Author: Sung Hye Ah

.

Title: I Think, You Love Me.. ^_^

.

Genre: Romance (?), Hurt, Comfort, Little angst, Friendship

.

Warning: genderswitch, abal, gaje, typos bertebaran dimana2 :-p, chap ini keseluruhan pov'nya aku..^^

.

Main cast: KyuMin, SiBum, HaeHyuk, YeWook

Other cast: other couple in suju

.

Summary: kau mencintaiku, dan aku mencintaimu, lalu apa yang harus kita lakukan?!

.

Disclaimer: Super Junior belong to God, their parents, n SMEnt, but KIBUM, SUNGMIN, N KYUHYUN Are MINE…! Plak/ di gamparin elf seluruh dunia

.

.

.

CHAPTER 6

.

Mobil sedan bermerk Mercedes E Class melaju dengan kecepatan sedang, di dalamnya terdapat sebuah keluarga yang akan menghadiri sebuah pertemuan. Mobil tu menembus dinginnya malam, sedingin wajah yeoja manis yang kini sibuk memandang jalanan yang di lewatinya melalui jendela mobilnya.

.

Sesekali terlihat yeoja manis itu menghela nafasnya dengan gusar, sedangkan sang orang tua hanya memandangnya maklum. Sang kakak yang berada di sebelahnya hanya bisa mengangkat bahu melihat kelakuan sang adik, dia sendiri tak tahu apa rencana orang tua mereka untuk sang adik.

.

"Minnie-ah, gwencahanayo?" sang kakak bertanya, terlihat garis kekhawatiran melihat sang yeoja, adik tercintanya terlihat gusar, dan 'kalau dia tak salah lihat' sedih…

.

Sang adik bernama Sungmin menoleh, dan sedikit tersenyum "Nan gwenchana oppa" dan kembali dia terlarut dalam sebuah lamunan.

.

Mobil sedan tersebut memasuki sebuah area rumah yang begitu megah. Sungmin semakin terlihat tak nyaman..

.

"Sayang, tak akan ada apa-apa, tenanglah Minnie, percaya pada umma, nde?" sang umma berusaha menenangkan sang yeoja manis itu, yang oleh sang yeoja hanya ditanggapi anggukan pelan.

.

Sungmin bergelayut manja di lengan sang kakak, jujur dia begitu malas untuk bertemu muka dengan sang Tuan rumah. Pikirannya sibuk memikirkan kata-kata untuk menolak semua hal yang tak diinginkannya.

.

Seorang pelayan pria menghampiri mereka dan membungkuk dengan hormat "Mari Tuan Lee, Tuan Jung sudah menunggu kedatangan anda di ruang tamu" pelayan itu mengantar Keluarga Lee menemui sang Tuan rumah.

.

Terlihat namja dan yeoja paruh baya yang kini sibuk berbincang, tentu saja Keluarga Jung adalah salah satu keluarga pebisnis yang cukup terkenal di Korea, bukankah perjodohan antara pebisnis merupakan hal yang wajar?! Begitulah awal semua kejadian buruk ini, kejadian yang tak akan Sungmin biarkan berlarut dan tak berhenti.

.

"Selamat malam Tuan Jung"

.

"Ahh.. selamat malam Tuan Lee, mari silahkan duduk" Tuan Jung berdiri diiringi sang istri.

.

.

Tuan Lee membungkuk hormat "Maaf apabila anda menunggu lama, seperti biasa, jalalan Seoul begitu padat menjelang malam"

.

"Hahaha.. saya kira anda benar Tuan Lee, ayo-ayo silahkan duduk.. Yeobo, panggil Changmin kemari"

.

Sang istri Jung Jaejong berdiri "Ah nde yeobo, saya permisi dulu Tuan dan Nyonya Lee"

.

Tuan Jung tersenyum "Ada apa kiranya Tuan Lee tiba-tiba mengontak saya dan meminta bertemu, ada hal pentingkah mengenai pertunangan putra putri kita?"

.

Tuan Lee tersenyum tipis "Lebih baik, saya akan jelaskan setelah putra anda berada disini Tuan Jung, akan sangat tidak adil kalau dia mengetahuinya secara sepihak. Bukankah kita harus saling terbuka.."

.

"Benar, anda benar Tuan Lee, baiklah mari kita menunggu istri saya dan putra saya… Bibi Rin, tolong hidangan untuk tamu saya"

.

Pelayan wanita yang disapa Bibi Rin tersebut menangguk pelan, dan berlalu menuju dapur kediaman keluarga Jung.

.

Terdengar suara langkah kaki yang berat, Sungmin menoleh dan matanya bertemu pandang dengan pemuda tampan tinggi, yang entah mengapa lebih terlihat sinar ketakutan di dalam matanya. Sungmin memandang tajam, dan sedetik kemudian dia membuang muka, muak….

.

Sang kakak, Zhoumi hanya memandang bingung "Min,,,what's wrong baby?"

.

Sungmin memandang kakaknya sebentar "Nothing, everything its Ok, don't worry my big brother. Just silent and listen, can you?"

.

Zhoumi akhirnya menyerah "Ok,"

.

Suara langkah kaki dua orang semakin mendekat, pemuda tampan itu terlihat begitu takut dan kalut. Nasib pertunangannya akan di tentukan malam ini, tentu saja dia berharap pertunangan ini berlanjut, dia sudah kehilangan sang kekasih yang begitu dicintainya, dan tentu saja dia tak mau kehilangan sosok yeoja manis nan mungil yang entah sejak kapan mulai mengisi relung hatinya, Lee Sungmin.

.

Pemuda itu membungkuk hormat "Anneyonghaseo ahjussi, ahjumma, Zhoumi hyung, dan Sungminnie"

.

"Nde anneyonghaseo" jawab Keluarga Lee serempak.

.

Tuan Lee membuka percakapan "Terima kasih sebelumnya karena mau meluangkan waktu demi kedatangan kami Tuan dan Nyonya Jung, terus terang kehormatan bagi kami dapat menjalin kekeluargaan dengan keluarga Jung. Saya berpikir ini adalah jalan yang terbaik untuk putra-putri kita di masa mendatang. Dan…" Tuan Lee mengambil nafas sejenak "Karena Changmin sudah disini, saya tak mau berpanjang lebar dan mengganggu kenyamanan Tuang Jung sekeluarga lebih lama lagi, saya dan istri saya selaku orang tua dari Lee Sungmin, memohon pada anta Tuan Jung sekeluarga untuk menyetujui usul saya untuk membatalkan pertunangan antara Sungmin dan Changmin"

.

Tuan dan Nyonya Jung terkesiap, bingung, kesal, semuanya bercampur menjadi satu. Sungmin dan Zhoumi terkejut, dan Changmin terlihat meremas kedua tangannya "Apa yang anda katakan Tuan Lee, bahkan kita sudah sepakat, Changmin juga berkata pada saya bahwa dia mencintai Sungmin, mengapa anda tiba-tiba mengambil keputusan seperti ini?"

.

