YAPP, ADA SEDIKIT PEROMBAKAN DI FF INI! AKU UDA HAPUS KATA-KATA 'SKIP' 'FLASHBACK' DAN BEBERAPA KATA 'OTHER PLACE/SIDE' NYA SESUAI PERMINTAAN GUEST!^_^ GAPAPA KOK, TERIMA KASIH JUGA ATAS SARANNYA. AKU BARU SADAR KEBANYAKAN PAKE KATA ITU HAHAHAHA.

TAPI ADA SATU HAL YANG HARUS AKU INGATKAN KEPADA SALAH SATU GUEST DISINI. SAYA SENANG DENGAN KRITIKAN, ASALKAN KRITIKAN ITU TIDAK MENGANDUNG KATA-KATA KASAR YANG BISA MENYINGGUNG HATI AUTHOR.

PASTILAH ANDA TAHU CARA MENGKRITIK YANG BENAR KARENA ANDA SUDAH MEMPELAJARINYA DISEKOLAH BUKAN?

JADI TOLONG SEKALI LAGI, MENGKIRITIKLAH DENGAN BENAR.

SAYA TAHU ANDA LEBIH BERPENGALAMAN DAN BERPENGETAHUAN DALAM HAL MENULIS DARIPADA SAYA, DAN SAYA SANGAT MENGHARGAI ITU. TAPI ANDA JUGA HARUS MENGHARGAI USAHA SAYA. SETIDAKNYA MENGKRITIKLAH DENGAN KATA-KATA YANG TIDAK SECARA LANGSUNG MENUSUK HATI SAYA.

SEBAGAI READER ANDA HARUS MENJAGA PERASAAN SAYA JUGA!

I TOLD YOU! IF YOU DON'T LIKE, DON'T READ. IT'S SO SIMPLE!

Saya hanya seorang anak ingusan yang belum terlalu mendalami dunia penulisan. Karna tujuan saya menulis disini hanya sekedar ingin berbagi pikiran dan imajinasi. Sekian~


NB : Isi Cerita FF ini berbeda dari drama korea yang berjudul Princess Hours, dan kebanyakan adegannya aku ubah dengan ide dari kepala aku sendiri.

.

.

Chapter Sebelumnya :

"Buka matamu Luhan!" Sehun tak henti-hentinya berteriak panik, mengguncang tubuh Luhan yang sudah penuh dengan luka-luka dan darah yang mengalir pada bagian kepalanya.

Dalam sekejap mereka berdua sudah menjadi objek perhatian orang-orang disana.

Tak mau berlama-lama lagi, Sehun secepat mungkin menggendong tubuh Luhan ala bridal dan berlari menuju mobilnya.

"Bertahanlah...Luhan, kumohon"

.

.

CHAPTER 7

Sehun panik bukan kepalang. Sesampainya dirumah sakit, beberapa suster sudah langsung membawa tubuh Luhan masuk kedalam ruang UGD.

Sehun hanya bisa menunggu didepan ruangan tersebut dengan pikiran kacau, beberapa kali mengacak rambutnya dengan sangat frustasi. Ia terus mondar-mandir disana tak sabar untuk menunggu kabar mengenai keadaan Luhan.

.

.

Tap tap tap

Terdengar langkah kaki bersahutan dari arah kejauhan, menampakan sosok pemuda tinggi sedang berlari kearah Sehun dengan raut wajah yang panik.

Tentu saja Sehun menyadari kedatangan orang tersebut dan segera menghentikan aktivitas mondar-mandirnya. Ia menatap orang itu dengan raut wajah yang sulit diartikan.

"Kris hyu-"

BUGH!

Sehun tersungkur seketika ke lantai setelah tiba-tiba saja Kris yang baru datang itu memukul telak wajahnya dengan sangat keras.

Sehun melotot tak percaya dengan apa yang Kris lakukan barusan, seraya menyentuh pipi kirinya yang terasa sangat sakit.

"Hyung..." Sehun masih terpaku dalam posisinya yang tersungkur. Sungguh tak percaya melihat orang yang ada dihadapannya saat ini adalah kakak kandungnya sendiri yang untuk pertama kali memukulnya dan menatapnya seakan-akan dia adalah seorang monster yang sangat menjijikkan.

"Apa yang sudah kau lakukan padanya! Kenapa dia bisa terluka Hah?! Brengsek! Berani-beraninya kau membiarkan dia terluka!?"

Kris menarik kerah baju adiknya itu dengan mata memerah menahan emosi yang sudah ia pendam sejak tadi.

