My Secret Love

Disclaimer : Harry Potter punya our bunda J.K. Rowling

Author : TheBlackRoseGirl

Warning : Typo, OOC, Muggle World!


#Before~~~~

"Aku membencinya, aku tidak mau perduli tentang hal apapun tentangnya Ginn.. Aku membencinya.. Hiks" ucap Hermione.


~One Month Later~

Hermione POV

Hari ini hujan turun dengan deras, yaa aku mulai menyukai cuaca hujan sepert ini.

"Bye Dad" ucapku baru saja mulai membuka pintu mobil.

"Mione! Pakai payungnya" ucap Dad.

"Ahh tidak usah Dad, bye Dad" ucapku mencium pipi Dad dan segera keluar dari mobil.

Aku sungguh menyukai berlari di bawah air mata langit ini, menurutku ini sangat menyenangkan. Dan terkadang.. saat hujan seperti ini mengingatkan ku akan kejadian satu bulan yang lalu. Yaa sudah satu bulan sejak kejadian itu berlangsung, kalian pasti penasaran bagaimana hubungan ku dengan Malfoy. Hubungan kami berdua sekarang sangat menjauh, sangat sangat menjauh. Tak ada satu pun dari kami yang saling berbicara untuk saling bersapa pun tidak. Terkadang saat mata kami saling bertubrukan kami segera memalingkan wajah kami masing-masing. Yaa aku dan Malfoy saat ini bagaikan seseorang yang tidak pernah saling mengenal, dan tugas ku dan dia.. kami selesaikan masing-masing ya walaupun akhirnya kami tetap harus mempresentasikannya bersama. Selama presentasi pun kami hanya saling melirik untuk bergantii giliran, dan yaa untungnya kami mendapatkan nilai yang memuaskan. Apa kalian penasaran apakah aku membencinya? Aku tidak membencinya hanya saja.. aku kecewa dengannya. Bagimana perasaan kalian kalau kalian dibilang perempuan murahan oleh orang yang kalian sayangi dan cintai? Ya aku menyadarinya.. bahwa aku menyayangi dan mencintainya.. ya menyayangi dan mencintai seorang Draco Malfoy. Bagimana bisa aku tetap menyanginya dan mencintainya semenjak kejadian itu? aku rasa aku sudah mulai aku juga dibuat gila oleh seceret admirer ku itu, dia selalu mengirimkan ku bunga mawar setiap harinya saat sekolah dan tidak pernah absen sekali pun untuk tidak mengirimkannya. Yaa yang seperti kalian tahu semenjak dia mengirimkanku bunga mawar berwarna orens itu dia selalu memberikanku bunga mawar berwarna merah sampai saat ini. Sampai-sampai dengan banyaknya bunga mawar tersebut rasanya aku ingin menjualnya saja atau terkadang aku berfikir sebaiknya aku buka saja toko bunga, tapi tentu saja aku tidak melakukannya aku hanya terkadang memberikannya kepada Ginny/ Luna/ Parvati/ Padma karena mereka terus memaksaku untuk memberikannya kepada mereka. Dan juga terkadang Ron memaksaku untuk memberikannya padanya, karena dia ingin memberikannya kepada orang yang ia sukai. Katanya untuk mengirit uang, untuk tidak memenuhi kamarku dan bla bla bla masih banyak lagi alasannya. Dan.. kalian pasti penasaran bagaimana hubungan Malfoy dan Greengrass? Mereka semakin dekat, mereka selalu bersama. Dimana ada Malfoy disitulah ada Greengrass, sungguh itu sebenarnya sangat menyayat hatiku tapi aku tidak mau terlalu memperdulikannya. Dan yaa aku mulai mencoba menghapus perasaanku ini padanya, hanya menunggu waktu saja yang akan menjawabnya..

Author POV

"Guys, bagimana kalau liburan kali ini kita menginap di villa keluargaku?" Tanya Luna.

"Yaa" jawab Hermione, Ginny, Parvati dan Padma.

"Baiklah, kita akan have fun disana. Pemandangan disana sangat indah dan pasti kalian tidak akan menyesalinya. Kita akan menginap disana selama satu minggu, jadi saiapkan pakaian kalian yang banyak dan jangan lupa passport. Dan nanti kita akan melakukan hal-hal yang seru dan menantang. Jadi besok pagi aku tunggu kalian di rumahku jam 7 pagi, jangat telat! Kalau dari kalian ada yang telat kalian akan mendapatkan balasannya. Hahahahaha" ucap Luna.

