Merry Christmas reader-san! :3

Switch sedang berjalan menelusuri kota. Semalam saat dia mengantar Momoka pulang, gadis itu masih saja menangis dan barusan dia sempat teringat kembali pada Masafumi, jadi dia memutuskan jalan-jalan sebentar untuk menenangkan pikiran. 'Aku ingin tau apa yang sedang dilakukan Momoka sekarang, nanti malam kan dia ada konser.' Pikir Switch.

Tau-tau Switch merasakan sebuah tangan menyentuh bahunya lembut. Switch langsung merinding, dia menengok ke belakang. '(Oh ternyata hanya kau, Yuki-san.)' Jawabnya lega. "Apa maksudmu 'hanya'? Apa kau berpikir aku ini setan?" Tanya Yuki. '(Tidak, tentu saja tidak. Apa yang sedang kau lakukan disini? Bukankah kau sedang bekerja untuk stand?)' Switch membalikkan. "Hari ini hari Minggu jadi aku libur. Aku akan pergi mendukung Shinzo di kompetisi kendo. Switch-kun sendiri?" '(Ah Shinzo, aku hampir lupa pertandingannya hari ini. Aku akan ikut denganmu.)'

"Switch-kun, kemarin ada murid Kaimei yang datang ke aku untuk diramal jodohnya." Ucap Reiko. '(Oh ya? Siapa?)' "Jin Kakiuchi. Kau tidak tau? Tidak disangka ternyata pengetahuanku lebih banyak dari seorang otaku." '(Oh kau ingin menantangku?)' "Boleh." Percikan listrik keluar dari mata mereka dan bertabrakan.

Setelah itu mereka menonton pertandingan Shinzo. '(Nih, kau bertanding dengan hebat hari ini.)' Switch menyodorkan lap untuknya. Reiko mengangguk. "Arigato Switch-dono, Yuki-dono. Meskipun aku kalah, aku gak akan berhenti melakukan kendo." Shinzo menerima lapnya. '(Sekarang kau mungkin ingin mendapat high score baru di flappy bird.)' "Ah kau benar." Shinzo lalu membuka smart phone nya dan mulai bermain. "Baiklah Takemitsu-kun, kita pamit dulu." Shinzo hanya menggumam tidak jelas dengan mata terfokus pada HP.

Background: Petir

"Baiklah Switch-kun, sudah saatnya kita mulai bertarung." Ujar Yuki, rambutnya melayang-layang. '(Mm.)' Switch menyambutnya. '(Bagaimana kalau kita saling memberi tantangan pada satu sama lain?)' "Tantangan diterima." '(Tapi sebelum itu-)' Ujar Switch. "Ada apa?" Yuki bingung. '(Kita makan malam dulu, sekarang sudah jam 7 malam.)'

...

Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di restoran didekat pantai. "Kenapa kau memilih restoran ini, Switch-kun?" '(Sudah lama aku tidak makan seafood.)' Jawab Switch. Setelah makan, mereka sedang keluar dari restoran ketika Switch mendengar dua orang perempuan saling berbisik. "Perempuan itu menyeramkan sekali, aku bertaruh dia masih single." Ucap perempuan A. "Ya iyalah, dengan selera fashion seperti itu, siapa yang mau mendekatinya?" Ucap perempuan B sambil melirik Yuki. Yang dikatakan kedua gadis itu benar, Yuki memang masih single. Dia ditolak teman SMP nya Kobayashi karna penampilan nya yang menyeramkan. Tapi kita semua tau, Switch tidak akan tinggal diam melihat temannya diejek oleh orang tidak dikenal.

Saat Yuki tak sengaja disenggol seorang pria, Switch langsung merangkul Yuki dan menariknya mendekat, membuat kedua gadis yang masih menonton itu melongo tak percaya. Bagaimana Yuki bisa mendapatkan pacar seganteng Switch? Itu yang mereka pikirkan.

"S-Switch-kun..?" Tanya Reiko, pipinya sudah memerah. '(Tantangan pertama: jadilah pacarku untuk malam ini.)' "A-apa?" '(Kau dengar apa yang ku katakan.)' Jawab Switch. "Apa kau serius?" '(Kalau kau menyerah kau akan kalah.)' Tantang Switch. "Baiklah." Katanya. '(Tapi jangan salah paham, aku sama sekali tidak tertarik padamu.)'

Mereka berdua sekarang sedang berjalan di atas trotoar, tangan mereka saling terkait. Reiko masih tidak mengerti ini, kenapa Switch maksa sekali kalau Reiko jadi pacarnya? Bahkan bila hanya untuk semalam. Tapi dia merasa tidak perlu memikirkannya, lagipula ini Switch yang sedang dia bicarakan. '(Jagi, sekarang giliranmu menantangku.)' Switch menghentikan langkahnya didepan sebuah taman. Walaupun sudah malam, taman itu sepertinya belum tutup. Terbukti dari lampu-lapunya yang masih menyala. Reiko menatapnya kebingungan. '(Jagi adalah panggilan sayang dalam bahasa Korea.)' Switch menjelaskan. "Sayang? Switch-kun apa kau yakin kau tidak tertarik padaku?" Tanya Reiko. '(Seratus persen yakin. Lagipula ini hanya akting.)' Jawab Switch. "Aku tidak yakin apa motifmu, tapi aku gak akan menyerah. Buatlah kunang-kunang menari dalam pohon itu." Reiko menunjuk pohon beringin di tengah-tengah taman.

