TRUE LOVE?
Cast :
Kim Jongin (23),
Do Kyungsoo (18),
Oh Sehun (18),
Jung Soojung (22),
Pairing : Kaisoo (GS), Slight! HunSoo
Rate : M
Genre : Romance, Drama
WARNING!: Genderswitch for Uke, DLDR, Typo(s) yang bertebaran dimana-mana, OOC.
.
.
*Just Enjoy Reading*
.
.
.
Kyungsoo melenguh saat dirasanya Sehun mulai melumat dan memperdalam ciumannya. Dengan perlahan, Sehun mulai menidurkan Kyungsoo di sofa dan mulai menindihnya dengan tubuhnya yang tegap. Mata Sehun menatap mata Kyungsoo tajam. Matanya menyalang terturup oleh nafsu. Kyungsoo menggeleng, berusaha melepaskan ciumannya. Sehun mengeram dan berhenti. tangannya menopang berat tubuhnya sendiri agar tak langsung menindih tubuh Kyungsoo. Sehun tersenyum tangannya ia gunakan untuk membelai dan menghapuskan derai air mata Kyungsoo yang berlinang di pipinya.
"Kau menyukainya?" Tanya Sehun lirih berupa bisikan. Nada bicaranya memelan. Sungguh sangat pelan seingga Kyungsoo harus manajamkan pendengarannya.
"A..Aku.."
Chapter 7
Jongin duduk terdiam di meja makan. Matanya menatap kosong kearah depan. Dirinya lemas. Sungguh lemas. Selain karena aktifitas bercumbunya dengan Kyungsoo, juga karena perkataan gadis mungil itu yang seakan-akan merobek seluruh jiwanya, menjatuhkan jantungnya hingga kedasar terdalam dengan sangat cepat. Menusuk relung hatinya yang terdalam, membuatnya terdiam tak dapat berkata-kata.
Untuk pertama kalinya, Jongin merasa begitu bodoh! Entahlah, namun hingga kini otaknya seakan mogok untuk bekerja. Bahkan, bunyi bel dan ketukan kasar di depan pintu rumahnya, serta derap langkah Kyungsoo yang menjauh masih belum bisa mengembalikan kesadarannya. Kemanakah otak pintarnya selama ini?
Jongin tau dengan sangat, Kyungsoo membutuhkannya. Kyungsoo menginginkannya, Kyungsoo mencintainya. Namun, akankah semua berjalan dengan sempurna sesuai dengan kehendaknya?
Jongin tahu, sangat tahu bahwa Kyungsoo bisa pergi kapan saja dari sisinya. Kyungsoo akan pergi di ambil oleh namja albino keturunan iblis itu, bila saja dirinya tak berusaha untuk mempertahankannya. Dirinya sangat ingin mengambil Kyungsoo, menyembunyikannya hanya untuk dirinya sendiri, memilikinya dan memuaskannya.
Jongin ingin bergerak, namun entah mengapa tubuhnya masih terasa kaku dan sulit untuk di gerakkan. Otaknya masih mengulang dan terus mengulang perkataan Kyungsoo. Dirinya berusaha mencari titik arti dari perkataan itu.
Jongin mengerang dan menghela nafas sejenak. Biarlah! Biarkan mereka bertemu untuk sejenak melepaskan rindu dan kasihnya. Dirinya masih ingin melihat bagaimana usaha si bocah ingusan itu untuk mempertahankan cintanya. Dirinya ingin membiarkannya dan melihat sejauh mana, karena toh pada akhirnya, dirinyalah yang akan menang.
"Chagiyaaaa~" sebuah suara merdu mengalun lembut ketelinga Jongin, menyadarkannya akan semua lamunannya. Jongin sangat hafal betul siapa pemilik suara itu. dirinya bergerak memalingkan wajahnya menuju asal suara. Dan matanya melebar kaget, ketika retinanya menatap jelas bayangan sosok wanita yang sungguh sangat ia hindari itu.
"Kau!"
"Iya Chagiyaa~ ini aku.." Sosok wanita itu yang tak lain adalah Soojung mulai melangkah mendekati Jongin. Jongin terdiam di tempatnya masih dengan posisi yang sama. Nampak sekali gurat amarah dan ke bencian membingkai wajah maskulinnya.
"Bagaimana kau bisa..?"