"Eh? Mmm haruskah sepagi itu Lun? Tidak bisa kah sedikit siangan. Jam 9?" Tanya Ginny.

"Na.. na.. na, tidak bisa Ginerva Molly Weasley. Karena besok kita akan jalan jam segitu" ucap Luna dengan mengangkat jari telunjuknya dan menggerakannya ke kanan dan ke kiri.

"Hufftt" desah Ginny.

"Hahahaha" tawa Hermione, Parvati dan Padma.

"Hai girls, apa yang sedang kalian berbicarakan?" Tanya Harry segera duduk di sebelah Ginny.

"Liburan besok Luna mengajak kami untuk berlibur di villa keluarganya" jawab Hermione.

"Really? Apakah kami boleh bergabung Lun?" Tanya Ron antusias.

"Mmm boleh, kalian boleh bergabung" jawab Luna.

"Bagaimana dengan kami bertiga, apakah kami boleh bergabung juga Lun?" Tanya Dean dan menujuk dirinya, Neville dan Ernie.

"Bagimana kalian tahu? Hufftt kalian menguping" ucap Luna.

"Hahaha, jadi bagaimana apakah kami bertiga boleh bergabung dear? Mana mungkin kami membiarkan pacar kami masing-masing bersama duo senior jomblo ini. Hahahaha" ucap Neville.

"Apa maksudmu?" ucap Ron horror.

"Hahahahahah " tawa mereka bersamaan.

"Baiklah.. baiklah bukankah lebih banyak orang semakin seru. Jadi kalian bertiga boleh bergabung, jadi kita akan ke villa keluarga ku dan kita disana selama satu minggu ok. Dan besok aku tunggu kalian jam 7 pagi dirumahku, ingat jam 7! Kalau kalian telat yaaa kalian akan menanggung akibatnya sendiri" ucap Luna.

"Siap boss" jawab mereka bersamaan.

"By the way Lun villa keluargamu dimana?" Tanya Hermione.

"Itu rahasia!" ucap Luna menyeringai.

Mereka semua hanya dapat menyipitkan mata mereka mendengar ucapan dan melihat ekspresi Luna barusan.


Hermione POV

"Mione dear, semuanya sudah kau bawa?" Tanya Mom.

"Sudah Mom, semuanya sudah ku bawa dari pakaian sampai beberapa bukuku" ucapku setelah itu melahap sandwich gigitan terakhirku.

"Sweety, memangnya villa keluarga Lovegood berada dimana?" Tanya Dad.

"Entahlah Dad, Luna sama sekali tidak mau memberi tahukannya pada kami" jawabku.

"Intinya kau harus dapat menjaga dirimu baik-baik, jaga kesehatanmu, jangan lupa makan" ucap Dad.

"Baik Dad, ayoo Dad kita berangkat" ucapku menarik lengan Dad.

"Mione sayang, hati-hati" ucap Mom memelukku.

"Iya Mom" ucapku memeluk Mom.

"I'll miss you dear, cepatlah kembali" ucap Mom dan mulai melepas pelukannya.

"I'll miss you too Mom. Hahaha, Mom belum saja aku berangkat kau sudah memintaku untuk kembali. Tenang Mom ini hanya satu minggu" ucapku.

"Hahahaha tetap saja dear, Mom kan tidak mau jauh darimu" ucap Mom.

"Moommm…" ucapku.

"Hahahah, sudah sana pergi nanti kau ditinggali sama yang lainnya" ucapmu.

"Bye Mom" ucapku menyium pipi Mom dan segera berlari ke mobil.

"Bye dear" ucap Mom melambaikan tangannya.

"Bye" ucapku melambaikan tanganku.


"Take care of yourself" ucap Dad memeluku.

"Yeah Dad, bye" ucapku memeluk Dad, dan segera keluar dari mobil.

"I love you sweety!" teriak Dad dari dalam mobil.

"I love you too Dad!" teriakku.

"Bye" ucap Dad melambaikan tangannya.

Aku melambiakan tangaku, mobil Dad pun berlalu pergi. Aku segera memencet tombol bel rumah kediaman keluarga Lovegood, rumah Luna bukan disebut rumah saja tapi yaa seperti manor.

"Hermione! Ayoo masuk" ucap Luna membuka pintu rumahnya.

Aku segera masuk ke dalam rumahnya, di ruang tamu aku dapat melihat Mr. dan Mrs. Lovegood, Parvati dan Padma, Dean, Neville, Ernie, dan.. Cedric.

"Selamat pagi Mr. Mrs. Lovegood" sapaku.

