Annyeong! Today is October 13th a.k.a month 10, date 13 = WONKYU DAY!

HAPPY 1013 DAY! HAPPY WONKYU DAY!

We're very happy to update this story today! Hope you'll like it :D

Oh ya mungkin ada readers yang masih bingung, The Chois memang fic yang semacam serial, ceritanya terpisah di setiap episodenya. Jadi jika kalian melihat "the end" di akhir cerita, itu berarti adalah akhir dari episode :D bukan berarti ceritanya sudah complete :D

Well then, happy reading!


-The Chois-

Written by: wonkyumafias

Main Casts: Siwon and Kyuhyun SJ | Minho SHINee | Suho EXO

Main Pairs: WonKyu | 2min | Sudo

EPISODE 7:

Parents Go To School!

Choi Suho senyam-senyum sendiri sepanjang makan malam bersama adik dan orang tuanya. Kyuhyun menatapnya curiga.

"Junmyeonie, kenapa kau senyam-senyum sendiri?" tanya Kyuhyun setelah menelan ttok bokki-nya.

Suho tersenyum lebar, membuat Kyuhyun makin curiga.

"Paling-paling Suho-hyung habis dicium Kyungsoo," celetuk Minho datar.

Wajah Suho sontak berubah merah. Sambil tertawa ia menyikut adiknya. "Bukan itu!"

"Ada apa Junmyeon?" tanya Siwon yang jadi ikut penasaran dengan tingkah anak sulungnya itu.

"Emm, minggu depan kan aku dan Minho terima raport, Appa," Suho berkata, "aku akan sangat senang kalau Appa dan Umma bisa datang mengambil raport kami."

"Oh iya ya, minggu depan ya. Aku lupa," Minho berkomentar. "Umma, nasinya tambah dong!"

"Ambil sendiri Minho, Umma lagi sibuk," jawab Kyuhyun, memunculkan sisi jahatnya yang tidak bisa diganggu kalau sedang makan. Sambil bersungut-sungut Minho mengambil nasi sendiri.

"Minho-ah, yang kau ingat itu hanya jadwal pertandingan basket saja. Masa lupa kalau minggu depan terima raport," Suho geleng-geleng kepala.

"Ah tidak Hyung, aku masih ingat jadwal kencanku dengan Taemin," jawab Minho santai. Siwon cekikikan.

"Jadi… bagaimana? Appa dan Umma bisa kan?" tanya Suho, "itu hari Sabtu kok, bukan hari kerja."

Siwon hanya diam saja, sibuk melanjutkan makan. Kyuhyun menginjak kakinya.

"ADUH!" jerit Siwon, "Baby! Sakit! Kenapa kau ini?"

"Kau tidak dengar anakmu bertanya?" sentak Kyuhyun. Siwon menoleh pada Suho.

"Ah, iya, Junmyeon, Appa belum bisa memastikan. Tapi kalau Appa tidak bisa, biar raportmu diambil oleh Umma saja ya," jawab Siwon.

Raut wajah kecewa terlihat jelas pada Suho. "Baiklah, Appa."

-TheChois-

Siwon keluar dari kamar mandi seusai membasuh wajah dan menyikat giginya. Ia lalu mendekati Kyuhyun yang berada di depan meja rias dan memeluk leher istrinya itu.

"Ayo tidur, Kyuhyunnie," ajak Siwon. Kyuhyun masih sibuk memakai krim malamnya.

"Sebentar, krimnya belum rata," jawab Kyuhyun. Siwon hanya tersenyum gemas melihat pria yang dicintainya itu.

"Hei Siwon," panggil Kyuhyun, menepuk-nepuk dahi dan pipinya yang telah diolesi krim, "memangnya Sabtu depan kau ada pekerjaan?"

Siwon berpikir sejenak. "Kalau ke kantor sih tidak, tapi aku ada janji bermain golf dengan seorang rekan bisnis."

Kyuhyun menghela napas. "Ditunda saja dulu golfnya. Ayo kita ambil raportnya anak-anak."

Alis tebal Siwon berkerut. Ia melepas pelukannya. "Hmmm sepertinya memang tidak masalah kalau ditunda dulu," ujarnya, tapi masih sedikit ragu.

"Kau ingat terakhir kali mengambil raportnya anak-anak?" Kyuhyun berdiri dan berjalan menuju tempat tidur, "waktu mereka masih SD. Semakin lama kau semakin sibuk saja. Kau bermain golf dengan rekan-rekan bisnismu dan lupa kalau golf itu hobinya Junmyeon juga."

