Title: INTERCEPTION : the unity of ability

Genre : Frienship; Brothership; Fantasy

Rating : Fiction T

Cast :

Main cast : Cho Kyuhyun

Support cast : Shim Changmin

Park Jungsoo aka leeteuk, Jung Yunho

Other cast : Super Junior, BAP, EXO, SNSD, BIGBANG

Cast yang lain mengikuti alur cerita

Disclaimer : All of them belong to themselves and GOD . here i am only an owner for plot of the story.

Warning : Typos, heavy language, OOC, alur berputar – putar... don't like it don't read it

Summary : kyuhyun dan ratusan pemuda remaja itu berbeda dengan manusia biasa. Bukan seperti cerita di film Harry potter atau twilight. Mereka ditempatkan pada suatu tempat bernama Sunmoon Village untuk dilatih secara rahasia dan dipersiapkan untuk menghadapi keadaan genting diluar nalar manusia biasa.

.

.

^INTERCEPTION: The Unity of Ability Chapter 7^

.

kau tahu mengapa mawar ini menjadi hitam?

Itu karena sesuatu yang buruk sedang terjadi padanya.

Dan kau tau mengapa mawar merah tetap merah walaupun disekelilingnya adalah keburukan?

Karena dia berhasil bertahan.

Suasana diluar kamar rawat Kyuhyun tampak lengang hanya sesekali terlihat para guardian yang memakai seragam hitam metalik berjaga di setiap sudut pelataran bercat putih gading itu, sangat berbeda dengan keadaan di dalam. Dimana ruangan itu tampak dipenuhi aroma kecemasan, Leeteuk dalam keadaan panik dan sedang berada di tahap dimana saraf motoriknya tidak merespon apa yang otaknya perintahkan. Ia terus saja memencet tombol emergency berharap tim medis akan segera datang.

Baru saja ia hendak keluar, ketika Shindong dan Lay membuka pinta kamar rawat dan masuk keruangan dengan masing-masing map hitam di genggamannya –data para abiliter yang terluka. Tanpa berkata apapun, Shindong langsung memeriksa keadaan Kyuhyun. Ia bisa merasakan denyut jantung Kyuhyun mulai berdetak normal walau masih memompa darah dengan tekanan yang berat.

"Dia sepertinya masih shock. Biarkan beristirahat kembali. Ini kemajuan Teuki, Donghae butuh lebih dari dua minggu untuk membuka matanya tapi Kyuhyun belum sehari dia sudah sadar– "

Shindong tersenyum menenangkan ke arah Leeteuk.

"–jangan khawatir, Lay kali ini akan mengaliri energinya. Jadi beristirahatlah, kau seperti panda saat ini."

Entah ia harus senang atau marah menanggapi candaan Shindong, yang pasti itu sedikit menghiburnya. "Terima kasih Shindong."

"Ya, sama-sama." Shindong keluar ruangan setelah mengingatkan Lay untuk memberi morfin pada Kyuhyun dan berhati – hati menggunakan kemampuannya.

Leeteuk kembali duduk disamping tempat tidur Kyuhyun. Ia menggenggam dan mengelus pelan telapak tangan adiknya. Sedikit banyak Leeteuk menyalahkan dirinya sendiri, Kyuhyun bahkan masih menggunakan bantuan oksigen untuk segera bernapas tapi ia, ia bahkan tidak terluka sedikitpun. Kakak macam apa dia?

Lay mengamati sebentar wajah sunbaenimnya itu, ia tampak terlihat sangat lelah. bibirnya mulai memutih dengan mata yang tampak sayu. Tangan lay mulai mengeluarkan warna turqouise dan ia hadapkan pada dada Kyuhyun.

Tiba – tiba Leeteuk terkejut, ia merasa hangat "Lay, kau membagi energimu padaku?"

Lay hanya tersenyum kikuk. "Sunbae , terlihat sangat lelah."

"Kau bisa membagi energimu?"

"Ya, tapi hanya sebentar. Mungkin cukup untuk mengembalikan energi sunbae."

"Terima kasih lay."

"Ya, jangan khawatir Kyuhyun adalah abiliter yang kuat. Walaupun cadangan energi pada tubuhnya tidak ada, ia mampu sadar lebih cepat."

