Animal Byun (ChanBaek)

.

Cast : Chanyeol Park & Baekhyun Byun

.

Another Cast : I dunno :3

.

Summary : Baekhyun, manusia spesial dengan kemampuan dapat merubah wujudnya menjadi berbagai binatang, mengalami kecelakaan yang membuat dirinya menjadi 'peliharaan' Chanyeol, seorang mahasiswa di universitas S. *opo ikih*

.

WARN : MATURE CONTENT EXPLICIT CONTENT BxB YAOI GAY BDSM S&M

.

DIS : Ide asli dari gelombang pikiran gua/? yang d ubah menjadi sebuah tulisan yang dapat di baca, walau menyebabkan mual mual dan muntaber/? beberapa adegan bisa aja terinspirasi dari berbagai pihak, kayak ff milik master-nim sunbae-nim atau senpai nim atau terinspirasi dari film film bokep yang pernah gua tonton :v


SELAMAT BUAT DOSA *hampir, mungkin*


PART 5 : Kejutan


Auhor pov

"Chanyeol..., Chanyeol-ah..."

Chanyeol mengerjapkan matanya begitu ia merasakan tubuhnya tergoncang. Begitu ia sadar jika Baekhyun membangunkannya, buru buru ia bangun dan duduk, ia tak ingin menyetubuhi Baekhyun pagi pagi buta, yah walaupun jauh di lubuk hati Chanyeol, ia sangat menginginkannya, tapi ia juga sayang pada tubuhnya, karena jika Baekhyun benar benar tidak menginginkan hal itu, dia akan menendang Chanyeol cukup kuat, dan Chanyeol sudah mengalami hal itu beberapa kali, membuat luka lebam tercetak di tubuh Chanyeol, namun Chanyeol juga mengambil keuntungan dengan menyuruh Baekhyun untuk melakukan sesuatu, entah itu berciuman dengannya dengan waktu yang Chanyeol tentukan, atau melakukan oral pada Chanyeol, atau juga menari striptease di depan Chanyeol. Yah, walaupun Chanyeol tak dapat merasakan lubang sempit Baekhyun, tapi Chanyeol cukup terhibur dengan hal yang Baekhyun lakukan. Selain menendang, Baekhyun juga mengubah bentuknya seperti saat natal kemarin, namun Baekhyun akan mem-blacklist wujud kecoa, karena badannya lebih sakit dari pada saat bercinta dengan Chanyeol.

"W...wae Baek?" tanya Chanyeol dengan suara yang menurut Baekhyun sangat sexy. Suara bass Chanyeol terdengar lebih sexy saat bangun tidur, menurut Baekhyun. Dan saat ini, malah Baekhyun yang ingin ditunggangi oleh Chanyeol.

"Jongin datang"

"Jong... siapa?"

"Kim Jongin, Pria sexy berkulit coklat itu" ujar Baekhyun polos membuat Chanyeol tiba tiba saja menindih Baekhyun.

"Apa katamu?" tanya Chanyeol tepat di samping telinga Baekhyun. "Siapa yang kau katakan sexy?" kali ini Chanyeol mengatakannya sambil diakhiri dengan jilatan sensual pada telinga Baekhyun.

"J...jonginh..." jawab Baekhyun sambil tidak sengaja menyebutnya sambil mendesah. "Akh!" pekik Baekhyun saat ia merasakan telinganya panas.

"Bahkan kau mendesahkan namanya, anak nakal" ujar Chanyeol sambil meremas adik Baekhyun, membuat pemiliknya melenguh.

"Yak! Park Chanyeol! Apa kau masih tertidur? Oh ayolah, hari ini ada mata kuliah si pirang" Hampir saja Chanyeol melucuti baju Baekhyun, suara teriakan Jongin menghentikannya.

"Sialan kau Kim" umpat Chanyeol sambil melihat ke arah luar kamarnya. "Kau masih ada hutang hukuman padaku" ujar Chanyeol dengan seringai yang sangat mengerikan, namun juga sangat menggoda.

Chanyeol pun segera membuka pintu untuk Jongin.

"Ada apa?"

"Ada apa? Ada apa?! Ada apa katamu?! Astaga Park, kau lupa jika kita ada kelas pagi ha? Ayo, segera bersiap, aku tak ingin membuat laporan tambahan untuk dosen pirang itu" kata Jongin sambil meyeret Chanyeol ke dalam apartemen lalu mendorong ke arah kamar mandi yang ada di kamar Chanyeol.

"Miauw~" Chanyeol menoleh ke arah bawah, yang ternyata Baekhyun sudah menjadi kucing.

