Stomachache
7
ChanBaek
T
.
.
.
Preview
"Ne, sekarang katakan padaku bagaimana perasaanmu ketika aku bersikap begitu padamu? Kalau aku, kau tidak perlu bertanya lagi Baekkie. Aku sangat sangat senang ketika kita berada sedekat ini"
"A-aku…"
"Sebenarnya kalau kau merasa tidak nyaman, aku bisa saja pergi. Aku tidak ingin membuatmu merasa tidak nyaman denganku"
"A-aniyo! A-aku merasa sangat nyaman. Kau membuatku nyaman Yeol, aku menyukainya"
Suaranya terdengar seperti mencicit diakhir, dengan penuh rasa malu Baekhyun pun kembali keposisinya, menenggelamkan kepalanya di dada Chanyeol sambil memeluk lelaki tampan itu dengan sangat erat.
Ya, kupikir keduanya memiliki satu kesamaan yang sangat kuat. Tak tahu malu dan aneh.
"Jadi?"
"What?"
"Apa kau baru saja menerima perasaanku?"
"Sepertinnya…. Bagaimana menurutmu?"
"Tolong. Katakan. Ya!"
CUP
Dan kecupan singkat itu pun mendarat dengan sangat cepat diatas permukaan bibir Chanyeol.
Let's Start
.
.
.
"Katakan padaku apa maksudnya itu?"
"Tidurlah Yeol!"
Didalam hatinya Chanyeol terus bertanya-tanya, mengenai apa yang baru saja Baekhyun lakukan kepadanya. Ah, tepatnya pada bibirnya. Ia memandangi Baekhyun yang sudah memejamkan matanya dengan damai, bibir tipisnya nampak begitu menggemaskan karena sebuah senyum kecil yang terukir.
Dengan berat hati pun Chanyeol memilih untuk mengabaikan rasa penasarannya itu, berniat menanyakan kepada si cantik mengenai apa yang sebenarnya lelaki manis itu pikirkan ketika mengecupnya tadi.
"Kupikir kau mabuk sayang"
Dan tak lama kemudian pun ia menyusul Baekhyun yang sudah terlelap terlebih dahulu. Tangannya yang dijadikan sebagai bantal oleh Baekhyun bergerak perlahan untuk menyamankan kepala Baekhyun diatasnya. Ia kembali tersenyum merapikan helaian rambut Baekhyun yang sedikit berantakan sebelum ia balas memeluk lelaki itu.
.
.
.
Drrt...drrt...drrt
"Ne?"
"..."
"Ne? Eomma bergadang menungguku?"
"..."
"M-mian, aku meningap dirumah Baekhyun semalam"
"..."
"Aku akan pu-"
"Channie~"
"..."
"Mwo? A-akan aku jelaskan nanti. Bye eomma! Ya sayang? Sudah bangun eum?"
Dengan tergesa Chanyeol mematikan ponselnya, menaruh seluruh perhatiannya kepada lelaki dipelukannya yang bahkan belum membuka matanya sedikitpun. Ia tersenyum memandangi wajah Baekhyun yang sangat menggemaskan .
"Tidak berniat membuka matamu dan melihatku?"
"eum"
"Ayolah sayang, ini sudah siang kalau kau mau tahu"
"5 menit lagi ne?"
"Sekarang atau aku akan menciummu?"
Entahlah, padahal Chanyeol tidak benar-benar serius akan mencium Baekhyun walau kenyataannya ia sangat ingin. Tepat ketika Chanyeol menyelesaikan ucapannya pun Baekhyun langsung membuka matanya dengan paksa. Ia yang sadar kalau ia berada didalam dekapan Chanyeol semalaman langsung mengambil jarak, merutuki dirinya sendiri dengan wajah memerah tanpa menyadari bahwa Chanyeol berusa menahan tawanya ditempat.
"Kenapa? Kau malu?"
"A-ani"
"Bahkan semalam pun kau mengecup bibirku"
"Y-yak!"
