Pure
.
.
.
.
Disclaimer : Mereka semua milik Tuhan
Cast : DBSK, BTS, dll
Genre : Drama, School Life, Romance, Friendship, Family, YAOI
Rate : T
Alur suka – suka dan membosankan dan alur chap ini bener - bener lambat, jadi buat yang ga suka silahkan tutup aja #apaancoba?
.
.
.
.
.
.
Usai makan malam itu mereka pulang dengan perasaan tidak menentu apalagi Jaejoong yang tidak mau melihat ke arah Yunho karena wajahnya langsung terasa panas saat menatap Yunho.
Usai membersihkan diri, mereka berdua berbaring seperti malam - malam sebelumnya. Saling memunggungi. Jaejoong jadi ingat tadi dia bertemu Changmin di lantai bawah dan bertanya tentang hari ini.
Changmin hanya menjawabnya baik - baik saja, dia jadi penasaran dengan Kyuhyun. Ingin mengirimkan pesan tapi sudah malam, jadi besok saja dia menelepon Kyuhyun atau dia bisa meminta Kyuhyun untuk datang ke rumah Yunho.
" Hah..." Jaejoong menghela nafasnya
" Belum tidur?"
" Eh?"
Jaejoong membalikkan tubuhnya begitu juga Yunho hingga mereka akhirnya berbaring telentang menatap langit - langit kamar mereka. Tiba - tiba dia memikirkan eomma dan appanya, kenapa dia jadi merindukan kedua orangtuanya?
" Kau belum tidur juga Yun?" Tanya Jaejoong
" Belum mengantuk"
" Mau aku buatkan sesuatu?"
" Tidak usah, kau pasti lelah. Berbaring saja"
" Yun, besok boleh aku mengundang Kyunie kemari?"
" Undang saja, toh besok hari minggu"
" Arasseo"
" Tidurlah sudah malam" Yunho menolehkan kepalanya ke arah Jaejoong
" Tidak bisa tidur"
" Kenapa?"
" Tiba - tiba aku merindukan appa. Apa appa baik - baik saja disana? Apa appa bertemu eomma disana?" Lirih Jaejoong
" Tidurlah"
Yunho memberanikan diri untuk mengangkat tangannya dan mengelus helaian rambut Jaejoong. Jaejoong diam memperhatikan Yunho.
" Appamu pasti sudah bertemu dengan eommamu dan berbincang tentang kerinduan mereka terhadapmu"
" Benarkah?"
Suara Jaejoong makin terdengar lirih, entah karena Yunho mengelus rambutnya atau karena suara Yunho yang menenangkan, Jaejoong merasa mulai mengantuk.
Dalam hati Jaejoong bersyukur bahwa Yunho dan dirinya mengalami kemajuan, buktinya malam ini keduanya namja itu tidak tidur saling memunggungi tapi sama - sama menatap langit - langit kamar dan mengobrol juga saling berbagi. Tapi, ngomong - ngomong soal berbagi...
Namun Jaejoong teringat sesuatu hingga ia membuka kembali matanya namun terlihat sayu.
" Yun..." Panggil Jaejoong dengan suaranya yang sudah mengantuk
" Hum?"
" Bisakah Ahra pindah ke kelas VIP?"
" Kenapa?" Yunho mengerutkan keningnya
" Hmm... Itu... Kami kan sudah pisah rumah, dia kesepian. Hanya di sekolah kami bertemu"
Yunho menangkap sesuatu yang ganjil dari ucapan Jaejoong namun dia hanya diam saja. Tangannya masih mengelus rambut Jaejoong namun pikirannya sekarang menuju keluarga Go. Lebih baik dia ceritakan hal ini pada sang eomma terlebih dahulu.
" Aku akan pikirkan, tidurlah"
Dan itu ucapan terakhir Yunho yang Jaejoong dengar malam itu.
.
.
.
.
.
~ Hari Libur ~
.
.
.
.
.
.
Jaejoong mengunyah sarapannya dengan wajah semerah tomat, sesekali melirik ke arah Namjoon yang makan dengan tenang. Disampingnya Jungkook berceloteh dengan riang dan Changmin hanya diam.
" Kenapa Joongie ah? Apa sarapannya tidak sesuai dengan lidahmu hari ini?" Tanya Mrs. Jung
" Eh, aniya. Ini enak eomonim" Jawab Jaejoong kemudian mengembangkan senyumnya
Sebenarnya Jaejoong merasa merona karena tadi pagi saat bangun tidur, wajah polos milik Yunho menyambutnya. Mereka tidak berpelukan hanya saja wajah mereka saling berhadapan dan membuat jantung Jaejoong berdebar halus merasakan sesuatu yang menggelitik namun menyenangkan. Dan akhirnya dia bangun tanpa menatap sampai sekarang.
" Kyuhyun jadi kemari?"
" Uhuk!"
Pertanyaan Yunho membuat Changmin yang sedang makan tersedak makanannya dan dengan perhatian Jungkook mengelus punggung Changmin dan memberikan minum pada hyung-nya itu.
" Pelan – pelan saja Min makannya" Ucap Jaejoong
" M-mau apa namja itu kemari?" Tanya Changmin
" Menemani Jaejoong liburan di rumah hari ini" Jawab Yunho
" Waaaahhh... Kalau kalian bermain, aku ikut ya hyung!" Ucap Jungkook senang
" Ne" Ucap Jaejoong pada Jungkook tanpa melihat Changmin yang mengeluarkan keringat dingin pada pelipisnya, gugup
.
.
.
.
.
Usai makan siang, Yunho meminta supirnya untuk menjemput Kyuhyun di rumahnya. Yunho tidak mungkin membiarkan Kyuhyun ke mansionnya begitu saja, ini karena Jaejoong yang mengundang jadi dia meminta supir untuk menjemput Kyuhyun.
Dan dalam waktu empat puluh lima menit Kyuhyun sampai di mansion dan disambut gembira oleh keluarga Jung kecuali Changmin yang ada di dalam kamarnya.
" Ayo ke ruang santai Kyu" Ucap Jaejoong kemudian menggandeng Kyuhyun ke lantai dua menuju ruang santai yang ada di lantai itu
" Aigo... Mereka berdua menggemaskan ya" Ucap Mrs. Jung
" Ya" Jawab Yunho singkat
" Lalu Yun, soal Ahra" Ucap Mrs. Jung
" Ya?"
