"yasudah, kalian berhenti dulu malam ini, tapi ingat! Besok semua ini harus kalian lanjutkan. Arraseo?" mereka bertiga bersorak senang, apalagi bambam dan youngjae yang sudah menari-nari tak jelas di hadapan mark. tanpa mereka sadari di belakang mereka sudah berdiri dua sosok berpenampilan seperti teroris

"selamat malam, semua"

"WAAAAAAAAAAAAAAAAAA"

.

.

.

.

.

CHAPTER 6

.

.

.

"jadi, kenapa kalian berdua tiba tiba kesini?"

"memangnya kenapa, tidak boleh?"

"bukan begitu tapi... penampilan kalian..."

Bukannya mark tak suka dengan kedatangan jaebum dan jinyoung yang tiba-tiba, tapi penampilan mereka yang sangat aneh itu yang membuat mereka tampak sepeti teroris. Wajah yang tertutup masker dan kacamata, kepala tertutupi topi, jaket kulit yang menutupi tubuh mereka. Dan parahnya semua outfit itu berwarna hitam

Terang saja mark sedikit takut

"ya mau bagaimana lagi hyung, kami tak mungkin bisa bebas berkeliaran seperti ini tanpa menggunakan penyamaran. Hehehe" senyum jinyoung merekah, seolah menutupi penampilan seramnya. Dan sialnya, sekedar diberi senyuman seperti itu saja jantung mark sudah berdetak detak tak jelas

Siapapun tolong ajarkan jinyoung untuk berhenti membuat orang lain serangan jantung –batin mark

"kepentingan sedarurat seperti apa yang membuat kalian malam-malam kesini? Dasar kurang kerjaan" cetus jackson sekenanya, yang dihadiahi sikutan oleh mark di perut nya. "y-ya! Sakit!"

Tanpa memperdulikan jackson, mark kembali memfokuskan dirinya pada dua orang tamu dadakannya. "jangan pedulikan jackson, tapi memang dia sedikit benar. Apa yang membuat kalian datang kesini?"

Jinyoung menyerahkan parcel buah-buahan yang sedari tadi ia jinjing di belakang punggungnya. "kata jaebum hyung kau terjatuh, makanya aku kesini mau menjengukmu, tidak tau kalau jaebum hyung" ujung mata jinyoung mengerling ke jaebum yang duduk di samping youngjae

"aku kesini karena merindukan youngjae"

Sontak saja pipi youngjae bersemu merah, satu lagi tentang im jaebum yang akan youngjae tulis lemat-lemat dalam benaknya

Im jaebum itu orangnya blak-blakan!

"lihat youngjae wajahnya merona, aigoo kalian ini, dasar anak SMA" ujar mark gemas

"kau juga masih sekolah mark"

"diam kau jack"

"nah berhubung sudah berkumpul semua, bagaimana jika kita makan malam bersama? Kebetulan kami baru akan makan malam" ajak bambam yang sedari tadi hanya diam. Dan ajakan bambam diamini oleh mark

"good idea!"

"terima kasih, tapi kami berdua akan makan di luar" tolak jaebum halus dan bersiap berdiri, namun ditahan oleh jinyoung. "hyung aku masih mau disini~ kita makan malam dengan mereka saja ya?" bujuk jinyoung

"aku tidak mengajakmu, jie" dahi jinyoung berkerut bingung dengan jawaban ambigu jaebum. "tadi katamu berdua, bukan denganku?"

"maksudku kami berdua itu, aku dan youngjae" hampir saja jinyoung menyumpahi jaebum jika ia tak ingat ada mark disana. Hei, jinyoung harus menjaga attitude nya di depan fans nya, ingat, dia seorang idol

"eoh?" youngjae yang membeo,bibirnya membentuk huruf o sempurna hanya pasrah di tarik oleh jaebum.

