JUNG AND KIM FAMILY
Pair : LeoN VIXX
Cast : All Member of VIXX
Jung Taekwoon benar benar membuktikan kata katanya. Memblock keluarga Kim Wonshik untuk menemui keluarganya. Lihatlah sekarang terjadi perang dipintu mansion Jung, dimana seorang Kim Jaehwan berdiri dengan tegas sambil meletakkan tangannya dipinggang dengan tatapan tajam dan bibir yang sedari tadi menyumpahi namja Jung yang berdiri menghadangnya.
Ken tidak perduli betapa seramnya seorang Jung Taekwoon sekarang, karena baginya taekwoon harus tau namja cantik yang sedang hamil muda justru lebih mengerikan.
Wonshik hanya berdiri kaku sambil memegangi stroller yang berisi baby Hani. Ravi harus emamstikan anaknya sedang tertidur, jangan sampai anaknya melihat pertikaian antara kedua namja keras kepala dihadapannya.
"KAU TIDAK BISA MELARANGKU MENEMUI SAHABATKU JUNG!" Ken mendesis geram saat Leo masih belum mempersilahkan mereka masuk.
Sudah cukup lama penghadangan ini dilakukan.
"aku memang tidak mengijinkanmu menemui istriku. Bawa istrimu pulang Tuan Kim yang terhormat" Ucap Leo tak kalah dingin.
"YAAAKK... ATAS DASAR APA KAU MENGUSIR KAMI?" Ken tidak tahan lagi, ditambah lagi bawaannya yang sedang sensitif sekali.
Ken menarik nafas dalam dalam dan mengeluarkannya dengan kasar, lalu kemudian...
"HAKYEON HYUUUUNNNGGGG~ LIHATLAH SUAMIMU YANG TIDAK MENGIJINKANKU MENEMUIMU DAN BABY JUNG..."
"HIKS...HUWAAAAAAAAAA..."
DDDUKK
DDDUUUKKK
DDDUUUKKK
Setelah puas menjerit terdengarlah suara tangisan dari stroller yang dipegang Ravi dan terdengar juga suara dari dalam rumah seperti orang yang sedang berlari.
Ravi dan Leo yang sedang menutup telinga mereka karena jeritan Ken, lalu segera menyadari apa yang akan terjadi selanjutnya.
"AKU BERSUMPAH AKAN MEMECATMU KIM..." Leo berdesis mengerikan sambil menatap Ravi yang mencoba menenangkan anaknya.
"aiishhh... tidak bisakah kau memahami namja yang sedang hamil hyung?..."
"tapi istrimu benar benar...eoh?" Leo menolah kesana kemari melihat Ken tidak lagi dihadapan mereka. Kemana namja menyebalkan itu? "jika istrimu membuat ulah lagi kupastikan ia akan berpisah dengan anaknya" Leo meninggalkan Ravi yang masih mencoba mendiamkan anaknya, sedangkan istrinya sudah melenggang masuk kedalam rumah.
"aigoooo...kenapa menjadi seperti ini...Sshhh... diamlah sayang appa disini"
Ravi mendorong kereta bayi anaknya untuk ikut masuk kedalam kediaman Jung.
Jangan salahkan Ravi yang tidak bisa mencegah tingkah istrinya yang kelewatan itu. Ravi masih ingat betul bagaimana kesalnya Leo pada Ken, karena ulah Ken lah ngidam Hakyeon menjadi jadi dan menyusahkan Leo. Oleh karena itu Leo memiliki dendam kesumat pada Ken. Dan sekarang istrinya itu sedang hamil kembali, padahal anak mereka belum berusia satu tahun, tapi istrinya ingin segera menyusul keluarga Jung yang sudah memiliki 4 anak.
