My Classmate
ChanBaek
T
Yaoi/BoyxBoy
Oneshoot
Warn: OOC, typos yg bertebaran, tdk sesuai EYD, bahasa berantakkan, gaje, abal, etc..
.
.
.
.
.
.
Baehyun menopang wajahnya dengan satu tangan sambil menatap kearah luar jendela, entah apa yang anak itu lihat. Berani sekali, padahal seonsaengnim didepan sana masih mengajar kelasnya. Luhan menyikut Baekhyun pelan membuat lelaki Byun itu menoleh padanya dengan bingung.
"Jangan melamun..kalau kau ketahuan Song saem melamun dikelasnya habis kau" Bisik Luhan.
"Siapa yang melamun?" Protes Baekhyun. "Aku hanya sedikit bosan.." Lanjutnya sambil menguap pelan.
"Bersabarlah, sebentar lagi pelajaran berakhir" Ucap Luhan tanpa menatap Baekhyun.
"Hmm..tumben hyung sok memperhatikan pelajaran.." Baekhyun bergumam dengan malas. Baekhyun tidak bersemangat mengikuti pelajaran Song saem ini, sudah yang mengajar galak, mata pelajarannya sangat membosankan lagi.
"Yah, sesekali tidak apakan? Aku hanya ingin memperbaiki nilaiku. Memangnya kau mau nilaimu dibawah standar terus, kalau kau tidak naik kelas nanti bagaimana?"
Baekhyun menatapnya sensi. "Luhan hyung? Ini benar Luhan hyung kan? Kenapa dia jadi sok bijak begini?" Tanya Baekhyun sambil menyentuh dahi Luhan.
"Aishh..apaan sih Baek!" Desis Luhan sambil menyingkirkan tangan Baekhyun didahinya.
Baekhyun merasakan getaran ponselnya pada saku celananya. Dia melirik Song saem didepan, setelah merasa cukup aman dia mengeluarkan ponselnya dan tersenyum kecil saat melihat nama seseorang yang mengiriminya pesan saat ini. Baekhyun dengan cepat membuka pesan yang ternyata dari Chanyeol itu.
'Bosan Baek?'
Baekhyun menoleh kearah Chanyeol, kebetulan lelaki tinggi itu juga sedang menatapnya. Chanyeol mengedipkan sebelah matanya pada Baekhyun sambil nyengir. Baekhyun mengerucutkan bibirnya sambil mendengus, dia segera mengetik balasan untuk pacar tingginya itu.
'Sangat bosan, membuatku ingin pelajaran ini cepat berakhir!'
Luhan yang tak sengaja melirik Baekhyun langsung membulatkan matanya. "Yah! Kau nekat sekali bermain ponsel saat jam pelajaran" Bisik Luhan sambil melirik Song saem, kalau-kalau saem killer itu menatap mereka.
Baehyun menatap Luhan sambil nyengir. "Tenang saja, selama tidak menimbulkan keributan.."
Luhan menggelengkan kepalanya. "Dasar kau, berharap saja dia tidak memergokimu bermain ponsel dikelasnya"
"Huss..sudah sana kau jangan menatapku terus, nanti Song saem curiga"
Ponsel Baekhyun kembali bergetar.
'Sayang.. :*'
Wajah Baekhyun merona membaca pesan dari Chanyeol, apalagi emot yang diselipkan lelaki tinggi itu. Lelaki tinggi itu suka sekali memanggilnya dengan panggilan sayang, sedangkan Baehyun dia masih tidak berani, Baehyun masih terlalu malu untuk memanggil Chanyeol dengan panggilan sayang. Dia kembali melirik Chanyeol yang menatap Baekhyun dengan menaik-turunkan kedua alisnya.
Chanyeol sih enak tidak perlu menoleh kebelakang untuk menatapnya karena kursinya yang memang berada dibelakang Baekhyun. Sedangkan dia harus mmencuri kesempatan memutar kepalanya untuk menatap Chanyeol supaya tidak ketahuan oleh Song saem.