"jackson hyung aku pergi duluuuuu" teriak youngjae dari kejauhan, sudah menjadi kebiasaannya ataupun bambam jika ingin pergi maka harus pamit terdahulu dengan jackson. faktor jackson yang selalu menjaga mereka, jadi mereka terbawa suasana menganggap jackson hyung mereka sendiri

Dan dalam sekejap kedua insan yang sedang kasmaran itu hilang dari pandangan keempat orang dibelakangnya.

"nah mark hyung, apa yang bisa kulakukan untukmu?" ujar jinyoung lembut, tangannya mulai merobek plastik parcel bawannya dan mengeluarkan apel. "hyung, kau suka apel?"

Sebelum mark membuka mulutnya, jackson terlebih dahulu mengambil apel yang ada di tangan jinyoung lalu menggigitnya sembarangan. "aku suka"

Mark menatap jackson horor, ia tak menyangka jackson yang dingin bisa bertingkah semenyebalkan ini. melihat jinyoung yang speechless membuat mark merasa tak enak padanya. "emh, semuanya favorite ku selama kau yang membawanya jinyoung" ujar mark, berusaha merubah atmosfir

Jinyoung berusaha bersikap biasa. "benarkah? Waah kalau begitu aku akan mengupasnya untukmu hyung! bolehkah aku masuk untuk mengambil pisau?" tanya jinyoung sopan

"ah tidak perlu, jackson yang akan mengambilkannya"

"kenapa aku?" ujar jackson tak terima

"kau tidak mau?"

"dia punya kaki, suruh saja ambil sendiri"

"kau ini –"

Belum sempat mark bicara tiba tiba di hadapannya sudah ada pisau, dan yang membawanya adalah bambam. "ini pisaunya, beres kan? Masalah kecil selalu kalian besar-besarkan" celetuk bambam yang daritadi hanya diam, lalu pergi begitu saja setelah mark mengambil pisau dari tangannya

"bambam kau juga mau pergi?!" tanya jackson setengah teriak.

"aku mau makan di kedai saja!" sahut bambam pergi meninggalkan mereka bertiga. Ia terlalu malas untuk melihat pertengkaran konyol mark dan jackson. ditambah lagi sekarang ada jinyoung, bambam yakin dirinya akan semakin merasa terlupakan karena mereka bertiga sibuk sendiri

Lebih tepatnya jackson dan jinyoung yang sibuk berebut perhatian mark

.

.

.

.

.

##

"hyuuung sebenarnya kita ini mau kemana?" tanya youngjae ke sekian kalinya, ia dan jaebum sekarang berada di dalam mobil jaebum yang sedari tadi tak sampai di tujuan.

"sebentar lagi juga sampai jae" tuhkan! Hanya jawaban itu saja sedari tadi yang jaebum katakan ketika youngjae bertanya padanya. Youngjae memberengut kesal, memajukan bibirnya setengah centi dan memilih memandang jalanan luar yang tiba-tiba lebih menarik daripada jaebum

Youngjae tak sadar, apa yang barusan ia lakukan itu membuat konsentrasi menyetir jaebum pecah. Sebentar menatap jalan, sebentar menoleh ke samping. Apalagi sekarang youngjae memasang raut kesalnya dengan kepala yang bersender di kaca. Tampak sangat menggemaskan di mata jaebum

"jae-ah berhenti" ujar jaebum tiba-tiba di sela mengemudi. Youngjae masih tak perduli, ia tetap tak mengindahkan kepalanya dari kaca. "berhenti apanya? Kan hyung yang mengemudi"

"makanya karena hyung yang mengemudi, hyung minta berhenti" youngjae semakin bingung dengan kalimat ambigu jaebum. Mau tak mau ia terpaksa mengangkat kepalanya dan menatap pria yang ada di belakang kemudi itu

"apanya sih hyung? aku kan tidak melakukan apapun!" lagi, youngjae memasang wajah kesalnya yang membuat jaebum mati-matian untuk tak membanting stirnya.

