RoyIshida: Yosh, chapter 7 update!
Kiku: Akhirnya update juga, Roy-san
RoyIshida: *kaget* Ka-ka-kapan kau muncul….?
Kiku: *senyum* Barusan~
RoyIshida: *blushing, dan ngomong di hati* Gila, senyum Kiku manis banget...
Yao: Hm? Author kok diam, aru?
RoyIshida: Lha, ada Yao juga...
Yao: Ya iyalah, aru. Pengen nawarin makanan khas negara saya, aru.
RoyIshida: Wah, boleh boleh~ *tersenyum sambil pergi*
Kiku: *sigh* Ya sudahlah, kita baca saja ceritanya...
Mengerjakan UTS dengan Cara Hetalia
Chapter 7: The Result is….
Disclaimer: Hidekaz Himaruya
Halo halo, semuanya! Akhirnya RoyIshida bisa kembali dari hiatsu-nya yang astagimlamaamatkayakkura-kura (?) sudah selesai. Nah, hari ini kita mau ngapain ya?
"Kok malah nanya?" ujar Alfred
Oh iya... HARI INI ADALAH PENGUMUMAN NILAI UTS WORLD ACADEMY! *teriak pake TOA 10000 volt*
"AKHIRNYA!" teriak para nation
Kok akhirnya...?
"Author kelamaan sih, jadi kita udah penasaran sama nilainya!" Ujar Francis
"Betul betul!" jawab Malay, yang nadanya mirip Upin-Ipin
Y-y-ya sudah... Em, tunggu dulu deh.
"?" Kiku terlihat heran "Ada apa, Roy?"
*tersenyum jahat* Heheheheheheh...
DEG! Para nation langsung begidik melihat senyum jahat author, ampe Ivan dan Natalia juga ketakutan.
"R-r-r-r-r-r-r-r-roy ke-ke-ke-kenapa...?" ujar Arthur ketakutan
Kayaknya gak seru kalau gak ada hukuman nih~ Gimana kalau kita buat hukuman aja?
Roderich terlihat kesal "Author, gak usa-"
Apa...? Menolak...?
"!"
Roderich langsung ngiprit kayak anak ayam, bersembunyi di belakang Vash setelah melihat death glare author
"Author lagi stress ya?" tanya Iceland
*author nengok ke Ice* ...Siapa kau?
Doonnggg...
Iceland langsung mojok ditepi ruangan, membuat Norway panik
"Aku..."
"I-i-i-iceland..." ujar Norway "Sa-sa-sabar ya..."
Iceland terdiam, membuat Norway lega.
"Oke, ayo kita-"
"Sebaiknya mati sebaiknya mati sebaiknya mati sebaiknya mati sebaiknya mati sebaiknya mati..."
Deeennnnggg...
Bukannya membaik, Iceland malah memburuk. Apakah, Iceland akan menjadi Matthew kedua di chapter ini? Saya tidak tahu... *author digebukin pake pedang*
Norway langsung menjauh, setelah merasakan aura hitam yang kuat dari Iceland. Bahkan, auranya melebihi Ivan loh! *malah promosi*
"Author, hukumannya apa aru?" tanya Yao
"YAAAOOOOOO!" teriak para nation.
"A-a-a-a-a-apa lagi salahku?" tanya Yao (Pertanyaanmu yang salah *author digigit naga*)
"Jangan nanya lagi!" ujar Alfred "Nanya lagi, aku tembak kepalamu!"
Wah wah, Alfred jadi yandere begini? Apa... karna didikan Pirate Arthur ya? *author dirajam Arthur*
Emm... Gini aja deh: Yang nilainya dibawah 70 (Gak tinggi kan, readers? *digebukin para nation*) harus memakan amsakan Arthur dan Tini selama 3 minggu, Dan gak boleh gak makan! Buat yang 70 kebawah... Saya minta Ivan, Natalia, dan vash yang memberi hukuman deh~
...
Hening
Hening Lagi
"AUTHOR SUDAH GILA APA?" teriak para nation tiba-tiba (kecuali Ivan, Natalia, dan Vash)
Hm? Ada yang salah dengan aturan itu?
"Ya iyalah!" jawab Antonio "Mereka bertiga kan, pembuhun berantai!"
... iya apa?
"Beneran!" jawab Antonio
"Apa katamu, da...?