"Oh, Baekkie~ apa kau sudah makan? Hei Chanyeol, kau segera ke kamar mandi dan bersiaplah, ppali ppali ppali!" seru Jongin sambil sedikit berteriak ke arah Chanyeol lalu menggendong Baekhyun, Baekkie tepatnya.


"Hei hitam" panggil Chanyeol pada Jongin, dan dibalas oleh Jongin dengan gumanan karena mulutnya yang penuh.

"Kau tau situs yang menjual sex toys?"

Brush!

Jongin refleks memuncratkan sandwich yang masih penuh di mulutnya, memang terdengar tidak realistis karena makanan, bahkan hal itu sepertinya hanya ada di komik komik saja, namun, Jongin dapat melakukan hal itu. Chanyeol entah mengapa sangat bersyukur, mungkin karena ia sedang tidak duduk di hadapan Jongin, karena jika ia duduk di hadapan jongin, sudah pasti ia menjadi korban sandwich Jongin.

"Jadi, kau tau tidak?" tanya Chanyeol lagi sambil memberikan minuman pada Jongin.

"Sebenarnya ada apa denganmu? Kenapa kau tiba tiba menanyakan hal itu padaku?"

"Aku hanya ingin saja" jawab Chanyeol yang sialnya di tangkap Jongin dalam artian lain. "Untuk memuaskan diriku mungkin" ujar Chanyeol dengan tampang tak berdosanya, namun dikepalanya sudah terbayang tubuh Baekhyun yang di pasangi beberapa sex toys, dan lagi lagi Jongin salah menangkap arti, dan itu membuatnya shock berat, ia tak menyangka jika sahabat sehidup sematinya ini akan seperti itu.

"Woa, wait dude, bukankah kau bisa mengeluarkan uangmu untuk memuaskan dirimu, kau tau, ada club baru di daerah cheongdam"

Chanyeol diam sejenak, menatap ke arah Jongin dengan tatapan yang menurut Jongin sangat mengerikan. Chanyeol mencoba melihat ekspresi Jongin, ia penasaran dengan apa yang dipikirkan Jongin.

"Oh ayolah Park, tatapanmu itu, astaga, aku hampir muntah jika kau menatapku seperti itu" ujar Jongin sambil menutup mata Chanyeol dengan tangannya.

"Hei, sebenarnya apa yang kau pikirkan, ha? Kau berpikir jika aku yang menggunakan benda itu di tubuhku?" tanya Chanyeol dengan nada yang sangat amat datar.

"Bukankah seperti itu?" tanya Jongin balik dengan wajah yang dibuat sok polos.

"Astaga..." Chanyeol membuang nafasnya dengan kasar, ia tak menyangka jika ia bisa betah bersama Jongin dari lahir hingga sekarang, yah mereka sudah dekat sejak kecil karena orang tua mereka.

"Akan kuberi tau, asal kau memberi tauku akan kau gunakan pada siapa"

"Pada jalangku" ujar Chanyeol, namun sedetik kemudian, perasaannya menjadi tak enak, ia merasa aneh jika menyebut Baekhyun sebagai jalangnya.

"Jalangmu?"

"Ah, tidak, maksudku, begitulah"

"Kau bersikap aneh" ucap Jongin dengan mata yang sedikit menyipit. "Tapi, akan tetap kuberi tau, tenang saja, dan tentu dengan syarat, kenalkan aku dengannya" Chanyeol masih diam. "Ok, kalau begitu aku pergi dulu, aku ada bimbingan karir setelah ini"


"Kau yakin akan membeli sebanyak itu? Ah tidak, barangnya sedikit, tapi harganya..." Jongin menggantungkan kata katanya, merasa tak sanggup mengeluarkan sederet angka yang menjadi total pembelian Chanyeol.

"Ada apa? Ini tak sampai dua ratus dolar"

"Apa katamu? Ah astaga, baiklah, bagimu itu adalah hal yang mudah, yah aku hampir lupa"

"Kau mengatakan seakan kau baru mengenalku"

Jongin pun hanya diam saja, ia masih terkejut dengan yang di beli Chanyeol, ia tak menyangka jika Chanyeol akan langsung memborong barang barang nista itu, ia kira Chanyeol hanya akan membeli sebuah vibrator untuk coba coba atau sex toys lainnya. Namun ternyata diluar dugaan, Chanyeol membeli vibrator, dildo, tali, kondom bergigi, cock ring, gag ball, cambuk, dan benda benda lainnya.

"Sebenarnya akan kau gunakan pada siapa benda benda itu?"

Chanyeol terdiam sejenak, ia berpikir, apa ia harus memperkenalkan Baekhyun hanya sebagai manusia, atau Baekhyun yang sebenarnya.

