifan menimbulkan bunyi kecipak yang entah bagaimana bisa menimbulkan getaran aneh pada tubuh bagian bawah Tao.
Yifan membawa lengan Tao pada leher Tao. Tao mengeri, dia mengeratkan pelukannya pada leher Yifan. Kini tangan Yifan mulai membuka satu per satu kancing piyam Tao dengan tidak sabar. Melepasnya dengan tidak sabar dan melemparnya asal. Mengusap punggung Tao sekilas demi untuk mendengar desahan tertahan dari bibir Tao yang masih dia lumat.
Selanjutnya, Yifan makin tidak sabar. Tangannya memijat bokong Tao setelah menyusup kedalam celana piyam Tao. Dan langsung saja, Yifan menarik turun celana piyama Tao bersama dengan celana dalam kekasihnya. Meloloskannya dari kaki jenjang Tao dengan dibantu kakinya.
Setelah Tao telanjang, Yifan melepas ciumannya. Deru nafas Tao menerpa wajahnya. hangat. Yifan mengecupi wajah Tao yang membuat kekasih Pandanya ini terkikik geli dan menggiring Tao mundur hingga washtafel. Melanjutkan imajinasi terliarnya, Yifan mengangkat Tao hingga kini Tao duduk diatas washtafel.
Yifan melangkah kebelakang. Memandang intens tubuh telanjang Tao yang begitu menggoda karena Tao tanpa sadar menyangga tubuhnya dengan kedua tangan disampinya yang agak kebelakang.
Pelan, Yifan membuka kancing piyamanya. Melepas dan melemparnya bersama dengan piyama Tao tadi. Dia juga melepas celana piyamanya bersama dengan celana dalamnya sekaligus. Mencuatlah kesejatian Yifan. Membuat wajah Tao merah sempurna. Dengan kedua mata yang terpaku tanpa berkedip.
Yifan melangkah pelan pada Tao. Setelah sampai didepan Tao, Yifan membuka kaki kekasinya. Denga mata yang saling mengunci. Telapak tangan Yifan mengusap seduktif paha Tao. Tubuh Tao mereponnya dengan geliatan pelan yang nampak begitu sexy pada penglihatan Yifan.
Bibir Yifan mengecupi tubuh Tao mulai dari bahu, leher dan dada. Meninggalkan jejak salivanya. Yifan tidak ingin menodai tubuh indah Tao dengan kissmark. Menurutnya hal itu tidak ada sexy-sexy nya sama sekali. Dan cara dia menandai Tao adalah dengan memasukan juniornya dalam manhole Tao dan menyemburkan sperma hangatnya didalam tubuh Tao. Oke. Kita belum sampai tahap itu Yifan-ge -_-
Sampai pada dada Tao, Yifan memainkan lidahnya pada niple merah muda kekasihnya. Menyentilnya dengan lidah dan memutari lingkar niple Tao. Erangan dan desahan sexy Tao ditambah dengan remasan yang dilakukan jemari Tao pada rambut pirangnya membuat Yifan makin lupa diri. Bibir dan lidahnya menjelajahi dada dan perut Tao dengan begitu tergesa dan tidak sabaran. Hingga sampai pada apa yang sering dia lamunkan pada imajinasi terliarnya.
Junior Tao yang lebih kecil dari miliknya yang kini mulai mengeras.
Yifan mengecupnya. Membuat Tao mengerang sexy.
"Aaaghhhh,,"
"Menyukainya Tao-er?" bisik Yifan yang entah mengapa cepat sekali kini wajahnya didepan wajah Tao.
Tao menatapnya sayu dan dilanjutkan dengan anggukan lemah. Cukup bagi Yifan untuk melanjutkannya.
.
.
Yifan membungkukan tubuh tingginya dengan siku bertumpu pada washtafel masing-masing disamping tubuh Tao. Bibirnya mengecup menggoda ujung junior Tao. Erangan frustasi dan jambakan Tao pada surainya seolah membuat Yifan mengerti untuk tidak berlama-lama menggoda kekasihnya.
Bibir Yifan membuka dan meraup junior Tao. Tanpa menyentuh dengan tangannya. Yifan mem-blowjob Tao benar-benar hanya menggunakan mulutnya.
Lidah Yifan mulai ikut berpartisipasi #plakk / melumuri junior Tao dengan saliva. Hingga Yifan merasa cukup untuk bergerak mengocoknya.
"Aaaghhhh,,, ssshhhh,,, Aaaghhhh..."Erangan Tao, Yifan gunakan untuk menyemangati mengulum junior Tao. Memberikan kenikmatan yang baru pertama kali dirasakannya. Dan Yifan bangga bahwa dialah yang menjadi yang pertama untuk Tao.
