DON'T HATE ME HYUNG
Chapter 6
Dua orang namja yang berbeda usia tampak turun dari sebuah mobil mewah di depan sebuah rumah sederhana. Namja yang lebih muda terlihat menyunggingkan senyumnya seraya melangkah memasuki halaman rumah tersebut... Walaupun namja itu masih nampak pucat tapi senyuman tak pernah lepas dari wajahnya. Sedang namja yang satunya terlihat sedang memperhatikan tingkah kekanakan dari seseorang yang konon adalah putranya. Terlihat dengan sangat jelas bahwa namja paruh baya itu tengah menikmati senyum indah dari putranya yang sudah bertahun tahun tak dilihatnya.
"Kyu... hati-hati" ujar namja paruh baya itu.
"Ne...appa"
TOK...TOK...TOK
Suara pintu yang diketuk dari luar mengagetkan yeoja yang tak lain adalah heechul. Padahal, dari tadi dirinya tengah sibuk dengan pikirannya sendiri. Dirinya menyayangkan sikap kibum, kibum yang memilih pergi daripada menanti kedatangan kyuhyun. Tapi heechul sadar... ini bukan sepenuhnya kesalahan kibum, heechul yakin dirinya juga ikut andil dalam perubahan sikap kibum.
TOK...TOK...TOK
Pintu itu diketuk lagi menandakan bahwa sang tamu tengah tidak sabar. Heechulpun melangkahkan kakinya ke arah pintu...
CEKLEEEKKK
"Dangsin-i wass-eoyo... eomma merindukanmu chagy" ucap heechul sambil memeluk kyuhyun.
"Eomma...aku juga sangat merindukanmu"
"Kajja..." heechul menuntun sang putra untuk memasuki kediamannya dan hankyung mengikuti mereka dari belakang.
Saat memasuki rumah sederhana itu kyuhyun terus bermanja manja pada heechul seolah olah dia belum yakin kalau saat ini dia benar-benar telah bertemu dengan ibu kandungnya itu. Dia nampak seperti anak kucing yang takut kehilangan induknya. Berbeda dengan kyuhyun yang menikmati kebersamaannya dengan heechul, hankyung justru tersenyum pedih melihat kondisi tempat tinggal mantan istri dan putra sulungnya. Rumah itu sangat sederhana, walaupun masih bisa dikatakan layak. Di dalamnya hanya ada 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, sebuah ruangan kecil yang nampak seperti dapur dan sebuah ruangan utama dengan sofa kecil di sudut ruangan. Hankyung tidak membayangkan apa saja yang sudah dilalui kibum bersama heechul. Bagaimana mereka menjalani hari-hari mereka selama ini...
"Hankyung-ah... kau mau minum apa?" Tanya heechul membuyarkan lamunan hankyung.
"Apa saja chullie...eh... kibum eoddi?" Tanya hankyung saat tak mendapati putra sulungnya di tempat itu.
"Eh... kibummie sedang bekerja. Mungkin nanti malam dia baru pulang"
"Bekerja..." bingung hankyung... selama beberapa hari pertemuan mereka di rumah sakit, tak sekalipun heechul membicarakan hal ini.
"Dia memutuskan berhenti sekolah dan bekerja karena kami sering berpindah tempat. Aku sudah berusaha melarangnya bekerja..." jelas heechul.
"Kenapa kau tak memberitahuku chullie... bukankah kibum juga putraku. Kenapa chullie...kenapa?" Ucap hankyung sedikit meninggikan suaranya.
Kedua orang dewasa itu terus saja berdebat sampai-sampai melupakan ada sosok lain disana. Sosok yang terus memperhatikan perdebatan mereka dan juga sosok yang menjadi saksi pertengkaran-pertengkaran mereka sebelum resmi berpisah.
"Eomma...appa..."lirih sosok itu.
Heechul dan hankyungpun menoleh ke asal suara itu... jelas sekali terlihat kalau sodok itu tengah terkejut dengan kenyataan yang baru saja didengarnya. Satu-satunya saudara yang dia miliki saat ini harus bekerja dan merelakan pendidikannya. Sedangkan dirinya, selama ini dia hanya mampu menghabiskan uang sang ayah... hanya karena dirinya harus keluar masuk rumah sakit. Sosok yang adalah kyuhyun itu merasa bahwa dirinya benar-benar tidak berguna...dia sangat kecewa pada dirinya sendiri.