"berhenti jae-ah. Kau membuat konsentrasi menyetir hyung berantakan"

Tak tahan, youngjae rasanya ingin meniup pria di sampingnya ini dengan tiupan tornado miliknya. Tapi ia urungkan karena jika itu terjadi maka kejadian selanjutnya adalah mereka berakhir di rumah sakit

"tapi aku tak melakukan apapun jaebum hyuuuuungggggggg"

"tingkah menggemaskanmu itu membuat hyung kelabakan choi youngjae. Berhenti atau hyung akan menciummu"

Hening

Youngjae terdiam seketika mendengar perkataan frontal yang jaebum ucapkan tanpa rasa bersalah itu. dan suasana menjadi canggung. Jaebum masih fokus dengan setirnya sementara youngjae memilih kembali menyenderkan kepalanya pada kaca mobil

Dalam keheningan di mobil itu, mereka berdua berusaha meredam degupan jantung mereka yang berdegup gila-gilaan

Salahkan tingkah imut youngjae yang membuat jaebum gelisah

Dan salahkan mulut frontal jaebum yang membuat youngjae salah tingkah

Hei, tapi kan. Cinta tak pernah salah.

.

.

.

.

.##

Mark pusing. Kedatangan jinyoung bukannya membuat mood nya membaik malah memperburuk keadaan. Jika tau begini lebih baik jinyoung datang lain waktu.

Bukan, bukannya mark tak senang dengan kedatangan jinyoung, dia sangat senang. Siapa sih yang tak senang ketika sedang sakit di jenguk oleh seseorang yang disukai? Tentu kalian akan menjawab ya bukan?

Tapi lain halnya jika di saat ada jinyoung di saat itu juga ada jackson. keadaan tak akan pernah membaik jika mark di hadapkan oleh mereka berdua. Seperti yang terjadi sekarang ini, baik jackson maupun jinyoung tak berhenti untuk merebut perhatian mark

Mulai dari jinyoung yang memijitnya

Jackson yang bertingkah super hero dengan membawa makanan untuknya

Lalu jinyoung lagi bernyanyi untuknya

Diikuti jackson sampai rela berpura-pura terluka saat mengupas apel demi mendapat perhatian lebih dari mark

"kata orang menulis harapan diatas diatas perban itu bisa membuat sakit anggota tubuh yang sedang diperban itu menghilang. Mau mencoba?" tawar jinyoung, mengambil tas sekolah mark yang tergeletak di samping pemiliknya dan mengambil spidol milik mark

Pasrah, mark mengiyakan tawaran jinyoung. "boleh, tulis saja semaumu jinyoung-ah" jinyoung lalu menulis beberapa kata di perban kaki mark dengan semangat.

Lain halnya dengan jackson, pemuda itu hanya diam memandangi jinyoung malas. Kedua mata besarnya berotasi jengah. "kekanakan" gerutunya pelan tapi masih bisa di dengar mark. mark lalu mengambil sebuah spidol lagi dan menyodorkannya pada jackson. "kau tak mau mencoba?"

"untuk apa? Ini kekanakan sekali"

Mark berpura-pura kesal. "jadi kau tidak mau mendoakan kesembuhanku, begitu?"

Hah. Jackson hanya bisa menghela nafasnya berat. Jika mark sudah seperti itu apalagi yang bisa jackson lakukan selain menurutinya? Akhirnya dengan berat hati, jackson mengambil spidol dari tangan mark dan mengikuti jinyoung menulis sesuatu di perban kaki mark.

Membuat mark tanpa sadar tersenyum kegirangan

"selesai!" ujar jinyoung girang, melihat jackson yang masih sibuk menulis di kaki mark, jinyoung memanfaatkan kesempatan ini untuk duduk disamping mark.

"hyung mau makan apa? Aku pesankan ya?" sungguh jika jinyoung perhatian seperti ini ketika mood mark baik, mungkin mark tak akan bisa menolak, tapi sekarang beda. Mood nya kacau, belum lagi kakinya yang sakit.