"Jadi, bisa jelaskan apa maksud ciuman itu sayang?"
"I-itu... tidak... t-tidak ada yang perlu dijelaskan"
"Apa kau menerima perasaanku? Kita... menjadi sepasang kekasih?"
"Tidak Yeol, aku belum menerimamu! Jalani saja seperti ini dulu"
Chanyeol mempoutkan bibirnya yang malah membuat Baekhyun kembali mendekat dan mencubit pipinya dengan gemas. Bibir dokter muda itu melengkung keatas dan tanpa berkata-kata sebelumnya ia langsung bangkit dan meninggalkan Chanyeol diatas ranjang.
"Meninggalkanku?"
"Aku ingin membuat sarapan"
"Tidak ingin mengajak suamimu?"
"Park-Chan-yeol! Jangan manja"
"Park-Baek-hyun! Kau sangat menggemaskan"
Baekhyun menahan tawanya tanpa Chanyeol ketahui, ia berjalan mengabaikan gombalan Chanyeol dan membanting pintu kamar mandinya dengan keras. Dibalik pintu itu dia terdiam, tersenyum-senyum aneh sambil memegangi dadanya yang terasa geli.
"Kau bilang ingin membuat sarapan! Kenapa malah masuk ke kamar mandi Baek?"
Baekhyun bisa mendengar bagaimana suara berat Chanyeol yang berteriak menyapa telinganya dari dalam sini. Ia memutar matanya jengah dan kemudian membuka sedikit pintu kayu itu. Kepalanya menyumbul dan menatap Park Chanyeol yang masih berada diatas ranjangnya dengan datar.
"Aku ingin cuci muka dulu Park!"
"Ah, baiklah"
.
.
.
"Kau serius tidak ingin sarapan dulu?"
"Eum, aku sangat ingin sungguh. Tapi eomma memintaku untuk pulang sekarang, lagipula restoran akan buka sebentar lagi. Aku tidak enak pada karyawan jika membiarkan mereka membuka restoran sendiri"
"Baiklah"
Dengan sangat lembut Chanyeol mengusak rambut Baekhyun dan menarik tubuh mungil lelaki itu kedalam pelukannya. Ia sangat gemas dengan Baekhyun saat ini, dengan bibir dipoutkan dan juga matanya yang menatapnya kecewa. Dokter muda yang sialnya sangat cantik itu hanya diam tak membalas ataupun menolak pelukan Chanyeol.
"Aku berjanji akan sarapan denganmu di lain waktu. Bagaimana?"
"..."
"Ayolah Baekkie, jangan bersedih. Aku tidak suka melihatmu bersedih"
"Kau janji?"
"Ya, aku berjanji"
"Aku menunggu!"
"Ne. Kenapa kau tiba-tiba menjadi manja dan menggemaskan seperti ini?"
Baekhyun mendorong Chanyeol agar melepaskan pelukannya, wajahnya masih ditekuk dengan tatapan polos bak anak anjing yang menatap Chanyeol. Ia juga sebenarnya tidak tahu kenapa ia jadi bersikap manja dan kekanakan seperti ini pada Chanyeol. Ia hanya mengikuti insting untuk bersikap seperti ini kepada Chanyeol.
"Kau tidak suka aku jadi manja dan menggemaskan?"
"Siapa bilang?"
"Kau!"
"Tidak sayangku, aku menyukai bagaimanapun sikapmu. Kau tetap menggemaskan dan manis."
Baekhyun tak bisa menyembunyikan senyumnya lagi, kalau saja ia gila dan tak bisa menahan rasa senangnya pasti ia sudah memeluk lelaki tinggi yang kini menangkup wajahnya hingga lelaki itu menubruk kulkas dibelakangnya.
"Katakan sekali lagi"
"Apa?"
"Yang barusan kau katakan Yeollie~"
"Yang mana?"
