Note : masih belajar EYD yang tepat, OOC,AU, n typo's

TERIMA KASIH PEMBACA

Naruto belongs to Mr. MK

This story is mine

Hanya hiburan semata

HINATA HYUUGA & PATNER

Semenjak kehadiran Gaara yang mendekati Hinata, Sasuke perlahan mengubah strategi. Apalagi Sasuke mengetahui bila si tuan pada merah Sabaku Gaara memiliki kisah khusus dengan Hinata.

Perlahan Sasuke memahami bahwa sikap goda usil rayu gombal yang telah di lakoni 3 minggu belakangan memang tak sesuai karakternya jadi Sasuke memilih menjadi dingin lagi ke Hinata.

Seakan kenyataan ikut bersikap , Hinata malah tampak menjauh darinya . Itu bukan maksud Sasuke. Kalau begini terus kapan Hinata menjadi miliknya.

Terlebih sikap Hinata yang seakan bahagia menerima segala bentuk hadiah dan perhatian dari si tuan merah, membuatnya meradang dalam hati.

"Sasuke, Mama ke rumah Hinata sebentar ya, " ucap Mama Mikoto di Minggu malam .

Sasuke yang mendengar suara Mama Mikoto, bergegas turun lalu melihat Mama Mikoto yang membawa setoples kue percobaan yang akan di uji cobakan pada gadis lugu itu.

Mama Mikoto memang mengirimkan kue-kue racikan kepada Hinata. Semenjak Hinata-chan menyukai bahkan hampir menghabiskan kue-kue milik Mama Mikoto di kunjungan pertama dahulu, setiap akhir pekan pasti sang Nyonya Uchiha itu mengirimkan berbagai kue atau pun berbagai makanan untuk tetangga sebelah rumah.

Mama Mikoto juga bilang jika kedua putranya tak becus dalam memberikan nilai untuk kue yang di anggap indah oleh sang nyonya rumah.

" Tadi Mama ke rumah Hinata. Hinata mengacungkan jempol dan berbinar bahagia mencicipi kue buatan Mama. " ujar Sasuke yang masih mengingat bagaimana sang Ibu rumah tangga berceloteh merdu di waktu lalu dan berakhir dengan kalimat "hanya Hinata yang akan mama bagi kreasi kue terbaru".

Jujur tak mengapa, alhasil Sasuke dan Itachi nii terbebas dari jeratan produk gagal dengan rasa manis berlebihan. Walau tak semua kue itu manis, namun Sasuke tetap menganggap hobi tata boga sang nyonya rumah adalah bencana yang harus di antisipasi dengan cara sebaik mungkin.

Dan sampai sekarang kegiatan cipta kreasi kue sang Ibu terus berlanjut.

"Aku ikut" ujar Sasuke keras.

"Untuk apa Sasuke ikut ? " tanya Mama Mikoto.

Terheran sejak kapan Sasuke jadi ingin ikut ke rumah Hinata. Apa mungkin Sasuke juga ingin mencicipi kue bersama Hinata -chan ya. Pikir Mama Mikoto dalam hati.

"Aku...akan meminjam buku ke Hinata" ucap Sasuke membuyarkan pemikiran sang Ibu.

Itachi acuh tak acuh. Cara modus aneh Sasuke menggelikan. Bagaimana seorang kakak kelas meminjam buku dari angkatan di bawahnya. Tak mau repot, kali ini Itachi nii membiarkan trik Sasuke.

Trik?

Trik?

Sejak kapan Sasuke pakai trik,

Sejak Itachi nii menemukan buku absurd trik cinta 100% ampuh diterima. Antara menggelikan atau Sasuke yang hampir putus asa. Ternyata cinta anak smp serunyam kehidupan masyarakat umum.

Masa prakerin Itachi nii di terbilang cukup menyenangkan. Setelah 2 bulan berjalan, ilmu dari jurusan akutansi yang di ambil Itachi nii terbukti membantu dalam pengelolaan Bank SasaveM dengan tagline sabaku's save your money. Sebuah cabang usaha dari group Sabaku.

Selama masa prakerin ini membuat intensitas pendekatan ke Hinata-chan mengalami kemunduran. Tiap hari Itachi nii memang bertukar kabar dan mengirim sms mesra ke Hinata-chan.

Namun Itachi nii merasa bila Hinata sudah sedikit berubah. Untuk baik, cantik dan menggemaskan masih sama. Hanya sekarang jika kebetulan Itachi nii ada waktu bebas seperti Jum'at kemarin, kenapa Hinata nggak mau JJM alias jalan-jalan mesra sama dia. Tak seperti tahun lalu di mana Hinata enjoy aja di ajak main ke mana-mana.

