Byun Jae
is
SHOWTIME
A New Fanfiction of EXO,
EXO―Genderswitch―ChanBaek's couple
Byun Baekhyun (GS)
Park Chanyeol
Do Kyungsoo (GS)
And suprising guest next chapter!
Disclaimer
Remake Novel karyaLaurentia Mira yang berjudul ―Love Abuse (CintaTanpaRekayasa)
EXO―Dan beserta cast yang lainMilikTuhan, Milik Orang Tuamereka, danMilik Agency merekamasing-masing.
NO BASH―NO SILENT READERS―DON'T LIKE DON'T READ!
HAPPY READING!
.
.
Chapter 6
.
.
.
"Apa katamu tadi ?"
Chanyeol menatap Baekhyun lurus-lurus.
"Apakah kau ini lesbian, Byun Baekhyun?"
"Kumaafkan kekurangajaranmu ini, Park Chanyeol," sahut Baekhyun menahan amarah. "Tapi aku tidak akan menjawab pertanyaanmu."
Wajahnya merah padam.
"Kau harus menjawabnya." Chanyeol bersikeras.
"Untuk apa? Apa urusanmu kalau aku lesbian ataupun tidak?"
"selama pertemuan denganmu beberapa hari ini, kuamati kau tidak suak berhubungan dengan laki-laki manapun. Bukan hanya denganku, tetapi dengan semua pria di kantor, kau juga menjauhkan diri dan bersikap tertutup." Chanyeol berdehem sebelum melanjutkan, "mengingat pengalaman burukmu di masa lalu, wajar saja jika aku bertanya demikian."
"Secara pribadi aku tidak mempedulikan kecenderungan seksualmu. Tetapi di antara kita terjalin hubungan professional, bukan? Aku harus memastikan bahwa kau bukan seorang penyuka sesame jenis. Hal ini penting untuk menentukan objektivitasmu dalam menangani kasusku."
"maksudmu, kau khawatir bahwa aku akan menyukai Do Kyungsoo dan berlaku tidak adil padamu?"
"kurang lebih begitulah." Tangan Chanyeol terlipat di dadanya. Ia tetap tenang meskipun dipelototi Baekhyun begitu tajam.
Baekhyun hamper saja menangis saking marahnya tetapi itu tidak dia lakukan.
Sejak ayahnya tewas dan ibunya menjadi sakit, Baekhyun sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan pernah menangis lagi. Selama ini dia sudah menjadi kuat dan tegar, mandiri dan tidak bergantung pada siapapun. Dia menyelesaikan pendidikan tingginya, membiayai kehidupannya sendiri, menanggung biaya pengobatan ibunya, semua dilakukannya tanpa setetes pun menitikkan air mata. Dia menjalankan profesi pengacaranya, bersikap tertutup pada semua orang, semata-mata hanya untuk melindungi dirinya dari lingkungan kejam yang telah membuat ibunya kehilangan akal sehat.
Di atas semua kesombongannya itu, Baekhyun bisa tetap bertahan hidup, namun ia tidak menyadari betapa rapuh dan kesepian dirinya. Baekhyun tidak pernah berpikir bahwa seluruh sikapnya itu membuat ia semakin berbeda di antara orang lain.
terasing—itulah yang dirasakannya saat ini.
"Aku bukan seorang penyuka sesame jenis," akhirnya kata-kata itu meluncur dari bibirnya.
"Lalu kenapa kau bersikap sangat aneh?" Chanyeol telah membersihkan meja mereka dari piring-piring bekas makan. Semua piring itu ditumpuknya dan di letakkan di sudut. Lalu dia mengambil sekotak tissue dan menyimpannya di meja, tepat di hadapan Baekhyun.
"Kau tidak suka ketika aku berkenalan dengan Luhan—sepertinya malah kau merasa tersaingi. Tingkahmu juga aneh ketika memandanginya pergi. Sebenarnya ada apa denganmu?"
"Aku bukan lesbian!" Baekhyun setengah berteriak. "Pertanyaanmu sudah kujawab, lalu apalagi maumu?"
"Bukti, Baekhyun," Chanyeol tetap tenang. "Aku butuh kauyakinkan!"
