Story 7 : far from Heliopolis….
Setelah mengirimkan Sms untuk kira cagalli teridur di bahu athrun. Athrun pasrah di jadikan bantaL sama cagalli. Andrew tersenyum melihat mereka. Athrun memandang keluar jendela dan tertidur.
"ah… anak muda jaman sekarang…" kata Andrew sambil meminum kopinya yang sudah agak dingin. "ah, sudah dingin…" keluhnya.
Suasana sudah mulai agak ramai, jalanan mulai padat ini sudah di pinggiran Heliopolis. Andrew berhenti dekat dengan bus stop, dan mulai membangunkan athrun.
"hei… bangunlah," Andrew membangunkan athrun "dari sini naiklah bus." Katanya lagi.
Athrun dan cagalli bangun sambil mengusap mata mereka bersiap turun dari mobil.
"selamat bersenang-senang anak muda." Andrew mengedipkan matanya.
"ayo turun ath…" cagalli mendorong tubuh athrun tapi athrun diam.
"begini…" athrun memandang Andrew. "kemana tujuan anda?"
"pulang." Jawab Andrew santai.
"maksudku ke mana?"
"bukan urusanmu ath…" sahut cagalli gak sabar.
"junius seven."
"apa itu jauh?"
"ath… ayolah." Cagalli makin gerah.
"cukup jauh… masih butuh waktu satu jam lebih."
"ayo ke sana, aku ikut."
"apa?" cagalli mulai emosi." Apa kamu dah gila?"
"tapi junius itu kota kecil… kebanyakan yang tinggal hanya petani dan peternak, tidak ada tempat hiburan."
"bagus…" athrun senang.
"apa…" sahut cagalli.
"kita kesana…"
Cagalli melotot.
"kamu yakin?" Tanya Andrew.
"sangat yakin." Sahut athrun .
"baik kalau begitu kita berangkat." Andrew mulai menjalankan mobilnya lagi.
"tapi…tapi… aku turun disini saja…."
"mana boleh begitu cags…" sahut athrun.
"boleh donk…"
"ga…"
"boleh…"
Athrun mencengkram tangan cagalli karena kesal. "ku bilang ga.. ya…ga…"
Cagalli melotot. "okey… terserah… kalo mamaku ngamuk nati aku mau kamu yang ngadepin."
"fine… I'll do it." Jawab athrun sambil melepaskan tangan cagalli.
"hahahaha..." andrew tertawa lepas, "kalian mengingatkan ku pada masa lalu…"
Cagalli meninju tangan Andrew.
"cagalli…" tegur athrun.
"baiklah, santai dan rilex… kita akan ke junius seven."
Kira dan lacus sampai di Heliopolis. Distasiun kereta kira mulai tengok kanan kiri.
"sebaiknya kita dududk di sana." Tunjuk lacus ke sebuah taman di depan stasiun kereta.
"begini karena terburu-buru, apa ga pa-pa… gimana kalo fansmu …"
Lacus tersenyum."aku bisa tangani kalo Cuma fans… tapi kalo media…"
Kira pergi ke sebuah toko yang menjual pernak-pernik dan membeli topi.
"kira, ngapain?"
"ini." Kira memberikan topi yang dibelinya ke lacus. "pakai ini mungkin membantu."
Lacus tersenyum. "thanks."
"ayo, kita harus cepat."
Lacus mengangguk.
"mama… andy mulai nakal lagi ma…"
"andy…"
"aku gak nakal kok… kak Alisha yang nyebelin."
"apa aku gak nyebelin kok."
"hah." Keluh aisha. " sekali-sekali bantu mama donk… oya sebentar lagi papa pulang. Kalian sebaiknya membereskan mainan kalian, papa gak suka kalian menghamburkan mainan kalian."
Alisha mulai membereskan mainannya begitu juga Andy. Suara klakson mobil terdengar, anak-anak berlarian keluar.
"andy… Alisha… mai… ah gak ada gunanya." Aisha menuju pintu depan untuk menyambut suaminya.
"ah…. Andy… Alisha…"Andrew memeluk kedua buah hatinya.