'(Hmm kunang-kunang ya..)' Gumam Switch. Ia lalu melesat ke toko terdekat yang masih buka lalu kembali membawa mainan laser. Ia menggandeng Reiko ke taman lalu menyalakan laser itu terhadap pohon. Laser itu menyinari pohon itu dengan ratusan titik-titik hijau kecil yang berubah formasi setiap detiknya, seperti kunang-kunang. "Mm cukup pintar." Gumam Yuki.

Setelah itu Yuki disuruh Switch belajar dandan di salon 24 jam, Yuki menyuruh Switch membuat salju ditaman (Switch menggesek 2 sterofoam bersamaan) dan dengan itu permainan mereka berlanjut.

...

Switch sedang masuk kedalam toko sedangkan Yuki sedang menunggunya diluar. Tau-tau mata Yuki menangkap sebuah gaun pendek warna pink terpajang di etalase di toko sebelah. Dia memerhatikan nya sesaat dengan mata menerawang. Saat itu juga, Switch keluar dari toko. '(Ayo.)' Ucapnya lalu menggandeng-setengah-menyeret Yuki menuju taman tadi. Sekarang, Yuki sudah terbiasa tangannya digenggam oleh Switch.

Ketika sampai ditaman, pohon beringin itu sudah dikelilingi dengan cone-cone warna oren yang biasa tersedia di tempat parkir. Switch mengeluarkan remot dan memencet salah satu tombolnya. Dalam sekejap senter-senter yang terumpat dalam cone menyala, membuat kerucut-kerucut itu menyala kemerahan. Untuk menambah suasana, Switch kembali menyalakan laser pada pohon, lalu menyerahkan segelas teh pada Yuki. Yuki hanya bisa menatapnya tak percaya.

'(Sudah menyerah sekarang?)' Tanya Switch. Yuki menatap teh itu nanar. "Ya, aku menyerah. Sasuga Switch.." Jawab Yuki, ia lalu kembali memandang pohon itu. Melihat Yuki yang tidak semangat membuat Switch merasa terganggu. Ia kembali memencet remot dan semua dekorasi itu menghilang seakan tak pernah terjadi apa-apa. Sebelum Yuki sempat bereaksi, Switch sudah menggamit lengannya dan menariknya pergi.

"Switch-kun, kita mau kemana? Aku harus pulang." Ucap Yuki. Mendadak Switch teringat saat Momoka menanyanya itu kemarin. Ia berhenti sebentar lalu mengeluarkan sehelai kain dan menggunakannya untuk menutup mata Yuki. '(Semuanya gelap?)' Switch melambaikan tangannya di hadapan Reiko. "Aku tak bisa melihat apa-apa. Sebenarnya kita mau kemana?" Yuki mulai tak sabar. '(Kita akan segera sampai.)' Jawab Switch.

Beberapa menit kemudian, Switch membuka blindfold dari wajah Yuki. '(Lihat.)' Mata Reiko melebar. Sekarang mereka sedang berdiri diatas bukit kecil, melihat city light yang mengagumkan. "Switch-kun, kenapa kau melakukan ini?" Tanya Reiko.

'(Ini adalah unjuk rasa terima kasih karna sudah menemaniku hari ini. Kalau tidak..)' Switch terdiam. 'Kalau tidak aku pasti sedang menangis mengenang Masafumi sekarang.' Switch melanjutkan kata-katanya dari dalam hati. Yuki tidak memaksa Switch melanjutkannya, ia justru kembali melihat city light. Tangannya yang sedang digenggam Switch membuatnya berdebar-debar.

'(Yuki-san.)' Panggil Switch, membuat Reiko menoleh kepadanya. Switch merogoh sesuatu dari sakunya dan mengeluarkan sebuah pensil kecil. Switch lalu memutar pensil itu dan seketika baju yang sedang dipakainya menghilang dan berganti menjadi kostum badut. Reiko menaikkan satu alis. '(Aku sempat membuat ini untukmu tadi. Aku tau kau menginginkan gaun di toko sebelah, tapi aku tak bisa membelinya karna tokonya sudah tutup. Jadi ku buat ini. Bisa merubah penampilanmu dalam waktu beberapa detik saja.)' Jelas Switch.

Reiko menatap pensil itu tak percaya, "kau sungguh seperti Doraemon, Switch-kun." Lalu ia mengubah bajunya menjadi gaun beraksen gotik dan tersenyum. "Ayo kita ambil foto." Switch shock melihat Reiko. Ini pertama kalinya dia melihat Reiko tersenyum seperti itu padanya. Ia segera mengeluarkan kamera dan memotret mereka berdua.

