Hoi

Hoi! Hoi! Hoi!

DOUBT & TRUST 7

Oh yeah!! Mihael dan Meadow sudah mengakui kalau mereka sama-sama saling menyayangi! Wow…apa kata L-sama dan yang lain yah….? Huhuhuhu….

Disclaimer:…kok lama-lama sayah jadi bosen nulis ini yah…. Pengen nabokin Ohba-sama en Obata-sama deh karena mereka yang memiliki deathnote sepenuhnya!! T.T; (yang ada sayah bakal di tabok duluan ama mereka XD)

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.

- I Love you too… -

perasaan ini tak dapat ditahan lagi….

Akhirnya perasaan ini keluar juga….

Rasa sayangku yang mati…kembali hidup…

Rasa cinta yang sudah lama tak kurasakan…

Kini kurasakan kembali….

Semua berkat dirimu….

Sayangku….

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.

"Uh……hi…"

"….hi…"

Meadow dan Mihael secara tak sengaja bertemu di perpustakaan. Tepatnya mereka bertemu di sela-sela rak buku tua.

2 hari berlalu sudah sejak 'pengakuan' mereka berdua, dan ini baru pertama kalinya mereka bertemu kembali setelah kejadian waktu itu.

"er…mencari buku?" Tanya Meadow. Sadar atau tidak, mukanya rada-rada blush pink gitu

"ye—yeah, untuk pelajaran sosiologi…"Jawab Mihael. Wajahnya juga jadi merah.

Lalu keduanya sibuk mencari buku yang mereka cari. Sampai mihael berkata…

"uh…apakah…aku terlalu cepat mengatakan hal itu….?"

"……maksudmu…..?"

"ya-- yah rasanya aneh saja jika aku….bilang sayang padamu secepat itu…namun….yah….sayang…errr…..argh! aku tak punya kata-kata yang tepat untuk menjelaskannya!"

Meadow hanya tersenyum melihat mihael yang jadi pusing karena mumet mikirin perkataannya sendiri.

"kan….aku juga sudah bilang kalau…aku…juga sayang… padamu…ternyata benar, kau berbeda dengan seluruh anak yang kukenal selama ini…" gungam Meadow, mukanya jadi bertambah merah.

"……………." Mihael terdiam, dia tak tahu harus melakukan apa…

"ah! Kalian ada disini…" sahut Louie, dia mendadak muncul dari rak sebelah. Membuat Meadow dan Mihael cukup terkejut.

"a….ada apa, Louie!?" sahut mihael kaget.

"L-sama mencari kalian…katanya penting…kalian disuruh datang ke ruangan roger-san!" kata Louie anteng.

"L-sama??" kata Meadow.

Mihael dan Meadow bertatapan sebentar, kemudian mereka sama-sama berjalan keluar dari perpustakaan. Menuju keruangan Roger-san.

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.

"eh!? Apa!?"

Teriakan Meadow membahana ketika dia mendengarkan perkataan L… sementara didalam ruangan ada Roger, Watari, Mihael, dan….Near.

"aku harus pergi kejepang..ada kasus baru muncul disana…" gungam L sambil duduk jongkok diatas kursi sofa.

"kasus apa, L-sama?" Tanya Near.

"KIRA." Jawab L.

"Kira….kalau dalam bahasa jepang…itu berarti Pembunuh…" gungam Meadow pelan.

"kau benar….dia membunuh seluruh kriminal yang berada dikawasan jepang, dan ini cukup menyulitkan kepolisian jepang….makanya ICPO membutuhkan pertolonganku…." Kata L. raut wajahnya terlihat sangat serius.

Meadow dan Near cukup terkejut, karena mereka jarang sekali melihat ekspressi muka L yang serius begini….pasti kasus ini benar-benar sangat penting…

"Ryuuzaki…aku ingin mengingatkan, kalau pesawatnya berangkat sejam lagi." Celetuk Watari.

"yah, aku tahu akan hal itu…" Gungam L pelan.

"…………" Meadow membuang muka dari pandangan L. L tahu kalau Meadow sangat kesal karena mengetahui kalau

Dia harus pergi keluar negeri lagi. Padahal dia baru saja sampai kemari….

Perlahan-lahan L bangkit dari kursinya. Dan berjalan kehadapan Meadow.

"ah….."

L lalu menepuk-nepuk kepalanya Meadow dengan lembut.

"aku tahu kau kesal. Namun tak ada yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya….kuharap kau bisa mengerti, Matt-chi…"

gungam L. sebenarnya dia tak mau pergi dari sini secepat ini…. Dan dia juga tak mau mengecewakan Meadow…tapi…

"aku tahu…ini adalah perkerjaanmu, L-sama…." Suara meadow hampir tak terdengar. Bagaikan bisikan.

"aku berjanji satu hal padamu….kalau aku akan membawa KIRA untuk hukuman mati…Hanya untukmu, Matt-chi ku yang cantik…" kemudian L memeluk Meadow.

"……………." Mihael benci melihatnya sedih…. Dan dia sangat kesal karena dia tak dapat melakukan apa-apa untuk membuat meadow ceria kembali….