Kalau begini ceritanya Itachi nii bisa kalah saing sama Sasuke.

"Plakkk," tepukan keras mendarat di bahu Itacchi

"Itachi, kau menonton tv atau melamun. Nak" ucap Papa Fugaku pelaku utama di balik penderitaan sang putra sulung.

Kesadaran Itachi kembali. Setelah tersadar , Itachii nii meringis kesakitan.

"Papa, jangan keras-keras dong. Tepukan tangan Papa itu sakit tahu" ujar Itachi nii.

Papa Fugaku tersenyum penuh maaf. Niat iseng menyadarkan sang anak dari dunia semi nyata itu membuat sang tuan rumah mendapat protes.

Untung Mama Mikoto sudah keluar, kalau tidak huhhhhh, bisa di ceramahin panjang.

Bukan Itachi nii dan Sasuke saja yang rajin mendapat lagu merdu dari sang ibu. Papa Fugaku setiap hari juga masih mendapat ceramah pagi yang hebat dari sang nyonya rumah.

Sudah kebal memang, tapi yang terbiasa itu bikin sakit kepala. Makanya sebisa mungkin kawanan ayah dan para putra Uchiha itu menghindari pidato panjang. Apalagi kalo bikin salah sampai Mama Mikoto marah, itu namanya bencana alam tiada akhir.

Helaan napas lega terdengar dari mulut sang ayah, setelah aksi melengok ke pintu utama yang masih terbuka lebar.

Lalu Papa Fugaku mengambil ponsel yang tertinggal di meja.

"Papa akan ke ruang kerja memeriksa beberap file. Tolong tutup pintu utama, sudah malam Itachi nii" ujar Papa Fugaku kemudian.

Itachi nii mengambil segelas air yang ada di meja. Meneguk air dingin itu hingga tandas. Memperhatikan figur utama yang selama ini ia contoh. Tersenyum mengingat jika di balik sikap pendiam itu, ada sikap jail yang terkadang membuat Sasuke dan Itachi nii sendiri terheran -heran.

Itachi lalu berdiri, menutup pintu utama menggerutu perlahan dan kembali menekuni acara televisi.

Berbaur dengan sinetron ala-ala yang berakhir 2 jam pemutaran.

Ding dong...ding dong...

"Hinata -chan kau di rumah?" ucap Mama Mikoto.

Sasuke berujar dalam hati " kan Mama sudah tekan bel, kenapa pakai acara teriakin nama Hinata segala sich".

Selang tak berapa lama, suara pintu terbuka terdengar dari dalam rumah.

"Oh, nyonya Mikoto. Seperti biasanya tetap mencari Hinata-chan. Lho kog ada Sasuke juga" ujar Ibu Hikari terheran.

"Iya, Sasuke bilang ada buku yang mau di pinjam dari Hinata" jawab Mikoto kemudian.

Sasuke dan Mama Mikoto masuk setelah dipersilahkan oleh sang nyonya rumah. Rumah dengan nuansa krem pastel yang damai menenangkan, seakan memiliki nuansa berbeda dengan kediaman Uchiha. Pikir Sasuke.

Setelah sampai di ruang tamu Mama Mikoto memulai percakapan.

"rumah ini kenapa sepi. Di mana Hiashi-san, Hanabi, dan Hinata-chan" ujar Mama Mikoto.

Sementara Ibu Hikari sedang di dapur membuat 2 cangkir teh panas untuk tamu malam ini. Lalu berujar singkat

"Hinata-chan ada, untuk Ayah dan Hanabi-chan mereka pergi memancing bersama keluarga Uzumaki dan belum sampai rumah"

Tadi jam 16.00 Ibu Hikari menghubungi anggota grup memancing itu. Dan Ayah Hiashi berujar, ia dan Hanabi mungkin sampai di rumah jam 19.30.

Walau weekend, tak menjamin jalan tidak macet. Begitu ucap sang Ayah Hyuuga.

Ibu Hikari kembali ke ruang tamu membawa 2 cangkir teh panas dan sepiring cemilan di nampan. Menyajikan dan duduk di samping Mama Mikoto.

Jam menunjukkan pukul 18.15. Berarti sudah 10 menit Ibu Hikari menjamu tamu Uchiha dan Hinata-chan belum terlihat batang hidungnya.

"Sasuke, bisa tolong panggilkan Hinata di kamar. Ketuk pintunya, beritahu jika Ibumu di sini dan kau mau pinjam buku kan pada Hinata-chan" ucap Ibu Hikari.

