CHAPTER 7
oi oi oi. Maaf nih kalo pendek-pendek chapternya, udah kebiasa nulis gini :v Lagian kan pendek jadi bikin kalian makin penasaran *smirk* untuk sementara kaga ada sodok-sodokan dulu soalnya author cantik mau nonjolin konflik cerita disini
BIG THANKS TO :
DIBACA WOI!
Para pecinta AY! Yang review, gua mau ngomong sesuatu nih, kalo review, jangan cuma "lanjut, next, next chapter, dll." karena sungguh, itu sedikit membuat diriku kecewa. Gua mempersilahkan kalian buat ngeluarin uneg-uneg kalian di review, ntah itu tentang Chanyeol yang pengen rasanya digampar atau Baek yang cabai diatas rata-rata, atau semacamnya. Karena bagi gua, repiew yang kaya gitu menunjukkan apresiasi yang berkualitas tinggi. Dan juga bisa bikin ane semangat nulisnya, apalagi disela-sela tugas yang menumpuk ini, kalo kalian reviewnya bagus-bagus, ane usahain untuk update maksimal.
Tapi gue juga saaayang banget sama yang udah review sambil ngeluarin uneg2/ngasih saran/kritik karena review kalian benar-benar sangat membantu dan bikin gua ngakak juga sebenernya. Belajar repiew yang baik dan somplak ye.
"Lihat, bahkan ia, yang sudah ku-lukai, tidak mengizinkanmu memukulku. Kau mengerti apa alasannya?"
Tao masih memandang Chanyeol dengan tatapan penuh amarah. Chanyeol menyeringai lalu menatap Baekhyun,
"Karena ia terlanjur menyukaiku."
Baekhyun tertegun dengan perkataan Chanyeol yang seolah-olah meremehkannya. Memang benar, Baekhyun terlanjur menyukai Chanyeol dan dia tidak habis pikir, kenapa Chanyeol bisa berubah dalam satu kedipan mata? Bukankah Chanyeol yang dulu bukanlah yang sekarang—malah nyanyi—maksudnya, Bukankah Chanyeol yang dulu begitu lembut padanya?
Baekhyun menatap Chanyeol dengan mata penuh kesedihan dan rasa kecewa. Bahkan air matanya sudah tidak terbendung lagi. Chanyeol sendiri, hanya menatap Baekhyun tanpa ekspresi. Baekhyun menarik nafas dalam, lalu memantabkan pikirannya. Pria sialan ini sudah mengibarkan bendera perang. Ia mengusap air matanya kasar lalu menatap Chanyeol sinis.
"Sudahlah, Tao. Aku juga menganggapnya pemuas nafsu saja kok. Tapi jika kau masih ingin menghabisinya, itu terserah padamu." ujar Baekhyun santai sambil berbalik dan meninggalkan sahabtanya itu. Mata Chanyeol membulat dengan sempurna. Ia melirik Tao yang sedang tersenyum penuh kemenangan,
Chanyeol bukan orang kuper. Ia jelas tau kalau Huang Zitao adalah atlet wushu terbaik di sekolahnya. Dan Tao serius dengan amarahnya. Ia memukul Chanyeol dengan membabi buta sampai beberapa murid berusaha melerai mereka. Dari dulu Tao memang sangat peduli dan menyayangi Baekhyun, walaupun sebenarnya ia tahu bahwa Baekhyun selalu bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Entahlah, ia hanya merasa sangat kesal pada kakak kelasnya ini.
"Berhenti."
Baekhyun memberhentikan langkahnya merasakan hawa yang sangat tidak bersahabat dan suara yang begitu menusuk gendang telinganya. Ia membalikkan tubuhnya dengan perlahan dan membulatkan matanya.
Oh tidak.
…
…
"KAU MENAKUTIKU, BOCAH GILA!" seru Baekhyun kesal sambil mengelus dadanya. Bocah Gila. Tentunya sudah jelas itu siapa.
Sehun dan Kai mendekat kearah Baekhyun lalu menatap Baekhyun penuh selidik. Baekhyun mengernyit melihat tingkah laku manusia kurang diajar ini. Namun tiba-tiba, Kai membekap mulutnya lalu Sehun mengikat tangannya.
"AHMPP!" Baekhyun berusaha berteriak sekeras-kerasnya namun percuma, tangan Kai begitu erat menekan mulutnya. Sehun dan Kai berlanjut menariknya ke sebuah ruangan. Terlihat menakutkan. Hanya ada 1 meja di tengah ruangan itu dan 2 kursi di bagian kanan dan 1 kursi dibagian kiri. Penerangannya pun sangat minim. Baekhyun diletakkan di kursi bagian kiri, lalu Kai dan Sehun duduk dihadapannya.