Siwon dan Kyuhyun naik ke atas tempat tidur. Siwon menarik selimut untuk menyelimuti mereka berdua. "Maafkan aku, Baby. Aku bisa melihat tadi kalau Junmyeon sedih. Dia sangat ingin kita berdua datang mengambil raport."

Kyuhyun tersenyum kecil. "Kalau begitu kau bisa kan Sabtu depan?"

Siwon mengangguk mantap. "Aku akan ke kelas Junmyeon dan kau ke kelasnya Minho. Deal?"

"Deal," jawab Kyuhyun senang. Siwon nyengir lalu berkata, "Ciumnya mana?"

"Aku sedang tidak berminat," jawab Kyuhyun bercanda sambil membalik badan dan pura-pura tidur.

"Ayolah Kyuuuuu," goda Siwon sambil memeluk Kyuhyun dari belakang. Kyuhyun tertawa karena tingkah manja suaminya itu.

-TheChois-

Suho dan Minho sangat senang ketika Siwon memberitahu mereka kalau ia dan Kyuhyun akan datang untuk mengambil raport.

"Umma lho yang membujuk ayahmu supaya mau datang," pamer Kyuhyun dengan wajah sombong (tapi manis) miliknya. Suho memeluk ibunya dan mencium pipinya.

"Thank you Mom," ucapnya riang. Ia lalu juga memeluk ayahnya. "Thank you Daddy!"

Siwon menepuk-nepuk punggung anaknya yang mungil itu. "Sama-sama Nak. Ayo, Appa antar kalian ke sekolah."

"Hei! Antar aku juga ke kantor!" protes Kyuhyun, merasa dilupakan ketika Siwon dan Suho berjalan sambil berangkulan ke pintu depan.

"Hyung! Aku belum dipeluk! Kenapa cuma Appa dan Umma saja yang dapat peluk?" protes Minho sambil mengejar ayah dan kakaknya lalu menyeruak di tengah-tengah mereka. Suho yang bertubuh paling kecil hampir saja terpental ke samping.

"Hhh, dasar kalian ini," gumam Kyuhyun sambil berjalan cepat menyusul mereka bertiga.

-TheChois-

Hari Pengambilan Raport

Suho dan Minho asyik bermain play station di ruang TV sementara Siwon dan Kyuhyun sibuk di kamar mereka.

"Baby, kita ini mau mengambil raport! Bukan mau ke London!" protes Siwon ketika melihat Kyuhyun berdiri di depan cermin panjang dengan trench coat Burberry.

"Memang kenapa, ini kan bagus," sahut Kyuhyun sambil tersenyum manis di depan cermin. Siwon menghela napas.

"Iya, bagus Baby, kau terlihat anggun sekali," jawab Siwon sambil memeluk Kyuhyun dari samping dan mencium pipi istrinya yang chubby itu. "Tapi kita bukan mau ke airport, Sayang."

Kyuhyun cemberut. "Ya sudah aku akan cari baju lain."

Ia membuka lemari besar mereka dan mencari-cari kemeja yang lebih simpel. Sementara itu Siwon menata rambutnya. Ia sudah rapi dengan kemeja denim yang lengannya digulung hingga siku dan celana jins berwarna hitam.

"Ini bagaimana?" Kyuhyun memperlihatkan kemeja putih lengan pendek dan sebuah blazer biru muda.

"Naah, itu bagus," Siwon tersenyum, "sini aku pakaikan bajunya!" ucapnya riang dengan senyum mesum.

"Aku bisa pakai sendiriii!" pekik Kyuhyun dengan wajah memerah.

-TheChois-

Suho dan Minho cekikikan melihat kedua orang tuanya yang sudah berpakaian kasual untuk pergi ke sekolah dan mengambil raport mereka.

"Umma, tasnya baru yaaa?" tanya Minho melihat tas tangan Kyuhyun yang terlihat bersih itu.

"Hohoho iya, Umma pakai khusus untuk mengambil raport hari ini," jawab Kyuhyun sambil nyengir.

"Ayo berangkat," Siwon memakai kacamata hitamnya, mengambil kunci Hummernya dan menggandeng Kyuhyun ke pintu keluar. "Junmyeon, Minho, baik-baik di rumah ya. Minho, jangan usili kakakmu!"

"Tenang saja Appa! Akan kujahili Suho-hyung sampai dia menangis hahahaha!" jawab Minho seenaknya dan mendapat pelototan kaget dari Suho.

"Kejahilanmu itu memang keturunan dari ibumu," gumam Siwon pelan.

