Tittle : Enemies Become Love
Rate : T (saja)
Cast : Kim Jaejoong, Jung Yunho, Kim Junsu, Tan Hanggeng, Kim Heechul, Shim Changmin, Cho Kyuhyun etc
Genre: Family, A bit Humor(Yang lain tentukan sendiri)
Desclaimer : Mereka semua adalah milik Tuhan dan orang tua masing-masing serta agensi masing-masing. Saya disini hanya meminjam namanya saja.
Warning : Genderswitch for uke here. Banyak Typo(s) bertebaran dimana-mana. No Edit. (Gak sempat ngedit). Cerita murni karya Saya (newbie), jadi maaf kalau ceritanya jelek. Dibaca pelan-pelan saja. Alur dipercepat. Thanks~
.
Don't Like, Don't Read!
.
Gak suka, Klik Back saja!
.
DON'T COPY!
.
.
_MeChwangie_
.
.
.
.
.
.
Previous Chapter
Jaejoong kini nampak berdiri di depan cermin besar di dalam kamar mandi yang ada di kamarnya dan Yunho. Usia kandungannya sudah mencapai 8 bulan. Perutnya semakin membuncit, dan pipinya semakin chubby. Ia pun melihat pantulan dirinya di depan cermin, ia melihat pantulan tubuh polosnya yang sudah tak sexy alias gemuk.
'Eottokhae?' Jaejoong pun berbicara sendiri sambil menunjuk-nunjuk cermin.
'Disini sudah tak ramping' Ia pun memegang pinggangyna yang semula ramping kini nampak lebar.
'Perut ini dulu rata dan sexy, tapi sekarang buncit.' Jaejoong menyentuh perutnya sambil terus bermonolog.
'Tapi dada ini semakin besar. Hihihi.' Dia pun menangkup dadanya sendiri, sambil cekikan. Ia tak sadar jika ada seseorang yang mendengarkan monolognya sambil tertawa di ambang pintu. Salahkan Jaejoong, yang mandi tak mengunci pintu.
"Tapi kau tetap cantik dan sexy dimataku, chagi." Yunho berucap sambil memeluk Jaejoong dari belakang.
"Coba kau lihat di cermin itu, betapa cantiknya dirimu dan sekalnya tubuhmu." Yunho berucap lagi sambil menunjuk cermin.
"Yunnie, I wanna spend this night with you." Ucap Jaejoong malu-malu.
.
.
.
Chapter 7
Seorang yeoja nampak berdiri menikmati udara sore di atas balkon sambil meminum susu dengan bertoples-toples cookies yang berjajar rapi diatas meja yang berada disampingnya. Udara sore yang menjelang malam tak begitu ia pedulikan, mengeratkan jaket yang kini tengah ia lakukan. Bersantai sambil makan diatas balkon adalah salah satu hobbynya sambil menunggu sang suami pulang.
Yeoja cantik tersebut nampak fokus dengan dunianya tanpa mengetahui suara derapkaki yang mulai mendekat ke arahnya. Sosok tampan berbalut jas hitam legam nan mahal yang kini tengah menghampiri sosok yeoja cantik tersebut, memeluknya dari belakang mengecup ceruk lehernya pelan.
"Ayo masuk, disini mulai dingin,chagi." Seru sang namja sambil menegeratkan pelukannya. Sehingga ia tak menyadari sesuatu yang berada dalam pelukannya tepatnya perut sang yeoja cantik tersebut mulai menunjukkan suatu tanda-tanda.
'Arghhh..Eungghh.. Argghhhhhhhhh.' Sang yeoja mulai merasa kesakitan akibat ulah dari tenndangan sosok yang ada dalam perutnya.
"Joongie, wae?" Sosok tamopan yang tak lain adalah Jung Yunho mulai khawatir akan keadaan istrinya yang merasa kesakitan.
"Yunn..nniee sssakkitt... arghhh" Jaejoong berbalik menghadap Yunho sambil memukul-mukul dada bidang sang suami.
"Yasudah, kajja kita ke rumah sakit."