Yaa Hakyeon sudah melahirkan bayi perempuan seminggu yang lalu, tepat satu hari saat mereka selesai bercinta dikantor Jung. Leo masih ingat apa yang terjadi sebelum istrinya melahirkan. Istrinya termakan cemburu akibat Ken yang mengatakan bahwa pengganti Ravi sementara adalah yeoja, padahal sebenarnya tidak ada pengganti, karena masih ada asisten 2 yang bisa membantu Leo.
Dan tidak hanya itu, ketika istrinya selesai melahirkan Ken kembali berulah yang membuat puncak kemarahan Jung meledak.
Flashback
"woniee... bagaimana inii... aku takut..."Hakyeon menggenggam tangan suaminya dengan erat. Mereka berada diruang operasi sekarang. Sudah 3 jam Hakyeon mengalami kontraksi, dan dia hanya mau operasi dilakukan jika suaminya ada disampingnya. Dan mengetahui istrinya akan melahirkan Taekwoon yang saat itu berada dikantor bergegas meninggalkan pekerjaannya untuk menemai istrinya melahirkan.
"tenanglah Luv... semua akan baik baik saja, cukup bertahan untuk bayi cantik kita" Taekwoon berkali kali menguatkan istrinya.
Entah mengapa Hakyeon merasa takut sekarang, padahal ini bukan pertama kalinya Hakyeon melahirkan, justru sebelumnya Hakyeon begitu kuat melahirkan 3 bayi sekaligus. Mungkin faktor manja Hakyeon selama kehamilan.
"apakah bayi kita akan cantik wonie?"
"Nee... tentu saja akan cantik. Bahkan melebihi cantiknya Kim Hani" ucap Taekwoon
"anii... Hani tetaplah yang paling cantik, bukankah dia calon menantu kita nanti?"
Taekwoon mengubah wajahnya menajdi datar, istrinya entah kenapa menjadi aneh begini. Tadinya dia takut, sekarang justru mengatakan yang tidak tidak.
"baiklah kita akan memulai operasinya, kami tidak menyuntik bius seluruhnya, jadi Tuan Jung usahakan istri anda untuk tetap tersadar..."
"nee... uisa, saya akan berusaha..."
Leo kembali menghadap keistrinya yang sedikit mengernyit kala dokter menyuntikkan bius pada tubuhnya lalu seketika separuh tubuhnya seperti tidak merasakan sakit apapun.
"Luv... kau mendenagrku?"
"Nee... aku mendengarmu wonie..." suara Hakyeon sedikit melemah
"apa impianmu?"
"menjadi istri dan Ibu dari anak anak Jung Taekwoon"
Leo tertawa kecil mendengar ucapa istrinya "kalau begitu impianmu sudah tercapai?"
"belum..."
"wae? Bukankah kau sudah menjadi istri Jung Taekwoon dan menjadi umma dari Ketiga aahh ani sebentar lagi keempat Baby Jung?"
"tapi impianku lainnnya adalah hidup hingga tua untuk mengabdi pada suamiku"
Taekwoon tersetuh mendengar ucapan istrinya.
"nee... aku juga ingin hidup hingga tua bersamamu luv... saranghaae..."
"nado saranghae Jung...ssshhh..."
Saat Hakyeon membalas ucapan cintanya, terdengarlah suara keras bayi yang menggelegar keseluruh ruangan. Taekwoon menoleh, melihat dimana perawat menggendong bayi yang baru saja keluar dari rahim istrinya. Senyum Taekwoon mengembang, lelahnya selama 9 bulan akibat ngidam istrinya menghilang begitu saja, rasa lelah itu tergantikan dengan perasaan luar biasa yang sulit ia ungkapkan saat melihat bayi itu terlahir ke dunia.
"Terima kasih Luv... kau menyempurnakan hidupku... saranghae"
Taekwoon bangkit untuk mencium kening istrinya yang penuh peluh. Mengucapkan ribuan terimakasih kepada namja cantiknya yang rela hidup dan mati untuk melahirkan keempat buah hati mereka.
