CAN'T REMEMBER TO FORGET YOU CHAP 7
Cast : Kai, Sehun, member EXO
Ini moment setelah lihat foto Jongin di SPAO fansign dan foto Sehun di konser Lotte Duty. Kalo mau lihat fotonya udah killa share di ig killa ( bagi yang tau ig Killa ) tapi saran sih ya, kalo liat fotonya tolong zoom aja #plakk foto bibir bagian atas sehun dan foto sudut bibir bagian bawah ( sebelah kiri ) Jongin. Tapi yang mau bilang Killa delulu juga Killa senyumin aja... killa ga pernah minta kalian untuk percaya kok dengan apa yang Killa bilang. Hanya berpikir dengan caramu sendiri dan temukan jawabannya.
Syakila8894
.
.
.
.
.
Sehun berulang kali bangun dan kemudian kembali berbaring dengan gelisah di kasur empuk miliknya, ini sudah dini hari dan orang yang katanya akan datang dini hari ini belum juga datang. Namja manis itu sudah hampir mengumpat dan menyebut seisi kebun binatang karena merasa bosan menunggu terlalu lama, tapi niat itu ia urungkan ketika mendengar pintu kamarnya terbuka dan menampilkan sesosok tubuh yang masuk dengan langkah lunglai kedalam kamar.
"Nini hyung..."
"Eoh, kau belum tidur?" sosok itu, Kim Jongin menutup pintu dan kemudian menguncinya sebelum melangkah mendekati Sehun yang duduk di atas ranjang dengan selimut yang menutupi tubuhnya sebatas leher. Ia sedikit menunduk dan mengecup kening Sehun.
Sehun mengerutkan keningnya saat melihat wajah lelah Jongin. "Nini berapa tidak bercukur?"
Tangan Jongin otomatis meraba area bagian atas bibirnya lalu beralih ke bagian rahangnya. "Entahlah, begitu pekerjaanku selesai, aku tak berniat untuk mencukurnya lagi."
Sehun cemberut, "Kau ini, kenapa setiap berpisah denganku, selalu pulang dengan keadaan dekil begini. Lihat kau bahkan memiliki jerawat di pipimu." Omelnya. "Harusnya kau bisa merawat wajahmu sendiri Kim Jongin."
"Itukan tugasmu sayang... karena aku ini kan milikmu."
Sehun mencibir, "Tapi paling tidak, saat aku tidak ada di sisimu kau bisa merawatnya sendiri untukku."
"Iya, maaf..."
"Sudahlah, Nini sudah mandi apa belum?"
"Belum, badanku terasa lengket sekali." Keluh Jongin.
"Kalau begitu, Hunnie akan menyiapkan air hangat untuk Nini..." Sehun menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya, merangkak ke tepi ranjang dan kemudian turun. Ia berdiri di hadapan Jongin, mengecup pipinya sekilas sebelum berbalik untuk ke kamar mandi.
Jongin menatap penuh konsentrasi pada tubuh bagian belakang Sehun terutama pada dua bongkahan padat yang kali ini hanya di tutupi celana pendek ketat. Uhh, sudah berapa hari ia tidak menyentuhnya, empat? Atau mungkin lima hari ? Jongin benar benar merindukannya sekarang. Dengan langkah pasti ia pun turut melangkahkan kakinya mengikuti Sehun.
Cklek
"Nini..." Sehun menoleh ke pintu kamar mandi dan tersenyum. "Hunnie baru menyiapkan air hangatnya..."
"Tak apa..." Suara Jongin sedikit serak saat ia membuka satu persatu kancing kemejanya, setelah itu dilepaskan dan kemudian ia lempar ke sudut kamar mandi.
"Airnya sudah siap, kau bisa mandi sekarang." Sehun mencelupkan ujung jarinya untuk memastikan air hangatnya sudah pas untuk Jongin mandi.
Sebuah pelukan dari belakang menjadi jawaban untuk ucapan Sehun. "Nini..."