Baekhyun mengusap-usapkan telapak tangan pada celananya.
"kau gugup?"
Wanita itu mendelik pada Chanyeol.
"Kau selalu menggosokkan telapak tangan ke celana jika kau gugup, Baekhyun. Bukan kali ini saja kulihat kau melakukannya."
Dengan marah Baekhyun menghentikan aksinya meskipun tidak bertahan lama karena detik berikutnya ia kembali melakukan hal yang sama.
Sambil melakukan kebiasaannya, wajah Baekhyun tertunduk.
Baekhyun tahu ia harus menjawab pertanyaan ini bukan saja penting bagi Chanyeol melainkan juga bagi dirinya sendiri. Sudah lama ia tidak berefleksi tentang siapa dirinya, dan mungkin ini adalah saat yang tepat untuk melakukannya. Lagipula tidak ada bedanya membeberkan segala hal di depan Chanyeol, toh laki-laki ini sudah mengetahui semua rahasia dari masa lalunya.
"Aku…bagaimana harus memulai cerita ini?"
"Jangan takut. Ceritakan saja semua yang ada di pikiranmu. Aku akan mendengarkanmu di sini."
"Luhan adalah temanku," ucapnya pelan, "satu-satunya sahabat baiknya yang aku punya. Tewasnya ayah dalam usahanya memperkosaku sempat diberitakan dalam surat kabar daerah—membuat semua teman sekolahku ketakutan dan bersikap menjauhiku. Hanya Luhan yang tidak. Dia bahkan melindungiku dari ulah jahil mereka. Dia menjadi pembela kalau teman-teman mengejekku—menyebutku pelacur. Dia bahkan berani berkelahi melawan anak laki-laki yang…" Baekhyun menelan ludah, "berusaha untuk menggerayangiku."
Wanita itu memainkan tissue dalam genggamannya yang sekarang telah basah kena keringat.
"Luhan adalah orang pertama yang mengajariku tentang menstruasi dan menggunakan pembalut. Dia bahkan pernah mencium di bibir—katanya itu untuk menunjukkan padaku bagaimana caranya mencium laki-laki kalau aku sudah siap nanti."
Baekhyun tersenyum pahit, "satu hal yang tidak pernah kulakukan sampai sekarang."
"Dia selalu bersamaku bahkan sampai kami duduk di bangku SMA. Saat itulah semuanya mulai berubah. Luhan tumbuh menjadi seorang gadis remaja yang sangat cantik dan popular, ke manapun dia pergi setiap pasti akan memandangnya kagum. Dia mulai berpacaran. Hubungan kami pun merenggang. Kami masih tetap bersahabat seperti ketika SMP, tetapi tidak semua waktu kuhabiskan bersamanya. Aku menjadi semakin tertutup dan menyendiri, dan aku melarikan diri pada satu-satunya keahlianku—belajar."
"Pertanyaanmu barusan, Chanyeol, apakah aku penyuka sesame jenis, mungkin saja itu benar." Baekhyun tampak begitu menderita.
"Aku tergantung pada Luhan dengan cara yang tidak dapat kujelaskan. Segala hal yang dilakukannya ataupun tidak, begitu mempengaruhiku. Kami berpisah jalan ketika aku menempuh pendidikan di Universitas, tetapi hal itu tidak menghilangkan niatku untuk selalu menghubunginya. Sampai akhirnya… aku kehilangan jejak. Luhan mengganti nomor ponselnya, pindah dari flat-nya yang lama, dan sama sekali menghilang. Tidak lama setelah itu nenek meninggal. Kehilangan kedua orang yang demikian penting bagiku—meskipun dengan cara yang berbeda—membuatku sangat terpukul."
Baekhyun mendongak menatap Chanyeol, " Saat itulah aku bertekad untuk tidak lagi menggantungkan hidupku pada siapa pun."
Chanyeol meraih tangan Baekhyun dan menggenggamnya, "Jangan siksa dirimu seperti ini, Baekhyun! Kau akan hancur jika menganggap hidupmu cukup diisi dengan kerja dan materi saja. Kau membutuhkan teman, orang-orang yang sayang padamu."