"Ahh Miss. Granger selamat pagi, silahkan duduk" ucap Mr. Lovegood.

Aku segera mendudkan diriku di samping Cedric.

"Mmm, maaf kalian kami tinggal, kami harus segera ke kantor. Have fun ya di villa keluarga kami, disana pemandangannya sangat indah. Have fun kids, Luna.." ucap Mrs. Lovegood.

"Bye" ucap Mr. Lovegood

"Yes, Mom" Luna menganguk dan mengikuti ke dua orang tuanya keluar rumah.

"Jadi tinggal Ginny, Harry dan Ron saja yang belum datang?" tanyaku.

"Yeah, aku rasa Ginny dia kesiangan" ucap Parvati.

"Aku tidak kesiangan" ucap seseorang dari arah pintu.

"Ginny, Harry, Ron" ucapku.

"Kalian lama sekali" ucap Dean.

"Hahahah maaf kiddo" tawa Ron.

"Jadi sudah datang semua tunggu apa lagi, ayoo kita berangkat!" ucap Luna senang.

"Tunggu Lun jadi kita mau kemana?" tanyaku.

"We'll go to Frrraannnnccceesss" ucap Luna antusias.

"Apa Prancis?!" teriak mereka semua bersamaan.


"Luna sungguh mengejutkan" bisik Ginny disebalahku.

"Yeah, ini sangat gila" ucapku.

Kita semua sekarang berada di dalam pesawat, yeah Luna sangat mengejutkan.. Prancis! Bayangkan saja Prancis! Saat ini pesawat kami bertolak ke Paris. Ntahlah apa rencana Luna, tentu saja sepertinya kami tidak hanya akan ke satu tempat, sepertinya berbagai tempat.

"Welcome to Paris guys! And welcome to my second home" ucap Luna membentangkan tangnnya.

Kami hanya dapat menganga kan mulut kami, kami saat ini berada di dalam sebuah rumah. Ya rumah ke dua keluarga Lovegood, tentu saja ini bukan sebuah villa. Kami semua segera mendudukan diri kami di sofa ruang tamu, dengan penerbangan yang cukup lama sangat melelahkan.

"Luna Lovegood, sebenarnya apa rencanamu?" Tanya Ginny.

"Yeah" ucap mereka semua bersamaan.

"Hehehehe, jadi ya yang kalian tahu saat ini kita semua ada di Paris, Prancis. Jadi kita akan berpetualang ke beberapa tempat yang berada di Paris. Aku tidak bisa memberikan secara detail akan kemana saja kita akan pergi, biarkanlah waktu yang menjawabnya biar surprise!" ucap Luna menyeringai.

"Haaaa" hela kami semua.

*TING-TONG TING-TONG*

Luna segera berlari kea rah pintu dan membukanya.

"Guys, sepertinya kita mendapatkan tambahan teman!" teriak Luna.

Sontak kami semua menengok ke arah pintu. Di sanalah berdiri tiga orang berkepala pirang satu, dan berkepala hitam dua.

"Malfoy" bisikku lirih.

Malfoy bagaimana bisa? Ahh ya Luna dan Malfoy bersaudara. Bagaimana ini? Huuffttt calm down Mione! Tapi bagaimana Greengrass dan Parkinson juga ikut. Ohh tentu saja dimana ada Malfoy di situlah ada Greengrass dan pengikutnya. Aku segera memalingkan wajahku saat mataku dan mata Malfoy bertemu.

"So guys, Draco akan bergabung dengan kita semua. Dan yaaaa Pansy dan Greengrass juga" ucap Luna dan melirik ke arah Greengrass dan Parkinson.

"Dan sebaiknya kita tidur, dan kita mulai petualangan kita besok pagi. Dan kamar… karena kamarnya hanya ada 6 jadi satu kamar akan diisi 2 dan 3 orang. Mmmm bagaimana kalau aku yang menentukannya?" Tanya Luna.

Semuanya mengangguk, hufftt sungguh hatiku sangat resah semenjak kedatangan Malfoy. Tarik nafas Mione.. buang..

"Mmmm, baiklah. Untuk yang perempuannya kamar pertama.. ada aku, Hermione dan Ginny. Kamar yang kedua.. Parvati dan Padma, dan yang terakhir.. Pansy dan Greengrass. Untuk yang laki-lakinya kamar pertama.. Draco dan Cedric, kamar yang kedua.. Ron dan Haryy, dan yang terakhir.. Nevile, Dean dan Ernie. Bagaimana? OK?" Tanya Luna.

"Ok" ucap kami semua.