"Aku tak yakin akan memperkenalkan padamu atau tidak"

"Wae?"

"Kau pasti terkejut, bahkan pingsan"

Jongin terdiam sejenak, dan tak lama tawanya meledak heboh. "Huwahahahaha! Kau bercanda? Serius, Yeol, kau tak pernah berhasil memberiku sebuah kejutan, aku selalu mengetahui kejutan itu sebelum kau beri tau" setelah mengatakan hal itu, Jongin kembali tertawa heboh, membuat orang orang yang ada di sekitarnya melihat ke arahnya dengan tatapan aneh. "Seorang Park Chanyeol akan memberiku sebuah kejutan, astaga semalam aku bermimpi apa" lanjutnya dan terkadang masih tertawa.

"Terserah kau, namun jika kau sudah mengetahui sendiri, jangan pingsan, karena pasti saat itu juga pasti aku tidak ada di sampingmu"

"Ok, jadi kapan kau akan menunjukan ke-ju-tan itu padaku? Ah, tidak, kurasa kau harus memberi tauku selesai kuliah" ucap Jongin yang di balas gumanan oleh Chanyeol.


"Kau gila?"

"Hanya Jongin, kumohon"

"Tidak tidak tidak, apa kau bisa menjamin? Apa kau tak takut jika orang lain juga mengetahui selain Jongin"

Chanyeol menghela nafasnya, sudah beberapa menit ia beradu argumen dengan Baekhyun tentang hal yang akan menjadi 'kejutan' bagi Jongin. Baekhyun tentu tak ingin dirinya diketahui oleh orang banyak, karena Baekhyun sendiri masih takut dengan kejadian dua tahun yang lalu, sungguh ia sangat takut jika saja orang yang mengenal si gila Uhm atau asistennya yang tak kalah gila itu menemukannya lalu mengenalinya, bisa saja uji coba itu akan berlanjut lagi bukan?.

"Hanya Jongin" ucap Chanyeol dengan tatapan yang berbeda, dan itu ia lakukan untuk meyakinkan Baekhyun.

Baekhyun terdiam sejenak, ia mengalihkan pandangannya dari Chanyeol sambil menggigit bibirnya, masih terlihat jelas raut ragunya. Chanyeol pun akhirnya menarik Baekhyun ke pelukannya, mencoba meyakinkan Baekhyun sekali lagi. Chanyeol kira akan sangat mudah membujuk Baekhyun, ia kira Baekhyun tak masalah dengan hal ini, namun yang ia lihat raut ketakutan Baekhyun yang sangat jelas.

"Maaf aku memaksamu, tapi jika ada hal buruk yang terjadi, aku akan melindungimu" ucap Chanyeol tepat di samping telinga Baekhyun dengan lembut, membuat Baekhyun merasakan kehangatan secara tiba tiba. Memang terdengar berlebihan, namun memang kenyataannya, mungkin itu juga karena Baekhyun sudah lama tidak merasakan hal yang seperti Chanyeol lakukan. "Jika kau tidak mau, aku tak memaksamu, kembali lah ke bentuk kucing jika kau ingin keluar" kata Chanyeol sambil melepas pelukannya, dan hal itu sangat disayangkan oleh Baekhyun.

Chanyeol pun akhirnya melangkah ke arah pintu kamarnya, berniat keluar dari kamar dan menemui Jongin, namun pergerakannya terhenti saat ia merasakan ujung bajunya ditarik, dan saat ia melihat ke arah tangan itu, ia langsung berbalik dan mengusap kepala pemilik tangan itu, sambil tersenyum lembut, membuat Baekhyun yang melihatnya merona hingga ujung telinga.

"Aih... lucunya" ucap Chanyeol secara refleks.

Poof!

Tiba tiba ssaja keluar telinga anjing di sisi kepala Baekhyun, membuat wajahnya terlihat semakin merah.

"Chanyeol, aku... mempercayaimu, Jongin juga kurasa pria yang baik"

Chanyeol tersenyum mendengar ucapan Baekhyun, ia pun menunjuk ke arah kepalanya, seakan akan memberi tau tentang telinga Baekhyun agar cepat cepat di hilangkan, lalu menarik lengan Baekhyun, namun lagi lagi pergerakannya terhenti saat ia merasakan Baekhyun tak bergerak.

"Ada apa heum? Takut?" tanyanya sambil sedikit menunduk, mensejajarkan wajahnya dengan Baekhyun.

"Bolehkah aku mendapat pelukan lagi?" tanya Baekhyun malu malu.