Ia memang mendengar kabar mengenai Luhan yang kecelakaan dari berita-berita yang sudah tersebar luas ke beberapa media.

Bahkan saat ini beberapa orang didalam rumah sakit sedang menyaksikan pertikaian hebat mereka dengan terheran-heran. Tapi tak ada satupun dari mereka yang berani untuk memotret ataupun menyebarluaskan berita itu karena memang saat ini beberapa pengawal sudah terlihat mengawasi dan menjaga ketat keadaan sekitar.

"Jawab aku, Sehun! mengapa kau membiarkannya terluka!?" Mata nyalang Kris seolah hendak menerkam Sehun saat itu juga.

Tak ada yang bisa Sehun perbuat selain menundukkan wajahnya sangat rendah, merasakan penyesalan yang sangat mendalam dalam hatinya.

"Benar, ini semua kesalahanku, aku tidak hanya melukai fisiknya, tapi juga hatinya. Seharusnya aku tidak membiarkannya terluka" Batin Sehun miris.

"Maaf.." Hanya kata itu yang akhirnya keluar dari bibir Sehun yang sedikit bergetar, dengan wajah senantiasa tertunduk, tak berani sama sekali untuk membalas tatapan tajam dari Hyungnya itu.

Namun, Satu hal yang Sehun sadari dari sikap Kris yang tidak biasa ini. Sepertinya Kakaknya itu telah jatuh hati pada Luhan. Ia bahkan belum pernah melihat Kris menjadi sangat panik seperti ini hingga memukulnya seperti orang kesetanan hanya karena mendengar kabar berita bahwa Luhan kecelakaan.

Sangat terlihat dengan jelas bahwa Kris memang menyukai Luhan.

Dan entah mengapa, anggapan itu membuat Sehun takut. Dia sangat takut.

"Hyung..apakah kau... menyukai Luhan?" Tanya Sehun mulai mengalihkan pembicaraan. Ingin memastikan apakah anggapannya itu benar atau tidak. Yang pasti ia sungguh tidak bisa menyangkal kenyataan bahwa hati nuraninya menginginkan Kris untuk menjawab 'Tidak'.

Dan seakan tersadarkan oleh ucapan Sehun, raut wajah Kris seketika berubah menjadi sendu dan cengkramannya pada kerah baju Sehun terlepas begitu saja.

Apakah ini artinya Kris telah mengakuinya?

"Jika kau tidak bisa menjaganya dengan baik, serahkan dia kepadaku"

Dan jawaban itu sudah cukup jelas untuk membuktikan bahwa Kris memang benar telah menyukai Luhan.

Jujur saja, Sehun tidak menginginkan hal itu terjadi. Ada perasaan tak rela dan perasaan terancam yang muncul dalam dirinya.

(Terdengar bunyi pintu UGD yang terbuka)

Terlihatlah seorang dokter wanita berjalan keluar dari dalam sana, sepertinya ingin memberikan kabar mengenai keadaan Luhan.

Kris dan Sehun harus menghentikan kegiatan mereka saat itu juga dan fokus memperhatikan gerak-gerik dan perilaku dari dokter tersebut, apakah dokter bernametag Yoo itu akan memberikan kabar buruk atau gembira? Tidak ada yang tahu karna gerak geriknya sama sekali tak terbaca.

"Dok, bagaimana keadaannya?"

Setelah pertanyaan itu muncul, sang dokter mulai menggelengkan kepalanya lesu, bahkan terlihat sesekali menyeka peluh yang memenuhi wajahnya.

"Kondisinya sudah stabil. Hanya saja kaki kirinya mengalami patah tulang yang sangat parah dan juga tengkorak kepalanya mengalami benturan yang cukup keras. Itu sangat beresiko buruk baginya untuk kembali melakukan aktivitasnya seperti sedia kali lagi. Kemungkinan masa penyembuhannya akan memakan waktu yang sangat lama"

Sehun membeku ditempatnya setelah mendengar penjelasan panjang dari sang dokter, Sedangkan Kris tak henti-hentinya memberikan tatapan emosi pada adiknya itu.

"Untuk sementara ini, hanya itu yang bisa saya sampaikan. Saya akan memberikan penjelasan lebih detail lagi untuk pertemuan selanjutnya. Tuan Puteri sudah bisa dijenguk setelah nanti Ia dipindahkan ke ruangan lain. Kalau begitu... saya permisi dulu"


.

.

Pandangan mata Sehun kini tak bisa lepas dari sosok mungil yang sedang terbaring lemah itu, dengan perban yang sudah terbalut rapi dibagian kepala dan kaki kirinya bahkan wajah cantiknya sudah tampak dipenuhi oleh luka-luka goresan kecil yang semakin membuat hati Sehun semakin miris.