"Apa? Kau bicara apa Wonnie?" tanya Kyuhyun. Siwon cepat-cepat menggeleng.

Ketika suara mesin Hummer itu sudah tidak terdengar, Minho segera melempar joysticknya dan memeluk Hyungnya tercinta kuat-kuat.

"Suho-hyuuuung! Aku lapar! Ayo traktir aku sarapaaan!"

Suho yang tidak sanggup menerima beban tubuh Minho terguling dari sofa ke lantai.

"Aduh, Minhooo! Lepaskan! Badanmu beraaaat!" Suho yang terbaring di karpet berusaha melepaskan diri dari cengkeraman adiknya. "Appa, tolooong!"

-TheChois-

Semua mata orang tua murid yang hadir tertuju pada Siwon dan Kyuhyun yang baru saja turun dari Hummer mereka.

"Woow, orang tua siapa itu?"

"Waah, mereka tampan sekali!"

"Ah, tidak, yang membawa tas tangan itu pasti sang istri! Wajahnya manis!"

Beberapa bapak yang datang mencuri pandang ke arah Kyuhyun yang manis. Sementara itu para ibu juga terpana melihat Kyuhyun yang tampan—tapi semua buyar ketika Siwon melepas kacamata hitamnya. Ternyata yang berdiri di sebelahnya seperti manekin berjalan.

"Aku akan ke kelas Minho di sebelah sana, ini kelasnya Junmyeon. Kau masuklah, nanti kita ketemu lagi di parkiran mobil ya," kata Kyuhyun pada Siwon. Siwon mengangguk. Ia masuk ke kelas dan para ibu yang berada di dalam kelas seakan menyaksikan model berjalan di atas catwalk.

"Astaga tampan sekali, ayahnya siapa ini?" bisik seorang ibu pada ibu yang lain. Siwon melirik sekilas ke arah mereka dan tersenyum basa-basi. Para ibu itu langsung lemas di kursi masing-masing.

Setelah menunggu beberapa menit akhirnya nama Choi Junmyeon dipanggil oleh wali kelas, seorang guru wanita yang berumur empat puluhan.

"Selamat pagi," sapa Siwon sambil tersenyum lebar pada wali kelas Junmyeon.

GUBRAK!

Siwon kaget bukan main ketika wanita dengan blazer krem itu terguling dari kursinya dan mendarat di lantai.

"Seonsaeng-nim! Anda tidak apa-apa?" Siwon segera berjongkok dan membantu guru itu bangkit dan kembali duduk di kursi.

"A-Anda… Anda ayahnya Choi Junmyeon?" tanya Seongsaeng-nim dengan wajah melongo. 'Siapa orang ini? Senyumnya sangat menyilaukan!'

"Iya benar saya Choi Siwon, ayahnya Junmyeon, mohon maaf kalau Junmyeon merepotkan di kelas," Siwon memperkenalkan diri dengan sopan.

Selama sepuluh detik wali kelas Junmyeon masih terbengong-bengong tidak percaya. 'Bagaimana bisa ada lelaki setampan ini,' batinnya.

"Emm, Bu?" panggil Siwon. Guru itu tersadar dan berdehem.

"Ah, iya, Pak. Maaf," ia mengambil raport Junmyeon dan menunjukkan nilai-nilainya pada Siwon. "Seperti biasa Junmyeon mendapat ranking 1 di kelas dan menjadi siswa terbaik di angkatannya untuk semester ini. Nilainya benar-benar memuaskan."

Siwon memperhatikan angka-angka itu dengan seksama. Nilai Junmyeon nyaris sempurna dalam setiap mata pelajaran. Nilai terendahnya ada pada pelajaran olah raga, tetapi itu pun tidak termasuk jelek.

"Dia adalah salah satu siswa kebanggaan saya. Perilakunya juga baik dan sopan terhadap semua warga sekolah," kata Seonsaeng-nim yang terus mengungkapkan kekagumannya pada Junmyeon dengan berbagai pujian.

Siwon selesai melihat raport dan kembali tersenyum bangga. "Terima kasih, Seonsaeng-nim, ini semua berkat bimbingan Anda."

GUBRAK!

Kursi wali kelas Junmyeon kembali terguling beserta dengan orangnya. Siwon melotot kaget dan segera membantu Bu Wali Kelas lagi untuk berdiri.

"S-seonsaeng-nim, apakah Anda sedang tidak sehat? Anda jatuh lagi dari kursi," kata Siwon ketika wanita itu sudah duduk lagi di kursinya.

