hanna
dul
set
"aku akan membuktikannya nyonya! Kau harus menepati janjimu memberikan Cho Kyuhyun padaku" Heechul masih bertahan dalam posisi berlututnya
"kau tidak perlu banyak bercakap kau buktikan saja dulu maka namja tidak berguna itu akan aku berikan padamu" nyonya Choi menatap Kyuhyun begitu sinis
"baiklah nyonya aku akan pulang dan segera akan aku beri kabar!" Heechul berdiri lalu pamit pada nyonya Choi
.
.
"jeosunghamnida chagiya!" Kyuhyun kembali meminta maaf setelah Heechul pergi meninggalkan istana itu
"chagiya? Berhentilah memanggilku seperti itu! Aku begitu jijik mendengarnya. Kau pikir aku masih mau mempertahankan namja babo macam kau? Bercerminlah Cho Kyuhyun! Kau tidak benar – benar berfikir aku begitu menginginkanmu bukan? Kau bahkan jauh lebih buruk dari putraku yang gay itu. Tidakkah kau sadari aku tidak serius denganmu. Aku hanya memanfaatkanmu untuk memberikan Siwon pelajaran" nyonya Choi mulai membuka topengnya dihadapan Kyuhyun
"mworago?" Kyuhyun mengerutkan dahinya
"aku membayarmu untuk menjadi suamiku semata karena ingin melihat reaksi Siwon. Tapi ternyata dia tidak bereaksi apapun. Aku masih mempertahankanmu karena aku juga mulai menikmati permainan ranjangmu kau tidak begitu buruk. Tapi sekarang aku begitu jijik setelah mendengar kau begitu berani mengkhianati kepercayaanku! Kau sudah melanggar kesepakatan yang kita buat. Maka kau tidak akan mendapatkan apapun dariku" nyonya Choi berlalu meninggalkan Kyuhyun diruang tamu
"nyonya! Apa maksudmu?" Kyuhyun berteriak
"pergilah! Temui pelacur itu! Dan jangan pernah berfikir untuk membawa satu bendapun dari rumah ini! Kau sudah melanggar perjanjian kita maka terimalah akibatnya" nyonya Choi begitu sinis
"bukankah kau masih berharap Siwon akan kembali menjadi namja normal maka kau seharusnya mempertahankanku? Bukankah kau memberikan Heechul noona sebuah syarat?" Kyuhyun tampak mengulur
"jadi sekarang siapa yang memilih untuk bertahan? Kau sepertinya tidak ingin lepas dariku! Kau tidak beda dengan seorang pengemis Cho Kyuhyun!" nyonya Choi terus menghina Kyuhyun
"baiklah aku akan pergi jika itu memang keinginanmu nyonya! Aku akan pergi" Kyuhyun menyerah
"ingat! Bawa barangmu saja dan jangan membawa apapun yang sudah aku berikan padamu! Mulai saat ini aku tidak akan lagi membiayai kuliah hukummu yang mahal itu. Jadi berjuanglah dan kembalilah menjadi seorang gigolo untuk membiayai hidupmu, kuliahmu, juga biaya pengobatan eommamu! Itu adalah hukuman atas sebuah pengkhianatan" nyonya Choi berlalu benar – benar meninggalkan Kyuhyun
"jika kau mengusirku dari sini dimana aku harus tinggal? Setidaknya beri aku sedikit uang untukku mencari tempat tinggal" Kyuhyun mengemis
Nyonya Choi tetap berlalu menaiki anak tangga menuju kamarnya tanpa berkata apapun pada Kyuhyun. Membuat Kyuhyun semakin putus asa
"ini ambilah! Anggap ini adalah belas kasihan dariku untuk pengemis hina macam kau Cho Kyuhyun!" teriak nyonya Lee melempar sebuah buku tabungan berikut kartu debitnya atas nama Kyuhyun dari atas tangga
Kyuhyun menarik nafas panjang menahan emosinya karena telah begitu hina diperlakukan mantan istrinya
"jangan lupa tutup kembali pintu dan gerbangnya dengan rapi saat kau meninggalkan rumah ini!" nyonya Choi kembali berteriak
"selamat tinggal nyonya Choi yang terhormat! Gomawo atas semua kebaikan yang sudah kau berikan padaku. Aku tidak akan pernah melupakan itu" Kyuhyun memunguti buku tabungan juga kartu debitnya
Kyuhyun segera membuka buku tabungan itu untuk melihat berapa banyak saldonya. Nyonya Choi memang tidak sekejam yang dia perlihatkan tadi. Dia memberikan Kyuhyun uang yang banyak dalam buku tabungannya sebagai bayaran atas tubuh Kyuhyun selama menjadi suaminya. Tapi tetap saja jumlah uang itu tidak akan cukup untuk membiayai kuliah hukumnya juga pengobatan eommanya.