"Ya, kau benar. Dia adalah abiliter yang sangat kuat." Mereka berdua tersenyum. Lay bukan seseorang yang ingin tahu masalah orang lain. Hubungan apapun yang Leeteuk miliki dengan Kyuhyun bukanlah urusannya. Sebagai healer yang baik tugasnya adalah membantu mereka yang terluka.

Tiba – tiba key masuk kedalam ruang perawatan Kyuhyun setelah sebelumnya ia mengetuk pintunya pelan. Ia telah mendapat izin dari Yunho untuk masuk ke pelataran ruang perawatan khusus ini.

"Sunbae, maaf. Yunho sunbaenim mengatakan padaku untuk memberitahukan pada sunbae bahwa rapat akan segera dimulai."

"Ya, terima kasih key." Key mengangguk lalu keluar meninggalkan Leeteuk dan Lay.

Leeteuk bangkit, sedikit merapikan pakaiannya sebelum pergi ke ruang rapat. Kegiatannya terinterupsi ketika Lay bertanya dan memastikan bahwa sunbaenimnya ini tidak akan tumbang diruang rapat. "Apakah tidak apa-apa sunbae mengikuti rapat sekarang?"

"Ini hanya rapat mengenai evaluasi underground test, aku tidak terluka apapun."

Leeteuk pamit keluar, baru beberapa langkah ia berjalan, ia membalikkan tubuhnya sambil tersenyum hangat.

"Lay, aku titip Kyuhyun dan jangan memforsir tenagamu."

"Iya." Lay balas tersenyum dan menatap punggung Leeteuk yang berlalu meninggalkan ruangan tersebut.

.

Leeteuk melangkah pelan, menuju ruangan dimana rapat evaluasi akan dilaksanakan. Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti ketika tidak sengaja ia mendengar suara seseorang menjerit-jerit dan suara seseorang lain yang mencoba menenangkan. Semakin lama ia makin mengenali suara orang yang mencoba menenangkan tersebut, itu adalah suara Sungmin. Ia mengikuti arah suara itu, tiba – tiba Yunho menarik tangannya.

"Kau mau kemana Jongsoo? Rapat akan segera dimulai."

"Don't call me like that. (Jangan panggil aku seperti itu)" Leeteuk menggeram kesal tapi ia tidak bisa berteriak di pelataran rumah sakit.

"Calm down! (Tenanglah)"

"Apa yang kau lakukan disini?" Leeteuk mengajukan pertanyaan walaupun sebenarnya ia enggan berurusan dengannya.

"Kau tidak perlu tahu."

Oke, Leeteuk menghela napas kasar ia tidak ingin berujung menonjok orang yang berada dihadapannya ini. Mereka memutuskan berjalan beriringan sampai depan pintu ruang rapat utama dengan damai hingga Yunho mengeluarkan pernyataan maaf yang sukses membuat Leeteuk jengah.

"Hentikan! Permintaan maafmu tidak mengubah keadaan Yunho!"

"Iya aku tahu, tapi aku sungguh – sungguh minta maaf untuk mu dan Kyuhyun.. dan semua pihak yang terlibat!"

"Shit! Lalu kenapa kau tak menghentikan semuanya sebelum keadaan menjadi kacau?"

"Aku tidak bisa, mereka memantau terus dan kelemahan kita adalah kunci untuk mereka. You want all of us are show that to them? (kamu ingin kita semua menunjukannya pada mereka) Oh come on Leeteuk! Kau tahu waktu kita tidak banyak!" Tangannya mengepal, sekuat tenaga Yunho mencoba menahan emosinya. Ia berkata dengan pelan tapi terlihat rahangnya mengeras. Butuh usaha yang melelahkan jika perbincangan ini naik lagi kepermukaan.

"Dengan mengorbankan Kyuhyun?" suara Leeteuk mulai meninggi.

"Tidak ada seorang pun yang ingin ku jadikan korban, Teuki. Mengertilah!"

Tahu bahwa ini akan menjadi pembicaraan panjang tanpa ujung, Leeteuk segera berlalu meninggalkan Yunho, membuka pintu dengan kasar dan segera duduk di tempat yang biasa ia tempati. Semua orang tepatnya superpower abiliter menatap mereka bergantian. Tidak biasanya dua orang ini bertengkar begitu lama. Mereka tahu kejadian seperti ini selalu akan terulang ketika underground tes selesai dilaksanakan namun tidak pernah serunyam sekarang.

Bertolak belakang dengan yang dilakukan oleh Leeteuk, Yunho berhasil mengontrol emosinya, Ia menarik kursi dan duduk dengan tenang.