Nafsu makan mark hilang begitu saja untuk sekarang ini. padahal rencanya ia akan membuat sedikit bibimbap untuk mereka bertiga. Tapi melihat keadaan sekarang ini alangkah baiknya mark tidur lebih cepat. "aku mau tidur saja"

Jinyoung menatap mark khawatir. "tapi hyung, kau belum makan malam kan?"

Mendengar nada kekhawatiran dari suara jinyoung mau tak mau membuat mark melemparkan senyum terbaiknya agar orang yang ia sukai itu maklum. "aku tidak terlalu lapar nyoungie, tapi aku lelah"

Ada perasaan tak suka yang dalam benak jackson ketika mendengar panggilan manis dari mark untuk jinyoung. Entah perasaan seperti apa yang sedang jackson rasakan. Ia sendiri bahkan belum menyadari jika dirinya sudah jatuh cinta pada mark.

"baiklah hyung, ayo aku antar ke kamarmu" baru saja jinyoung akan merangkul mark, tiba-tiba tangannya sudah dicegat oleh jackson. "tak perlu, mark biar menjadi urusanku. kau pulang saja" usir jackson sambil mencoba menggendon mark

Tapi, bukan park jinyoung namanya kalau mengalah begitu saja, jinyoung juga berusaha mengambil mark dari gendongan jackson.

"kan aku duluan yang ingin mengantar mark hyung"

"anak kecil sepertimu mana bisa menggendongnya"

"aku lebih tinggi darimu!"

"pulang saja kenapa sih?"

"tidak sebelum memastikan mark hyung tertidur"

"hei teman-teman. Jika kalian seperti ini terus lebih baik aku masuk sendiri saja!" amuk mark tak tahan dan berusaha membebaskan dirinya dari kungkungan mereka berdua.

Karena terus memberontak, mark hampir saja terjatuh jika tidak di cegah jackson. tapi jinyoung masih juga belum berhenti, ia tetap menarik mark agar terlepas dari jackson dan itu membuat jackson geram

"sudah cukup!" ctak. Jackson menjentikkan jarinya, dan jinyoung seketika membeku dalam sekali jentikan.

"jinyoung? Kau kenapa?" tanya mark cemas bercampur bingung dengan diam nya jinyoung. Namun tak dijawab oleh jinyoung, pemuda itu masih membeku tak bergerak

"sudahlah, tak usah fikirkan dia. Sekarang kau tidur" final jackson lalu mereka berdua masuk ke dalam rumah dan menutup pintu gerbong mark. mark yang berada di dalam gendongan jackson hanya diam tak berkutik

Tak lama setelah jackson dan mark masuk, tiba-tiba jinyoung bergerak. Menoleh ke belakang dan menatap nanar pintu gerbong mark yang sudah terkunci rapat. Otaknya berusaha menerka kejadian tak asing yang barusan terjadi

Dirinya tiba-tiba membeku tanpa alasan

Dan sebelumnya ia juga mendengar jentikan tangan. Entah dari jackson ataupun mark

"mungkinkah..."

Jinyoung memutuskan untuk pulang membawa semua praduga yang akan ia fikirkan nanti setelah sampai di dorm. Dan di tengah perjalanannya, jinyoung tak berhenti untuk menyeringai.

'akhirnya ku dapatkan kau' batin jinyoung puas

.

.

.

.

.

.

##

"kau tidak bercana kan hyung?"

"aku serius kyum! Untuk apa aku bercanda jika menyangkut masalah seperti ini?"

"tapi siapa?"