Beginikah rasanya menyaksikan kelahiran anak sendiri?
Beginikah rasanya menyaksikan buah hatinya pertama kali terlahir ke bumi?
Adakah yang bisa membuat Taekwoon lebih bahagia dari ini?
Taekwoon bersumpah tidak akan menukar kebahagiaan ini dengan apapun yang ada dibumi ini.
Taekwoon masih terus mengecupi seluruh wajah istrinya sambil terus mengucapkan terimakasih, dan Hakyeon hanya dapat menikmati kecupan suaminya sambil memejamkan matanya.
******Sorry*****
Hakyeon sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. Kondisinya sudah sangat membaik begitu juga dengan kondisi baby Girl. Hanya saja sekarang bayi Jung itu masih didalam ruangan khusus bayi, untuk menjaga kenyamanan bayi.
"wonieee... kapan baby akan dibawa kesini?" Hakyeon berkali kali bertanya dan merengek. Ia tidak sabar untuk bertemu dengan babynya.
"sabarlah chagi... dia masih dibersihkan dulu. Setelah itu akan diantar kemari" Taekwoon kembali menenangkan istri cantiknya. Ia ingat betul kata uisa, bahwa istrinya jangan terlalu banyak bergerak karena bekas operasi diperutnya akan terbuka.
Cklek
"anyeeooonngg..."
Sebuah suara yang sebenarnya malas sekali Taekwoon dengar.
"mau apa kalian?" Tanya Taekwoon datar
"YAAKK... SOPANLAH HYUNG" Ravi menanggapi ucapan bosnya dengan kesal, dia mendorong kereta dorong anaknya, sedangkan istrinya? Sudah pasti menghampiri sahabatnya tanpa memperdulikan tatapan tajam dari seekor hamster.
"bagaimana keadaanmu hyung?" Ken bertanya dengan santainya, mengabaikan Taekwoon yang sedari tadi mewanti wanti gerak gerik Ken.
"Baik keniee... tapi aku belum melihat bayiku" Hakyeon memasang wajah cemberutnya
"kau belum melihat bayimu?"
Taekwoon memicingkan matanya, merasakan aura gelap disekitarnya.
"tsk... kau harus segera meminta bayimu hyung. kau tidak takut jika nanti bayimu tertukar dengan bayi lainnya? Yaakk bagaimana suamimu itu. Apa kalian tidak takut seperti cerita di film film bayi yang tertukar?"
"HAH?" Hakyeon seketika panik
Ravi ikut merasakan aura gelap didalam ruangan ketika mendengar ocehan istrinya.
"ya untuk itu cepatlah minta suster membawa bayimu ke sini, dan jangan mau jika bayimu di letakkan dengan bayi lainnya"
"kyaa... ottokhae? Ottokhae... woniee... ayoo cepat bawa bayi kita kesinii..."
Taekwoon kembali memejamkan matanya. Ya Tuhan, kapan namja menjengkelkan ini berhenti merecoki istrinya?
Tertukar bagaimana? Jelas jelas ada identitas bayo. Ya Tuhaann... apakah semua namja hamil itu menyebalkan?
Cklek
Pintu kembali terbuka dan perasaan lega luar biasa dirasakan semua yang ada diruangan. Pasalnya seorang perawat datang sambil mendorong sebuah box kaca yang berisi bayi. Jelas saja itu Baby Jung.
"anyyeong haseyoo... saatnya baby cantik Jung bertemu ummanya" Ucap Perawat dengan ramahnya.
Perawat itu mendorong box hingga ke sebelah Hakyeon.
"kemarikan... aku ingin menggendong bayi ku" ucap Hakyeon antusias
"tenanglah chagi..." Taekwoon kembali mengingatkan istrinya
Dan kini, perawat sudah memberikan bayi cantik itu dalam gendongan Hakyeon. Bayi cantik yang digelung kain berwarna pink bergambar hello kitty.