Sasuke terhenyak. Ke kamar Hinata bukan hal yang tabu. Tapi semenjak perasaannya bertumbuh, ia seakan takut bila tak bisa berfikir jernih.

Perlahan pasti Sasuke mendaki tangga menuju kamar Hinata di lantai 2. Mengetuk menahan napas , menatap pintu berkusen indah itu.

Hinata dan Sasuke sering bermain bersama sejak menjadi teman. Tentu Sasuke sudah lama tahu di sebelah mana kamar Hinata. Jadi memang para nyonya rumah menganggap hal lumrah tentang anak-anak mereka yang bermain di kamar. Bahkan Hinata pun pernah menginap dengan keluarga Uchiha saat ia tak mau tamasya liburan 2 hari ke Tokyo dan lebih memilih bermain bersama Sasuke kejadian 3 tahun yang lalu.

Menyiapkan diri , kali ini rasanya seperti berperang. Degup jantung penuh genderang itu berbunyi keras.

"Hinata ...kau di dalam. Aku dan Mama mencarimu. Boleh aku masuk? Aku akan pinjam buku kamusmu" ujar Sasuke di depan pintu kamar Hinata.

Cklekkkk

Hinata muncul dengan rambut terkuncir indah. Peluh keringat membasahi wajah manisnya. Keringat itu turun ke leher putih jenjang sang gadis hingga terserap ke baju katun biru yang Hinata kenakan.

Membuat Sasuke meneguk saliva mendapati pemandangan menggiurkan ini.

"S-sasuke kau di sini. Aku...aku sedang merapikan beberapa barang di kamar" jawab Hinata.

Hinata terkejut Sasuke ada di depan pintu kamarnya. Bukannya biasanya hanya Mikoto Baasan yang mencariku. Kenapa Sasuke sekarang ada di sini. Aku ...aku kan lagi nggak cantik. Haduwhhh...bisa turun pamor begini caranya. Ujar Hinata dalam hati.

Karena Sasuke telah bilang ada buku kamus yang akan di pinjam. Maka Hinata mengizinkan Sasuke masuk ke kamarnya. Walau bukan hal tabu karena sebelum-sebelumnya Sasuke pernah berkeliaran di kamar Hinata.

"Sasuke, kau bisa mencarinya di rak dekat meja belajarku. Maaf...aku akan mandi sebentar, aku tak nyaman bertemu Mikoto baasan begini" ucap Hinata menunjuk dirinya sendiri.

Sasuke yang berdiri dalam keterpanaan mencerna kalimat Hinata. "tak nyaman dengan keadaan begini" apa maksudnya. Hinata terlihat cantik dengan baju biru sedang dan celana selututnya. Wajah putih penuh peluh menggoda. Rona merah muda yang terlihat begitu manis.

Sejenak Hinata mengambil segelas air putih yang ada di meja kamar. Meneguk perlahan menghabiskan air yang ada sebelum selanjutnya ia berlalu ke kamar mandi dengan set baju yang terbungkis rapi dalam sebuah handuk.

Adegan Hinata saat meneguk air menjadi fokus Sasuke. Saat bibir mungil merah muda Hinata menempel erat di bibir gelas

#cobadibibirSasuke

Dan air itu sedikit demi sedikit mengalir ke tenggorokan sang gadis.

Sasuke masih mencerna keindahan kilas balik yang terjadi di depan matanya.

Cklekk...pintu kamar mandi tertutup. Sasuke tersadar dari keheningan yang ia rasakan.

Lalu Sasuke berjalan ke rak dekat meja belajar memindai kamus apa yang akan ia jadikan korban. Melihat di dinding kamar violet berbau lavender menenangkan bahwa jajaran potret indah itu menjadi perhatian lain utamanya sekarang.

Ini foto Hinata bayi, saat balita,bersama ayah Hiashi Ibu Hikari, menjelang tk, lalu segerombolan anak kecil dengan tulisan Suna elementary school yang di pegang salah satu anak di foto tersebut. Berlanjut ke gambar sebelahnya, saat Hinata bersama kakek neneknya, saat kepindahan Hinata dan keluarga di kompleks Fuji.

Masih berderet rapi foto lainnya.

Sungguh foto yang indah. Sayang Sasuke tak membawa ponsel untuk mengabadikan kamar dan potret Hinata . Sialnya Sasuke.

Sasuke duduk di kasur Hinata. Melihat kasur bersprei ungu bunga anggrek. Melihat ke meja belajar Hinata, dirinya menemukan satu foto berbingkai saat Hinata dan Sasuke memakai yukata serasi, merah muda sewarna bunga sakura dan biru laut indah.

Seakan pasangan serasi. Pikir Sasuke.

