Just You| ChanBaek part 6b

Author : HyeChu

Genre : AU,OC,OOC,GS *pada tau GS kaan?

Summary: "Aku Tahu,Tuhan Tahu,Mereka pun Tahu, Aku Milikmu dan Kau Milikku"

Cast : ChanYeol a.k.a Park ChanYeol as. Namja

BaekHyun a.k.a Byun BaekHyun as. Yeoja

Cameo's : Wu Yifan,Xi Luhan,Do Kyung Soo (Semua Cast Uke,disini jadi Yeoja) *liat lagi yaaa XD

Disclaimer : All Cast milik Tuhan Y.M.E dan SM Entertainment,tapi FF ini Alhamdulillah/? Sudah saya sunting menjadi milik saya/? ._.

Warning :BadFic ,WIP ,Typo bersebaran, bahasa bukan EYD, author abal, sekali lagi ff ini ff GS.. GS ! DLDR ! Review..! No SiDerr Please?! SEKALI LAGI.. YANG GA SUKA GS JANGAN BACA! Tapi kalau terlanjur baca diHARAPkan untuk TIDAK NGEBASH. Dan yang baca..wajib,kudu,harus Review –maksa- xD

_Balasan Review Chap sebelumnya_

Annable:: iya ngahah.. yang ini nggak bakal dah, makasih reviewnya n_n

neli Amelia:: oke ini nextnya thanks for review

YeollBaekk:: yang ini terakhir chanyeol cemburu kkk ChanBaek akan bersatu ^0^

ChanBaekLuv:: ini next chapternya, thanks for review

Majey Jannah 97:: untung masih inget xD makasih udah inget haha.. thanks buat reviewnya TwT

Thestarbaek0506:: ngenes ya? TwT se-ngenes authornya kk thanks for review

Devrina:: haha thanks udah nunggu sampe lumutan gitu xD review lagi yaa

Maaf yang sebelum-sebelumnnya reviewnyaa gak dibales, bukannnya sombong cuma agak males hehe..

_Preview Story_

"Maaf sekali Dae-ya.. Hyung sudah membantu kelompok lain. Mianhae.. bagaimana kalau si galaxy ini?" ujar Joonmyeon sambil menyenggol namja disampingnya.

"Ah.. ne, Kris Sunbae kan sudah meninggikan sekolah ini dengan hmm basketnya." Ucap Minseok.

"Jadi Kris sunbae, kau setuju?" tanya Jongdae pada teman-temannya.

Luhan mengangguk setuju, Kyungsoo juga dan Chanyeol pun setuju, lalu Baekhyun?

"Baek?" panggil Kyungsoo. Baekhyun yang sedari menunduk pun mengangkat kepalanya menatap Kris sambil tersenyum manis.

"Kalian bertanya kepadaku? Tentu saja kalian pasti tahu jawabanku, aku pasti setuju kalau itu Kris sunbae." Ujar Baekhyun 'ceria'.

"Ah iya juga dari dulu kalau menyangkut sunbae, dan pasti memilih Kris sunbae." Ujar Joonmyeon. Baekhyun kembali menundukkan kepalanya.

"Aaa... baiklah, nanti minggu ke rumahku, Baekhyun tau dimana tempatnya, iya kan?"ujar Kris sambil melirik ke arah Baekhyun.

"Ah? A..ah ne, tentu saja." Ucap Baekhyun.

"Bagus, aku tunggu dirumahku jam 10 pagi ne." lanjut Kris. Semuanya pun mengangguk setuju.

"Aku pergi duluan ne?" pamit Kris.

"Ah ne, gomawo sunbae nim." Ujar Luhan.

Kris pun berjalan meninggalkan meja itu. Ketika ia melalui Baekhyun, ia men-noyor kepala Baekhyun pelan. Baekhyun menatap Kris dan mempoutkan bibirnya.

"Konsentrasi Byunnie." Ujar Kris mengacak rambut Baekhyun pelan lalu pergi meninggalkan area kantin. Baekhyun tersenyum manis memandangnya. Sakit, bingung, dan senang itu mungkin artian dari senyuman Baekhyun. Chanyeol membuang mukanya.

"Jadi Byunnie, mau pesan apa eum?" goda Joonmyeon pada Baekhyun. Baekhyun hanya menunduk menyembunyikan mukanya yang memerah.

_Just You_

Seorang namja terbangun dari tidurnya seraya melihat ke arah jendela yang telah memberi celah untuk sinar matahari masuk ke dalam kamar bernuansa biru langit itu. Ia meraih ponselnya dan mengecek bila saja ada pesan disana, ternyata ada.