"Draco bisa kau tunjukkan kamarnya bagi yang laki-laki?" Tanya Luna.

Malfoy hanya menganggukan kepalanya. Kamar kami semua terdapat dilantai dua, dan betapa mengejutkannya kamar Malfoy disebelah kamarku. Kami semua segera masuk ke kamar kami masing-masing yang sudah ditentukan oleh Luna. Dan kami semua pun tidur.


*KRIINNGGGGGG*

Author POV

"Bangun guys!" teriak Luna.

Hermione dan Ginny segera bangun. Luna pun segera keluar dari kamarnya dan mulai mengetuk semua pintu kamar dan berteriak "Bagun! Bagun!". Semuanya segera keluar dari kamar mereka masing-masing, dan segera mendudukan diri mereka di sofa ruang tamu.

"Hooaaammm, ini masih pagi sekali Lun, masih jam 7. Kau yang memasang semua alarm di kamar kami masing-masing?" Tanya Ron.

"Yeah, tetapi tentu saja bukan aku yang mengaturnya. Pelayan rumahku yang sudah mengaturnya sebelum kita semua sampai disini. Mmm aku ada peraturan, yaa kalian tahu sendiri rata-rata yang berada disini sudah berpasangan bukan. Jadi untuk kali ini, aku mau kalian semua tidak ada yang namanya berdua-duaan dengan pasangan kalian masing-masing. Anggap saja sedang break sementara, OK. Jadi kita harus menganggap satu sama lain bersahabt bukan pacar" jelas Luna.

"Apa honey?!" Tanya Neville.

"Yeah, Neville. Dan kalian tidak boleh saling memanggil dengan panggilan-panggilan sayang.. dan tidak boleh memanggil dengan nama keluarga. Get it?" jelas Luna.

"Huffttt" elah mereka semua.

"Dan sebaiknya kalian segera mandi, jam 9 kita berangkat ok. Sebaiknya kalian cepat-cepat rapih-rapih dan setelah itu kita sarapan. Husstt husstt" ucap Luna.

Mereka segera masuk ke kamar kami masing-masing dan segera mandi. Setelah mandi dan berpakaian, mereka segera turun ke meja makan. Setelah makan mereka berkumpul kembali di ruang tamu.

Hermione POV

"Mmm.. jadi Lun kita mau kemana?" Tanya ku.

"Mmm.. itu masih rahasia Mione. Jadi ayoo kita mulai" ucap Luna dan segera berjalan keluar.

Kami semua segera keluar dari rumah, ternyata cuaca di Prancis saat ini lebih dingin dari di Inggris. Untung saja kami semua memakai pakaian yang cukup tebal. Dan betapa terkejutnya kami semua saat kami semua sudah berada di luar rumah, di sana terdapat sebuah bus.

" Lun.." ucapanku terpotong oleh seseorang.

"Luna, kita naik itu?" Tanya Malfoy.

Aku hanya meliriknya kesal, benar-benar anak itu.

"Ya, aku menyewa bus ini untuk mengantar kita selama kita di Paris" ucap Luna.

"Haruskah kita naik itu? Kenapa kita tidak naik mobil saja Lov.. Luna?" tanya Greengrass.

"Ahh tidak tidak, kita naik bus saja Astoria" jawab Luna.

"Yeah menurutku naik bus ide yang bagus jadi kita bisa leluasa melihat pemandangan sekitar" ucap Ernie.

"Yeah, kau benar Ern" ucap Cedric.

"Yeaahhh guys, ayo tunggu apa lagi? Let's go jalan" ucap Ron.

Kami semua segera masuk ke bus tersebut, karena peraturan Luna yang berpacaran break sementara jadi duduknya perempuan dengan perempuan, laki-laki dengan laki-laki ya pengecualian untuk Luna dan Malfoy karena mereka bersaudara jadi mereka duduk ya pengecualian untuk Luna dan Malfoy karena mereka bersaudara jadi mereka duduk dua. Aku duduk dengan Ginny, Parvati dengan Padma tentunya, Greengrass dengan Parkinson, Cedric dengan Ron, Harry dengan Neville dan Dean dengan Ernie. Butuh waktu kurang lebih 15 menit untuk sampai tempat yang kami tuju.

"Welcome to La Tour Eiffel guys!" ucap Luna membentangkan tangannya.

"Waaa" kagum kami bersamaan.

"Yaa menara Eiffel memang lebih indah dilihat saat malah hari, take a selfie?" Tanya Luna.

"Yeah" ucap kami semua senang bersamaan.

