Disclaimer : Masashi Kishimoto
Author : ran-moury
Pair : SasuNaru, ItaKyu, slight: SaiNaru, ItaKonan
Warning : Shounen-ai, Slash, OC, Mpreg, OOC, dll
Like, Don't Read
Bagi yang menyukai cerita ini, saya ucapkan selamat membaca.
Hope you like it
Can I Be Happy to Your Happiness?
Chapter 7
Naruto dan anaknya kini berjalan menuju sebuah kedai makanan kecil yang terletak di pinggiran kota. Tempat yang sejak dulu menjadi tempat makan favoritnya. Ichiraku Ramen.
Naruto dan dua anak laki-laki yang mempunyai ciri fisik sama keculai matanya itu memasuki kedai tersebut. Di dalam sudah ada seorang laki-laki berambut hitam panjang tengah menunggunya.
"Maaf Itachi-nii, apa kau sudah menunggu lama?" Ujar Naruto sambil mendudukan dirinya dan kedua anaknya.
"Lama tidak berjumpa Naruto. Apa kau baik-baik saja di sana?" Tanya Itachi seraya tersenyum lembut.
"Hm, aku baik-baik saja. Lagi pula Sai juga sering mengunjungiku ke rumah. Itachi-nii, seharusnya kau tidak memberitahukan masalah ini kepada Sai, apalagi kau malah menyuruhnya untuk menjagaku. Aku jadi sangat merasa tidak enak padanya." Naruto mengembungkan pipinya dan itu membuat Itachi tersenyum geli.
"Bukan aku yang meminta, Naruto. Dialah yang menginginkan hal itu." Itachi mengacak rambut Naruto dengan lembut.
Sebuah tarikan kecil di baju Naruto menginterupsi percakapan mereka. Naruto menundukkan wajahnya untuk dapat melihat anak bungsunya yang kini sudah mengembungkan pipinya karena marah.
"Ada apa Hikari?"
"Touchan, aku lapal. Kapan lamennya selesai?"
"Sebentar lagi, sayang."
Itachi tersenyum lembut melihat bagaimana Naruto begitu menyayangi kedua anaknya itu. Namun, ia kembali tersenyum miris ketika ia mengingat begitu banyak penderitaan yang dialami Naruto. Harus berpisah dengan orang yang sangat ia cintai, dan harus mengurus dua orang anak sedirian. Itachi tahu itu sangat berat.
"Paman!"
Itachi mengalihkan pandangannya pada kedua anak yang bagaikan Sasuke mini di sampingnya itu.
"Apakah paman itu paman Itachi?"
"Hm, Dari mana kamu tahu sayang." Itachi kembali tersenyum melihat keponakannya.
"Touchan selalu mencelitakan tentang Paman."
"hm." Ia tersenyum lalu mengalihkan pandanganya pada Hikaru yang kini hanya diam saja.
Empat mangkuk ramen kini tengah tersedia di meja mereka. Dengan begitu bersemangat mereka melahap semua isi mangkuk itu. Kecuali dua orang yang kini tengah memandang dua orang beriris biru dengan tatapan heran.
"Dasar." Hanya itu yang keluar dari mulut Hikaru, lalu ia kembali memasukkan mie kedalam mulutnya dengan sedikt terpaksa.
"Hikaru, apa kau tidak menyukai ramen?" Tanya Itachi saat melihat wajah tidak suka saat melahap mie yang ada di depannya itu.
"Hn."
Itachi sedikit kaget mendengar jawaban dari Hikaru. Ia lalu memandang Naruto.
"Naruto?"
"Bukankah mereka sangat mirip?" Naruto tersenyum. Entah senyum apa yang Naruto tunjukan saat ini. Walaupun Naruto menatap lembut kedua anaknya, namun ada kekecewaan yang terselip di sana.
"Oh, ya. Itachi-nii, bagaimana kabar Sakura-chan?"
Pertanyaan Naruto sukses membuat Irachi tersedak.
"Dia bercerai dengan Sasuke."
Naruto tersenyum miris mendengar hal itu. Sebelumnya ia sudah menduga kalau semua ini akan terjadi.
"Hah, sudah aku duga. Kakek tua itu akan melakukan hal itu jika menantunya tidak bisa mempunyai anak."
Itachi hanya diam. Ia tidak membantah perkataan Naruto, karena memang itulah kenyataannya. Ayahnya memang sangat terobsesi pada cucu.
Yah, itu benar. Saat usia kandungan Sakura menginjak bulan ke lima, sebuah kejadian menimpanya. Ia terpeleset di sebuah kamar mandi dan mengalami keguguran.