Luhan. Disana tak ada lagi wajah ceria yang tersenyum seperti malaikat. Yang ada hanya wajah pucat dengan mata terpejam menyiratkan kesedihan dan luka yang mendalam.

Tak henti-hentinya Sehun merutuki dirinya sendiri dalam hati karena telah membiarkan gadis mungil itu terluka.

CKLEK

"Luhan!"

Kim Yoona serta beberapa anggota keluarga kerajaan terlihat memasuki ruangan itu dengan wajah sangat panik. Sontak saja Sehun dan Kris berdiri untuk memberi salam pada mereka, dan sedikit menggeser tubuh ke sudut agar mereka bisa leluasa untuk melihat Luhan.

Kim Yoona memandangi putrinya itu dengan mata berair dan saat itu pula tubuhnya lemas seketika.

"Yang Mulia! Anda baik-baik saja?" Kris segera menopang tubuh Kim Yoona sebelum jatuh melorot ke lantai.

Dengan lekat Kim Yoona memandangi wajah putrinya yang sedang terbaring itu, semakin membuatnya ingin menangis.

Jujur saja, Sehun merasa sangat bersalah. Ia hanya tertunduk meratapi kesalahannya, tidak berani sama sekali untuk memperlihatkan wajahnya.


.

.

Breaking News

"Hari ini tepatnya pada jam 3 sore, Puteri Mahkota Kim Luhan dikabarkan mengalami kecelakaan parah disekitar Namsan. Diketahui bahwa ia ditabrak oleh salah satu pengguna sepeda motor bernama Song Dong Hoo yang saat ini sedang dirawat dirumah sakit akibat luka ringan yang diterimanya. Sedangkan Puteri Mahkota masih terbaring lemah dirumah sakit Namseoul dalam kondisi yang sangat parah dan belum sadarkan diri hingga saat ini. Kami akan memberikan info selanjutnya jika sudah ada perkembangan atas kondisinya. Sekian info yang kami kabarkan"

PRANGGGG!

Gelas yang berada ditangan Lee Yeon Hee terjatuh begitu saja saat melihat berita ditelevisi tersebut.

Ia mematung dengan mata melebar sempurna.

"Apa yang terjadi yeobo?" Sang suami yang baru datang dari arah belakang terlihat berjalan mendekatinya dengan cemas. Bahkan pelanggan mereka yang berada dikedai terlihat kaget karena suara pecahan itu.

"Lu-Luhan...Luhan kecelakaan.." Ucap Yeonhee terbata-bata. Air mata sudah meluncur begitu saja dari ujung matanya.


.

.

Other Side

Sepasang mata rusa itu akhirnya mulai terbuka secara perlahan, menerawang ke atas atap yang dilihatnya dengan setiap kedipan mata yang lemah. Dengan lemah pula ia menggerakkan kepalanya kearah samping untuk melihat lebih jelas tangan siapa yang sedang menggenggam tangannya.

Orang yang sedang menggenggam tangannya itu terlihat menggerakkan tubuhnya gelisah setelah menyadari pergerakan ditangannya. Tidur pulasnya harus terputus karena itu.

Kepala orang itu akhirnya mulai terangkat untuk melihat Luhan.

"Luhan kau sudah sadar!?" Matanya yang semula mencipit sehabis tidur akhirnya membulat penuh antusias. Senyuman pun sudah menghiasi wajah tampannya.

Namun Luhan hanya memandang orang itu dengan lemah, di wajah pucatnya terpasang sebuah tatapan datar, yang lebih tepatnya tatapan penuh kesedihan. Sedih, karena akhirnya dia sadar apa yang telah terjadi pada dirinya hingga berakhir terbaring dirumah sakit seperti ini.

"Kau kenal aku, kan? Siapa namaku?" Tanya orang itu dengan wajah penuh harap sambil terus menggenggam tangan Luhan.

Beberapa detik lamanya Luhan terdiam, dengan bibir pucatnya yang masih tertutup. Namun tak lama kemudian sebuah senyuman tipis akhirnya terlukis diwajah cantiknya.

"Kris oppa.." Jawabnya dengan suara lemah hampir tak terdengar oleh Kris. Tapi itu sudah cukup membuat hati Kris merasa lega.

"Benar.. kau benar Luhan, ini aku Kris" Tanpa sadar Kris mencium punggung telapak tangan Luhan lalu menempelkannya dipipi. Saking senangnya ia akan hal itu.