"Bujuklah kibummie agar mau melanjutkan pendidikannya lagi dan aku yang akan membiayai semuanya. Aku juga sangat menyayanginya chullie..." tegas hankyung sebelum mengakhiri pertemuan mereka hari itu.
.
.
.
Dua orang namja terlihat sedang menghabiskan waktu bersama di sebuah game center. Nampak satu diantara mereka tengah memainkan permainannya dengan penuh emosi, seolah-olah ingin melepaskan beban yang menghimpit dadanya.
"Bummie..."panggil namja yang mulai menyadari ada keanehan pada sikap namja disampingnya.
"Bummie...hentikan...!" Ucap namja itu lagi sambil menarik tangan namja lain yang dipanggilnya bummie itu.
Namja yang adalah donghae itu terus saja menarik tangan sepupunya ke arah taman yang tak jauh dari game center.
"Hyung...lepaskan APPO" Ucap kibum karena merasa kesakitan di pergelangan tangannya yang dari tadi terus digenggam donghae.
Donghae segera melepaskan tangan kibum setelah mendengar suara namja dingin itu. Dia tidak menyadari kalau genggamannya terlalu erat hingga meninggalkan bekas merah di tangan kibum.
"Mianhaeyo bummie...aku tidak sengaja" ucap donghae.
"Ini sakit hyungie..."ucap kibum sedikit manja.
Donghae terkejut mendengar ucapan kibum...bukan karena kata-katanya melainkan nada manja yang terucap dari bibir namja itu. Kibum hanya akan bersikap manja pada orang-orang terdekatnya itupun hanya di waktu-waktu tertentu saja.
"Apa telah terjadi sesuatu?" Tanya donghae...dia tidak mau terbuai dengan sikap kibum,dirinya merasa saudara yang cuma berbeda beberapa bulan darinya itu tengah merasa bimbang.
Kibum tidak menjawab pertanyaan donghae... saat ini dia hanya merasa sesak,sedih,kecewa di waktu yang sama.
"Bukankah hari ini kyuhyun kerumahmu?" Tanya donghae.
"Mollayo..."jawab kibum acuh.
"Kenapa kau jadi seperti ini bummie...? Kyuhyun sangat merindukanmu,dia menyayangimu" tanya donghae yang bingung dengan sikap sepupunya.
"Jangan tanyakan hal itu lagi hyung... aku tidak mau membahasnya. Hyungie...mianhae...aku sudah mengganggu hari liburmu" ucap kibum.
"Apa maksudmu kibummie...aku senang bisa menemanimu. Apalagi kalau suatu saat kita bisa jalan-jalan bersama kyuhyunie juga" jawab donghae. Sebenarnya banyak hal yang ingin donghae tanyakan,tapi kibum tak mungkin menjawabnya. Teringat sepupu kecilnya membuat donghae menjadi sedih...apa harapannya akan terkabul, bagaimana kalau kyuhyun tak mendapatkan donor ginjal. Donghae tidak mau berpikir buruk tentang hal itu dan mulai menikmati jalan-jalannya bersama kibum.
.
.
.
"Eomma...kenapa bummie hyung lama sekali?" Tanya kyuhyun.
"Apa kau sudah lelah chagii?" Bukannya menjawab pertanyaan kyuhyun, heechul justru balik bertanya.
"Ani... aku hanya tak sabar ingin bertemu dengannya. Aku sangat merindukannya eomma..." jawab kyuhyun.
Heechul tersenyum mendengar penuturan sang putra, dirinya tidak tega mengatakan pada kyuhyun kalau hari ini kibum sengaja keluar rumah karena tidak mengharapkan kehadiran kyuhyun di kediaman mereka.
Saat ini kyuhyun tengah merebahkan kepalanya di pangkuan sang eomma. Dia menikmati setiap belaian-belaian lembut tangan heechul... jauh di dalam lubuk hatinya kyuhyun merasa sangat bersyukur karena dirinya masih bisa merasakan kasih sayang ibunya. Dan...kyuhyun juga berharap, semoga di sisa-sisa hidupnya dia juga bisa merasakan kasih sayang hyung tercintanya.
"Apa yang kau pikirkan chagii?" Ucap heechul yang menyadari bahwa ada sesuatu yang mengganggu pikiran putra bungsunya.
"Ani eomma...aku hanya sedang menikmati hari ini. Aku masih merasa ini mimpi...eomma ada disampingku dan sebentar lagi aku akan bertemu kibum hyung..."ucap kyuhyun sedikit terkejut mendengar pertanyaan heechul.