"kyaa... yeoppo" ucap Hakyeon sedikit tertahan, karena tidak ingin membangunkan bayinya yang sedang tertidur.
Taekwoon ikut tersenyum senang melihat tingkah istrinya. Mengabaikan kernyitan aneh diwajah Ken. Sedari tadi namja cantik itu memperhatikan bayi dalam gendongan Hakyeon.
Tidak ada yang aneh. Bayi itu memang sangat cantik, namun tidak lebih cantik dari bayinya, itulah dalam batin Ken.
Wajahnya hampir seluruhnya mewarisi keimutan Jung Taekwoon. Lihatlah matanya yang bulat itu, benar benar mata Taekwoon. Hidung mancungnya juga tidak diragukan lagi milik siapa, jelas bukan hidung Hakyeon. Dan bibir imut itu, ya Tuhaan ingin sekali Ken mengecupnya. Bibir mungil itu terlampau seksi meski masih bayi. Pipi chubbynya lah yang sepertinya warisan dari Hakyeon, dan sifat suka tidurnya juga sudah pasti dari Taekwoon. Kasihan sekali sahabatnya ini tidak mewarisi apapun pada bayi perempuannya.
Ken mengernyit begitu menyadari sesuatu. Dia menarik nafas sebelum menyampaikan kalimatnya.
"aahh.. yaa aku tahu.."
Semua menoleh ke arah Ken, begitu juga dengan Ravi yang sudah menggendong Hani yang sudah terbangun.
"tau apa chagi?" tanya Ravi yang mendekat kearah mereka
"aku tau apa yang kau wariskan pada bayi perempuan kalian hyung" ucap Ken antusias
"apa kenie?" Mata Hakyeon berbinar tampak antusias mendengar kalimat Ken selanjutnya
Taekwoon yang menyadari apa yang akan diucapkan Ken, mencoba mencegah namun terlambat
"gelap, kau mewarisi kulit gelapmu pada putrimu hyung"
Krik krik krik
Hening beberapa detik hingga terdengarlah tangisan berbarengan dari tiga orang sekaligus.
"HUWAAAA...HIKS...HUAAAAAAA..."
"OEEEKKKK...OEKKK..."
"HUWAAAAAAAAAAA..."
Hakyeon menangis karena sakit hati mendengar perkataan sahabatnya, dan karena tangisan Hakyeon membuat bayi dalam gendongannya kaget dan ikutan menangis, di sambut dengan tangisan Hani yang ikutan menangis karena orang orang menangis.
"AKU BERSUMPAH TIDAK AKAN MENGIJINKANMU MENEMUI ISTRI DAN ANAKKU JAEHWAN SSI!"
Flashback end
*****sorry*****
Entah kemana rasa kesal Hakyeon meski sudah berkali kali menjadi korban Ken, meskipun begitu Hakyeon tetap saja tidak bisa jauh dari sahabatnya, meminta pendapat sahabatnya, meminta sahabatnya untuk mengunjunginya.
Sekarang mereka berada diruang main triplets, dimana Hani sedang terbaring di karpet berbulu lembut bergambar Hello kitty milik baby Jung sambil memegang mainan karet miliknya. Hani sudah berumur 9 bulan lebih, giginya sudah muncul tiga oleh karena itu dia selalu memasukkan apapun kedalam mulutnya untuk ia gigit karena gusinya yang gatal. Hani juga sudah bisa merayap kemana mana, untuk itu Ken sedikit kewalahan menjaga putrinya jika Ravi tidak ada.
Hakyeon masih menyusui putri kecilnya, ahh yaa lupa... nama baby Girl itu adalah Jung Minyool, triplets memanggil adik mereka Yolie.