"From : Byunnie baek"

'Gege jangan lupa hari ini'

Ia terdiam membaca pesan itu lama-lama tanpa ada niatan untuk membalas, namja itu kemudian membaca pesan yang dikirim Byunnie Baek-nya 2 hari yang lalu dan berfikir, masalahnya jika itu salah kirim mengapa Baek tidak menjelaskannya? Jika ini benar-benar salah faham mengapa Baek bertindak seolah-olah tidak ada yang terjadi. Apa mungkin isi pesan itu disengaja supaya Kris sadar bahwa Baekhyun hanya mencintai Chanyeol?

Kris menghela nafas pelan lalu menepis fikiran buruk tentang hubungannya itu, ia percaya Baekhyun hanya naïf, seperti arah petunjuk angin yang selalu berubah arah menurut angin. Pfftt... tentu saja, namanya juga petunjuk arah angin. Baekhyun mungkin sekarang sedang menunjuk ke arah Chanyeol karena angin mengarah ke arah Chanyeol, tapi itu tidak akan menutup kemungkinan bila suatu hari nanti angin menunjuk ke arah Kris, bukankah begitu?

_Just You_

"Baekhyun-ah!" teriak seorang yeoja bermata rusa sambil berlari kecil ke arah Baekhyun. Baekhyun menoleh, mendapati Luhan yang berlari kecil ke arahnya diikuti Sehun dengan sepedanya.

"Kau ini bagaimana?! Katanya mau menunggu kami di depan halte didepan perumahan Kris Ge taunya malah jalan duluan." Cerocosnya.

"Aku berubah pikiran, ngomong-ngomong Sehun sedang apa disini?" jawab Baekhyun sambil mendelik ke belakang (ke arah Sehun).

"Oh.. dia ngotot ingin menjemputku di halte dengan sepedanya."

"Tidak.. tidak maksudku, rumahnya kan bukan disini." Ujar Baekhyun heran.

"Memang." Jawab Luhan enteng. "Dia dari satu minggu yang lalu tinggal sementara disini bersama halmeoninya, jadi begitu." Lanjutnya.

Baekhyun mengangguk mengerti.

"Lulu palli naik." Ujar Sehun menyeterakan jalan sepedangnya dengan LuBaek.

"Bodoh! Kau tidak melihat ada Baekhyun disini?" tolak Luhan. Namja berkulit pucat itu tetap kukuh.

"Noona, Baekhyun Noona tak apa kan, aku dan Luhan pergi duluan, aku akan mengantarkannya ke rumah Kris hyung. Aku tau jalannya." Ujar Sehun.

"Ya! Pakai Noona! Aku juga orang yang harus kau hormati." Kesal Luhan.

"Tsk.. aku menghormati mu sebagai yeoja chinguku my deer."

"Ya.. sana pergi duluan, lagian aku mau ke minimarket dulu sambil menunggu Chanyeol." Ujar Baekhyun.

"Chanyeol?" heran Luhan. Baekhyun membulatkan matanya yang pada dasarnya tidak dapat membulat itu.

"K-Kau.." baru saja Luhan ingin mempertanyakan apa maksud ucapan Baekhyun, lalu Sehun menyuruhnya untuk menaiki pada step belakang sepedanya. Luhan berfikir sambil menaiki step itu dan memegang pundak Sehun.

"Baek Noona.. kami duluan." Pamit Sehun lalu mengendarai sepeda itu. Baekhyun mengangguk lalu menghela nafas nya lega? Mungkin, entahlah terdengar seperti itu tapi.. tak ada yang tau.

Luhan memegang pundak Sehun, tatapan matanya masih menerawang kedepan.

"Hun?"

"Hmm.."

"Apa menurutmu baekhyun berubah fikiran dengan jalan duluan karena janjian dengan Chanyeol di mini market?"

"..."

_Just You_

Waktu bergulir dengan cepat tanpa terasa, tugas mereka terselesaikan dengan cepat pada saat itu juga, suasana di sana pun penuh dengan keluhan, lelah, tapi semua terbayar dengan hasil laporan yang akan mereka kumpulkan nanti.

Baekhyun menempel (selalu) pada Kris, sebenarnya Kris yang mengeratkan dirinya dengan Baekhyun yang membuat namja jangkung satu lagi membuang mukanya kesal? Kkk.. tipuan, pasti tipuan.

"Awannya mendung." Gumam Minseok sambil memandang ke arah luar jendela.

"Ah.. Minseok benar awannya kelabu." Ujar Chanyeol mengiyakan. Sehun yang sejak tadi asik dengan psp nya dengan refleks bangun dan membantu Luhan merapikan barangnya.