Tuan Lee dengan tenang menjawab "Begini Tuan Jung, sejujurnya saya begitu menyesal mengambil keputusan ini. Namun saya hanya ingin putri saya bahagia, dan saya kira sebuah kesalahan dengan kita menjodohkan kedua anak kita, disaat mereka tak saling mencintai"

.

"Tapi anak saya mencintai putri anda Tuan Lee…!" Raut kemarahan terlihat jelas di wajah Tuan Jung, sang istri hanya bisa mengelus punggung sang suami, berusaha menenangkan.

.

"Tapi maaf, ternyata putri saya tidak mencintai putra anda Tuan Jung. Saya begitu merasa bersalah membuatnya sedih. Dan asal anda tahu, bahwa Changmin sebenarnya mempunya yeojachingu saat kita menjodohkan mereka, dan Changmin tak pernah memutuskan yeojachingunya saat dia bersama Sungmin. Dengan kata lain, dia menduakan yeojachingunya dan Sungmin. Dan sebagai orang Tuanya, saya tak bisa menerima itu Tuan. Mohon anda mengerti saya, dan saya kira anda adalah orang tua yang bijaksana"

.

Tuan dan Nyonya Jung tampak berpikir keras, dan sesekali meilirik putra mereka, Changmin, yang kini terlihat merasa bersalah dan terus menunduk.

.

"Baiklah Tuan Lee, saya kira alasan yang anda kemukakan bisa saya terima. Terus terang saya tak mengetahui perihal hal ini, sungguh memalukan, saya atas nama keluarga meminta maaf pada Tuan Lee sekeluarga, terutama Sungminnie, maafkan ahjussi Minnie-ah"

.

Sungmin tersenyum manis "Nde ahjussi, Sungmin juga meminta maaf, kalau Sungmin selama ini sudah mengecewakan ahjussi dan ahjumma"

.

"Baiklah Tuan Jung, saya kira urusan saya telah selesai, maaf apabila kedatangan keluarga saya menganggu ketenangan keluarga anda Tuan Jung" Keluarga Lee membungkuk hormat.

.

Keluarga Jung membalas dengan hormat "Saya benar-benar meminta maaf atas semuanya Tuan Lee"

.

Greepp~

.

Dengan tiba-tiba Sungmin memeluk Changmin dengan erat "Min…"

.

Sungmin melepas pelukannya "Gomawo Changmin-ah, kita berteman nde, dan carilah yeoja yang lebih baik dariku. Dan Kibum, jangan ganggu dia lagi, arra?"

.

Changmin tersenyum manis "Nde Minnie-ah, kita teman sekarang. Kibum?! Tentu saja aku tak akan menganggunya, bukankah dia kini milik Siwon?"

.

Sungmin mengangguk senang dan menyuruh Changmin menunduk agar dia bisa mengacak rambut pemuda tampan itu. Changmin pun menurutinya dengan menundukkan kepalanya…

.

"Aku berharap yang terbaik untukmu Minnie-ah" ucap Changmin diselingi senyum manis

.

Sungmin tersenyum senang "Nado Changmin-ah, aku juga berharap yang terbaik untukmu"

.

Keluarga Lee dan Keluarga Jung tampak begitu senang dengan keakraban Sungmin dan Changmin. Ternyata menjadi sahabat adalah hal terbaik untuk mereka. Perasaan memang hanya milik masing-masing, tak bisa dipaksakan, karena yang akan ada hanya kesakitan, kesakitan yang tak akan kita tahu kapan akan berakhir.

.

Keluarga Lee memasuki mobil mereka dan meninggalkan halaman keluarga Jung. Sungmin tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, senyum manis tak henti-hentinya terukir di bibir mungilnya. Zhoumi, sang kakak, hanya bisa mengusap kepala Sungmin sayang, berharap semua ini adalah hal yang terbaik untuk sang adik yang begitu disayanginya. Tuan dan Nyonya Lee pun tak henti-hentinya tersenyum melihat kebahagiaan putra-putri mereka, dan dalam diri mereka berjanji, bahwa mereka tak akan lagi mengusik kebahagiaan harta paling berharga milik mereka.

.

"Oh yah Mimi, kapan kau akan melamar Henry, bukankah kalian sudah begitu serius menjalin hubungan selama ini?"

.

Zhoumi begitu terkejut dengan perkataan appanya, namun sedetik kemudian dia bisa menguasai keterkejutannya "Jujur belum aku pikirkan Appa, Henly masih kuliah, bagaimana kalau kita tunggu dia sampai lulus dulu. Aku akan membicarakannya dengan Henly dan kedua orang Tuanya"

.

Tuan Lee sang Appa hanya menangguk senang dengan jawaban bijak sang putra kebanggaannya…

.

"Huft, padahal umma sudah begitu merindukan kehadiran cucu di keluarga kita" Sang umma ikut angkat bicara.

.

"Aku juga sudah ingin punya ponakan" Sungmin mempoutkan bibirnya lucu, yang akhirnya dihadiahi cubitan sayang di kedua pipinya oleh sang kakak, Zhoumi.

.

"Hahahah, sabar nde…."

.

"AHHH…!"

.

CKittttttttttt….!

.

"Yak, Minnie-ah, jangan seenaknya berteriak…!" jitakan yang cukup keras mendarat di kepala Sungmin, dan tentu saja itu jitakan dari Zhoumi, sang kakak yang egitu kaget dengan teriakan Sungmin, dan alhasil supir mereka menghentikan mobil mereka dengan mendadak.

.

"Ada apa chagie?"

.

"Umma, appa, bagaimana kalau kita pergi ke rumah Henly oenni, kurasa kita perlu membicarakan masalah si Mimi oppa ini?" Sungmin mengerlingkan mata ke arah sang kakak, yang hanya dihadiahi pelototan.

.

Sang Appa tersenyum setuju "Pak Kim, tolong ke rumah Keluarga Lau"

.

"Nde, Tuan…"

.

Sungmin bersenandung senang, kedua orang Tuanya tersenyum bahagia, dan Zhoumi… ahh.. kita ketahui sekarang, Zhoumi begitu gugup dan bingung. Dan kini Zhoumi hanya bisa melotot horror ke arah sang adik, Sungmin.. 'Ish~ gara-gara nih anak'

.

Sekitar 10 menit mereka telah tiba di sebuah rumah bergaya klasik Eropa, seorang penjaga rumah membukankan pintu dan membungkuk dengan ramah. Beberapa menit kemudian keluarga Lee terlihat keluar dari mobil mereka, dan berjalan ke arah pintu rumah.

.

Seorang pelayan menyambut mereka dengan ramah, dan mengantarkan mereka menemui sang Tuan rumah. Terlihat keluarga Lau, pengusaha dari Kanada berketurunan China itu sedang asyik bercengkrama dengan istri dan kedua anak mereka.

.

"Anneyonghaseo Tuan Lau, kelihatannya kami menganggu kebersamaan Tuan"

.

Tuan Lau mendongak dan tersenyum senang melihat keluarga Lee datang "Aigo.. Tuan dan Nyonya Lee, silahkan..silahkan… ahh.. tolong minta bibi untuk menyediakan hidangan Henly"

.