Antonio pun melihat Ivan yang sudah memegang pipa airnya, sambil tersenyum menatap Antonio.
Antonio langsung ekringet dingin
"Eh, Ivan..."
DUAK!
Antonio langsung tergeletak berlumurah darah di lantai. Nation lain yang melihat langsung menghindari 65 Meter dari Ivan, Natalia, dan Vash.
"Ivan aja udah kayak gitu" ujar Denmark "Gimana Natalia sama Vash?"
"Maeeeeee..." ujar Ludwig tiba-tiba. Kayaknya Ludwig lagi labil deh *author ditimpuk pake meriam*
Tentu saja...
"MASAKAN ARTHUR SAMA TINO!" teriak Denmark
"Emang kenapa?" tanya Arthur
"E-e-e-e-enggak apa-apa..." jawab Denmark.
Semuanya buru-buru doa dan bikin surat wasiat (?) buat leluhur mereka. Bahkan Ivan musti minum ****** ampe 7 bungkus! emang hebat ntu makanan, bisa jadi senjata ampuh buat perang *author dirajam Tino*
Semuanya langsung panik dan bingung, karna mereka tidak mau kena hukuman yang mengerikan itu.
tapi, kok ada suara yang gak kedengaran ya? Siapa ya?
"Ah ya, si bego Alfred!" uajr Denmark "Dia kemana ya?"
"Jangan bilang dia pergi buat beli Hamburger" jawab Arthur
"Gak kok" jawab Iceland "Dia pergi buat bertapa di Gunung Merapi. Katanya dia mau gantiin Mbah Marijan"
...
Hening
"ALLFFREEEDDDDDD!"
(Iklan sebentar...)
Akhirnya, scene di sekolah dapat dilanjutkan kembali, setelah Alfred bersedia turun dari gunung (meski harus pake paksaan) ... Dan kalau begitu, gak ada deh yang mau gantiin Mbah Marijan (ada hubungan?)
"Roy, roy..." ujar Francis sambil menggeleng
Berisik lu. Nah, dikelas pada ngapaen?
"Maen 4-1..." ujar para nation
Oh, maen kartu... Hee, sejak kapan pada bisa maen 4-1?
"Sejak diajarin temen author" jawab Ludwig
Emang ada yang kesini? Ah, lupakan... Silahkan main lagi.
Akhirnya, semuanya melanjutkan permainan. Dan bahkan, ada yang main permainan 'tidak' wajar...
"POCKY GAME!" teriak para klub Fujoshi dan Fujodanshi.
Betul, Pocky Game. Permainan yang cukup berbahaya, dan sangat dinantikan para anggota Fujoshi dan Fujodanshi.
Peraturannya sederhana: 2 orang harus makan sebuah Pocky sampai habis. Dan pas di akhirannya... Pada tau dong?
"KISSSU~~!" teriak para Fujoshi + Fujodanshi.
Heh, malah bocorin! Ya sudahlah...
"Eh eh, kali ini siapa ya?" tanya Elizabeta "Liechtizen, kamu tarik undian ya?"
"Oke, kakak"
Liechtizen pun mengambil 2 kertas, yang berisi pairing-pairing. Para pairing mulai ketakutan.
"Em..." ujar Liechtizen "Yang main adalah..."
Semuanya pun dek-dekan (kayak mau menang uang 1 milliar aja *dibunuh karna ngancurin suasana*
"... ArthurKiku dan GilRoderich!"
"WHATT?"
Arthur dan Gilbert mulai terlihat panik. Mana mau mereka memainkan permainan macam itu? Memalukan!
"Ayo~" uajr Elizabeta "Yang kena, kita foto loh~"
"Sial!"
Arthur pun mengambil satu pocky, begitu pula Gilbert. Kiku dan Roderich pun maju ke depan.
Sebenarnya, Elizabeta punya perasaan laen...
BERANINYA KAU DENGAN RODDY! teriak Elizabeta di dalam hati. AWAS KAU GILBERT!
Well, setelah mendengar kemarahan Elizabeta, mari lanjut ke permainan.
"Siap ya..." ujar Francis "Dan... MULAI!"
Arthur pun mulai memakan pockynya, begitu juga Gilbert.
Saat duo pairing kesukaan author ini makan bersama, mereka tidak sadar kalau sudah tinggal sedikit (Cepet amat abisnya...)