" Kookie ah, mainlah ke atas temani Changmin ne?" Mr. Jung usap pelan helaian rambut anak bungsunya
" Ugh..."
" Ne?"
" Arasseo"
Setelah berhasil membuat Jungkook untuk merusuh di kamar Changmin, kedua orangtua Yunho menatap Yunho.
" Eomma rasa kau tahu apa yang harus kau lakukan Yun" Ucap Mrs. Jung
" Ya, aku hanya meminta izin dulu pada eomma dan appa"
" Hum begitu... Ya sudah, lakukan saja"
" Tidak apa – apa?"
" Asal tidak menyakiti Joongie tidak apa – apa"
" Kau harus menjaganya ya" Ucap Mr. Jung
" Aku tahu appa"
" Ah~ Kalian kan sekamar apa sudah melakukan yang iya – iya?" Tanya eommanya sembali menaik turunkan alisnya, mesum
" Kami tidak melakukannya eomma"
" Belum Yun" Timpal Mr. Jung
" Kenapa?" Tanya Mrs. Jung
" Eomma pikir berapa umur kami sampai melakukan hal itu?"
" Kau kan sudah menikah dengannya"
" Belum eomma... Belum saatnya" Ucap Yunho pelan
" Pelan – pelan saja Yun"
" Hum"
" Ish, kalian berdua ini benar – benar mirip" Mrs. Jung mengerucutkan bibirnya
sementara itu, Jaejoong membawa Kyuhyun duduk dikarpet berbulu di ruangan itu, memang ada sofa tapi keduanya lebih merasa nyaman duduk di karpet bulu halus itu.
" Jadi, apa yang terjadi kemarin? Kenapa Changmin terlihat berbeda hari ini Kyu?" Tanya Jaejoong
" Eh? Ka-kami tidak..."
BLUSH
Wajah Kyuhyun memerah hanya karena mengingat apa yang terjadi kemarin, bisa tidak Jaejoong tidak menanyakan hal itu?
" Omo! Wajahmu memerah Kyu! Ada apa?" Tanya Jaejoong
" Hyu-hyung... Aku..."
" Hahahahaha... Kenapa memerah begitu?"
" Hyung!"
Kyuhyun yang kesal memukul – mukul lengan Jaejoong sampai namja itu terbaring namun tidak menghentikan tawanya. Melihat Kyuhyun seperti ini benar – benar menyenangkan!
" Omo? Apa aku melewatkan sesuatu?"
SRETTT
Jaejoong dan Kyuhyun menoleh, mereka mendapati Junsu berdiri di depan ruangan dengan senyum lebarnya. Kyuhyun membantu Jaejoong untuk duduk dan Jaejoong menyapa Junsu dengan riang sedangkan Kyuhyun berdiri dan menyapa Junsu dengan sopan.
" Aigo... Kenapa kau sopan sekali Kyu?" Ucap Junsu kemudian berjalan mendekati kedua namja itu dan ikut duduk disana
Kyuhyun tersenyum canggung dan kembali duduk disamping Jaejoong yang masih mengembangkan senyum manisnya hingga membuat Junsu gemas sekali.
" Kalian sedang apa tadi? Apa aku mengganggu?" Tanya Junsu
" Ani, aku hanya ingin tahu apa yang dilakukan Kyunie dan Minnie kemarin tapi wajah Kyunie malah memerah" Jawab Jaejoong
" Mwo?" Junsu menaikkan salah satu alisnya sembari menatap Kyuhyun yang wajahnya mulai merona kembali
" Aku juga penasaran dengan foto yang dikirimkan kalian pada Yunho, aku ingin lihat tapi Yunho tidak memperbolehkannya. Aku mau lihat Kyu"
" Foto?"
" Iya, kemarin kami meninggalkan mereka di taman hiburan dan Yunho meminta Kyuhyun mengirimkan foto padanya setiap jam"
" Oh... Begitu" Junsu menganggukkan kepalanya
" Hyuuunggg~~ Aku yang meminta pada Yunho hyung untuk tidak memperlihatkan fotonya padamu" Ucap Kyuhyun
" Kenapa?"
" Aku malu, kau pasti akan mengolokku dan memberitahukannya langsung pada Hoseok hyung yang menyebalkan itu" Kyuhyun mengerucutkan bibirnya
" Hahahahaha, aku tidak seperti itu. Ceritakan ne?" Ucap Jaejoong penuh harap
" Hyung..." Kyuhyun menggigit bibir bawahnya
" Ayolah, Suie juga mau dengar, kan?" Jaejoong menoleh dan menatap Junsu untuk mendapatkan jawaban
" Tentu, aku ingin tahu apa yang dilakukan si evil itu" Ucap Junsu
" Hah..."
Kyuhyun menghembuskan nafasnya, sepertinya memang dia tidak bisa lari dari ini semua. Harusnya dia menolak saja ajakan Jaejoong kemarin malam untuk datang menemaninya dihari libur!
" Ayo Kyu~~"
" Aish, nee! Jadi..."
.
.
.
- FLASHBACK ON -
.
.
" Apa yang akan kita lakukan tujuh jam ini?" Tanya Kyuhyun sedikit takut karena aura Changmin sangat amat tidak bersahabat dengannya
" Menurutmu?"
" Main saja bagaimana?" Tanya Kyuhyun sembari melihat sekitarnya dengan kagum, ini kali kedua dia datang kemari
" Kau baru pertama kali datang kemari?"
" Ani" Jawab Kyuhyun tanpa menatap Changmin, matanya masih melihat sekeliling " Kedua kalinya, saat pertama kalinya aku pergi berdua dengan hyungku usai kedua orangtua kami menikah"
Changmin menaikkan salah satu alisnya saat mendengar jawaban Kyuhyun, dia memang tahu Kyuhyun memiliki hyung tiri tapi tidak tahu hubungan mereka sangat dekat? Atau hanya perasaannya saja?
" Masa seumur hidupmu baru dua kali kemari" Ejek Changmin
" Memang kenapa?" Kyuhyun menatap Changmin " Hidupku dan dirimu berbeda, kami tidak bisa membiarkan uang kami habis hanya untuk bersenang – senang, aku bukan orang kaya sepertimu" Lanjut Kyuhyun dengan nada datar dan itu membuat Changmin terdiam
" Terserahlah, ayo"
Changmin berjalan terlebih dahulu, dia melihat sekitar dan memikirkan apa yang akan mereka naiki terlebih dahulu. Inginnya sih pergi jauh dari namja bernama Kyuhyun itu tapi dia tidak bisa melakukannya karena peraturan yang diterapkan oleh hyungnya tadi pagi.