Henry menengadahkan wajahnya, mata mungilnya bertemu dengan mata tajam sang kekasih, Zhoumi, menatap sang kekasih bingung akan kedatangannya " Nde Appa.."

.

"Maaf, kalau kedatangan kami menganggu Tuan Lau, mianhamnida…"

.

"Annio..annio… tentu saja saya senang dikunjungi keluarga calon besan, bukan begitu yeobo"

.

"Nde… yeobo.." Nyonya Lau tersenyum manis menanggapi ucapan sang suami.

.

"Begini Tuan dan Nyonya Lau, kami kemari, ahh… kami ingin membicarakan perihal hubungan Zhoumi dan Henry, saya sudah begitu ingin melihat mereka menikah, hahaha.."

.

"MWO?! Menikah…!"

.

Zhoumi yang mendengar keterkejutan yeojachingunya, segera menghampiri dan mengambil nampan yang berisi minuman, takut kalau nampan itu akan jatuh karena reaksi Henry tentang pernikahan mereka "Duduklah dulu mochi sayang"

.

Tuan Lau tak kalah terkejut "Begitukah Tuan Lee, jujur saya juga ingin, bagaimana Henly-ah?"

.

Henry terkesiap "Nde appa, ehmm.. Henry ingin menyelesaikan study Henry dulu, mianhe ahujussi, ahjumma, terus terang Henry juga belum siap"

.

Zhoumi yang mendengar perkataan yeojachingunya sedikit sedih, dia sebenarnya juga menginginkan pernikahannya secepatnya, namun cintanya terhadap Henry membuatnya harus ikhlas menerima keputusan sang kekasih untuk menunda pernikahan mereka "Aku akan menunggu sampai Henry siap appa, umma, ahjussi, ahjumma.. mohon hargai keputusan kami"

.

Kedua orang tua mereka menghela nafas, "Baiklah, mungkin memang sungguh tak enak kalau Henry harus hamil di saat dia masih harus mengkuti berbagai macam ujian, hahahah…"

.

Henry yang mendengar ucapan sang Appa hanya bisa menunduk menyembunyikan pipinya yang memerah. Hamil, ck~ yang benar saja, menikah saja belum, appanya sudah berpikir tentang dirinya yang hamil. Zhoumi terlihat bersemu juga, sungguh, memikirkan Henry hamil membuat otaknya berkeliaran entah menjelajahi dunia mana…#YadongyahMimiOppa?#AuthorDilemparTelur~

.

Sungmin yang sedari tadi hanya diam, mencoba mencairkan suasana yang entah bagaimana mendadak hening " Oenni, aku sudah ingin punya ponakan, kau kejam sekali.."

.

Henry menegakkan kepalanya memandang Sungmin, seulas senyum manis yang membuat kedua mata sipitnya mengecil "Sudah tak sabar Minnie-ah, tenang saja, kuliahku selesai setahun lagi. Dan kalau kau masih tak sabar, bagaimana kalau kau saja yang segera mempunyai aegya, hiihihi…"

.

"HAHAHAHA…." Tawa meledak di ruang tamu milik keluarga Lau, karena percakapan dua yeoja imut dan mungil, Sungmin dan Henry.

.

"Ishh~ kenapa jadi aku sih yang disuruh hamil" Sungmin mempoutkan bibir mungilnya dengan lucu, membuat Zhoumi lagi-lagi mencubit kedua pipinya gemas.

.

Percakapan panjang mengalir begitu saja diantara kedua keluarga pebisnis itu. Tawa dan canda terlontar bak mata air yang tak akan berhenti. Hingga satu jam kemudian keluarga Lee, memutuskan untuk pamit dan kembali kerumah mereka untuk beristirahat. Hari esok yang melelahkan menanti mereka.

.

.

Kebahagiaan datangnya dari diri kita sendiri…

Kita tak akan bisa menolak kapan kebahagiaan itu datang dan pergi…

Yang perlu kita lakukan, hanya bersyukur dan selalu berdoa, berharap bahwa kebahagiaan akan selalu menyertai kehidupan kita…

.

.

Saranghae… saranghae…

.

ntah sejak kapan kata-kata itu terpatri di benak seorang yeoja cantik yang sejak tadi hanya berguling-guling ria di atas tempat tidur king size miliknya…

.

'Aishh… mengapa kata-kata itu terngiang terus di telingaku, ck..'

.

Yeoja itu kembali berkutat pada tugas kuliahnya, membolak-balikkan bukunya, namun, sungguh hanya karena sebuah kata 'Saranghae' dia hampir tak bisa berkonsentrasi dengan buku yang dibacanya. Padahal dia termasuk tipe manusia yang dengan mudah sekali berkonsentrasi, dan tidak mudah membuyarkan konsentrasinya. Namun, hanya karena kata keramat 'itu' dia hanya bisa bergerak gelisah, dan akhirnya dia memutuskan untuk meletakkan bukunya dia atas meja, dan berlalu ke arah kamar mandi untuk mencuci muka dan menghilangkan kegelisahannya akan kata 'itu'.

.

.

Flashback…

.

"Jeongmal gomawo sudah mengantarku Siwonnie" Yeoja cantik tersebut membungkuk sekali "Oh, yah, masuklah, mampirlah sebentar, aku akan membuatkanmu minum"

.

Sang namja bernama Siwon itu hanya menggeleng pelan "Kapan-kapan saja Kibummie, hari sudah malam, dan aku ada janji mengantar umma setelah ini"

.

Yeoja cantik itu, Kibum, tersenyum kecewa "Baiklah, sekali lagi terima kasih sudah mau mengantar Siwonnie.. aku masuk dulu"

.

Kibum berbalik untuk memasuki rumahnya, sebelum…

.

Greeppp~ dengan satu tarikan, Siwon berhasil membawa Kibum dalam pelukan hangatnya. Mata Kibum mengerjap cepat, dia merasa dreaming, namun ini bukanlah mimpi, ini kenyataan, kenyataan yang begitu membuatnya 'entah mengapa' senang, sekaligus gelisah…

.

"Si-Siwonnie, wae?"

.

Siwon mengeratkan pelukannya "Saranghae Kibummie, jeongmal saranghamnida" Bisik Siwon perlahan di telinga Kibum.

.

Kibum yang entah bagaiman belum 'ngeh' dengan semua ini, hanya bisa terdiam 'Benarkah semua ini, tapi bukankah ini terlalu cepat apabila dia harus menerima Siwon, baru kemarin dia putus dengan .

Changmin, tidak lucu, apabila semudah itu dia menerima Siwon. Walaupun dia tak bisa mengingkari, perasaan penuh dan hangat yang meyergapnya saat Siwon memeluknya erat, perasaan yang menggambarkan bahwa dia juga merasakan perasaan yang sama dengan pemuda yang kini sedang memeluknya erat'

.