Kami pun berkeliling menara Eiffel, saat ada seseorang yang meneriaki salah satu dari kami, kami semua pun berhenti dan menengok ke arahnya.

"Dracooo!" teriak seorang perempuan cantik berambut pirang panjang.

"Fleur? Hey" ucap Malfoy dan memeluknya.

Hegg, seperti ada yang menusuk didalam hatiku ini. Huft Mione jangan mulai..

"Fleur?" Tanya Luna.

"Lun! Hey kalian sedang apa disini? Kenapa kalian tidak menghubungiku jika kalian di Paris" Tanya perempuan yang bernama Fleur itu.

"Aku, Draco dan teman-temanku sedang liburan disini dan maaf kami tidak menghubungimu. Aku takut kau sedang sibuk" jawab Ginny.

"Kalian sudah berlibur? Aku saja baru mau ujian" ucap Fleur.

"Yeah, bagaimana kabar keluargamu?" Tanya Malfoy.

"Kami semua baik-baik saja Drac" jawab Fleur.

"Ohh ya Fleur kenalkan ini teman-temanku Hermione, Ginny, Parvati, Padma, Pansy, dan Astoria. Dan itu Neville, Dean, Ernie, Ron, Haryy dan Cedric" ucap Luna memperkenalkan kami satu persatu.

"Hai" sapa Fleur.

"Guys, perkenalkan ini Fleur Delacour. Saudaraku dan Draco" jelas Luna.

Ohh saudara aku kira… ahhhh.. sudahlah.

"Hai" sapa kami bersamaan.

"Mmm, welcome to Paris and have fun OK. Mmm Lun.. Drac.. aku harus ke sekolah, dan kalian sebaiknya datang ke rumahku. Pasti orang tua ku sangat senang dengan kedatangan kalian. Dan kalian semuanya juga boleh ikut. Mmm bye guys, and Cedric… nothing. Bye" ucap Fleur dan segera berlari pergi.

"Ced sepertinya Fleur menyukaimu" ucap Luna.

"Eh?" Tanya Cedric.

"Dia perempuan yang cantik mate, sebaiknya kau mendekatinya selama kita di Paris" ucap Harry.

"Yeah mate benar kata Harry, bukankah nanti kita akan ke rumahnya Lun?" Tanya Ron.

"Mungkin" jawab Ron.

"Yeah bagus Ced kau bisa mendekatinya" ucap Ginny.

"Yeah mereka akan cocok" ucap Dean.

"Tapi LDR hubungan yang cukup susah" ucap Padma.

"Kalau mereka adalah cintaa sejati sesusah apapun akan tetap bersama" ucap Ernie.

"Yeah betul" ucap Parkinson dan Greengrass bersamaan.

"Bukankah Cedric berpacaran dengan Gran.. Hermione?"

A..apa-apaan dia itu, dan.. Hermione? Dia menyebut nama depanku, terasa aneh aku mendengarnya tapi kenapa aku senang? Ahhh sudahlah Mione.

"Eh?" ucap mereka semua bersamaan.

"Kalian berpacaran?" Tanya Ginny.

"Yeah mereka berpacaran aku melihatnya sendiri dengan Draco kalau mereka berkencan" ucap Greengrass.

"Benarkah itu Mione? Cedric?" Tanya Ginny.

Semua mata menuju padaku dan Cedric, sudah berapa kali aku harus bilang ke mereka bahwa aku dan Cedric tidak berkencan apa lagi berpacaran. Jangan sampai kejadian waktu itu terulang kembali, hufftt sabar Mione..

"Mmmm guys aku dan Cedric kami berdua tidak berpacaran dan kami tidak berkencan apa yang dilihat oleh Astoria dan Mal.. Draco waktu itu kami berdua sama sekali tidak berkencan. Kalian tahu sendiri kan waktu itu Cedric bilang ingin di temani ke bookstore? Dan yaa saat itu aku menemaninya dan setelah itu kami makan bersama karena perut kami sama-sama lapar. So, itu bukan dinamakan berkencan OK, apa salahnya kalau aku menemani temanku sendiri ke bookstore. Mengerti? Ya kan Ced" jelas ku dan mentap Malfoy dan Greengrass.

"I.. iya apa yang dikatakan Mione benar, jadi jangan ada yang salah paham" ucap Cedric.

"Ohh" ucap mereka semua bersamaan.

"Ya sudah sebaiknya kita lanjutkan, come on" ucap Parvati.

Author POV

Setelah mereka ke La Tour Eiffel, mereka setelah itu pergi ke Arch de Triomphe. Mereka berselfie ria di depan salah satu gapura terbesar dalam sejarah tersebut. Setelah itu mereka segera pergi ke Musee du Louvre.