" Kau mau naik apa?" Tanya Changmin, dia menoleh dan mendapati Kyuhyun belum juga bergerak dari tempatnya
" …."
" Cepat!"
" Roller coaster" Jawab Kyuhyun masih dengan nada datar, kesal sebenarnya
" Oke"
Kyuhyun menggerutu, ugh... Namja kaya memang menyebalkan tapi kenapa Yunho tidak seperti itu? Jaejoong sangat beruntung mendapatkan pangeran seperti Yunho, begitu pikir Kyuhyun.
.
.
.
Changmin tidak tahu jika Kyuhyun sangat menikmati semua wahana menegangkan yang ada di taman hiburan. Dia tidak melihat raut wajah ketakutan dari wajah Kyuhyun yang ada wajah gembira dan senyuman lebar.
Dan hal yang dibenci Changmin adalah saat waktunya mereka berfoto bersama, apa maksud hyungnya melakukan hal ini?
Untuk foto jam pertama mereka berdiri berjauhan, kedua usai menaiki roller coaster mereka sedikit lebih dekat, dan yang ketiga diambil saat ini, saat mereka sedang makan. Changmin dan Kyuhyun duduk bersebelahan dan Kyuhyun menerima pesan dari Yunho yang ingin melihat menu makan siang mereka.
Dan sebuah pesan datang, dari Yunho. Dia ingin Kyuhyun menambah menu makan siang mereka karena tahu bagaimana nafsu makan Changmin.
Kyuhyun menurut saja dan dia benar – benar seakan melihat monster berbadan kurus tengah makan semua makanan yang ada di meja dengan rakus. Kyuhyun terkikik melihatnya dan mengambil foto diam – diam kemudian mengirimkannya pada Yunho.
" Sudah?"
" Hum..." Kyuhyun menganggukkan kepalanya " Foto dulu Changmin sshi"
" Hum"
Kali ini saat berfoto Kyuhyun mengingat bagaimana pipi gembul Changmin yang sedang mengunyah makanan hingga dia tersenyum saat difoto dan itu membuat Changmin mengerutkan keningnya bingung.
" Kenapa?" Tanya Changmin
" Ani" Jawab Kyuhyun cepat
" Sudah ayo"
Jam – jam berikutnya mereka sudah tidak kaku seperti saat awal datang, tidak dekat ataupun mengobrol, kebanyakan Changmin mengejek tubuh kurus Kyuhyun dan diakhiri dengan tertawa berdua. Rasanya menyenangkan juga.
" Bandonya lucu" Gumam Kyuhyun saat melihat bando telinga kucing berwarna putih
" Beli saja"
" Tapi..." Kyuhyun menggigit bibir bawahnya
" Bukannya hyung memberikan uang untuk membeli suvernir? Beli saja atau dia akan marah karena uangnya tidak digunakan"
" Be-benarkah? Tapi... Kau juga pakai ya?"
" Mwo? Tidak! Mana mau aku pakai bando seperti itu!"
" Tapi yang warna coklat cocok untukmu"
" Eoh? Kau gila?!"
Jungkook mundur satu langkah, cukup takut juga melihat Changmin marah. Dia ingin bando itu tapi tidak mau memakainya sendirian. Kalau ada Hoseok pasti namja itu mau pakai bando itu bersamanya.
' Apa belikan untuk Hoseok hyung saja? Dia pasti sangat senang!' Batin Kyuhyun kemudian dia menganggukkan kepalanya
" Ya sudah" Lirih Kyuhyun kemudian membawa dua bando yang disukainya ke meja kasir
" Kau tidak akan memaksaku memakainya bukan?"
" Kan kau bilang tidak mau, aku beli untuk hyungku saja. Dia pasti senang memakainya bersamaku" Jawab Kyuhyun sembari menerima sebuah paper bag yang diberikan oleh kasir
Kyuhyun keluar dari rumah suvernir itu diikuti Changmin yang menatapnya datar.
' Apa – apa semua tentang hyungnya! Apa hebatnya sih hyung Kyuhyun sampai namja itu selalu ingat padanya?'
" Yeobosseo"
Selagi sibuk dengan pemikirannya, Kyuhyun mendapatkan sebuah panggilan telepon. Changmin berjalan lebih cepat ke arah Kyuhyun karena dia ingin tahu siapa yang menelepon namja itu.
" Ne hyung, aku senang. Ah! Aku belikan hyung bando kucing! Nanti kita pakai bersama ya hyung"
"..."
" Jinjja? Janji ya!"
Changmin berdecih, sebal melihat kelakuan Kyuhyun yang menurutnya berlebihan. Dengan segera dia mengambil paper bag itu dari tangan Kyuhyun hingga namja itu menatap Changmin bingung. Changmin tidak memperdulikan Kyuhyun dan mengeluarkan isinya, dia memakaikan bando telinga kucing berwarna putih pada Kyuhyun dengan asal dan bando yang satu lagi di kepalanya. Kemudian dia berjalan mendahului Kyuhyun yang masih terdiam ditempatnya menatap punggung Changmin dengan bingung.
" Kyu? Kyunie?"
" Ah ne hyung. Aku tutup teleponnya ya"
" Ne, cepat pulang yaa~~~"
" Hum"
Kyuhyun mematikan sambungan teleponnya dan berjalan menyusul Changmin, dia memperhatikan Changmin dari samping. Tuh kan benar, bando telinga kucing berwarna coklat itu sungguh cocok dipakai oleh Changmin.
" Apa?" Tanya Changmin datar
" A-aniya" Jawab Kyuhyun
" Sudah mulai sore, mau naik apa lagi?"
" Hmmm" Kyuhyun melihat sekitarnya " Merry Go Round?"
" Mwo?"
" Ayo kesana!"
Kyuhyun berlari ke arah wahana yang dia mau dan secara tidak sadar Changmin terkekeh melihatnya. Kyuhyun yang penuh dengan senyuman itu... Memberikan sebuah dampak besar untuk hatinya.