Cukup lama mereka terdiam dalam sebuah pelukan hangat yang membuat mereka nyaman satu sama lain, sampai Kibum memecah keheningan diantara mereka "Wonnie-ah, I know your feeling, tapi aku tak bisa memberikan jawabannya sekarang. Aku mohon berikanlah waktu untukku, untuk menata hatiku. Kau tahu bahwa baru kemarin, aku yah.. kau tahu sendiri"

.

Siwon melepas pelukannya pada Kibum, dan menatap Kibum dengan hangat "Aku tak menuntutmu menjawabnya sekarang Bummie, lega rasanya aku sudah mengatakannya. Aku akan menunggu sampai hatimu benar-benar siap.."

.

Siwon membelai pipi chubby Kibum, yang entah sejak kapan sudah memerah sempurna. Kibum menutup matanya, begitu menikmati sentuhan yang Siwon berikan. Sungguh, hatinya menghangat begitu mengetahui perasaan Siwon terhadapnya, hatinya membuncah bahagia saat Siwon mengatakan dengan mantap perasaanya.

.

Kibum membuka matanya perlahan, di belainya pipi Siwon dengan lembut, senyuman indah terkembang di bibir mungilnya. Siwon membalas pandangannya dengan tatapan yang tak kalah lembut, sungguh hati mereka terasa begitu lengkap saat pandangan mereka bertemu, pandangan yang begitu penuh dengan rasa cinta, yang membuncah dan bergelora di dalam relung hati mereka. Tak ingin semuanya berakhir, Siwon membawa bibirnya menuju kening Kibum, mengecupnya pelan, menyalurkan hasrat, betapa dia begitu mencintai yeoja yang sekarang berada dalam dekapannya ini.

.

Kibum merasa begitu hanyut dalam perasaan cinta antara dirinya dan Siwon, kegelisahan dan ketakutan akan kehilangan segala kehangatan ini, begitu membuat dadanya merasa sesak. Sungguh, dia tak pernah mengalami perasaan sebahagia ini sebelumnya, sungguh perlakuan Siwon terhadapnya, membuat hatinya begitu melambung tinggi, membuatnya menjadi yeoja paling bahagia di dunia ini.

.

"Masuklah Bummie, hari sudah gelap, aku tak mau kau sakit lagi karenaku. Aku begitu mencintaimu" Sekali lagi Siwon mengecup kening Kibum, dan benar-benar melepas peluakan mereka.

.

Kibum melangkahkan kaki meninggalkan Siwon menuju rumahnya. Siwon menunggu sampai Kibum benar-benar memasuki rumahnya dengan selamat, berlebihan memang, tapi salahkanlah rasa cinta yang begitu besar, yang sudah di pendam Siwon selama dua tahun lebih terhadap Kibum.

.

Dan setelah benar-benar memastikan Kibum masuk, Siwon memutuskan untuk segera meninggalkan rumah Kibum. Hatinya begitu merasa lega,dan yang harus dia lakukan sekarang, adalah meyakinkan Kibum akan perasaan cintanya, dan membuat Kibum segera menjawab pernyataan cintanya.

.

Flashback Off.,

.

.

Drtt..drrtt…

.

Kibum berlari begitu mendengar suara getar android miliknya, di bukanya sang gadget, dan dia tersenyum menemukan sebaris kata sederhana, namun mempunya makna yang begitu indah untuknya..

.

From: Siwonnie ^_^

.

'Jaljayo Nae Princess, have a nice dream, aku harap, aku yang akan datang dimimpimu malam ini dan seterusnya'

.

Kibum tertawa pelan, dan cepat mengetik balasan untuk sang pengirim pesan, Siwon.

.

To: Siwonnie ^_^

.

'Gomawo Siwonnie, we will see nde.. aku harap mimpimu indah malam ini dan seterusnya'

.

Di sebuah kamar bernuansa putih..

.

Drrtt…Drrtt….

.

From : Nae Princess Kibummie 3

.

'Gomawo Siwonnie, we will see nde.. aku harap mimpimu indah malam ini dan seterusnya'

.

Namja bernama Siwon itu tersenyum bahagia, sesekali dia mengenang saat-saat bahagia yang baru saja di lewatinya bersama yeoja yang begitu dicintainya, Kibum.

.

To : Nae Princess kibummie 3

.

'Nde, semoga kau yang akan hadir di mimpiku malam ini dan seterusnya Kibummie, Saranghae'

.

Siwon tersenyum membayangkan wajah Kibum saat membaca pesannya.

.

Drrtt..drrtt…

.

From: Nae Princess Kibummie 3

.

'Uhmm… semoga saja Wonnie.. ^_^'

.

Dan entah sampai kapan mereka larut dalam hubungan melalui pesan singkat itu, namun hanya karena sebuah pesan bukankah begitu sangat berarti bagi insane yang sedang jatuh cinta. Biarkan mereka larut dalam kebahagiaan yang mereka rasakan saat ini, manusia berhak bahagia bukan…

.

Drttt…drttt…drttt….

.

"Nde, yoebseyo" hening tak ada sahutan, sang yeoja yang mengangkat telfon mengerutkan kening, bingung "Yeobseyo… yeobseyo…"

.

Ok, habis sudah kesabaran yeoja mungil nan manis itu "Yak..! hei orang aneh, whatever you are, kalau tak niat bicara mengapa menelfon, dasar orang kurang kerjaan, ishh… kau penganggu..!"

.

Masih hening tak ada sahutan, sang yeoja hanya menepuk jidatnya sebal…

.

"Aishh.. ya sudah, aku tutup telfonnya..!"

.

Namun, belum sempat yeoja itu menutup telfon…

.

"Wookie-ah…."

.

Sang yeoja bernama Ryewook itu kembali mengarahkan handphonennya ke telinga "Kau sudah mau berbicara, dan siapa kau…"

.

"Aku… huft…." Terdengar helaan nafas berat di seberang telfon, Ryewook makin bingung, siapa namja aneh yang menelfonnya malam hari, dan hanya menyuruhnya mendengar helaan namja aneh itu, Oh God.. demi semua resep masakan yang belum pernah dicobanya, dia begitu merasa orang ini adalah orang yang amat-sangat-tidak-penting.

.

"Wookie.. kau masih disana?" terdengar suara namja itu lagi, dan suaranya tersirat suatu kekhawatiran .

.

"Nde.. dan kau siapa?"

.

"Yesung.. ini aku Yesung.. maaf apabila aku menganggumu"

.

Ryewook hanya bisa membatin 'Kau-memang-sangat-menganggu-dasar-kepala-besar'

.

"Nde, ada apa menelponku malam-malam oppa?"

.

"Huftt…" lagi-lagi namja bernama Yesung itu menghela nafas , dan Ryewook hanya memutar matanya degan bosan.. dan…

.

"Saranghae Wookie-ah, jeongmal saranghae, aku menyukaimu sejak pandangan pertama sampai sekarang"

.

"Mwo, tap_"

.

Klik..

.

Ryewook membanting handphonenya di atas tempat tidurnya dengan kesal. Bagaimana bisa namja itu, Yesung, menyatakan cinta dengannya melalui telfon, dan mengatakannya tanpa jeda nafas sama sekali, dan yang lebih sebalnya, belum sempat dirinya menjawab dan berargumen, namja itu sudah menutup telfonnya dengan kejam.