"Aku tahu Sungmin sedang dimana, tapi dimana Kangin dan Heechul?"

Seohyun membuka suara, "Mereka sedang dalam perjalanan kemari, Yun."

"Apakah kita langsung memulai evaluasinya?" Shindong bertanya pada siapapun yang ada di ruang rapat tersebut mungkin lebih tepatnya pada Yunho karena ia adalah ketua team disini.

Merasa menjadi orang yang diajukan pertanyaan, Yunho meresponnya, "Kita akan menunggu hingga semuanya lengkap."

Tiga orang masuk kedalam ruangan secara bersamaan, Sungmin nampak terengah-engah mungkin ia baru saja berlari. Mereka bertiga langsung duduk di tempat masing-masing setelah sebelumnya mengucapkan maaf karena terlambat. Yunho menyerahkan kepada Heechul untuk memimpin rapat, ia tidak mau memancing emosi teman – temannya terlebih pada Leeteuk.

"Ini adalah underground test terparah yang pernah terjadi dan ku yakin kalian sependapat dengan ku." Heechul membuka rapat dengan tidak formal. Oh ayolah, setelah semua yang beru saja terjadi, ia ingin rapat ini tidak berakhir kacau seperti tempat tes mereka yang telah porak-poranda.

"Ada beberapa hal yang tidak pernah terjadi di underground tes sebelum-sebelumnya. Juga korbannya lebih banyak, sebelum aku melanjutkan. Aku secara pribadi meminta maaf kepada kalian semua."

Semua nya mengangguk kecuali Leeteuk, ia mendesis kesal. Ia tahu ini berlebihan mungkin juga karena dendam masa lalu dan kalau saja dua orang yang saat ini menjabat jadi ketua team dan wakil ketua itu berpikir sedikit saja lebih panjang, ia yakin ini tidak akan pernah terjadi. Leeteuk menjadi seperti ini bukan hanya karena adiknya terluka tapi karena tes ini diadakan dengan konsep yang menurutnya belum dipikir secara masak-masak.

Mereka memaparkan hasil evaluasi tadi secara bergantian. Ruangan itu menjadi sedikit menggerahkan, masing-masing dari mereka mencoba mengontrol keadaan sedemikian rupa.

"Aku tidak tau mengapa ini semua terjadi, tapi dari hasil pengamatanku dan juga terapi talking pada mereka yang terluka. Hampir dari mereka tidak mengerti mengapa mereka tidak bisa mengontrol kemampuan. Yang menganehkannya lagi, keinginan melukai menjadi sangat besar." Sungmin mengeluarkan semua yang dia anggap perlu dipaparkan.

"Apakah semuanya merasa seperti itu? Yunho mempertegas dengan bertanya kepada Sungmin.

"Aku tidak menanyakan pada semua, hanya pada mereka yang terluka dan berada dekat di sekitar Kyuhyun. Aku adalah pengawas team B saat itu..." Sungmin mencoba mengingatkan rekan-rekannya kembali.

"... ini aneh, kemampuan melukai itu menjadi sangat besar tapi mereka tujukan bukan untuk lawannya. Itu untuk Kyuhyun dan impact nya terjadi pada mereka yang ada disekitar Kyuhyun"

Jauh dari tempat duduk Sungmin, Leeteuk menegang. Mereka sudah masuk dalam pembicaraan inti ternyata dan itu mengenai Kyuhyun. Yunho melirik singkat ke arah Leeteuk.

"Minho sampai saat ini masih histeris, Luhan dan Donghae (mereka sama-sama mind reader) hingga saat ini tidak bisa membaca pikiran Minho. Semua nya seperti ter-block. Jiwanya terguncang dan ini mengesalkan karena aku tidak bisa menenangkannya."

Berharap pembicaaraan ini tidak menjadi panjang Yunho mengambil kesimpulan. "Aku akan melihatnya setelah rapat ini selesai."

Dibawah meja oval memanjang berwarna coklat tua itu, Leeteuk hanya bisa mengepalkan tangan hingga kuku jarinya memutih.

"Ini semua tidak akan seperti ini jika kalian berpikir matang sebelum semuanya terjadi"

"Berhentilah teuki. Kami berdua sudah meminta maaf. Jangan menjadi egois!" Heechul mencoba menhentikan perdebatan yang tidak ada ujungnya ini.

"Egois kau bilang? Kalian berdua yang egois."

