Balas Review! :D

Honey Sho: Yah, kagak apa-apa dan terima kasih Review-nya! :D

Happy Reading! :D


Sebelumnya di 'The Crazy Summer Camping'...

"Nah, jarak untuk hari ini delapan meter! Sanggup?"

"Chika-kun! Akhirnya lu ngaku juga kalau lu tuh banci!"

"Memangnya boleh kayak gitu, Ta-san?"

"Oke, Bruder! Itu tadi agak sedikit keterlaluan! Tolong efeknya dikurangi sedikit!"

'Sejak kapan si Kambing/Dan/Anko/Ta-san/Køhler-san/Makkun/Mathias jadi gamers?'

"Bisa-bisanya Su-san mabuk pas latihan, tapi kita liat aja dulu!"

"Jiah, gimana caranya coba?"

"Hehehe, gomen ne Bruder!"

"Temme!"


Chapter 6: Window Problem


Di kamar Gerrard...

"Hmmm!" gumam Gerrard di depan jendela kamarnya.

"Hmmm!" gumam Gerrard sambil jungkir balik di depan jendela kamarnya.

"Hmmm!" gumam Gerrard sambil Shuffle Dance di depan jendela kamarnya.

Perasaan Gerrard dari tadi bergumam mulu, deh! Ada apa sih, Ger?

TOK TOK TOK!

"Permisi, Ger-san!" kata Lance sambil masuk ke kamar Gerrard.

"Oh! Silakan masuk, Lance!" perintah Gerrard.

Padahal Lance udah masuk sendiri seenaknya dari tadi. Hah, anak muda zaman sekarang! *Narator digetok Gun Blade.*

"Ada perlu apa, Ger-san?" tanya Lance sesopan mungikn sambil berharap keperluan Gerrard memanggilnya untuk membicarakan training.

Iya, training! Orang udah seminggu ini mereka belum training berburu zombie! Udah gitu, Lance udah berencana mengajak Emil kencan ke Dunia Kapur bareng Rudy (?).

"Kau tahu apa ini?" tanya Gerrard sambil menunjuk jendela kamarnya.

Lance mengikuti arah telunjuk Gerrard yang mengarah ke jendela.

"Iya, saya tau! Tomcat, kan?" jawab Lance watados.

"Benar! Tomcat adalah salah satu serangga hama yang beracun- Eh? Tomcat?"

Gerrard pun langsung muter kepalanya 90 derajat Kelvin (?) ke arah jendela yang dia tunjuk tadi. Ternyata ada Tomcat yang hilir mudik di sekitar situ.

Maklumlah! Orang CSO Dorm dan sekitarnya sedang terkena serangan hama Tomcat sejak kemaren!

"Bukan!" bantah Gerrard agak emosi. "Bukan itu! Perhatikan telunjukku baik-baik!"

Lance memperhatikan lagi jari telunjuk pria itu baik-baik.

"Oh, itu ya? Saya tau! Lonceng anginnya bagus, kan? Kemarin saya sama Emil-san beli di pasar tepat saat penjualnya lagi cuci gudang dan karena yang lainnya kagak ada yang mau, jadi kami pasang di jendela kamarmu!" jawab Lance.

"Yah, bagus juga! Suaranya nenangin hati sih, apalagi- BUKAN! JENDELANYA, LANCE! JENDELANYA! GUE NUNJUK JENDELA KAMAR GUE!" teriak Gerrard emosi tingkat dewa plus terlalu OOC.

Sampai-sampai, penulis fic ini (dengan kata lain Girl-chan) terancam diprotes sama Gerrard Fansclub.

"Oh, itu toh! Maafkan saya, Ger-san! Saya juga tau itu jendela! Memangnya ada apa dengan jendela itu?" tanya Lance watados.

Gerrard pun hanya bisa menghela napas sambil berusaha menenangkan dirinya yang sempat OOC barusan.

"Aku ingin kau melakukan sesuatu terhadap jendela itu!" jawab pria itu datar.