" Ayo cepat kemari!" Pekik Kyuhyun dan Changmin menghampirinya dengan malas
Sesi foto selanjutnya adalah di atas kuda yang mereka naiki, Kyuhyun tersenyum pada layar kamera dan Changmin hanya menatap kamera itu dengan wajah malasnya.
" Rumah hantu" Ucap Changmin saat mereka baru saja turun dari Merry Go Round
" Tidak" Jawab Kyuhyun dengan cepat
" Hanya ini dan bianglala yang belum kita naiki hari ini"
" Bianglala saja"
" Rumah hantu"
" Tidak"
" Bilang saja kau takut"
" A-ak-aku tidak takut!"
" Kalau begitu ayo!"
GREP
Changmin memegang lengan Kyuhyun dan menarik namja itu untuk masuk ke dalam rumah hantu, Kyuhyun menengguk ludahnya kasar. Tidak... Rumah hantu itu mimpi buruk untuknya. Tapi dia tidak mau terlihat seperti seorang penakut di depan Changmin. Ottokeh, Kyuhyun bingung...
" WAAA!"
Kyuhyun berteriak saat mereka masuk ke dalam rumah hantu dan melihat seorang hantu mendekat ke arahnya. Tentu itu membuat Changmin terbahak melihat Kyuhyun ketakutan, akhirnya dia tahu apa yang ditakuti namja itu.
" Andweeeee!" Pekik Kyuhyun
" Katanya tidak takut?" Goda Changmin
" Tap-tap-tapii"
" Ayo"
Kyuhyun tidak bisa membalas saat dia merasakan Changmin menggandeng tangannya, sebuah kehangatan langsung menjalar ke seluruh bagian tubuhnya. Padahal Changmin hanya menggenggam tangannya untuk masuk ke dalam rumah hantu. TUNGGU! RUMAH HANTU?!
" Waaaaaaaa!" Kyuhyun terpekik saat melihat sesesok hantu perumpuan berambut panjang
Tangannya gemetaran dan matanya mulai berair, tidak... Dia dan Hoseok sama penakutnya dalam hal seperti ini! Tapi Hyungnya pasti akan melindunginya bukan menyeretnya makin ke dalam dan tertawa karena dia ketakutan.
" Hiks..."
Changmin menghentikan langkahnya saat mendengar sebuah isakan. Dia menoleh ke belakang, Kyuhyun menundukkan kepalanya dan bahunya bergetar. Oh tidak, apa yang sudah dia lakukan!
" Kyu?"
" Hiks... Aku takut... Hiks... Hoseok hyung"
TWICTH
Rasanya empat buah siku – siku muncul di atas kepala Changmin saat Kyuhyun memanggil namanya hyungnya itu. Benar – benar menyebalkan!
" Hiks..."
Tapi setelah mendengar tangisan Kyuhyun, Changmin mendekat dan memeluk namja itu. Mengelus punggung namja itu dengan pelan dan Kyuhyun meremas kaos bagian depan milik Changmin.
" Hiks..."
" Shh... Tenanglah, aku disini"
" Aku takut... Tolong... Hiks... Tolong keluarkan aku dari sini"
Ingin rasanya Changmin mengatakan bahwa siapa yang suruh tadi Kyuhyun sok berani tapi dia tidak mau namja itu makin sesenggukkan jadi akhirnya dia mengalah saja.
" Iya kita keluar. Ayo" Ucap Changmin lembut
Kyuhyun menjauhkan wajahnya dari pelukan Changmin, dia tidak salah dengar bukan? Kenapa suara Changmin terdengar sangat lembut barusan? Perlahan dia mendongak dan melihat Changmin tengah menatapnya sangat lekat dan dekat.
Kyuhyun baru sadar bahwa mata Changmin sangat tegas dan indah, hidungnya mancung pas sekali pada wajahnya yang manly. Bibirnya... Ugh... Bagaimana Kyuhyun mendeskripsikannya? Bibirnya benar – benar... Sexy...
" Ak-aku..."
"..."
" HUUWWAAAAAA!" Kyuhyun kembali memeluk Changmin saat melihat sosok hantu di belakang Changmin dan membuat Changmin mendesah lelah, telinganya juga sakit mendengar Kyuhyun berteriak sejak tadi
Tidak terasa hari sudah sore dan mereka memutuskan untuk menaiki wahana terakhir yang tumben sekali antriannya tidak panjang, bianglala. Terdengar romantis bagi sepasang kekasih tapi... Ingat... Kyuhyun dan Changmin bukanlah sepasang kekasih jadi mereka cukup canggung juga di dalam wahana itu dan mereka hanya berdua!
" Hmmm... Changmin sshi... Terima kasih untuk hari ini walaupun tadi... Ughhh" Ucap Kyuhyun namun terhenti dibelakang kalimatnya karena mengingat insiden di rumah hantu
" Hum" Sedikit sebal juga karena setelah satu hari mereka melwati hari ini Kyuhyun baru memanggil namanya, itu pun masih dengan embel – embel 'sshi'
" Whooaaaa!" Kyuhyun terpekik senang saat bianglala yang mereka naiki hampir mencapai puncak
" Norak"
" Memang tidak boleh? Oh ya! Sudah waktunya foto"
" Ya sudah"
" Tapi kalau berhadapan sulit mengambil fotonya"
" Lalu?"
" Kau... Duduk disampingku?"
" Tidak"
" Lalu? Aku duduk disampingmu?"
" Terserah"
Kyuhyun tersenyum tipis, dia kemudian pindah ke samping Changmin dan membuka aplikasi chat yang dia gunakan untuk mengirimkan foto mereka seharian ini.
" Gelap, kau yang pegang ya?"
" Tidak mau"
" Hah... Ya sudah"
Kyuhyun mencoba mengambil foto tapi hasilnya tidak bagus, Changmin yang meliriknya jadi kesal sendiri. Dia mencoba merebut ponsel itu dari tangan Kyuhyun tapi Kyuhyun menahannya dengan mengatakan dia mendapatkan angle yang bagus.
" Aku saja" Ucap Changmin
" Tidak, aku saja" Kyuhyun menarik kembali ponselnya
" Ish, katamu tidak ada cahaya jika di ambil dari sana"
" Tidak, aku bisa"
" Kau tidak bisa"
" Bisa"
" Tidak"
Srreetttt
Sreeettttt
TAP
TAP
Sreetttttt
CUP
SENT
" Omo!"