"I said Shut Up! Heechul meluncurkan petir kecil kearah Leeteuk tapi patronnya berhasil melindungi dan membalikkan serangan Heechul.

Semua yang ada di ruangan itu berjengit kaget, mengerutkan dahi hingga alis mereka bertaut "Kau membalikkan serangan dengan patron mu?" Heechul juga tak kalah terkejut, tidak ada satu orang patroner pun yang mampu melakukannya tapi kali ini Leeteuk melakukannya.

Leeteuk mendesis kesal, "Mengapa kau terkejut? Bahkan partner mu Yunho tahu betul tentang itu." Ia meninggalkan ruangan yang sarat akan suasana menegangkan. Heechul menengok ke arah Yunho menuntut penjelasan atau jawaban dari pertanyaan yang mulai berputar-putar di otaknya.

Baru saja Leeteuk akan meninggalkan ruangan sebelum beberapa orang superpower abiliter menahannya, mencoba menenangkan dan menyuruhnya untuk kembali duduk namun yang ia lakukan justru sebaliknya. Keluar dan membanting pintu dengan kasar.

Yunho hanya bisa menghela napas berat, ia membubarkan rapat evaluasi. Menyuruh Shindong memberikan laporan tentang mereka yang terluka lalu menuju ruangan Minho bersama Sungmin.

Beberapa orang guardian nampak berjaga diluar dan didalam ruangan Minho. Keadaan Minho juga tidak bisa dikatakan baik – baik saja.

"HENTIKAN.. HENTIKAN!" Minho masih melonjak-lonjak dan berteriak, tangannya terikat kuat disamping tempat tidurnya begitu pun dengan kakinya.

"MAAFKAN AKU, HENTIKAN!"

"Dia terus saja mengucapkan seperti itu, meminta maaf dan menyuruh entah siapa untuk menghentikannya. Saat ini jiwanya benar – benar tidak stabil, aku sudah mencoba mengontrolnya namun tetap tidak bisa."

"Aku mengerti." Yunho berbicara sebentar dengan para guardian setelah itu mereka pergi meninggalkan ruangan Minho. Sungmin mengernyit bingung.

"Aku menyuruh mereka pergi, Sungmin bisakah kau mengunci pintu?"

"Oh baiklah, tapi mengapa harus dikunci?"

"Entahlah, aku tak ingin siapapun masuk." Setelah mengunci pintu Sungmin melangkah pelan kearah Yunho menerka – nerka apa yang akan dilakukannya.

"Astaga, jangan kau bilang kau akan memanipulasi pikiranmu dan masuk dalam pikirannya?"

"Aku akan mencobanya, aku adalah seorang mind controlling disini." Yunho tersenyum menenangkan Sungmin yang nampak mulai panik.

"Kau gila, Yun! Bagaimana jika kau berakhir seperti dia? Aku tidak mau punya pasien lagi yang sama sepertinya."

"Sungmin kita harus menolongnya, dia bukan sekedar junior kita. Dia.. tidak, maksudku Mereka semua adik kita teman satu team kita, percayalah padaku!"

Sungmin hanya mengangguk ragu. "Panggil Shindong, jika sesuatu terjadi."

"Berhentilah menakutiku!"

Yunho duduk dikursi samping tempat tidur Minho, mulai memejamkan matanya sambil memegang telapak tangan Minho dan mulai masuk ke alam bawah sadar nya. Terdengar suara aneh tidak jelas, tapi seperti suara seorang wanita. Tempatnya terlalu gelap, namun lama – kelamaan ia bisa melihat seseorang seperti dipasung, Yunho mencoba menyipitkan pandangannya mencari tahu siapa itu dan ternyata...

"Minho?!" Yunho mencoba meyakinkan.

"Yunho sunbaenim, tolong!" suaranya terdengar serak dan sarat akan permohonan. ia berlari menuju tempat dimana Minho dipasung mencoba mencari cara bagaimana melepaskannya. Ini gila, sesuatu yang seperti ini terjadi di alam bawah sadar.

'Jangan berani melepaskannya!' Suara wanita tadi nampak jelas sekarang

Gerakan tangan Yunho melepas ikatan Minho terhenti, ia mengalihkan pandangannya kesegala arah, mencari tahu siapa wanita itu, "Siapa kau?"

'Jangan kau sentuh anak itu, dia telah mengganggu putraku!'