"Ah… tidak apa-apa… Anda boleh meninggalkan kelas ini Pak Choi, terima kasih," kata guru itu, mengusir Siwon secara halus. Ia hanya mengangguk ketika Siwon mengucapkan terima kasih sekali lagi dan meninggalkan kelas. Ia takut jika melihat wajah Siwon lagi ia akan terjatuh ke lantai untuk ketiga kalinya.

-TheChois-

Kyuhyun maju ke depan kelas ketika nama Choi Minho dipanggil. Wali kelas Minho adalah seorang lelaki paruh baya dengan kemeja putih. Ia mempersilakan Kyuhyun duduk dengan mata sibuk melihat nilai-nilai di raport Minho.

"Selamat pagi, Pak," sapa Kyuhyun sopan. Pak Guru akhirnya menolehkan pandangan pada pria manis yang duduk di hadapannya.

Ia terpana sesaat.

"Selamat pagi… Pak?" Kyuhyun menyapa ulang. Mata bulatnya terlihat bingung. Pak Guru tambah salah tingkah.

"P-p-pagi… ehem!" wali kelas Minho berdehem, "Anda orang tua Choi Minho, ya…."

"Iya benar, saya Choi Kyuhyun. Terima kasih sudah membimbing Minho selama semester ini," kata Kyuhyun.

"Baiklah ini raport anak Anda." Kyuhyun melotot melihat nilai Minho yang pas-pasan kecuali di mata pelajaran physical education alias olah raga.

"Sepertinya nilai anak saya kurang memuaskan. Saya akan lebih rajin lagi mengingatkan dia untuk belajar, Pak," kata Kyuhyun kemudian. Sementara itu otak iblisnya sedang merencanakan hukuman untuk Minho.

Wajah sedih Kyuhyun yang manis membuat Pak Wali Kelas ingin mencubitnya. Tapi tentu saja itu tidak mungkin ia lakukan. Ia hanya bisa meremas bolpoin yang ia pegang saking gemasnya. Tadinya ia sudah siap memberikan petuah-petuah teguran untuk Minho lewat orang tuanya. Namun semua itu buyar sudah. Tidak tega ia mengeluarkan kalimat-kalimat itu untuk pria manis di depannya.

"Ah, tidak, tidak begitu, Minho sudah berusaha sebaik mungkin kok. Setiap siswa punya keahlian yang berbeda, mungkin memang keahlian Minho ada pada olah raga," kata Pak Guru menghibur Kyuhyun.

"Pak Guru sungguh pengertian, terima kasih banyak Pak," Kyuhyun mengangguk hormat, "tapi saya akan usahakan untuk menasihati Minho supaya ia bisa lebih baik lagi di pelajaran yang lain."

Pak Guru menelan ludah. "I-iya. Saya yakin Minho bisa, terima kasih sudah datang, Pak Choi." Ia harus segera mengakhiri ini kalau tidak bolpoin di tangannya bisa-bisa patah menjadi dua.

Kyuhyun tersenyum lebar dan matahari seakan menyinari wajahnya. Guru berkemeja putih itu mulai merasa pusing.

"Kamsahamnida, Seonsaeng-nim," pamit Kyuhyun sambil membawa raport Minho lalu keluar dari kelas. Wali kelas Minho membalas senyum Kyuhyun sambil mengatur napas. Akhirnya dia pulang juga.

-TheChois-

Choi Residence

"Umma pulaaang!" Kyuhyun memasuki rumah dengan riang. "Suho, Minho, kalian sudah sarapan belum? Mau delivery order?"

Siwon mengikuti langkah istrinya ke ruang tengah. "Makan siang nanti biar Appa yang masak," kata Siwon yang disambut senyum oleh Kyuhyun.

Ternyata Suho sudah memesankan makanan untuk mereka. Sekarang ia sedang makan sambil menyuapi adiknya yang asyik menonton TV.

"Selamat datang Appa, Umma," kata Minho di sela kunyahannya. "Hyung, nasinya banyakin dong…."

"Selamat datang," kata Suho setelah menelan makanannya. Ia lalu menyumpit sepotong daging dan menyuapkannya ke mulut adiknya yang sudah membuka mulut dari tadi. Entah bagaimana Minho bisa mengunyah makanan secepat itu.