Awalnya Fugaku masih menerima semua itu. Ia berfikir bahwa Sakura masih dapat memberikan keturunan. Namun sayang, karena setelah dua tahun Sakura tidak kunjung hamil. Dan ternyata, setelah diperiksakaan, rahim sakura mengalami kerusakan pada oviduknya.
"Naruto, apakah kamu mau kembali pada Sasuke?"
Naruto sama sekali tidak kunjung menjawab, bahkan sepertinya Naruto juga tak ingin menjawabnya.
"Naruto, Sasuke masih sangat mencintaimu. Dan aku rasa ayah kali ini akan menerimamu."
"Itu pasti. Karena orang tua itu akan mendapatkan yang dia inginkan. Tapi, jangan harap aku akan kembali begitu saja, Itachi-nii." Naruto menatap tajam Itachi.
Itachi tersenyum miris. Ia mengambil sebuah kartu nama dalam kantongnya dan menyerahkannya pada Naruto.
"Ini kartu nama kakakmu. Ia sudah menunggumu." Kata Itachi seraya keluar dari kedai makanan itu.
T_T
Naruto kini tengah berada di depan sebuah rumah. Ia sesekali tampak mondar-mandir tak sabaran karena orang yang mempunyai rumah itu tak kunjung membuka pintu. Karena ia jenuh menunggu dan mengira bahwa tidak ada orang di dalam rumah itu ia pun memutuskan untuk beranjak. Namun, ia menghentikan langkahnya saat ia mendengar suara pintu yang terbuka.
"Naruto!"
Mendengar panggilan itu Naruto segera menoleh dan mendapati sosok laki-laki berambut orange kini tengah tersenyum padanya.
"Kenapa kau diam saja, Naruto? Ini kakakmu. Apakah kau tidak ingin memeluk kakakmu?"
Saat melihat kakaknya yang mengadahkan tangan, air mata Naruto kini mengalir membasahi pipinya. Tidak ingin membuang waktu, Naruto berlari untuk memeluk kakaknya dan kembali merasakan kehangatan yang bahkan sempat ia lupakan selama bertahun-tahun.
Kyuubi tersenyum lembut. Ia sangat bahagia bisa bertemu dengan adiknya. Ia sudah menahan rindunya begitu lama.
"Naruto! Apakah mereka kedua anakmu?"
Naruto melepaskan pelukannya pada kakaknya dan menoleh kearah belakang yang kini tengah berdiri dua anak kecil yang mempunyai ciri fisik sama. Ia menghapus air matanya dan tersenyum.
"Hm, namanya Hikaru dan Hikari."
Kyuubi tersenyum, ia kini berjalan mendekati kedua keponakannya dan mengajak meraka untuk memasuki rumahnya.
"Bagaimana keadaanmu, Naruto?" Tanya Kyuubi seraya mendudukkan diri.
"Aku baik-baik saja, Kyuu-nii."
"Hah, kenapa kamu harus bernasib sama denganku?" Kyuubi tersenyum miris. "Kenapa kita bisa sama-sama terjerat dengan Uchiha berengsek seperti mereka?"
"Itu karena Uzumaki tidak bisa menolak pesona kami, Kyuu-chan."
Kyuubi kini terlonjak kaget saat sebuah lengan kini tengah memeluknya dengan mesra, disertai dengan terpaan nafas hangat di sekitar lehernya. Karena itu, wajah putih Itachi menjadi lebam karena pukulan telak dari Kyuubi.
"Dasar keriput sialan! Kenapa kau bisa berada di sini, ha?" kata Kyuubi dengan garang.
"Kenapa Itachi-nii juga ada di sini?"
Orang yang diserang dengan pertanyaan yang sama itupun hanya mengangkat bahu sembari mendudukkan diri di samping Kyuubi. Dengan sedikit menghela nafas, ia mulai menceritakan hubunganya dengan Kyuubi yang selama ini sama sekali tidak diketahui Naruto. Jangan salah, Naruto memang mengetahui bahwa penyebab kakaknya pergi memang Uchiha, tapi ia tidak tahu Uchiha mana yang dimaksudkan.
"Kau harus tahu Naruto, akulah Uchiha yang dimaksud oleh Kakekmu." Kata Itachi dengan sedikit merendahkan suaranya. Ia tahu Naruto akan marah padanya karena telah membuatnya kehilangan kasih sayang kakaknya, tapi ia harus tahu keadaan yang sebenarnya.
"Maaf Naruto, aku tidak menceritakan ini padamu." Itachi menundukkan wajahnya, ia tak sanggup jika orang yang sudah ia anggap sebagai adik akan membencinya.
Sedangkan Kyuubi yang tadinya hanya diam kini tersenyum sekilas dan mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan Itachi untuk memberi sedikit kekuatan.