"Aku tanya siapa kau?" kali ini Yunho meninggikan suaranya, tangannya yang sempat berhenti ketika mencoba membebaskan Minho tadi, mulai bergerak melepaskan ikatannya lagi dan terlihat sekali dari pupil mata Yunho berpendar tak jelas karena gelisah.

'Yunho, hentikan!'

"Siapa kau? Mengapa kau melakukan ini?"

Wanita itu muncul dari kegelapan dengan jubah abu panjang dan rambut tergerai.

"Yu...ra?"

'Dia mengganggu putraku!'

Tiba – tiba Yunho tersentak kaget karena Minho mulai berteriak 'hentikan' lagi. Yunho mengalihkan pandangannya kearah wanita itu.

"Kau memanipulasi pikiran di bawah pikiran? Hentikan Yura, dia hanya anak berumur 18 tahun sama seperti Kyuhyun."

Minho langsung berhenti, tubuhnya melemas.

'Dia mencoba menarik memori masa lalu Kyuhyun!'

"Yura, lepaskan Minho. Dia tidak salah, kita sedang dalam tes tadi. Ini di luar kendalinya!"

'Hapus semua memori sejak ia mencoba menarik memori Kyuhyun hingga saat ini, atau aku akan terus menyiksanya'

"Mengapa kau menjadi seperti ini? Kau wanita yang lembut yura."

'Lakukan sekarang atau tidak sama sekali!'

Yunho mulai mengontrol pikiran Minho menghapus setiap memori yang berhubungan dengan Kyuhyun, mencoba mengembalikan kesadaran Minho. Sebelum semuanya selesai, ia mendengar perkataan lembut wanita itu, Park Yura.

'Maafkan aku, Yunho. Aku hanya menyayangi anakku. Aku hidup dalam memori mereka!'

Yunho terbangun, perlahan ia merasa ada guncangan pada bahu dan itu Sungmin yang melakukannya. Minho sudah berhenti berteriak dan dalam keadaan tidur sekarang.

"Yunho kau mimisan!"

Tangannya menyentuh hidungnya pela , ia melihat ada darah merah kental pada tangannya.

Sungmin mengambil tissue di nakas samping tempat tidur Minho dan menyerahkannya kepada Yunho.

"Tidak apa – apa, Sungmin. Ini hanya mimisan."

Perlahan ia mencoba berdiri, namun tubuhnya kembali oleng.

"Oh Yunho, duduklah sebentar. Aku akan memanggil Shindong." Sungmin berlari meninggalkan ruangan dan kembali bersama Shindong.

"Apa yang terjadi?" Shindong terlihat bingung ia menatap beberapa tissue dilantai yang sudah penuh dengan bercak berwarna merah juga Yunho yang sedang menyenderkan tubuhnya sambil menengadahkan kepalanya ke langit – langit kamar rawat Minho. Shindong dan Sungmin mencoba memapah Yunho berdiri dan mengantarkannya ke ruang perawatan namun Yunho mencegahnya.

"Shindong, antarkan aku keruangan Changmin."

"Tapi, Yun..."

"Aku mohon."

Ia melirik kearah Sungmin yang masih berdiri mencoba memapah tubuh bagian kanannya.

"Sungmin, biar Shindong yang mengantarkanku!"

Sungmin hanya bisa mengangguk ragu dan membiarkan Yunho di papah oleh Shindong. Mereka memasuki ruang perawatan Changmin.

"Biarkan aku terbaring di sofa itu!"

Shindong menggeleng - geleng bingung, sebenarnya ada apa dengan Leeteuk dan Yunho. Dua orang ini sukses membuat kepalanya sakit.

"Sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian?"

"Kalian?"

"Kau dengan Leeteuk! Stop menjadi sosok yang misterius! Ini bahkan bukan cerita detektif."

Yunho hanya terkekeh pelan, kepalanya mulai berdenyut sakit.

"Lebih misterius lagi anak itu."

"Anak itu?"

" Kyuhyun. Seperti apa sebenarnya dia."

"Berhentilah memikirkan orang lain, pikirkan dirimu sendiri!" Shindong mulai membagi healingnya kepada Yunho.

"Kau tahu Yunho, hari ini lebih dari 4 orang yang membutuhkan healingku. Lama – lama aku bisa mati!"

Yunho kembali terkekeh pelan, "Maaf Shindong, aku berjanji setelah ini kau bisa beristirahat"

"Cih.." Shindong mendesis bercanda.