"Lu, kau mau pulang sekarang?" tanya Jongdae.

"Ha? Ti—"

"Iya, dia akan pulang bersamaku, ke rumah halmeoni sebelum hujan turun." Jelas Sehun memotong.

"Tapi aku pulang jika kalian mau pulang juga." Lanjut Luhan.

"Lulu.." Sehun terlihat tidak setuju.

"Kalau begitu kita pulang saja kan Chennie?" tanya Minseok.

"Ne, kita pulang saja sekarang." Jongdae mengiyakan.

Baekhyun terdiam melihat teman-temannya sibuk merapikan barang-barangnya.

"Kau mau pulang sekarang?" tanya Kris yang ada disampingnya.

"Mm.. nanti saja aku masih ingin bersama Gege." Jawabnya.

Chanyeol yang tidak sengaja mendengar itu menghentikan aktivitasnya dan menatap Kyungsoo.

"Soo, kau pulang dengan Baekhyun kan?" tanya nya.

Kyungsoo mengedikan bahunya.

"Aku rasa Baekhyun lebih memilih di antar dengan Kris-Gege." Jawabnya.

"Lalu kau pulang denganku?" tanya Chanyeol lagi.

"pfftt.. pede sekali kau. Tidak aku pulang dengan jongin, Jongin sebentar lagi kemari."

Sehun dan Luhan sudah berboncengan menaiki sepeda, Jongdae dan Minseok sudah siap dengan jalan kaki menuju halte.

"Kami pulang duluan yah."

"Terima kasih Kris-Ge."

Ucap mereka serempak, lalu pergi meninggalkan Kris, Baekhyun, Chanyeol dan Kyungsoo.

Tak lama kemudian hujan pun turun perlahan tapi pasti/? Awalnya tak seberapa kini deras.

"Kyung, kau tidak pulang?" tanya Kris.

"Gege ingin aku pulang? Baiklah!" Kyungsoo mulai dengan dramanya/? Dan melangkah menuju pintu keluar.

"Yahh— bukan begitu." Ujar Kris, sementara Baekhyun dan Chanyeol tertawa pelan melihat aksi Kyungsoo.
"Hehe.. bercanda ge, jongin bilang ia akan menjemputku tapi lama sekali dia." Jelasnya menggerutu.

"Mungkin masih dijalan, hujannya sangat deras." Baekhyun menimpali.

"Lalu, Chanyeol kau belum pulang, menunggu kekasihmu juga?" tanya Kris Kyungsoo tertawa mendengarnya.

"Hahaha... kalau itu terjadi aku meragukan ke manly-an mu Park Chanyeol haha.."

"Ya! Diam! Tentu saja aku tidak memintanya menjemputku, aku menunggu.." ucap Chanyeol terpotong karena hampir saja ia jujur dengan niatnya.

"Menunggu?" tanya Baekhyun.

"Sulli? Hahaha.." tebak Kyungsoo lalu yeoja itu tertawa puas.

"Tidak! Ak- aku menunggu hujan tentu saja! Tidak mungkin kan aku menembus hujan sederas itu." Ujarnya mengelak. Kalau dipikir-pikir ada benarnya juga, kemudian..

'Tok tok tok'

"Ah.. itu pasti Jongin." Ucap Kyungsoo senang dan berlari membuka kan pintu. Nampaklah seorang namja berbalut jas hujan yang basah bukan main.

"Aigoo Jongin,kau lama sekali!" ujar Kyungsoo kaget sambil melihat keadaan Jongin.

"Aku rela basah kuyup begini demi noona, palli kita pulang." Baekhyun kemudian berjalan ke arah Kyungsoo.

"Jongin, kajja masuk diluar dingin." Ujar Baekhyun.

"Ani noona kita harus pulang." Jongin tetap bersi keras lalu mengambil jas hujan dari dalam bagasi motornya dan memberikannya pada Kyungsoo.

"Buru-buru sekali, ada apa?" Kyungsoo mengernyit bingung sambil memakai jas hujan.

"Ada hal penting." Jawab Jongin kemudian pamit Kris, Baekhyun dan Chanyeol lalu pergi mengendarai sepeda motornya bersama Kyungsoo melewati hujan yang deras.

_Just You_

Tinggalah mereka bertiga di dalam rumah keluarga Wu, diam, hening, tanpa ada percakapan satu kata pun. Situasi awkward, canggung ini terus berlangsung hingga...

"Hyung tinggal sendiri disini?" baekhyun mengernyit bingung menatap Chanyeol. Pertanyaan bodoh macam apa itu Park Chanyeol?! Seharusnya itu dilontarkan saat awal masuk rumah ini bodoh, tapi apalah arti pertanyaan tanpa sebuah usaha/?