"pa… andy nakal pa…" adu Alisha.
"oya?"
"ga kok…"
"ah… akhirnya pulang juga…" aisha memeluk suaminya.
"apa kau merindukanku."
Aisha tersenyum dan melihat sepasang anak muda turun dari mobil besarnya.
"kau bawa siapa?" aisha bingung dan mengahampiri athrun.
"maaf tadi kami menumpang."athrun merasa kurang enak melihat raut wajah aisha.
"andy… jangan bilang kau melakukannya lagi?"
"apa ma?"
"bukan maksud mama, papa sayang." Sahut aisha sambil menarik lengan suaminya.
"aku…"
"kupikir cukup dacosta saja."
"ah…"Andrew hanya tersenyum.
"andy… mereka masih muda banget."
"begini aku hanya gak tega, mobilnya menabrak pohon, jadi aku memberikan tumpangan sampai Heliopolis tapi… mereka ikut ampai kemari."
"maaf bu, kami ini tidak bermaksud merepotkan, tadinya kami mencari penginapan tapi…" athrun menjelaskan.
"aku menawarkan mereka untuk menginap di rumah kita." Potong Andrew.
Aisha menghela nafas dan menatap cagalli yang sedikit gelisah. "kau kelihatan gelisah, merasa bersalah sama orang tuamu karena kabur dengan pacarmu."
"apa…apa…. Aku Cuma mau pinjam kamar mandi." Sahut cagalli kesal.
"ah...alisha…"
"andy… aku gak paham jalan pikiranmu…" aisha mengambil tas di tangan Andrew. "ya sudah, ayo masuk aku sudah siapkan makan malam. Hah… menyebalkan, ayo ku antar ke kamar mandi."
Cagalli mengikuti aisha, athrun membantu Andrew menurunkan barang-barang.
"jangan tersinggung dengan istriku, dia memang agak galak, tapi sebenarnya dia baik kok." Adrew menepuk pundak athrun. "sebenarnya ada apa denganmu? Siapa cagalli itu menurutmu?"
Athrun bersandar di truk. "aku mengerti, kelihatannya bukan sekali ini saja kau mengangkut penumpang."
"hahaha, Dacosta. Astaga istriku marah sekali waktu aku membawanya ke sini." Andrew duduk di atas tumpukan jerami. "aku gak sengaja mengangkutnya kemari, dia kabur dengan pacarnya, tapi masalah selesai mereka sudah menikah sekarang."
Athrun tersenyum.
"bagaimana kau belum menjawabku?" Andrew merangkul athrun masuk ke rumah.
"aku hanya merasa jenuh… ingin menemukan sesuatu yang baru," athrun tersenyum,"aku hanya bersenang-senang dengan cagalli, dia selalu mengajakku bertempur soal masalah kecil. Biasanya anak perempuan hanya menuruti apa dia ga… menyenangkan berkelahi dengannya."
Andrew tertawa. "kalian sangat lucu."
"apa yang kalian tertawakan?" Tanya aisha ketus.
Cagalli cemberut duduk di meja makan. Athrun menepuk bahunya.
"mama… kakak Cagalli sama sekali ga bawa baju." Keluh Alisha.
"nanti mama pinjamin, sayang" aisha mengecup kepala putrinya.
"bagaimana denganmu ath?" Tanya Andrew." Ah… baiklah aku punya beberapa baju nanti ku pinjamin deh."
"terima kasih." Sahut athrun. "maaf kami merepotkan."
"ah sudahlah, makan saja dulu, sekarang kalian tamu kami." Sahut aisha sambil mengambil makanan di dapur.
"ayo…ayo… silahkan di makan."
"apa?" Via terduduk lemas di sofa. "tapi kenapa baru ngomong sekarang stell."
"stellar takut,ma." Sahut stellar setengah menangis.
Shiho berusaha menenangkan stellar.
"oh ya tuhan, putriki di bawa kabur, putra ku membawa kabur." Via menepuk kepalanya. "astaga… mau jadi apa mereka."
"maafkan stellar ma…" stellar menangis. Shiho hanya bisa mengelus kepala stellar.