"Sudahlah-_-"
"Ah, kau menggemaskan dan manis. Aku menyukainya, sangat sangat menyukainya"
Kali ini Baekhyun tersenyum sangat lebar dan benar-benar memeluk Chanyeol dengan sangat erat. Tak sampai membuat lelaki itu menubruk kulkas memang, tapi pelukannya cukup kuat untuk membuat nafas Chanyeol tercekat selama beberapa detik.
"Aku menyayangimu!"
"Wah, lihatlah siapa yang baru saja berbicara. Sepertinya margamu benar-benar akan kuganti menjadi Park sebentar lagi. Ngomong-ngomong kau tidak marah kan kalau aku pergi sekarang?"
"Aku akan menunggumu untuk mengganti margaku! Aku tidak akan marah asal kau menepati janjimu!"
Chanyeol hanya mengangguk saat itu, tangan besarnya diggenggam oleh Baekhyun dan keduanya berjalan berdampingan menuju pintu utama kediaman keluarga Byun. Keduanya berdiri diambang pintu dengan wajah bodohnya masing-masing. Keduanya hanya saling tatap tanpa berniat melepaskan genggaman tangan mereka.
"Jangan macam-macam selama aku tidak ada ne"
"kau juga! Kalau ada pelanggan genit yang mencoba mengganggumu abaikan saja, atau aku akan..."
"Apa?"
"Membakar restoraanmu mungkin"
Chanyeol tertawa renyah dan kembali mengusak kepala Baekhyun, membuat wajah yang lebih pendek itu kembali merona. Baekhyun merentangkan tangannya tiba-tiba, tersenyum sangat manis seolah mengundang Chanyeol untuk masuk kedalam pelukannya. Oh ayolah, sudah berapa kali kalian berpelukan pagi ini? Tidak bosan?
"Kalau kau bosan mengisi waktu liburmu, hubungi saja aku."
"Ne"
"Kalau begitu aku pergi dulu ya. Jaga dirimu baik-baik, aku akan sangat merindukanmu!"
"Ne sayang~"
Keduanya masih saling tatap dengan Chanyeol yang sudah berjalan mundur meninggalkan Baekhyun, keduanya masih saling melempar senyum dan sesekali melambai. Aksi Chanyeol yang berjalan mundur itu pun sesekali membuat suara tawa Baekhyun terdengar kala lelaki tinggi itu menabrak tanaman dan bahkan hampir terjatuh ketika berjalan.
Brukk
"Y-yak"
"A-ah, m-maafkan aku ahjumma"
Dan setelah sampai disisi mobilnya, Chanyeol langsung bergegas dan menjalankan mobilnya meninggalkan Baekhyun yang masih bagaikan orang bodoh diambang pintu rumahnya. Oh, nampaknya cinta sudah benar-benar membuat otak cerdas dokter muda Byun itu berantakan.
"Baekkie?"
"..."
"Baek?"
"..."
"BYUN BAEKHYUN!"
"N-ne. Mama? Sejak kapan mama berada disini?"
"Anak nakal! Kau baru saja mengajak kekasihmu meninap ya? Apa yang kau lakukan dengan laki-laki itu hah? Apa yang kau lakukan?"
"A-aaa sakit ma~"
Mama Byun tidak peduli lagi dengan barang-barang yang sebelumnya ada ditangannya, kedua tangannya kini sudah menarik kedua telinga Baekhyun hingga membuat si pemilik telinga mengaduh kesakitan.
"Mama~ aku tidak melakukan apapun d-dengan Chanyeollie~"
"Bohong! Kalian pasti melakukan yang tidak-tidak selama mama tidak ada dirumah kan? Baekkie, cepat katakan pada mama apa saja yang sudah kau lakukan semalam?"
"Mama~ hiks"
Mama Byun pun memutar matanya, sampai saat ini ia tak mengerti kenapa anak lelakinya itu sangat mudah menangis. Memang itu sangat menggemaskan, namun sesekali ia berpikir apa selama ini salah melihat gender anaknya sendiri. Anaknya itu sangat menggemaskan dan cantik bagaikan seorang gadis, Baekhyun juga tidak bisa dikasari dan sangat polos.