"APA-APAAN INI?!" teriak Baekhyun merasa jengkel karena tingkah aneh bin ajaib si kopi susu. "LEPAS!" teriaknya lagi, berusaha melepaskan diri dari ikatan ditangannya. Oh Tuhan, dua manusia terbengkalai ini sepertinya sangat cocok menjadi penculik dan om-om pedofil yang mesum.
"Tidak sebelum kau menjawab pertanyaan kami, hyung!" sungut Sehun sambil menahan tawa melihat wajah Baekhyun yang memerah dan sedikit ketakutan. "Kau pikir kau siapa, hah? Pertanyaan? Tanya saja ke Google! Dia lebih tahu banyak!" seru Baekhyun
"Tapi aku maunya tempe, hyung."
"DASAR GILA!"
Sehun dan Kai akhirnya tidak bisa menahan tawanya, mereka tertawa keras sambil memukul satu sama lain dengan ganas. Setan. Begal-begalan aja sekalian.
Baekhyun memandang dua organisme didepannya ini dengan tatapan masam. Sungguh, ia hanya ingin beristirahat, masalahnya dengan Chanyeol cukup membuat kepala pening. "Lepaskan aku! Aku ingin beristirahat, sungguh." ujar Baekhyun lirih. Sehun dan Kai berhenti tertawa lalu memandang hyung-nya itu dengan tatapan sedih.
"Kami akan melepaskanmu, hyung." jawab Kai lirih
"Benarkah?"
"Jawab pertanyaan kami dulu."
Baekhyun menggeram kesal dan menatap SeKai dengan sebal. "Aish! Baiklah-baiklah!"
Sehun dan Kai tersenyum penuh kemenangan lalu mengindahkan diri mereka, seperti orang yang benar-benar ingin bertanya dengan serius.
"Pertanyaan kami hanya satu, hyung. Tapi kau harus menjawab dengan jujur, hargailah kami sebagai dongsaeng-mu sejak dahulu kala dimana kau masih sangat jelek dan menjijikkan dan juga bertingkah laku seperti gadis desa yang ti-"
"Iya-iya! Bisa lebih cepat?" sungut Baekhyun tidak sabar. Ia benar-benar ingin merebahkan diri di UKS, ya tentunya ia memutuskan untuk membolos pelajaran. Untuk apa mengikuti pelajaran di hari kamis? Sangat tidak berguna.
"Apa hubunganmu dengan Chanyeol-hyung?"
Singkat.
Jelas.
Padat.
DEG. Chanyeol lagi, Chanyeol lagi. Baekhyun sudah cukup muak hanya dengan mendengar namanya saja. Dan kali ini apa? Manusia tidak bertujuan hidup didepannya ini meminta penjelasan tentang hubungan-nya? Memang hubungan apa? Baekhyun benar-benar merasa kepalanya akan pecah sekarang. Ia juga sebenarnya tidak berani mengatakan yang sebenarnya pada SeKai, tapi benar, mereka sudah lama menjadi teman dekatnya yang selalu ada untuknya.
Baekhyun menghela nafas pelan, "Baiklah. Akan kuceritakan semuanya."
Dan Baekhyun menceritakan semua yang terjadi diantaranya dan Chanyeol. Reaksi Sehun dan Kai sama persis seperti Tao tadi. Semua sama-sama terkejut dan tidak habis pikir. Bahkan terlihat Kai yang berulang kali mengepalkan tangannya, menahan emosi. Bayangkan saja jika seseorang yang sudah kau anggap kakakmu sendiri, disentuh oleh orang lain, dan dibuang begitu saja? Dan Baekhyun terus bercerita sampai akhir malam itu. Sehun dan Kai melotot mendengar kata partner seks.
Kai berdiri dari tempat duduknya lalu menggebrak meja, "Brengsek! Aku bersumpah akan mengusirnya dari rumahku setelah aku menghajarnya nanti!"
"Dan aku akan membakar motornya!"
"Sudahlah. Jangan lakukan itu semua, aku akan membalasnya dengan caraku sendiri." ujar Baekhyun santai sambil tersenyum, "Tapi itu keterlaluan, hyung!" seru Sehun sebal. Baekhyun kembali tersenyum, "Aku punya cara untuk membalasnya. Dan itu sangat mudah. Kalian, tolong jangan ikut campur." tukasnya.
Sehun dan Kai saling berpandangan, lalu mengangguk mengerti. "Tapi kau harus menceritakan semua perkembangannya hyung!" dan Baekhyun mengangguk semangat. Ia melirik ke arah tangannya, bermaksud ingin dilepaskan. SeKai tersenyum jahil,
"Hyung, aku harus pergi, bye!"
"Aku ikut, Suram!"