"sudahlah… ini bukan salah stellar. Mama mau istirahat dulu. Sakit kepala mama." Via meninggalkan stellar.
"sudahlah stell." Shiho memeluk stellar.
"aku takut sekali."
"berharap saja tidak terjadi apa-apa dengan mereka."
Stellar mengangguk.
"istirahat lah."kata kira. "aku mencari makan dulu."
"kira…maaf merepotkan."sahut lacus.
"aku yang seharusnya minta maaf. Aku yang memaksamu ikut." Kira menutup pintu hotel. Lacus menatap jendela.
Kira berjalan cukup jauh dan membeli makanan siap saji. Sebenarnya hatinya lagi gak keruan akibat pernyataan cinta lacus. Kira duduk sebentar di kursi taman.
"ah…. Apa ini sebenarnya…. Kesalnya, cagalli… athrun… lacus."dertttt." halo."
"kak kira? Bagaimana?"
"aku belum menemukannya. Mama gimana?"
"mama marah berat. Stellar takut banget ka…" stellar mulai nangis.
"maaf ya… tapi kalo aku menemukan mereka aku pasti ga ngasih ampun."
"tapi… mama juga gak suka ka kira membawa paksa lacus."
Kira menepuk jidatnya. "aku juga pasti akan dibantai."
Stellar ketwa. "kak usahakan cepat-cepat nemuin kak cagalli."
"stellar baik-baik jagain mama ya,kalau ada kabar kak kira telpon."
"kak kira… hem… jagain lacus ya… bye."
"bye…"
"ini pakailah." Aisha memberikan beberapa pakaiannya. "udah gak cocok lagi buat aku."
"tapi… ini rok… aku hanya pakai rok kalau sekolah."
"hanya itu yang ku punya. Baiklah, kau tidur dengan Alisha. Istirahatlah." Aisha mengecup kening Alisha dan memetikan lampu.
Diluar kamar ada athrun yang sudah mengganti pakaiannya."kau tidurlah dengan andy…kecil." Aisha mematikan lampu. "kau harus membantu di peternakan besok."
Athrun menatap seisi kamar dan duduk disisi ranjang.
"kak athrun…"
"hm…"
"menurut kakak apa kak cagalli itu cantik?"
Athrun terkejut. "bagaimana menurutmu?'
"dia cantik. Selamat malam."
"selamat malam." Athrun menatap langit-langit kamar. " apa yang sudah ku lakukan? Astaga…"
sementara cagalli gelisah.
"kak cagalli beruntung punya pacar keren, kakak kan gak cantik-cantik amat."
"apa?"
"seandainya aku sudah besar, aku bisa ngerebut kaka athrun."
"apa?" cagalli kesal sekali. "aku bukan pacarnya… ah ya ampun…"
"tapi… kalian sangat cocok bersama, kelihatannya dia menyukaimu."
"ah… kamu masih sepuluh tahun tau apa."
"ya sudah, aku mau tidur."
"ya sudah aku juga mau tidur."
"aku pu….lang, maaf terlambat." Kira mendapati Lacus tertibur di sofa. Kira menaruh makanannya. Dan mengambil selimut untuk lacus. "apa yang harus aku lakukan? Tunangan sahabatku menyatakan suka padaku… dan sahabatku lari dengan adikku." Kira kesal sendiri.
"ki…ra…" lacus terbangun.
"maaf aku membangunkanmu. Tidurlah… di sini di tempat tidur… biar aku yang di sofa."
"kira…"
"hem…"
"apa menurutmu athrun menyukai cagalli?"
"apa maksud mu?" kira duduk di sebelah lacus di sofa.
Lacus menatap kira. "aku sudah menyadarinya… sejak di Onogoro…waktu lomba marathon. Athrun belum pernah seperti itu sebelumnya."
"masa sih?"
"iya, athrun ga pernah perduli dengan perempuan sebelumnya, tapi dengan cagalli… dia senang sekali menggodanya." Lacus tertawa.
Kira menatap lacus."yah, kamu betul juga sih, sebenarnya bagaimana hubungan kalian saat ini."