CKLEK

Kim Yoona terlihat memasuki ruangan itu, bersama dengan dokter yang kebetulan datang untuk memeriksa keadaan Luhan.

Terlihat sekilas dari balik pintu beberapa pengawal berjaga didepan.

"Kau sudah sadar sayang.. Syukurlahh" Kim Yoona berjalan mendekati Luhan dan langsung menarik tangan Luhan yang sebelumnya sudah terlepas dari genggaman Kris.

Dokter Yoo dengan senyuman diwajahnya terlihat mulai memeriksa infus dan tentunya memeriksa keadaan Luhan dengan alat yang selalu dibawanya.

"Hm.. keadaannya sudah sangat stabil. Berdasarkan hasil Scan, tidak ada efek serius akibat benturan keras dikepalanya, hanya mungkin saja Tuan Puteri akan mengalami sakit kepala ringan jika terlalu banyak beraktivitas berat. Tapi tenang saja, itu hanya terjadi pada masa awal penyembuhan. Setelah sembuh total, sakit kepala itu akan menghilang."

Dokter Yoo tersenyum sangat ramah.

"Lalu bagaimana dengan kakinya?" Tanya Kim Yoona masih saja merasakan cemas.

"Yang Mulia Ratu tidak usah khawatir.. Kaki Tuan Puteri pasti akan sembuh dalam beberapa minggu kedepan, asalkan Ia tidak beraktivitas terlalu banyak"

Kim Yoona akhirnya bisa bernafas dengan lega, diikuti oleh sebuah senyuman yang ia tujukan kepada Luhan.


.

.

"Hyung.. beritahu aku jika Luhan sudah bangun" Sehun terlihat bersiap-siap mengambil tas dan menaruhnya dipundak. Sepertinya dia harus pergi kesuatu tempat.

Namun Kris hanya melempar tatapan dingin pada Sehun dalam keterdiamannya, membiarkan adiknya itu melangkah keluar dari ruangan tersebut yang tanpa berkeinginan untuk menunggu jawaban darinya.

Kris menghela nafas panjang setelah hal itu tiba-tiba teringat olehnya.

Entah kenapa ia enggan sama sekali untuk memberitahu pada adiknya itu mengenai Luhan. Karna ia masih sangat marah atas apa yang terjadi. Dia sangat yakin, penyebab Luhan kecelakaan pasti ada hubungannya dengan Sehun. Dan ia sungguh tidak rela membiarkan Luhan bersama dengan Sehun lagi.

Akhirnya Kris memutuskan untuk tidak memberitahu pada Sehun. Toh juga nanti adiknya itu pasti akan tahu dengan sendirinya melalui berita-berita yang tersebar luas ke publik.

.

.

Tap tap tap

Benar saja, Sehun tiba dirumah sakit dengan tergesa-gesa. Kebetulan pula ia bertemu dengan kris di koridor khusus.

"Kau sudah datang?" Ucap Kris basa-basi demi menutupi keterkejutannya karna adiknya itu tiba-tiba saja muncul saat ia memutuskan untuk tidak memberitahu mengenai Luhan.

Sehun hanya memasang wajah datarnya yang sudah berpeluh akibat kegiatan berlari yang dilakukannya. Dalam hati ia merasa geram juga dengan Kris.

"Tapi, dari mana kau?" Kris memasang wajah seheran mungkin saat mengetahui Sehun masih memakai pakaian yang sama seperti tadi pagi. Penampilannya juga sama, membawa tas ransel dan memakai topi.

"Bukan urusanmu hyung" Jawab Sehun datar, seraya menggerakkan kedua kakinya untuk berjalan meninggalkan Kris.

"Kalau begitu, Luhan bukan urusanmu juga sekarang"

DEG

Sehun menghentikan langkahnya. Terpaku ditempatnya sekarang.

"Aku tidak akan membiarkanmu melukai hatinya lagi" Ucap Kris menambahkan.

Sehun sontak membalikan tubuhnya untuk melihat kris. Tampaklah wajahnya yang memerah seperti memendam emosi.

"Kau tidak berhak mengaturku hyung. Dia adalah calon tunanganku, karna itu dia sudah menjadi urusanku sekarang" Sehun menajamkan tatapan matanya.

"Benarkah? Aku bisa saja meminta ayahanda untuk menggantikan posisimu"

DEG

Sehun melebarkan matanya tekejut.

"Kau tahu? Seharusnya akulah yang menjadi tunangan Luhan sejak awal. Tapi aku mengatakan pada ayahanda, bahwa aku ingin fokus pada pendidikanku, meraih cita-citaku menjadi seorang diplomat yang handal. Hingga pada akhirnya kau yang dipilih untuk menjadi tunangannya"

Sehun semakin melebarkan matanya terkejut.