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.

Setelah pembicaraan itu selesai, semua orang keluar ruangan.

Meadow langsung pergi masuk kedalam kamar asramanya, Near kembali kekelasnya, dan mihael….hanya bisa marah-marah sendiri karena dia tak dapat melakukan apapun untuk Meadow.

Saat dia sedang berjalan di lorong asrama, ada seseorang yang memanggilnya…

"Mello-kun."

Satu-satunya orang yang memanggil nickname-nya dengan 'embel2' dibelakangnya hanyalah L.

"….L-sama." Mihael memang gak terlalu suka ama L….namun L sudah berada dihadapannya saja, terpaksalah dia harus ber-basa-basi dengannya….

"aku punya satu permintaan…." Gungam L. mendadak dia menepuk kepala mihael, hal yang biasa L lakukan terhadap meadow.

Mihael nampak terkejut ketika L menepuk-nepuk kepalanya dengan lembut, dia kira L hanya melakukannya dengan meadow saja….

"tolong jaga Matt-chi untukku….atau yang sering kau panggil Meadow…"

mihael sangat terkejut mendengar perkataan L. dia tak menyangka kalau L akan berkata seperti itu!

"me…mengapa….aku…?" gungam Mihael. Dia tak menyadari kalau mukanya merah.

L hanya tersenyum.

"selama aku pergi, tolong jaga Matt-chi….Matt-chi adalah anak yang luar biasa, semua orang sayang padanya….dan… kau adalah orang yang dia percaya, makanya….aku titipkan Matt-chi kepadamu, Mello-kun…."

Mihael tak mengerti akan perkataan L, seakan-akan L itu akan mati esok hari…

"mengapa kau berbicara seakan-akan kau akan mati besok?!" sahut Mihael.

"….bisa saja, bukan?" Nada bicara L sama sekali tak berubah, tetap datar dan tenang. Mihael benar-benar tak mengerti dengan jalan pikiran pemuda ini….

"ta--tapi….." mihael tak bisa membalas perkataan L. Sementara L masih mengelus-ngelus kepalanya.

"sudah. Kau cukup berjanji 1 hal padaku, Mello-kun…. Tolong jaga Matt-chi. Sayangi dia, cintai dia, jaga dia, Lindungi dia. Karena dia rapuh. Dan aku tahu kalau Meadow juga sayang padamu…" kata L.

"………………" Mulut Mihael dengan seketika beku ketika L mengatakan hal itu. dia mempercayakan Meadow padanya… suatu hal yang aneh… maksudnya…L baru pertama kali bertemu dengan mihael, tentu saja L belum tahu Mihael itu orangnya seperti apa dan apa hubungannya dengan Meadow!

"Ryuuzaki….ternyata kau disana. Ayo pergi. Pesawatnya tak bisa menunggu…." Kata Watari dari kejauhan.

"…ah….iya…aku mengerti.." kata L pelan. Perlahan-lahan dia melepaskan tangannya dari kepala mihael. Kemudian dia menatap Mihael. Dan tersenyum padanya.

"Matt-chi tak akan menemuiku…titip salam untuknya ya…. Katakan padanya kalau dia tak perlu khawatir….karena dia sudah memiliki dirimu, Mihael Keehl. sebagai penjaganya…." Gungam L.

Mihael terbalak.

Kemudian dia melihat L berjalan pergi bersama watari.

Keluar dari pintu asrama Wammy's house…

Samar-samar dia mendengar kalau L mengatakan sesuatu…

"Mihael Keehl. Aku percayakan Meadow padamu…karena aku tahu kau memang ada untuknya…"

kemudian L telah hilang dari pandangan mihael.

"……………………"

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.

Meadow duduk di kursi dan menatap keluar jendela kamarnya, dimana dia melihat mobil Limosin hitam punya L pergi keluar gerbang gedung wammy's…

Kemudian dia menghela nafas cukup panjang.

Perasaannya bercampur aduk tak jelas, dia sendiri tak mengerti perasaanya yang seharusnya seperti apa. Apakah dia harus kesal? Apakah dia harus sedih? Apakah dia harus marah? Apakah dia harus kecewa?

Tak berapa lama kemudian, ada yang mengetuk pintu kamarnya.

"Linda….aku lagi gak pengen keluar…"

kemudian pintu dibuka. Dan langkah kaki terdengar berjalan masuk kedalam.

"Lind, aku--" ketika meadow mau membalikan badannya untuk melihat seseorang yang berjalan masuk kedalam kamar (yang dia kira Linda) dia kaget ketika melihat kalau seseorang itu bukannya Linda…

"mi…mihael!?"

"uh…yah…"

ternyata Mihael… dia menutup pintu kamar, kemudian berjalan berlahan-lahan kehadapan meadow.

"a..apa yang kau lakukan!? Kau tak boleh masuk kemari, ini asrama puteri!" sahut meadow, mukanya merah total XD

"well…aku hanya ingin berbicara denganmu! Sebelum pergi, L-sama mengatakan beberapa hal padaku!" muka mihael tak kalah merahnya dengan meadow. XD

"L-sama…? Dia…dia bilang apa??" Tanya Meadow. Dia langsung bangkit dari tempat dia berdiri dari kursinya dan berjalan kehadapan mihael.