"Sesuatu? Memangnya gue harus ngapain?" tanya Lance sambil mengerutkan keningnya.

"Aku ingin kau memperbaiki jendela itu!" perintah Gerrard.

"Memperbaiki? Memangnya kenapa?" tanya Lance sambil meneliti setiap sudut jendela tersebut.

Ternyata Gerrard bukan mau membahas training mereka. Kecewa to the Max, saudara-saudara! Tapi karena Lance anak yang suka menabung dan tidak sombong (apa hubungannya?), dia terpaksa mengikhlaskan harapannya tersebut.

"Aku beri kau tiga alasan! Alasan pertama, belakangan ini Andre dan Mathias sering berantem di kamarku karena masalah sepele! Saat aku mau menghentikan mereka, mereka malah melompat keluar dari kamarku lewat jendela dan jendelanya pun langsung rusak! Aku ingin jendelanya diperkuat!" jawab Gerrard.

Lance pun langsung sweatdrop mengingat kejadian itu. Maklumi aja! Orang dia salah satu sukarelawan yang membantu menghentikan amukan kedua makhluk sarap tersebut.

"Baiklah!" jawab Lance yang masih sweatdrop sambil memikirkan alasan Gerrard.

"Kedua, meskipun kamar ini cukup besar, tapi jendelanya hanya satu! Kan kagak enak kalau cahaya matahari pagi hanya datang dari satu arah? Karena itu, tolong jendelanya diperbanyak!"

"Baiklah!" jawab Lance sambil menimbang-nimbang Denmark versi kucing (?) di Posyandu terdekat (?).

"Terakhir, model jendelanya udah kagak modis! Apalagi daun jendelanya yang besar itu! Kalau dibuka, angin yang masuk pasti kagak kira-kira! Jadi aku ingin jendelanya dibikin modis dan angin yang masuk tidak terlalu besar!" kata Gerrard mengakhiri pembicaraan.

"Baiklah!" jawab Lance sambil menimbang-nimbang bahan sembako (?).

Saya jadi bingung! Apa Lance itu buruh sembako, ya? *Narator dikejar-kejar Lance Fansgirl.*

"Jadi singkatnya, aku ingin kau merombak jendela kamarku menjadi baru lengkap dengan ventilasi yang baik sehingga udara lancar!" perintah Gerrard.

"Yes, sir!" jawab Lance sambil berjalan pergi.

"Hoy, kau mau kemana?" tanya Gerrard kepada Lance.

"Helow? Gue mau ke gudang buat betulin jendela lu yang udah rusak itu! Masalah buat lu?" jawab Lance yang OOC tingkat dewa.

"Tapi, bukannya arah gudang ke sana?" tanya Gerrard sambil menunjuk arah sebaliknya.

Lance pun langsung cengengesan.

"Hehehe! Saya hanya bercanda, Ger-san!" kata Lance sambil bersiap meninggalkan ruangan tersebut.

Lance pun langsung ke gudang untuk mengambil perkakas untuk membuat jendela baru. Kayu, kaca, paku, palu, gergaji, linggis, dan juga pipa paralon (apa hubungannya pipa paralon dengan pembuatan jendela?).

Sekilas barang-barang yang dibawa Lance membuatnya terkesan seperti kalau dia bakalan ganti profesi menjadi tukang bangunan (?). Untungnya tidak! Daripada manggil tukang buat bikin jendela baru, lebih baik bikin sendiri. Apa kata dunia kalau seorang Lance Stoppersky kagak bisa membuat jendela? Kagak kenapa-kenapa, sih! Tapi nanti Lance beneran jadi tukang bangunan, dong? Oke, deh! Karena isi paragraf ini udah mulai ngaco, kita kembali ke cerita!

TOK! TOK! TOK! BLETAK! AUW!

Lance pun mulai mengerjakan tugas dari sang komandan tercinta (?), sampai-sampai tangannya sempat menjadi korban kerasnya palu. Dengan rambut yang kagak pake helm, tas pinggang buat naruh paku, plus nyempilin paku di mulut.