'Tuhan aku sadar inilah hukuman yang memang pantas untukku! Aku memang namja bodoh dan tak tahu diri' Kyuhyun menyumpahi dirinya sendiri.
.
.
'bagaimana cara ku membuktikannya padamu nyonya! Putramu begitu terluka karenaku dan aku tidak mungkin bisa membuatnya kembali menjadi namja yang normal' Heechul terus berfikir keras dibalik kemudinya dalam perjalanan pulang menuju rumah sakit.
.
.
Bruuk
Heechul menghempaskan tubuhnya disofa ruang tunggu kamar inap Sungmin.
"Heechul-ah! Apa yang terjadi? Apa kau baik – baik saja?" nyonya Lee bertanya begitu penasaran
"dia memberiku sebuah syarat eomma! Jika aku bisa membuat Siwon kembali menjadi namja yang normal, dia akan menyerahkan Kyuhyun untuk kita" jawab Heechul memejamkan matanya
"itu hal yang sangat mudah untukmu bukan? Kau paling hebat menggoda seorang namja. Lagipula Siwon sangat mencintaimu kau tidak akan berjuang begitu keras sayang" nyonya Lee memeluk Heechul begitu riang
"eomma! Kau tidak tahu seperti apa Siwon sekarang!" Heechul putus asa
"kau pasti bisa melakukannya sayang! Percayalah!" nyonya Lee memberikan semangat pada Heechul
~~~~~~~0000~~~~~~~
Dua hari berlalu sejak kejadian malam itu diistana nyonya Choi. Kyuhyun masih belum menampakan batang hidungnya untuk menemui Sungmin dirumah sakit. Sementara Heechul sudah membuat strategi untuk mendapatkan hati Siwon kembali.
Malam ini Heechul berniat untuk menemui Siwon diappartementnya. Semua sudah Heechul persiapkan dari mulai dandan semaksimal mungkin, memakai parfume yang sama saat masih berhubungan dengan Siwon juga memakai gaun dengan model yang sangat disukai Siwon. Heechul benar – benar berharap Siwon akan kembali mencintainya walau kemungkinannya begitu tipis.
Heechul sudah dalam perjalanan menuju appartement Siwon. Dia begitu bersemangat dan begitu antusias melancarkan rencananya terhadap Siwon. Heechul memarkirkan mobilnya di basement gedung appartement mewah itu.
.
.
Ting tong
Heechul memijit bel pintu appartement Siwon. Lama dia menunggu namun pintu itu tidak juga dibuka.
Ting tong
Heechul kembali memijit bel itu. Dal lagi pintu itu tidak juga dibuka. Heechul akhirnya memutuskan untuk menelpon Siwon.
Tuuut tuuut
Begitu juga dengan telpon, Siwon juga tidak mengangkatnya. Heechul putus asa karena dia tidak berhasil menemui Siwon malam itu. Sebelum memutuskan untuk pergi, Heechul kembali memijit bel itu
Ting tong
Cleek
Akhirnya pintu itu dibuka pemiliknya.