Beralih ke foto lainnya, satu foto dengan siluet langit orange seorang anak kecil berambut merah mengenggam permen lolipop menyodorkan ke gadis kecil manis berambut violet tebal berponi . pipi merah muda bersemu itu jelas terlihat dari tangkapan gambar yang tertera.

Dan Sasuke tahu anak kecil berambut merah adalah Sabaku Gaara.

Gaara saingannya mendapatkatkan hati Hinata

Ackk... sial.

Sial

Foto yang sebegitu mudahnya merusak suasana hati seorang Sasuke Uchiha seketika itu.

Kalau begini kasusnya, bisa-bisa Sasuke terdegradasi dari zona hati Hinata. Tidaaaaakkkkk...

Mengambil foto siluet orange, hendak menyobek rusak menjadi bagian – bagian kecil namun Sasuke akan menjadi tersangka saat Hinata menyadari foto hilang di meja kamar saat ada Sasuke . Dan Hinata akan membenci Sasuke. Maka dengan berat hati Sasuke meletakkan kembali foto itu.

Tak sengaja mata Sasuke melihat book"id life. Ada 2 sampul buku senada dan Sasuke mengambil buku terbawah. Sasuke membuka perlahan lembar pertama memperhatikan tulisan tangan dan tanggal yang tertera dan mulai membaca

Tiba-tiba

...Cklek. Mendengar pintu kamar mandi terbuka Sasuke mengambil buku asal untuk menutupi buku book'id life yang merupakan buku diary Hinata.

Untung tidak ada yang berantakan saat tadi Sasuke menggeledah rahasia si empunya kamar.

" Sudah ketemu kamusnya Sasuke-kun?" ucap Hinata sembari mengeringkan rambut dengan handuk ditangan.

Bagai adegan slow motion, penampilan Hinata yang baru keluar dari kamar mandi dengan mengenakan baju A line berwarna biru cantik membuat Sasuke terpana. Harum lavender yang menguar dari tubuh dan rambut Hinata membuat Sasuke tak tahan merona.

"Sas, Sasuke -kun kau memerah, ada yang salah? Apa bukunya tidak kau temukan juga? Kenapa hanya diam" ucap Hinata.

Sasuke terpana. Masih dengan posisi berdiri memegang 2 buah buku. Tenggelam dalam dunia khayalan di mana Sasuke menyatakan cinta dan Hinata menerima cinta di kamar violet kepunyaan Hinata. Lalu saat bibir Sasuke hendak menuju bibir Hinata

"Sasuke-kun, kau tidak apa-apa" Hinata maju meyentuh dahi Sasuke. Hinata berfikir Sasuke mungkin sedang demam.

Merasakan sentuhan di dahinya, Sasuke terbangun ke alam nyata. Menatap Hinata, mendengarkan gemuruh jantung yang semakin berbunyi keras di dalam dadanya.

Hinata yang berada dekat di depan matanya, terlihat begitu mempesona.

"a...aaah, iya. Aku sudah sudah menemukan bukunya. Ayo kita ke bawah" Sasuke reflek memegang tangan Hinata.

Hinata yang di perlakukan seperti itu bersemu merah.

Tak tahukah Sasuke bahwa sejak menatap Sasuke di depan pintu kamarnya Hinata merasa terkejut.

Untunglah, merapikan kamarnya sudah selesai jadi Hinata tak malu mempersilahkan Sasuke masuk.

Kan tidak etis bila bra Hinata terlihat oleh Sasuke.

Lalu secepatnya Hinata mengambil baju A line biru kesukaannya membungkus set baju berserta bra dan celana dalam ke lipatan handuk besar.

Selama di dalam kamar mandi Hinata berfikir apa akan baik-baik saja jika Hinata hanya sekedar mandi bersih saja.

"Seharusnya aku membawa bedak wajahku, paling tidak. Kenapa hanya bb cream saja yang terbawa. Dasar Hinata payah" caci Hinata ke dirinya sendiri.

Saat berkebun Minggu pagi, Hinata yang telah mendapat petunjuk cinta dari sang Ibu memutuskan bila hatinya memang untuk lelaki idaman dalam buku diari book'id life tersayang. Lelaki dengan baju yukata biru laut di foto meja belajarnya.

Setelah ritual mandi bersih plus keramas, Hinata menatap cermin wastafel kecilnya. Mulai memakai tipis-tipis bb cream di wjahnya.

"Aku harus megeringkan rambut dulu. Sisir...dimana sisir.. ya...Kog nggak ada sich" ujar Hinata sebal.

Terpaksa Hinata keluar dengan gaun cantik dan rambut masih berbendel handuk kecil.