"Hah, ada-ada aja Ger-san! Kerjaan sepele kayak gini kok gue yang disuruh kerjain?" gerutu Lance kesal.

Dia lupa kalau si Gerrard lagi korslet karena kesamber petir milik Thundy sewaktu dia berantem sama Lukas hanya gara-gara ngomongin sihir dan makhluk gaib.

"Tapi, jendela yang kuat, diperbanyak, modis, dan juga saat dibuka, udara yang masuk tidak berlebihan! Aku pasti bisa, aku kan hebat!" kata Lance yang masih sibuk mukul-mukul palu di atas kayu dengan narsisnya.

Di tengah kesibukan itu, pintu kamar Gerrard pun terbuka. Awalnya, Lance mengira itu adalah Gerrard yang masuk untuk melihat perkembangan kerjaannya sekarang. Tapi, Lance teringat kalau Gerrard seharusnya lagi main badminton sama David Black (?). Terus, yang masuk siapa dong?

"Ransu-kun!"

"Yo, Stoppersky-kun!"

"Góðan dag, vinur minn (Selamat siang, temanku)!"

"God eftermiddag (Selamat siang), Lance!"

Kalau kalian kagak tau, mereka adalah (dari yang paling atas) Ieyasu, Keiji, Emil, dan Mathias. Trio pengganggu datang (kecuali Emil, tentunya)!

"Adha phrlu apha?" tanya Lance ogah-ogahan.

Dia kagak menyadari kalau paku yang ada di mulutnya tertelan pas ngomong tadi.

"Oy, lu ngapain di kamar Gerrard-san?" tanya Ieyasu sambil menghampiri Lance yang batuk-batuk keselek paku. (Bantuin, kek!)

"Ngapain lu?" tanya Keiji dengan nada malas dan tidak peduli dengan Lance yang batuk karena keselek paku yang panjangnya 10 senti lebih.

Emil kagak ngomong apa-apa, tapi dia sibuk memperhatikan Lance yang lagi keselek tersebut. Dia sadar kalau ada yang salah dengan pemuda berambut merah itu. Tapi karena saking pendiamnya, dibiarkannya Lance dengan masalahnya tersebut.

"Hey, buddy! Buat apa, tuh?" tanya Mathias dengan wajah ceria dan semangat 10 November (?) plus dia juga tidak memperdulikan Lance yang lagi sekarat, saudara-saudara!

Lance pun langsung bangkit dari keterpurukannya (?) dan entah kenapa, paku di tenggorokannya pun menghilang secara ajaib.

"Aku sedang membuat jendela baru untuk Ger-san dan kuulangi pertanyaanku, ada perlu apa kalian kemari?" tanya Lance sambil melanjutkan lagi kerjaannya.

"Well, kami sedang bosan dan lagi nyari kerjaan! Makanya itu, kami ingin membantumu membuat jendela untuk Gerrard-san! Lumayan, bosannya bisa hilang!" jawab Ieyasu sambil menepuk punggung Lance.

"Tidak perlu! Kalian lihat saja dengan tenang! Itu sudah cukup membantuku!" Lance pun melanjutkan pekerjaannya lagi dengan cuek bebek.

TOK! TOK! TOK! BLETAK! ADAW!

"Kenapa harus bikin baru lagi? Jendelanya kan masih bagus!" komentar Keiji sambil memperhatikan jendela Gerrard yang sedang dalam proses pembuatan yang baru.

"Ger-san mau jendela yang kuat, modis, dan juga sesuai kebutuhan!" jawab Lance seadanya sambil mengibaskan telapak tangannya yang kena palu (lagi).

TOK! TOK! TOK! PLAK! ADUDUDUH!

"Eh? Modis sekaligus kuat? Gerrard ada-ada aja, ya! Apa kepalanya habis kebentur tiang?" komentar Mathias yang juga lupa dengan kejadian yang melibatkan 'Norge'-nya tercinta.