"….dia hanya tak ingin kau sedih…karena kepergianya…dan…

dia bilang….kau tak perlu khawatir lagi…" Jawab mihael. Dia masih rada berfikir….apakah dia harus mengatakan kalau L mempercayakan Meadow padanya….?

"…aku..tak merasa sedih…."

"eh…..?"

"entah mengapa. biasanya kalau L-sama pergi begitu cepat, aku menjadi sedih…namun sekarang tidak….aku sendiri tak mengerti mengapa!"

"…dan satu hal lagi…."

"…huh…?"

"…kau tak perlu khawatir. Karena aku akan menjagamu… menggantikan L-sama…"

Meadow terbalak mendengar perkataan mihael barusan. Mukanya jadi benar-benar-TAMBAH merah lagi. XD begitupun juga dengan Mihael.

"me…mengapa…kau berkata seperti itu, mihael..?"

"….karena L-sama memintanya padaku langsung….dan juga karena…. Aku menyayangimu, Meadow…"

Meadow nampak tak tahu harus bereaksi apa akan hal ini. Dia terdiam dengan muka merah….banget.

"….kok diem…?" Tanya Mihael.

"Aku tak tau harus bersikap apa! Goddammit! Urgghh!!" sahut meadow. Mendadak dia langsung memeluk mihael, dan memendamkan wajahnya di dada mihael.

"Me—meadow!?"

"to…tolong…biar…biarkan….aku…aku tak tahu harus bereaksi apa….uh…"

mihael hanya tersenyum. Kemudian dia membalas pelukan meadow. Dia tahu saat ini Meadow sedang bimbang. Makanya itu dia tak banyak bicara lagi dengannya…

dia hanya mengunci tubuh meadow rapat-rapat ditubuhnya. Dan sesekali mengelus-elus kepalanya. Berharap hal itu dapat membuatnya agak tenang sedikit.

Mendadak…

"Hey Meadow! Apa ka….."

ada yang buka pintu….

Ternyata itu Linda bersama cewek-cewek lainnya.

Dan mereka langsung menemukan Mihael dan Meadow yang sedang berpelukan. :x

"ARGH! LI…LIND!" Meadow yang menyadari kehadiran mereka langsung menarik tubuhnya dari Mihael. Mihael hampir saja terjatuh karena didorong oleh meadow.

"A…AH! MAA…MAAF! PER…PERMISI!" mihael yang menyadari keadaan saat itu, langsung berlari keluar kamar. Menghindari sebutan 'pervert' oleh anak-anak perempuan. XD

setelah mihael pergi dari pandangan mereka, Linda dan cewek-cewek yang lain mengalihkan pandangannya kepada meadow yang panik.

"i…itu…bukan seperti yang kalian bayangkan! Well… aku ama mihael…aaaa….argh, dammit!" Meadow tak mempunyai kata-kata yang tepat untuk menjelaskan kejadian yang barusan mereka lihat.XD

"gee…ternyata benar kau sudah jadian dengan Mihael!" sahut Lana.

"yes. Berarti intuisi gue bener kan?" Tanya Linda. (orang yang dikira ama Meadow yang akan paling marah ketika dia tahu soal hal…er…ini.)

"kenapa enggak bilang??" Tanya alice.

"man! Meadow dan Mihael…"

"cocok ya!"

"hahaha….kau benar, mereka sangat cocok!"

lha.

Yang ada tuh anak-anak cewek malah ketawa cekikikan ngomongin Meadow….

"……….." Meadow langsung ngeluarin tampang:Nyooo…..

setidaknya mereka tak mengata-ngatainya.

Meadow tersenyum sedikit, kemudian dia memejamkan matanya.

"I love you, Mihael…"

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.

L melihat keluar dari jendela pesawat. Kota terlihat semakin kecil dan perlahan-lahan tertutupi awan. Karena pesawat makin terbang naik keatas.

Mendadak dia tersenyum.

" Matt-chi….sekarang jalan hidupmu berubah 180derajat, ya."

Gungamnya.

Kemudian pesawat terbang jauh….menuju Kanto, Jepang.

(BERSAMBUNG)

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.

SayurAsem: BUJUG DAAAHH….DRAMA SINETRON BANGET DAH CING!! XDDDD

LurveMATT: ARGH! Tidaaak!! Bakat angst-sayah kembali!!

SayurAsem: GUA BUNUH LO KALO BIKIN FICT ANGST LAGI!! FICT2 LO YANG DOLO TUH KEBANYAKAN ANGST SEMUA TAUK!!

LurveMATT: ihiks….udah 2 orang yang ngaku mo bunuh sayah… my nee-chan en Genszz…SALAH GUWA APAAN SIH EMANG!? GUA KHAN ANAK SMA YANG TAK BERDOSA!! GUE INNOCENT KOKK!!

SayurAsem: AMIT-AMITA BACHAAAAAANNN!!