Saat menyadarkan Sasuke dari lamunannya, Hinata salah tingkah karena tiba-tiba Sasuke memegang tangannya.

"Se-sebentar,aku akan menyisir rambut dahulu" Hinta pun melepas genggaman tangan Sasuke lalu berjalan ke meja rias dan mula menyisir rambut semi keringnya setelah menggantung handuk kecil pada tempatnya.

Selama itu pula Hinata mencuri pandang ke arah Sasuke melalui pantulan kaca rias.

Diam -diam menyunggingkan senyum bahagia.

Ahh...indahnya.

Lalu mengenakan sandal biru cantik kesukaannya.

"Ayo, tak enak Mikoto baasan menunggu kita" ujar Hinata yang berdiri menuju arah keluar dari pintu Hinata.

Hinata membuka pintu kamarnya, membuat Sasuke yang telah membawa 2 buah buku di tangan berjalan di depan Hinata. Sedang Hinata mengekor di belakang setelah menutup pintu kamar violet itu.

"ackhhhh...Hinata sayang, kau begitu cantik" puji Mama Mikoto melihat Hinata yang berjalan dibelakang Sasuke.

Ibu Hikari mengangguk semangat membenarkan pendapat Mama Mikoto. Hinata Hyuuga begitu mempesona dengan baju A line biru langit, rambut hitam violet semi basah , sandal biru cantik dan rona manis bahagia di wajahnya.

Setelah sampai di sofa, Hinata duduk dengan Sasuke karena sofa panjang sebelah telah terisi Ibu Hikari dan Mama Mikoto. Sedang di ruang tamu, tersedia 2 sofa panjang saja maka Hinata pun mau tak mau duduk dengan Sasuke.

"suasana canggung antar remaja. Kalo begini caranya kapan Hinata jadi putriku coba?" seru Mama Mikoto dalam hati.

"Baasan bawakan kue untuk Hinata, boleh Hinata coba dan beri pendapat ke Baasan, sayang?" ujar Mama Mikoto.

Sebelum Hinata datang, sebenarnya Mama Mikoto sudah meminta Ibu Hikari mencicipi kue yang dibawa. Namun Mama Mikoto berfikir jika Hinata adalah tujuan utama dan Hinata lah yang harus memberikan respon untuk kue itu.

Hinata mencomot satu keping kue, memasukkan ke dalam mulut manisnya, memindai rasa dan menelan perlahan.

"Hinata rasa kue ini terlalu manis Baasan,dan mungkin sedikit kayu manis bisa meningkatkan harumnya" ujar Hinata.

Sasuke menyesap teh hangat perlahan sembari menikmati aroma yang ada.

"Bagaimana jika pekan depan kita buat kue -chan kan sudah 2 bulan yang lalu kita memasak bersama. Untuk hadiah ulang tahun Sasuke , kau mau sayang?" tanya Mama Mikoto.

Sasuke tersedak,

"kalo minum itu hati-hati Sasuke-kun" ujar Mama Mikoto.

Sasuke terkejut mendengar penuturan sang nyonya Uchiha.

Ulang tahun? Dirinya? Pekan depan?

Kalimat itu bagai angin tornado yang memporak-porandakan hari nya.

Saat tahu lalu saja, Mama Mikoto bersikeras membuat kue khusus untuk ulang tahun Sasuke . Dan hasilnya, trio Uchiha harus di opname 2 hari karena keracunan makanan yang di buat oleh sang nyonya rumah.

Padahal ayah Fugaku telah membelikan kue di toko roti langganan mereka.

Dan ternyata Mama Mikoto membuat resep khusus itu untuk hari ulang tahu Sasuke langsung.

Mana mungkin ada yang bisa menolak karena Mama Mikoto menyuapka satu per satu secuil kue buatannya ke anak anak dan suami tercintanya.

Tiada aksi icip-icip aman yang menyelamatkan trio uchiha yang biasa di lakukan oleh Hinata-chan.

Masih untung, Mama Mikoto tidak ikut memakan kuenya. Mama bilang yang masak itu anti memakan sajian buat orang terkasih. Jadi selama Sasuke, Itachi nii dan Papa Fugaku bedrest di rumah sakit, masih ada Mama Mikoto yang sehat wal a'fiyat.

Dan resep itu adalah becana terburuk dari tahun-tahun lalu sebelumnya.

Lalu sekarang, apalagi?

Kamisama...tolong Sasuke.

Jerit Sasuke dalam hati.

#jangankapokbacaceritajelekini

#maafbanyaktypononEYD

#mohondukunganmanteman

Salam membaca

Terima kasih pembacaku