"Sekarang, ayo pulang." Kata Reiko. Mereka mengubah pakaian mereka menjadi seperti sediakala lalu berjalan pulang. Dalam perjalanan, Reiko berkata, "arigato, Switch-kun." Switch menatapnya, '(Sudah tugasku sebagai kekasihmu untuk memastikan kau bahagia, my jagi. Dan, ini masih akting.)' Reiko nyengir, "kau yakin tidak tertarik padaku?"

...

"Pekerjaan bagus, Momoka!" Seru manajer. Momoka berterima kasih kepadanya lalu terduduk di meja rias. 'Kenapa Switch tidak datang ke konser-ku hari ini? Apa sesuatu terjadi padanya? Apa dia marah padaku karna ikut campur dalam masa lalunya kemarin?' Momoka tidak habis pikir. Ia menghela nafas lalu cepat-cepat berganti baju.

Sementara itu...

"Nih bocah, minumlah." Chuuma-sensei memberi obat penambah usia pada Daisy dan Tsubaki. Kedua anak mungil itu meminumnya bersamaan dan berubah kembali menjadi anak SMA.

"A-apa yang baru saja terjadi?" Tanya Daisy, tersadar duluan. "Aku tak sengaja memberi mu teh yang mengubahmu menjadi kecil. Saat kecil kau tidak ingat kau pernah menjadi dewasa dan sekarang saat kau berubah lagi kau bisa saja ingat kau pernah menjadi kecil atau tidak, tergantung ingatanmu." Jawab Chuu-san cuek. "Lalu, bagaimana dengan orangtua kami?" Tanya Tsubaki khawatir. "Tenang aja, Remi sudah menelepon orangtua kalian menyamar sebagai ibu Kamizuriya." Jawab Chuu-san. "Siapa Kamizuriya?" "Cewek SMA yang Daisy menginap-dengan, cowok SMA yang Tsubaki menginap-dengan, terserah." Jawabnya lagi.

Tiba-tiba kepala Tsubaki seakan tersambar petir dan dia mengingat semua kenangan saat dia jadi kecil kemarin. Dia dan Daisy... Tsubaki tersipu dan menoleh terhadap Daisy, takut dia ingat.

Ketika dia menoleh, Daisy sedang menatap jepit kupu-kupu yang diberi Tsubaki padanya, membuat Tsubaki lebih merona. Tapi lalu Daisy mengantonginya dan mulai berjalan pulang. Tsubaki menghela napas, sepertinya ia tidak ingat. Ia pun mulai berjalan pulang juga, tanpa menyadari pipi Daisy yang juga sudah memerah...

Arigato Azunyan! (^o^)9 emang bener Reiko sama Switch itu pair yang sangat rumit '3' mudah-mudahan kamu suka chapter ini walaupun cheesy T^T aku sebenarnya kurang puas tapi ini yang terbaik yang bisa kulakukan dan aku seneng banget bisa bikin cerita tentang mereka. Maaf kalau mereka OOC... Tebakanmu benar Azunyan XD tapi ada alasan lain yang jauh lebih cheesy dari itu + karakter nya bukan alien :D semua akan diungkap next chap!

Minna-san, curhat sebentar boleh ya. Emang bener ya Indonesia sekarang ngelarang fanfiction? Tiap kali aku mw buka pakai wifi gak bisa. Harus pakai internet sendiri. Sekarang ne aku pakai handphone Blackberry. Tadinya aku dibeliin IPhone tapi aku gak suka karna batre cepet abis dan suka gak bisa buat buka fanfic, aku kuper ya (^w^)V. Jadi akhirnya aku pakai Blackberry bekas mamaku yang ini, sedangkan IPhone nya disimpen. Beberapa hari ini bb-ku kadang-kadang suka mati-mati sendiri, waktu itu sempet kesirem air sih, tapi aku kurang tau juga. Kalau saran papa, aku ganti handphone. Entah aku pakai IPhone lama-ku atau beli bb-baru. Sebenarnya aku mau beli bb lagi, tapi aku gak mau ngerepotin. Lagipula kan sekarang counter bb udah jarang. Tapi kalau pakai IPhone, kemungkinan besar aku gak akan bisa nulis lagi :l padahal aku baru nulis bulan ini, salah aku juga sih ngaret dari bulan Juli. Itu aja sih U_U.

Ahh akhirnya aku udah hafal lagu favorit ku dari The Sketchbook, Sekai wa Okujo de Miwataseta! (^o^)V habis ini aku mau coba gambar foto Bossun dan Himeko ah. Aku juga baru sadar birthday-nya Yuki tgl 27 Dec :D!

Aaaa maaf aku gak update lagi kemarin~ semalam aku sibuk nonton drama korea~ gomenasai

Arigato minna-san, R&R ya! (: