Rupanya sudah waktunya kita berpisah dengan fic ini... hehehe... gimana kabar Toushiro cs? Ini dia lanjutannya. Cekidooooots! ! ! maaf pendek!
DISCLAIMER:
BLEACH©TITE KUBO
WANTED:
OOC,
Shounen-ai of IchiHitsu!
RnR!
How To Get Our Real Love
Chapter 7
Suasana di kamar itu tegang. Mata hijau zamrud dan cokelat musim gugur itu beradu pandang. Rasanya susah untuk mengeluarkan sepatah kata saja. Benar-benar mengherankan. Setelah berbuat ini-itu, suara Toushiro seperti ditahan oleh sesuatu. Rasa malunya yang telah membuat Ichigo menderita membuatnya tidak sanggup menahan sesak di dadanya. Ichigo yang makin lama seakin menyadari bahwa air mata Toushiro jatuh pun kaget luar biasa.
"Toushiro, kau kenapa? !" paniknya. Toushiro justru malah masuk ke selimutnya, tapi kemudian keluar lagi gara-gara kesakitan (kepalanya terasa sakit luar biasa terkena selimut). Ichigo yang awalnya ingin tertawa langsung mingkem karena Toushiro terlihat kesakitan.
Toushiro merintih lalu kemudian duduk sambil menenggelamkan wajahnya ke kedua kakinya. Tangannya memeluk kakinya tersebut. "Maafkan aku, Ichigo..."
DEG!
Ichigo terdiam, lagi-lagi Toushiro memanggil namanya. Ichigo sangat merindukan panggilan itu dari mulut Toushiro, dan kini cowok mungil itu kembali memanggilnya demikian. "Aku telah membuatmu sedih... aku telah meninggalkanmu dan melupakanmu. Bahkan aku mencium Rukia supaya kau menjauhiku... Aku ini orang yang sangat jahat..."
Suasana semakin tegang. Sosok dingin Toushiro untuk sekin kalinya, hancur di hadapan Ichigo.
"Aku... malu dilihat olehmu lagi dengan aku yang sekarang... aku tidak ingin kau melihatku yang telah menjadi orang yang menyedihkan, Ichigo... Dulu kita masih bisa tertawa bersama. Tapi... setelah Rukia memberitahu segalanya tentangmu setelah aku kehilangan ingatan... aku sama sekali tidak mempercayainya dan justru jijik mendengarnya..." ucap Toushiro sambil terisak.
"Maafkan aku Ichigo... Maafkan aku..." kini Toushiro terisak hebat. Ichigo menatap toushiro lembut dan merendahkan tubuhnya. Ia duduk di samping Toushiro dan kemudian mengelus lembut rambut putih itu. Dalam hati Toushiro terkejut karena Ichigo mengelus kepalanya. Ia semakin terisak hebat. "kenapa kau masih bisa mengelus kepalaku, padahal aku tidak pernah mengelus kepalamu?"
Ichigo tersenyum dan berbisik tepat di telinga toushiro, "karena aku terlalu menyukaimu."
Dengan cepat Toushiro menoleh pada Ichigo masih dengan terisak, "Benarkah? Padahal aku sudah terlalu sering menyakitimu? Padahal aku sudah membuatmu menangis? Padahal aku sudah sering mengecewakan Rukia dan kamu? Kenapa kau begitu baik Ichgo? Kenap-"
Ichigo memeluk Toushiro cepat. Seakan-akan Toushiro akan pergi lagi, ia memeluk erat Toushiro yang kni sudah menjadi seperti dulu. "Jangan biarkan aku mengatakannya lagi Toushiro! Sudah kubilang, aku terlalu menyukaimu...!"
Toushiro membelalakan mata dan membalas pelukan Ichigo. "Terima kasih..."
PLOK!
PLOK!
PLOK!
Keduanya segera melepaskan diri dari masing-masing dan melihat semua teman-teman kecil mereka sedang tersenyum melihat keduanya kembali. Inoue, Ishida dan Renji.
"Kalian semua...!"
"Kami sudah mendapat penjelasannya dari Renji. Syukurlah, teman kami yang imut ini tidak benar-benar mati." ucap Ishida tersenyum. Toushiro mendelik marah.
"SUDAH KUBILANG BERAPA KALI, KACAMATA ! ! ? AKU TIDAK IMUT! ! !" teriak Toushiro. Semuanya pun tertawa. Inoue pun membawakan sekotak jelly untuk Toushiro.
"Toushiro-kun pernah bilang benci plum kerng dan sanga menyukai semangka... jadi setelah mendengar cerita tentangmu, aku segera membuat ini untukmu!" Inoue menyerahkan kotak itu pada Toushiro yang segera membukanya.