"Maafkan mama ne? Mama hanya bercanda"
"Mama jahat~"
"Baiklah, jadi siapa lelaki yang tadi keluar dari rumah kita? Sepertinya tidak asing"
"Chef Park"
"MWO? JADI KEKASIHMU ITU CHEF PARK? PARK CHANYEOL?"
"Mama~ jangan berkata begitu~ Baekkie malu~"
Oh dan satu lagi, Baekhyun baru ingat. Jujur ia memang manja, seorang lelaki dewasa yang sangat manja. Namun ia hanya akan bersikap manja pada mama-nya saja, dan mungkin ditambah Chanyeol untuk saat ini. Jadi, jangan sampai kalian menilainya aneh apalagi sampai berpikiran kalau Baekhyun itu memiliki kepribadian ganda.
"Jadi kau kekasihnya eum? Sudah berapa lama? Dan semalam kau melakukan yang tidak-tidak bersama Chanyeol eum?"
"Mama~ Aku belum menjadi kekasihnya. Dan semalam aku tidak melakukan apapun!"
"Belum? Ah, berarti besar kemungkinannya untuk kalian menjadi sepasang kekasih"
Kali ini gantian Baekhyun yang memutar matanya jengah. Mama-nya, Yeri dan juga beberapa perawat dirumah sakit adalah fangirl dari CALON SUAMINYA. Ia cukup kesal ketika gadis-gadis itu terus mengelu-elukan Park Chanyeol. Bukannya cemburu, iri atau bagaimana, Baekhyun hanya kesal ketika wanita-wanita itu terus-terus bercerita dengan antusias dan berisik.
"Jadi?"
"Apa?"
"Sudah ada rencana untuk menikah?"
"Mama~"
.
.
.
Kurang lebih satu jam setengah setelahnya Chanyeol sampai direstoran, setelah sebelumnya ia pulang untuk absen pada eomma Park, mandi dan bersiap-siap sambil menjelaskan kepada eomma-nya alasan kenapa ia tidak pulang dan menginap dirumah Baekhyun semalam.
Eomma-nya sempat terkejut dan menuduhnya yang tidak-tidak saat itu, Sehun dan Luhan pun demikian, kedua lelaki itu tadi menghampirinya dan menuduhnya sudah melakukan yang tidak-tidak pada lelaki menggemaskan seperti Baekhyun.
"Sumpah, aku bisa gila kalau semua orang berpikiran aku sudah melakukan yang tidak-tidak pada Baekhyun!"
Ia tengah berdiri disisi mini bar restorannya sambil sesekali menyeruput kopi yang ia buat sendiri sebelumnya. Tadi, ketika ia baru saja sampai di restoran dan berniat membantu para anak buahnya untuk membuka restoran, para anak buah yang sudah ia anggap sebagai keluarganya itu malah memintanya untuk menunggu saja dan menyarankannya untuk bersantai sambil minum kopi, dan jadilah ia seperti ini. Hanya diam sambil memperhatikan anak buahnya bekerja.
"Jadi, bagaimana malam panasmu dengan dokter muda itu?"
"Luna?"
TBC.
Annyeong~ Makasih banget buat yang udah nyempetin buat review di Chap sebelumnya.
Mian buat sekarang aku belum bisa bales satu-satu reviewnya, padahal sebenernya udah ada niatan buat balesin review kalian satu-satu. tapi ada aja halangannya, mian~ selanjutnya aku bakalan usahain buat bales review kalian oke. hehehe
Ok say, mian kalo aku apdetnya kelamaan dan juga PENDEK *lirikMamaBaekkie*
Serius, aku lagi banyak banget tugas. Ulangan dan TKM bertebaran dimana-mana T.T
So, buat ff yang lainnya pasti bakal menyusul. Aku bakalan usahain semua selesai di akhir tahun ini.
Keep support please, don't forget to review too~^^
