Chapter 7

.

.

Tentu saja Seungcheol tidak benar-benar akan melamar Jeonghan di keesokan harinya. Bisa-bisa ke-3 noona nya Jeonghan akan mengikat nya lalu melemparnya kelaut -.- ia akan meminta jeda 1 bulan untuk mempersiapkan segalanya agar kakak-kakak nya Jeonghan bisa melihat seberapa siap dan seberapa besar tekad Seungcheol untuk melamar adik kesayangan mereka itu.

Kini Seungcheol masih asik memandangi Jeonghan yang mondar-mandir membereskan barang-barang nya ke dalam koper karena mereka akan kembali ke Seoul besok pagi. Ia hanya tersenyum melihat Jeonghan yang kadang bergumam, berbicara sendiri, kebingungan sendiri atau bahkan marah-marah sendiri.

Cklek

Tiba-tiba pintu terbuka. Munculah Yoona.

"Hai. Maaf mengganggu waktu... Berharga kalian atau apapun itu tapi aku ingin memberitahu bahwa kalian sudah ditunggu di lobby. Semua orang kelaparan jadi sebaiknya kalian cepat atau aku akan bilang pada mereka bahwa kalian sedang sibuk bercinta," Yoona sedang dalam mood lapar tingkat akut. Kini ancaman nya membuat Seungcheol maupun Jeonghan mengangkat kedua tangan mereka seperti orang yang sedang di todong pistol.

Yoona membukaan pintu kamar dengan lebar-lebar dan mempersilahkan mereka untuk keluar terlebih dahulu dengan senyum terpaksanya. Lalu Seungcheol dan Jeonghan berjalan dengan was-was karena kini Yoona melipat kedua tangan nya dan berjalan di belakang mereka.

.

.

Saat mereka sampai di lobby, semua orang langsung mendesah kesal karena menunggu terlalu lama. Seungcheol dan Jeonghan hanya nyengir tak berdosa. "Mianhae~~" Seungcheol merangkul Vernon dan Seungkwan lalu membiarkan Jeonghan berjalan bersama Mingyu dan Wonwoo di belakang nya.

Mereka makan dengan tenang namun tiba-tiba Tiffany, Yoona dan Sooyoung berdiri lalu ikut menyanyi dengan penyanyi cafe yang tengah menyanyikan lagu Tori Kelly - Dear No One.

"But sometimes I just want somebody to hold

Someone to give me their jacket when it's cold

Got that young love even when we're old

Yeah sometimes I want someone to grab my hand

Pick me up pull me close be my man

I will love you till the end~"

Selang beberapa waktu, Henry menarik Tiffany untuk menari di depan panggung. Ia menyuruh Tiffany hanya berdiri diam dan biarkan dia yang menari mengitari nya. Semua orang terhibur apalagi Henry yang memperlakukan Tiffany dengan begitu romantis.

"So if you're out there I'd swear to be good to you

But I'm done looking for my future someone

Cause when the time is right

You'll be here but for now

Dear no one this is your love song~" Semua orang bernyanyi mengiringi tarian Henry.

Tiffany hanya menutup wajah nya karena malu. Ingat, MALU bukan tersipu. Lalu tak lama kemudian Donghae masuk dan mendorong Henry keluar dari area berdansa. Semua orang berteriak menyoraki.

"Ah jinjja~" Tiffany merengek karena sungguh ia merasa malu diperlakukan seperti ini. Apalagi Donghae yang berpura-pura memperebutkan nya dengan Henry. Itu sangat menggelikan, well menurutnya begitu. (Kalo gua yang digituin mah, pasrah aja lah bang neng mah. Bawa pulang aja ke rumah abang, neng rela dunia akhirat)

"Hoshi-ah! Bantu aku!" Tiffany memberi isyarat pada Hoshi lalu Hoshi langsung masuk ke area dansa untuk membantu Tiffany. DK tidak sempat menghalangi Hoshi dan akhirnya ia pasrah.

Rencana Hoshi adalah ia berlari menuju lantai dansa lalu langsung menarik Tiffany keluar dari sana, but guess what? Kini Henry malah menjebak nya. Kini ia terkurung bersama Tiffany. Hoshi sudah menggenggam tangan Tiffany namun kini mereka berdua malah terjebak bersama. Penonton makin terhibur dan kini mereka makin bersemangat menyanyikan lagu yang sedari tadi kembali di ulang.

"Terasa lebih baik jika terjebak bersama kkk~ setidaknya aku tidak sendirian," Tiffany menenangkan Hoshi yang sempat panik dan menggoyang-goyangkan tangan mereka yang bertautan mengikuti irama lagu.

Tiba-tiba Tiffany di tarik dari lantai dansa oleh Donghae dan meninggalkan Hoshi sendirian di tengah-tengah lantai dansa karena ternyata Henry juga menghilang. Kini Hoshi kembali panik.

Disaat ia tidak tau harus apa, tiba-tiba saudara-saudara nya mendorong tubuh DK ke tengah lantai dansa. DK terlihat bingung lalu saling bertatapan dengan Hoshi yang juga bingung.

"Ayo lamar dia sekarang!" Bisik Henry tak sabar pada DK.

"Mwo!?" DK terkejut. Saudara-saudara nya menganggukan kepala lalu kembali mendorong tubuh DK sampai akhirnya kini ia tepat berada di hadapan Hoshi.