Yunho pun menggendong sang istri ala bridal style menuju mobilnya. Yunho tengah panik akan keadaan istrinya yang mungkin akan melahirkan karena usia kandungannya kini telah mencapai 9 bulan.
.
.
.
Yunho nampak cemas duduk di samping ranjang istrinya yang kini tengah menjalani proses persalinan di Seoul International Hospital. Sudah 15 menit berlalu tapi sang aegya belum nampak akan keluar melihat indahnya dunia. Jadilah, Yunho harus menerima pukulan dari Jaejoong yang melampiaskan rasa sakit yang ia alami saat ini.
Oekk.. Oekk.. Oekk..
Akhirnya terdengar tangisan bayi dari dalam ruangan Jaejoong. Keluarga Jung serta Keluarga Kim, Park Yoochun dan Park Junsu yang kini tengah mengandung merasakan bahagia. Akhirnya setelah sekian lama menunggu, suara tangisan sosok mungil yang keras membuat hati mereka bahagia tak terkecuali Yunho yang melihat perjuangan istrinya.
"Cukkae, Mr. Jung dan Mrs. Jung aegya anda berjenis kelamin laki-laki." Ucap salah satu perawat yang telah menggendong baby mungil yang telah ia bersihkan dan kemudian di serahkan kepada Jaejoong. Jaejoong sangat senang bercampur haru melihat sang aegya yang kini tengah ia gendong.
Keluarga serta sahabat yang kini tengah berkumpul di ruangan rawat Jaejoong pun ikut bahagia, mereka di bolehkan masuk setelah Jaejoong telah selesai menjalani proses persalinan. Junsu yang kini tengah hamil pun ikut merasa bahagia dan menangis. Ia tidak bisa membayangkan, jika suatu saat ia akan berusaha keras melahirkan sosok mungil yang kini tengah ia kandung.
.
.
.
1 year later~
Jaejoong nampak menyusui sang aegya di kamarnya. Aegya tampan yang banyak mewarisi ketampanan sang appa ini bernama Jung Changmin. Baby gemuk nan tampan ini mampu membuat Jaejoong dan Yunho bahagia.
"Joongie, masih lama kah?" Tanya Yunho yang tengah berbaring menunggu sang istri yang tengah menyusui.
"Sebentar lagi. Nah, aku mau taruh Minnie di box dulu." Ucap Jaejoong sambil menidurkan Changmin di dalam box.
"Jalja, baby ah." Jaejoong mengecup kening Changmin lalu beranjak menuju ranjang dan tidur bersama sang suami tercinta.
.
.
.
2 years later
"Huwaaa...Huwaaaa.. umma, Kyunnie ambil mainan Minnie." Changmin menangis sambil berteriak memanggil ummanya, yang kini tengah asik berselfie ria dengan sang ahjumma a.k.a Park Junsu.
"Aissh, jinja. Kan mainan Minnie masih banyak." Jaejoong pun menghampiri Changmin sambil menyodorkan mainan kepada sang aegya.
"Annie hikss..hikss, Minnie mau lobot umma hikss hikss." Changmin pun melempar ummanya dengan salah satu puzzelnya.
"Yakk! Minnie." Jaejoong pun kesal, akhirnya ia pun memberikan Changmin setoples cookies yang berada di ruangan bermain dalam mansion Jung tersebut, agar Changmin diam.
"Yakk! Kyunnie, kenapa kau malah main robot itu. Kan umma udah bawakan boneka dolphin dan bebek milikmu, hmm." Junsu pun kesal melihat sang aegya yang notabenenya yeoja malah asik bermain robot milik Changmin. Junsu pun merampas robot itu dari genggaman Kyuhyun.
"Huwaa, hikss..hikss mma jahat. Mma ambil lobotnya Kyunnie." Kyuhyun menangis sambil memukuli Junsu.
"Ini robotnya Minnie, Kyunnie. Nah sekarang ikut umma saja." Junsu pun menggendong Kyuhyun membawanya ke sofa bersama Jaejoong.
"Nah, Kyuunie ikut kita narsis yuk. Nanti mau aunty upload di twitter aunty. Hehehe." Ajak Jaejoong sambil menoel dagu Kyuhyun.
