BS: DAVICHI-DAY'S WITHOUT YOU SAMPAI TAMAT!


TINGKERBELE BOY

LU HAN X SEHUN

STORY BY IM

.

.

I'm looking

There isn't much time left

To make a wish, I wish there could be another day,

Our tomorrow.


Ting Tong! Ting Tong! Suara bel membuat Lu Han yang terlelap sedikit terganggu.

"Eugh.." Lu Han mengusap matanya dan segera terduduk. "Ishh.." Lu Han meringis sakit saat dia mengerakkan tubuh bagian bawahnya. Seketika rona merah menghampiri pipinya. Ia ingat semalam apa yang dia lakukan bersama Sehun.

"Terimakasih sayang." Lu Han menunduk dan mencium kening Sehun yang masih terlelap. Ini masih jam 5 tapi siapa yang dengan tidak sopannya bertamu.

Dengan jalan yang sedikit susah Lu Han menuju pintu. Dia sudah memakai bajunya yang semalam.

Cklek.

"Siap.."

Plak! Lu Han kaget karena sosok didepannya juga tamparan itu.

"Dasar jalang! Apa yang kamu lakukan dengan suami ku!." dia adalah Chani. Yang datang dengan sejuta kemarahan. Chani memang tidak ingin menyelidiki dimana Sehun tidur setiap malam tapi saat suruhannya mengatakan jika itu rumah Lu Han ketakutan Chani sangat besar. Terlebih Chani sangat tau apa yang terjadi didalam melihat penampilan Lu Han saat ini.

"Jalang kau bilang?! Apa kamu tidak memiliki kaca hah!." Lu Han muak harus jadi Tingkerbele yang baik. "Coba kamu pergi ke jepang pinjam kantong ajaib doraemon dan gunakan pemutar waktu. LIHAT! SIAPA JALANG YANG SEBENARNYA!." Lu Han mendorong Chani hingga tersungkur. "Ingat Sehun dari awal milik siapa."

"Kamu jahat Lu Han! Dulu kalian hanya kekasih sekarang aku dan Sehun sudah menikah!."

"Apa peduli ku. Jika Sehun nyaman dengan ku aku tidak peduli."

"Kamu.. Arghhh.." Chani memegang perutnya tiba-tiba ada darah disana. Bohong jika Lu Han tidak kaget dia tidak sejahat itu. Dia hanya ingin terlihat tegar. Baru saja Lu Han hendak membantu Chani seseorang sudah disana.

"Se- Sehun.." Lu Han nampak terkejut sejak kapan pria itu disana.

"Astaga kita harus kerumah sakit."

"Sayang perut.."

"Diamlah Chani aku akan membawa mu." Sehun sudah menggendong Chani kemudian menatap Lu Han.

"Aku tidak tau jika kamu berubah terlalu banyak Lu Han. Maaf untuk semua yang terjadi pada mu semua salahku. Dan jika kamu ingin membalasnya sakitilah aku jangan suami dan anak ku." Sehun segera pergi.

Rasanya Lu Han ingin saat ini juga tuhan mengambilnya. Kenapa semua tidak adil.

Lu Han segera masuk kedalam apartementnya. Membereskan kekacauan semalam. Dia tidak lagi bisa menangis air matanya sudah habis.

"Kamu berhasil jadi jalang Lu Han! Jadi penjahat! Dan dibenci Sehun sampai kamu mati!." gumam Lu Han. "Sekarang tinggal tunggulah sampai azal menjemput mu."

Sesuai dugaan Lu Han, Sehun membencinya tak ada lagi pesan atau telefon. Lu Han kembali pada rutinitasnya yaitu sakit kepala hanya saja dulu dia akan muntah darah beberapa kali tapi kali ini Lu Han muntah air dan itu setiap pagi.

"Ca! Ini makanan kesukaan mu Lu Han!." ujar mama Lu Han. Saat ini Lu Han kembali kerumah. Dia ingin menghabiskan sisa harinya bersama keluarga nya.

"Wah nasi goreng!." baru saja Lu Han hendak menyendok tiba-tiba. "Hoekk!." Lu Han segera lari menuju toilet. "Hoekk!."

"Astaga Lu Han kamu baik-baik saja nak." sang mama nampak khawatir.

"Eum iy.. Hoekk!." tak hanya Lu Han sang mama juga bingung Lu Han hanya muntah air seolah.

"Apa Seulgi hamil?!." pernyataan sang mama membuat Lu Han kaget dan sang papa tersedak.

"Apa?!." teriak kedua pria itu.

"Heheheh mama hanya bertanya karena dulu saat hamil Lu Hankan yang sering muntah dipagi hari papa." sang mama nampak menyengir.

"Eh iya ma! Lu Han apa kamu sudah melakukan itu pada Seulgi?!."

"Kalian ini! Tidaklah ma pa. Lu Han masih perja..." tidak mungkin fikir Lu Han. "Aku akan pergi dulu."

"Kemana?!."

"Aku baru ingat harus mengirim rancangan kepada kepala devinisi. Aku pergi."

Lu Han yakin muntahnya karena penyakitnya bukan hal lain. Ya karena itu. Tak lama Lu Han sampai tempat yang dia tujuh. Rumah sakit.

Dia hanya ingin memastikan jika dia tidak istimewa.

"Bagaimana dok! Apa itu karena tumor saya."

"Maaf Lu Han saya melakukan kesalahan saat pemeriksaan dulu. Apa anda bisexual?. Ada melakukan hubungan dengan pria juga."

"Ya seperti itu dok."