"Aku merindukanmu..." Jongin mengecup lembut leher belakang Sehun.
Sehun berbalik dan menatap intens pada Jongin. "Besok kita ada jadwal." Ucapnya memperingatkan.
Jongin cemberut. "tapi aku merindukanmu Sehuna..."
"Hunnie juga sih, tapi hanya sekali ya..."
Jongin mengangguk semangat dan ia sudah hampir mencium bibir Sehun kalau saja pemuda manis itu tidak menahannya. "Mandi dulu, aku akan menunggu di kamar." Setelah mengatakan itu Sehun melepaskan pelukan Jongin dan bergegas keluar kamar mandi.
Jongin muncul di kamar sepuluh menit kemudian, hanya mengenakan handuk dan tubuhnya yang masih basah.
Sehun yang duduk di tepi ranjang sambil bermain game di handphonenya segera menghentikan permainan dan meletakkan handphonenya di atas meja nakas. "Cepat sekali," ucapnya sambil berdiri.
"Aku terlalu merindukanmu."
Wajah Sehun memerah mendengar ucapan Jongin.
"Apa saat aku tidak ada, Hunnie sudah berubah menjadi anak nakal?" tanya Jongin pelan.
"Hunnie tidak..." bantah Sehun.
"Lalu apa? share foto menggemaskan di instagram? Aku hampir jantungan melihatnya, kalau saja aku tidak sedang pemotretan di sana, mungkin aku akan langsung memesan tiket dan pulang ke Korea."
Sehun nyengir, "Itukan karena Nini lama sekali baru pulang." Sahutnya dengan nada manja.
Jongin mengecup bibir Sehun sekilas sebelum memperhatikan wajah mulusnya dengan seksama. "Kau baru dari Salon?" tanyanya serasa mengelus wajah itu dengan lembut.
"Umm, karena Nini pulang hari ini jadi Hunnie memutuskan untuk ikut perawatan tubuh dengan Baekkie Hyung." Jawab Sehun.
"Cantiknya kekasihku..." Jongin menggigit pipi Sehun dengan gemas.
"Apa Hunnie cantik?" mata Sehun terlihat berbinar saat menatap Jongin.
"Cantik, sangat cantik malah."
Sehun menyandarkan kepalanya di pundak Jongin. "Hunnie harus sering sering tampil cantik sepertinya." Gumamnya pelan.
"Hmm..." Jongin balas menggumam.
"Nanti kalau Hunnie jelek, Nini akan berpaling dari Hunnie."
"Tidak akan pernah sayang." Kali ini bibir bawah Sehun yang menjadi sasaran gigitan Jongin.
Sehun meringis. "Jangan sampai luka..." peringatnya.
Jongin hanya menggumam, ia menangkup wajah Sehun dan mulai mencium bibirnya, tak ada gerakan lembut, karena Jongin menghisap bibir atas dan bawah Sehun dengan keras, lidahnya menyusup masuk ke dalam mulut Sehun dan dengan agresif menyapu ke seluruh bagian mulut sebelum mengajak lidah Sehun untuk bermain.
Sehun mengalungkan tangannya ke leher Jongin dan membalas ciuman Jongin dengan tak kalah liarnya.
Tangan Jongin menyusup masuk ke dalam kaos yang dipakai Sehun, mengelus lebut perut ratanya sebelum tangan kanannya bermain dengan dada Sehun, meremas keduanya bermain dan sesekali mengusap nipplenya, sementara tangan kirinya menyusup ke belakang dan mengelus punggungnya.
Merasa akan kehabisan napas, Sehun meremas rambut bagian belakang Jongin dan Jongin yang paham segera melepas tautan bibir mereka, saliva menetes di bibir Sehun dan Jongin tersenyum melihatnya. Namja tampan itu melangkah sedikit mundur untuk memberi jarak antara tubuhnya dengan tubuh Sehun.