Benar juga, mengapa selama ini ia tidak menyadari hal itu?

Namun terlepas dari semuanya, Sehun memang tidak pernah suka dengan semua rencana tunangan ini. Rasanya Ia ingin sekali melarikan diri jauh dari istana, meninggalkan sosok ayahanda yang selalu berlaku seenaknya pada dirinya, dan ia bisa hidup bahagia bersama dengan wanita yang cintainya.

Tapi sekarang.. Sehun merasakan sesuatu yang berbeda.

"Pergilah.. jangan datang kesini lagi. Biar aku yang menjaga Luhan sampai dia sembuh"

Tap tap..

Kris mulai berjalan melewati Sehun yang masih terpaku ditempatnya kehabisan kata-kata.

Beginikah akhir persaudaraan sejati yang telah mereka bina sejak kecil?

Persaudaraan yang kini berubah menjadi sebuah persaingan?

Sehun seakan tak sanggup menganggap itu sebagai sebuah persaingan. Tapi satu hal yang pasti, dia tidak akan membiarkan Kris menggantikan posisinya.

Entahlah, sepertinya Sehun sudah mulai membuka hatinya untuk Luhan.


.

.

Terlihatlah sekarang gadis mungil yang sedang cedera itu, mencoba memaksakan dirinya untuk berdiri.

"Akh" Sesekali ia merintih kesakitan menahan rasa nyeri yang sangat teramat pada bagian kakinya,

Ia tidak bisa berdiam diri saja dikasur, terbaring seperti orang yang tidak berguna. Setidaknya ia harus melakukan sesuatu untuk mengusir rasa bosannya.

Tap..

"Ah!" Hanya satu langkah saja, Gadis itu semakin merintih kesakitan dan akhirnya terpaksa menumpukan berat tubuhnya pada tiang infus yang ia pegang.

BRUK

Ia tidak tahan lagi menopang tubuhnya, Alhasil ia terjatuh sepenuhnya pada lantai.

"Hiks...hskk" Ia sungguh kesal sekarang ini pada dirinya sendiri, merasa seperti orang yang tidak berguna saja. Tanpa sadar air mata mulai meluncur membasahi kedua pipinya.

CKLEK

"Luhan!"

Kris yang baru saja tiba langsung kaget melihat keadaan Luhan kala itu.

Ia secepat mungkin bergerak mendekati tubuh gadis itu untuk segera menolongnya.

"Apa yang kau lakukan? Kau masih cedera!" Suara Kris terdengar keras, lebih tepatnya terkesan seperti orang yang sangat panik.

"Hikss..hiks..lepaskan aku.." Luhan menangis sesenggukan seraya menepis tangan Kris yang hendak menolongnya berdiri.

Jujur saja, hati Kris sangat sakit melihat hal itu.

Dengan cepat, ia segera meraih tubuh Luhan dan mengendongnya ala bridal. Tidak peduli apakah gadis itu akan memberontak dalam gendongannya.

Tapi justru Luhan mulai menenggelamkan wajahnya didada kris. Menangis sejadi-jadinya disana.

"Hkss..hikss..kakiku sangat sakit oppa..! ini-hiks-sungguh sakit!"

Kris terdiam dalam posisi berdiri menggendong tubuh Luhan setelah ucapan memilukan itu terdengar olehnya.

Tangisan Luhan sungguh membuatnya hatinya tercabik-cabik.

disisi lain, tanpa mereka ketahui, ada seseorang diluar jendela yang menyaksikan kegiatan mereka berdua.

Ya, Sehun melihat mereka. Ia melihat semua adegan itu.

Tanpa sadar tangannya terkepal sangat kuat. Matanya memerah menahan bara api kecemburuan bercampur rasa emosi yang hampir membuatnya hilang kendali.

Tapi dari sorot mata penuh emosi itu, tersirat sebuah kesedihan dan penyesalan yang sangat mendalam.

"Maafkan aku..."

Sorot mata Sehun berubah menjadi sendu. Kepalanya pun tertunduk penuh rasa bersalah.

Melihat Luhan yang sungguh tak berdaya seperti itu, membuatnya terus memaki diri dalam hati. Sejujurnya, Sehun ingin membayar semua kesalahannya dengan merawat gadis itu hingga sembuh. Dan meskipun setelah sembuh, ia ingin terus menjaganya.

Tapi..

Sehun kini dihantui oleh rasa dilema.

Satu sisi, ia masih mencintai gadis bernama Huang Ji yang menjadi kekasihnya sekarang ini. Dan disisi lain, ia ingin memiliki Luhan.