Naruto yang tadinya sempat marah pada Itachi, kini malah berbalik memeluk Itachi dengan erat. Hal itu membuat Kyuubi dan Itachi tersentak kaget.
"Terima kasih,"
Itachi masih diam. Ia bingung harus berkata apa, dan dia juga bingung mengapa Naruto malah berterimakasih padanya.
"Terima kasih, Itachi-nii. Walaupun Itachi-nii pernah menyakiti Kyuu-nii, tapi paling tidak sekarang Itachi-nii sudah berada di samping Kyuu-nii dan membuatnya tersenyum. Itu sudah cukup bagiku."
Mendengar hal itu, Kyuubi dan Itachi tersenyum. Keduanya pun berpikir bahwa semuanya akan membaik mulai sekarang.
TT_T_T_T
"Paman Itachi, kita mau pelgi kemana? Jalan-jalan ya?"
Itachi mengiyakan pertanyaan dari anak kecil yang kini duduk di bangku mobil sampingnya. Itachi sedikit tersenyum memandang kedua bocah itu. Ia merasa sedang mengalami de javu.
"Paman, apakah paman saudalanya Paman Sasuke? Kalian tellihat begitu milip?" Tanya Hikari sambil memiringkan kepalanya, dan itu terlihat sangat imut.
Dan jangan lupakan Hikaru, dia kini sama sekali tidak perduli dengan obrolan yang sedang terjadi antara adiknya dan juga orang yang dianggap orang mesum kedua, setelah paman-paman mesum yang telah membawa Hikari kemarin.
"Hikari kenal dengan Paman Sasuke?"
"Hm, Paman Sasuke sangat baik, saat Hikali telsesat paman Sasuke membawaku pulang. Nenek Mikoto juga baik, dia membuatkan aku lamen." Kata Hikari dengan semangat. "Jadi, benal, paman itu kakaknya Paman Sasuke?"
"Hm, kau benar sayang."
"Yosh, kalo begitu, paman ajak Hikali dan Hikalu-nii ke lumah paman ya? Hikali mau kenalkan Nenek Mikoto pada Hikalu-nii sama pengen dimasakin lamen lagi. Ya, paman, ya?"
Mendengar permintaan Hikari, tanpa pikir panjang lagi, Itachi langsung melesat menuju kediaman Uchiha.
Sesampainya di sana, Mereka disambut oleh Mikoto yang sedang membukakan pintu. setelah tahu yang datang adalah Hikaru, mimik muka Mikoto yang tadinya terlihat sedikit lelah, sekejap hilang.
"Hikari sayang" Mikoto langsung menggendong Hikari dan mencium kedua pipi cabinya. "Nenek sangat rindu padamu."
"Iya Nek, Hikali juga lindu pada Nenek. Oh ya, Nenek, itu Hikalu-nii yang aku celitain."
Mikoto tersenyum. Ia menurunkan Hikari dan menghampiri Hikaru dan mengelus lembut rambut hitam legamnya.
Sedangkan orang yang bersangkutan malah memalingkan mukanya dengan sedikit semburat merah di kedua pipinya.
Mokoto sedikit tersentak saat mendapatkan reaksi yang seperti itu dari Hikaru. Ia merasa berhadapan dengan Sasuke saat itu juga. Ia melirik Itachi dan hanya ditanggapi dengan senyum.
"Nenek, aku mau lamen." Suara Hikari menginterupsi aktivitas Mikoto.
"Baiklah, Lalu Hikaru mau makan apa?"
"Nenek, bukannya Hikali sudah bilang, Hikalu-nii makannya kayak paman Sasuke."
Mikoto tersenyum, setelah mengiyakan perkataan Hikari, ia Kini beranjak menuju dapur untuk menyiapkan makanan Hikari dan Hikaru serta untuk makan malam nanti.
T_T_T
Makan malam di kediaman Uchiha kini tidaklah seperti biasanya. Dengan kehadiran dua anak kecil yang berlawanan sifat membuat suasananya menjadi ramai. Namun, tidak bisa di pungkiri, walaupun Uchiha tidak menyukai keributan, tapi entahlah mereka merasa sangat menikmatinya. Bahkan Fugaku yang biasanya kaku, kini sesekali ikut tersenyum melihat kedua bocah yang kini ikut makan malam bersama keluarganya.
"Yak, apa tomat seenak itu?" Tanya Hikari dengan nada yang jijik.
"Diam kau baka, dari pada kau yang maniak Ramen." Jawab Hikaru
Melihat pertengkaran kecil kedua bocah kembar itu, Sasuke kembali tersenyum. Namun, senyum itu begitu terlihat menyedihkan.
Tarikan kecil di ujung bajunya menyadarkannya. Ia menoleh ke samping dan mendapati si bungsu mengerucutkan bibirnya.
