TITLE : Cool & Tsundere

DISCLAIMER : Naruto milik Masashi kishimoto

AUTHOR : ^JeWon^

PAIRING : NaruHina

GENRE : Romance

RATED : T

WARNING : OOC , TYPO , EYD , DLL

Summary:(new summary) Seorang laki-laki yang terjebak oleh cinta pertama bertemu dengan gadis tsundere di sekolahnya. Duren-bakaaa/urusai, gadis aneh/em..pirang-baka/?. Perlahan buih-buih cinta tumbuh di antara mereka. Mind to RnR

Chapter 7

Keesokan paginya...

Hinata berjalan santai ke arah mobil nya. Tangan nya mengenggam erat sebuah kotak yang berisi kue kering buatan nya sendiri.

"Tak kusangka kau akan menggunakan mobil mu lagi, hinata-sama."Seorang laki-laki duduk santai sambil menyerumput teh nya.

"Ka..kau?"

"Lama tak jumpa, Hinata-sama"

"Neji-niisan" Hinata meletakkan kotak itu dan berlari ke arah Neji.

"Aitakata" Hinata memeluk laki-laki itu. Dia membenamkan kepalanya ke dada kakak nya itu.

"Gomen, kau pasti tersiksa sendirian disini." Neji membelai lembut adiknya.

"Ya begitulah, apalagi Hanabi juga sedang berlibur. Haah~ membosankan" Hinata tertawa pelan.

"Kau tak berubah sama seperti Hinata yang aku kenal beberapa bulan yang lalu."

"Heheheh.." Hinata menggaruk kepalanya malu.

Neji tersenyum, dia mengambil kunci mobil nya yang tergeletak di meja.

"Bagaimana kalau aku saja mengantarkan mu? Nanti kujemput deh." Neji memainkan kunci mobilnya.

"Tentu saja." Hinata mengambil kotak kue nya dan berjalan di samping Neji.

"Bagaimana dengan ayah?"Tanya Neji.

Hinata terdiam sesaat tapi dia kembali tersenyum.

"Seperti itulah, ayah sedang sibuk dengan bisnis. Aku tak tau kapan pulangnya. Sudahlah ayo cepat."

Neji hanya menghembuskan nafasnya, dia cukup mengenal ayah mereka yang selalu sibuk sejak kematian ibu mereka. Tak pernah ada waktu untuk mereka, sebab itulah Hinata berubah. Gadis yang lemah lembut, sopan dan pemalu berubah menjadi pribadi yang cuek dan kasar tapi dia kadang-kadang juga menjadi manja dan perhatian.

Setelah beberapa menit, mereka sampai di sekolah Hinata.

"Nii-san, tunggu sebentar disini ya." Hinata menyeringai kecil. Sedangkan Neji hanya mengangguk tak mengerti.

Tak berapa lama, seorang gadis datang dan mengetuk kaca mobil.

"Tenten." Panggil Hinata senang.

Neji menoleh cepat, sekarang adiknya itu berbicara dengan seorang gadis bercepol dua. Gadis itu terlihat kelelahan dengan peluh membanjiri keningnya.

"Benarkah itu Tenten?" Neji membuka pintu mobil dan menghampiri kedua gadis itu.

"Kau tenten kan?" Tanya Neji memastikan.

"Eeh? Neji-kun." Tenten menutup mulutnya terkejut dan menoleh ke arah Hinata yang mengedipkan mata nya.

"Aku pergi duluan ya, Tenten. Bye bye.." Hinata berlari.

Hinata Pov

Aku menggengam erat kotak kue itu. Rencana nya, kue ini akan kuberikan pada duren-baka karena jerih payahnya kemarin. Hihihi.. Juga sebagai bahan percobaan apakah kue ku enak. Aku tertawa jahat memikirkan nya.

"Hinata-chan, ohayo^^" beberapa laki-laki menyapa ku genit. Aku hanya menghela napas lelah dan berjalan melewati mereka seolah-olah hanya angin belaka.