"Bisa masuk maksudmu?" Soojung masih berjalan mendekat dengan sanggat angkuh. Hingga sampailah dia, tepat di hadapan Jongin yang sedang terduduk. Soojung menatap lekat wajah maskulin Jongin yang tampan, dan semakin tampan. Ingin sekali dirinya memeluk kekasihnya ini, membawa kepada kenyamanan dan kehangatan tubuhnya. Namun ingatan akan sosok wanita ingusan dengan keadaannya yang penuh bekas-bekas habis bercinta membuat rasa amarah memuncak, hingga menghapuskan bayangan-bayangan tentang seks yang akan ia lakukan dengan kekasihnya ini.
Tertengar suara tamparan keras yang menggema di ruangan makan villa kim tersebut. Wajah Jongin berpaling kesamping. Terdapat rona merah di pipinya. Tangan lentik Soojung tengah menggantung di udara.
"Apa yang kau lakukan?" Jongin mengeram tertahan dengan suara yang begitu dingin ia berucap. Membuat tubuh Soojung meremang seketika. Keringat dingin di tubuh Soojung keluar. Entah mengapa, aura Jongin saat ini sungguh kuat dan mencekam. Membuatnya gemetaran. Namun ia harus bertahan demi harga diri.
"Apa yang kau lakukan dengan anak ingusan itu?" Tanyanya penuh amarah tanpa menjawab pertanyaan Jongin sebelumnya.
"Kyungsoo." Jawab Jongin ambigu
"Ne?"
"Namanya Kyungsoo. Ia punya nama. Asal kau tau itu!" Jongin mulai memalingkan wajahnya menatap dingin pada Soojung yang tengah berdiri mematung. Perkataan Jongin dan tatapannya mampu membuat seorang Jung Soojung terdiam kaku di tempatnya. "Lagi pula apa pedulimu, atas apa yang telah aku lakukan padanya?"
"Aku tunanganmu Jongin!" Soojung mulai berteriak histeris. Sedangkan Jongin malah tersenyum miring setelah mendengar jawaban Soojung
"Ahhh.. benarkah?"
"Apa maksudmu Jongin?!"
"Kau! Apa yang ada di pikiranmu, ketika sepasang manusia berada dalam ruang yang tertutup, hanya berdua. Suasana yang mendukung, sungguh begitu romantis. Belum lagi nafsu yang berkobar meminta untuk segera di padamkan. "
"katakan itu tak benar Jongin!" Soojung semakin meradang karena emosi
"Untuk apa aku berkata yang bukan-bukan, bila itulah yang terjadi? Kau pun pasti telah melihatnya bukan? Hasil-hasil karyaku di tubuhnya? Bagaimana? Bukankah indah dan menggairahkan?" Jongin malah semakin tertarik untuk terus menggoda tunangannya itu, ahh lebih tepatnya calon mantan tunangannya itu.
"Cukup! Hentikan bajingan!" Soojung berteriak murka seraya mencoba kembali untuk menampar Jongin. Namun, dengan sigap Jongin menahan tangannya. Jongin menarik Soojung mendekat kearahnya. Cengkraman tangannya di tangan Soojung semakin kuat dan keras, membuat Soojung mengerang sakit
"Bajingan?" Jongin tertawa meremahkan. Matanya menatap Soojung yang kini tengah berada di kungkungannya. Dapat Jongin rasakan tubuh wanita itu bergetar ketakutan
"Bajingan kau bilang!" Jongin berteriak murka tepat di hadapan Soojung. Mata wanita itu tertutup rapat. "Siapakah yang bajingan? Kau atau aku?" mendengar perkataan Jongin sepeti itu, sontak membuat Soojung membuka matanya. Matanya menatap lekat wajah Jongin. Sooung mencoba membaca arti raut wajah Jongin saat ini. Matanya bersitatap pada mata hitam kelam Jongin. Terdapat amarah juga kesakitan di pandangan itu. Soojung menggeleng pelan. Hatinya terenyuh. Entah mengapa secercah harapan menghinggap di hatinya. 'Jongin sakit hati karenanya, mencari pelampiasannya. Dan Jongin masih dengan sangat mencintainya' itulah pikirannya.
"Chagiyaa~" Soojung mencoba bersuara. Lembut dan tenang.
"Jangan salahkan aku bila aku mencintainya. Jangan salahkan aku bila kau menyakitimu."