'Apaan sih..'
'Hehe..kau bosan kan? :D'
'Ck iya, bukankah tadi kau sudah bertanya?'
'Bagaimana kalau kita bolos? Aku juga bosan~ '
Baekhyun menoleh kearah Chanyeol dengan kesal.
'Aku tidak mau. Kau ini..apa kau ketagihan bolos setelah hari itu huh?'
'Hari itu? Kapan?'
'Ya hari itu, waktu kita di-UKS..'
'Ah~ waktu kita melakukan french kiss itu ^o^'
Baehyun merengut. Apa-apaan emot Chanyeol itu? Dan lagi kata-katanya frontal sekali, padahal Baekhyun disini sangat malu jika mengingat itu. Sialan, Chanyeol malah membuatnya membayangkan kejadian itu lagi! Baekhyun segera menyimpan ponselnya dibawah meja tanpa membalas pesan Chanyeol. Tak lama kemudian ponselnya Baekhyun kembali bergetar.
'Sayang~ kenapa tidak membalas pesanku? :("
Baekhyun hanya membacanya, dia sudah tidak berniat membalas pesan Chanyeol. Meh!
.
.
Chanyeol mempercepat langkahnya untuk menyusul Baekhyun dan ketiga sahabatnya ditambah Sehun yang sudah lebih dahulu berjalan didepan, menuju ruang ganti karena sebentar lagi pelajaran olahraga.
"Eii..kau ini kenapa tidak menunggu pacarmu ini huh?" Ucap Chanyeol saat dia sudah berada disamping Baekhyun dan langsung merangkul bahu kecil Baekhyun.
Baekhyun menoleh pada Chanyeol dengan wajah sedikit cemberut membuat Chanyeol gemas melihatnya.
"Yah, kenapa dengan wajah ini hm?" Chanyeol mendekatkan wajahnya pada Baekhyun dan mencuri satu ciuman dipipinya.
"Chanyeol~" Baekhyun mendorong wajah Chanyeol menjauh dengan kedua tangannya dan lelaki tinggi itu hanya terkekeh sambil mengacak surai hitam Baekhyun gemas.
"Baekhyun sedang malu itu Yeol" Ucap Luhan sambil tertawa. Dia mengeratkan rangkulannya pada lengan Sehun. Lay dan Kyungsoo terkekeh melihat mereka.
"Ah, Baek hyung kau sok malu-malu padahal dalam hati suka kan dibegitukan oleh Chanyeol hyung?"
Baehyun menatap sepasang kekasih itu dengan tajam. "Apaan sih! Diam kalian!" Bentaknya.
Saat sudah masuk kedalam ruang ganti, bukannya segera mengganti seragam mereka dengan pakaian olahraga, Chanyeol malah langsung menarik Baekhyun menuju sebuah bilik kamar mandi yang ada didalam ruangan itu dan menguncinya dari dalam.
"Yah! Kemana dua orang itu! Kenapa malah masuk kedalam kamar mandi?"
"Stt..biarkan saja Lay. Mungkin mereka ingin melakukan 'sesuatu'" Sahut Luhan sambil tertawa.
Baekhyun menatap Chanyeol didepannya dengan bingung dan sedikit takut, takut kalau lelaki tinggi melakukan hal yang tidak-tidak lagi padanya. Sedangkan yang ditatap hanya balas menatap Baekhyun dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Yah! Kenapa malah membawa kekamar mandi sih? Aku ingin mengganti pakaian Yeol" Baekhyun berusaha untuk meraih pintu tapi tubuh tinggi Chanyeol menghalanginya.
"Chan, menyingkirlah.."
"Ganti disini saja Baek" Suruhnya enteng, membuat Baekhyun melotot kearahnya.
"Yah! Apa maksudmu hah? Kenapa harus didalam sini? Biasanya kan aku juga mengganti pakaian diluar" Protes Baekhyun dengan wajah yang merona samar. Padahal, alasan sebenarnya sih karena dia malu berduan dengan Chanyeol didalam kamar mandi, apalagi kalau sampai Chanyeol melihatnya mengganti pakaiannya disini, mau ditaruh dimana wajahnya?