"Naruto-kun" "Naruto-senpai" "Naruto-sama"

Aku menoleh ke arah Duren-baka yang berjalan cool ke arahku, tangan nya di masukkan ke saku celana, dan dia eh? Sepertinya ada sesuatu yang berubah pada penampilan nya. Benar juga, rambut ya, dia memotong rambut nya. Terlihat rapi dan tidak berantakan lagi. Er, sepertinya aku harus merubah gelarannya.

"Yo! Pira..-"

Dia melewati ku tanpa melirik sedikit pun. Seolah-olah aku ini hanya sebuah patung pajangan.

Aku mengertakkan gigi ku kesal dan berlari pergi dari sana. Ku hempaskan kotak kue itu ke atas meja.

"Seharusnya aku sudah menduga bahwa sifat nya itu plin plan. Argh.. Membuat penasaran aja tu bocah."

"Siapa yang membuatmu penasaran, hinata-chan?" Tanya Sakura.

"Pirang-baka."

"Pi..pirang-baka? Siapa itu?"Tanya Ino bingung.

Aku menghela napas.

"Kalian tak perlu tau. Sudahlah, aku pergi sekarang." Aku mengambil kotak kue itu dan berjalan keluar dengan kesal. Kulirik tempat sampah yang ada di sampingku.

"Aku menyesal telah membuatkan kue untuk pirang-baka." Aku melirik kembali kotak itu. Muncul rasa tidak enak jika membuang makanan.

"Mungkin aku akan memberikan nya kepada orang yang kutemui nanti."

"Kue ya?" Ucap seseorang yang bersembunyi dan menyeringai menatap ku.

pilihan ku jatuh pada Sai. Dia tersenyum menerima kotak kue itu.

"Aku harap kue ini tak ada racun nya"ucap nya.

"Tentu saja, bodoh!" Aku mendengus kesal dan berjalan pergi.

Author Pov

"Wah, kue ini terlihat enak. Dimana kau membeli nya, Sai?" Kiba terlihat bersemangat membuka bungkuk kotak itu.

"Ada seseorang yang memberikan nya padaku." Sai tersenyum.

Pintu gedung olahraga terbuka, menampilkan Naruto yang datang. Dia melempar tas nya dan mengambil bola basket.

"Yo! Naruto. Kau mau kue ini? Terlihat enak" teriak Kiba.

Naruto tak menjawab, dia fokus memainkan bola di depan nya. Tangan nya dengan lihai mendrible bola seolah-olah sedang melewati musuh-musuh di depan nya.

"Wow, kue ini enak. Wah, aku yakin ini dari seorang gadis yang cantik, lembut, dan pemalu. Masakan nya luar biasa" Kiba menikmati kue di depan nya.

"Kue? Gadis?" Naruto berhenti mendrible dan menoleh ke arah Kiba.

"Dari mana kau mendapatkan kue itu?" Teriak Naruto.

"Dari sai, katanya seseorang memberikan padanya."

"Memberikan?" Naruto berlari ke arah kiba dan merebut kotak kue itu.

"Hei, awpa yawng lawkukwkan, Bawka(apa yang kau lakukan baka)" dengan mulut penuh kue, kiba berdiri.

"Ini milikku. Gadis itu ingin memberikan kue ini padaku sebelumnya." Naruto mengambil salah satu kue dengan berbentuk seperti.. Er.. Durian?

"Sialan" naruto tersenyum, dia berjalan mengambil tas nya dan meninggalkan gedung olahraga

"Heiiii Naruto! Kembali kau.." Teriak Kiba.

"Memberikan kue itu pada Naruto?" Sai terlihat menyeringai.

Naruto memakan kue itu sambil berjalan. Dia mengulum senyum karena kue kering itu sangat enak menurutnya.

"Dia gadis yang pintar memasak."

"Hei, hinata-chan. Apa kakakmu itu terlihat sepertimu."