"Apa maksudmu Chagiyaa~?" Soojung masihh bingung akan jawaban Jongin yang sungguh sulit untuk ia pahami
"Kau yang mengajarkanku akan rasa sakit! Kau yang memulainya bodoh!" Jongin kembali berteriak murka. Sorot pandangan matanya kembai tajam. Membuat Soojung sesegera mungkin beringsut mundur. Namun usahanya itu gagal karena pergelangan tangannya yang masih di genggam erat Jongin.
"Mari kita akhiri saja semua ini Bitch !" Ucap Jongin sembari menghempaskan tubuh Soojung menjauh dari dirinya, yang membuat Soojung jatuh bersimpuh karena kehilangan keseimbangannya.
~OooOooO~
Sehun masih berada di atas tubuh Kyungsoo yang terbaring lemah. Matanya menatap lembut kearah Kyungsoo yang tengah membuang wajahnya. Sehun menatap nanar akan ruam biru kemerahan yang tersebar di seluruh permukaan kulit tubuh wanitanya itu. kesal? Tentu saja! Sehun sangat kesal akan tindakan guru mesumnya itu yang telah mengotori kekasih mungilnya ini.
Jemari sehun perlahan mulai menyentuh kulit leher Kyungsoo yang terdapat bekas-bekas percintaan terkutuk itu. perasaan sakit mengerayap di hatinya, menancapkan tajamnya luka yang perih menyiksa.
"Sehuniee?" Suara lembut Kyungsoo membuyarkan lamunan Sehun. Sehun menatap wajah manis kekasihnya yang tengah resah di bawah kungkungan tubuhnya.
"Ne, Chagiya..?" Sehun berusaha tersenyum lembut di hadapan kekasih mungilnya itu. meski kecewa dan entahlah, sulit bagi sehun untuk mengungkapkan apa yang ada di hatinya itu kini, namun Sehun masih tetap berusaha seolah dirinya baik-baik saja.
"Mian, ne..?" Kyungsoo memandang langsung mata Sehun yang nampak kosong. Sehun mengalihkan pandangannya dari kyungsoo.
"Lupakanlah Chagiya.." Sehun berusaha bangkit dari aktifitasnya –mari menindih tubuh Kyungsoo- dan terduduk lemas. Matanya menatap asal kearah manapun, agar tak menatap wajah memelas Kyungsoo. Tak menatap mata Kyungsoo yang penuh dengan rasa bersalahnya.
"Kyungiee tahu, Sehuniee pasti hiks.. sangat kecewa pada Kyungiee bukan? Kyungiee.. hiks.. kyungiee.. kotor.. hiks.." Kyungsoo mencoba bangkit dengan mata yang mulai sekuat tenaga ia menahan tangisannya, namun perasaan bersalah ini terus menganggunya, membuatnya tak lagi kuasa menahan tangis.
Sehun bergerak memeluk tubuh Kyungsoo erat, membisikkan kata-kata penenang dan mengelus punggung kecil Kyungsoo dengan penuh kelembutan. Memang benar dirinya kecewa. Namun apa daya, jika di pikir kembali, kkekecewaan ini dan rasasakit ini tidaklah seberapa di bandingkan dengan kekecewaan dan rasa sakit yang Kyungsoo alami saat mengetahui, melihat, bahkan memilihkan wanita yang akan ia tiduri.
Meski enggan, namun Sehun berusaha mengerti dan bertindak sebagaimana seharusnya ia bersikap dewasa. Bila memang ia tak ingin kehilangan Kyungsoonya. Maka ke egoisannya harus ia buang jauh-jauh.
"Kyungiee,, dengar! Aku mencintaimu. Aku minta maaf tak bisa menjagamu. Aku memaklumi rasa bersalahmu. Namun aku mohon, jangan terus meminta maaf seolah kau lah yang salah disini. Aku justru yang harus meminta maaf padamu.."
"Sehunnieee.."
"Tidak Soo.. jangan di potong! Dengarkan baik-baik.. memang benar aku kecewa. Memang benar aku terluka. Namun aku sadar, sayang. aku sadar,seberapa kejamnya aku yang telah meluaimu slama ini. Pasti berat untuk mu menjadi kekasihku. Aku yang dengan segala keegoisannku telah membuatmu terluka benar?"
"Apa maksudmu Hunniee?"