"Itu kan waktu kau masih sendiri.."
"Hah? Apa maksudmu?" Baekhyun memiringkan kepalanya dan menatap Chanyeol dengan polos, membuat dada Chanyeol berdetak cepat melihatnya.
"..karena kau sudah menjadi milikku, aku tidak suka tidak suka kalau kau mengganti pakaian dihadapan mereka. Hanya aku yang boleh melihat tubuhmu sekarang, tidak dengan mereka! Aku tidak suka!" Ucapnya posesif.
"Chanyeol.." Baekhyun mentapnya sambil berkedip, tidak tahu harus mengatakan apa.
"Jadi, sekarang ayo cepat ganti pakaianmu sebelum kita terlambat sayang" Ucap Chanyeol sambil tersenyum. Lelaki tinggi itu dengan cepat mulai menanggalkan satu-persatu seragam sekolahnya membuat Baekhyun yang melihatnya gelagapan.
"Ya-yah! Chanyeol, apa yang kau lakukan bodoh? Kenapa kau melepas pakaianmu!" Pekik Baekhyun
Chanyeol terlihat tidak mempedulikannya. Baekhyun jadi sedikit kesal. "Chanyeol.."
"Ayo Baek ganti seragammu" Chanyeol yang sedang berusaha untuk melepas celana terhenti dan menatap Baekhyun dengan polos.
Baekhyun melirik malu-malu pada Chanyeol sudah melepaskan seragam atasnya, tentu saja malu karena Baekhyun dapat melihat tubuh bagian atasnya yang sungguh sexy itu, apalagi perutnya yang berbentuk sempurna itu..ugh. Membuat Baekhyun malu sekaligus iri melihatnya.
Chanyeol mengumpat dalam hati menatap Baekhyun yang memalingkan wajahnya kesamping. Lelaki Byun itu menggigit bibir bawahnya dengan wajah yang merona merah, pemandangan yang manis sekaligus sexy dimata seorang Park Chanyeol.
Duk Duk
Seseorng memukul pelan pintu kamar mandi yang berisi Chanyeol dan Baekhyun itu.
"Chanyeol? Baekhyun? Jangan lama-lama, nanti kalian terlambat!" Itu suara Luhan.
"Iya, sebentar lagi hyung!" Balas Chanyeol sambil berteriak.
Chanyeol mendekati Baekhyun dan langsung menghimpit tubuh kecilnya hingga menyentuh tembok dibelakangnya, Chanyeol tidak jadi melepas celannya omong-omong.
"Ma-mau apa hah? Chanyeol.." Baekhyun menatap Chanyeol dengan gugup, apalagi saat menyadari kedua lengan Chanyeol yang bertumpu pada sisi kiri dan kanan kepala Baekhyun, mencegahnya agar tidak kabur.
Kedua tangan Baekhyun otomatis bergerak menahan dada Chanyeol agar tubuh mereka tetap berjarak, sialnya Baekhyun lupa kalau Chanyeol sudah melepas seragam atasnya dan tangannya berakhir menyentuh dada telanjang Chanyeol yang keras. Samar Baekhyun dapat merasakan getaran yang begitu cepat pada dada Chanyeol.
Alarm dikepala Baekhyun sedari tadi sudah berteriak memberitahu betapa berbahayanya posisi mereka saat ini. Tapi percuma saja karena Baekhyun tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
Chanyeol merendahkan kepalanya dan berbisik didepan telinga Baekhyun yang juga memerah. "..sayang, kau manis sekali.."
Baekhyun memejamkan kedua matanya erat. Bisikkkan suara rendah Chanyeol ditelinganya membuat Baekhyun berdesir.