"yang pasti antara jackson dan mark, karena hanya ada kami bertiga saat itu"

Jinyoung kini sudah sampai di dorm nya, dan bahkan sekarang ia sudah duduk dihadapan yugyeom. Magnae satu itu memang tak kemana-mana. jinyoung tidak bisa menunda kesabarannya untuk menceritakan kejadian aneh yang ia alami di rumah jackson sampai jaebum pulang. Akhirnya jinyoung menjelaskan semuanya pada yugyeom tanpa menunggu jaebum terlebih dahulu

"jadi, apa rencanamu hyung" tanya yugyeom yang sedari tadi hanya mendengarkan penjelasan jinyoung

"untuk sekarang aku hanya ingin memastikan. Di antara mereka berempat, siapa yang seorang ksatria" ujar jinyoung yakin

"caranya" tanya yugyeom enteng, yang malah dihadiahi jitakan sayang dari jinyoung. "sakit hyung!" umpat yugyeom kesal

Jinyoung hanya mengendikkan bahunya tak perduli. "pertanyaan bodoh. kita hanya perlu mengetahui kelemahan dan kelebihan ksatria itu ada atau tidak di dalam diri mereka."

"lalu siapa yang akan melakukannya—YA-HYUNG!" belum selesai yugyeom bertanya sudah hampir dihadiahi jitakan lagi, jinyoung mendengus kesal menatap yugyeom yang sudah ia anggap sebagai adik sendiri itu

"ya kita berdua lah, siapa lagi"

Yugyeom membeo. "berdua? Tidak mengajak jaebum hyung?"

Jinyoung terdiam, tampak seperti berfikir. "hm, sepertinya tidak dulu. Dia sekarang sedang dekat dengan youngjae"

Dahi yugyeom mengerut bingung. "youngjae?"

"choi youngjae. salah satu dari mereka berempat. Jaebum mungkin menyukainya jadi aku yakin dia pasti tidak akan mau membantu kita" yugyeom mengangguk paham. Tapi, ada satu yang mengganjal di fikirannya

"tapi hyung, bagaimana caranya membuktikannya?"

Pertanyaan yugyeom kali ini bukan mendapat jitakan, melainkan senyuman misterius yang selalu jinyoung keluarkan ketika berhadapan dengan sesuatu yang menjadi targetnya

"kau akan tau besok, tapi ingat. Jangan sampai jaebum hyung tau semua ini. tunggu saat yang tepat baru kita beritahu dia. Aku tidak mau dia mengacaukan rencanaku hanya karena melindungi si youngjae itu"

Dan lagi-lagi yugyeom hanya bisa mengangguk.

.

.

.

.

.

.

##

Siapapun tolong keluarkan youngjae dari kecanggungan ini!

Kini jaebum dan juga youngjae sedang berada di sebuah taman. Setelah selesai mengisi perut mereka jaebum memutuskan untuk mengajak youngjae jalan-jalan di taman. Awalnya youngjae menolak karena ia takut jackson akan marah padanya kalau ia pulang terlalu larut. Tapi melihat jaebum memohon untuk ditemani karena si idol itu sedang penat, youngjae tak sampai hati juga.

Jadilah sekarang mereka berdua berjalan menelusuri taman dalam suasana yang teramat canggung. Jaebum seakan kehabisan kata-kata jika berhadapan dengan youngjae. sementara youngjae sendiri mengartikan diam nya jaebum berarti pria itu sedang mencari ketenangan. Jadi ia tak mau mengganggunya

"youngjae/hyung"

Mereka berdua tiba-tiba grogi. Salah tingkah sendiri karena berbicara bersamaan. "hyung saja duluan, mau bilang apa?"

"ah tidak-tidak. Youngjae saja duluan. Hyung akan mendengarnya"

"aku lupa tadi mau bilang apa, yasudah hyung sajalah"

"tidak, hyung hanya ingin bertanya. Sudah berapa lama kita saling mengenal?"

Youngjae menyipitkan matanya yang sudah sipit itu, bertanda bahwa ia sedang berfikir. "emhh, seminggu? Ya kukira seminggu hyung. ada apa?"

Jaebum menggelengkan kepalanya, menatap lurus ke arah jalan di hadapannya. "entahlah, hyung merasakan sesuatu yang aneh padahal kita baru kenal seminggu ya?"