Baekhyun dibuat melongo oleh kepergian adik-adik yang manis nan durhaka itu. "KIM JONGIN, OH SEHUNNNNNNNNN!"
07:10 PM
Baekhyun terdiam dikamarnya. Jujur, ia masih kesal karena perbuatan setan-setan yang sok eksotis itu. Bayangkan saja, Baekhyun harus meminta-minta tolong karena tangan dan kakinya yang terikat dengan tali. Untung saja yang menemukannya adalah seorang murid kelas 9, Jongdae. Jadi ia bisa memastikan pemuda itu untuk tidak mengatakan kepada siapapun. Bisa saja pihak sekolah mengira Baekhyun adalah korban sabotase dan mereka akan mengeluarkan Sehun dan Kai dari sekolah. Walaupun itu ide yang bagus, tapi Baekhyun masih memiliki hati nurani.
Soal rencana untuk membalas Chanyeol...
Itu bohong. Baekhyun sama sekali tidak mengerti bagaimana untuk balas dendam kepada pria sialan itu. Dan kalian pasti mengira Baekhyun sudah tidak ingin dekat-dekat dengan Chanyeol lagi?
Itu salah.
Baekhyun bahkan dengan bodohnya, merindukan sentuhan Chanyeol. Karena jujur, sentuhan Chanyeol begitu lembut dan membuatnya ketagihan. Memikirkan setiap adegan erotisnya, membuat Baekhyun berkeringat dan terasa sesak di bawah sana. Kau maniak. Kau gila, Byun Baekhyun.
Soal Chanyeol.. Oh iya! Baekhyun baru ingat bahwa tadi Chanyeol berada di tangan Tao. Baekhyun berusaha mengintip ke luar jendela. Mungkin saja, kamar Chanyeol terlihat dari kamarnya. Tapi hasilnya nihil. Bahkan di lantai 2 terlihat tidak ada tanda-tanda kehidupan. Karena kamar Kai berada dibawah, sudah jelas bahwa diatas adalah kamar Chanyeol. Apa Chanyeol belum pulang?
Baekhyun mendengus sebal, lalu meraih ponselnya.
To: Tao Genit
Kau apakan 'dia'?
Baekhyun mengirim pesan itu. Lalu mondar-mandir menunggu jawaban dari sahabatnya. Hmm.. bukannya Baekhyun khawatir, ia ingin tahu saja seberapa jauh Tao 'menikmati'nya. Bahkan jika Chanyeol terluka parah, Baekhyun akan senang.
Tunggu! Bukannya Baekhyun bilang menginginkan sentuhan Chanyeol? Ah lupakan!
Drrt...drrt..
From: Tao Genit
Hanya luka biasa :)
Baekhyun mengernyit heran melihat balasan pesan dari Tao. Sebuah senyum di akhir kalimat, menandakan sesuatu yang jelas tidak bagus.
To: Tao Genit
Katakan padaku, cepat!
…
...
Baekhyun masih menunggu balasan dari Tao. Ini sudah lebih dari 7 menit tapi atlet wushu yang centil ini belum juga membalas. "Aish! Lama sekali!" cerocos Baekhyun.
Drrt..
From: Tao Genit
Hanya mematahkan tangan kiri-nya.
Baekhyun membulatkan matanya. Patah? Tangan kiri?! Tao benar-benar gila! Bagaimana jika Chanyeol menuntutnya, dan Baekhyun disangkut pautkan? Baekhyun menggigit bibirnya. Ingin rasanya meminta maaf, tapi Chanyeol juga melukainya. Tapi partner seks memang ada benarnya. Mereka benar-benar hanya memuaskan hasrat. Tapi Baekhyun mencintai Chanyeol. Argh! Membingungkan!
Ctok!
Baekhyun tersentak karena suara yang muncul begitu saja. Seperti suara... batu? Baekhyun menelusuri kamarnya untuk mencari sumber suara,
Ctok!
Ia menoleh ke arah jendela, dan melihat kerikil dilempar lagi ke arah jendelanya dari bawah. Baekhyun mendekati jendelanya lalu melihat ke bawah. Bagus. Bagus sekali.
Disana, berdiri seorang Park Chanyeol, dengan wajah tampan namun babak belur. Masih menggunakan seragam sekolah yang lusuh dan..
Tangan kiri yang diperban.
Dan juga tatapan tajam yang menusuk.
TBC
Maaf ya, author barbie bakalan agak lama kalo update, soalnya banyak tugas dan ini mendekati UJIAN SEKOLAH.
I hate school
I hate homeworks
I love you, guys. /muah
Dan untuk Byun Baekhyun yang gak jelas sifatnya. Biarkanlah begitu, ntar juga semakin jelas kok *smirk*