Chanyeol beralih menatap wajah Baekhyun dengan jarak yang sangat dekat hingga hidung mereka saling bersentuhan. Chanyeol tersenyum geli melihat ekspresi Baekhyun saat ini. Tangan kiri Chanyeol bergerak menyingkirkan poni hitam Baekhyun yang sedikit menutup matanya lalu perlahan turun untuk mengelus lembut pipi putih merona Baekhyun.
"Sayang, buka matamu eum?" Bisik Chanyeol.
Sedangkan Baekhyun hanya menggeleng keras. "Shireo!" Tolaknya. Dia tidak mau membuka matanya, dia tahu betapa dekatnya mereka saat ini karena dia dapat merasakan hembusan nafas Chanyeol yang menerpa wajahnya dan kedua hidung mereka yang bersentuhan.
Pandangan mata Chanyeol turun menatap dalam pada bibir Baekhyun yang sedikit terbuka dan terlihat memerah juga..basah? Mungkin karena tadi Baekhyun menggigitnya?
"Sial..Baekhyun kau sungguh-" Chanyeol berdesis membuat Baekhyun perlahan membuka matanya hingga kedua iris mereka saling bertatapan.
"Cha-Chanyeol?" Baekhyun memanggilnya dengan suara serak.
"Kumohon..sebentar saja.."
Melihat wajah Chanyeol yang mendekat membuat Baekhyun kembali menutup matanya rapat. Chanyeol menarik tengkuk Baekhyun hingga bibir mereka kedua bertemu.
"Chan-"
Chanyeol tidak memberi waktu Baekhyun untuk menyela. Lelaki tinggi itu langsung melumat bibir Baekhyun dengan gemas dan sedikit tergesa-gesa. Menggigit dan menjilat atas-bawah bibir Baekhyun secara bergantian. Baekhyun hanya bisa pasrah dan membalas seadanyanya ciuman Chanyeol. Baekhyun tidak sadar kalau kedua lengannya kini sudah berada dileher Chanyeol dan meremasnya lembut, menyalurkan betapa dia menikmati ciuman mereka.
"Eughh.."
Lenguhan Baekhyun semakin membuat Chanyeol bersemangat. Chanyeol menggigit kecil bibir tipis Baekhyun, dan seolah mengerti pacar manisnya itu langsung saja membuka mulutnya membuat lidah Chanyeol dengan mulus memasuki mulut hangatnya dan mulai menginvasi apa yang ada didalamnya.
Pertarungan lidah diantara keduanya pun tak terelakan, dan tentu saja dimenangkan oleh sang dominan. Kedua kepala lelaki itu bergerak kekanan-kekiri untuk mencari kenikmatan lebih pada ciuman mereka. Baekhyun menyempatkan diri untuk mengambil nafas saat mulutnya terbuka diantara pagutan mereka.
Baekhyun heran sampai kapan Chanyeol dapat mempertahankan pagutan mereka. Pasalnya lelaki tinggi itu terlihat enggan melepaskan pagutan mereka dan tidak terlihat kesulitan bernafas sama sekali. Sedangkan Baekhyun sudah bernafas dengan memburu.
Ujung mata runcing Baekhyun berair karena ciuman mereka, apalagi saat lidah terampil Chanyeol mulai menggelitik langit-langitnya, membuat Baekhyun merasa geli. Saliva entah milik siapa kini menetes membasahi dagu Baekhyun.
Tangan kiri Chanyeol memeluk erat pinggang Baekhyun agar tubuh mereka semakin menempel sedangkan tangan kanannya mulai merambat memasuki seragam Baekhyun dan mengelus punggung Baekhyun dengan gerakkan yang sensual.
Baekhyun tersentak saat merasakan tangan Chanyeol menyentuhnya. Baekhyun harus menghentikan ini sebelum mereka melakukan 'sesuatu' lebih jauh. Chanyeol merasakan tangan Baekhyun semakin meremas lehernya kemudian beralih menangkup wajah Chanyeol. Kemudian dengan susah payah dia mendorong wajah Chanyeol hinggan pagutan mereka terlepas dengan paksa. Chanyeol mengerang protes.