"Keluarga hyung semuanya sedang di Canada, jadi untuk sementara tinggal sendirian."Jawabnya.

"Kalian pasti lapar. Mau makan?" tanya Kris lagi.

Chanyeol mengangguk sementara Baekhyun langsung berdiri.

"Biar Baek yang membantumu memasak." Kris mengangguk dan mengajak Baekhyun pergi ke dapur.

Yeoja manis itu menatap namja tampan disebelahnya.

"Mau masak apa?" tanyanya.

"Hmm.. Ramyeon?" jawab Kris sambil menatap lawan bicaranya bingung.

"Yasudah tidak apa-apa." Ujar Chanyeol yang tiba-tiba ada di sebelah mereka.

Semua focus dengan pekerjaan masing-masing, meski pada dasarnya yang bekerja hanya Chanyeol dan Baekhyun. Kris? Namja berdarah Canada-China itu hanya bisa tertegun ketika Chanyeol dengan sigap merebut semua yang akan dilakukan Kris.

"Ya! Jangan dimasukkan dulu bodoh!" bentak Baekhyun sambil memukul kepala Chanyeol.

"Aku biasa memasukannya lebih dulu!" balas Chanyeol.

"Tunggu air nya mendidih, dasat idiot!"

"Aku tidak idiot, ini biasa ku lakukan, supaya lebih praktis."

"Ini masakanku! Kau duduk atau aku akan memotong telinga gajahmu itu!"

Chanyeol tidak peduli dengan ancaman Baekhyun dan terus mengganggu Baekhyun yang sedang memasak, Kris menatap mereka dari belakang, tertegun sejenak memikirkan apa yang terjadi.

"Makanan sudah siap!" ujar Baekhyun lalu membawa tiga mangkuk berisi ramyun ke meja makan.

Baekhyun duduk disebelah Kris, dihadapannya ada Chanyeol.

"Sebentar aku ke belakang dulu, kalian duluan saja." Kata Kris kemudian beranjak meninggalkan Chanyeol dan Baekhyun.

Namja jangkung itu berjalan menuju kamar mandi dan menatap pantulan dirinya di cermin, semuanya terlihat hampir jelas dimata Kris, tentang semuanya, tentang hubungannya dengan Baekhyun, tentang apa yang telah Chanyeol coba utarakan padanya secara tidak langsung. Dan tentang betapa bodoh dirinya. Tidak! Kris tidak bodoh! Memang semua kemungkinan bisa terjadi, tapi Kris tetap optimis bahwa Baekhyun-nya pasti hanya naïf. Setelah itu ia membasuh mukanya lalu berjalan keluar dari kamar mandi menuju meja makan

Kris, Baekhyun dan Chanyeol sudah berkumpul di meja makan.

"Maaf, menunggu lama." Kata Kris yang baru saja menempati tempat duduknya di sebelah Baekhyun.

"Gwaenchanayo, sekarang kajja kita makan!" Ucap Baekhyun dan mulai menyendokkan/? Ramyun itu dan mengarahkannya pada Kris.

"Ge.. buka mulutmu."

"..."

Namja itu terdiam menatap garpu yang sudah digulung dengan mie itu bingung, Chanyeol yang awalnya membuang mukanya kini mengernyit menatap Kris . Kris tidak mengindahkan suapan dari Baekhyun, ia malah mengambil mie ramyun nya sendiri dan memakannya tanpa memperdulikan tatapan sakit Baekhyun.

Baekhyun memutuskan untuk memakan mie yang sudah diarahkannya untuk Kris ke dalam mulutnya sendiri dengan tatapan kosong dan perasaan sakit. Chanyeol menatap Baekhyun iba lalu memakan ramyunnya.

Kenapa Kris Ge jadi begini? Kenapa rasanya begitu perih? Kenapa sakit sekali? Kenapa? #ala iklan.

"Sakit kah?" namja itu bersuara, membuat Baekhyun mendongak menatap namja yang berada disampingnya.

"Sampai kapan kau akan menyakiti?" ujarnya lagi. Baekhyun mengernyit menatap Kris bingung.

"Tak cukup kah kau menyakiti ku dan Chanyeol."

Hello! Apa yang kau bicarakan Wu Yifan? Bukankah Baekhyun pihak yang disakiti?

Baekhyun membulatkan matanya.

"M-mwo? Apa maksudnya?" tanya nya bingung.

"Awalnya aku pikir kau yang kehilangan haluan, ternyata aku yang bodoh..." Kris menatap manik Baekhyun. Baekhyun panik, ia merasa perasaannya diombang-ambing.

