break up [stage 1.6]
bang chan × kim woojin
stray kids fanfiction
•••
"aku menemu- kenapa dengan ponselmu?" chan menoleh untuk menemukan jihyo yang memandangnya bingung. "pesan dari siapa? serius sekali sepertinya." gadis itu mendudukkan diri dari kursi samping chan.
"oh ini... hanya seorang teman." jihyo hanya mengangguk menghadapi senyum chan. tangannya bergerak untuk memamerkan buku di pelukannya. "aku menemukan catatan psikologis yang kau maksud."
"benarkah?" jihyo mengangguk bersemangat, tak melihat chan yang dalam diam menyorong ponselnya. menjauhkan dari pandangan jihyo.
"kau benar soal buku ini. isinya luar biasa. aku sudah membaca sekilas..." chan mendengarkan ucapan jihyo sekedarnya. matanya tergiur untuk melirik ponsel. nyala ponsel tertangkap mata chan. pesan masuk dari woojin.
[ya, ku tunggu]
tiba-tiba chan terusik dengan lambang hati di ujung nama woojin.
•••
woojin kembali berkutat dengan komputer jinjingnya. sekaleng minuman ringan dan dua bungkus kripik kentang menemani kesibukannya menelisik salah satu artikel lamanya. ada buncah gembira saat dosen favoritnya menyukai ide yang dia balutkan dalam fakta dan data untuk artikelnya.
tangannya sibuk menggerakkan kursor, mencari data baru untuk menambah fakta. begitu lihai, begitu teliti, begitu fokus. gerakan jarum jam yang terasa berkali lipat lebih cepat tak dihiraukan.
satu jam.
dua jam.
tiga jam.
bahkan hingga lebih dari lima jam. woojin masih setia memandang layar dengan pancaran radiasi itu. kediaman kim sudah sepi, yang tersisa hanya suara jam dan permainan jari woojin dia atas keyboard.
pukul satu dini hari telah lewat tapi woojin belum berhenti. melewatkan waktu tidur. mengabaikan ponselnya yang hening. melupakan chan yang tak menepati janji untuk menghubunginya.
•••
"chan, katakan yang sejujurnya. kita bisa kembali atau tidak?"
chan terdiam. kedua kalinya setelah terakhir jihyo menyuarakan keegoisannya. jihyo menatap, tapi chan memilih mengalihkan pandang. masih tak menjawab.
tetap tak menjawab hingga berakhir dengan jihyo yang perlahan menjauh. beranjak pergi lagi. telah hampir menghilang, namun masih menyisakan bayang. mengusik sudut-sudut hati chan.
ponsel dalam genggaman. pesan terakhir jihyo belum terbacanya. pesan terakhirnya pada woojin belum berbalas. chan mengubah pesan menjadi panggilan. kembali tak terjawab. woojin abai.
ponsel teremat kesal. jengah pada diri sendiri juga mereka yang mengganggu hati. dan chan memilih melarikan diri. pada satu lagi sosok yang nyatanya masih bisa dia kunjungi.
"halo? chan hyung?"
"hai seungmin, sedang sibuk?"
••●••