"Ini bukan mimpi... dan juga, eomma berjanji akan selalu berada disampingmu. Nan jeongmal saranghaeyo adeul..." ucap heechul. Tidak bisa dipungkiri kalau heechulpun masih belum yakin kalau dirinya bisa memeluk putra bungsunya lagi. Dulu hankyung memaksa membawa kyuhyun yang masih belum sadar karena kecelakaan yang mereka alami...dan hanya mengirimkan surat cerai padanya. Sehingga heechul harus terpisah dari sosok rapuh di pangkuannya.
"Tapi...apa aku masih bisa terus berada disisimu eomma, apa TUHAN masih memberiku kesempatan ?" Batin kyuhyun.
"Sudahlah...sebaiknya kau istirahat sekarang. Tak usah menunggu hyungmu lagi, eomma takut kau sakit"
"Tapi..."bantah kyuhyun
"Bukankah besok pagi kau juga bisa bertemu dengan hyungmu. Lagipula kalian akan tidur di ruangan yang sama... jadi saat kau bangun besok pagi, hyungmu pasti ada sebelahmu" ucap heechul.
Akhirnya kyuhyun menuruti permintaan sang eomma... dia beranjak menuju kamar kibum ditemani heechul yang seolah enggan jauh dari dirinya. Kyuhyun menikmati semua perhatian heechul... walaupun selama ini hankyung juga sangat memperhatikan dirinya, tapi dia merasa berbeda.
.
.
.
Seorang pemuda nampak melangkahkan kaki memasuki kediamannya...tampak sekali raut lelah menghiasi wajah innocentnya. Rumah yang ditempatinya selama ini terlihat sudah gelap, maklum saja waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam dan dirinya sangat yakin kalau sang eomma sudah tidur. Dia memasuki rumah itu setelah berhasil membuka pintu dan alangkah terkejutnya dia saat melihat orang yang telah melahirkannya tertidur di sofa dengan posisi yang sama sekali terlihat tak nyaman. Dirinya cukup tahu sang eomma pasti menunggu kepulangannya, rasa bersalahpun kembali hinggap di hatinya.
"Eomma...irona " ucap namja tadi berusaha membangunkan sang eomma dengan hati-hati.
"Eoh...bummie...jib-eiss-eo" ucap yeoja itu setelah benar-benar bangun.
"Ehm... kenapa eomma tidur disini?" Tanya namja yang tak lain adalah kibum itu.
"Eomma menunggumu chagii... mianhae eomma tertidur" sesal heechul.
"Ini sudah sangat larut...eomma istirahatlah di dalam" ucap kibum, tak dapat dipungkiri dia merasa senang saat mengetahui sang eomma masih mau menunggunya.
"Tapi..."
"Kalau ada yang mau dibicarakan sebaiknya besok saja... aku lelah eomma" ucap kibum sebelum beranjak ke kamarnya..
.
.
Kibum memasuki kamarnya dengan wajah tanpa ekspresi. Setelah menutup pelan pintu kamar dia berdiri memperhatikan sosok yang tengah tertidur di atas ranjangnya. Sosok itu terlihat damai saat tertidur, namun bukan itu yang menarik perhatian kibum. Kibum terus memperhatikan sosok yang sekarang terlihat sangat kurus dan pucat itu... bahkan kibum sempat berpikir apa namja di hadapannya ini makan dengan baik. Bagaimana mungkin tubuh itu terlihat sangat kurus seolah olah tidak memiliki daging sama sekali. Kibum melangkahkan kakinya mendekati sodok itu, dan tanpa disadarinya buliran-buliran cristal mengalir melalui mata indahnya. Obsidian hitam kibum menangkap titik-titik lebam yang diyakininya adalah bekas jarum di lengan pucat sosok itu. Saat berusaha menyentuh wajah sosok yang adalah dongsaengnya, kibum merasakan rasa dingin di kulit namja yang tengah dibuai mimpi itu. Bagaimana mungkin kulit itu terasa dingin, padahal pendingin ruangan di kamar itu dalam kondisi off. Apa telah terjadi sesuatu pada dongsaengnya itu...pertanyaan semacam itulah yang ada di pikiran kibum.
"Mianhae...jeongmal mianhae kyu...hyung harus tetap bersikap seperti ini." Ucap kibum seraya meninggalkan ruangan yang nyatanya adalah kamar pribadi kibum.