"Chanh..ta-tanganmu bodoh-"
Dan Chanyeol tidak membiarkan Baekhyun menyelesaikan ucapannya karena lelaki tinggi itu kembali meraih tengkuk Baekhyun dan menyerang bibir pacarnya yang sudah memerah itu.
"Eungh~"
Dan Baekhyun pun hanya dapat mengerang pasrah menerima kembali serangan dari Chanyeol.
.
.
.
Chanyeol dan Baekhyun berlari kecil menghampiri Luhan dan teman-temannya yang berdiri dipinggir lapangan. Lelaki berwajah cantik itu terlihat gelisah sambil sesekali melirik arlojinya.
"Luhan Hyung!" Teriak Chanyeol.
Luhan menoleh dengan cepat menatap dua makhluk yang kini berdiri disampingnya dengan terengah-engah dan penampilan mereka sedikit berantakkan.
"Yah! Kalian berdua, kenapa lama sekali eoh? Bukankah tadi aku sudah memperingati kalian!"
"Maaf hyung~ Hyung tahu sendiri lah.." Ucap Chanyeol sambil tersenyum lebar.
Luhan menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya. "Beruntunglah kalian hari ini karena Kim saem sedang ada urusan jadi kita disuruh olahraga sendiri"
"Apa? Tahu begitu aku lama-lama saja dengan Baekhyun tadi.." Ucap Chanyeol membuatnya mendapatkan pukulan dikepala dari Baekhyun.
"Apaan sih Yeol!" Marahnya dengan wajah yang merona. Sedangkan Chanyeol hanya nyengir sambil mengusap kepalanya yang menjadi korban pukulan sang pacar.
"Memangnya apa yang kalian lakukan diruang ganti hyung?" Tanya Kyungsoo polos. Dia menatap Chanyeol dan Baekhyun penasaran.
"Mereka sedang make out Kyung!" Ucap Lay keras membuat mereka beberapa murid menoleh kearah mereka dengan berbagai ekspresi. Sedangkan Lay hanya nyengir innocent.
"Stt..Lay mengucapkan kata-kata itu dihadapan Kyungsoo. Nanti otak polos Kyungsoo terkontaminasi" Ucap Luhan.
"Yah! Siapa yang make out?!" Protes Baekhyun.
"Heh, bukankah kalian melakukan itu didalam kamar mandi tadi?"
Baekhyun menggeleng dengan cepat. "Tidak! Kami tidak melakukan itu tahu.."
"Lalu apa yang kalian lakukan didalam sana hyung?" Goda Sehun sambil menaik-turunkan alisnya.
Baekhyun melirik Chanyeol yang menatap kearah lain sambil bersiul seakan tidak tahu apa-apa. Baekhyun mendengus melihatnya. "Ka-kami hanya..ki-kisseu kok" Jawab Baekhyun pelan sambil menunduk, wajahnya semakin memerah.
Luhan, Lay, Sehun dan Chanyeol tertawa melihat tingkah malu-malu Baekhyun, minus Kyungsoo yang hanya menatap mereka dalam diam.
"Diam kalian, diam! Puas membuatku malu hah?!" Bentak Baekhyun sambil menatap mereka dengan tajam. Sedangkan teman-temannya seolah tak peduli dengan Baekhyun yang memarahi mereka.
.
.
Baekhyun menghela nafas. Dia mendudukkan dirinya dibawah sebuah pohon yang cukup besar dipinggir lapangan sambil mengipasi tubuhnya dengan kipas bergambar rusa milik Luhan. Chanyeol, Sehun dan Luhan masih betah dilapangan bermain sepak bola. Baekhyun heran, apa mereka tidak lelah, padahal cuaca pagi ini cukup terik. Dia yang baru beberapa menit saja sudah kelelahan bermain sepak bola.