Setelahnya Yunho tertidur, beberapa saat kemudian Changmin mulai melenguh, ia membuka matanya. Retinanya mencoba menyesuaikan dengan cahaya lampu. Ia edarkan pandangan ke sekeliling kamar dan menemukan Shindong yang sedang meregangkan tubuhnya.

"Shin..dong sunbaenim?"

"Oh, Changmin kau sudah bangun?"

"Mengapa sunbae ada disini?"

Shindong menunjuk seseorang yang sudah tertidur pulas. Changmin mengikuti arah telunjuk Shindong.

"Itu Yunho sunbaenim?"

"Ya, jangan dibangunkan ya! Dia baru saja beristirahat."

"Tapi mengapa?"

Shindong menggaruk kepalanya yang tidak gatal, apa maksud pertanyaan bocah ini. sampai akhirnya ia mengerti "Aa.. mengapa di sofa kamarmu?" Shindong mengedikkan bahunya pelan. "Aku juga tidak tahu, mungkin kau bisa menanyakannya setelah ia bangun nanti."

.

Bersamaan dengan Changmin, Kyuhyun juga terbangun. Ia mendapati dirinya terbaring sendiri di ruangan yang sebenarnya paling ia hindari. Perlahan Kyuhyun menyadari bahwa dirinya terluka dan saat ini untuk bernapas pun butuh benda plastik transparan di area hidung dan mulutnya itu dengan selang yang mengarah pada nebulizer.

Kyuhyun mencari cara bagaimana dia duduk, tapi yang di dapatinya nihil. Jangankan menggerakkan seluruh badan, hanya untuk menggerakkan lengan kirinya saja tidak bisa. Namun bukan Kyuhyun si ambisius itu, jika ia berhenti berusaha. Otaknya masih mencari cara hingga kegiatannya terinterupsi oleh teriakan melengking khas seorang Changmin.

"Wo..wo..wow, mau apa kau? Changmin setengah berlari menghampiri Kyuhyun tepat pada saat pintu kamar rawat Kyuhyun terbuka.

Alih – alih menjawab, Kyuhyun masih terus menggeliatkan tubuhnya mencari cara agar bisa bangun dari ranjang tempat tidurnya untuk sekedar duduk.

"Ish, harusnya morfin itu tidak usah di suntikkan pada tubuhmu!" Changmin berusaha menghentikan usaha teman sekamarnya itu.

Yang berusaha dihentikan, balas menatap Changmin dengan raut seribu tanda tanya. Oke, ya Changmin mengerti tatapannya. Ia mencoba membantu membenarkan posisi berbaring Kyuhyun senyaman mungkin.

"Luka mu parah, paru – paru kirimu terluka, tangan kirimu patah dan enam tulang rusukmu remuk. Jadi jangan bergerak dahulu. Kau tidak merasakan sakitnya karena efek morfin."

Oh.. pantas saja ia tidak merasakan sakit apapun, Kyuhyun sempat berpikir mungkin dirinya hanya terluka ringan.

"Aku haus, min"

suara serak dibalik masker oksigen itu memecah kesunyian. Changmin segera mengambil gelas berisi air dan sendok. Ia juga memencet tombol darurat, tidak butuh waktu lama untuk seorang healer yang berasal dari beginner abiliter untuk datang ke kamar rawat Kyuhyun. Dia sempat terkejut melihat Kyuhyun telah bangun padahal kemarin, isu tentang Kyuhyun yang akan berada dalam tahap koma dengan waktu yang tidak dapat di tentukan merebak disekitar mereka.

Changmin menyampaikan maksud mengapa ia memanggil bantuan, ia meminta healer itu mengganti masker oksigen Kyuhyun dengan yang lebih sederhana agar Kyuhyun bisa minum tanpa melepas bantuan oksigennya. Karena Kyuhyun yang saat ini adalah Kyuhyun yang masih bergantung pada segala bentuk bantuan medis.

Ia sempat merasa sangat sakit ketika masker oksigen itu terlepas walaupun hanya dalam waktu singkat dan kembali merasa nyaman ketika bantuan oksigen yang lebih sederhana itu kembali terpasang. Changmin menghampiri Kyuhyun dengan segelas air dan sendok berrsamaan dengan keluarnya healer itu.