Tanpa bicara Jongin melucuti pakaian yang di pakai Sehun hingga tak bersisa, setelah itu ia menarik lepas handuk yang dipakainya sehingga mereka sama sama full naked sekarang.
Sehun bergerak lebih dulu untuk mendorong tubuh Jongin jatuh ke kasur dan ia menyusul beberapa detik kemudian , merangkak di atas badan Jongin hingga wajahnya tepat menghadap pada kejantanan Jongin.
Ia memulai dengan mengecup ujung kejantanan Jongin dan memakai lidahnya untuk menjilatinya. Kemudian lidahnya bergerak turun menjalari permukaan benda itu hingga sampai ke pangkalnya, sengaja untuk membuatnya basah dengan saliva miliknya. Beberapa saat kemudian mulutnya naik lagi untuk memasukkan benda itu. sehun mengemutnya perlahan, terasa begitu penuh karena kejantanan Jongin yang besar. Tangannya bergerak untuk mengenggam bagian kejantanan Jongin dan mengurutnya sesuai dengan gerakan naik turunnya di atas kejantanan besar milik Jongin.
"Aaahh... sayang..." desah Jongin.
Sehun tersenyum seraya memainkan lidahnya di ujung kejantanan Jongin yang masih berada di dalam mulutnya. Ia makin semangat menaik turunkan kepalanya mengemut benda itu.
"Cukup sayang..." Jongin tak mau orgasme di mulut Sehun karena itu ia menarik tubuh Sehun dnegan lembut untuk berbaring di atas tubuhnya. Keduanya berciuman dengan panas sebelum Jongin melepasnya lagi dan ciumannya merambat ke leher Sehun.
"Ahh..." Sehun mendesah lirih saat Jongin menggigit lembut area lehernya. "Niniihhh... jangan tinggalkan tanda di sanahhh... ahhh..." Sehun berusaha memperingatkan ditengah desahannya.
Jongin menurut, terlalu beresiko untuk mereka kalau fans melihat ada tanda itu di leher Sehun besok. Ia berguling untuk membuat Sehun kembali terbaring di bawah tubuhnya. Tangan Jongin meremas dada Sehun bergantian sementara bibirnya melumat bibir Sehun dengan penuh nafsu.
"Ahhh... Nini..." Sehun terus mendesah saat ciuman Jongin kembali turun ke dadanya.
Jongin menjilati area dada Sehun hingga basah sebelum mulutnya memberikan gigitan dan hisapa yang kuat di dada Sehun hingga beberapa saat kemudian area dada Sehun penuh dengan kissmark.
Sehun mendekap erat kepala Jongin didadanya saat mulut Jongin menggigit nipplenya sebelum menarik dan kemudian menghisapnya dengan kuat. "Nyahhhh..."
Tangan Jongin menyusup ke belakang dan mulai meremas remas kedua bongkahan padat milik Sehun sambil terus menghisap kedua nipple Sehun yang kini membengkak dan lecet, bergantian. Secara perlahan jemari Jongin mengelus area luar hole Sehun yang berkedut merespon gerakan jarinya.
Sehun mengangkat sedikit bokongnya dan dua jari Jongin langsung menyusup masuk ke dalam hole ketat itu. Sehun meringis dan makin mempererat dekapannya, beberapa hari tak terjamah, holenya kembali tak terbiasa di masuki oleh benda asing, rasanya sakit.
"Ehhmmhhh... mmmmhhh..." Sehun mulai kembali mendesah saat jari Jongin tepat mengenai prostatnya.
Jongin melepaskan hisapannya di nipple Sehun dan kembali mencium bibir kekasihnay itu dengan nafsu sementara jari jarinya masih bermain di dalam hole Sehun.
"Emmhhh... Ninihhh..."
Jongin yang sudah merasa tidak tahan lagi, segera mengeluarkan jarinya dari dalam hole Sehun dam ia membuka lebar kedua paha Sehun hingga holenya terlihat dengan jelas.