"Heechul-ah!" Siwon tampak begitu kusut dan berkeringat dia telanjang dada hanya memakai celana pendek bahan katun itu
"malam! Apa aku mengganggumu?" tanya Heechul melihat - lihat kedalam appartement Siwon
"apa yang kau lakukan disini malam – malam begini?" tanya Siwon tetap membuka pintunya begitu sempit
"aku ingin menemuimu!" jawab Heechul mulai ragu
"sayang! Ada siapa?" terdengar suara seorang namja dari dalam appartement Siwon
"seorang teman!" jawab Siwon membuka pintunya lebih lebar
Blaaassh
Jantung Heechul ditusuk oleh ketampanan namja dan tak kalah charming-nya dengan Siwon. Namja yang juga telanjang dada dan sama kusutnya dengan Siwon
"miane sepertinya aku datang disaat yang tidak tepat" Heechul memalingkan tubuhnya berlalu meninggalkan Siwon
"changkeman!" teriak Siwon
Heechul menoreh kembali kearah Siwon
"kenapa kau pergi? Bukankah kau datang untuk menemuiku?" tanya Siwon
"aku tidak ingin mengganggumu! Kau pesti sedang sibuk dengan namja chingumu itu!" Heechul menunduk menahan agar kesedihannya tidak dilihat Siwon
"tunggulah! Sebentar lagi dia akan pergi. Dia bukanlah namja yang memiliki banyak waktu luang" Siwon berusaha mempertahankan Heechul
"sayang aku mandi duluan yah! Aku harus segera pergi" namja itu kembali bersuara
"baiklah aku akan menyusulmu siapkan air hangat yang cukup untuk kita mandi berdua" balas Siwon
"aku tidak bisa! Miane aku harus pergi!" Heechul berlalu
Siwon bergegas menyusul Heechul dan menarik tangannya
"kenapa kau begitu tidak bersabar? Ada yang ingin aku bicarakan denganmu" Siwon tampak begitu kecewa
"kau pikir aku bisa bertahan melihat kau begitu mesra memperlakukan namja itu didepanku?" Heechul tidak dapat mengontrol emosinya
"waeyeo? Dia kekasihku! Wajar bukan jika aku memperlakukannya dengan baik?" ujar Siwon
'kau tidak tahu aku begitu sakit saat melihat kau seperti itu Siwon-ah!' Heechul berbisik dalam hati
"masuklah!" Siwon memaksa Heechul masuk
"tunggulah sebentar!" Siwon meninggalkan Heechul diruang tamu appartementnya
.
.
Namja tampan tadi keluar lebih dulu mendahului Siwon dari kamar itu. Namja itu sudah berpakaian begitu rapi memakai kemeja hitam juga celana pentalon warna senada. Ketampanannya semakin terlihat saat namja itu tersenyum manis pada Heechul
"annyeong! Kita tidak sempat berkenalan tadi. Kenalkan namaku Lee Donghae!" namja itu bersikap sopan sekali terhadap Heechul
"Heechul imnida" balas Heechul gugup
"kau kenal Siwon sudah lama?" tanya Donghae memakai kaus kakinya
"aku dulu adalah mantan kekasihnya!" jawab Heechul tegas seolah ingin memanasi Donghae
"jinja? Aku tidak tahu dulu dia pernah memacari seorang yeoja" Donghae tersenyum sambil memakai sepatunya
"akulah satu – satunya yeoja yang pernah dipacarinya" jawab Heechul semakin ingin puas
"apakah aku harus mengawasi kalian jika meninggalkan kalian berdua disini?" Donghae bercanda
"entahlah!" jawab Heechul
"gwencana! Aku adalah namja yang sudah beristri. Aku akan memberikan Siwon sedikit kelonggaran untuk itu" Donghae berdiri merapihkan celananya
"kau sudah bersiap untuk pergi?" Siwon akhirnya keluar dari kamar memakai pajamas tidurnya
"hmm! Istriku pasti sudah pulang dari tempat prakteknya" jawab Donghae mengecup bibir Siwon
"baiklah! Sampaikan salamku buat istrimu" Siwon mengantar Donghae menuju pintu
"senang berkenalan denganmu Heechul-ssi!" Donghae memberikan senyum manisnya pada Heechul
"gomawo" Heechul menganggukan wajahnya
.
.