Baekhyun menoleh pada Lay yang duduk dibawah pohon tak jauh darinya sambil memegang ponselnya, sepertinya anak itu sedang bertelpon ria dengan pacar OSIS-nya itu. Kemudian Baekhyun beralih menatap seseorang yang dari tadi duduk diam disampingnya sambil membaca novelnya. Baekhyun kembali menghelas nafas. Samar-samar terdengar teriakkan teman-temannya dari arah lapangan.
Baekhyun menguap pelan, dia menyandarkan tubuhnya pada batang pohon dibelakangnya sambil menutup matanya. Dan tak lama setelahnya terdengar dengkuran pelan dari lelaki itu, Baekhyun tertidur.
Dingin..
Baekhyun mengerutkan dahinya merasakan sensasi dingin yang menyentuh pipinya. Baekhyun perlahan membuka matanya dan menatap Chanyeol yang duduk didepannya sambil menyodorkan sekaleng isotonik padanya.
"Ini Baek, minumlah" Suruh Chanyeol setelah dia membuka tutup kaleng itu. Baekhyun menerima dan meminumnya beberapa teguk kemudian menaruhnya disampingnya.
Baekhyun menatap sekelilingnya dengan tatapan sayu sehabis bangun tidurnya, lapangan yang tadinya ramai kini sudah kosong dan hanya ada beberapa murid berteduh dipinggir lapangan sepertinya, sepertinya mereka sudah selesai berolahraga.
Baekhyun menatap Chanyeol yang sedari tadi setia memandanginya sambil tersenyum. "Chanyeol, apa tadi aku tertidur?" Gumamnya.
Chanyeol terkekeh melihat Baekhyun yang menatapnya dengan mata yang terlihat mengantuk dan bibir yang mengerucut. Dia mencubit pelan pipi Baekhyun karena gemas.
"Iya kau tadi tertidur sayang~" Chanyeol melirik arlojinya. "Masih ada setengah jam lagi sebelum pejaran selanjutnya, kalau kau masih ngantuk kau bisa tidur sebentar lagi, nanti aku bangunkan" Lanjut Chanyeol yang kini mengelus surai lembut Baekhyun.
Baekhyun hanya menggeleng pelan, lelaki Byun itu menguap sambil menegakkan posisi duduknya. "Dimana Luhan hyung dan yang lainnya.."
"Mareka kembali kekelas duluan"
"Hmm.."
Chanyeol tersenyum geli melihat Baekhyun yang sepertinya masih terlihat mengantuk itu. Chanyeol meraih wajah Baekhyun dengan kedua tangannya, membuat dia dapat menatap mata sayu Baekhyun. "Yah, kau masih mengantuk eum?" Tanya Chanyeol.
"Hm..sedikit" Jawab Baekhyun sambil mengerucutkan bibirnya dan matanya kembali tertutup. Chanyeol semakin gemas melihatnya. Dia memajukan wajahnya dan mencium bibir Baekhyun beberapa kali sampai terdengar bunyi 'cup' cukup jelas saat dia melakukannya, untung saja sekeliling mereka saat ini cukup sepi.
"Chanyeoool~" Baekhyun mengerang dan membuka matanya, menatap Chanyeol dengan kesal. Kedua tangannya mendorong wajah Chanyeol agar menjauh. "Kau menyebalkan!"
"Aku baru tahu kalau Baekhyun yang bangun tidur seperti ini terlihat sangat menggemaskan. Berapa umurmu eoh?" Ucap Chanyeol sambil tersenyum.
"Yah! Kau mengejekku hah?" Marah Baekhyun sambil mendorong Chanyeol hingga lelaki tinggi itu sedikit terdorong kebelakang.
Chanyeol pura-pura mengaduh. Dia segera berdiri dan membersihkan celanya.
"Chanyeol, kita kembali kekelas saja, disini sangat panas.." Ucap Baekhyun. Dia mendongak menatap Chanyeol sambil mengulurkan kedua tangannya meminta Chanyeol menariknya. Dan lelaki tinggi itu melakukannya dengan senang hati, dia menarik kedua tangan Baekhyun dengan cukup kuat hinggan membuat tubuh mereka bertubrukkan.