Kali ini Chanyeol tertawa kecil saat mendengar permintaan Baekhyun, dan tak lama ia berkata, "kemarilah" sambil menarik Baekhyun dalam pelukannya, lalu menaruh dagunya di ujung kepala Baekhyun dan sesekali mengusap rambut Baekhyun. Mungkin saat ini Baekhyun sedang memasukan 'pelukan Chanyeol' dalam daftar hal favoritnya.

Setelah Baekhyun puas dengan pelukan Chanyeol, Chanyeol pun segera menarik Baekhyun keluar kamarnya, untuk memperkenalkan Baekhyun, bukan Baekkie. Begitu Chanyeol keluar, dapat ia dengar dengan sangat amat jelas suara Jongin yang langsung masuk ke telinganya.

"Ya! Park Chanyeol, sebenarnya apa yang kau lakukan didalam? Lama sekali, apa kau sedang onani?"

"Jaga mulutmu Kim Jongin"

"Ngomong ngomong, dimana Baekkie?"

Baekhyun yang mendengar Chanyeol kesal karena digoda oleh Jongin pun hanya tertawa kecil. Posisi Jongin yang duduk membelakangi, tentu tidak dapat melihat keberadaan Baekhyun yang sudah ada di samping Chanyeol, dan begitu Jongin menyadari jika Chanyeol tak menjawabnya, ia menoleh ke belakangnya, dan refleks, ia menyemburkan jus apel yang belum melewati tenggorokannya.

"Chanyeol! Siapa dia? Kau apakan dia? Astaga Chanyeol, apa yang sudah kau lakukan pada anak dibawah umur? Tolong Yeol, kau masih muda, dan kau tak ingin bukan jika dicap pedofilia karena mencabuli anak dibawah umur?"

"Sungguh Kim Jongin, siapa yang mencabuli siapa!?" seru Chanyeol tepat di depan muka Jongin, dan setelah itu Chanyeol menarik Baekhun untuk duduk di sofa yang lain.

"A..., atau mungkin dia sepupumu? Chanyeol, kenapa kau tak pernah bercerita jika mempunyai sepupu semanis dia? Kau kan bisa saja menjodohkanku dengannya"

"Tentu aku tak pernah menceritakannya padamu, karena dia milikku" balas Chanyeol dengan tekanan di akhirnya, membuatnya seakan akan Baekhyun memang dipatenkan untuk Chanyeol seorang.

"Aish, Oh! atau dia itu jal-" kalimat Jongin terpotong saat Chanyeol memberikan tatapan membunuh untuk Jongin. "Ah, maksudku, jadi namanya siapa hm?"

Baekhyun yang awalnya menatap bingung ke arah Chanyeol karena ucapan Jongin terhenti begitu saja, kini menatap Jongin sambil tersenyum.

"Baekhyun iminida" ucapnya.

"Baekhyun? Baek? kenapa namamu mirip dengan Baekkie? ah, ngomong ngomong Baekkie, dimana dia?"

"Dia di sebelahku, Jongin"

"Yang kulihat di sebelahmu itu Baekhyun, Chanyeol" Jongin terdiam sejenak. "Buwahahah! Jangan bercanda Park, maksudmu Baekhyun adalah kucing berbulu putih itu? Hahah! Candaanmu sungguh tak lucu"

Zrash!

Baekhyun pun merubah dirinya menjadi kucing untuk meyakinkan Jongin.

"Huwa! Apa itu!?" Sontak Jongin pun berteriak layaknya gadis sekolah menengah yang takut pada serangga.

"Kejutan..." Kata Chanyeol datar.

"A... Apa?" Dan detik selanjutnya, Jongin sudah tak sadarkan diri.

"Sudah kubilang kau akan terkejut, bahkan sampai pingsan, astaga..."


"Chanyeol! Jongin sudah sadar!" Seru Baekhyun pada Chanyeol yang sedang ada di dapur untuk mengambil air mineral untuk Jongin, dan kebetulan sekali Jongin sudah sadar.

"Huwa! Kau!" Jongin yang sadar langsung berteriak begitu ia mengetahui jika Bakehyun berada di sampingnya sambil mengacungkan jarinya tepat di depan wajah Baekhyun, membuat Baekhyun sedikit tersinggung.

"Ya, aku tau, kau terkejut, tapi caramu menunjukku dan ekspresimu itu membuatku tersinggung, Kim Jongin" ucap Baekhyun sambil menepis tangan Jongin.

"O...oh maaf"

Chanyeol yang baru saja dari dapur, segera duduk di samping Baekhyun, seperti tadi, dan Jongin membenarkan posisi duduknya.

"Jadi, sebenarnya kau ini apa?"