"kau katakan lebih dulu hal apa yang membuatmu datang menemuiku malam begini?" Siwon membuka percakapan duduk diseberang Heechul
"ini semua tentang Sungmin" jawab Heechul singkat
"katakan!" todong Siwon
"Sungmin benar – benar tidak tertolong lagi! Hanya Kyuhyun yang mampu membuatnya kembali sadar dari komanya" Heechul memelas
"mwo? Lalu kenapa kau malah datang kemari?" tanya Siwon
"Kyuhyun milik eommamu bukan? Tentu saja aku datang menemuimu" jawab Heechul dengan mimik sedih
"lalu kau datang kemari untuk memintaku membujuk eomma agar mau melepaskan Kyuhyun?" Siwon menebak
"kau salah! Eommamu memberiku satu syarat. Dia akan menyerahkan Kyuhyun jika aku berhasil membuatmu kembali menjadi namja normal" beritahu Heechul
Siwon tersenyum tipis mendengar ucapan Heechul tentang perjanjian yang dia buat dengan eommanya.
"bagaimana pendapatmu tentang Donghae?" tanya Siwon seolah ingin mengalihkan pembicaraan
"kau! Apa yang harus aku katakan tentang namja itu?" Heechul kecewa
"kau lihat dia begitu tampan dan sangat menarik bukan? Kami saling mencintai dan aku merasa bahagia saat bersamanya walau dia memiliki anak istri" Siwon mencurahkan isi hatinya
"apa maksudmu mengatakan semua itu padaku? Apa kau memang tidak ingin menolong Sungmin?" Heechul berdiri
"kau datang kemari menemuiku dan berniat ingin kembali membuatku normal semata karena kau mengkhawatirkan Sungmin?" Siwon menatap Heechul tajam
Heechul diam dan hanya mampu membalas tatapan Siwon tanpa berkata apapun.
"kau tidak perlu mencemaskan Sungmin lagi dan lupakan niatmu untuk membuatku kembali normal" Siwon berjalan menuju bar mini
"maksudmu?" Heechul heran
"eomma sudah mengusir Kyuhyun dari rumah setelah mengetahui perselingkuhan yang dia lakukan bersama Sungmin. Jadi kau tidak perlu melakukan perjanjianmu dengan eomma. Kyuhyun akan datang sendiri menemui Sungmin tanpa kau berbuat sesuatu" Siwon memberitahu
"jinja?" wajah Heechul tampak kecewa
"waeyeo? Kenapa kau tampak tidak senang mendengar itu?" tanya Siwon heran
"kenapa nyonya Choi bisa berubah secepat itu?" jawab Heechul menutupi apa yang sebenarnya dia pikirkan
"entahlah! Saat ini eomma sedang menikmati liburannya di Abu Dabi dia mengirimi aku foto. Disana dia bertemu dengan mantan kekasihnya saat kuliah dulu. Sepertinya eomma menemukan cinta terakhirnya" Siwon meneguk minumannya
'kau tidak tahu Choi Siwon! Sebenarnya kedatanganku kemari bukanlah demi menyelamatkan Sungmin adikku. Tapi semata karena aku kini benar – benar mencintaimu. Saranghaeo' Heechul menatap Siwon begitu dalam
"itulah yang ingin aku katakan padamu! Kyuhyun kini sudah bebas" Siwon meneguk kembali minumannya
"apakah kau memang sungguh mencintai namja itu?" Heechul menelan air liurnya
"tidak penting untuk kau harus mengetahuinya" jawab Siwon tegas
"sudahlah! Sekarang kau pulang jika tidak ada yang ingin kau sampaikan lagi" Siwon mulai bersikap dingin
Heechul diam dan bertahan untuk tetap berdiri ditempatnya sekarang. Air matanya menggenang dipelupuk matanya sebelum akhirnya menetes. Heechul tiba – tiba menurunkan tubuhnya untuk berlutut dihadapan Siwon.
"apa yang kau lakukan Heechul-ah?" Siwon terkejut dengan sikap Heechul yang tiba – tiba berlutut
"apakah aku sedang dihukum sekarang? Apakah kau memang benar – benar sudah tidak memandangku seperti dulu? Apakah kau sudah tidak memiliki perasaan apapun padaku?" Heechul menangis
"Heechul-ah! Aku mohon jangan seperti ini. Aku bahagia sekarang bersama Donghae. Dan aku sudah tidak memiliki hasrat sedikitpun terhadap yeoja termasuk kau" Siwon membantu Heechul untuk berdiri
"saranghae Choi Siwon!" Heechul sudah tidak sanggup menutupi perasaan yang kini dia miliki untuk Siwon
Siwon memejamkan matanya lalu menarik nafas panjang.