Jongin memeluk tubuh Sehun dengan erat, menciumi seluruh wajah dan juga aera lehernya, membuat Sehun mendesah sedikit geli, karena Jongin yang bahkan belum sempat bercukur. Desah napas Jongin terdengar begitu kencang sama seperti dirinya, dengan kedua tangannya Sehun menarik kepala Jongin dari lehernya dan mulai mencium bibirnya yang dengan senang hati langsung dibalas oleh Jongin. Jari jarinya yang terlatih memijat dan menarik narik nipple Sehun .
"Ahhh... Niniiihhh..."
Jongin sedikit menjauhkan tubuhnya dari Sehun, mengambil posisi berdiri di tepi ranjang dan mnearik tubuh Sehun hingga pantat berisinya berada tepat di sisi ranjang.
"Aku tak akan bermain lembut kali ini." Ucap Jongin dengan suara serak.
Tanpa menunggu jawaban dari Sehun ia membuka lebar lebar kaki namja manis itu dan diletakkan di atas pundaknya. Dan tanpa aba aba Jongin menghujamkan kejantanannya ke dalam hole Sehun.
"Aaarrgghhttt..." Sehun menjerit kesakitan. Sungguh rasanya sakit sekali saat holenya yang sempit dimasuki oleh benda sebesar kejantanan Jongin, rasanya holenya sobek.
"Nini... sakit... aahhh..." Sehun sedikit terisak.
"Maaf..." gumam Jongin seraya mengecup kening Sehun.
Tapi meski mengucapkan kata maaf, Jongin tetap menggerakkan tubuhnya dengan keras dan kasar. Kejantanannya yang besar menghajar hole Sehun dengan begitu brutal. Hole Sehun terasa begitu sangat sempit saat dimasuki oleh Jongin, dan ia merasakan kenikmatan yang sangat karena itu.
Tubuh Sehun terguncang guncang saat Jongin memompa tubuhnya keluar masuk dengan gerakan kuat dan cepat. Meski terasa sakit namun Sehun tak memungkiri kalau rasa nikmat juga mendominasi. Kepalanya serasa berputar putar menahan kenikmatan yang datang bertubi tubi.
"Aaahhh... aaahhh..."
Precum mengalir deras dari kejantanan Sehun yang digenggam Jongin.
"Uhhh... Aahhhh..." Sehun mendesah tiada henti, tak peduli apakah member lain di kamar sebelah akan mendengarnya atau tidak.
Jongin menundukkan wajahnya, dan kembali mencium bibir Sehun yang membengkak. Sehun membalas ciuman Jongin dengan penuh nafsu, sesekali ia mendesis di dalam ciumannya karena Jongin yang tak berhenti menghajar titik sensitif di dalam holenya.
Tubuh Sehun terus tersentak sentak dengan kuat seiring gerakan Jongin yang makin kuat membobol holenya.
"Ahhh... sayang... kamu sempit sekali..."
Sehun dapat merasakan milik Jongin yang berdenyut denyut di dalam tubuhnya, kekasihnya itu hampir orgasme sama seperti dirinya.
"Ahhh..." Sehun terus mendesah saat tangan Jongin yang menggenggam kejantanannya turut bergerak naik turun semakin cepat.
"Akkhhhhh..." Sehun menjerit saat akhirnya ia orgasme di tangan Jongin. Tak sengaja ia menggigit bibir bawah Jongin saat merasakan kenikmatan, tanpa menyadari Jongin yang sedikit meringis saat bibirnya terluka.
Jongin melepaskan genggamannya dan memeluk tubuh Sehun dengan erat saat orgasmenya menyusl sedetik kemudian. Sehun dapat merasakan holenya basah oleh sperma Jongin. Terasa hangat dan juga penuh.
Jongin mengeluarkan kejantanannya dengan perlahan dari dalam hole Sehun, ia mengecup bibir Sehun sekilas saat melihat kekasihnya itu meringis kesakitan.
