Chapter 7
Can It Be Love?
Bulan Juli tahun ini, Siwon resmi lulus dari Seoul Highschool. Seperti yang sudah diprediksikan, ia mendapat nilai tertinggi dari seluruh siswa seangkatannya di sekolah itu. Dan kabar gembira lainnya adalah Siwon juga telah diterima di Inha University.
"My dongsaeng~" Senyuman tampak merekah di wajah Siwon ketika ia memanggil Kyuhyun yang tengah duduk di perpustakaan sekolah pada jam istirahat kedua seperti biasanya.
"Apa yang hyung lakukan disini?" Tanya Kyuhyun heran. Ia segera meletakkan buku yang tengah ia baca.
Siwon pura-pura cemberut.
"Kau tidak suka aku disini?" Tanya Siwon sambil menarik-narik pipi kiri Kyuhyun.
"Awww… hyuuunngg~" Rengek Kyuhyun sembari melepaskan tangan Siwon dari pipinya.
Tiba-tiba Kyuhyun terkekeh kecil.
"Kenapa kau tertawa?" Tanya Siwon dengan berbisik. Terlihat penjaga perpustakaan dan beberapa murid lainnya melirik tajam ke arah mereka berdua.
Kyuhyun hanya menggeleng.
"Ah waeeee.." Siwon menunjukkan aegyo nya di depan Kyuhyun yang justru semakin geli dan terus berusaha untuk menahan tawanya.
"Kyuhyun-ah~" Siwon masih belum menyerah.
"AHAHAHAHA." Tawa Kyuhyun akhirnya meledak.
"EHEM!" Dan sepertinya penjaga perpustakaan juga mulai geram.
Siwon segera menarik tangan Kyuhyun agar keluar dari perpustakaan sebelum mereka kena marah dari petugas yang terkenal Killer itu.
oOo
"Tidakkah kau merasa Kyuhyun terlihat lebih ceria sejak ia mulai masuk sekolah regular?" Tanya Mrs. Cho pada suatu sore ketika ia tengah menikmati secangkir teh di beranda rumah bersama sang suami. Jarang sekali ada kesempatan untuk mengobrol berdua seperti ini. biasanya mereka akan sibuk dengan urusan masing-masing.
Mr. Cho menghirup teh dari cangkirnya.
"Dia harus rajin belajar. Aku berniat untuk mewarisinya perusahaan kita." Kata Mr. Cho tenang.
Mrs. Cho tersenyum mendengarnya.
"Kau selalu seperti ini. Bagaimana dengan Ahra? Ia putri sulungmu." Kata Mrs. Cho memandang ke arah suaminya.
"Ahra sebaiknya segera mencari calon suami. Anak perempuan tidak bisa diandalkan untuk memimpin perusahaan." Jawab Mr. Cho masih tenang.
"Kau yakin tau berapa umur anak-anakmu? Apa kau juga tau kesukaan anak-anakmu? Pikirkan baik-baik. Aku tidak mau kau menyakiti anak kita." Kata Mrs. Cho sembari beranjak dari tempat duduknya. Ia tau bahwa jika ia meneruskan perbincangan itu maka pertengkaran tidak akan terhindarkan.
oOo
"Kyuhyun… Kyu.." Ahra berteriak kesana kemari memanggil adik laki-lakinya itu. kedua tangannya sibuk merapikan rambutnya. Karena tidak juga mendengar jawaban dari Kyuhyun, Ahra segera masuk ke kamar adiknya itu tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
Dilihatnya kamar yang rapi itu kosong, Kyuhyun tidak ada di kamarnya. Tanpa menunggu lama Ahra segera menghampiri meja belajar Kyuhyun untuk mencari Ipadnya yang semalam dipinjam Kyuhyun.
Ahra tersenyum melihat Ipadnya memang tergeletak di meja belajar Kyuhyun. namun matanya tanpa sengaja menangkap sebuah buku catatan yang terbuka. Ahra sebenarnya tidak begitu tertarik, tetapi matanya melirik sebuah tulisan yang membuatnya penasaran.
Hyung, Saranghae 3
Dengan tergesa-gesa karena takut Kyuhyun akan datang, Ahra segera mengambil buku catatan atau diary itu. dibukanya beberapa lembar ke belakang. Ahra sebenarnya benar-benar tidak mau mengetahui apalagi membaca privasi Kyuhyun kala itu, tetapi melihat tulisan itu mau tidak mau ia harus tau.
25 April 2012
Hari ini aku senang sekali bisa jalan-jalan bersama Siwon hyung. Siwon hyung mengajakku ke sebuah danau yang sangat indah. Entah apa nama danau itu, aku sendiri bahkan tidak tau kalau ada danau seindah itu di Seoul. Sepertinya danau itu masih rahasia.