"Yah! Tidak bisakah kau melakukannya dengan pelan?" Bentak Baekhyun memukul lengan Chanyeol keras.
"Maaf, aku terlalu bersemangat" Jawab Chanyeol sambil tertawa. Dia segera merangkul Baekhyun menuju kelas mereka. Dan Baekhyun hanya berdecak pelan dan membuang wajahnya untuk menatap pepohonan dipinggir lapangan.
.
.
Saat ini hanya ada tiga lelaki didalam kelas yang sudah sepi itu, sekolah sudah berakhir setengah jam yang lalu. Lalu, apa yang tengan dilakukan oleh tiga lelaki itu dikelas? Sebut saja mereka Baekhyun, Luhan dan Kyungsoo. Luhan dan Baekhyun memang sengaja tinggal dikelas karena sedang menunggu pacar mereka yang katanya hari ini ada latihan basket dadakan sepulang sekolah, sedangkan Kyungsoo karena belum dijemput.
"Baek, mau kelapangan indoor bersama? Aku bosan menunggu dikelas" Tanya Luhan sambil menatap Baekhyun.
"Boleh hyung, aku juga bosan tidak ada kerjaan~"
Kedua lelaki itu sudah berdiri bersiap untuk meninggalkan kelas, tapi mereka baru sadar kalau masih ada seorang lagi dikelas selain mereka berdua. Baekhyun dan Luhan memandang Kyungsoo bersamaan, sedangkan yang ditatap hanya balas menatap dengan mata bulatnya yang polos itu.
"Kyung, jemputanmu masih lama hm? Tidak biasanya.." Tanya Luhan.
Kyungsoo menggeleng pelan. "Tidak tahu hyung, aku hanya disuruh menunggu"
"Ah, Luhan hyung bagaimana kalau ajak saja Kyungsoo pergi bersama kita dari pada dia sendirian dikelas" Pekik Baekhyun.
"Ah, benar juga. Yasudah, Kyung kau ikut kami saja" Ajak Luhan.
"Apa tidak apa kalau aku ikut hyung?"
"Tentu saja Kyung~ memang siapa yang melarang" Jawab Baekhyun gemas.
"..baiklah kalau begitu"
Luhan langsung menarik kedua lengan sahabatnya dengan semangat menuju lapangan indoor. Ketiga sahabat itu langsung mendudukkan diri ditribun yang ada dipinggir lapangan. Luhan sudah berteriak-teriak heboh menyemangati Sehun yang berada dilapangan sana, Kyungsoo hanya menatap dalam diam anggota basket yang sedang bermain dan Baekhyun sibuk dengan ponselnya. Tidak sadar kalau Chanyeol melihatnya dari lapangan sana sambil tersenyum lebar.
"Ya Tuhan, lihahlah Sehun sexy sekali~" Pekik Luhan bak seorang fanboy.
Tiba-tiba ada suara berisik disamping mereka membuat ketiga sahabat itu menoleh. Ada beberapa murid perempuan yang sepertinya baru datang sana.
"Yah, Yah! Untuk kita masih sempat melihat mereka latihan!"
"Kau benar~ yah, lihatlah itu Jongin oppa!"
"Huaa..Jonghun oppa sexy sekali! Lihatlah keringatnya yang menetes itu Ya Tuhan!"
"Hyung..mereka siapa?" Bisik Kyungsoo pada Luhan.
"Mereka itu fans anak klub basket Kyung"
"Fans? Seperti idol saja.." Gumam Kyungsoo.
"Ya wajar saja sih, anak-anak klub basket kan rata-rata bertampang macam idol" Ucap Luhan sambil tertawa.
"Kyaaa..Sehun oppa, itu Sehun oppa!" Teriak seorang murid perempuan cukup keras.
"Stt..yah kau jangan keras-keras, kau tidak lihat disana ada pacarnya" Bisik temannya sambil melirik Luhan.