"Jujurlah padaku Soo, aku tahu kau pasti kecewa dan sakit karena ku. Karena aku yang malah bermain di belakangmu. Meniduri wanita lain, bahkan di depanmu sendiri. Dan kau pasti terluka ketika aku memintamu untuk memilihkan gadis yang pantas untuk ku tiduri bukan?"
Tak ada awaban apapun yang keluar dari bibir mungil Kyungsoo yang tengah bergetar. Hanya ada isak tangis yang semakin keras. Terdengar sungguh memilukan. Membuat Sehun menitikkan air matanya. Tubuh mungil Kyungsoo yang berada di pelukan Sehun bergetar hebat.
"Aku memaklumi mu sayang. aku memaafkanmu. Dan maukah kau memaafkanku atas apa yang telah ku lakukan padamu Soo?"
"Aku .. hiks.. aku sudah memaafkanmu sedari dulu sehunnie.. jangan meminta maaf. Jangan maafkan aku. Aku kotor sayang. aku tak pantas untukmu. Bagaimana bila di dalam diriku ada benihnya? Maukah kau menerimanya? Tidak bukan?" Kyungsoo melepas pelukan hangat Sehun yang menenangkan. Menjawab dengan segala kesungguhan hatinya. Membuat liquid bening itu terus menganak di pipinya.
"A..Aku.." sehun tergagap. Entahlah, dirinya tak memikirkan konsekuensinya hingga kesana. Otaknya berhenti berfikir. Membuatnya terdiam mematung tanpa sepatah jawabanpun yang terucap. Membuat Kyungsoo tersenyum miris
"Kita terhubung oleh benang merah. Terikat dengan begitu kuat, hingga sulit untuk di lepaskan. Namun, bukan hanya kau dan aku yang terikat dan terjerat. Masih banyak orang lain yang juga ikut andil dalam terikatnya benang merah ini. Terlalu banyak, hingga tergelung, tersangkut, hingga menjadilah gulungan benang merah yang semberawut. Tanpa sadar, jarak benang merah kita semakin merenggang dan melemah hingga banyak sekali lika-liku yang sulit untuk di luruskan kembali."
"Soo.."
"Tidak Hunniee.. jika kita berusaha meluruskannya, maka akan ada banyak sekali benang merah yang terurai dan terputus. Itu tak adil sayang.."
"Jangan seperti ini padaku Soo.. jangan seperti ini."
"Namun, bila salah satu dari kita berusaha untuk melepasnya, merelakannya, mungkin yang satu lagi akan selamat, bahkan akan menemukan siapa pengikat benang merahnya kemudian."
"Tidak soo! Ku mohon jangan! Satu bulan lagi kita bahkan akan melangsungkan pertunangan sayang." suara Sehun terdengar begitu lirih, lemah dan sungguh menyedihkan. Tiada henti-hentinya Sehun memohon kepada Kyungsoo agar tak melepasknnya.
"Itu takkan terjadi bocah!" suara baritone seseorang membuat kedua insan itu terkejut dan memalingkan pandangannya pada pemilik suara.
Kyungsoo terlonjak kaget saat menemukan seorang Kim Jongin sedang berjalan dengan angkuhnya menuju arah mereka. Sedangkan sehun hanya mengeram dan berdecih tak suka.
"Apa maksudmu?" Sehun bertanya degan ketus. Sungguh ingin sekali rasanya Sehun menghajar habis-habisan Jongin yang dengan angkuhnya masih dapat menampakkan wajahnya setelah apa yang telah ia perbuat pada kekasihnya ini.
"Aku mendengar semua perbincangan kalian. Maaf bila aku lancang." Jongin mencoba membuka suaranya. Membuat Sehun kembali mengeram kesal
"Kau memang lancang hitam! Kau bahkan dengan lancangnya berbuat hal tak senonoh kepada kekasihku." Sehun hendak bangun dari duduknya dan melayangkan beberapa bogem andalannya kepada Jongin si guru mesumnya itu, bila saja Kyungsoo tak menghalanginya dengan mengenggam erat tangannya dan mengatakan beberapa kalimat penenang sekalius kecupan lembut di pipinya.
Jongin yang melihat Kyungsoo mengecup pipi Sehun, mulai merasakan amarah mengusai pikirannya. Namun, dengan sekuat tenaga, dirinya menahan amarah yang siap membucah ini.
