Dilarang copy paste ff ini
Dilarang bash cast di ff ini
Semua cast bukan punya saya, tapi cerita ff ini adalah milik saya
Saya pinjam nama cast dari Super Junior, SNSD, Sistar, 2AM, Shinee, 2PM, etc
Warning : GS, gaje, typho, aneh, membosankan, kurang romantis, bahasa dan tanda baca tidak sesuai EYD, dll
BECAUSE OF SONG
-J-O-Y-
Makan malam pertama Kyuhyun bersama keluarga Lee. Nampak sekali ia masih begitu canggung dalam berinteraksi dengan keluarga yeoja yang secara ajaib sudah menjadi istrinya itu.
"Nah Kyu, kau sekarang sudah resmi menjadi anggota keluarga Lee. Mulai sekarang, jangan lupa untuk memanggil kami Appa dan Eomma, dan juga jangan pernah memanggil Minnie dengan sebutan noona lagi." buka Tuan Lee sambil memandang tajam ke arah menantunya.
"Ne Appa, saya mengerti." jawab Kyuhyun sambil menundukkan wajahnya.
"Oiya Kyu, Minnie, kami sudah menyiapkan beberapa alternatif bulan madu. Kalian bisa memilih mau ke Bangkok, Macau, Bali, Swiss, Hawai, atau Hokaido?" tanya Nyonya Lee dengan wajah sumringah.
Kyuhyun dan Sungmin terlihat saling memandang tanpa berbicara satu patah kata pun.
"Eonnie, Kyu, kenapa malah saling memandang? Jangan berpikiran mesum di sini. Nanti teruskan di kamar kalian." potong Key menginterupsi kegiatan saling pandang Kyumin.
PLETAK
Sebuah jitakan keras mendarat dengan mulus di kepala Key, hasil karya dari sang eonnie Sungmin yang duduk tepat di sampingnya.
"Awww... appo ... eomma... hiks...aku dianiaya eonnie..." adu Key.
"Key, sudahlah, jangan goda eonnie dan kakak iparmu lagi!" lerai sang eomma sambil mengelus kepala Key.
Keluarga itupun kembali makan dengan tenang.
"Ehm...bolehkan kami tidak memutuskan tempat bulan madu itu sekarang?" tanya Kyuhyun sekonyong-konyong.
"Ne, pikirkan baik-baik. Cari lokasi yang menurut kalian paling romantis, sehingga saat pulang nanti, kalian sudah membawakan aegya untuk kami." ucap sang appa dengan ekspresi datarnya, membuat Kyuhyun maupun Sungmin merona.
"Aku selesai, bolehkah aku istirahat sekarang?" tanya Sungmin sambil merapikan alat makannya.
"Tentusaja. Kyu, sana temani istrimu!" titah sang eomma.
"Mwoo, aku mau tidur sendiri." Jawab Sungmin sambil berdiri.
"Tidak boleh!" jawab sang appa, eomma dan dongsaengnya serempak. Mendengar itu Sungmin pun mempoutkan bibirnya sambil bergumam tidak jelas.
Melihat kejadian itu, Kyuhyun menghela nafasnya panjang.
"Kajja Minnie ah, kita ke kamar! Appa, eomma, Key, kami istirahat dulu." Kyuhyun berucap sopan lalu membungkuk ke arah keluarga barunya itu.
"Ne, semangat ya Kyu!" ucap ketiga anggota keluarga Lee itu.
Detik berikutnya, dengan lembut digandenganya jemari istrinya, kemudian dibimbingnya menuju kamar pengantin mereka yang tak lain adalah kamar Sungmin sendiri. Dan entah mengapa, tidak ada penolakan sedikitpun dari Sungmin, bahkan rona merah justru nampak jelas dari kedua pipi halusnya.
"Selamat bersenang-senang ne!" sekali lagi Key berusaha menggoda eonnie dan kakak iparnya itu.
Sungmin POV
Apa-apaan ini, kenapa aku tidak bisa melawan saat Kyuhyun menggandeng tanganku dan mengajakku ke kamar. Bahkan aku tidak bisa melawan saat Key menggodaku sekali lagi. Entah mengapa, tangan ini terasa begitu hangat dan nyaman. Dan juga, mengapa aku merasa Kyuhyun, bocah itu tiba-tiba terlihat dewasa dan begitu keren. Bahkan lebih keren dari Siwon oppa. Oh no, jangan sampai aku jatuh pada pesona bocah ini, jangan sampai aku kalah dengannya.
Aku baru sadar dari lamunanku saat kami berdua sudah tiba di depan pintu kamar. Kulihat Kyuhyun membukanya perlahan dan dengan masih menggandeng tanganku memasuki kamarku perlahan, ahni, sepertinya ini sekarang sudah menjadi kamarku dengannya.
"Minnie ah, apa kau capek?" suara itu dengan lembut menyapa pendengaranku. Membawaku benar-benar kembali pada alam nyata.
"Sopan sedikit bocah, panggil aku noona, arraseo!" jawabku sedikit tersinggung dengan panggilan yang ia tujukan kepadaku.
