LeChi's project proudly presents

.

.

.

CAFEIN for SKIES : Pick Up Line

.

.

.


Kuroko no Basuke (c) Fujimaki Tadatoshi

Kuroko no Basket milik Fujimaki Tadatoshi. Kami tidak mengeruk keuntungan materil atau komersil sama sekali dalam membuat fanfiksi bersama ini.


Pick Up Line:

.

.

.

Warning: OOC, Typo, AU, Shounen-Ai.


.

By Eka Mukthi

.

Sore itu anak-anak kecil di pedesaan sedang bermain layangan di lapangan, di antaranya ada Seijuurou dan Kouki.

"Yah benang layangan aku putus Sei-chan!" Teriak Kouki panik, mau ngejar layangan tapi tangannya ditahan Seijuurou.

"Ngga usah dikejar Kou-chan, layangannya bisa aku beliin lagi di warung. Yang penting benar merah antara kamu dan aku ngga pernah putus,"

Kouki kecil Cuma manggut-manggut polos, maklum belum ngerti gombalan.

.


.

By Ashfi A-Resca

.

"Sejujurnya Kouki, hidupku sudah berkecukupan. Bahkan nyaris sempurna." kata Akashi. Hening terpecah dengan pernyataan Akashi. Furihata yang sedari tadi sibuk membaca buku 'Apakah Chihuahua itu menggemaskan' menutup bukunya. Dipandang Akashi dengan raut muka sedih.

Ya Furihata tahu apa maksudnya. Akashi adalah seorang pangeran, sedangkan dirinya? Ayolah, semua orang pun mengetahuinya. Siapalah Furihata Kouki ini yang hanya seorang pemuda biasa dan beruntung mendapatkan seorang Akashi.

Sambil berjalan mendekati sang kekasih hati Furihata berucap, "Ya Sei aku tahu. Kau kaya raya, tampan luar biasa, serta cerdas. Siapa yang tidak menginginkanmu luar sana."

"Ck ck... tidak Kouki, bukan itu maksudku berkecukup dan nyaris sempurna." bantah Akashi.

"Emm eto.. jadi apa Sei?"

"Hanya dengan memandang wajahmu, melihat senyummu itu merupakan anugrah terbesar di dalam hidupku Kouki. Itu adalah jawaban dari hidupku yang berkecukupan. Dan tentang nyaris sempurna, kurasa sebentar lagi akan sempurna." jawab Akashi sambil berjalan ke meja kerjanya dan mengambil sesuatu.

"Sei, apa yang kau lakukan?" tanya Furihata penuh keheranan. Siapa sih yang tidak heran ketika dalam mode pembicaraan yang serius menyangkut perasaan lawan bicara kita pergi begitu saja.

Setelah kembali dari meja kerjanya, Akashi menatap Furihata dengan dalam. "Furihata Kouki will you marry me?" dengan senyuman penuh Akashi berlutut dan mencium tangan kanan Furihata. Tak lupa jua ia memasangkan cincin berlian yang berhias batu ruby merah delima. Sungguh indah cincin tersebut.

Furihata terkejut bukan menangis dan berkata, "Sei, I would'nt."

.


.

By Resta Sarasuani

.

"Padahal baru jam 3, tapi langit udah gelap, ya, Sei?" Furihata menyenderkan tubuh. Mata menatap langit yang penuh awan gelap dan mengucurkan air nan deras.

"Tapi hatiku gak pernah gelap, kok. Kan ada kamu." Lalu suara pipi yang merona merah terdengar.

Blush

.


.

By Nicchan Nima

.

Karena ujian kelulusan makin dekat, Kouki minta tolong sama pacarnya buat ngajarin mapel ujian di rumahnya. Akashi datang dengan membawa bingkisan spesial itung-itung buat nyenengin calon mertua. Mereka belajar di ruang tamu sambil diawasi sama ortu Kouki. Setelah berjam-jam belajar, waktunya istirahat. Akashi menjalankan rencananya untuk gombalin Kouki plus biar makin disayang camer.

"Kamu tau gak persamaan kamu sama soal ujian?"

"Me..memangnya apa itu, Sei?" jawab Kouki takut-takut. Sementara ortu Kouki udah mendelik-delik ke arah Akashi sambil nguping.

"Sama-sama perlu diperjuangkan karena nyangkut masa depan aku." Akashi berucap dengan penuh percaya diri.

Seketika ibu Kouki kejang-kejang. Bapaknya banting tivi. Sedangkan Kouki ... taulah, wajahnya merah udah kayak kepiting rebus.

Kouki mukul-mukul dada Akashi pelan dengan gemas. Hal itu malah bkin Akashi kena serangan jantung.

.


~Fin~


.

Special thanks: Eka Mukthi, Ashfi A-Resca, Resta Sarasuani, Nicchan Nima

Readers and Reviewers, mind to give review? ;)