.

Ryewook, tak habis pikir, bagaimana bisa dia bertemu dengan namja seaneh dan semenarik Yesung. Ups… apa yang dia pikirkan tadi, menarik?! Oh.. God… otaknya sudah mulai teracuni cinta aneh dari namja berkepala besar itu, yang hobinya tiap sore menculiknya, agar mereka bisa pulang bersama.

.

Tapi tak bisa di pungkiri, hatinya begitu bahagia mendengar kata cinta yang tanpa jeda itu, dan…

.

Tok..tok..tok…

.

"Wookie-ah, buka jendelanya, aku ada di luar, dingin tau…."

.

Jdeerr~

.

'Jangan lagi'

.

Ryewook buru-buru membuka jendelanya, sebelum semua orang di rumahya mendengar suara ribut Yesung.

.

"Hahh… akhirnya masuk juga, kau tahu di luar dingin Wookie-ah…" Yesung terlihat menggosok-gosok tangannya, untuk menghangatkan dirinya tentu saja.

.

Ryewook tertawa pelan… "Kau masuk lewat jendela lagi? Senang sekali…"

.

Yesung mengerucutkan bibirnya "Aku memang lebih suka masuk lewat jendela kamarmu, karena aku bisa langsung bertemu denganmu"

.

Mendengar pernyataan Yesung membuat pipi chubby Ryewook memerah "Oppa, apa maksudmu yang di telpon tadi, kau tak bercanda kan, kau tak…."

.

Yesung menarik Ryewook dalam pelukannya "Hangat….Wookie, jangan berkata apapun, biarkan sejenak seperti ini, rasanya begitu nyaman" Ryewook mengangguk pelan, dan entah bagaimana Ryewook malah mengeratkan pelukan mereka.

.

"Apakah hangat oppa, apakah tubuhku bisa membuatmu hangat dan nyaman?"

"Sangat, kau sangat hangat dan nyaman Wookie" Yesung mengelus kepala Ryewook dengan lembut…

.

Ryewook tersenyum senang, dia begitu merasa berguna untuk lelaki yang sudah menyita perhatiannya sejak pertama mereka bertemu. Lelaki aneh yang selalu menguntitnya, dan kadang berlaku tak sopan, namun manis dalam waktu yang bersamaan.

.

"Lalu… bagaimana jawabanmu Wookie?"

.

Ryewook melonggarkan pelukannya dan mendongakkan kepalanya untuk melihat ketulusan yang terpancar dari mata elang milik Yesung, Ryewook tersenyum lembut "Kau mau aku menjawab seperti apa oppa?"

.

Yesung mengerutkan dahi "Hei, kau bodoh atu bagaimana Wookie"

.

Pletak…

.

"Auh,,, appo Wookie, mengapa kau menjitak kepalaku" Yesung melepakan pelukannya, dan menggosok-gosok kepalanya yang baru saja di jitak oleh Ryewook.

.

"Kau mengataiku bodoh oppa, aku jadi malas menjawabnya" Ryewook melipat tangan mungilnya, dan membalik tubuhnya membelakangi Yesung.

.

"Hehehe.. mianhe Wookie, refleks,,,so, gimana jawabannya Wookie, aku tak bisa menunggu lagi…."

.

Ryewook membalikkan tubuhnya dan menghadap Yesung, wajahnya cemberut, namun….

.

Chu~

.

.

Ryewook mencium pipi Yesung sekilas, membuat sang empunya pipi hanya bisa melongo "Nado oppa, nado saranghae… kau orang paling aneh yang pernah kutemui, namun kuakui, kau adalah orang yang paling membuatku gelisah dan berdebar saat berada di dekatmu"

.

"Jeongmalyo, Wookie, jeongmalyo? Kau menerimaku,,,? IYESSS….!"

.

Yesung memeluk Ryewook dengan erat, dan memutar-mutar tubuh mungil Ryewook ke arah kanan dan kiri, meluapkan perasaan gembira yang begitu membuncah dalam dirinya. Ahai… entah jurus apa yang digunakan Yesung, sehingga Ryewook yang pendiam bisa jatuh dalam jerat cintanya…

.

Ryewook hanya bisa pasrah tubuhnya di putar-putar seenaknya oleh sang kekasih barunya, senyum manis tak berhenti terukir di bibir mungilnya. Dan harapan indah menanti mereka, mengukir bersama, dan menjemput kehidupan mereka yang penuh dengan kebahagiaan.

.

.

Di sebuah taman kota..

.

Hari minggu adalah hari paling membahagiakan bagi orang-orang yang melewati hari-hari mereka tanpa istirahat. Mereka bisa menghabiskan waktu dengan tidur seharian, atau melewatkan hari dengan berkumpul bersama keluarga, indah… hari minggu adalah hari yang begitu indah… #menurut author gak, soalnya hari minggu adalah hari membabu buat author cantik ini..#gak ada yang nanya~#pundung~

.

"Huft.. capek Hae, berhenti sebentar yah…."

.

Namja tampan bernama Donghae itu menoleh sebentar ke arah yeoja yang tampak sudah begitu lelah berlari, jogging di pagi hari begitu menyehatkan bukan…

.

"Nde, kita berhenti di bangku itu" Sambil menunjuk sebuah bangku panjang…

.

Yeoja tersebut tersenyum dan mengangguk "Haus Hyukkie?"

.

Yeoja yang disapa Hyukkie itu menangguk kembali sambil mengulum gummy smilenya yang alhasil mendapatkan satu cubitan gemas di kedua pipinya, siapa lagi pelakunya kalau bukan namja ikan bernama DOnghae itu…

.

"Jangan cubit-cubit, aku tak mau pipiku ini melar, kau kan tahu kalau pipiku ini ramping" Ujar Eunhyuk panjang lebar sambil melipat kedua tangannya di dada.

.

"Tunggu sebentar nde, aku akan membeli minum"

.

Donghae meninggalkan Eunhyuk dengan berlari, berharap dia akan segera mendapatkan minum dan kembali ke sisi Eunhyuk. Eunhyuk hanya tersenyum manis melihat tingkah namja yang beberapa hari yang lalu menyatakan cinta padanya. Eunhyuk tahu, walaupun Donghae seorang playboy, Donghae mempunyai cinta yang tulus tehadap dirinya. Hanya saja, ini begitu cepat, semuanya terlalu cepat.. sekali lagi, menurutnya…

.

Dia hanya tak ingin menyakiti hati namja tampan itu, sedangkan dia tahu bahwa ada sebagian hatinya yang masih dibawa pergi oleh namja yang kini sudah meninggalkannya, selamanya…

.

"Yoochun-ah, otthoke…?" Eunhyuk menunduk sedih..

.

Tes…tes…

.

Lelehan air mata itu jatuh begitu saja tanpa harus diminta, sekejap kemudian seperti kilas balik, seolah semua kenangan bersama seseorang bernama Yoochun itu Nampak, mengalir begitu saja melewati memorinya.

.