Ia membantu Kyuhyun untuk minum secara perlahan. Sedangkan Kyuhyun yang seorang tipe tidak sabaran, meminum air perlahan melalui sendok membuatnya gemas. Dia merasa sudah sangat haus tingkat dewa tapi yang di dapatkannya hanya sesendok air tiap detiknya. Tangan kanan Kyuhyun hendak mengambil gelas di tangan Changmin, mengerti akan niat kawannya itu sontak ia menjauhkan gelas di tangannya.

"AW! " Kyuhyun meringis kala tangannya yang hendak mengambil gelas mendapatkan pukulan dari sendok yang dipegang Changmin.

"Sudah bagus aku masih membantumu minum, berlagaklah seperti orang sakit! Kau tidak bisa minum langsung karena bisa tersedak nanti. Kau juga tidak bisa minum melalui sedotan. Kenapa? Karena dadamu akan tertekan ketika kau..."

"Min, kau tidak terluka kan?" Sukses membuat Changmin berhenti dari mengomel panjangnya.

"Eoh?" Changmin memperhatikan tubuhnya sendiri. "Seperti yang kau lihat aku tidak terluka dan tulangku masih baik – baik saja. "

Kyuhyun mengerti Changmin sedang menyindirnya, ia balas tersenyum.

"Syukurlah"

Changmin mengernyitkan dahinya singkat, sepertinya terluka membuat sahabatnya itu agak sedikit melankolis. Ia mengacak pelan rambut Kyuhyun.

"Aigoo, khawatirkan dirimu sendiri!"

"Tidurlah lagi, kau masih butuh istirahat!" lanjutnya.

Sedangkan di tempat yang lain Ryeowook berlari dari asrama menuju aula utama tempat berlangsungnya rapat para anggota superpower tadi. Peluhnya menetes dan nafasnya tersenggal. Ketika ia sampai, ruangan itu telah kosong. Dua orang guardian menghampirinya dan menanyakan mengapa ada seorang dari mid power datang ke tempat khusus tersebut.

Alih – alih menjawab ia menumpukkan kedua tangannya pada kedua lututnya mencoba menetralkan nafas yang memburu, tampak dua orang itu tidak senang karena yang di tanyanya masih belum menjawab. Dirasa sudah bisa bernafas dengan normal, Ryeowook menunjukan sebuah bandul kalung perak berbentuk pipih persegi panjang berukuran 3 kali 4.

Dibalik bandul kalung tersebut terdapar lambang masing – masing kemampuan – yang mana miliknya adalah 'future viewer' dan juga nama serta nomor keanggotaan. Dua orang guardian itu tampak mengerti dengan apa yang coba Ryeowook sampaikan dan tidak bertanya lebih lanjut.

"Aku harus bertemu dengan Yunho sunbaenim!"

Salah satu dari mereka mencoba menghubungi Yunho melalui earphone talkie dan mencoba menyampaikan maksud mengapa ia menghubungi. Setelahnya dua orang guardian itu mengantarkan Ryeowook ke tempat Yunho berada.

Yunho duduk menyenderkan punggungnya pada sofa kamar dimana Changmin dirawat, tapi yang mendiami kamar tersebut entah berada dimana. Perlahan ia memijit pangkal hidung dan dahinya. Kepalannya masih berdenyut sakit akibat efek Mind manipulated and controlling yang ia lakukan tadi.

Beberapa menit yang lalu dirinya terbangun ketika salah seorang guardian menghubungi dirinya. Ruangan itu terbuka dan menampakan Ryeowook bersama guardian yang langsung meninggalkan mereka berdua.

"Ada apa Ryeowook-a?

"Aku mendapat gambaran, sunbae!"

Yunho mencoba mendapatkan kembali konsentrasinya, walaupun kepalanya masih berdenyut nyeri.

"Apa yang kau lihat?"

"Tidak begitu jelas, suasana yang kacau, orang asing yang datang menghampiri Minho sunbaenim dan juga Leeteuk sunbaenim."

"Oh tidak, mereka mengincar Minho!"

Yunho berlari meninggalkan ruangan itu disusul oleh Ryeowook, dilain pihak Leeteuk yang sedang mendinginkan pikirannya tiba – tiba tersentak. Indera Thermoception nya merespon. Suhu di sekeliling tubuhnya menjadi sangat dingin. Ia berlari menuju kamar Kyuhyun berharap tidak ada sesuatu yang buruk apalagi berhubungan dengan kaum itu.

.

.

To Be Continue

.

BIGHUG

ESH1608