"Welcome to Musee du Louvre guys, museum ini dulu adalah bekas kerajaan Prancis guys" jelas Luna.

"Lun bukankah di museum ini terdapat lukisan Mona Lisa?" Tanya Hermione.

"Ya, kau benar Mione. Di museum ini terdapat lukisan Mona Lisa, kau akan menyukai tempat ini Mione" ucap Luna.

"Hehehehehe" ucap Hermione.

Mereka segera masuk ke dalam museum tersebut, di dalam museum tersebut berisi lebih dari 380 ribu objek pameran dan memajang lebih dari 35 ribu karya seni. Setelah mereka berkeliling museum, mereka segera keluar dan berselfie ria di depan Piramida Louvre. Setelah itu mereka segera ke tempat tujuan mereka selanjutnya.

"Jembatan gembok cinta?!" ucap Astoria dan Pansy histeris.

"Ya ini adalah jembatan gembok cinta, silahkan kalau kalian ingin membeli gembok dan menuliskan nama kalian dan nama pasangan kalian dan lalu mengemboknya di jembatan ini" ucap Luna.

"Waaaa" ucap Astoria dan Pansy.

Mereka segera menuliskan nama mereka dan nama pasangan mereka di gembok tersebut. Di tempat ini peraturan Luna tidak berlaku, karena mereka yang berpasangan segera saja berduaan dan menulis nama mereka dan nama pasangannya. Seperti Harry dan Ginny, Luna dan Neville, Parvati dan Dean, Padma dan Ernie. Yaa mereka yang berpasangan segera saja berduaan, sedangkan Hermione dan Ron hanya dapat berdiri dan menggeleng-gelengkan kepala mereka. Sedangkan Draco dia ditarik-tarik oleh Astoria dan Pansy, untuk menulis nama mereka dan Draco di gembok tersebut. Draco segera berjalan meninggalkan Astoria dan Pansy dan bergabung bersama Hermione dan Ron.

"Dimana Dig.. Cedric?" Tanya Draco yang baru saja datang.

"Ohh iya dimana dia?" ucap Hermione dan menengok ke arah kanan dan kiri mencari Cedric.

"Mungkin dia sedang menulis namanya dan orang yang ia sukai, ahhh kenapa aku tidak berfikiran seperti itu sebaiknya aku juga menuliskan namaku dan Lav Lav" ucap Ron dan segera berjalan pergi.

Di sana tersisahlah Hermione dan Draco berdua, salah satu dari mereka tidak ada yang berbicara.

Hermione POV

Hufftt kenapa Ron pergi, aku sungguh tidak bisa dalam suasana canggung seperti ini. Aku tidak mungkin yang memulai membuka pembicaraan. Cedric mana? Kenapa dia tidak kembali-kembali.

"Gran.. Hermione. Kenapa kau tidak mengikuti seperti yang lainnya menulis namamu dan orang yang kau cintai? Aku yakin pasti setidaknya kau menyukai seseorang" ucap Malfoy.

"A..ahh itu.. Tapi kau sendiri kenapa tidak bersama Astoria? Bukankah kalian berpacaran?" tanyaku balik.

"Aku dan Astoria, kami berdua belum pacaran. Mmmm Hermione aku.. aku minta maaf akan kejadian waktu itu" ucap Malfoy.

Apa aku tidak salah dengar, dia minta maaf?. Aku segera menengok ke arahnya, dan saat itu mata kami bertemu. Mata abu-abu itu sama sekali tidak berbohong di sana hanya terdapat tatapan sunguh-sungguh. Aku segera memalingkan wajahku.

"Yang berlalu, biarlah berlalu. Sebelum kau meminta maaf, aku sudah memaafkanmu Draco. Ya kita hanya saling salah paham saat itu" ucapku.

Aku terap kecewa padamu Malfoy, walau aku sudah memaafkanmu..

"Yaa, aku akui aku berengsek saat itu. Terima kasih kau sudah memaafkanku.. Mione" ucap Malfoy dan tersenyum padaku.

Aku segera melihat ke arahnya, dia tersenyum.. tersenyum tulus padaku. Kali ini bukan seringaian tetapi benar benar tersenyum. Ahhh ntahlah aku merasa sangat senang. Aku hanya menganggukan kepalaku dan tersenyum kembali padanya.

"Hai!" teriak seseorang dari belakangku dan memegang ke dua pundakku.