"Mari kita lanjut. Aku mendengar kemungkinan Kyungsoo hamil. Dan yah, aku oun berpikiran seperti itu, karena yah kita melakukannya dua hari penuh tanpa sebuah pil pengaman atau alat kontrasepsi lainnya yang akan mencegah kehamilan terjadi." Jongin tersenyum menang saat melihat ekspresi wajah Sehun yang kaku dan mengeram menahan amarahnya. Apalagi ssaat dirinya melihat wajah Kyungsoo yang merah padam dan sedang menunduk. Oh, rasanya Jongin ingin berteriak dan menciumi Kyungsoo, menelanjangin dan menggagahinya saat itu juga.
"Bajingan mesum!" Teriak Sehun, yang mau tak mau membawa Jongin kembali pada dunianya, keluar dari fatamorgana sebuah aktifitas panas ia dan Kyungsoo.
"Ohaha. Sadarkah tuan Oh! Itu memang kenyataannya. Dan aku berencana akan melamarnya sesegera mungkin saat aku dan ia, ah bahkan saat kita semua telah kembali ke seoul." Jongin berucap santai menjelaskan semua rencananya. Matanya menatap penuh harap kearah Kyungsoo. Berusaha mencari tahu bagaimanakah reaksinya.
"Kau gila! Dasar bajingan! Kau ingin melamar calon tunanganku, saat kau bahkan telah memiliki tunangan sendiri"
Perkataan Sehun membuat Kyungsoo kembali dari kesenangannya akan rencana lamaran Jongin. perkataan Sehun barusan, secara tak langsung menghempaskan harapannya kedalam jurang terdalam di hidupnya. Membuatnya merasa pusing seketika.
"Kau berniat menduakan ku? Chagiyaa~?" Sebuah suar baru terdengar ikut bergabungg dalam obrolan meraka. Tanpa harus memalingakn wajahnya, Kyungsoo sudah tahu siapa pemilik suara menyebalkan itu. siapa lgi jika bukan Jung Soojung, guru fisikanya yang sangat genit?
"Menduakanmu? Ohh tentu tidak. Karena, yah perlu kau tahu. Dan tuan Oh tolong dengarkan ini baik-baik. Aku sudah tak menganggap ia sebagai tunanganku lagi. Aku telah membicarakan ini dengan para orangtua kami. aku telah memutuskan hubungan pertunanganku dengannya. Dan kini aku bebas. Dan aku akan melamarmu segera Kyungsoo.."
Bagaikan di terpa angin sejuk yang membawa serta bebannya menghilang, Kyungsoo dapat merasakan kembali bagaimana perasaan senang itu menghinggap perasaannya, membawakan getaran-getaran nikmat di sekujur tubuhnya. Seulas senyum manis terpampang di wajahnya
"Apa! Mengapa Chagi? Mengapa tak kau rundingkan terlebih dahulu denganku?"
"Apa perlu ku ucapkan alasannya nyonya Jung? Apa kau pernah merundingakn terlebih dahulu padaku untuk berselingkuh? Atau menyelingkuhiku?" Jongin menjawab dengan nada yang sangat dingin. Membuat Soojung tak dapat berkata apa apa lagi. Sedangkan Sehun hanya dapat terdiam mematung.
"Semua ini bergantung pada jawabanmu Kyungsoo.." Suara Jongin mengalun dingin di telinganya, menghantarkan rasa ngilu di hatinya.
.
.
.
.
.
TBC
Yeay.. akhirnya bisa update. Maaf bila pada chapter ini maasih belum ada adegan NC ny. Itu dikarenakan aku merasa, kurang nyaman bila menambahkan adegan NC disaat yang seperti ini. Itu seperti menggambarkan bahwa Kyungsoo wanita murahan. Maka dari itu, aku berusaha untuk menyelesaikan terlebih dahulu masalah mereka, sebelum kembali bergelut dalam adegan NC nya semoga dapat memaklumi yahh ^^
Ngomong-ngomong ada yang nunggu ini ff kah? Adakkah yang menunggu chapter ini? Haha, mungkin udah pada lupa yah .. maafkan saya, karena telah menelantarkan FF ini lumayan lama.. maklum masih sibuk :'(
Semoga ini chapter mampu membuat para readers puaslah.. ^^ niatnya bakalan update faster nantinya. Tapi tergantung sama keadaannya juga sama riview kalian semua ^^
Semoga responnya bagus, jadi aku punya semnagat buat mikir sama updatenya nanti. Di mohon saling menghargai yaa~
See you in next Chapter~ paii paii..
*deepbow