"miane! Aku tidak bisa! Aku bahagia bersama Donghae dan harus kau tahu hubungan terlarangku dengannya sudah mendapatkan restu dari istri Donghae. Kedengarannya memang sangat gila tapi itulah kenyataannya" Siwon menolak Heechul
"andwee! Saranghae Choi Siwon" Heechul menangis lalu memeluk Siwon
"gomawo Heechul-ah gomawo" hanya itu yang Siwon ucapkan buat Heechul
Heechul akhirnya pulang membawa rasa sakit dihati karena penolakan Siwon yang begitu tegas. Heechul sadar dia tengah mendapatkan hukuman karena pernah menyia-nyiakan namja sebaik dan sesempurna Siwon dimasa lalu.
~~~~~~~0000~~~~~~~
Kyuhyun sedang berjalan dilorong menuju kamar rawat Sungmin. Sebelumnya dia menelpon Heechul lebih dulu untuk mencari tahu dimana Sungmin dirawat.
Toktoktok
Kyuhyun mengetuk pintu kamar rawat Sungmin yang hanya dijaga Heechul karena eomma sudah kembali kedesa.
"masuklah!" Heechul mempersilahkan tamu masuk
Kyuhyun segera masuk kedalam kamar rawat Sungmin yang terbaring lemas dengan selang infus menghiasi tangan kanannya juga selang oksigen menjadi perhias wajah cantiknya.
"bagus sekali Cho Kyuhyun! Akhirnya kau datang juga" Heechul bersikap sinis pada Kyuhyun
"miane noona! Banyak hal yang harus aku bereskan sebelum aku memutuskan datang kemari" jawab Kyuhyun menatap Sungmin penuh luka
"lihatlah yang sudah kau perbuat pada dongsaengku!" Heechul menyalahkan Kyuhyun
"miane!" Kyuhyun mendekati Sungmin lalu meraih tangannya dan mengecup tangan Sungmin dengan lembut
"aku akan tinggalkan kalian berdua! Ajaklah dia bicara, dia pasti mendengarkanmu" Heechul menepuk bahu Kyuhyun lalu bergegas keluar meninggalkan sepasang kekasih yang sensasional itu
"gomawo eonnie!" Kyuhyun tetap menatap kearah Sungmin
.
"noona apa kabar? Aku harap kau mendengarku!" Kyuhyun mengecup kening Sungmin
"miane aku baru datang menemuimu! Aku sungguh tidak tahu harus bagaimana memperlakukanmu. Aku bukanlah namja yang pantas kau pertaruhkan dengan nyawamu. Aku tidak punya apapun untuk bisa kau banggakan. Bahkan sekarang aku hanyalah seorang pengangguran. Aku sudah mengundurkan diri dari kampus karena aku tidak memiliki biaya untuk melanjutkan kuliahku. Bagaimana aku memiliki muka untuk bisa menemuimu? Kau kehilangan suami yang begitu berkualitas dan hebat karena namja brengsek sepertiku. Mianata" air mata Kyuhyun sedikit menetes
Tiba – tiba jemari Sungmin bereaksi setelah mendengar suara Kyuhyun. Namun Kyuhyun tidak menyadarinya
"jika kau memang benar ingin bersamaku, apakah kau rela hidup sederhana bahkan jauh dari kemewahan yang selama ini kau dapatkan dari mantan suamimu? Jika kau rela aku akan menikahimu noona. Aku akan berusaha sekuat tenaga mencari nafkah untuk hidup kita" Kyuhyun meremas tangan Sungmin lalu kembali mengecupnya
"ada yang ingin aku sampaikan padamu. Saranghaeo Sungmin noona" Kyuhyun melepaskan masker oksigen dimulut Sungmin lalu mengecup bibir Sungmin begitu lembut
Tiba – tiba Sungmin menunjukan reaksi yang bagus, air matanya menetes setelah mendengar ucapan Kyuhyun. Kyuhyun kaget melihat air mata Sungmin dia segera keluar untuk memberitahu Heechul
"noona! Sungmin noona bereaksi" seru Kyuhyun pada Heechul yang sedang duduk dikursi tunggu
"jinja?" Heechul bangkit lalu berlari masuk kedalam kamar
"lihatlah dia meneteskan air matanya!" Kyuhyun menunjuk kearah pipi Sungmin
"kau benar! Dia ternyata memberikan reaksinya" Heechul memijit bel untuk memanggil parawat
.