Di lapangan badminton, Gerrard langsung bersin dengan pose dan suara yang tidak elit di depan David Black. Sementara di halaman belakang asrama, Lukas yang lagi latihan sihir sama Magician Five langsung bersin di tempat yang sukses membuatnya diperhatikan dengan tidak elit oleh Icilcy, Elemy, Thundy, Elwania, dan Flamy. Lha, siapa juga yang ngomongin bocah bersalib itu? Ah, sudahlah! Kita kembali ke Lance dan para makhluk pengganggu tersebut.


"Yah, dia ingin ventilasi dan jendela kamar ini cukup agar sirkulasi udaranya lancar!" jawab Lance sambil mengusap pipi kirinya karena waktu dia kerja, seekor nyamuk dengan kurang asemnya hinggap di wajahnya.

Bermaksud untuk membantunya, Ieyasu pun memukulnya dengan kekuatan yang terlalu berlebihan.

"Begitu, ya? Baiklah, kami akan membantumu!" kata Mathias dengan semangat yang masih sama plus cengiran khas-nya.

"Bukannya sudah kubilang tidak perlu?" tanya Lance mulai membentuk kerangka jendela bikinannya.

"Ventilasi udara yang cukup! Berarti tinggal tambahkan lubang saja yang banyak biar udara yang masuk lebih banyak, kan? Ice! Tembak tembok ini sampai berlubang!" lanjut Mathias ngacangin perkataan Lance.

"Baiklah!" jawab Emil sambil ngeluarin pistolnya.

"Tu-tunggu dulu!" Lance pun mulai merasakan firasat buruk.

"YOSH! Kalau Steilsson-san mau membantu Stoppersky-kun, aku juga ikutan!" balas Keiji yang mendadak semangat Bandung Lautan Api (?).

"Terakhir, aku dan Yasu akan membuat ventilasi berbentuk vertikal dan horizontal di sana-sini!" kata Mathias sambil nyiapin kapaknya diikuti dengan Ieyasu yang nyiapin tombaknya.

"Tung-"

Terlambat, Lance! Hanya untuk urusan ngancurin kayak begitu, kecepatan kinerja Trio (sekarang Quartet) Sarap tersebut meningkat setara dengan kecepatan cahaya.

DOR! DOR! DOR! DHUAR!

DUAK! DUAK! DUAK! BOOM!

Terlambat sudah! Nasi sudah menjadi bubur! Lance pun kewalahan menghadapi keempat temannya tersebut. Kagak apa-apa, Lance! Nothing is perfect! Don't mind, don't mind!


Beberapa jam kemudian...

"Lance!" panggil Gerrard sambil berusaha menahan emosi.

"Iya, Ger-san?" jawab Lance harap-harap cemas.

"Aku memang memintamu membuat ventilasi agar udara yang masuk cukup, tapi..." Background di belakang Gerrard pun berubah menjadi gunung berapi. "KENAPA KAU MALAH MELUBANGI DINDINGNYA?!"

"Maaf, Ger-san! Ini semua-"

"CEPAT BERESKAN SEMUA! INI PERINTAH!"

"Y-yes, sir!"


To Be Continue...


Preview for Chapter 7:

"Lha? Kenapa gue malah dikasih AK-47, coba?"

"Siapa juga yang mau berurusan sama Anko Uzai yang ngamuknya ngalahin keganasan Germany zaman Nazi?"

"Ini salah lu berempat! Gue jadi diomelin Ger-san, goblok!"

"SOMEBODY HELP US! RANSU-KUN NGAMUKNYA NGALAHIN BANTENG MATADOR (?)!"

"GUE MAU NYANYI APA AJA, ASAL JANGAN 'PUKAPUKA VACATION'! APALAGI HARUS BERTIGA SAMA YASU DAN MATHIAS!"

"Stoppersky-san, can you follow me?"

"MAAFKAN KAMI, LANCE/STOPPERSKY-KUN/RANSU-KUN! KAMI KAGAK TAU KALAU SELAMA INI KAMI MEMBUATMU MARAH!"


Review! :D