"Entahlah.."

"Uhuk" Naruto terbatuk. Dia segera memasukkan kotak kue itu kedalam tas nya dan meminum air mineral.

Naruto menoleh ke arah Hinata yang berjalan melewatinya. Sejenak mereka beradu pandangan.

"Huh" Hinata memalingkan wajahnya tak peduli.

"Hinata-chan, pasti kakak mu itu sangat ganteng sampai tenten klepek-klepek begitu."

"Hehe..tentu saja."

"dia pasti marah." Naruto menghela napas dan tersenyum. berjalan pergi sambil mengeluarkan kotak kue itu lagi.

"Kenapa aku jadi malu bertemu dengannya kalau ketahuan sedang memakan kue ini. aku sudah pasti gila.." Naruto menggelengkan kepalanya dan kembali mengunyah kue itu.

Sepulang sekolah, Hinata berdiri diam di depan pagar sekolah menunggu jemputan kakaknya. Beberapa siswa laki-laki mengajak nya pulang bersama tapi di tolak mentah-mentah oleh Hinata.

"Hinata-chan, sendirian aja. Pulang bersama yuk." Ajak seorang laki-laki.

"Tidak. Pergi sana."

"Ayolah, hina..-"

"Sudah kubilang pergi. Dasar tuli" Teriak Hinata.

"Ha'I ha'I gomenasai.." Laki-laki itu melenceng pergi.

"Huh, dasar penganggu" Hinata melipat tangan nya.

Naruto yang melihat itu tak berhenti tertawa. Dia sekarang berada di dalam mobil nya memperhatikan hinata dari jauh. Sakura, Ino dan tenten telah pulang beberapa menit yang lalu. Teman-teman fox nya juga telah pulang. Sekolah sudah mulai sepi, sekarang tinggal mereka berdua walau hinata tak menyadari keberadaan Naruto.

Naruto menoleh ke segerombolan laki-laki yang akan melewati depan sekolahnya.

"Kalau tidak salah, mereka anak berandalan dari sakura high school." Naruto mulai memikirkan apa yang akan terjadi jika anak berandalan itu melewati Hinata.

"Pertempuran hebat akan terjadi sebentar lagi. Sepertinya aku harus turun tangan daripada berita ini akan masuk koran besok." Naruto membuka pintu mobil nya.

Dan benar juga, pertempuran itu pun akan terjadi.

Hinata Pov

"Dasar kakak php. Dia membuat aku harus menunggu selama ini. Sekolah juga sudah sepi." Aku menghentakkan kaki ku kesal.

"Wah ada gadis cantik nih, sendirian aja."

Aku menoleh ke arah segerombolan laki-laki mungkin sekitar 5 orang. Dilihat dari cara berpakaian nya, mungkin mereka anak berandalan. Hei, ayolah. Aku lagi tidak mood sekarang. Tolong jangan bangun kan jiwa bertempurku(?)

Merasa tidak di khiraukan, salah seorang mereka mendekati Hinata dan memegang rambut hinata.

"Jangan pegang" aku menepis tangan nya.

"Okashira, seperti nya anak orang kaya nih." Ucap laki-laki itu.

"Benarkah? Beruntung sekali. Hei gadis cantik, mau bermain dengan kami nggak?" Aku merasa aneh dengan tampang orang yang di panggil okashira oleh laki-laki tadi.

Badanya gemuk dan eh.. Apa hebatnya laki-laki gemuk tak berotot itu. Mereka pasti sudah buta memilih laki-laki ini menjadi bos mereka. Tangan nya terulur ingin menyentuhku tapi...

Plakk

Tangan itu di tepis oleh tangan yang lain yang tiba-tiba datang.

"Jangan menganggu nya, dia pacarku."

Aku terbelalak kaget, sebuah tangan menarik tangan ku untuk mendekat ke arah nya. Aku hampir saja ingin menonjok orang itu jika tidak melihat bahwa Si pirang-baka lah pelakunya.