"Jelly semangkaa...!" mata Toushiro berbinar-binar. "Terima kasih, Orihime!"
"Akhirnya kau ingat juga, Toushiro!" ucap Renji senang. Toushiro kembali memasang wajah suram.
"Renji... maafkan aku... waktu itu aku tidak mempedulikanmu..."
Renji tersenyum, "Sudahlah. Itu kan dulu, sekarang kau sudah ingat, bukan?" Toushiro mengangguk. "Itu saja sudah membuatku senang."
Toushiro tersenyum juga. Tapi begitu menyadari Rukia tidak bersama mereka bertiga, Toushiro kembali sedih. "Apakah Rukia... tidak ingin kemari?"
Semuanya terdiam. Tentu saja mereka tahu, orang pertama merasa tersiksa atas kecelakaaan toushiro adalah Rukia. Sebenarnya Rukia ada di dekat kamar Toushiro bersama Hinamori. "Tenanglah, Kuchiki-san. Jika kau minta maaf dengan tulus, mereka akan senang dan memakluminya."
"Tapi Hinamori... bagimana denganmu? Bukankah kau suka..."
"Aku telah menyukai Kira-kun. Tapi aku juga sudah menjadi Fujoshi, kok." ucap Hinamori jujur, membuat Rukia menganga. Akhirnya mau tidak mau Rukia tertawa geli.
"Baiklah, aku akan berusaha. Terima kasih atas bantuanmu Hinamori. Kita kan sahabat! Doakan aku ya!" ucap Rukia sambil lari menuju kamar rawat Toushiro. Hinamori bengong.
"Sahabat? Aku sahabat Kuchiki-san?" Hinamori tak percaya. "Horeeeeeee! Aku bersahabat dengan Kuchiki-san!"
-Rukia's place-
Tok!
Tok!
Seisi kamar rawat Toushiro segera menoleh pada Rukia yang berada di depan pintu sambil terengah-rengah. Masih tersisa keraguan Rukia akan semua temannya itu. Ia takut tidak dimaafkan. Tapi Rukia salah. Ia justru segera dipeluk Inoue, Ishida, Renji, Ichigo dan Touhsiro. Semuanya menyambutnya dengan senang hati.
"Akhirnya kau kemari juga! Aku kangen, lho, Kuchiki-san!" Ucap Inoue.
"Kalian... tidak marah denganku?" Tanya rukia takut-takut. Semuanya tersenyum lembut padanya.
"Sama sekali tidak."
Mata violet Rukia terbelalak dan kemudian dengan cepat menghapus air mata yang keluar dari matanya. "Terima kasih..."
Rukia melirik Toushiro yang tengah menatapnya lembut. Rukia sangat bersalah pada Toushiro dan dengan cepat memeluk Toushiro. Toushiro pun memeluk Rukia yang terus menangis sambil mengatakan 'maaf'. Suasana kamar tidak lagi tegang, tapi penuh keharuan.
-2 tahun kemudian-
Ichigo cs masuk Universitas Karakura. Mereka masuk ke dalam jurusan yang sama, jurusan kedokteran. Saat Ichigo melihat Toushiro sedang di godai senior, Ichigo tersenyum.
"Tidak apa-apa walau kau lak-laki. Cinta tidak mengenal gender kan?" ucap senior itu.
"Walau begitu, aku sudah punya pacar tau!" Ucap Toushiro galak. Senior itu tertawa keras.
"Memangnya sekeren apa sih, pacarmu itu?"
Sebelum Toushiro menjawab, Ichigo memeluknya dan berkata, "Akulah pacarnya!" lalu mengajak Toushiro lari. "Ayo Toushiro! Rukia cs sudah menunggu!"
Toushiro tersenyum bersemangat, "ya!" mereka pun meninggalkan senior yang tengah patah hati tersebut.
Semua kembali dari awal. Persahabatan yang terputus itu kini kembali menyatu. Walau banyak rintangan, tapi akhirnya cinta itu bisa kembali. Jika cinta monyet saja ada, cinta sejati juga pasti ada dong. Tidak mengenal kata 'menyerah', itulah cara terbaik dalam mencari kesejatian cinta yang pernah ada.
End
Horeee! Last chap selesai! Oh ya, Erika mau kasih tahu. 'How To Get Our Real Love' disini diartikan sebagai 'Bagaimana Cara Mendapat Cinta Sejati Kita'. Begitulah! Akhirnya kita harus berpisah dengan fic ini! *nangis gaje* Oke, review pleeeease!