"aneh? Aneh kenapa hyung?" tanya youngjae bingung, pasalnya selama ia mengenal jaebum tak ada yang aneh aneh yang dirasakannya. Ya palingan masalah jantungnya yang suka tak terkendali kalau sudah mendengar kata-kata frontal jaebum

"seminggu terakhir ini hyung tak bisa tidur"

"benarkah? Kenapa hyung?"

"jantung hyung suka berdetak gila-gilaan"

"apa hyung sakit?"

"konsentrasi hyung juga seminggu ini selalu berantakan"

"lalu hyung?"

"dan anehnya, hyung tak tau penyebabnya"

"kenapa tidak mencoba periksa ke dokter hyung?"

Jaebum tersenyum menatap youngjae di sampingnya. Membuat youngjae keder. "tidak perlu" nada suara jaebum terdengar rendah dan sedikit menakutkan di telinga youngjae.

"w-wae?"

"karena itu semua selalu terjadi saat aku semenjak aku bertemu dengan–"

ZRASSHHH

Tiba-tiba langit menjadi sangat tak bersahabat karena hujan mendadak turun sangat deras tanpa ada tanda-tanda mendung sekalipun. Membuat jaebum dan youngjae kalang kabut karena tubuh mereka berdua yang terlanjur basah

"ayo jae kita berteduh" ujar jaebum panik youngjae akan sakit kalau kehujanan,apalagi sekarang sudah malam. Suhu udara semakin dingin. Jaebum lalu menggenggam tangan youngjae dan berniat membawa pria manis itu berteduh

Tapi youngjae tak bergerak. Tubuhnya membeku hingga jaebum kesulitan menariknya. Melihat youngjae seperti itu jaebum semakin panik. "jae-ah. Kau kenapa? Ayo kita pergi hyung tak mau kau sakit"

Bisa youngjae rasakan tubuhnya semakin tak terkendali, ia tak bisa menggerakkan tubuhnya bahkan hanya untuk berbicara sekalipun.

'gawat! Kalau sampai aku menghilang di depan jaebum hyung, dia pasti akan tau kalau aku bukan manusia' batin youngjae takut.

Jaebum tidak tau apa yang terjadi dengan youngjae, karena tiba-tiba tubuh si manis itu memudar lalu perlahan-lahan menghilang bak abu yang tertiup angin, tangan youngjae yang ia genggam pun melonggar, nyaris transparan

"j-jae?!" jaebum terdiam ketika tubuh youngjae benar benar menghilang. Dan kini hanya ada dirinya sendiri yang ada di taman itu.

Sekuat tenaga jaebum berusaha mencerna apa yang barusan ia lihat, mengingat kembali kejadian 2 menit yang lalu.

Mereka tersiram air hujan, lalu tiba-tiba youngjae menghilang. Dan setau jaebum, makhluk yang bisa menghilang hanya karena tersiram air itu hanyalah...

"tidak mungkin..."

Hati jaebum berusaha menolak opini-opini yang menggeluti logikanya. Menolak sebuah fakta jika youngjae adalah seorang ksatria, makhluk yang selalu menjadi targetnya dimanapun ia berada.

Ingatan jaebum tiba-tiba membawanya saat ia membersihkan luka di wajah youngjae ketika si manis itu di keroyok preman yang mengganggu mark. youngjae menolak saat jaebum berniat membersihkan wajahnya dengan air, lalu youngjae juga tidak minum barang sedikitpun saat mereka makan di restoran tadi, sekarang youngjae jelas-jelas lenyap dari pandangannya karena terguyur air hujan. dan fakta-fakta itulah yang menguatkan logika jaebum bahwa

Youngjae adalah seorang ksatria

"ya tuhan. Mengapa jadi seperti ini" batin jaebum kalut sekarang sampai ia tak memperdulikan lagi tubuhnya yang sudah sangat basah kuyup. Yang ada difikirannya saat ini adalah bagaimana bisa ia jatuh cinta pada seorang ksatria? Yang notabenenya adalah targetnya sendiri?!

Sudah menjadi takdir jika ksatria adalah target empuk bagi pemburu ksatria.