Junsu, Jaejoong, dan Kyuhyun tengah berselfie ria, melupakan sosok Changmin yang kini tengah memakan setopless cookies sambil bermain puzzle. Changmin nampak cuek melihat teman, aunty dan ummanya yang tengah berselfie. Ia pun memutuskan untuk keluar ruangan dan menuju halaman belakang manshion Jung.
Changmin berjalan menuju taman belakang. Meski baru 3 tahun, tapi pertumbuhannya sunnguh cepat dan pesat. Changmin berjalan sambil menenteng topless cookies, ia menghampiri Hiro yang tengah bermain bola. Changmin pun berlari dan mengikuti Hiro yang bermain bola. Hiro adalah anjing peliharaan sang umma. Changmin merebut bola dari Hiro, ia menendang bola itu hingga masuk ke dalam kolam renang yang ada dalam manshion tersebut.
Hiro nampaknya kesal dan ia pun mengejar Changmin. Changmin yang tengah di kejar pun berlari dengan kencang tanpa melihat depan, dan
Burgghhh...
"Ummaaaa,,Huwaaa...Huwaaaa..."
Jaejoong yang tengah di dalam pun panik mendengarkan tangisan sang aegya. Ia baru menyadari bahwa Changmin tak ada di dalam ruangan. Ia pun berlari keluar menuju halaman belakang. Dan Jaejoong menemukan Changmin yang tengah menangis sambil memegangi lututnya yang berdarah.
"Aigo, Minnie." Jaejoong pun menggendong Changmin, ia membawa Changmin ke dalam kamar sang buah hati. Junsu yang tengah menggendong Kyuhyun pun membantu mencarikan kotak obat.
"Ini, Joongie, cepat obati lukanya Minnie." Junsu menyerahkan kotak obat tersebut pada Jaejoong.
"Minnie, jangan nangic lagi,ne. Nanti lukanya cepet cembuh, oce." Kyuhyun ikut menghibur Changmin.
"Hikss..cakit umma. Lutut Minnie cakit, huwee appa." Changmin menangis lagi ketika Jaejoong menetesi lututnya dengan alcohol. Dan ia memanggil appanya.
"Hikss, uljima baby. Nanti sembuh kok." Jaejoong ikut menangis, ia sedih melihat sang buah hati kesakitan.
"Umma, mimik." Changmin pun merengek pada sang umma. Akhirnya Jaejoong menuruti kemauan sang baby. Junsu dan Kyuhyun akhirnya pulang, karena sebentar lagi Yoochun akan pulang dari kerjanya.
.
.
.
"Aku pulang." Yunho berteriak, lalu memasuki rumah megahnya. Ia tak mendapat sambutan sang istri kemana gerangan sang istri? Ia juga tak mendengar celotehan sang buah hati. Ia pun berjalan menuju kamarnya dan nihil, ia tak menemukan istri dan anaknya. Ia pun berjalan menuju kamar sang buah hati.
"Aigo, ternyata kalian berdua tertidur. Omo! Ada apa dengan lutut Minnie?" Yunho pun kaget dengan adanya perban yang membelit lututnya.
Jaejoong tengah berbaring di ranjang Changmin sambil sang menyusui sang aegya hingga tertidur pulas. Yunho pun mati-matian melepaskan dada sang istri dari mulut Minnie, lalu ia membenarkan tidur sang aegya. Setelah membenarkan tidur Changmin, ia pun menggendong Jaejoong ala bridal style menuju kamarnya.
.
.
.
"Yeayyy, hali ini Minnie akan ke lumah Chullie monnie." Changmin berjingkrak-jingkrak senang meski lututnya tengah terluka. Ia sangat menyayangi halmonienya dari pihak sang umma.
"Aishh, Minnie. Jangan bergerak, umma kan sedang menyisir rambutnya Minnie." Jaejoong nampak kesulitan menyisir rambut sang aegya.
"Chullie monnie dan Anggeng boji akan jemput Minnie kan, umma? Whoaa" Changmin senang dengan jawaban anggukan dari Jaejoong.
"Wah, jagoan appa sudah tampan nih." Yunho pun memeluk dan mengangkat sang anak tinggi-tinggi.