"Lebih baik kita akhiri sampai disini saja." Lanjutnya.

Suasana sore itu seolah-olah mendukung suasana diantara mereka, mata indah yeoja itu mulai digenangi air.

"Ap-apa mak..." ucapan Baekhyun tak sengaja Chanyeol potong.

"Hyung kenapa kau melakukan ini?!" sewotnya.

Kris menarik sudut bibirnya membentuk sebuah seringaian meremehkan.

"Hh.. Bukankah ini yang kalian inginkan?" ujarnya sakratis.

Hening.. Semuanya terdiam, Baekhyun menunduk menyembunyikan air matanya yang terjatuh menuruni pipi chubby-nya.

"Aku tidak pernah menginginkan hal ini, aku menyayangi gege dengan tulus." Ujar Baekhyun pelan.

"Sudah cukup dengan omong kosongmu Byun Baekhyun. Aku pikir kau memang begitu ternyata kalian perang dingin dibalik semua ini." Jawab Kris.

"Kau pikir aku bodoh ketika membaca pesan mu itu? Ya, memang aku bodoh tidak menyadari hal ini dari awal, tidak mengerti arti dari kata-kata Suho yang sudah memperingatiku.. Haha.." Kris tertawa hambar.

"Tapi pesanmu membuka jalan lurusnya. Ku pikir hanya bercanda dan salah kirim, tapi kau memang melakukannya. Kau monster Baekhyun."

Demi hujan-hujan yang deras saat ini, Perkataan Kris terlalu sakit untuk diucapkan, Baekhyun menunduk terus menyembunyikan air matanya.

"Aku.. aku memang menyakitimu dari awal, tapi pesan itu hanya permainan, aku tidak sengaja." Ujarnya bergetar.

"Aku sudah biasa dengan ini. Aku sudah mencintaimu, semua sudah ku lakukan untuk mencintaimu, tapi kau tidak menghargai semua usahaku gege, bahkan kau tidak melihatnya kan?"

Baekhyun menatap namja jangkung itu dengan air mata menuruni pipinya.

Tangan Chanyeol terkepal melihat Baekhyun menangis seperti itu, rasanya ia ingin menarik Baekhyun dari hadapan Kris dan menghapus air mata yang tanpa ia sadari, ia juga menjadi penyebab yeoja itu menangis.

Detik berikutnya Baekhyun memerjapkan matanya yang kemudian mengeluarkan air matanya lagi.

"Kau benar. Aku memang monster, aku jahat sudah menyakiti dua orang sekaligus, aku tak pantas menangis. Monster seharusnya tak menangis karena mereka tak punya hati." Baekhyun mengusap air matanya kasar.

"Dan kau juga benar, kita harus berakhir. Terima kasih untuk hari ini dan semuanya. Maaf kau merasa dipermainkan dalam hubungan kita." Setelah berbicara seperti itu, yeoja itu menyambar tasnya yang ada diatas sofa dan keluar dari rumah Kris menembus hujan yang deras.

Chanyeol menatap Kris yang mengacak rambutnya kesal.

"Hyung kau keter.."

"Kejar dia!" bentak Kris tiba-tiba.

"Kau juga masih mencintainya kan! Aku melepasnya demi kau. Kejar dia bodoh!"

Chanyeol terpaku menatap Kris yang meneriakinya dengan nada marah seperti itu, tapi dia tak ambil pusing lalu menyambar tas nya dan pergi keluar rumah Kris, berdoa dalam hati semoga ia dapat menemukan Baekhyun dalam keadaan yang tidak memungkinkan itu.

_Just You_

TBC...

Zel terharu dengan review yang segini, zel sadar segini juga harus bersyukur.. soal kritiknya makasih banget itu membantu n_n

Next is the last chapter yeahh!

Maaf buat keterlambatan, terima kasih udah susah-susah nungguin Okay lah see ya the last chap! Tolong minta semangatnya XDD

XOXO

Thanks to:

Sweete'st candy Yura yang udah bantu ngetik XD

ChanBaekLuv followbaek Annable Guest Baekkieee Devrina thestarbaek0506 Majey Jannah 97 Yeollbaekk Dhea 485 90Rahmayani Shin Yo Young Meriska-Lim PeOng88auuu Vita Williona Venus Park Hyo Byung Park Intan parkbyun0627 luhan8045 Shinta Dewi P Kirana Nadin adisti93 nanda zelo chanbaek Rara Byun

Dan semua yang udah follow/fav maaf gak bisa mention, maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan, atau yang gak kecantum. kamsa. ^w^