"Kenie, sudah berapa usia kehamilanmu?" tanya Hakyeon
"memasuki bulan kedua, syukurlah ngidamku tidak separah kau hyung"
"tsk... itu semua gara gara kau" cibir Hakyeon
"aissh sudahlah... kau tidak lihat suamimu sudah seperti bodyguard yang menghadang kami tadi.. apa apaan dia itu, dia pikir dia siapa..."
"dia suamiku" jawab Hakyeon tak kalah ketus
Terjadilah adu mulut kembali, dan memang dasarnya Ken bersifat seperti ahjumma ahjumma yang tak mau kalah dan selalu ingin menang. Mari tinggalkan kedua umma rempong ini.
.
Jung Kim family
.
2 tahun kemudian
Umurnya sudah tidak muda lagi, tapi tidak membuat tubuhnya seketika tidak berstamina lagi. Tubuhnya masih kuat, masih bertenaga dan masih mampu berproduksi lagi. Lihat saja sekarang dirinya sedang menggendong ketiga anaknya.
Keluarga kecil Jung dan Kim kini berada di sebuah taman hewan. Ini akhir pekan jadi kesempatan untuk dua keluarga kecil ini berlibur mengajak anggota keluarga mereka.
Tidak terlalu ramai , jadi mereka bisa melepaskan anak anak mereka tapi masih tetap dalam pengawasan. Jung Daehan, Jung Manse, Jung Mingguk dan Kim Hani berjalan beriringan saling menggenggam tangan dengan Hani berada di tangan triplets. Namun saat mereka akan melihat Singa, didekat kandang singa ada patung Dinosaurus yang bisa bergerak karena didalam patung tersebut ada orang. Kontan saja membuat keempat bocah itu berlari ketakutan menuju orang tua mereka.
Daehan, Mingguk dan Manse meminta appa mereka untuk menggendong mereka, karena sang umma sedang menggendong Jung Minyool.
"huwaaaaaa... Hani takut dino momyy..." begitupun Hani yang berlari kegendongan sang appa, namun tetap nama momynya yang disebutkannya.
"sssttt...cup cup cup baby... itu hanya patung, lihat didalamnya ada ahjussi yang menggerakkan patung itu" Ravi mencoba menenangkan putri cantiknya.
"tapi dino itu jelek sekali daddy..." Ucap Hani dengan gamblangnya.
Taekwoon mencibir kearah keluarga kim itu. Hani benar benar mewariskan sifat Ken yang suka menghina orang. Benar benar sifat buruk, batin Taekwoon.
Tuan Jung itu tak kalah repotnya, pasalanya digendongannya ada ketiga anaknya yang memeluknya dengan erat. Mereka saling berebutan memeluk sang appa, menyembunyikan kepala mereka dileher sang appa tentu saja dengan rebutan.
"heii... umur kalian sudah 6 tahun kalian akan masuk sekolah sebentar lagi kenapa dengan patung saja kalian takut?" tanya Taekwoon yang mencoba menahan tubuhnya agar triplets tidak jatuh.
"tapi dia bergerak mendekati kami appa" ucap Daehan
"tsk.. kau tidak malu? Harusnya kalian bisa bersikap pahlawan didepan Hani. Kalian mau Hani tidak menyukai kalian karena kalian itu penakut?"
"ANIII..." Ketiga berteriak tidak terima
"kalau begitu jadilah anak pemberani, maka gadis gadis cilik akan jatuh cinta pada kalian" ucap Taekwoon
Dan ketiganya memberontak minta untuk diturunkan.
"Hani yaa... ayoo kita lihat singa lagi. Dino jelek itu tidak akan memakan kita" Mingguk mencoba untuk mengajak Hani kembali
"nee... dino jelek itu akan kita pukul nanti" ucapa Manse
"pegang tangan oppa nee" Daehan meraih tangan Hani yang baru saja diturunkan oleh Daddynya.
Dan keempat bocah itu kembali berjalan menuju kandang singa, meski jalan mereka sedikit ragu karena patung dino itu bergerak gerak mengikuti mereka, tapi sifat gentle Triplets mampu membuat Hani merasa terlindungi.