Dokter dan beberapa perawat datang untuk memeriksa kondisi Sungmin yang mengalami kemajuan pesat sejak Kyuhyun datang. Dokter merasa puas atas kemajuan Sungmin dan berharap simulasi yang diberitak Kyuhyun semakin intens dan lebih menuju pada sentuhan fisik misalnya sebuah kecupan atau pelukan lembut untuk Sungmin. Heechul segera mengabarkan berita itu pada nyonya Lee.
.
.
Heechul dan Kyuhyun begitu setia menunggu Sungmin yang sudah tidak memakai masker oksigen lagi dimulutnya. Sungmin mulai sering menggerakan jarinya meski dia masih belum ada keinginan untuk bangun.
Toktoktok
Pintu kamar rawat diketuk seseorang
"masuklah!" Heechul bersuara
Masuklah seorang perawat membawa map coklat lalu menyerahkan pada Heechul
"ini biaya perawatan Sungmin-ssi selama dua minggu nona! Harap segera dilunasi karena sebentar lagi Sungmin-ssi akan mendapatkan terapi lanjutan" ujar perawat itu menyerahkan tagihan perawatan Sungmin
Heechul menerima map itu dan segera memeriksanya.
"baiklah besok akan segera kami bayar sus! Gomawo" Heechul menarik nafas panjang
"cheonma!" perawat tersebut segera keluar
.
"berapa biaya yang harus dibayar noona?" tanya Kyuhyun memberikan potongan buah buat Heechul
"lihatlah!" Heechul menyerahkan map tersebut pada Kyuhyun
'Tuhan biayanya begitu mahal dan aku tidak sanggup membayarnya' lirih Kyuhyun dalam hati
"aku sudah menawarkan mobil Minnie pada Yunho! Ternyata dia masih memiliki hati yang baik. Dia bersedia membeli mobil Minnie dengan harga yang tinggi. Dia berjanji akan mentransfer uangnya hari ini" Heechul memberitahu sekaligus menyindir Kyuhyun
"apakah noona harus menjual mobilnya?" Kyuhyun tampak menyayangkan
"jika aku tidak menjualnya, dari mana aku bisa mendapatkan uang untuk membayar tagihannya? Kau pikir aku punya banyak uang setelah ditinggalkan pejabat itu?" Heechul mengeluh
"mianata noona aku memang tidak berguna" Kyuhyun merendahkan dirinya
"ah sudahlah! Kau tidak perlu banyak cakap. Kenyataannya kaulah namja yang dia pilih meski kau tidak memiliki apapun" Heechul segera berdiri
"aku akan mengecek saldo tabunganku apa Yunho sudah mentransfer uangnya" Heechul pamit bergegas keluar
.
"lihatlah noona kau harus kehilangan satu lagi barang mewah milikmu gara – gara aku! Apa kau masih memilihku?" Kyuhyun berkata pada Sungmin.
.
.
Sungmin in heaven
Sungmin sedang berjalan bersama Se Kyung menuju sebuah gua yang begitu terang. Mereka berdua memakai gaun putih yang begitu bersih. Gua itu semakin dekat dan mereka hampir sampai
"eomma! Aku tidak ingin pergi denganmu kegua itu" tiba – tiba Se Kyung menghentikan langkahnya dan melepaskan genggaman tangan Sungmin
"waeyeo?" tanya Sungmin heran dan kecewa
"aku tidak ingin pergi denganmu! Aku ingin pergi bersama bibi Chulie yang cantik itu" ujar Se Kyung
"andwee! Kau harus pergi bersama eomma Se Kyung-ah!" keluh Sungmin manja
"Shiroo!" Se Kyung mendorong Sungmin menjauh dari gua itu
"pergilah eomma! Kau bisa menyusulku nanti! Saat ini aku tidak membutuhkanmu! Aku lebih membutuhkan bibi Chullie" ujar Se Kyung berteriak
~~~~~~~0000~~~~~~~
Heechul sedang dalam perjalanan menuju appartement Yunho untuk mengantarkan mobil Sungmin yang sudah dia jual padanya. Dia menitipkan Sungmin pada Kyuhyun.