"Cedric! Kau mengagetkanku" ucapku kesal dan memukul bahunya.

"Huaaa kau menyakitiku Mione, kenapa kau galak sekali. Kau sangat mengerikan" ledek Cedric.

"Biarin saja, dari mana saja kau?" tanyaku.

"Ada deh" ucap Cedric dan menjulurkan lidahnya.

"Tentu saja dia baru saja menulis namanya dengan orang yang ia sukai Mione" ucap Malfoy.

"Really Ced? Aku penasaran dengan orang yang kau sukai. Siapakah dia? Kali ini kau harus memberitahukannya padaku" ucapku.

"Kau sok tahu sekali Mal.. Draco. Dan Mione kau bersekongkol dengannya? Apa kalian sudah berbaikan?" Tanya Cedric.

"Ya kami sudah berbaikan" jawab Malfoy.

"Jangan mengalihkan pembicaraan Mr. Diggory, jadi siapa orang itu? Orang yang kau sukai?" tanyaku.

"Itu masih sebuah rahasia cantik" ucap Cedric mengecup pipiku dan berlari pergi ke arah Ron.

"Cedric!" teriakku.

"Sepertinya aku tahu siapa yang disukai oleh Cedric" ucap Malfoy.

"Really, siapa itu Draco?" tanyaku.

"Itu rahasia, kau harus mencari tahunya sendiri" ucap Malfoy.

"Ughh, come on Draco, siapa dia" ucapku memegang tangan Malfoy tanpaku sadari.

"Hmmm, kau harus mencari tahunya sendiri. Bukankah kau itu Miss. Know It All, jadi kau pasti akan mengetahuinya" ucap Malfoy dan mengacak-acak rambutku.

"Hufft Draco kau membuat rambutku menjadi berantakan, rasakan ini!" rengekku dan mengacak rambut Malfoy.

"Ahh kau ini, rasakan ini!" ucap Malfoy dan mengacak rambutku lagi, kali ini lebih parah. Dan ia segera lari.

"Draccoooo!" teriakku dan berlari mengejarnya.

Author POV

"Dimana Hermione dan Draco?" Tanya Ginny.

"Yaa dimana mereka?" Tanya Dean.

Saat ini mereka semua sudah kembali berkumpul, kecuali Draco dan Hermione yang tiba-tiba saja mereka berdua menghilang.

"Itu mereka!" ucap Pansy dan menunjuk dua orang yang mereka semua kenal sedang berlari-lari.

Semua mata langsung tertuju pada tunjukkan Pansy, ya di sana terdapat seorang laki-laki pirang yang sedang dikejar oleh perempuan berambut coklat.

"Huff huff huff hai guys" ucap Draco yang baru saja datang dan nafasnya memburu.

" Dracoo! Ohh hai guys" ucap Hermione dan nafasnya memburu.

"Apa yang kalian lakukan?" Tanya Astoria.

"Hahahah tidak apa-apa tori" jawab Malfoy.

Semua mata hanya dapat menyipitkan mata mereka pada Draco dan Hermione, tetapi Draco dan Hermione sama sekali tidak menyadarinya karena mereka sibuk mengatur nafas mereka.

"Sudah kumpul semua jadi ayoo kita lanjutkan" ucap Luna.

Mereka segera melanjutkan perjalanan mereka selanjutnya.

"Time to shopping guys" ucap Luna.

Mereka saat ini berada di tempat pembelanjaan Porte de Vanves Flea Market yaitu tempat pembebelanjaan yang membentang sejauh beberapa blok di sepanjang Avenue Marc Sanginer dan sekitar Avenue Georges Lafenestre. Di tempat ini terdapat barang-barang vintage. Mereka segera membeli barang-barang antik yang mereka sukai.

"Guys aku lapar" ucap Ron.

"Ohh iya benar saja saat ini sudah sore, dan kita melewati jam makan siang kita. Sebaiknya kita makan dulu, aku juga lapar" ucap Padma.

"Ya sudah ayoo kita makan, kalian sudah belanjanya?" Tanya Luna.

Semuanya menganggukan kepalanya.

"Ayoo kita makan!" ucap Luna.

Mereka segera menuju ke sebuah café di Paris yaitu Café de Flore.


"Ahhh aku kenyang" ucap Ron memegang perutnya.

"Hahahah, setelah itu kita langsung pulang ya" ucap Ron.

Semuanya hanya menganggukan kepala mereka, setelah itu mereka segera kembali ke rumah Luna. Dan setelah itu mereka segera memasuki kamar merek masing-masing. Setelah membersihkan diri mereka segera tidur.

