Sebelumnya mau ngasih tau kalo beagle line itu Chanyeol, Baekhyun, sama Chen ehehe. Selamat membaca!
Setelah kejadian bermaaf-maafan dengan Jongin tempo hari Sehun masih merasakan kalau Jongin masih cuek bebek, tambah cuek bebek malah apalagi setelah dia berjalan-jalan dengan beagle line ke taman bermain. Dia tau kalau dia salah masalahnya dia tidak tau apa salahnya, yang penting dia tau kalau dia yang salah. Sehun memang kelewat tidak peka ya.
Suara pintu kamar yang terbuka menyadarkan Sehun dari lamunannya. Jongin masuk dengan wajah lelah, Sehun mengernyitkan dahinya dia tidak tau kalau Jongin keluar.
"Dari mana?" Tanya Sehun setenang mungkin meski hatinya agak ketar ketir.
"Kamong" Jongin menjawab dengan santai sambil membuka mantelnya.
"Sendiri?"
"Bersama Taemin" Sehun terdiam sejenak. Jongin pergi berdua bersama Taemin tanpa memberi taunya. Sehun mendengus kesal.
"Apa? Cemburu pada Taemin?" Jongin menatap Sehun yang sedang bersila di atas kasur.
"Tidak" Sehun balas menatap Jongin sewot.
"Yasudah" Jongin menggerakan kakinya menuju pintu, tangannya sudah memegang gagang pintu berniat membukanya sebelum sebuah bantal mendarat tepat di belakang kepalanya.
"Ya! Oh Sehun, apa yang kamu lakukan?!" Jongin berbicara dengan nada jengkel lalu melempar balik bantalnya yang teepat mengenai wajah Sehun membuat posisi Sehun berubah menjadi tiduran.
"Kenapa.." Sehun yang tidak berniat untuk kembali duduk menggantungkan kalimatnya.
"Apa yang kenapa?"
"Kenapa tidak memberi tau ku?" Sehun kembali merubah posisinya menjadi duduk sambil menatap Jongin.
"Memberi taumu kalau aku pergi?" Sehun mengangguk.
"Untuk apa?" Sehun kaget mendapat jawaban tidak terduga dari Jongin. Ia menatap Jongin sengit.
"Aku ini kekasihmu hyung!"
"Kamu sendiri tidak pernah memberi tau ku kalau pergi dengan para hyung" Sehun tertegun. Ya, ia memang jarang memberi tau Jongin kalau ia pergi dengan para hyung. Jadi begini rasanya ya, akhirnya setelah berfikir sejenak ia mengerti kenapa Jongin cuek kepadanya.
"Hng.. Maaf.." Sehun menundukan kepalanya sambil menggigit bibrinya. Jongin yang melihatnya hanya menghela nafas lalu keluar dari kamar.
"Huh?" Sehun menatap pintu kamar dengan pandangan tidak percaya. Jongin meninggalkannya begitu saja. Rasanya Sehun ingin ditenggelamkan saja di rawa-rawa.. Err maksudnya ingin menangis, ya rasanya Sehun ingin menangis.
Saat matanya sudah berkaca dengan bibir mencebik dan air matanya sudah hampir keluar pintu kamar kembali terbuka dan tertutup menampilkan Jongin dengan sebuah paper bag kecil di tangannya.
"Jangan menangis, jelek" Jongin memeluk –kepala- Sehun dengan keadaan berdiri sehingga Sehun yang dipeluk dengan keadaan duduk di kasur bisa melingkarkan tangannya di pinggang Jongin dan kepalnya melesak di dada Jongin.
"Maaf" Sehun mengucapkannya dengan suara pelan.
"Iya" Jongin mengelus rambut Sehun sayang.
"Ternyata rasanya seperti ini ya kalau kekasihmu pergi dengan orang lain tanpa bilang-bilang" Sehun mendongak ke atas menatap mata kelam milik Jongin lalu kembali menyembunyikan wajahnya di dada Jongin, "Maaf"
"Iya tidak apa-apa" Jongin berusaha menarik wajah Sehun tapi Sehun kekeuh menyembunyikan wajahnya di dada Jongin membuat Jongin harus menghela nafas. "Hunna, aku membawakan sesuatu untukmu"
Sehun dengan cepat mendongak sambil memperhatikan wajah Jongin. Jongin tersenyum kecil melihat kelakuan lucu kekasihnya, ia mencubit gemas pipi Sehun membuat Sehun mengerucutkan bibirnya sambil mengusap pipi yang Jongin cubit.
"Ini" Jongin menyerahkan paper bag yang tadi dibawanya kepada Sehun dan dengan senang hati Sehun memngambilmnya lalu melihat isinya.
"Bubble tea!" Pekik Sehun senang, ia tanpa basa basi langsung meminum bubble teanya sampai habis. Jongin yang lagi-lagi gemas melihat tingkah Sehun hanya mengusak rambutnya.
"Terimakasih hyung dan maaf, lain kali kalau aku pergi aku akan bilang dulu dan hyung juga kalau mau pergi harus bilang dulu okay!"
"Iya iya" Jongin mecubit kedua pipi Sehun gemas yang dibalas rengekan oleh Sehun. Setelah melepaskan cubitannya Jongin dan Sehun hanya saling menata selama beberapa detik sebelum akhirnya Jongin memajukan wajahnya untuk mengecup bibir Sehun. Dan hari itu dipenuhi dengan Sehun yang bermanja pada Jongin.
END
kamong : cafe punya kakak Jongin.
Halooo, jangan bosen ya ketemu aku 8')
Sebenernya aku bingun maun nulis apa ehehe.. Fic ini gak aku edit ulang sih.. Tapi semoga kalian menikmati fic ini ya!
Oh, buat yang mau nyumbang ide silahkan pm, gak masalah kalau idenya pasaran soalnya meski idenya pasaran setiap penulis bakal menyajikannya dengan cara yang berbeda kan/? dan kalau emang idenya susah dibuat fic pendek bakal aku buat berchapter atau 1s hehe. Jadi jangan sungkan buat menyumbangkan idenya! ps : I won't bite.
Buat yang review, fav, dan follow thankyou so much! Luv.