"Ap..apa yang kau lakukan disini?" Ucap ku terkejut.

Naruto hanya mengedipkan matanya dan kembali berpaling ke arah segerombolan tadi.

"Na..naruto-sama"

Wajah segerombolan tadi terlihat memucat. Mereka berkeringat dingin.

"Maafkan kami, Naruto-sama" mereka membungkuk hormat.

"Baiklah. Pergi sana." Usir Naruto.

"Ha'I Gomenasaiiiii"

Author pov

"Tak kusangka pengaruhmu cukup luas juga, pirang-baka. Tak hanya di bidang gadis-gadis, para laki-laki dari sekolah lain juga bertekuk lutut padamu."

"Terserahlah. " Naruto menoleh ke arah Hinata yang sangat dekat dengan nya sekarang. Punggung Hinata bersandar di dada Naruto.

"Ada apa?" Tanya Hinata bingung, dia mendongak ke arah Naruto yang membuat wajah mereka benar-benar sangat dekat

Hinata masih tak menyadari posisi mereka. Dia menatap bingung Naruto yang menyeringai ke arahnya.

"Kau sangat menyukai posisi ini ya?" Goda Naruto.

"A..apa?" Hinata tersadar. Wajah nya memerah dengan sekejap mata dia menginjak kaki Naruto dan menjauh dari sana.

"Awww I-ttai" naruto memegang kaki nya.

"Dasar Pirang-baka mesummm!" Teriak Hinata.

"Eeee? Gelaran ku berubah lagi ya."

"Hah? Itu karena kau memotong rambutmu. Kenapa? Apa kau sedang patah hati jadi memotong rambutmu."

Note: katanya, ada kebiasaan kalau orang habis putus cinta akan memotong rambut mereka untuk memulai hidup baru. Mungkin sama seperti menghapus kenangan pahit mungkin. Entahlah-_-

"Entahlah...putus cinta mungkin iya tapi melupakan nya mungkin tidak." Ucap Naruto datar.

"Cinta pertamamu ya?"Tebak Hinata.

"Em..kau benar. Sudahlah, aku pergi dulu ya. Kakakmu sudah datang. Hey, Neji. Aku duluan ya" Naruto melambaikan tangan nya pada laki-laki berambut panjang itu dan segera berlalu dari sana.

Neji yang agak cengo hanya membalas sapaan Naruto tanpa sadar.

"Ah iya..hati-hati Naruto"

"Nii-san mengenalnya?"

"Iya. Dia teman ku. Kau juga mengenalnya?"

"Ya. Sedikit."

^jewon^

"Sarah-chan" Naruto mengelus wallpaper hp yang terpasang foto mereka berdua.

"Ada seorang gadis yang mengingatkan ku padamu. Namanya Hinata Hyuuga. Dia gadis yang aneh, tak ada rasa takut apapun pada sesuatu, persis seperti dirimu. Tapi dia tetaplah dia dan kau adalah kau." Naruto melempar hp nya dan memejamkan matanya.

Jam besar di rumah Naruto berdentang nyaring.

"Naruto! Sudah jam 5, cepat mandi!" Suara kushina terdengar mengelegar.

"Jam 5?" Naruto membuka matanya dan duduk di kasur.

"Astaga! Aku lupa." Naruto menyambar kunci mobil nya dan membuka pintu kamar.

"Kaa-san, Ittekimasu" Naruto mencium pipi kushina dan segera berlari menuruni tangga dengan cepat.

"Ya, Itterashai. Eh apa, hei hei Naruto. Sial! Bocah itu."

Naruto melajukan mobil sport biru nya ke kafe deidara.

"Kau terlambat, pirang-baka.."Omel Hinata.

"Ha'I ha'I gomenasai" Naruto melewati Hinata dan duduk di tempat mereka.

"seperti nya semua sudah lengkap ya, bagaimana kalau kita mulai saja.."

Tbc