Kyuhyun menjauhkan tubuhnya, dia langsung pindah ke tempat duduk awalnya dan mencerna apa yang baru saja terjadi. Tadi mereka berebut untuk mengambil foto, saling tarik menarik ponsel dan tanpa mereka duga bianglala yang mereka naiki berhenti tempat di puncaknya, mereka tersentak kaget karena wahana berhenti dan gerakan mereka membuat bibir mereka berdua menempel. Dan... foto itu terkirim, atau tidak?
" Fo-fo-fo-fotonya terkirim?"
" ….."
SRETT
Kyuhyun mengambil ponsel yang masih dipegang erat oleh Changmin, terkirim. Kyuhyun menhela nafasnya. Bagaimana ini?
TING
'From : Yunho hyung
Hyung tidak tahu kalian sangat dekat seperti itu?'
" Ba-bagaimana ini? Yunho hyung sepertinya salah paham"
Changmin mengambil ponsel Kyuhyun dengan wajah merah terbakar. Astaga... Dia melihat chat yang dikirim hyungnya untuk mereka. Lama menatap datar ponselnya akhirnya Changmin menatap Kyuhyun yang tengah menggigiti jarinya.
Bukan hanya Kyuhyun yang terkejut tapi dirinya juga terkejut! Itu tadi adalah ciuman pertamanya! Dan Kyuhyun merebutnya! Bagaimana ini? Dia merasa jantungnya berlompatan dengan sangat riang dalam tubuhnya, wajahnya terasa panas. Sangat panas!
Tapi saat melihat Kyuhyun, wajah namja berambut ikal itu sangat merah dan terlihat lucu karena dia terus saja menggerutu.
" Yak! Kenapa kau merebut ponselnya tiba – tiba begitu?! Lihat apa yang terjadikan!" Pekik Changmin
" M-mwo? Ak-ak-aku juga tidak tahu!" Kyuhyun menepuki pipinya " Hyung ottokeh?" Lirihnya
" Kenapa semua yang kau lakukan selalu ingat hyungmu eoh? Dasar brother complex!"
" Mwo? Aku tidak seperti itu! Memang tidak boleh mengingat hyungku?!"
" Terserah!"
Akhirnya dalam keadaan canggung mereka duduk diam di dalam mobil yang membawa mereka menuju rumah Kyuhyun. Dan tanpa kata – kata apapun Kyuhyun masuk ke dalam rumah membiarkan Changmin yang masih membayangkan apa yang terjadi di dalam bianglala.
.
.
- FLASHBACK OFF -
.
.
Jaejoong tidak bisa menahan senyumnya sepanjang Kyuhyun bercerita, baginya cerita Kyuhyun sangat menggemaskan. Apa lagi hal yang dilakukan Changmin padanya! Begitu juga Junsu yang malah terbahak saat Kyuhyun bercerita sembari memperlihatkan foto – fotonya pada mereka dan dengan malu – malu Kyuhyun memperlihatkan foto dimana dia dan Changmin tidak sengaja berciuman.
" Astaga Kyuuuu... Ini imut sekali"
Jaejoong merebut ponsel Kyuhyun dan memperhatikan foto itu bersama Junsu yang berteriak – teriak tidak jelas. Dasar uke...
" Hyuungg~~~ Kembalikan~~~ Ihh..."
" Hahahahaha, ini bagus sekali. Lalu perasaanmu bagaimana Kyu?" Tanya Junsu
" Apa?" Kyuhyun mengerucutkan keningnya bingung
" Tentang kejadian ini"
" Hah..." Kyuhyun mengambil ponselnya kembali " Changmin sshi membenciku hyung dan dia pasti tambah membenciku karena hal ini. Padahal aku tidak mau dia membenciku"
" Kenapa?"
" Aku tidak mau punya musuh"
" Tidak ada alasan lain?"
" Hum?"
" Yah... Misalnya kau tidak mau dia membencimu karena kau menyukainya mungkin?" Tanya Junsu iseng, matanya melirik ke arah pintu yang terbuka sedikit
Bukan hanya Kyuhyun yang membulatkan matanya tapi juga Jaejoong yang kaget dengan pertanyaan Junsu. Kyuhyun menyukai Changmin?
" Ti-tidak hyung tidak!" Kyuhyun mengibaskan kedua tangannya ke kanan dan ke kiri
" Tidak? Kenapa?"
" Aku... Aku tidak seperti itu hyung, aku bahkan tidak berani memikirkan hal itu"
" Kenapa?"
" Fokusku belajar dan mengejar beasiswa yang aku inginkan. Lagipula... Changmin sshi... Terlalu jauh untukku" Lirih Kyuhyun
Junsu tersenyum, dia menepuk pundak Kyuhyun dan membuat namja itu nyaman. Sayang sekali Kyuhyun berkata seperti itu. Pasti Changmin yang sejak tadi menguping mendengarnya tapi namja itu pasti kabur sebelum Kyuhyun menjelaskan alasannya.
" Berarti kau ada rasa pada Changmin?"
Pertanyaan polos yang keluar dari bibir Jaejoong membuat wajah Kyuhyun memerah, bohong saja dia tidak menyadarinya. Setelah kejadian Kyuhyun menginap di mansion keluarga Jung, jantungnya selalu berdebar halus saat melihat Changmin tapi dia tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya sampai dia menceritakan hal itu pada hyungnya.
Hyungnya sampai bingung menjelaskan hal seperti itu pada Kyuhyun yang terbilang cukup polos dan akhirnya Kyuhyun mengerti apa yang terjadi pada dirinya. Apa lagi karena kejadian kemarin Kyuhyun sampai tidak bisa tidur karenanya. Ugh...
" Changmin pasti tidak membencimu Kyu" Ucap Jaejoong dengan lembut
" Semoga saja" Lirih Kyuhyun
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jaejoong mengedipkan matanya berkali – kali saat melihat sebuah sofa yang terlihat sagat nyaman ada di dalam kamarnya, tepatnya tidak jauh dari dari tempat tidurnya. Dia beranjak ke kamar karena ingin mengambil pakaian untuk Kyuhyun dan Junsu berenang.
Usai berbincang, Jaejoong dan Junsu mengajak Kyuhyun berenang di kolam yang ada dibelakang mansion Jung bersama Jungkook juga.