"Mianhe, tapi aku sudah berjanji kepada Appa dan Eomma, tidak akan memanggilmu dengan panggilan noona." kilahnya sambil memandang lembut kepadaku.
"Terserahlah, aku capek, mau tidur, eh apa-apaan ini?" ucapku sambil memandang menyusuri kamarku yang terlihat begitu berbeda dari sebelumnya. Aku bahkan sudah hampir tidak mengenali kamar pink ku yang sekarang sudah dihiasi dengan begitu banyak bunga, lilin yang menyala di sana sini, dan aroma bunga lavender yang menenangkan terasa mendominasi ruangan ini.
Dan yang paling parah adalah ranjangku. Ranjang yang spreinya sudah berganti dari pink menjadi putih bersih, ditaburi kelopak bunga mawar merah segar dan dilengkapi dengan kain tipis yang kurasa adalah ...lingerie ... ya ampun ... apa-apaan ini. Wajahku terasa panas memandang pakaian itu yang terlipat dengan rapi di sana.
"Apa ini, pakaian dalam?" tanya Kyu sekonyong-konyong sambil mengangkat lingerie transparan berwarna hitam itu tinggi-tinggi.
"Jangan dilihat. Ah, ini pasti kerjaan eomma dan Key!" seruku sambil merebut kain itu dari tangan Kyuhyun.
"Kau pasti seksi sekali kalau mengenakannya Minnie." ucapnya lengkap dengan seringaian yang baru pertama kali kulihat di bibirnya. Terlihat begitu tampan sekaligus menakutkan. Aku sedikit merinding saat melihatnya.
"K...kau jangan berpikiran macam-macam Kyu!" ucapku takut-takut.
"Kenapa? Aku ini kan suamimu, memangnya salah kalau berpikir macam-macam tentangmu?" ia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Wajahku benar-benar begitu panas saat ini.
"K...Kyu...Kyu... jangan." ucapku semakin ketakutan.
"Hap. Kau tertipu." ucapnya sambil tersenyum lebar kepadaku. Perlahan ia menjauhkan wajahnya dari wajahku. Sedikit lega, tapi ada sebersit rasa kecewa, eh ... kecewa ... ada apa denganku, harusnya perasaan lega saja yang kurasakan.
"Kau ini, menyebalkan." ucapku tanpa sadar.
"Waeyo? Kecewa?" tanyanya seperti bisa membaca pikiranku dan kembali memandang ke arah ranjang.
"Eh, apalagi ini?" ucapnya sambil memungut sebuah majalah dan asyik membuka-bukanya. Namun sesaat kemudian kulihat wajahnya memerah. Majalah apa yang sebenarnya yang ia baca ... jangan-jangan ...ma...majalah yadong...ya ampun, aku harus segera merebutnya. Dan besok aku harus membuat perhitungan kepada Eomma dan Key, apalagi kalau bocah ini sampai punya pemikiran mesum gara-gara majalah ini.
"Kemarikan majalah itu Kyu, sini!" ucapku sambil berusaha merebut majalah itu darinya.
"Sebentar Minnie ah, ini baru seru." ucapnya sambil mengelak.
"Awas kau, kau tidak boleh membaca majalah itu. Berikan padaku Kyu." bukannya memberikan majalah itu, ia malah berlarian kesana kemari sambil tetap membaca majalah mengerikan itu.
"Jadi Minnie suka membaca yang beginian."ucapnya sambil mengeluarkan seringaian itu lagi dan sedikit kerlingan menggoda kepadaku.
"Itu bukan milikku, itu pasti kerjaan Key dan eomma. Sini Kyu kemarikan!" ucapku sambil terus mengejarnya ke atas ranjang.
"Ambil saja kalau bisa ... wek!" ucapnya sambil megejekku. Dan kesempatan itupun kugunakan untuk menubruknya, namun hal itu justru membuat kami berdua hilang keseimbangan dan terjatuh di atas ranjang dengan posisi dia yang berada di atasku.
GUBRAK
Suara keras itu aku yakin terdengar sampai keluar kamar.
Selama beberapa saat aku dan Kyu terdiam, otak kami seperti blank dan tidak bisa berpikir. Bahkan bibir kami nyaris bersentuhan.
"Mi ... mianhe Minnie." ucapnya saat tersadar dengan keadaan kami. Aku hanya terdiam sambil terbangun dan merapikan bajuku.
End of Sungmin POV
"Tidak kusangka, bocah itu hebat juga. Kau dengar suara keras itu Wookie ah?" tanya sang suami, Joongwoon yang sedang asyik menguping bersama istri dan putri bungsunya di depan pintu kamar Sungmin.
"Penuh hasrat dan gairah, malam pertama pengantin baru itu memang luar biasa." sambung sang istri dengan wajah tak kalah semangat.
"Sebentar lagi aku akan menjadi imo ... asyik ..." ucap Key gembira
"Hust... jangan keras-keras Key, nanti mereka dengar." ucap sang appa dan eomma bersamaan.
-joy-
"Eomma, kemarilah sebentar." panggil seorang yeoja kecil kepada eommanya yang sedang sibuk menjahit di ruang santai keluarga itu.