Chanyeol pun menceritakan semua yang ia ketahui, dan Baekhyun hanya diam saja, ia merasa tak perlu menceritakannya, karena sepertinya Chanyeol dapat melakukannya.

"Uhm Jaegu? Oh! Dia dosen pembimbing pertamaku, namun tak lama dia meninggal, well, dia memang sedikit gila kurasa" komentar Jongin saat Chanyeol selesai bercerita. "Bagaimana dengan keluargamu?"

Chanyeol diam, apa lagi Baekhyun, wajahnya malah terlihat pucat. Jujur saja, Baekhyun sangat merindukan keluarganya, sudah lama ia tak menyinggung keluarganya, memikirkannya saja tidak, karena jika ia memikirkannya, ia malah merasa sedih.

"Ah, maaf jika ini menyinggungmu"

"Tidak, akan kuceritakan, lagi pula Chanyeol juga belum mengetahuinya" Baekhyun menarik nafas yang penjang, bersiap menceritakan masa lalunya, lagi. "Aku sebelumnya sudah dinyatakan hilang selama sebulan karena aku dijadikan bahan percobaan oleh Jaegu, dan setelah dua bulan, orang tuaku sepertinya menyerah, dan aku mendengar kabar jika keluargaku pindah ke jepang, setelah itu, beberapa minggu kemudian kabar kematian Jaegu menyebar"

Jongin diam, Chanyeol diam, dan Baekhyun pun menunduk. Chanyeol pun menarik Baekhyun ke dalam rengkuhannya. Jongin yang pada saat itu merasa tidak enak, memutuskan untuk segera pulang.

"Jongin" panggil Chanyeol, dan Jongin pun menoleh ke arah Chanyeol sebelum ia benar benar keluar dari apartemen Chanyeol. "Jangan beritahu hal ini pada siapa pun, ok?"

"Kau bisa mengandalkanku, Park"


Saat ini Chanyeol sedang bermalas malasan dengan Baekhyun di ranjangnya, dengan posisi Baekhyun yang berada dalam pelukannya.

"Sudah merasa lebih baik?" Tanya Chanyeol yang dibalas anggukan oleh Baek. "Hei, kau masih berhutang hukuman padaku"

"Ugh..., Chanyeol, apa harus pada saat yang seperti ini?" Tanya Baekhyun sambil mengeratkan pelukannya pada Chanyeol dan menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Chanyeol.

"Yah..., tidak juga, tidak untuk saat ini, mungkin nanti malam, atau besok pagi, atau besok si- aw!" Chanyeol meringis saat perutnya terasa sakit karena cubitan Baekhyun.

"Jangan membahasnya dulu, bodoh, iya aku tau, pasti aku akan mendapatkan hukuman darimu, ok?" Ujar Baekhyun dengan nada sedikit kesal.

"Haha, baiklah, maafkan aku heum?"

"Heung..., terserah, aku ingin tidur" dan sekali lagi, Baekhyun mengeratkan pelukannya, begitu pun Chanyeol, hingga tak lama, Chanyeol mendengar dengkuran halus dari Baekhyun. Chanyeol yang mendnegarnya pun hanya tersenyum.

.

TBC/END?

.

a/n : Happy new year guys! Tx buat yang nyempetin diri buat baca ff abal abal dari gua sampe ganti tahun gini wkaka :"v Yah, gua d amuk sm iras004 :"v maapkeun aku,demi pup gua lupa ngasih tau :"v buat fitrysukma39, serah gua dong, kan yg ngesot gua jg :"v eh tp bener jg y, dr s magnae k biji cabe kga ad nyambung"nya :'"v

Oya, biar enak, jan manggil gua thor atau sebangsanya, panggil aja nyet *eh jangan ding, panggil aj gua S karena dulu pen name gua kan nama.a S Magnae, dan S sendiri itu adalah huruf awal nama gua, kan lbh singkat tuh y, dan buat yg pen deket atau mau ngobrol, invite pin bbm gua aj 5C7E9119, nah juga tuh OliviaChoi 11, mungkin lu bs invite gua, dan meneliti gua ini cwo atau cwe *promosi :"v tp lu bs nanyain gender gua np he? trs lu bs blg gender gua cwo gmn awal mulanya? O_o

Udh gitu aj y, jan lupa Review.a, udh gua usahain update cepet, d panjangin epep.a kyk anunya Jongin, maaf aj klo msh banyak typo, maaf jg klo gua msh banyak kesalahan *np kyk udh mau puasa aj*, sekali lagi...

HAPPY NEW YEAR GUYS~ XOXO~~ :*

eh, kelupaan, *ekhem bdsm mau d taruh mn? *smirk