Yaa... triplets selalu bersikap bagai pahlawan bagi Hani. Jika mereka sedang bersama, maka Hani akan menjadi orang yang harus mereka lindungi. Tidak hanya Hani, Minyol juga. Sikap manja Minyool tak kalah dengan Hani. Kedua gadis cilik itu benar benar manja dan cerewet. Meskipun baru berumur 2 tahun Minyool berhasil membuat ketiga oppanya tak berkutik jika memenuhi permintaannya, persis seperti Hani.
"oppaa..." Minyool bergerak gerak dalam gendongan Hakyeon
"iisshhh baby tenanglah... kau bisa jatuh" Hakyeon mencoba menahan tubuh putrinya. Meski sudah bisa berjalan tapi tetap saja Minyol masih terlalu kecil untuk bergabung dengan keempat bocah itu.
"ummaa... oppaa..." Minyool menunjuk ketiga oppa dan eonninya.
"nee nee kita nanti kesana" ucap Hakyeon
"aiiisshhh merepotkan sekali" Ravi mengelap peluh dikeningnya.
Ken mendorong stroller babynya yang berumur satu tahun. Dibanding dengan Hani baby boy nya sungguh tenang sekali dan tidak rewel seperti Hani. Benar benar mewarisi sifat Ravi.
"untung saja Kevin tidak rewel seperti noonanya" tambah Ken.
Kini kedua keluarga itu duduk di tikar yang sudah mereka gelarkan dibawah pohon. Mata mereka tak lepas untuk memantau keempat bocah yang kini saling bergandengan tanpa sedikitpun melepaskan genggaman mereka. Taekwoon tersenyum emlihat keakraban anak anak mereka.
"kau lelah chagi?" Taekwoon beralih menatap istrinya yang mencoba menidurkan Minyool. Pasalnya Minyool rewel sekali karena ia mengantuk. Maklum saja jam tidurnya harus diganggu oleh ketiga oppanya.
"ani.." Hakyeon memberikan senyum terbaiknya "justru aku yang bertanya, apa aku lelah menggendong mereka?"
"tsk.. kau meragukan kekuatanku? Bahkan jika ditambah menggendongmu saja aku masih kuat. Mau bukti?"
"YAAKK..."
"huweeee..."
Dan teriakan Hakyeon berhasil membuat Minyool membuka matanya lagi. Hakyeon memberikan tatapan tajam kepada suaminya yang menyebalkan.
"ahhahaha... CHUP" dengan seenaknya Taekwoon malah mengecup bibir istrinya lalu bangkit untuk menyusul keempat bocah yang sepertinya emnajuh dari pandangan mereka.
Hakyeon merasa bahagaia sekali, Tuhan memberikan kebahagiaan yang berlipat ganda untuknya. Seorang suami yang begitu mencintainya, keempat anak yang menjadi penghibur kehidupannya dan dua orang sahabat Kim Wonshik dan Kim Jaehwan yang mengisi kehidupan mereka menjadi berwarna warni. Saling membantu sama lain, saling mengingatkan satu sama lain membuat kehidupan mereka benar benar bahagia.
Jadi apakah ada alasan untuk Hakyeon utnuk tidak bersyukur kepada Tuhan?
****END*****
Bonus
"oppa ireona..." seorang bocah cilik cantik meski berkulit sedikit gelap sedang loncat loncat di salah satu ranjang yang bergambar dinosaurus.
Terus melompat agar orang yang sedang tertidur itu terusik dan akhirnya bangun. Merasa tidak berhasil, iapun turun dari ranjang dan menaiki ranjang berikutnya. Melakukan hal yang sama seperti tadi, dan merasa tidak berhasil juga kakinya perlahan turun dan naik ke ranjang terakhir. Rambut kuncir duanya ikut bergoyang sehingga membuat bocah berumur 5 tahun itu tampak menggemaskan.