CEKLEK
Pintu kamar terbuka dan Yunho masuk ke dalam kamar, Jaejoong mengalihkan pandangannya pada Yunho dan mengerutkan keningnya dan hal itu membuat Yunho bingung.
" Kenapa?" Tanya Yunho
" Kenapa sofa itu ada di sini?"
" Aku yang membelinya"
" Untuk?"
" Aku perhatikan akhir – akhir ini kau sering menghabiskan waktu di ruang santai untuk membaca buku dan ketiduran disana. Aku membeli sofa agar kau tidak perlu membaca disana dan bisa membaca dengan nyaman disini"
" Eh?"
" Kenapa? Tidak suka?"
" Bukan begitu, apa tidak apa – apa?"
" Tentu, kau suka?"
Jaejoong tersenyum kemudian mengangguk.
" Terima kasih Yun" Ucap Jaejoong
" Ya, kalian akan berenang?"
" Iya, aku kemari untuk meminjamkan pakaian untuk Kyuhyun dan Junsu"
" Oh... Junsu tidak usah"
" Kenapa?"
" Dia menaruh beberapa pakaian di kamar tamu, kadang dia kemari untuk berenang bersama Jungkook dan Changmin"
Jaejoong menganggukkan kepalanya kemudian dia mengambil sebuah kaos dan boxer, Kyuhyun dan dia ukurannya sama atau tidak ya? Sepertinya sama.
Usai mengambil pakaian ganti, Jaejoong berjalan kearah Yunho yang masih memperhatikan gerak – geriknya. Dengan kecepatan kilat dia menarik Yunho untuk menunduk dan mencium pipi Yunho.
" Terima kasih" Ucapnya cepat kemudian berlari meninggalkan Yunho yang membatu
Yunho menyentuh pipi kanannya yang baru saja dicium oleh Jaejoong, dia tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya.
" Menggemaskan"
.
.
.
.
" Kyu, pakai ini saja"
Jaejoong baru saja sampai di pinggir kolam dan melihat Junsu sudah mengganti pakaiannya, ternyata Junsu memang punya beberapa pakaian yang ditinggal di mansion Jung. Jaejoong menyodorkan pakaian yang dibawanya pada Kyuhyun. Kyuhyun menerimanya dan berlari menuju kamar mandi yang ada dekat kolam.
TAP
TAP
TAP
TAP
Jaejoong dan Junsu tersenyum kala dua kakak adik Jung datang menghampiri mereka, Yunho dan Changmin. Sedangkan Jungkook sudah bermain di dalam kolam sejak tadi.
" Mau berenang juga Min?" Tanya Jaejoong
" Hanya main air bersama Jungkook" Jawab Changmin
" Kau juga Yun?"
" Hanya ingin duduk dipinggir saja"
Yunho kemudian duduk disamping Jaejoong yang duduk di gazebo sedangkan Junsu berdiri dan menarik Changmin untuk main bersamanya. Meninggalkan Jaejoong yang menatap canggung pada Yunho.
" Tidak ikut berenang?"
" Kau meledekku atau bagaimana?" Jaejoong mengerucutkan bibirnya, apa Yunho lupa dia tidak bisa berenang?
" Yah... Main air saja"
" Tidak, aku takut tenggelam"
" Waktu itu kau mau main di dalam air"
" Itu karena ada kau disana"
" Eh?"
" K-kau ada disana dan aku merasa aman" Jawab Jaejoong dengan malu – malu
Yunho tersenyum, tangannya terangkat untuk menepuk puncak kepala Jaejoong dan mengelusnya berulang. Hal itu membuat Jaejoong perlahan makin menempel pada Yunho, sedang ingin dimanja eoh?
" Hyung? Celananya pendek sekali"
Suara itu menginterupsi kegiatan Jaejoong dan Yunho, di depan mereka berdiri Kyuhyun yang memakai kaos hitam serta boxer warna serupa hanya saja tertutupi kaosnya itu. Kulit putih nan mulus Kyuhyun terpampang sangat jelas dan membuat seseorang di dalam kolam terpaku memandang Kyuhyun bahkan sejak namja itu keluar dari kamar mandi.
" Cocok Kyu" Ucap Jaejoong
" Pendek~~"
" Tidak, kau kan mau berenang"
" Ng..."
Sementara itu Junsu terkikik tanpa suara bersama dengan Jungkook saat melihat Changmin dalam mode membatunya. Dengan penuh semangat Junsu melempar bola pantai yang sejak tadi mereka mainkan ke kepala Changmin.
" Aww! YAK! HYUNG!" Pekik Changmin
" Salahmu sendiri membatu melihat kulit mulus Kyunie"
" Sejak kapan kau memanggilnya begitu?"
" Sejak aku dan dia dekat lah..." Ucap Junsu kemudian tersenyum sinis pada Changmin
" Ish"
" KYU~~~ Kemari! Main bersama kami!"
Kyuhyun tersentak mendengar suara Junsu, dia membalikkan tubuhnya dan melihat Junsu melambaikan tanganya dengan semangat bersama Jungkook. Tapi, di kolam itu ada Changmin, bagaimana ini? Wajahnya memerah karena setiap melihat Changmin dia teringat kejadian kemarin di atas bianglala.
" Sana Kyu, main" Ucap Jaejoong
" Hyu-hyung"
" Minnie tidak akan menggigit kok"
" Hyuungg!" Kyuhyun merajuk
Junsu naik dari kolam renang dan berjalan menuju Kyuhyun, dia menarik paksa Kyuhyun untuk bermain bola pantai dalam air bersama yang lain. Dan dengan pintarnya Junsu membuat Kyuhyun satu tim dengan Changmin dan dirinya satu tim dengan Jungkook.
DRRTTT... DRRRTTT...
Jaejoong menoleh, mendapati ponsel Kyuhyun berbunyi. Sebuah panggilan masuk dari Hoseok, kakak Kyuhyun. Jaejoong terkekeh melihat foto id penelepon dimana Kyuhyun dan Hoseok memakai bando telinga kucing, sepertinya bando itu yang diceritakan oleh Kyuhyun kemarin.
" KYU! Hoseok menelepon"
" Eh?"
Kyuhyun menghentikan gerakannya yang sedang mengejar bola pantai, Changmin menaikkan salah satu alisnya.
" Aku tidak mau kalah" Ucap Changmin datar
" Ugh" Kyuhyun mengerucutkan bibirnya " Angkat saja hyung!" Ucap Kyuhyun dan Changmin tersenyum menang dan Jaejoong mengangkat panggilan telepon itu
" Yeobosseo?"