Kami melakukan hal-hal yang menyenangkan disana. Tapi sepertinya ada yang aneh dengan diriku. Sebelum pulang, kami duduk di atas kap mobil Siwon hyung. Tanpa sengaja tanganku menyentuh tangan Siwon hyung, yang membuatku heran adalah aku seperti tersetrum. Whoaaaa.. apa jangan-jangan Siwon hyung punya sebuah kekuatan. Kekeke~ sepertinya aku terlalu banyak main game.
Atau aku yang sakit? Huh, entahlah. Aku tidak begitu mempermasalahkan. Tapi aku sangat bahagia hari itu. terima kasih, hyung…
GaemGyu.
Ahra sedikit bergidik ketika membaca tulisan tangan adik semata wayangnya itu. sebahagia itukah saat Kyuhyun bersama Siwon? Tanpa menunggu lama lagi, Ahra kembali membaca halaman berikutnya.
1 mei 2012
Hari ini Siwon hyung kembali mengajakku ke sebuah tempat yang belum pernah aku datangi. Siwon hyung mengajakku ke sebuah studio music. Aku sedikit heran. Tapi ketika kami sudah masuk, ternyata dia memperkenalkanku pada seorang pelatih vocal.
Siwon hyung tau aku bisa menyanyi. Aku tidak menyangka dia seperhatian itu padaku, orang tuaku saja tidak begitu. Dia menyuruhku untuk terus berlatih disitu. Tapi Aboeji pasti melarangku. Ya, itu pasti.
Lalu ketika kami sudah di mobil untuk pulang, aku iseng menanyakan tentang jatuh cinta pada Siwon hyung. Semua yang dikatakannya waktu itu memang terjadi padaku saat bersamanya.
…. Jantung berdebar-debar,
Seperti ada kupu-kupu yang berterbangan di perut…
… perasaan senang yang ganjal.
Itu semua terjadi saat aku berada di dekat Siwon hyung.
Mungkinkah itu cinta? (Can it be love?)
GaemGyu.
Ahra tergagap. Ia menutup mulutnya yang menganga tidak percaya dengan telapak tangan kirinya. Tangan satu lagi yang memegang buku catatan itu terlihat gemetar.
Mungkinkah Kyuhyun jatuh cinta pada Siwon? Tapi itu tidak mungkin. Kyuhyun dan Siwon sama-sama laki-laki. Itu tidak mungkin. Ahra berusaha meyakinkan dirinya sendiri. Buku catatan itu segera ia kembalikan ke tempat semula. Ia sudah tidak sanggup lagi membaca lebih lanjut.
Ia pun lekas mengambil Ipadnya itu dan berlari keluar dari kamar Kyuhyun.
"Ahra?" Mrs. Cho yang kebetulan sedang lewat terlihat heran melihat Ahra yang berlari dari arah kamar Kyuhyun. namun putrid sulungnya itu sepertinya tidak mendengar panggilannya.
Mrs. Cho hanya mengangkat bahu melihat hal itu.
oOo
"Uhuk.. Uhuk.." Cho Kyuhyun terbatuk-batuk ketika seteguk cola membuatnya tersedak. Tenggorokan dan hidungnya terasa seperti terbakar.
"Aaissshh… sudah kubilang untuk pelan-pelan." Kata Siwon sembari menepuk-nepuk punggung Kyuhyun untuk menenangkan bocah itu.
"Sakit, hyung." Rengek Kyuhyun sembari membersihkan mulutnya. Siwon segera mengambil sapu tangannya dan membantu Kyuhyun membersihkan mulutnya yang belepotan.
Siwon terdengar menghela nafas panjang.
"Wae?" Tanya Kyuhyun heran.
"Aku heran. Kenapa kau tidak bisa bersikap seperti ini ketika di depan orang lain." Kata Siwon masih mengelap pipi Kyuhyun.
"Maksud hyung?" Tanya Kyuhyun tidak mengerti.
"Kau selalu bersikap manja dan merengek ketika di depanku. Tertawa terbahak-bahak, cemberut. Tapi kenapa tidak ketika di depan orang lain?" Kata Siwon balik bertanya.
Kyuhyun mengerucutkan bibirnya.
Saat ini mereka tengah berada di sebuah restoran cepat saji untuk makan siang. Jam pelajaran hari itu berakhir lebih awal karena ada sesuatu hal.
"Kenapa, huh? Kenapa, Kyuhyun-ah?" Kata Siwon sembari mencubit pipi kanan Kyuhyun.
Kyuhyun sendiri tidak mengerti dengan dirinya sendiri. Ia juga bingung harus menjawab apa. Ia tidak pernah merasakan seperti ini ketika bersama orang lain. Tapi kenapa ketika berada di depan Siwon ia bisa bertingkah semaunya tanpa mengkhawatirkan apapun.