"Aicchh, appa tulunin Minnie."
"Minniee...Changminniee... Cullie halmonie datang." Heechul tengah berteriak memanggil sang cucu.
"Woooaaa, Chullie Monnie cudah datang, ayo monnie ayo pelgi, tapi kita pelgi ke lumah Kibum monnie dan Ciwon boji ne, Chullie monnie?" Ajak Changmin sambil memeluk sang halmonnie. Jaejoong pun mengahampiri sang appa dan memeluknya lalu memeluk sang umma, Yunho juga melakukan hal yang sama.
"Ini umma, semua perlengkapan Minnie sudah Joongie tata. Umma, tolong jaga Minnie selama Joongie dan Yunnie ke London." Ucap Jaejoong.
"Ne Joongie tenang saja, nanti aku,appamu, Kibum, dan Siwon ppasti menjaga Changmin. Kau baik-baik ya disana. Semoga proyek suamimu yang disana cepat selesai dan kau cepat pulang, ne."
"Ne, umma." Jaejoong pun menangis karena akan meninggalkan sang buah hati kurang lebih 1 bulan.
"Minnie, dengarkan appa,ne. Appa dan umma akan pergi mengurusi pekerjaan appa selama sebulan, ne. Nanti kalau pulang akan appa bawakan oleh-oleh buat Minnie. Ohh,ya jangan susahkan Chullie dan Kibum monnie, dan Hanggeng serta Siwon boji,ne"
Cupp..
Yunho pun mengecup kening, pipi dan bibir sang aegya. Changmin yang dinasihati sang appa pun ikut menangis, tapi ia adalah bocah yang kuat.
"Ne, appa. Minnie akan menjadi anak baik. Appa hati-hati dicana, jaga umma ne. Minnie cayang appa dan umma."
"Ne, chagi. Umma dan appa sayang Minnie." Jaejoong pun mengecup sang buah hati.
"Yasudah, Joongie, Yunnie appa pamit pergi dahulu. Kalian hati-hati disana, selalu kabari Minnie, ne?" Hanggeng pun pamit kepada Jaejoong dan Yunho.
"Bye,, Bye umma, appa."
.
.
.
Jaejoong dan Yunho kini tengah berada di dalam sebuah pesawat yang akan membawa mereka ke London. Jaejoong kini nampak cantik dengan celana hitam panjang serta sweater putih yang melekat pada tubuh sekalnya serta rambut yang ia gerai sangat serasi dengan Yunho yang memaki kemeja putih berbalut jas hitam nan ellegant.
"Are you ready, chagi?"
"I'm ready Yunnie,"
"Good Bye, Seoul, Good bye, Minnie. We love you.."
.
.
.
.
Tbc
Anyeong, reader deul. Mian ne, jika chap ini mengecewakan dan terlalu pendek. Sumpah saya nyempetin waktu buat ngetik ini FF, karena kemaren lagi sibuk dengan Try Out buat persiapan UN tanggal 5 Mei nanti. Jadi karena saya sibuk, jadi saya sedikit kehilangan feel buat nulis ini FF. Saya minta doanya dari readers semua untuk kesuksesan saya di UN nanti.
Oh ya gomawo, buat readers yang sudah baca. Gomawo buat Reviewrs, Readers, Followers, and yg sudah ngeFav ini FF. Mian, kali ini gak bisa bales reviews kalian.
Dan selamat ulang tahun buat saya yang ke 15 tahun, besok Jum'at 2 Mei 2014. Semoga sehat, cerdas, dan lulus dengan nilai baik, serta mudah2an readers setia membaca FF karya saya. Amin~ #Gomawo
Oh, ya mari berteman dengan saya dengan add Facebook saya 'Meiwa Iwasaki' atau Follow saya Meiwa_saki atau dapat kunjungi wordpress saya MeChwangie wordpress jika saya tidak update di FFN atau Facebook.
.
.
.
That's all for me. I just wanna say 'Thanks' for everyone who read this FF!^^
Add me 'Meiwa Iwasaki'
MeChwangie at wordpress
MeChwangie
Love you~~