Siapa yang harus dipilihnya?

Dia sungguh takut, jika saja ia memilih Luhan, ternyata saat itu Luhan sudah tidak mencintainya lagi tapi justru malah membenci dirinya.

Sehun merasa tidak punya harapan lagi untuk memperbaiki kesalahannya.

"Pergilah.. jangan datang kesini lagi. Biar aku yang menjaga Luhan sampai dia sembuh"

Ucapan Kris tadi kembali terngiang. Sebaiknya dia memang harus pergi dari sini.

Benar, Sudah ada Kris yang akan menjaga Luhan. Dia tidak perlu lagi merasa khawatir.

Tap..Tap..

Sehun akhirnya melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan tempat itu.

Untuk saat ini dia memang perlu menenangkan pikiran dan hatinya yang sedang kacau.


.

.

Sejak 10 menit yang lalu Sehun sudah tiba disuatu tempat tersembunyi, dan Huang Ji yang sebelumnya telah memintanya untuk datang.

"Sehun..kenapa kau tidak mengangkat panggilan dan membalas smsku? Kau tidak tahu betapa cemasnya aku? Seharian tidak mendapat kabar darimu, kau pikir bagaimana perasaanku?" Huang Ji memasang wajah kecewa.

Tanpa diperdulikan oleh Sehun sama sekali, pemuda itu hanya menghembuskan nafas panjang. Mungkin sudah terlalu lelah mendapat ocehan terus dari kekasihnya itu.

"Aku harus mengurus sesuatu yang penting, tidak perlu mencemaskanku lagi"

Huang Ji menatap Sehun dengan tatapan tak percaya. Sungguh tak percaya melihat sikap Sehun yang berubah total seperti ini.

Bagaimana mungkin Sehun menjadi sedingin ini padanya?

"Apakah sesuatu yang penting itu adalah Luhan?" Tanya Huang Ji membenarkan.

Sehun sebenarnya terkejut pada perkataan segala keterkejutan itu sudah tertutupi sepenuhnya oleh wajah datarnya.

Dia tidak mau lagi memberi Huang Ji sebuah harapan yang mungkin tidak akan bisa diwujudkannya. Dan sudah saatnya dia berkata sesuai hati nuraninya sekarang.

"Maafkan aku..." Balas Sehun akhirnya dengan suara terdengar pelan setelah lama berpikir panjang.

Huang Ji melebarkan matanya saat itu juga.

"K-Kenapa?!" Huang ji mengeraskan suaranya, mendadak emosi setelah mendengar dua kata yang keluar dari bibir Sehun.

"Kau mau tahu kenapa? Itu karena aku yang sudah membuatnya terluka"

"Dan aku ingin menebus semua kesalahanku padanya..." Kalimat terakhir yang diucapkan oleh Sehun barusan terdengar semakin pelan dari sebelumnya.

Kepalanya yang tertunduk lemas menandakan dirinya yang sedang dihantui oleh rasa dilema.

Ia tak pernah berniat sama sekali untuk melukai hati Huang Ji dan tak pernah berniat untuk meninggalkan kekasihnya itu. Tapi, semuanya seperti terjadi begitu saja diluar kendalinya. Bahkan kalimat-kalimat tadi keluar secara spontan dari bibirnya.

Apa yang sudah dilakukan Luhan padanya hingga dia bisa menjadi seperti ini?

"Lalu.. apakah setelah kau menebus kesalahanmu padanya, kau akan kembali lagi padaku?" Huang Ji berusaha mengontrol perasaan hancur yang dirasakannya. Bahkan saat air mata hendak keluar dari pelupuknya, ia secepat mungkin menengadah atas untuk menahannya.

"Untuk apa aku kembali padamu, jika kau sebenarnya tidak pernah tulus mencintaiku?"

DEG

Huang Ji tiba-tiba membeku terdiam seribu bahasa dihadapan Sehun.

Seolah sudah mengerti akan ucapan Sehun barusan, Huang Ji mulai memperlihatkan wajah bersalahnya. Namun tak lama kemudian berganti menjadi wajah tak terima.

"Tapi itu dulu Sehun.. sekarang aku sudah mencintaimu, sungguh!" Tegas Huang Ji membela diri.

"Tidak, kau tidak pernah. Kau masih mencintai Kris Hyung" Sergah Sehun dengan perasaan berkecamuk. Bahkan saat kalimat itu terucap olehnya, Separuh jiwanya seolah hancur berkeping-keping. Sulit rasanya menerima kenyataan bahwa gadis yang satu tahun lebih kau cintai tidak pernah tulus membalas cintanya padamu. Sehun sungguh frustasi karna itu. Belum lagi mengenai Luhan yang membuatnya dilema setengah mati.