"Hyukkie, ini minum…" Donghae yang sudah kembali begitu terkejut saat dia menyerahkan sebotol minuman pada Eunhyuk. Bukannya disambut dengan senyuman, pemandangan yang terjadi malah sebaliknya, Donghae melihat Eunhyuk menangis, membuat hatinya begitu terasa ngilu, yang amat sangat…

.

"Hyukkie-ah, uljima nde, waeyo?"

.

Begitu mendengar suara Donghae, buru-buru Eunhyuk menyeka air matanya, dan memaksanya untuk memasang sebuah senyuman, yang tentu saja senyuman terpaksa, yang begitu terlihat menyedihkan.

.

"Gwenchanayo Hae-ah… ahh~ gomawo untuk minumannya" Eunhyuk menerima botol minuman itu dengan senyuman, yang 'bagi Donghae' begitu memaksa.

.

"Jangan bohong Hyukkie, mianhe.. kalau aku membuatmu seperti ini. Mianhe, aku sudah memaksamu selama ini untuk selalu berada di sisiku, padahal aku tahu, terkadang kau tak nyaman berada di dekatku. Aku tahu, aku egois Hyukkie, tapi ketahuilah, sejak pertama aku melihatmu, hatiku bergetar, entah bagaimana rasa sesak begitu melanda, sesak saat mata kita bertemu, sesak saat aku berbicara denganmu, namun yang harus kau ketahui, rasa sesak itu begitu menyenangkan.. membuatku selalu ingin merasakan rasa sesak itu…"

.

Donghae menggenggam tangan Eunhyuk begitu erat, seakan menyalurkan segala perasaan yang begitu menyesakkannya selama ini. Dia tahu, dia begitu brengsek, tak sepatutnya dia mendapatkan yeoja secantik dan selembut Eunhyuk. Baru kali ini dia begitu merasa menjadi orang yang tulus, sungguh, Eunhyuk perlahan merubahnya, merubah segala sifat buruknya…

.

"Hae…." Hanya kata itu yang sanggup terucap dari bibir tipis milik Eunhyuk, dan lagi-lagi air mata jatuh dengan indahnya, menggenangi pipi tirusnya.

.

"Hyukkie, aku janji ini adalah yang terakhir. Aku mohon, jawablah pernyataan cintaku hari ini, aku tak bisa menunggu lagi. Kalau kau memang tak ada perasaan, aku akan menjauh darimu, aku tak akan mengganggu hidupmu lagi. Aku janji Hyukkie…"

.

Sesak, semakin sesak saat melihat mata yang begitu terlihat putus asa itu. Eunhyuk begitu paham, bahwa lelaki yang berada di depannya ini begitu tulus padanya… dan juga, bukankah dia sudah berjanji untuk menjawab pernyataan cinta Donghae hari ini…

.

Eunhyuk menahan nafasnya sejenak, di hembuskannya nafas itu secara perlahan, menyiapkan segalanya, segala konsekuensi yang akan dihadapinya kalau memang dia harus menerima atu menolak pemuda tampan dihadapannya ini.

.

"Hyukkie…"

.

Donghae memandang Eunhyuk dengan wajah yang penuh kekhawatiran…

.

Chup~

.

Donghae terbelalak, merasa semua ini adalah sebuah mimpi. Dan tentu saja dia tak ingin bangun kalau memang ini hanya sebuah mimpi yang amat sangat indah…

.

Entah mendapat keberanian dari mana, sehingga Eunhyuk dengan begitu nekat mencium bibir Donghae, walaupun sekilas, pipinya merona sempurna, membuatnya tampak begitu cantik. Terlihat kini Donghae meraba bibirnya, yang baru saja di cium oleh Eunhyuk…

.

"Hae-ah, kurasa itu sudah merupakan jawaban bagiku. Jangan bilang kau tak mengerti" Eunhyuk mengerucutkan bibir tipisnya, melihat tingkah autis Donghae, yang entah mengapa masih sibuk meraba bibirnya… mungkin masih merasa ini semua sebuah mimpi…

.

"Hae-ah.." Eunhyuk mengguncang bahu Donghae berulangkali, dan membuat Donghae tersadar…

.

"Boleh minta lagi Hyukkie, rasanya ini mimpi"

.

Pletak~

.

"Pikir sendiri, apa ini sebuah mimpi…!" Eunhyuk menjitak kepala Donghae, dan berlalu meninggalkan Donghae…

.

"Oh GOD…! BUKAN MIMPI…!"

.

Sadar sudah ditinggal oleh Eunhyuk, Donghae segera berlari mengejar Eunhyuk, yang kini berjalan dengan kesal.

.

"CHAGIYA, JANGAN TINGGALIN AKU….!"

.

.

Cinta, seperti candu, memabukkan… sekaligus menyenangkan~

.

.

"Anneyong, bisakah saya menemui Sungmin?" Ucap seorang namja tampan yang entah mendapat keberanian darimana, kini mendatangi rumah yeoja yang sudah merebut hatinya.

.

"Kau teman Sungmin anak muda?" Balas namja tua, yang tak lain adalah appa dari yeoja ayang akan di temuinya, Sungmin.

.

Namja itu membungkuk hormat "Nde ahjussi, chonun Cho Kyuhyun imnida, bangeupsimnida"

.

Namja itu menangguk datar, "Baiklah, tunggulah disini dulu Kyuhyun-sshi, aku akan panggil Minnnie sebentar"

.

"Ah nde, gamsahamnida ahjussi"

.

Sedetik kemudian namja tua yang adalah appa Sungmin melangkahkan kaki meningalkan Kyuhyun di ruang tamu, dan beranjak pergi ke kamar putri tersayangnya.

.

Tok..tok…tok…

.

"Nde, masuk saja, gak di kunci kok…" Sahut dari sang pemilik kamar,

.

Cklek~

.

"Minnie-ah, ada temanmu datang chagie"

.

Sungmin mengerutkan dahinya, seingatnya dia tak ada janji apapun dengan sahabat-sahabatnya. Sungmin berpikir sebentar "Siapa appa?"

.

Sang appa tersenyum manis, dan melangkahkan kakinya mendekati Sungmin yang kini sedang duduk di atas tempat tidurnya, appa Sungmin membelai rambut indah Sungmin dengan sayang "Turunlah chagie, kau akan tahu nanti, sepertinya dia baik, ahh… sudahlah,,, dan ingatlah, ganti baju dulu, kau tak mungkin menemuinya dengan memakai piyama kelincimu ini kan?"

.

Mendengar ucapan appanya, Sungmin menggembungkan pipi dan mengerucutkan bibirnya imut "Memang kenapa dengan piyama kelinciku appa, ini kan lucu"

.

Appa Sungmin tertawa pelan "Mana bisa kau menemui seorang namja dengan pakaian yang seperti ini chagie, cepat ganti sana"

.

Appa Sungmin berjalan keluar dari kamar Sungmin..

.

"Huft, siapa sih….padahal hari ini aku ingin tidur" Dan dengan berat hati, Sungmin mengganti piyamanya.

.

.