"Apa sangat sakit?" tanyanya.
Sehun mengerucutkan bibirnya. "Nini ganas sekali tadi... omo..." Sehun menutup mulutnya saat menatap ke arah bibir Jongin. "Apa itu karena Hunnie ?"
Jongin tertawa, ia membenarkan posisi Sehun untuk berbaring di atas kasur disusul dirinya yang memeluk tubuh basah keringat itu dengan erat. "kalau bukan Sehunie terus siapa lagi?"
Sehun meringis, dengan ujung jarinya ia mengusap bibir bawah Jongin. " Ini mungkin akan sedikit memar membiru besok, apa tidak apa-apa?" Sehun ingat besok sore Jongin akan melakukan fansign.
"Tidak apa-apa, fans juga pasti tidak akan menyadarinya, kecuali dia memperhatikan bibirku dengan seksama mungkin."
Sehun mengerucutkan bibirnya. "Nini tau tidak, Hunnie kadang cemburu dengan fans kita," akunya.
"Kenapa?" Jongin mengelus rambut Sehun dengan lembut.
"Ya, karena Nini sangat perhatian dengan mereka."
Jongin tertawa, "Meskipun begitu, aku lebih perhatian padamu kan. Cha, sekarang kita tidur. aku tak mau Suho hyung mengomel lagi karena aku yang mengganggu jadwal tidurmu."
Sehun tersenyum , ia mengecup bibir Jongin sekilas. "Good night..."
"Good night..."
.
.
.
.
.
"Sehuna... ayo cepat, kita harus sampai dalam waktu satu jam lagi." Pekik Suho. Ia terlihat tak sabaran karena maknae EXO itu berjalan dengan sedikit lambat menuju ke mobil tempatnya berada.
"Iya hyung..." Sehun mempercepat jalannya dan ia segera masuk ke dalam mobil begitu Suho membukakan pintu dan memilih duduk di samping Baekhyun yang tengah asyik bernyanyi, entah lagu apa itu. Namja yang lebih mungil dari Sehun itu hanya meliriknya sekilas pada awalnya, namun saat Sehun memasang sabuk pengaman di tubuhnya, mata sipit Baekhyun langsung melotot.
"Sehunie..." panggilnya pelan.
"Huh, apa hyung ?" Sehun menoleh pada Baekhyun dengan kening berkerut.
"Kau bawa jaket tidak?"
Sehun menggeleng. "Tidak, hyung kedinginan ya?"
"Bukan, bodoh, itu untuk dirimu sendiri."
"Tapi Hunnie tidak kedinginan." Jawab Sehun polos.
Baekhyun menepuk jidatnya sendiri dengan gaya dramatis sebelum kemudian ia menunjuk ke tangan Sehun yang terekspos karena namja manis itu hanya mengenakan kaos berlengan pendek. "Tapi kau harus menutup ini Sehun." bisiknya, takut Suho yang duduk di depan mereka akan mendengar dan memarahi maknaenya.
"Omo..." Sehun terpekik kecil.
Suho yang duduk di kursi depan mereka langsung menoleh. "Ada apa ?" tanyanya curiga.
"Tidak apa-apa hyung," Baekhyun menjawab dengan cepat. "Sehunie hanya kalah bermain Pokemon Go denganku." Tambahnya lagi.
Suho mendengus, "Berhentilah bermain, kita hampir sampai." Ucapnya memperingatkan.
"Ne..."
Sehun menundukkan kepalanya sementara tangannya sibuk mengusap tanda yang ada ditangannya. "Ish, kenapa Nini menggigitku disini sih." Gerutunya pelan, namun masih bisa di dengar oleh Baekhyun.
"Ckckck, itu karena dia ingin semua orang tau kalau kau miliknya." Bakehyun berdecak pelan.
"Tapi Hunnie kan malu kalau ada fans melihat, hyuuuungggg..."