Gadi bernama Huang Ji itu hanya terdiam dengan tatapan takut, seperti maling yang baru saja kedapatan mencuri.

"Sehun, aku-"

"Karena itu, aku akan memberikanmu kesempatan untuk kembali padanya" Potong Sehun dengan cepat, memberikan tatapan menusuk.

Tak lama setelah Huang Ji memikirkan ucapan Sehun, gadis itu mulai menangis terisak.

"Hiks..mengapa kau semudah itu melepaskanku? Hikss.. apakah aku tidak berarti apa-apa bagimu Sehun?" Bahu Huang Ji bergetar hebat. Namun yang ia dapat adalah sebuah tatapan datar dari Sehun.

"Aku akan memberikanmu waktu untuk memikirkannya" Dan hanya itu jawaban dari Sehun sebelum akhirnya ia berjalan begitu saja melewati tubuh Huang Ji yang bergetar menahan isak tangisnya. Sudah cukup lelah ia menahan semua perasaan kecewanya pada Huang Ji.

Benar, Selama ini dia sudah mengetahui bahwa gadis itu belum bisa mencintainya sepenuh hati. Hanya Kris yang selalu ada dihatinya.

Sejak kecil, Huang Ji memang sudah menyukai Kris dan memuja-mujanya sangat berlebihan.

Tapi, Kris tak pernah membalas perasaan cinta dari Huang Ji, hingga akhirnya Sehun datang membantunya untuk lepas dari semua rasa sakit yang diterimanya dan bahkan menyatakan perasaannya pada Huang Ji dengan janji bahwa ia akan membuat Huang Ji melupakan Kris.

Tapi kenyataannya, dia telah gagal. Karena Huang Ji masih mencintai Kris.

Suatu fakta yang membuat Sehun terpuruk selama satu tahun lamanya.

Dan ini saatnya Sehun menyerah. Karena masih ada cinta yang tulus sedang menunggunya.

.

.

"Hikss...Hikss..." Huang Ji menangis sejadi-jadinya setelah mengingat kembali kejadian saat terakhir kali ia bertemu dengan Sehun.

Suara tangisannya teredam oleh sebuah bantal yang ditumpuknya dengan wajah.

Tak pernah ia bayangkan Sehun akan melepaskannya begitu saja setelah apa yang terjadi antara mereka. Setelah mereka telah banyak melewati kenangan-kenangan indah yang hampir membuatnya lupa pada sosok Kris, tapi saat itu pula Sehun mencampakkannya.

Mengapa disaat diseperti ini?

Huang Ji sungguh tidak mengerti jalan pikiran Sehun.


.

.

Other Place

Sehun terlihat sedang menendang batu kerikil yang berada didepannya saat ini dengan penuh emosi.

Tidak ada orang lain selain dirinya disana. Karena semua orang tahu, saat malam begini, tidak akan ada yang berkunjung ke pantai pinggiran Jeju. Dan lagipula hanya orang tertentu saja yang bisa masuk kesana.

Mobilnya tampak sudah terparkir dilapangan. Kini Sehun fokus pada pemandangan laut yang terhampar luas didepan matanya. Ia sama sekali tidak menikmatinya. Karena pikirannya sedang melayang-layang ke segala arah.

Krekk!

Sehun menendang semakin keras batu yang kedua. Matanya mulai berkaca-kaca saat mengingat kembali semua kejadian yang terjadi hari ini. Sungguh menyedihkan baginya.

Bahkan sampai saat ini hatinya masih menyimpan sejuta rasa sakit didalam sana.

"Kenapa Kris Hyung.. kenapa kau selalu merebut segalanya dariku" Batinnya miris setelah menyadari bahwa selama ini hyungnya itu selalu mendapatkan keinginannya, bahkan selalu dibanggakan oleh ayahnya. Sedangkan dirinya tidak.

Sehun mengepalkan tangannya dengan kuat, menahan rasa yang amat sakit dalam hatinya. Ia bahkan tak peduli lagi dengan hawa dingin yang menusuk hingga ketulang-tulangnya.

.

.

Beberapa menit kemudian..

Rasanya sudah lama juga Sehun berada diluar istana. Sehun memutuskan untuk segera kembali ke istana. Dan saat itu pula sang ayahanda sedang menunggunya diruang tengah.

"Ayah.." Sehun buru-buru membungkukan tubuhnya memberi hormat.