Di ruang tamu Keluarga Lee,,

.

"Lamanyaaaaaaaa~" Gerutu Kyuhyun berlebihan…

.

Tak lama kemudian terlihat yeoja dengan pakaian casual, dengan shirt pink dan celana pendek berbahan jeans, namun dengan pakaian sesederhana itu tetap membuat yeoja bernama Sungmin itu terlihat manis dan menggemaskan.

.

"Kyuhyun-sshi…kau kah?" Ucap Sungmin terkejut, sungguh dia tak pernah berpikir bahwa namja yang mencarinya ini begitu nekat datang ke rumahnya.

.

Kyuhyun terkesiap dengan keberadaan Sungmin yang menurutnya cukup mengejutkan, dilihatnya penampilan Sungmin dari atas sampai bawah, satu kata dalam batin Kyuhyun 'Perfect, pas sekali dengan tujuan aku mengajaknya, Minnie-ah, you look so damn cute….'

.

Sesegara mungkin Kyuhyun bersikap wajar, dan mulai tersenyum menyapa Sungmin "Minnie-ah, anneyongkajja, kita jalan-jalan, hari begitu cerah…"

.

"Tapi, aku sed… Yak…! Cho Kyuhyun, lepaskan tanganku…!" Kyuhyun tak menghiraukan ocehan .

.

Sungmin, tangannya menggenggam tangan Sungmin dengan erat, dan membawanya ke arah mobilnya yang terpakir manis di depan halaman rumah Sungmin.

.

.

Selama perjalanan, Sungmin mengerucutkan bibirnya kesal, bagaimana tidak, di saat dia begitu malas keluar rumah. Seorang namja dengan seenaknya menyeretnya dan membawanya pergi entah kemana. Sungmin mengarahkan kepalanya untuk melihat Kyuhyun yang kini begitu terlihat serius mengemudi mobil sportnya.

.

'Tampan….' Ups.. sepertinya, otak Sungmin mulai mengalami kerusakan, mana ada setan tampan… #BenerOppa~#DimutilasiSparKyu~

.

"Aku memang tampan Min, tapi tak perlu memandangku intens begitu" Kyuhyun menolehkan kepalanya dan melihat Sungmin yang makin sebal dengan kenarsisannya.

.

"Cih…. PDnya…."

.

Mereka diam selama perjalanan, Kyuhyun sesekali tersenyum melihat raut muka sebal Sungmin. Kyuhyun tahu, Sungmin begitu ingin menanyakan tujuan mereka. Namun mati-matian Sungmin menahan dirinya, dan memilih untuk mengatupkan bibirnya, dengan kata lain, diam…

.

"Nah, sudah sampai , kajja keluar Min…"

.

Sungmin keluar dari mobil Kyuhyun dengan malas, dia langkahkan kakinya dengan gontai mengikuti langkah Kyuhyun. Namun saat mereka sudah tiba di sebuah tempat yang memang menjadi tujuan Kyuhyun, Sungmin menganga, matanya menatap liar keadaan di sekitar tempat itu. Sungmin begitu terkejut dengan semua ini, sedetik kemudian matanya berbinar senang, bibirnya mengulum senyuman yang begitu manis. Kyuhyun yang melihatnya begitu lega, dia berhasil, berhasil membuat Sungmin kagum padanya…

.

"Indahnya…" Hanya kata itu yang sanggup Sungmin ungkapkan melihat pemandangan di sekitarnya..

.

"Tempat ini memang begitu indah Min, dengan adanya dirimu, membuat tempat ini semakin terlihat indah dan cantik…"

.

Kyuhyun mengulurkan tangannya ke arah Sungmin, bermaksud mengajak Sungmin untuk bersama-sama menikmati keindahan ciptaan Tuhan ini.

.

Sungmin menatap ragu uluran tangan Kyuhyun, di tatapnya lekat manik mata Kyuhyun yang begitu menyiratkan.. ketulusan. Senyum manis bertengger di bibir tebal Kyuhyun. Tanpa sadar perlahan Sungmin mengulurkan tangannya, dan menerima uluran tangan Kyuhyun…

.

Kyuhyun tersenyum senang, indah… sungguh perasaan ini begitu indah… digenggamnya tangan Sungmin dengan erat, seakan takut kehilangan kehangatan ini. Sungmin tersenyum manis….

.

"Kyuhyun-sshi, jeongmal gomawo…." Sungmin mengayunkan tangan mereka, berjalan, melintasi kebun bunga yang begitu indah, penuh dengan warna warni, sungguh keindahan Tuhan, benar-benar tersaji di hadapan meeka kini.

.

"Untuk apa berterima kasih Min, aku sudah merencanakan ini semua sejak aku mengetahui tempat ini. Dan ku mohon, jangan panggil aku dengan panggilan formal seperti itu" Kyuhyun tersenyum tulus, dan mengusap sayang kepala Sungmin.

.

Mereka berdua terus berjalan, sesekali menyapa para petani bunga yang tanpa sengaja bertemu mereka. Semua orang menanggap mereka sepasang kekasih, wajar.. mengingat mereka berjalan bergandengan tangan, tertawa bersama, sesekali terlihat mereka saling menggoda dan bercanda.

.

Entah sejak kapan kehangatan dua insane itu tercipta, perasaan saling membutuhkan begitu menyekat ruang hati mereka. Tanpa mereka sadari cinta begitu membuncah di hati, melingkupi perasaan tulus dan menggelora secara bersamaan. Cinta, begitu indah….

.

Mereka berjalan semakin jauh, sesekali terlihat Sungmin berhenti, mengurut kakinya yang terasa pegal. Kyuhyun terlihat membantu Sungmin berjalan, hingga mereka menemukan sebuah bukit kecil, yang begitu terasa pas untuk beristirahat.

.

"Hahhhh~ capeknya…." Sungmin memijat kakinya yang terasa begitu pegal, dahinya mengerenyit, merasakan otot-otot kakinya yang terasa nyeri.

.

Melihat Sungmin membuat Kyuhyun tak tega. Kyuhyun berlutut di depan Sungmin, menyingkirkan tangan Sungmin yang masih sibut memijat. Perlahan tangannya kini yang memijat kaki Sungmin dengan lembut. Sungmin mengerjap heran, namun membiarkan Kyuhyun tetap memijatnya. Sungmin tersenyum, begitu menyadari bahwa pemuda di hadapannya adalah pemuda yang begitu mencintainya dengan tulus, begitu menjaganya, dan begitu membuatnya luluh dengan mudah…

.

"Kyu…."

.

"Nde…wae Minnie-ah?"

.

"Mengapa kau melakukan ini semua Kyu..?"

.

Kyuhyun mendongakkan kepalanya, memandang lurus ke arah Sungmin, sekejap kemudian Kyuhyun menyunggingkan senyuman tulusnya "Kau begitu ingin mendengar jawabanku Min? apa kau siap dengan jawaban yang akan aku berikan Min?"

.

Sungmin heran dengan pertanyaan Kyuhyun "Mengapa harus takut dengan jawabanmu?"

.