Sehun yang merengek bukanlah sesuatu yang ingin di dengar Baekhyun sekarang, karena itu ia menutup mulut Sehun dengan telapak tangannya. "Dengarkan aku, kau hanya perlu menutupinya dengan kemeja lengan panjang dan semua masalah terselesaikan, kau mengerti?"
Sehun mengangguk.
"Bagus dan jangan merengek, kepalaku sakit mendengarnya. Aigooooo..."
Sehun mencibir, padahal kan yang benar dirinya yang sering sakit kepala mendengar ocehan hyung cerewetnya itu.
Hingga mereka tiba di lokasi tempat konser Lotte Duty, Sehun memilih meminjam jaket yang dipakai Baekhyun, meskipun dipandangi penuh kecurigaan dari Suho, tapi ia lebih memilih untuk mengabaikannya.
Suho sebenarnya juga merasa ada yang janggal pada maknaenya itu karena seperti tak biasanya, ia tak mau ada orang lain yang masuk ke ruang ganti saat ia tengah berganti pakaian. Padahal kan biasanya Sehun selalu minta di temani oleh dirinya, karena namja manis itu takut berada di sebuah ruangan sendirian. Namun kali ini Suho tak ambil pusing, mungkin saja maknae mereka sedang tidak dalam mood yang baik karena itu ia ingin menyendiri.
Padahal sebenarnya Sehun memang benar benar merasa takut sendirian di dalam ruang ganti, tapi mengingat tubuhnya yang dipenuhi bercak kemerahan bahkan ada yang sampai berwarna biru hasil dari karya Jongin, jadi ia memberanikan diri untuk berganti pakaian sendirian. Ia tak mau dirinya dan juga kekasihnya terkena amukan leader. Hell, Suho yang sedang marah itu lebih menyeramkan dari Hulk yang sedang mengamuk, oke, ini sedikit berlebihan mungkin, tapi Sehun memang selalu mengibaratkan sesuatu seperti itu.
"Semua sudah siap?" Manager menengok dari balik pintu. "Kalian akan tampil lima belas menit lagi."
Mendengar ucapan managernya Suho segera mengajak semua member untuk keluar dari ruang make up dan menunggu di di backstage. Semuanya menurut dan beranjak dari duduk santai mereka.
Namun langkah Sehun terhenti saat Jongin menahan tangannya dan memintanya untuk tetap berada di dalam ruangan.
"Ada apa ?" Sehun mengerutkan dahinya, merasa bingung karena Jongin yang menutup pintu dan menguncinya.
Jongin tak menjawab pertanyaan Sehun, namja tampan itu malah menarik tubuh Sehun ke dalam pelukan dan mendekapnya dengan erat.
"Hyuuuunggg..."
"Diamlah, kau tau aku merindukanmu, aku sangat ingin berinteraksi denganmu di atas panggung seperti kita yang dulu. Tapi... semuanya sudah tidak sama lagi..."
Sehun tersenyum manis. "Tak apa, Hunnie akan berada di sisi Nini nanti..." tangan Sehun bergerak untuk mengusap punggung Jongin.
"Beri aku ciuman penyemangat dulu," pinta Jongin.
"Uhh, kau ingin membuat make up ku berantakan ya," omel Sehun, namun ia mengabulkan permintaan Jongin dengan menempelkan bibirnya di bibir Jongin, hanya sesaat karena ia langsung melumat bibir bawah kekasihnya itu dengan lembut, sedikit berhati hati karena mengingat bibir bawah Jongin yang lebam karena dirinya.
Jongin membalas ciuman Sehun dengan lumatan yang cukup kuat, beberapa saat kemudian ia mengakhiri ciuman itu dengan sebuah gigitan yang lumayan keras di bibir atas Sehun. kekasihnya itu memukul pundaknya saat merasakan sengatan rasa pedih dari bibirnya yang terluka karena gigitan Jongin.
"Nini..." protes Sehun saat merasakan ada sedikit darah yang mengalir dari luka di bibirnya.