" Kyu- eh? Jaejoong?"
" Ne Hoseok ah"
" Mana Kyunie?"
" Sedang berenang, kenapa?"
" Aku hanya memastikan dia tidak membuat masalah disana"
" Hey, yang pembuat masalah itu kau bukan dia"
" Hahahahahaha, terima kasih sudah mengundang bocah itu ke rumahmu ya Jae kebetulan sekali aku pergi hari ini jadi dia tidak kesepian karena eomma dan appa bekerja"
" Aku malah merasa tidak kesepian karena dia disini. Kau sedang dimana eoh? Kenapa ramai sekali?"
" Sedang di kota, menemani si alien membeli kaset game"
" Eh? Alien? Taetae?"
" Iya"
" Aku tidak menyangka kau mau menemaninya? Bukankah kalian selalu bertengkar?"
" E-eh? Bu-bu-bukan begitu Jae"
" Lalu?"
" I-itu... Aish, aku tutup ya. Terima kasih sudah menjaga adikku hari ini. Annyeong"
PIK
" Ya, kenapa dia menutup teleponnya begitu saja? Tidak sopan" Gumam Jaejoong
" Hyung Kyuhyun?"
" Iya, aku tidak menyangka dia mau menemani Taetae padahal mereka kan saling tidak suka? Kerjaannya di sekolah selalu perang" Gumam Jaejoong
Yunho tersenyum tipis, aslinya Jaejoong adalah orang yang banyak bercerita (itu yang dia simpulkan sejak mengenal Jaejoong), tapi saat awal namja cantik itu selalu diam mungkin karena canggung atau enggan bicara terlebih dahulu dengan orang yang belum terlalu dia kenal.
" Junsu itu pintar sekali mencairkan suasana canggung ya" Gumam Jaejoong saat melihat ke arah kolam renang
Lihat saja, sekarang Changmin dan Kyuhyun benar – benar seperti satu tim untuk mengalahkan Junsu dan Jungkook.
" Ya"
" Aku bersyukur bisa mengenalnya. Dia namja yang sangat baik"
"..."
" Hah... Aku jadi ingin bermain juga"
" Ya sudah masuk kolam"
" Aku takut"
Yunho berdiri dan berjalan kearah kolam, dia masuk kedalam kolam dan menjulurkan tangannya. Jaejoong mengerutkan keningnya.
" Cukup pegang tanganku, oke?"
" Yu-yun"
" Kemarilah dan aku akan membuatmu aman"
Jaejoong mengangguk ragu, dia berjalan mendekat kearah Yunho dan duduk dipinggir kolam renang. Yunho mendekat, kedua tangannya diletakkan dipinggang Jaejoong dan membawa Jaejoong turun dengan perlahan.
DEG DEG DEG DEG
DEG DEG DEG DEG
DEG DEG DEG DEG
DEG DEG DEG DEG
Jantung Jaejoong berdebar tidak karuan saat Yunho membantunya turun kedalam kolam renang, tubuh mereka berdekatan bahkan menempel. Jaejoong memegang bahu Yunho dan menundukkan kepalanya karena wajahnya memanas.
" Aigoo! Ya! Kenapa kalian malah bermesraan disana eoh?"
Pekikan itu membuat Jaejoong agak menjauhkan tubuhnya dari tubuh Yunho, dia melirik kearah Junsu dan tersenyum canggung.
" Ya sudahlah, jangan pedulikan kami, ayo Kyunie, Kookie, Min ah kita lanjutkan lagi"
" Hahahahahaha"
Kyuhyun, Jungkook dan Changmin tertawa bersama dan kemudian melanjutkan permainan mereka meninggalkan Jaejoong yang masih gugup berada di dekat Yunho.
" Yu-yun..."
" Sudah tidak usah pedulikan mereka, ayo..."
" Kemana?"
" Pemanasan"
" Pemanasan?"
" Tenggelamkan dirimu"
" Mw-mwo? Aniya! Takut Yun" Ucap Jaejoong kemudian memegang erat kaos bagian depan yang dipakai oleh Yunho
" Hey, ingat. Ada aku disini, tatap aku"
Yunho mempererat pegangannya pada pinggang Jaejoong, Jaejoong menatap mata Yunho. Perlahan Yunho membawa Jaejoong turun ke dalam air. Namja cantik itu memejamkan matanya saat air menyentuh dagunya, dia tidak boleh gugup.
Yunho tersenyum jahil, senang mempermainkan Jaejoong rupanya. Saat seluruh tubuhnya ada di dalam air, Yunho bisa melihat bagaimana Jaejoong menggembungkan pipinya dan memejamkan matanya dengan erat yang entah kenapa terlihat begitu menggemaskan.
" Hwaaa..."
Tidak sampai lima belas detik Jaejoong menarik tubuhnya ke atas untuk mengambil nafas dan mengusap wajahnya yang terkena air.
" Bagaimana?" Tanya Yunho
" Su-sulit bernafas Yun..."
" Sekali lagi"
" Ti-tidak mau"
" Ayolah, sekali lagi. Aku akan membuatmu bisa bernafas dengan mudah di dalam air"
" Benarkah?"
" Ya"
" Pelan – pelan ya"
" Iya"
Yunho kembali menurunkan tubuh Jaejoong dan dirinya kedalam air, dia melihat bagaimana kali ini Jaejoong mengerucutkan bibirnya, lucu sekali. Dan saat Jaejoong merasa butuh nafas, dia mencoba membuat dirinya naik ke atas air namun dia merasa Yunho menahannya.
Jaejoong mulai panik, dia butuh nafas dan kenapa Yunho malah menahannya? Tapi pertanyaannya langsung terjawab kala sebuah benda empuk menempel pada bibirnya, tidak hanya menempel tapi juga menghisap bibir bawahnya.
Jaejoong membuka matanya, dia terkejut karena Yunho malah menciumnya yang tengah membutuhkan nafas. Tapi tidak bisa dia pungkiri, dia senang dengan apa yang dilakuakn Yunho padanya. Perlahan mencoba memejamkan matanya kembali dan membalas apa yang dilakukan oleh Yunho.
" Hah..."
Saat kepalanya muncul di atas permukaan air, Jaejoong mengambil nafas dengan rakus. Pikirannya penuh dengan pertanyaan kenapa Yunho melakukan hal seperti tadi.