Ya. Jaebum beserta kedua rekannya, jinyoung dan yugyeom adalah pemburu ksatria. Bukan juga manusia sepenuhnya.

"jangan sampai jinyoung dan yugyeom tau tentang ini"

Presetan dengan takdir. Mungkin jika ksatria itu orang lain jaebum tak akan segan segan memusnahkannya saat ini juga. tapi ini beda, ksatria itu adalah youngjae. orang yang ia sayang.

Mulai detik ini, jaebum bertekad pada dirinya sendiri ia akan menjaga youngjae apapun yang terjadi. Dari siapapun termasuk dari jinyoung dan yugyeom. Walaupun itu berarti jaebum harus siap menanggung resikonya karena menyalahi takdir

.

.

.

.

.

.

##

"kemana youngjae?"

Pagi ini mark berangkat ke sekolah bersama bambam dan jackson. ketidak adanya youngjae ternyata membuat mark sedikit cemas dengan anak itu, mark bahkan tak melihat batang hidung youngjae setelah jaebum membawa si manis itu pergi semalam

"mungkin sudah berangkat lebih dulu" jawab jackson enteng. Berusaha menenangkan mark.

Mark masih tidak percaya dengan perkataan jackson. "benarkah?"

Bambam mengangguk. "youngjae hyung itu terkadang suka pergi sendiri. Katanya mau jalan-jalan sebentar sebelum belajar" mark mengangguk. Walaupun belum puas dengan jawaban bambam, tapi ia tak mau bertanya lebih lanjut

"benar juga. ya nanti juga pasti bertemu di sekolah" ujar mark, meyakinkan dirinya sendiri

Sedangkan jackson dan bambam saling bertukar pandangan, mereka tau apa yang terjadi dengan youngjae semalam. Mata jackson lalu menatap tas mark, melihat gantungan kunci resleting tas mark yang hanya ada 2 boneka.

Hujan deras juga mengguyur daerah sungai han. Jackson yang masih belum tertidur karena menunggu youngjae pulang cemas. Jackson takut youngjae akan basah.

Kalau youngjae pergi sendirian juga jackson tak akan secemas ini, karena besok harinya juga ketika boneka youngjae kering pria manis itu akan kembali. Tapi fakta bahwa youngjae sedang pergi bersama jaebum lah yang membuat jackson takut

Bagaimana jika youngjae menghilang saat bersama jaebum? Lalu jaebum mengetahui bahwa youngjae bukanlah manusia. Kekhawatiran itu terus menggeluti benak jackson

Untung saja bambam sudah pulang tak lama jinyoung pergi, jika tidak kecemasan jackson pasti berlipat ganda

Dan makin takutlah jackson ketika ia melihat ke arah tas mark yang tergantung, boneka youngjae basah. Sangat basah sampai-sampai tetesan air terus keluar dari boneka itu.

Dan pagi ini boneka youngjae sedang dijemur agar kering. Jadilah, di tas mark hanya ada boneka jackson dan bambam

'apakah jaebum melihat youngjae menghilang' tanya jackson dalam batinnya

"jackson? helllooowwww" ayunan tangan mark di depan wajahnya membuat jackson tersadar. Karena kebanyakan melamun jackson tak sadar jika mereka sudah sampai di sekolah. "sudah sampai?"

"kau kenapa sih? Melamun?" tanya mark

"bukan urusanmu" jackson lalu beranjak pergi, berniat mendahului mark dan bambam. Tapi belum sempat ia melangkah tiba-tiba jaebum berada di hadapan mereka

"oh hai jaebum!" sapa mark ramah, jaebum tersenyum membalas sapaan mark. "hallo mark. kalian hanya bertiga? Kemana youngjae?"