"Satu sama, kau membuat bibirku lebam dan aku juga membuat yang sama di bibirmu." Jongin mengecup bibir Sehun sekilas. "kajja, kita harus keluar sebelum Suho hyung sadar kalau kita tak ada di belakangnya."
Sehun hanya mengangguk dan membiarkan kekasihnya itu menautkan jemari mereka dan membimbingnya keluar ruangan.
.
.
.
.
Sesuai harapan sang leader, penampilan mereka di konser Lotte Duty berjalan dengan lancar dan sukses memukau para fans yang menonton langsung. Suho tentunya bisa bernapas dengan lega sekarang dan ia bisa tersenyum dan tertawa dengan tulus saat maknae mereka melakukan fanservice dengan fans.
Ya paling tidak ada satu orang yang akhirnya lepas dari perhatian Suho. Kim Jongin, namja tampan itu terpaku melihat kecantikan kekasihnya yang terlihat begitu sempurna di matanya saat mengenakan flower crown. Sehunnya telah berubah menjadi seorang princess yang sangat cantik, dan tawa dan senyumnya yang begitu lepas itu membuatnya seperti bidadari yang begitu polos di mata Jongin. Sayangnya bidadari itu kini telah ternodai, setidaknya itu yang kini ada di pikiran Jongin lagi saat matanya menangkap kissmark yang dibuatnya saat mereka bercinta kemarin. Kissmark itu terlihat jelas karena lengan kemeja Sehun yang tersingkap, diam diam Jongin berdoa semoga fans tak melihatnya kali ini. Hell, karena bisa saja mereka akan menghubungkan hal itu dengan kedatangan mantan member EXO yang kini tengah berlibur di Korea.
Pikiran yang sedikit melenceng sebenarnya, karena mungkin semua orang yang melihat dan memperhatikan EXO malam itu akan melihat ada sesuatu yang berbeda di bibir para maknae. Terutama seorang fans yang tengah berguling guling karena bosan di atas ranjang, namun matanya yang setengah mengantuk itu langsung melotot saat melihat foto foto EXO yang bertebaran di media sosial. Fokusnya terarah pada bibir Sehun yang terluka. Tak ada satupun dari pikirannya yang terarah pada mantan anggota EXO itu karena perhatiannya sudah teralih pada foto Jongin saat melakukan fansign sore tadi. Lebam di bibir bawah Jongin, dan luka di bibir atas Sehun. well, apa ini hanya kebetulan? Kalau memang hanya kebetulan, ini adalah kebetulan yang sangat manis.
.
.
.
.
.
.
END
Di akhiri dengan gaje dan absurd seperti biasa. Hahaha...
Ya, Killa mank orang yang lumayan jarang update di medsos, tapi bukan berarti kudet juga dengan berita yang beredar, tapi seperti biasa Killa orang yang lebih banyak diam di balik layar. Hahaha...
Satu permintaan, kalau kalian tidak ingin para author KaiHun berhenti berkarya, tolong hargai karya mereka dengan membudayakan review. Aku lihat author ff kaihun semakin menipis, begitu update juga review yang masuk sangat sedikit sekali. Mungkin akan ada yang bilang author egois karena minta di review, sebenarnya menurutku pribadi tidak juga sih, karena setiap author yang udah bersusah payah menulis dan memikirkan ide juga ingin hasil karyanya dihargai orang lain.
Untuk ff Shadow In Beauty, melihat respons di chapter yang aku post kemarin sepertinya ga da yang minat ( yang review hanya 7 orang, berbanding terbalik dengan jumlah review chap selanjutnya. Haruskah aku discontinue ? bukan gila review tapi kalo yang minat ga banyak kan kasian juga yang udah capek2 remake #plakk
Yang nanya apa Killa juga suka pair lain. Killa akan bilang ya, tapi di atas pair lain itu, Killa lebih mengutamakan KAIHUN.
Salam damai kaihun shipper
Syakila8894