Cinta pertama. Ciuman pertama. Kekasih pertama dan terakhir *Aminn. Dan kini sex pertama Tao. Pemuda manis dengan mata panda yang begitu menggemaskan yang masih sepupunya itu membuat Yifan rela ber- out-of-carracter hanya didepan Tao.
Oke, back to enceh scene...
Yifan kini menggerakan kepalanya karena gerakan Tao pada surai pirangnya. Dan kelihatannya si baby Panda tidak menyadari bahwa kini dialah yang meminta kenikmatan pada apa yang dilakukan Yifan terhadap juniornya.
"Aaaghhh,,, ssshhhh,,, Aaaghhhh,,, gege... aaaghhhh ada yang haaahhh ingin keluar.." pekik Tao. Tetap tidak menyadari gerakan tangannya yang meminta Yifan memanja juniornya lebih cepat dan lebih dalam.
Mendengarnya membuat Yifan makin intens menghisap junior Tao. Bergerak makin dalam dan seolah menelan junior Tao. Kecipak salivanya dan suara hisapannya menggema dalam kamar mandi yang kini bertemperatur tinggi.
"Aaaghhhh... Gege... Aaaaghhhh Yifan-Ge..." Pekik Tao memanggil kekasihnya ketika liquid putihnya menyembur dalam mulut Yifan yang langsung ditelannya.
"haaa haa haaa..." Nafas Tao memburu. "Eeughhh Gege.. sudah.." lanjut Tao ketika Yifan menjilat juniornya untuk membersihkan 'susu putih' yang tadi dimintanya.
Yifan menegakan punggungnya yang baru dia rasakan sekarang betapa pegalnya membungkuk untuk memblowjob kekasihnya.
Note's from Yifan : "Jangan sekali-kali memblowjob kekasihmu yang sedang duduk diatas washtafel. Punggungmu akan seperti punggung kakek-kakek umur sekian yang mulai bau tanah." -_-
"Sudah mengertikan Tao-er? Apa yang aku maksud dengan 'susu putih'? dan kau juga sangat menikmatinya." Bisik Yifan seduktif.
"Ne Ge. Tao mengerti. Apa.. apa Tao juga boleh merasakan milik Gege?" pinta Tao dengan wajah polos dan pancaran mata seperti bocah 6 tahun yang penasaran dengan apa itu ponsel? Oke, lupakan. Tao seperti penasaran dan ingin. Penasaran dengan 'rasa' Yifan dan ingin membuat Yifan sama seperti apa yang Yifan lakukan padanya. Karena, demi apapun, rasanya benar-benar menyenangkan dan sejujurnya Tao tidak/belum ingin mengakhiri rasa itu. *Tao Di-di mulai mesum #plakk
Tapi ...
"Tidak Tao-er..." Yifan menggeleng dengan senyum tampannya. "Ini adalah kado ulangtahun untukmu. Kau bisa mengembalikannya – maksudnya membalas apa yang Yifan lakukan tadi – ketika kau benar-benar siap atau ketika ulangtahunku."
Apakah kalian ingin memberikan aplause – halahh, tepuk tangan, untuk Yifan karena keputusannya ini? *prokprok
Yifan rela menyelesaikan urusannya dengan tangan dan imajinasinya demi untuk mengajari Tao dengan perlahan. Dia tidak ingin menodai Tao-nya ketika Tao masih hanya mengerti dengan yang 'putih-putih' saja didunia ini. maksudku bukan hantu yaa. Maksudku Tao benar-benar menganggap semua hal didunia ini adalah hal baik.
Yifan ingin mengenalkan dunia well katakan saja 'dunia ranjang' pada kekasih polosnya ini dengan pelan-pelan sehingga tidak menyebabkan trauma pada Tao-nya.
"Selamat ulangtahun My Tao." Bisik Yifan lembut sambil mendekap tubuh Tao erat.
Tao tersenyum senang. Dia selalu suka dengan pelukan hangat Yifan dan dia juga senang dan salut pada pengendalian diri Yifan yang tidak memperawaninya sekarang ini. saat Tao benar-benar belum mengerti apa yang harus dia lakukan.
_the end_
Well, sebenarnya saya inginnya bikin Vanilla Sex, tapi ternyata tidak bisa -_-
Once again, Happy Birthday Tao Di-di *templokinKueKeMukaTao #disemburKakekNaga cz bikin dia 'solo karier' #slapped
Maaf Kek, My Di-di Tao-er masih terjaga kepolosan dan kevirginannya,
Nikah dulu sana.. #ala-ala iklan mie instan
Mind review this one?