.
.
.
Kyuhyun terbangun dari tidur lelapnya saat sinar matahari masuk melalui celah-celah korden yang ada di ruangan itu... alangkah kecewanya kyuhyun saat mengetahui tak ada seorangpun disampingnya, padahal dia sangat berharap bisa melihat wajah hyung yang dirindukannya itu saat dia membuka mata. Kyuhyunpun beranjak keluar kamar... langkahnya terhenti melihat seseorang yang sedang tidur di sofa. Pelan-pelan kyuhyun melangkahkan kaki mendekati orang itu. Wajah itu...mata itu...rambut itu ingin rasanya kyuhyun menangis sekarang. Dia sangat ingin memeluk sosok itu namun dia juga tak ingin mengganggu tidurnya. Akhirnya kyuhyunpun memberanikan diri menyentuh wajah lelah itu...
"Hyungie...nan jeongmal bogoshippoyo" ucap kyuhyun menahan kepedihan di dalam hatinya. Sosok itu berada dekat dengannya tapi dirinya tetap tak mampu menggapainya.
Merasa ada seseorang yang tengah memegang wajahnya... kibum terbangun. Tangan ini... ini bukan tangan eommanya, tangan yang menyentuh kulitnya terasa dingin. Akhirnya kibum melihat bahwa sang dongsaenglah pelaku utama pengganggu tidurnya.
Secara tidak sengaja kibum mendorong kyuhyun padahal niat awalnya hanya ingin menjauhkan tangan kurus dongsaengnya itu.
BRUUUKKKKK
Kibumpun cukup terkejut mendapati kyuhyun jatuh tersungkur karena ulahnya. Beruntung jam segini heechul sudah berangkat bekerja...jadi kibum tidak perlu bersitegang dengan orang yang telah melahirkannya.
"Jangan pernah menyentuhku lagi!" Ucap kibum dengan tatapan tajamnya.
"Hyung..."panggil kyuhyun
"Jangan dekat-dekat denganku...kau memang boleh tinggal beberapa hari disini tapi bukan berarti aku menerimamu."
"Kibum hyung... bogoshipdago" lirih kyuhyun
"Aku bukan hyungmu dan aku sangat membencimu" ucap kibum sambil meninggalkan ruangan itu.
"Hiks...hiks...kibum hyung...kau bohong...kau juga merindukanku kan hiks...hiks...hiks"
Akhirnya tangis kyuhyunpun pecah...mendengar kenyataan kalau hyung yang dulu sangat menyayanginya dan selalu menjaganya kini berujar membencinya. Hatinya hancur mendengar ucapan kibum, tapi dia tidak mau menyerah. Kyuhyun yakin suatu saat dirinya mampu mengembalikan sosok kibum yang selalu menyayanginya. Sementara di ruangan lain di rumah itu...
"Mianhae dongsaeng...jeongmal mianhae...hyung hanya tak mau kehilangan lagi" batin kibum.
Beberapa hari setelah kejadian itu semua tetap berjalan seperti sebelumnya...kibum tetap mengacuhkan keberadaan kyuhyun...heechul yang terus berusaha menasehati kibum...serta kyuhyun yang berusaha mencari perhatian kibum.
.
.
.
Terdengar nada dering yang cukup memekakkan telinga di sebuah ruangan...dan sosok namja paruh baya yang notabene adalah pemilik ponsel yang sedang berdering itu melangkah mendekat...
"Yeobseyoo..."
"Yeobseyoo...hankyung hyung" ujar suara di line seberang
"Jongwoonie...tidak biasanya kau menghubungiku"
"Hyung...hasil pemeriksaan terakhir kyuhyun sudah keluar."
"Bisakah kau katakan padaku sekarang?" Tanya namja paruh baya aka hankyung.
"Hyung...kondisi ginjal kyuhyun sudah sangat buruk dan sebaiknya dia dirawat di rumah sakit sambil menunggu donor" ucap kim jongwoon
"Apa tidak ada cara lain saengie?"
"Hanya cara ini yang terbaik hyung"
"Tapi kyuhyun tidak akan mau...aku akan berusaha membujuknya." Ucap hankyung akhirnya.
.
.
.
TBC
JEONGMAL GUMAWO BUAT SEMUA YANG MAMPIR DAN BACA FF GAJE SAYA...(BOW).