Gilbert mulai bingung. Kalau gw sama Roddy kena, mampus gw...
Wah, ini gimana? pikir Roderich. Bisa ngamuk Elizabeta kalau gw kena...
Dan, di pihak ArthurKiku juga bingung.
Ada cara buat ngabisin ini gak ya? pikir Kiku
ARGGGHHH, kenapa juga gw harus sama Kiku? pikir Arthur. Gila aja kalau gw kena...
Arthur menatap Kiku, begitu juga Kiku.
'Kau siap?' isyarat Arthur. Kiku pun mengangguk.
Dan kemudian...
Hap
Arthur dan Kiku berhasil menghindari kissu, dan pocky mereka habis.
Tapi, Kiku kehilangan keseimbangan. Dan akhirnya...
Set.
Arthur menangkap Kiku dengan gaya bride-nya.
Kiku langsung blushing, begitu juga Arthur.
"K-kau tidak apa-apa kan?" ujar Arthur
"I-iya..." jawab Kiku
JEPRET
Elizabeta sudah keburu memotret mereka berdua.
"kyaaaa, adengan mainis~!" ujar Elizabeta "Meski gak kissu, begini sudah lumayan!'
"Iggy sombong!" teriak Alfred
"Berisik, Hamburger Freak Idiot!" teriak Arthur kesal
Arthur-san keren juga... pikir Kiku
Sementara itu...
Hap
Gilbert malah mencium Roderich!
Liechtizen langsung memotret mereka. Banyak yang langsung mengerubungi mereka.
"Wah, mereka ciuman!" ujar Francis "Hahhaha, lumayan!"
"Dasar Fujodanshi!" teriak Gilbert sambil melempar sepatu ke arah Francis
WOI! NILAI UAS UDAH DIUMUMIN OI! (Author perusak suasana)
BRAAAK...
Semuanya langsung berlari ke arah papan pengumuman. Dan nilai mereka...
(A/N: Disini karna banyak karakternya, author kasih tau nilai mereka di dalam dialog aja ya, daripada bikin list-nya! Author males *dibunuh*)
"Yeeey, nilaiku bagus~" ujar Felliciano
"Emang nilaimu berapa?" tanya Lovino
"71" jawab Felliciano bangga. Lovino mendesah
"Nyaris tuh" jawab Lovino "Oi Potato Freak, nilaimu berapa?"
"Hm?" tanya Ludwig "94 kok. Anda?"
Lovino hanya terdiam "... 83"
"Lumayan" jawab Ludwig
"YEEESSSS, NILAI AWSOME SUDAH KELUAR!" teriak Gilbert yang suranya seperti TOA masjid. Ludwig langsung bersembunyi di balik tembok
"Nilaimu berapa?" tanya Roderich
Gilbert langsung terkekeh
"... Nol"
GUBRAK! Para nation langsung pada sweatdrop. Gilbert hanya tertawa
"Gw pikir bagus..." uajr Roderich sambil sweatdrop
"Emang Roddy berapa?" tanya Gilbert
"89" jawab Roderich
"Wah, Roddy pintar~" ujar Elizabeta "Sayang, aku cuma dapet 69"
"Kena lari dong?" ejek Gilbert "Kasihan, padahal udah diajarin Roddy"
Elizabeta hampir saja ingin memukul Gilbert dengan panci, tapi keburu ditahan Francis dan Yao.
"Kiku dapet berapa?" tanya Arthur
"90, Arthur-san" jawab Kiku "Emang Arthur-san berapa?"
Arthur langsung mendekati Kiku "Jangan kasih tau yang lain..."
Kiku terlihat heran "Emang Arthur-san dapet berapa?"
Arthur pun berbisik
"... Dapet 99"
WHAAATTTT? 99?
Semua nation langsung melirik Arthur dengan heran. Emang dasar bocah pinter... *author dipukul Arthur*
"A-a-arthur-san pintar!" ujar Kiku
"Ng-nggak juga kok!" jawab Arthur "Cuma 99, enggak 100"
"Iggy, aku tau nilaiku!" teriak Alfred tiba-tiba
Arthur mendesah "Emang kamu dapet berapa?"
Alfred tertawa sebentar "Dapet... 35"
Doonnggg...