"Ah, astaga aku tidak melihanya.."
Luhan hanya bisa tertawa dalam hati. Tentu saja dia mendengar apa yang dibicarakan oleh perempuan-perempuan itu karena mereka berbisik dengan cukup keras. Luhan sih tidak masalah kalau ada menyukai Sehun-nya asal mereka tidak berniat merebut Sehun saja darinya.
"Chanyeol oppa!"
Telinga Baekhyun langsung sensitif mendengar nama pacarnya disebut.
"Kyaaa~ lihat Chanyeol oppa melihat kesini~" Pekik perempuan itu.
Baekhyun langsung saja mengalihkan tatapannya dari ponsel untuk menatap Chanyeol didepan sana. Yang benar saja, Chanyeol memang menatap kearah perempuan tadi sambil tersenyum lebar dan melambaikan tangannya.
Apa-apaan itu? Apa dia mencoba untuk tebar pesona? Apa dia tidak melihat kalau ada Baekhyun disini? Kenapa Chanyeol malah meladeni perempuan-perempuan berisik itu? Baekhyun langsung cemberut.
"Sehun, Chanyeol kesini!" Teriak Luhan saat anggota basket beristirahat. Sontak saja yang namanya dipanggil langsung menghampiri dengan sedikit berlari.
Luhan langsung memberikan sebotol minuman pada Sehun sambil mengusap keringatnya dengan handuk kecil.
Chanyeol juga langsung menghampiri Baekhyun sambil tersenyum geli. Chanyeol memiringkan kepalanya menatap Baekhyun yang menatapnya kesal. Baekhyun melihat murid perempuan itu berbisik sambil menatapnya dan Chanyeol, sepertinya mereka belum tahu kalau Chanyeol sudah punya pacar.
"Sayang, ada apa denganmu?"
Baekhyun mendekat kearah Chanyeol kemudian meraih bahu Chanyeol dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanan mengambil handuk kecil yang menggantung dileher Chanyeol dan mengusapkannya pada wajah Chanyeol sambil menatap sinis dari balik bahu Chanyeol.
"Yeolli, sayang~ nanti pulang sekolah belikan aku ice cream strawberry ya?" Ucapnya dengan suara yang cukup keras.
Chanyeol hanya mengedipkan matanya dengan bingung. Apa-apaan panggilan manis itu? Apa yang terjadi dengan Baekhyun-nya? Tumben dia bersikap agresif seperti ini pada Chnayeol? Tidak biasanya Baekhyun melakukan skinship lebih dulu.
Tapi, terlepas dari itu semua Chanyeol sangat senang karena mendapat perlakuan seperti ini dari Baekhyun, biasanya kan pacar itu akan terlihat malu-malu kalau melakukan skinship didepan banyak orang.
Chanyeol pun memutuskan untuk membalas perlakuan Baekhyun padanya. Lelaki tinggi itu langsung menarik pinggang ramping Baekhyung dengan kedua lengannya hingga tubuh merek berdua menempel.
"Tentu saja sayang~ apapun untuk pacarku yang manis ini!" Ucap Chanyeol sambil mencium pelipisnya.
Dan Baekhyun hanya tersenyum menang sambil menatap kebelakang punggung Chanyeol. Baekhyun melihat murid-murid perempuan disana menatapnya dengan wajah terkejut. Baekhyun semakin memeluk leher Chanyeol posesif.
"Chanyeol, milikku!" Baekhyun menggerakkan bibirnya tanpa mengeluarkan suara sambil menatap mereka.
Rasakan itu! Ucap Baekhyun sambil tertawa dalam hati.
.
.
.
.
.
Tbc
Maafkan karena lama update~ #bow masih adakah yg nungguin fanfic ini? T,T
Chap ini aku ngetiknya dengan mood yang sedikit down, semoga kalian suka ya? :')
Makasih banyak yang udah review chap kemarin dan semua yg udh baca fanfic gaje ini~ 3
Last, review please?