Hermione POV

Ahhhh aku tidak bisa tidur, sebaiknya aku keluar. Aku segera turun dari tempat tidur secara diam-diam dan perlahan karena tidak mau menggangu tidur Luna dan Ginny. Aku segera keluar dari kamar dan menuju ke ruang tamu.

"Mal.. Draco?" tanyaku kaget melihat seorang pemuda berambut pirang yang sedang mengutak-atik remote dan mengganti chanel-chanel televise.

"Ohh hai Mione" ucap Malfoy.

"Apa yang kau lakukan?" tanyaku mendudukan diriku di sebelah Malfoy.

"Aku tidak bisa tidur Mione, sedangkan dirimu kenapa belum tidur?" Tanya Malfoy.

"Seperti dirimu, aku sama sekali tidak bisa tidur" jawabku.

Setelah itu tidak ada satu pun dari kami berdua yang berbicara. Kami sama-sama sibuk dengan fikiran kami masing-mmasing.

"Mione.." panggil Malfoy.

Aku segera menengok ke arahnya.

"Menurutmu.. apakah kau pernah mencintai atau menyayangi sesorang tapi kau selalu mengingkari perasaanmu sendiri, bagaikan kau merasa kau sama sekali tidak mencintai orang tersebut dank au meyakini dirimu sendiri bahwa kau tidak mencintainya?" Tanya Malfoy.

Ada apa dengan dia? Aku rasa dia terbentur sesuatu. Apa yang harus aku jawab.

"Mmmm.. Aku pernah merasakannya Draco, awalnya aku mengingkari perasaanku sendiri. Tapi karena suatu hal aku baru menyadarinya, sebenarnya aku mencintainya, menyayanginya dan.. But Draco, siapakah orang itu? I mean orang yang kau cintai?" tanyaku.

"Mmm… aku tidak yakin bahwa aku mencintainya hanya saja.. orang yang aku maksud itu yang jelas ia manusia dan bernafas, hahahaha" tawa Malfoy.

"Aku tau itu Draco, tidak mungkin kan dia yang kau maksud itu binatang. Ohh kalau seorang Draco Malfoy menyukai binatang ini akan menjadi hot news, hahahaha" tawaku.

"Whatever… semak" ledek Malfoy.

"What? Semak? Kau jerami" ledeku.

"What jerami?... mmm ahhh kau berang-berang" ledek Malfoy.

"Berang-berang?" tanyaku kesal.

"Yaa lihat saja gigimu itubesar seperti gigi berang-berang" ledek Malfoy.

"Gigiku tidak besar Draco!" ucapku sebal.

"Yaa gigimu besar Mione, hahaha" ledek Malfoy.

"Tidak! Gigiku tidak besar kau… Ferret!" ledekku.

"Fereet?" Tanya Malfoy.

"Yaa ferret prang albino, lihat saja dirimu pucat berambut pirang. Kau persis seperti ferret, hahahahahaha" tawaku.

"Ha kau ini, kau akan menerima balasannya Mione" ucap Malfoy.

Aku segera memundurkan diriku, dan Malfoy semakin mendekat ke arahku. Apa yang ingin ia lakukan?

"Kau mau kemana? Kau tidak bisa kemana-mana Mione" ucap Malfoy menyeringai dan mengedipkan matanya sebelah.

"A.. apa yang ingin kau lakukan Draco?" tanyaku.

Oh tuhan apa yang ingin ia lakukan. Malfoy menaruh ke dua tangannya di kedua sisi pinggang ku.

"Draco? Ucap namaku sekali lagi Mione. Kau tedengar seksi saat mengucapkan namaku" ucap Malfoy masih menyeringai.

"Yaa Dra.. Malfoy apa yang ingin kau lakukan?" tanyaku kesal.

"Hussss kau jangan berisik nanti yang lainnya bangun" goda Malfoy.

"A…" ucapku terputus.

"Rasakan ini" ucap Malfoy dan mengelitik pinggangku.

"Ahhh, hahahaha hentikan Draco" ucapku.

"Ohh tidak bisa" ucap Malfoy dan masih mengelitik ke dua pinggangku.

"Apa yang sedang kalian lakukan?!" Tanya seseorang di belakangku dan Malfoy.

To Be Continue…..


Hai readers^^ maaf berkali-kali kalau kalian tidak suaka dengan ff abal ini. Dan maaf dengan banyaknya kekurangan ff ini. Readers jangan lupa reviewnya ya dan makasih banyak yang sudah meriview^^ terima kasih xoxoxoxoxoxoxo