Kyuhyun membelai lembut rambut hitam milik Sungmin dengan sayang "Aku hanya tak ingin kau pergi setelah mendengar jawabanku Min…"

.

Sungmin mengerut kesal, dia merasa tak mendapat jawaban yang memuaskan "Kau berbelit sekali Kyu, tinggal jawab, apa susahnya sih"

.

Melihat aegyo Sungmin yang begitu menggemaskan, membuat Kyuhyun mencubit kecil pipi chubby milik Sungmin "Kalau begitu, kau harus jawab pertanyaanku dulu, kau siap dengan jawaban yang akan aku berikan Min?"

.

Sungmin mengangguk antusias "Nde aku siap, cepat katakan saja Kyu…."

.

Kyuhyun berdiri, merapikan kemejanya sebentar. Kyuhyun terlihat gelisah, gugup, dan…. Takut. Yah… diakui oleh Kyuhyun, mengungkapkan kata cinta pada yeoja imut nan manis yang ada di depannya ini bukanlah perkara yang mudah. Cinta sudah melingkupi hatinya sejak pertama bertemu dengan yeoja imut ini, salahkanlah Kyuhyun yang tak pernah bisa menyingkirkan bayangan Sungmin dari benaknya, atau ini semua salah Sungmin, yang selalu hinggap di pikiran Kyuhyun, entahlah…. Tak pernah dia merasa setulus ini sebelumnya, Sungmin merubahnya, Sungmin membuatnya begitu menyadari arti sebuah cinta dan ketulusan. Kyuhyun berjanji, apabila Sungmin menerimanya, dia tak akan menyia-nyiakan Sungmin seperti kekasih-kekasih terdahulunya. Dengan kata lain, Kyuhyun begitu serius dengan yeoja manis di depannya saat ini, Lee Sungmin..

.

Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin dengan erat, jantungnya berdebar kencang seakan ingin lepas dan berlari dari tempatnya. Genggaman tangan Kyuhyun membuat semburat merah muncul di kedua pipi chubby Sungmin…

.

'Cantik.. Ya Tuhan, sungguh cantik dan manis makhluk yang kau ciptakan ini Tuhan… Ku mohon dengarkan aku Tuhan. Aku tahu aku adalah umatMu yang jarang sekali menghadapmu dengan ketulusan. Namun kali ini aku memohon Tuhan, buatlah umatMu yang cantik ini menjadi milikku. Dan aku akan berjanji, untuk menjaganya selamanya….'

.

"Aku mencintaimu Min, Aku begitu mencintaimu Lee Sungmin sampai dada ini terasa begitu sesak. Mau kah kau menjadi kekasihku Min?"

.

.

.

.

.

.

.

TBC….

.

.

Wkakakakak….. author kembali, jeng…jeng…jeng….

.

Ya ampun nih chap adalah chapter terpanjanggggg~ yang pernah aku buat.. habis, aku udah gak sabar pengen mereka semua jadian…. Hahahah.. #DigepalakinReaders~ dan lagi, mungkin, yah mungkin aku bakal hiatus agak lama.

.

Tapi sebelum hiatus.. #PadahalSelamaIniJugaUdahNgil ang# aku bakal rilis FF baru aku, hahaha.. #dibekep…#

.

Tunggu ajah tar sorean ato malemnya atau besoknya #Pletak~, bagi yang tertarik, hehehe…. :-P tapi tuh FF, FF remake dari novel n film klasik gitu. Tapi namanya juga remake jadi gak sama-sama amat ceritanya, tapi intinya tetep sama lah…

.

Oya, Jeongmal mianhe, kalau jadinya membosankan karena kepanjangan, habis bingung mau di cut dimananya, hehehe…

.

Aishhh~ tadinya mau HaeHyuk duluan lho yang jadian, tapi gak tau kenapa malah jadi YeWook dulu, anehh…. #DitimpukinReadersPakeGalon..

.

Jeongmal mianhe lagi ya readersdul semuanya, updatenya begitu lama… #Bow~

.

.

Waktunya bales-bales repiu~

.

imelia: andai chingu tau betapa menderitanya saya bkin part SiBum, secara Kibum kan suami saia.. #DitendangKuda~.. nih udah lanjut, repiu lagi yah.. Gomawo.. ^^

.

Kim rye Eun: Seru, masak sih..? #gakyakin~ … nih udah di lanjut, moga gak ngebosenin, repiu lagi nde.. gomawo.. ^^

.

wonniebummie: waduh chingu, anda mau membunuh saya perlahan klo minta SiBum momennya di banyakin, hikz~ #NangisDarahPeyukKibum~.. Nih dah di lanjut, repiu lagi yah, gomawo...^^

.

ressijewelll: yang dipikirin hyuk yahhhh~ #PoseMikir~… bukan chingu, Kibum mah ngarep saya kawinin,,, _ #MintaDimutilasi~.. gomawo, repiu lagi yupzz.. ^^

.

cherrizka980826: heheh… gak akn aku bkin pisah kok, kan dengan rela hati Minnie menyerahkan diri pada author yg unyu ini.. #DideathglareKyupil~ …..repiu lagi yah, gomawo..^^

.

mitade13: maunya sih Min, dijodohin sama saya, hehehhe… Gomawo…^^

.

SSungMine: gak ko, nih dah di lanjut chingu, repiu lagi nde..^^

.

dwiihae: mereka unyu kan,,,, #NoelChingu#Ditendang~.. nih dah lanjut, repiu lagi yah.. gomawo..^^

.

audrey musaena: Hehehhe, yang penting udah update lan chingu, nah repiu lagi yah.. gomawo..^^

.

fariny: nde, nih lanjutannya, gomawo..^^

.

clouds1489: changmin di serahin ke author.. #AuthorGuling2~ gomawo..^^

.

minoru: changmin baik kok, makanya author mau dikawini sama changmin #ApadehNihOrang~.. gomawo..^^

.

Felia: Nde, gomawo, nih dah di lanjut..^^

.

leeminjifishy: aihh, jgn berlebihan chingu tar kepala saia jadi gede ngalahin kepalanya yeye oppa, #DirebusClouds~, gomawo nde, di repiu lagi yah..^^

.

AranciaChru: cepet luluh, wkwkwk~ aku sih cuma pengen nih FF jalan ceritanya kyk kehidupan biasa ajah, gak kyk di sinetron yg konfliknya banyak, hehe.. yah sebisa mungkin aku bkin lebih fluffy lah, konflik pasti ada, tapi gak berat2 kok,,, apalagi aku pengennya mereka cepet nikah, nah mungkin waktu nikah itu, jln ceritanya jadi lebih lambat lagi,, HanChul, tar mereka muncul lagi kok, yah maklum lah main castnya cuma 4couple, jadi lebih focus kesitu dulu..#NgemengApaDehGue~… gomawo nde udah baca, repiu lagi yah..^^

.

Nah bales repiu udah kelar, adkah yang ketinggalan, mian nde~.. nah cekalang waktunya aku minta lepiu lagi yah chingudeul cemuanya, gomawo,,,,,,,,,,,,,,^_^