"Astaga Minho, kau ini sudah besar! Kenapa masih disuapi oleh kakakmu?" tegur Siwon sambil duduk di sebelah Suho. "Appa juga mau dong! Aaaah~"

Suho menyuapkan sepotong daging lain untuk ayahnya. Siwon mengunyah dengan nikmat sambil mengacak-acak rambut putra sulungnya. "Junmyeon memang malaikat Appa~"

"Apa-apaan kalian berdua ini! Kerjanya hanya menyuruh-nyuruh Junmyeonie," omel Kyuhyun sambil berkacak pinggang di belakang sofa yang diduduki Siwon, Suho, dan Minho.

Suho tertawa pelan. "Ah tidak apa Umma, sekali-kali kan boleh. Ayo Umma juga, aaaah~" kini giliran Suho menyuapi ibunya. Kyuhyun yang ternyata juga lapar langsung melahap nasi dan daging dari Suho.

"Junmyeon, Appa senang sekali bisa mengambil raportmu hari ini. Gurumu terlihat sangat bangga padamu! Nilaimu memang bagus-bagus semuanya!" kata Siwon melontarkan pujian pada Suho. Suho tersenyum lebar.

"Terima kasih Appa karena sudah mau datang. Aku senang bisa membuat Appa bangga," kata Suho. "Appa buka mulutnya, aaah~"

Mendengar nilai raport yang mulai dibahas, Minho merasakan aura bahaya. Firasatnya jelek.

"Iya Junmyeonie, Umma juga senang karena kau berhasil mendapatkan ranking 1 lagi semester ini!" puji Kyuhyun sambil merunduk dan mencium pipi Suho. "Tapi, lagi-lagi adikmu itu—"

Siwon dan Suho saling berpandangan. Ini dia.

"—adikmu itu tidak ada peningkatan sama sekali! Bagaimana bisa semester ini nilainya pas-pasan lagi! Masa' dari dulu hanya nilai olah raganya saja yang bagus! Padahal sudah diajari oleh kakaknya bagaimana belajar yang benar—"

Siwon dan Suho memikirkan kata-kata pembelaan untuk Minho. Akhirnya Suho yang duluan angkat bicara.

"Mungkin Minho masih menyesuaikan dengan cara belajar yang baru, Umma. Aku yakin pasti ada peningkatan kok pada nilainya dibandingkan semester lalu. Ya kan Min—"

Suho menoleh ke sebelah kanannya. Minho sudah tidak berada di sana.

"Lho?" Siwon celingukan. Minho tidak ada dimanapun. Terdengar suara pintu depan dibuka dan ketiga orang yang berada di ruang tengah langsung berlari ke sana. Suho bahkan masih membawa mangkuk dan sumpit.

"Minho, mau ke mana kau? Kami sedang membahas nilaimu!" tanya Siwon melihat Minho yang membuka pintu depan dan sudah berpakaian rapi.

"E-eh… i-iya… aku ada janji dengan Taemin… nanti saja kita bicarakan lagi soal nilaku itu ya! Aku pergi dulu!" Minho melangkah keluar dan lari secepat kilat, kabur dari omelan Kyuhyun.

"YAH! CHOI MINHO! YAH!" panggil Kyuhyun sambil berlari ke teras tetapi Minho tidak terkejar. "Choi Minho! Kembali kemari! Jangan kabur! Kau harus dengarkan nasihat Umma!"

"Mianhae, Umma! Lain kali saja, terima kasih!" teriak Minho dari kejauhan sambil terus berlari.

"Minhoooooo!" panggil Kyuhyun kesal.

Siwon dan Suho melengos melihat tingkah Minho. Tapi setelah itu mereka hanya cekikikan mendengar teriakan marah Kyuhyun.

"Ah, dasar. Ada-ada saja," kata Siwon sambil membuka mulut ketika Suho menyodorkan segumpal nasi dengan sumpitnya.

"Appa, aaah~"

"CHOI SIWON! CHOI JUNMYEON!"

Siwon dan Suho melompat mundur saking kagetnya. Kyuhyun bertambah kesal melihat bagaimana suami dan anak sulungnya malah santai-santai makan. "Kalian tidak lihat aku sedang marah, hah?"

"Kabuuuuuur!" teriak Siwon bercanda sambil berlari bersama Suho ke ruang tengah. Kyuhyun mengejar mereka sambil bersiap menjitak kepala kedua orang itu.

"Umma! Jangan marah! Sini kusuapi saja!" seru Junmyeon sambil menghindari jitakan Kyuhyun. Pagi menjelang siang itu berakhir heboh di kediaman keluarga Choi. Sementara itu, Minho bernapas lega karena berhasil kabur dari omelan Kyuhyun.

[the end.]


Thank you for reading! Thank you very much for the support through your reviews! :D

See you soon at "Class 3-X"! ^^