"Duduklah.." Pinta sang ayah dengan suara dingin. Sedangkan sang ibu terlihat duduk diam saja menyaksikan interaksi keduanya .

Sehun segera mematuhi pinta ayahnya dan duduk ditepat dihadapannya.

"Ayah sudah mendengar berita Luhan kecelakaan. Dan kau tahu, karena hal itu acara tunangan kalian akan diundur beberapa minggu setelah Luhan sembuh total"

Sehun menundukan kepalanya lesu. Ayahnya kembali mengingatkannya tentang keadaan Luhan, tentu saja ia jadi merasa sedih.

"Sehun-ah.. hanya satu yang ayah mohon kepadamu"

Sehun memandang wajah ayahnya penasaran. Berharap permohonan ayahnya bukan hal yang tidak diinginkannya karna selama ini Sehun tahu, ayahnya itu selalu memperintahkan sesuatu yang tidak ia sukai. Dan semoga saja kali ini tidak.

"Ayah mohon padamu, jangan pernah mengecewakan ayah" Lanjut ayahnya dengan wajah sangat serius, seolah dalam perkataan itu terkandung makna yang tersirat. Tentu saja Sehun tahu akan hal itu. Dan ia bisa bernafas sedikit lega.

"Aku mengerti ayah" Balas Sehun dengan suara mantap. Kali ini dia benar-benar tidak akan mengecewakan ayahnya lagi. Asalkan itu mengenai Luhan. Ia tak peduli seberapa keras niat Kris ingin menggantikan dirinya, yang pasti Luhan harus tetap memilih dirinya.


.

.

Kris. Pemuda itu masih setia menemani gadis mungil yang tertidur dikasurnya dengan sangat pulas. Meskipun ia sudah tidur, Kris lebih memilih untuk tetap terjaga memandangi setiap lekuk wajah Luhan yang sangat indah dimatanya. Ia tak pernah merasa bosan, justru ia semakin terkagum-kagum dengan wajah bak dewi itu.

"Kau sangat indah Luhan..." Pujinya dengan wajah terkagum-kagum. Tak lupa juga dihiasi oleh senyuman terpesona diwajahnya.

Setiap bagian diwajah Luhan seperti sebuah lukisan baginya. Lihatlah, hidung mancung, bibir cherry, alis tebal, dan bulu mata yang sangat lentik itu mampu membuat Kris tak berkedip selama sepersekian detik lamanya.

"Luhan, aku menyukai-"

"S-Sehun..Se..hun" Suara igauan Luhan berhasil memotong ucapan Kris diakhir kata.

Beberapa detik Kris terdiam penuh keterkejutan. Hatinya tiba-tiba terenyuh sakit, menyadari bahwa selama ini ternyata Luhan sudah menaruh hati pada Sehun. Sudah jelas ia terlambat satu langkah dari adiknya itu.

Kenyataan pahit ini mampu membuat segala rencananya gagal total. Rencana ingin menggantikan posisi Sehun untuk bertunangan dengan Luhan, rencana ingin membahagiakan Luhan, dan memilikinya seutuhnya, semuanya telah sirna begitu saja.

Bagaimana dia bisa menggantikan posisi Sehun jika seperti ini keadaannya?

Cinta bertepuk sebelah tangan. Sekarang Kris sudah tahu bagaimana rasanya. Karena dulu, justru dia yang menolak gadis yang mencintainya.

Lalu, bagaimana pula jika sekarang ia yang ditolak? Sepertinya hukum Karma masih berlaku.

TBCTT^T

Kalian pasti kecewa karna ga ada Hunhan moment disini hehe, maap ye.. chapter berikut bakalan ada kok^_^tapi KrisHan momentnya juga bakalan adaT_T ditunggu aja ne...

Oh iya, Kalau ada yang bingung dengan isi yang gaje dari cerita ini, silahkan tanya di kolom review.

Special thanks to :

Seravin509, KimaHunhan, oh biji7, Zanettalu7, Apink464, nisaramaidah28, HHShip, misslah, SyiSehun, Guest, Arifahohse, ruixi1, ArmyL , Rinarina, Cherry, auliaMRQ, Hunhanpoo, rie16, Hannie222, hunexohan, Nurul706, hunhunrinlu, XiaoXiao, rly, zoldyk, bright16, dozhanghan, cinderbila26.

Dear reviewers, aku selalu mendapat semangat karena membaca review dari kalian! Thanks thanks thankssss!

At last, see yaa next Chap.. meskipun aku sibuk untuk bulan-bulan selanjutnya. aku akan usahain untuk update^_^ byee_HHS.