"oppa ireona... kita akan pergi...ireonaaaa~" meski sudah berteriak teriak hingga 4 oktaf tapi tetap saja ketiga oppanya tidak bergeming.
"ahh... yolie telpon Hani eoni saja. dan bilang jika oppa oppa tidak mau bermain dengan yolie"
dan setelah ucapan itu terdengar oleh ketiga namja kecil yang berpura pura tidur, kontan saja ketiga bangun.
"yaakkk Yoliee... oppa kan sudah katakan untuk tidak sering sering mengadu kepada yeoja centil itu" Manse yang pertama membuka matanya langsung memberontak atas sikap adiknya.
"nee... sebaiknya Yolie jangan terlalu dekat dengan yeoja itu..." Daehan menyetujui ucapn hyungnya.
"huft... Yolie dan Hani sama saja" Daehan menaik nafas
Apa kalian tahu jika sifat Hani benar benar mewarisi sifat Ken. Hani si cerewet, Hani si mulut pedas meski masih berumur 6 tahun. Korbannya adalah Triplets Jung, ketiga jagoan Jung itu sering menjadi korban 'ayo bermain masak masak an' dari kedua yeoja cantik itu. Bayangkan saja, meskinya mereka tenang bermain robot robotan, mobil mobilan atau mainan namja lainnya , tapi yang ada mereka diajak Hani untuk ikut bermain permainan yeoja. Dan jika tidak dipenuhi yakinlah yeoja cilik itu akan menangis dan mengambek kepada mereka hasilnya mereka akan diomeli oleh Hakyeon dan ahjumma cantik mereka.
Tidak hanya itu saja, Hani mengklaim bahwa Yolie adalah anak buahnya, jadi Yolie ada dipihak dirinya. Jadi jangan heran jika Jung kecil itu tertular oleh sifat Hani.
Daehan bahkan harus berpikir ulang untuk menjadikan Hani sebagai pasangan hidupnya nanti, seperti keinginannya saat pertama kali melihat Hani lahir.
"oppa ayo bangun. sebentar lagi Hani eoni akan datang dan kita akan bersepeda" ucap Yolie gembira
Daehan, Mingguk , Manse memutar matanya malas.
"bersepeda menurutnya adalah dengan duduk manis di boncengan dan membuat kita semua kelelahan. aku tidak mau" Daehan menjatuhkan tubuhnya kembali di kasur
"aku juga tidak mau. pinggangku bakan masih sakit membonceng tubuh gendutnya"
"siapa yang kau bilang gendut JUNG MANSE?"
DEG
Jantung ketiga bocah itu hampir berhenti kala menoleh ke pintu dan melihat seorang yeoja cilik yang sudah lengkap dengan seragam bersepedanya yang berwarna pink, lengkap dengan helm.
"mati kau manse" ejek Mingguk yang menyembunyikan kepalanya dibalik selimut
"YAAKKK... SEKARANG KALIAN BERTIGA BERSIAP SIAPLAH. DAN AJARKAN AKU NAIK SEPEDA" Teriak Hani, lalu menggeret tangan Minyol yang merupakan anak buahnya untuk keluar dari kamar ketiga oppanya.
****END****
anyeeooong haseyo
terimakasih sudah membaca ff ini hingga tamat, terimakasih untuk waktunya membaca, mereview, memfollow dan memfavorit ff ini
gomawo
*bow*
masih ingat ff saya yang REAL LOVE?
RL akan di buat kedalam novel, jadi ceritanya sama dengan ff, hanya saja akan ada
spesial chap yang khusus saya buat untuk di novel.
untuk LEON SHIPPER atau siapapun yang berminat bisa pesan di saya atau ke author KIM EONSEOB
harga 70rb, dan dikirim dari Pontianak
terima kasih ^^
line : endhaiu
IG : endhaiueo