"Jangan coba-coba mengajariku tentang apa yang kubutuhkan ataupun tidak!" Baekhyun menarik tangannya, air mata tergenang di kedua pelupuk matanya. "Aku tidak membutuhkan siapapun untuk mengasihaniku atau memberikan penghiburan. Selama ini aku bisa bertahan hidup, semua kulakukan dengan caraku sendiri. Jadi… jangan mengajariku tentang apapun! Aku tidak akan mendengarnya!"
Mata sipit yang indah itu membelalak garang—meluapkan segala emosi yang ada di dalamnya—namun kemudian meredup dan kembali tenang.
"Kurasa perbincangan ini kita sudahi saja. Lagipula makanannya kita juga sudah habis, kan? Ayo, kita pulang!"
Baekhyun tergesa-gesa berdiri, mengambil tas dari atas kursi, lalu pergi ke meja kasir tanpa menunggu Chanyeol yang menatapnya datar.
.
.
.
To Be Continued
ALOHA! I'm back, senang bisa nge-post cerita ini lagi. Maaf kalau aku lama nge-post nya. Maaf ya. Untuk kelanjutan FF YNMN masih diproses. Aku lagi banyak project yang harus diselesaikan. Ada beberapa event FF yang aku ikuti dan juga beberapa cerita yang sedang aku garap untuk diterbitin. Aku butuh waktu untuk istirahat juga. Aku lagi masa cuti kuliah karena masih masa pengobatan! Aku suntuk banget guys :( aku pengen sesuatu yang baru biar ide ku muncul lagi. Aku sempat terkena writer block selama beberapa minggu. Ketika ide muncul, tapi aku malah malas buka laptop dan sering ngantuk hahahahaha aku pengen pergi liburan tapi nggak ada yang bisa ku ajak pergi. Kakakku lagi sibuk kerja karena akhir tahun. Temen-temenku sibuk kuliah sama tugas, mau pergi liburan sendiri nggak dikasih karena bunda dan ayah takut aku kenapa-kenapa. Orangtuaku nggak tahu kalau aku suka nulis cerita. Mereka cuma tahu akunya suka bikin sebuah artikel-artikel gitu. Karena waktu SMA aku pernah bergabung di redaksi majalah di SMA ku dulu.
Ya jadilah, hiburanku hanya dirumah dengan berbagai hal yang tak berguna jadinya. Aku lebih sering berkurung diri dikamar jadinya. Tidur cepat bangunya kesiangan hahahaha aku jadi pemalas. Maaf aku curhat, soalnya aku nggak tahu mau cerita sama siapa. Melihat dunia luar aja kalau kakak ku yang ngajak aku jalan-jalan sebentar untuk makan di luar dan ketemu dengan teman-temannya.
Okeh, sekian dulu dariku ^^ jangan lupa di review ya dan tunggu kelanjutannya. Bhay
Q : Sampai chapter berapa fanficnya?
A : Belum bisa dipastikan sampe chapter berapa, soalnya di novelnya aja 50 chapter dan remake nya aja aku ringkas sebagian chapter.
Q : Kenapa Kyungsoo nya nyebelin banget ya?
A : Guys, ini fiksinya. Jangan sampe kesal beneran sama Kyungsoo hahahaha Cuma pinjem tokohnya aja kok. Aslinya dia baik dan lucu sama kayak Baekhyun bikin gemes
Q : Aku nggak ngerti sama ceritanya?
A : Aduh! Maaf sekali aku nggak bisa menjelaskan panjang lebar. Kamu bisa baca dari awal dan mencerna setiap dialognya. Dan kalau nggak suka sama ceritanya juga nggak apa-apa kok, aku nggak maksa. Dan udah di bilang dari awal DLDR ^^
Q : Authornim, kamu domisili dimana? Kerja atau kuliah?
A : Aku domisili di Riau, di sebuah kabupaten di Riau yang terkenal dengan kerajaannya ^^ bisa di share di google hahahaha dan aku kuliah di salah satu Universitas Negeri di Riau. Aku anak HI ya bukan anak sastra hehehehe yang belajar politik sampe kepala terasa panas untuk mengkaji semua isu politik dan lain-lain di berbagai belahan dunia.
Q : Boleh tidak aku minta contact nya?
A : Boleh kok, kalian langsung aja pm ya.