"Ne, Bora ah, ada apa, kenapa kau memanggil-manggil histeris seperti itu." sang eomma, meskipun malas tapi akhirnya tertarik untuk menndatangi puteri bungsunya yang masih setengah berteriak.
"Cepat eomma, Kyuhyun oppa masuk di berita gosip." ucap yeoja kecil itu kembali.
"Eh, kekasih eonniemu itu?" tanya sang eomma sambil mendudukkan diri di dekat putrinya.
"Ne.." jawab sang putri bungsu cepat.
Mereka berdua terlihat asyik mengikuti berita itu. Hingga tiba-tiba umpatan kecil keluar dari bibir sang eomma.
"Bocah kurang ajar. Benar-benar tak tahu malu. Bukankah dia itu masih berstatus sebagai kekasih Hyorin, tapi seenaknya saja menikahi yeoja lain, mentang-mentang yeoja itu kaya raya." marah sang eomma sambil mengepalkan tangannya.
"Ada apa eomma?" kali ini sang puteri sulung terlihat menghampiri eomma dan yeodongsaengnya.
"Eonnie tidak boleh lihat." Bora berusaha mengganti channel, tapi sayang tangan eonnienya jauh lebih sigap.
"Eonnie mau lihat." ucap Hyorin sambil memegangi remote tivi itu erat-erat. Dan sedetik kemudian pandangannya mengabur, matanya serasa berkaca-kaca. Melihat namja yang sangat ia cintai menikahi yeoja lain, setelah tanpa sebab memutuskannya, rasanya hatinya begitu hancur.
Sambil menahan tangis, Hyorin melempar remote itu sembarangan, kemudian berlari keluar.
"Hyorin ah, sudah malam, kau mau ke mana?" panggil sang eomma yang tidak Hyorin pedulikan.
-joy-
"Jadi itu alasanmu oppa. Alasanmu memutuskan hubungan kita." gumam Hyorin sambil menghapus air mata yang sudah membanjiri pipi cantiknya.
"Kau kejam oppa. Padahal aku tidak melakukan apa-apa, namun kau begitu tega kepadaku." ucapnya dengan pandangan kosong.
"Apa aku sebegitu tak berharga untukmu, sampai kau begitu tega kepadaku?" Hyorin kembali menangis tersedu.
"Aku ... lebih baik mati saja." ucapnya saat pikiran rasionalnya sudah terkuasai emosi. Hyorin berjalan cepat menuju jalan raya yang masih ramai dengan lalu lalang kendaraan.
Tanpa melihat lampu lalu lintas atau menoleh ke kanan dan ke kiri, Hyorin memasuki area jalanan ramai itu. Klakson-klakson kendaraan pun bersahutan saat ia dengan seenaknya berjalan menyebrang dengan memejamkan matanya.
Hingga sebuah mobil yang melaju cukup kencang, tidak mampu mengendalikan lajunya dan tak ayal, mobil itu pun menabrak tubuh Hyorin hingga terpental. Darah segar mengalir dari kepala, hidung dan beberapa bagian tubuhnya yang lain.
T.B.C
Mianhe, chap 7 ini pendek banget, soalnya ide saya memang sedang mepet sampai di sini. Salahkan tesis saya yang menyita waktu dan tenaga saya ...wkwkwk.
Oiya, saya lihat di kotak review banyak yang meminta NC Kyumin, apalagi untuk malam pertama. Mungkin ini mengecewakan, tapi seperti yang saya tulis di summary, saya putuskan untuk tidak ada NC di ff ini, karena meskipun dari sisi imajinasi saya bisa, namun entah mengapa saya tidak pernah sanggup untuk menuliskannya. Sekali lagi mianhe buat readerdeul yang sudah berharap ada NC di ff ini *bow*. Tapi jangan khawatir, kalau yang sedikit nyerempet-nyerempet ke sana mungkin akan saya usahakan (^0^).
Terima kasih saya ucapkan untuk semua reader yang sudah memfollow, memfavoritkan bahkan mereview ff ini. Sekali lagi gomawo. Special thanks untuk all reviewer :
= im Alfera = okta = arisatae = Ai Rin Lee = SparKyu Vil = bynbkyoung = Minhyunni1318 = abilhikmah =
= Kezia = faniry = keykyu = NurLarasati13 = gwansim84 = PaboGirl = Heldamagnae =
= Lilin Sarang Kyumin = nurichan4 = Chen Clouds = yesianx = JoyElf = mika. marvelysa =
= dzdubunny = Lee AeRaa = kimteechul = nurganevi (2x) = ochtavia. ochtavia. 7 =
(Mianhe kalau ada kesalahan penulisan nama reviewer)
Apakah nama reviewer ada yang belum saya tulis?
Mianhe tidak bisa balas review satu persatu, tapi semua review pasti saya baca kok.
Mianhe lagi, mungkin next chap bakal agak lama, kerjaan saya saat ini sedang padat, apalagi tesis saya juga sudah ngantri untuk dikerjakan ..( T.T ).. harap maklumi saya readerdeul yang baik hati ...
Oiya ...jangan lupa review untuk chap ini ya...
ThanKYU…