" Yu-yun... Hah... kenapa kau melakukannya?" Ucap Jaejoong dengan terengah
" Ingin saja, kenapa?"
" Aku kehabisan nafas!" Jaejoong memukul pelan dada Yunho
Yunho terkekeh pelan dan mengangkat dagu Jaejoong menggunakan salah satu tangannya, Jaejoong terkesiap.
" Tidak mungkin aku melakukan hal tadi di atas air bukan?" Ucap Yunho kemudian melirik yang lain
" Yun! Berhenti menggodaku"
" Jadi... Sekali lagi?"
Ugh...
Wajah Jaejoong pasti semerah tomat yang biasa Jungkook makan, dia tidak berani menatap Yunho saat ini! Dia menggigit bibir bawahnya dan berpikir sejenak sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya pelan. Yunho tersenyum tipis dan mulai menurunkan tubuh mereka berdua dan mereka kembali berciuman di bawah air.
" Aish!"
Junsu meruntuk kesal melihat kedua namja yang ada dipojok kolam, Junsu tentu saja tahu apa yang Jung itu di bawah air.
' Dasar Jung mesum tukang modus! Aish... Yang penting sekarang aku mengalihkan perhatian Minnie, Kyunie dan Kookie agar tidak melihat mereka saja!' Batin Junsu
" Hyung, Yunho hyung dan Jae hyung sedang apa?"
Eoh... Pertanyaan polos itu datang dari Jungkook yang bingung dengan apa yang dilakukan kedua kakaknya di pojok kolam renang.
" Mereka sedang melatih pernafasan, ayo Kookie ah kita kalahkan mereka! Aku tidak rela kalau aku kalah dan membelikan mereka makan malam mewah"
" Ne!"
" Kau tidak akan menang melawan kami hyung" Ucap Changmin dengan percaya diri
'" Kami pasti menang!" Seru Junsu
" Tidak, kami yang akan menang. Iya kan Kyu?" Changmin menapat Kyuhyun kemudian tersenyum
" Ne!" Jawab Kyuhyun dengan semangat, jika dilihat dengan seksama rona merah muda menghiasi kedua pipi Kyuhyun dan tentu saja hal itu tertangkap oleh mata Junsu
' Tuhaaannn, kapan kau datangkan jodoh juga untukkuuuu!'
.
.
.
~ TBC ~
.
.
Hollaaaaaaa~~
Hahahahay, kaget ga Cho update? gak? Ya udah...
Sebenarnya FF ini tuh harusnya update kemaren, tapi karena Cho ketiduran ya udah deh baru hari ini bisa update. Kkkkk... Mian?
.
Special Thanks :
.
angelhana9 (Cho juga...), ismi mimi (changkyu momen done yaaa~~), eL Ree (udah ya, momen – momen mereka kkkk), akiramia44 (keluarga Go masih lanjut kok jahatnya hahahaha), Shimamariam21 (udah yaa, changkyu udah tuh), Jj (iyaaa~), uknowme2309 (beeuuhh maaf ya, cinta Cho mah cuma buat bebeb Mimin kkkk~~), ruixi1 (iya lah, jaemma kan bae tiada tara), shito20 (done~~ kkk), GaemGyu92 (bakalan kejawab bentar lagi kok), Guest (wkwkwkwkw, iya kalo bisa mah update tiap hari hupfh...), Keys13th (sama – sama ^^),
Adit_ aja (udah yaa), Park RinHyun-Uchiha (Cho juga kangen~~ Jaemma bae bgt disini sampe Cho kesel sama karakternya disini hahahaha hwaiting!), alice (changkyu ribut mah udah biasa kan hahahah), yunjae heart (iya nih eon, YunJae punah huwweeeeee Cho mau terus nulis yunjae ^^ hwating eonn), Guest (udah yaaa), choikim1310 (hmm... complicated yaa... tapi... #smirk hwaiting lah pokonya), kimRyan2124 (biar aja si beruang keluar dan amuk Jaemma hahahay #ChoYadong), A. K (home nyusul yaa~ Cho ga jabarin biar pada ngayal sendiri – sendiri kkk~~),
Yang udah follow, fav dan para SiDer
.
Maacih #bow
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ada yang ketinggalan...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
" Hari ini menyenangkan!"
Jaejoong berbaring di atas tempat tidur dan berbaring miring menghadap Yunho yang sudah berbaring terlebih dahulu. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam dan Jaejoong baru saja selesai membaca novel di atas sofa nyamannya.
" Tidurlah, kau pasti lelah"
" Ne"
Jaejoong kembali membayangkan apa yang tadi siang terjadi, berciuman beberapa kali dengan Yunho dan bermain bersama dengan yang lain tentu saja tangannya di dalam genggaman Yunho karena masih takut tenggalam.
Kyuhyun dan Junsu berada di mansion Jung sampai dia menikmati makan malam yang spesialnya dibuat oleh Jaejoong. Setelahnya, Junsu mengantarkan Kyuhyun untuk pulang karena dia sudah terlihat mengantuk.
" Lain kali apa aku boleh mengajak Kyuhyun kemari lagi?" Tanya Jaejoong
" Ya, ajak teman – temanmu yang lain juga boleh"
" Apa eomma dan appa tidak keberatan?"
" Mereka akan menyukainya Jae"
" Begitu... Arasseo. Jalja Yun"
" Jalja"
Yunho mendekat dan mengecup kening Jaejoong yang secara reflek menutup matanya dan jantungnya kembali berdebar halus. Usai mencium kening Jaejoong, Yunho kembali berbaring dan menatap Jaejoong yang mulai tertidur sampai dia ingat sesuatu.
" Oh ya Jae..."
" Hmmm?"
" Aku sudah membicarakan tentang Ahra pada eomma dan appa"
" Lalu?" Jaejoong kembali membuka matanya dan menatap Yunho dengan mata sayunya
" Mereka mengizinkan Ahra untuk pindah ke kelas VIP"
" O-oh... Baiklah"
Jaejoong merasa sedikit kecewa mendengar jawaban Yunho tapi kenapa dia merasa kecewa? Keputusan ini adalah keputusan yang diambil oleh keluarga Jung. Tidak akan terjadi hal buruk bukan? Iya kan?
.
.
.
.
Senin, 27 Maret 2017