Henry meminta band yang sedari tadi memainkan lagu Dear No One untuk memberhentikan dulu permainan musiknya dan membiarkan DK menyatakan apa yang seharusnya ia nyatakan dari dulu.

DK menelan ludah nya dengan susah payah. Menarik nafas sebanyak mungkin lalu mengeluarkan nya dengan tenang dengan mata terpejam. Ia kembali membuka matanya dan menatap manik kucing Hoshi.

DK berlutut lalu mengeluarkan sebuah kotak yang berisikan cincin. Ia membelinya di Amerika 3 tahun yang lalu, di saat ia sadar akan adanya orang yang tengah menunggu nya mati-matian di Korea Selatan sana. Hanya saja ia baru bisa pulang 3 tahun setelah ia membeli cincin tersebut dan ia tidak punya kepercayaan diri untuk melamar Hoshi jadi ia menyimpan nya selama ini sampai menurut nya itulah waktu yang tepat.

Hoshi mundur beberapa langkah saat DK berlutut. DK makin tidak percaya diri dengan reaksi Hoshi yang ia salah artikan menjadi 'belum siap' dan konsekuensi nya adalah ia harus menerima apapun jawaban Hoshi kelak.

"Kwon Soonyoung... Aku tau aku tidak seharusnya melakukan ini. Karena bagaimanapun juga aku belum menebus kesalahan-kesalahan ku sebelumnya... Yang sebenarnya tidak berhak untuk di maafkan dengan cara atau alasan apapun. Aku juga merasa tidak yakin sekarang untuk melamarmu karena..." Pernyataan DK yang menggantung membuat Hoshi kecewa dan matanya mulai berair. Hoshi hanya bisa diam.

"Karena aku merasa aku tidak pantas untuk mu. Aku terlalu sering membuat mu menangis dan bahkan aku berbahagia di atas penderitaan kekasihku sendiri selama kita menjalani hubungan jarak jauh. 7 tahun tidaklah sebentar... Tapi kau masih mau-mau nya menerima pria brengsek sepertiku, kau mau-maunya menyambut kepulangan ku saat aku sampai ke Korea, kau mau-mau nya menunggu pria sampah sepertiku..." Pernyataan DK membuat Hoshi menutup wajahnya dan menahan tangis. Tangan mungil nya juga jaket kebesaran nya menutupi wajah nya yang mulai basah dengan air mata.

"Masih banyak pria yang lebih baik atau bahkan jauh lebih baik dariku dan lebih pantas untukmu, pria yang tidak akan membuat kekasih nya menderita... Pria yang tidak akan meninggalkan kekasihnya sendirian tanpa pamit..." DK membuat semua orang menangis. Hoshi masih enggan menunjukan wajahnya.

"Tapi aku akan mencobanya. Aku akan mempertanyakan ini padamu." DK membulatkan tekadnya. "Maukah kau membuka pintu hati mu yang lain dan menerima ku sebagai pasangan hidup mu kelak... Lee Soonyoung?"

"Huweeeeee~~~!" Tangis Hoshi pecah seketika dan kini ia tidak menutupi wajah nya lagi. Ia membiarkan semua orang mendengar tangisan nya yang memilukan itu. DK ikut menitikan air mata nya saat Hoshi menangis sejadi-jadi nya sambil memandang matanya lekat-lekat.

Mata itu... Mata yang menunjukan kerapuhan yang sangat amat. Mata yang mengeluarkan air mata untuk 2 tahun untuk menangisinya. DK merasa seharusnya ia tidak pergi ke Amerika saja jika ternyata ia malah menyakiti Hoshi hingga sedalam ini.

Hoshi mengusap air mata nya lalu menganggukan kepala nya sambil sesegukan. Semua orang langsung bertepuk tangan dan memberi mereka selamat.

DK bangkit dari posisi berlutut nya lalu memeluk Hoshi dengan erat.

.

.

"Well, mereka menyusul kalian," Tiffany menggoda Meanie dan JeongCheol yang tengah bertepuk tangan dengan bahagia lalu hancur setelah mendengar pernyataan Tiffany.

"Aish! Jinjja," Wonwoo berdesis kesal.

"Setidaknya kami punya pasangan untuk di lamar. Ini pasanganku, mana pasanganmu?" Jeonghan memeluk lengan Seungcheol dan memeletkan lidahnya. Wonwoo dan Jeonghan langsung berhigh-five ria dan kini Tiffany lah yang pundung.

"Kenapa kalian tidak pernah membiarkan ku menang dalam beradu mulut, ish!" Tiffany menghentak-hentakan kaki nya lalu pergi meninggalkan dua pasangan yang kini hanya bisa menertawainya.

.

.

.

TBC

Btw, ig acc buat ff aku udah ga ada huhuhu~ karena aku fokus ke fanacc. Oh ya buat temen-temen yang suka SNSD atau Tiffany, tolong bantu leave sweet comment di IG acc nya Tiffany (xolovestephi) ya... Dia di hate terus terusan sama fans nya J :( ga tega aku...

Well itu sih pilihan yah aku gak bermaksud apa-apa. Cuma minta tolong bagi yang mendukung Tiffany karena mereka udah kebangetan.

Terima kasih~ dont forget to review!

*note : JunHao, Woozi x Joshua in the next chapter!