"Kupikir dapet 80" jawab Arthur
Sementara itu, di daerah Nordics, Trio Bastard, dan Trio Baltics + Ivan...
"Ber, kamu dapet berapa?" tanya Denmark"
"91" jawab Berwald
"Hiyaaa, Su-san pinter banget" jawab Tino "Aku aja cuma dapet 70"
"Nyaris banget" jawab Denmark "Kalau Norge?"
"95" jawab Norway datar
"Aku 84" jawab Iceland
Denmark terlihat heran "Pada pinter..."
"Emang anko uzai dapet berapa?" tanya Norway
Denmark langsung murung "... 44"
"Oi Francis, kamu dapet berapa?" tanya Antonio
"66" uajr Francis "Lo berapa?"
Gw?" tanya Antonio "Ancur lagi"
"Ya berapa?" tanya Francis
"... Gw 21" uajr Antonio lemah
Yao sedang menatap nilainya. Ia juga melihat nilai Heracles.
Buset, Heracles dapet 78 aru Pikir Yao. Padalah kerjaannya tidur mulu aru...
"Halo da~" ujar Ivan tiba-tiba
"Eh, Ivan aru" jawab Yao "Dapet berapa, aru?"
"86, da~" jawab Ivan "Kamu?"
"85 aru" jawab Yao "Buset, beda tipis aru!"
"Nii-san~" ujar Natalia tiba-tiba "Aku dapet 88 loh~ Berarti Nii harus jadi pacarku~"
"TIDAAAAAKKKKKKK"
Ivan langsung lari kayak dikejar setan. Sementara itu, Trio Baltics terlihat lega
"Untung aja" jawab Eduard "Eh Toris, gw dapet 71"
"Masa?" tanya Raivis "Gw aja dapet 58"
"Halah, lu berdua jago" ujar Toris "Gw apa? Cuma dapet 35..."
...
Toris, emang udah nasibmu buat disiksa Ivan terus *author ditembak Ivan*
Eduard dan Raivis langsung menepuk pundak Toris
"Sabar ya" ujar Eduard
"Yeeh, dapet 87" ujar Matthew "Peter dapet berapa?"
"89" ujar Peter
"Wah, lumayan" jawab Matthew "Sayang, kakakmu lebih tinggi'
"Begitulah" jawab Peter
"Hm?" ujar Vash sambil menatap papan pengumuman "89? Lumayan lah"
"Nii 89 ya?" tanya Liechtizen "Aku 90"
Vash langsung menatap Liechtizen dengan heran. Kok bisa ya? pikir Vash (Ya bisalah, kan adik lu lebih pinter *kabur sebelum ditembak Vash*)
Dan, ada beberapa orang yang berdebat...
"HEH BEGO!" teriak Nethe "GW DAPET 63 DONG!"
"APAAN?' teriak Malay "GW JUGA 63, DODOL!"
"LU NIRU NILAI GW YA?" ujar Nethe
"OGAH AMAT KALEE" jawab Malay
"Ya ampun..." ujar Nesia "Aku aja dapet 96"
...
Hening
Hening lagi
"Nesia emang pinter!" ujar Malay
"Heh, itu kata-kata gw!" ujar Nethe
"Apaan lo? Mau niru?" jawab Malay
"Ih, ogah amat dah!" jawab Nethe
Dan pertengkaran terjadi...
END (?)
RoyIshida: Eh, siapa bilang udah selesai? *heran*
Kiku: Author sendiri...
RoyIshida: Belum tau... Masih ada 1 chapetr spesial!
Yao: Tentang apa, aru?
RoyIshida: *masang TOA* Karna ini adalah UTS Pertama di World Academy, maka saya sebagai Ketua Panitia... AKAN MENGADAKAN PROM NITE!
Para Nation: APPPAAAAA? *kaget*
RoyIshida: Prom Nite, semuanya! Harus dateng ntar malem ya! Jam 8 ampe selesai! Gak boleh ada yang gak dateng, atau saya santet! (?)
Para Nation: *merinding*
Elizabeta: Berarti ada adengan yaoi dong? *puppy eyes*
RoyIshdia: Tau deh...
A/N: Oh ya, author mau nanya: Kalau lagu buat pesta Prom Nite, enaknya pake lagu apa? Jawab di review ya, readers...
RoyIshida