Mark tersenyum jahil, menganggap jaebum mencari youngjae karena merindukan si manis itu. "kenapa? Merindukannya? aigoo kalian kan baru pergi semalam masa masih merindukannya sih? Aku juga tidak tau dia tak berangkat ke sekolah bersama kami. Tapi kata bambam dia suka pergi ke sekolah lebih awal. Mau cari fresh air katanya"

Jaebum tak percaya, untuk memastikan ia melihat gantungan kunci di tas mark. dan dugaannya benar, boneka youngjae tak ada di sana. itu berarti boneka itu masih basah.

Jackson tau jaebum memandangi gantungan kunci mark. dalam hati jackson sedikit takut kalau-kalau jaebum benar-benar melihat youngjae menghilang. Dan parahnya lagi jaebum mungkin mengetahui fakta bahwa youngjae adalah ksatria

"ya sudah kalau begitu. Aku duluan" pamit jaebum meninggalkan mark yang menatapnya bingung

Belum lama jaebum pergi tiba-tiba jinyoung menghampiri mereka. membuat mood jackson memburuk

"hallo mark hyung~" sapa jinyoung ramah, di sampingnya ada yugyeom. Ikut tersenyum menyapa ketiga orang yang baru dilihatnya. "hallo"

"jinyoung! Dan, yugyeom? Wah ada apa pagi pagi begini menyapaku? Tumben" sahut mark. dan tak lupa senyum lima jarinya.

Duh, kebayang kan perasaan mark saat ini, pagi-pagi sudah disapa jinyoung! Mark berani bertaruh bahwa hari ini adalah hari keberuntungannya.

"tidak ada, hanya ingin menanyaka kabar kaki hyung. bagaimana? Apa masih sakit?"

Mark menggeleng. "tidak terlalu,tapi cukup untuk membuatku kesulitan berjalan"

"emh hyung! mau tidak nanti sepulang sekolah kita makan siang bersama? Ajak jackson bambam dan youngjae juga ya!" ajak jinyoung dengan nada yang kelewat riang. Sekali lagi, mark tak mungkin bisa menolak jinyoung apapun permintaan dan tawarannya.

Mark mengangguk, dan jackson mendecih tak suka

"baiklah! Sampai jumpa nanti siang~" setelah mengatakan itu, jinyoung dan yugyeom pergi lebih dulu menuju kelas.

"waaaahhh! Apakah ini mimpi? Jinyoung dan aku akan lunch bersama! Waaahh jackson bambam! Ini nyata kan?" girang mark. ia tak menyangka bisa sedekat ini dengan jinyoung sampai bisa makan siang bersama. Dulu untuk berjabat tangan dengan jinyoung saja mark tak berani memikirkannya. Takut kecewa karena berangan terlalu tinggi

"apa hebatnya makan bersama mereka" dan sekali lagi, jackson berhasil meruntuhkan mood baik mark. mark menatap tajam jackson

"tentu saja ini moment langka! Kau ini kenapa sih membenci jinyoung sampai sebegitunya?" tanya mark, namun jackson malah tak menjawabnya. Jackson justru melenggang pergi meninggalkan mark dan bambam

"bam, dia itu kenapa sih?"

"jangan tanya padaku hyung, tanya saja pada orangnya sendiri"

Dalam hati mark menggerutu karena jackson selalu saja sukses membuatnya bingung. Sifat jackson yang berubah-ubah membuat mark tak bisa menebaknya. Mark jadi bingung sendiri sebenarnya jackson itu orang seperti apa.

Kadang hangat, dan membuat mark merasa terlindungi. Tapi kadang menjadi sangat menyebalkan hingga rassanya mark ingin melempar sesuatu yang keras ke arah wajah jackson

Ingatkan mark jika sepulang sekolah nanti ia harus mengunjungi perpustakaan, mencari buku yang bisa menjelaskan mengapa seseorang terlihat seperti alter ego yang memiliki dua prilaku yang berbeda di setiap waktu

Dan bagaimana caranya ia menghadapi seseorang seperti jackson

.

.

.

.

.

.

##

Maaaaaf sebesar-besarnya maaf karena ff ini update terlalu late. Muehehe tapi biar late aku janji kok bakal nuntasinnya.