Selama ini ia selalu menampilkan tampang galak dan judes ketika berada di hadapan orang lain. Tapi..
"Itu karena hyung." Jawab Kyuhyun akhirnya. Kepalanya menunduk dengan bibir yang masih cemberut.
Siwon mengernyitkan alisnya tidak mengerti.
"Ya karena Siwon hyung." Kata Kyuhyun tidak tau harus menjawab apa lagi. Dengan ragu-ragu ia menatap ke arah Siwon. Yang bersangkutan terlihat memasang wajah aneh, Siwon menahan tawanya agar tidak meledak.
"Hyuuunnggg~" Kyuhyun mengguncang-ngguncangkan tubuh Siwon.
"Pfftt.. mmhhaahaaahaha.." Akhirnya tawa Siwon meledak mendengar jawaban Kyuhyun.
Kyuhyun makin cemberut.
"Haha.. iya.. baiklah. Maafkan hyung." Kata Siwon sembari mengacak-acak rambut Kyuhyun.
"Oh iya, kau sudah tau kan kalau acara perpisahan akan diadakan 2 minggu lagi?" Tanya Siwon sembari mengambil sepotong kentang goreng dan memasukkannya ke dalam mulutnya.
Kyuhyun mengangguk.
"Aku sudah mendaftarkanmu sebagai pengisi acara di malam perpisahan. Kau harus menyanyi." Kata Siwon tanpa merasa bersalah.
Kyuhyun membelalakkan matanya.
"A-apa?" Kyuhyun terkejut. Ia tidak pernah tampil di depan umum.
"Hey, biasa saja. Kau hanya harus menyanyi bukan untuk membunuh orang." Kata Siwon enteng.
"Tapi kenapa hyung melakukannya tanpa persetujuanku?" Kata Kyuhyun menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
"Ayolah. Demi hyung, hm?" Rayu Siwon sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun.
Kyuhyun terlihat berpikir sebentar.
"Hmph. Baiklah." Jawab Kyuhyun dengan mendengus.
Siwon tertawa kecil.
"My dongsaeng.." Ujar Siwon dengan tersenyum.
"Lagipula anggap saja itu sebagai kado perpisahanmu untuk hyung." Tambah Siwon masih sibuk dengan kentang gorengnya.
Kyuhyun baru saja ingat. Siwon sudah lulus dari SMA, itu berarti Siwon akan melanjutkan ke universitas, dan itu berarti ia harus berpisah dengan orang ini.
"Itu berarti hyung akan meninggalkanku?" Tanya Kyuhyun seperti tidak rela.
Siwon tersenyum.
"Siapa yang meninggalkanmu? Hyung akan mengunjungimu setiap akhir pekan." Kata Siwon.
Kyuhyun bernafas lega. Tapi ia tau semuanya tidak akan sama lagi setelah ini. ia tidak bisa setiap hari bertemu dengan Siwon.
"Janji?" Kyuhyun mengacungkan jari kelingkingnya.
Siwon justru tertawa melihat itu. dan bukannya ia menyambut jari itu tetapi lengan Siwon segera merangkul tubuh Kyuhyun yang lebih kecil darinya itu.
"Janji." Jawab Siwon pasti.
Kyuhyun tersenyum dan menunjukkan lesung pipit di ujung bibirnya yang selama ini tersembunyi.
"Haaahhh.. aku akan masuk universitas… bertemu gadis-gadis cantik.." Kata Siwon melepaskan rangkulannya. Kedua tangannya ia rentangkan ke atas sembari mengatakan kalimat yang menurutnya bercanda itu.
Tanpa pemuda Choi itu sadari, senyuman yang tadi menghiasi wajah Kyuhyun kini telah memudar begitu mendengar hal itu.
Kenapa rasanya sakit?
To Be Continued.
Fiuh~ maaf ya pemirsah apdetnya lama. Hohoho
Errr~ saia.. saia… saia.. sai#PLAKKK Saia mau minta maaf ya kalo ada kata-kata saia ada yang menyinggung anda-anda semua. Mood saia emang lagi ga bagus akhir-akhir ini. jadi oversensitive, saia bener-bener mohon maaf.
Maaf juga kalo ada typo. Saia emang males kalo harus baca dulu sebelum apdet.
TERIMA KASIH buat yang udah baca. Dan TERIMA KASIH BANYAK buat yang udah review. Saia ga bisa balas satu-satu.
Errr… kalo sekiranya ada kritik dan saran yang sangat amat perlu disampaikan, Miina-san bisa add fb saia disini : Mutmut Cupkyucake. *ribet ye bok ffn ga bisa nitip link* kekeeke.
Dengan cinta,
Mutmut Chan.