Dalam perjalanan Heechul memutar disc berisi lagu – lagu kenangannya bersama Siwon. Dada Heechul terasa sesak saat mendengar lagu yang sangat disukai Siwon membuat dia semakin teringat sosok Siwon. Heechul menjadi melamun dan membayangkan Siwon dalam pikirannya membuat konsentrasinya buyar padahal dia sedang menyetir.
Ciiiiiiiiit
Mobil Heechul berusaha mengerem saat menabrak sebuah trus yang berhenti mendadak dihadapannya.
Braaaaak
Tabrakanpun tak terhindarkan. Heechul menabrak truk tersebut namun beruntung airbag terbuka sehingga Heechul tidak begitu mengalami benturan keras dan parah namun kepalanya tidak berhasil lolos dari pecahan kaca depan mobilnya. Pecahan kaca mobil itu melukai kepala Heechul dan sebagian wajahnya hingga Heechul berdarah.
Heechul ditolong beberapa orang yang menyaksikan kejadian tersebut. Heechul masih sadar walau majahnya bersimbah penuh darah
"aku tidak boleh mati sekarang! Aku tidak boleh mati!" Heechul tampak syock hingga dia mengigau
"nona kau tidak akan mati!" ujar pemuda yang menolong Heechul
"kau! Aku mohon antarkan aku sebelum aku mati" ujar Heechul mencengkran kerah kemeja pemuda itu
"nona kemana kau ingin aku mengantarmu?" tanya pemuda tersebut panik
"ke gedung appartement The Spring Palace!" Heechul menyebutkan gedung appartement dimana Siwon dan Yunho tinggal
"nona bukankah seharusnya kau kerumah sakit?" ujar pemuda tersebut
"aku tidak perlu kerumah sakit! Antarkan aku kesana" teriak Heechul membuat semua orang heran
"baiklah nona!" pemuda tersebut tidak mau ambil pusing, dia bersedia mengantarkan Heechul keappartement itu yang lokasinya memang tidak jauh dari tempat Heechul tabrakan
.
.
Heechul dipapah pemuda tersebut juga dibantu security untuk naik kelantai 28 dimana Siwon tinggal
"nona sebenarnya kau ada perlu apa dengan tuan Choi? Kau begitu memaksa ingin menemuinya padahal kau terluka begitu parah?" tanya security
Heechul diam tidak menjawab pertanyaan security itu. Dia lebih memilih menahan sakitnya dari pada harus membuang energi menjawab pertanyaan security itu.
"Ini kamar tuan Choi!" ujar security itu pada pomuda yang mengantar Heechul
"gomawo!" ujar pemuda masih menggendong Heechul dipunggungnya
.
Ting tong
Pemuda itu memijit bel pintu appartement Siwon. Kebetulan sekali Siwon memang hendak pergi menemui Donghae untuk berkencan dan segera membuka pintunya
Cleek
Pintu dibuka Siwon. Siwon kaget melihat Heechul bersimbah darah diboyong seorang pemuda yang tidak dia kenal
"Heechul-ah kau kenapa?" Siwon begitu mencemaskan Heechul
"Siwon-ah!" Heechul memaksa turun dari pangkuan pemuda tersebut
"kau kenapa?" tanya Siwon panik
"aku mengalami kecelakaan Siwon-ah!" jawab Heechul menyeka darah yang mengalir menuju matanya
"apa yang kau lakukan disini?" tanya Siwon menggendong Heechul
"ada yang ingin aku katakan padamu sebelum aku mati! Saranghaeo Choi Siwon" Heechul meneteskan air matanya
"Heechul-ah!" Siwon memeluk Heechul
tbc
annyeong!
miane update telat
review yah yang banyaaaaak
miane gak bisa banyak cakap cos udh jam 3 pagi ini!
takut diprotes ama yg tidur disebelah nihh :p
gara" nonton SMtown New York jadi telat
btw happy new year buat semuaaaa