"Ne, Paman, lihat tomat paman di makan Hikalu-nii"
Sasuke melihat ke meja. Kini urat kemarahannya muncul ketika melihat tomat kesukaannya telah lenyap tak tersisa.
"Bocah!"
"Hn,"
"Dasar bocah! Kenapa kau habiskan tomatnya huh?"
TING
Bel kediaman Uchiha berbunyi, menginterupsi kegiatan makan malam yang tidak seperti biasanya ini.
"Biar aku yang buka." Mikoto beranjak dari duduknya untuk membukakan pintu untuk tamu tersebut.
Tak lama kemudian, Mikoto kembali ke tempat makan dengan seseorang yang membuat beberapa orang di ruangan itu sedikit membelalak tak percaya. Kecuali dua anak kacil yang melihatnya dengan ceria dan Sasuke yang telah beranjak ke kamarnya sendiri karena mood makannya telah dirusak oleh Hikaru yang telah menghabiskan tomat kesukanya.
"Selamat malam, Uchiha? Apakah aku mengganggu acara makan kalian?" Kata sosok itu dengan sinis dan wajah yang menunjukkan rasa bersalah yang dibuat-buat. Padahal di dalam hati sosok itu menyeringai puas atas ekspresi yang ditunjukkan orang yang ada di ruangan itu.
"Apa urusan kau kemari, Naruto?" Kata Fugaku dengan sinis.
"Huh, kau to the poin sekali, Fugaku-san. Setelah tidak bertemu bertahun-tahun, ternyata sifat dinginmu tidak hilang. Benar-benar seorang Uchiha."
Fugaku menatap Naruto dengan tajam karena ia tak kunjung menjawab pertanyaannya.
"Huh, baiklah. Aku rasa kau tidak suka berbasa-basi denganku. Aku kesini ingin menjemput kedua anakku." Kata Naruto.
Tak perlu otak jenius untuk mengetahui siapa yang dimaksud oleh mantan menantunya itu. Langsung saja ia menatap tajam kedoa bocah kembar yang kini masih terduduk di meja makan.
Hikari yang di tatap seperti itu menjadi takut. Segera ia menyembunyikan diri di belakang tubuh kakaknya.
"hah," Naruto tampak menghela nafasnya. "Jangan seperti itu pada cucumu sendiri, Fugaku-sama."
Fugaku mengrenyitkan dahinya. Otak yang biasanya jenius kini menjadi sangat lambat untuk berfikir.
"Ups, apakah aku keceplosan?" Naruto yang melihat ekspresi dari Fugaku hanya bisa menyeringai puas.
'kena kau Fugaku' batinnya.
"Naruto!"
Merasa namanya dipanggil, ia mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara. Di sebuah tangga yang ia dapat melihat seseorang bermata onyx kini tengah menatapnya.
"Apa semua yang aku dengar barusan benar?"
Bukannya menjawab, Naruto malah balik memandangnya dengan tajam.
"Jawab aku, Naruto! Apakah itu benar?" Runtuh sudah topeng Uchiha yang ia pakai selama ini. Kemarahannya kini memuncak karena orang yang bersangkutan tak kunjung bicara.
Naruto masih belum menjawab, ia kini malah tersenyum miris.
"Kalau benar memangnya kenapa, Uchiha?"
Suara kasar dan sinis membuat semua mata melihat ke arah pintu yang kini tengah bersandar seorang laki-laki berambut oranye yang menatap mereka dengan pandangan yang meremehkan.
"Kyuubi!" Semua orang tampak bertanya-tanya, mengapa Kyuubi yamg selama ini di kira sudah menghilang, bahkan mereka mengira bahwa laki-laki itu telah mati, tapi tiba-tiba ia datang ke rumah mereka. Namun, berbeda dengan Naruto dan Itachi yang telah mengetahui semua.
"Kalau benar memangnya kenapa?"
TBC
Kyya gomen-ne, karena mempersiapkan UAS n ujian prektek aku jadi gak bisa meneruskan fic ini. Dan maaf jika ceritanya jadi gaje n pendek, tapi aku sudah berusaha memberikan yang terbaik.
Special thanks:
Rose, Namikaze malfoy, Xxx, fate, Rendysasunaru, Yakuza, ttixz bebe, kanon1010, reitan namikaze, Riruka, Imperial Nazwa-chan, Clian cassie, Nao Kisari, Nasumi-chan Uharu, atary-chan, ChaaChulie247, yashina uzumaki, Uchiha Hikari, Nara Hikari, RuCho D'Evil, Uchy-san, yuminakhazime (tu nama or bukan ya? Sorry lok salah).
Bagi para reader, review lagi ya..
Terimakasih sudah mampir