"Pertama anda ternyata memiliki rahim layaknya seorang wanita. Itu sebenarnya hanya terjadi pada 1:1000 pria didunia ini. Dan selamat karena anda telah hamil." Lu Han membelalak hamil katanya!.

"Tapi saya sarankan anda menggugurkan kandungan anda dan fokus dengan kemoterapi yang saya anjurkan karena janin itu akan menghambat pengobatan juga membuat persentasi anda bisa sembuh menjadi rendah."

Apalagi ini! Sebegitu sayangnya kah Tuhan padanya sampai ujian datang dan datang. Lu Han menolak semuanya dia tak ingin menggugurkan maupun kemoterapi. Dia hanya ingin pasrah.

"Apa yang harus aku lakukan.. Hikss.. Kenapa kamu harus hadir sayang.. Kenapa.." Lu Han menangis sambil mengelus perutnya. Disana ada hasil dirinya dan Sehun sebulan lalu. Dan nyatanya dia tidak bisa mempertahankannya mengingat penyakitnya sudah parah. Keberhasilan 20% jika dia kemoterapi dan itu mengorbankan janinnya.

"Maafkan papa sayang. Papa harus membuat mu hadir tapi tak bisa melihat indahnya dunia ini."

Lu Han berjalan dengan air mata yang terus turun mengabaikan orang-orang yang menatapnya.

Sudah tidak ada lagi kabar dari Sehun. Lu Hanpun tak berani untuk sekedar menghubungi atau memberi tahu semuanya. Lu Han hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri. Mulai menjauh dari keluarga dan terang-terangan membatalkan pernihakannya dengan Seulgi. Semua orang memang tidak percaya dan kebingungan tapi Lu Han tidak peduli.

.

.

.

"Baiklah. Anak papa ingin apel ya! Habis cek up kita beli oke." Lu Han dengan riang menuju ruang kandungan seolah dia tidak memiliki tumor yang tengah membunuhnya secara perlahan.

"Bagaimana dok apa Bear saya sehat." tanya Lu Han setelah pemeriksaan.

"Ini luar biasa karena disaat tubuh anda mencoba melawan kanker anak anda semakin kuat."

"Benarkah?!." Lu Han nampak girang.

"Tapi tetap saja tuan. Anda tau mungkin anak ini tetap akan keluar sebelum waktunya dan kemungkinan dia hidup sangat kecil. Anda pun.."

"Saya tau dok. Hanya jika nanti kita tidak bisa bertahan maka kami akan pergi bersama." sela Lu Han.

Dokter muda yang merawat Lu Han sejak tumor nya diketahui bahkan yang memberitahu kehamilannya itupun hanya bisa tersenyum.

"Anda orang yang kuat. Semoga Tuhan memberi anda kebahagiaan."

Lu Han kembali tersenyum dan segera pamit karena anaknya menginginkan Apel.

Kling. Sebuah pesan membuat Lu Han terhenti.

"Eh dari Jenny!." girang Lu Han. Dia pun membalas pesan dari sahabat nya itu sambik berjalan hingga seseorang menabraknya.

Brugh..

"Auhh.." Lu Han tersungkur begitu juga yang menabrak.

"Kak Lu Han!." Lu Hanpun melihat siap yang memanggilnya.

"Rahee.."

"Ah maaf kak aku tidak tau."

"Hh tidak apa Rahee. Dari mana?."

"Mau ke dokter kandungan. Kakak sendiri?."

"Ah dari sana juga..." hening. Lu Han menutup mulut nya.

"Kadungan?."

"Tidak! Maksudnya ya dari ruang dokter kandungan. Hanya saja dokter itukan spesialis penyakit dalam juga tadi aku ada janji sama beliau dan disuruh kesana. Hhhh.."

"Penyakit dalam?." Lu Han benar-benar gagap. Astaga dia membeberkan semuanya.

"Ituu.."

"Rahee!." keduanya segera menoleh disana ada Sehun dan Chani. Kegugupan Lu Hanpun kembali datang.

"Kakak bilang tunggu kakak." Ujar Chani

"Ayolah kak Chani. Kata dokter Kim aku bisa memiliki rahim kan! Aku tidak sabar."

"Hish!." sepertinya Sehun maupun Chani belum melihat Lu Han yang berada dibelakang Rahee. "Terus kenapa kamu disini?."

Rahee menyingkir memperlihatkan Lu Han. "Aku tidak sengaja menabrak kak Lu Han." jangan tanya bagaimana aura disana. Chani yang nampak marah dan Sehun yang tidak peduli atau mencoba tidak peduli. Sedangkan Lu Han keadaan disana membuat perutnya kram.

"Awwh.." ringis Lu Han sambil memegang perutnya karena tidak kuat. "Rahee aku pergi dulu. Permisi." tak kuat akhirnya Lu Han pergi.

"Ingin mengejarnya?." sindir Chani pada Sehun yang berubah khawatir.

"Sayang jangan mulai."

"Aku hanya bertanya. Ayo aku juga butuh cek kandungan." Sehun tak membenci Lu Han hanya kecewa. Lagi pula dia harus tau jika saat ini dia akan menjadi ayah dan dia sudah bersuami.

"Kak Lu Han sakit ya kak." tanya Rahee saat keduanya berada diluar menunggu Chani.

"Sakit?."

"Iya. Soalnya tadi katanya sih dia bertemu dokter Kim gitu. Dokter Kimkan dokter spesialis dalam sama kandungan. Masa kak Lu Han hamil." celetu Rahee membuat hati Sehun tiba-tiba sesak.

"Ham- mil.."


.

.

.

The promises we've shared is everything tome
.

.

.


NEXXTTTTT