"sejak kami di jodohkan,aku tau athrun hanya menganggapku seperti saudara sendiri. Aku pada awalnya menyukai athrun, tapi aku sadar perlakuannya terhadapku… hanya sebagai kakak terhadap adik."
"ah…" kira menyandarkan kepalanya di bahu lacus. " aku sendiri bingung sekarang harus gimana?"
Lacus menyandarkan kepalanya di kepala kira. "kira…"
"hmp…"
"aku mencintai mu."
"aku tau."
"lalu?"
"aku juga menyukai lacus."
"kira…"
"hmp…"
"have nice dream."
"mm…"
Lacus terlalu senang dengan semua kejadian ini dan tidur sambil tersenyum.
Cagalli sudah bangun dan mandi, kemudian membantu membereskan dapur. Dengan terpaksa cagalli memakai gaun simple bunga-bunga milik aisha. Alisha bahkan memaksa menguncir rambut cagalli.
"wah, kamu cantik juga kalo pake rok?" ejek athrun sambil meletakkan telur ayam.
"itu memuji atau menghina…" sahut cagalli cuek.
"memuji." Sahut athrun sambil menatap cagalli tajam.
Cagalli salah tingkah. Wajahnya memerah. " ka…kamu baru sadar ya kalau aku ini cantik."
Athrun bediri di sebelah cagalli yang sibuk memcuci piring bekas sarapan dan mencium pipi Cagalli. Karena kaget cagalli menjatuhkan piring.
"ada apa?" Tanya aisha.
Cagalli dan athrun cepat-cepat membersihkan pecahan piring.
"ah…" karena malu dan gugup dengan perbuatan athrun, cagalli terluka.
"maaf," athrun bergegas menghisap darah di jari cagalli.
Cagalli cepat-cepat menarik tangannya. "apaan sih? Kamu mau mempermainkan aku ya…" cagalli lari keluar dari dapur menuju halaman.
"cagalli…" teriak athrun.
"tunggu bersihkan pecahan piring dulu…baru kejar dia." Perintah aisha.
Athrun membereska pecahan piring dan mebuangnya ke sampah.
"ah kau ini terburu-buru sekali." Keluh aisha.
"maaf…"
"maksudku bukan soal piring, kelihatannya cagalli itu harus pelan-pelan mendapatkannya. Kamu tuh harus sabar. Dia itu agak keras kepala." Aisha mengambil alih pekerjaan cagalli. "pergilah… ntar dia nyasar. Ilang."
Tanpa babibu athrun langsung lari mencari cagalli.
Andrew memeluk aisha dari belakang. "anak muda jaman sekarang."
"berhenti melakukan ini. Nanti anak-anak lihat."
"menurutmu apa mereka bisa jadian."
"menurutmu? Cagalli juga menyukai athrun. Ku pikir jangan buru-buru dulu."
"ah… kalau kau tau waktu di mobil. Mereka itu bertengkar terus. Tapi… waktu tidur mereka sangat akur."
"cepat bantu cari cagalli…. Tanah ini luas nanti dia nyasar."
"biar athrun saja yang cari, aku gak mau ikut campur masalah mereka." Andrew mencium istrinya.
"sana pergilah."
"stellar mama kerja dulu…kasih kabar kalau kira telpon." Via masuk dalm mobil dengan keadaan kesal.
"iya… hati-hati ma…"
"iya… baik-baik di rumah. Jangan kabur."
Mobil via baru aja pergi mobil lain masuk ke tempat parkir.
"hai…." Sapa miri.
"kak miri…"
"haloo…"
"dearka? Kok kalian saling kenal?"
"oh dia, beberapa hari ini dia membantu kegiatan berburu foto. Mana kira dan cagalli?"
"oh…. Begini….masuk dulu kita cerita di dalam."
"oke…"
Setelah stellar menceritakan semua miri keliatan kaget.
"athrun berbuat itu? Kira juga? Ga masuk akal." Dearka syok ngedengarnya.
"astaga…" miri ga kalah syok.
"menurutmu apa hanya mereka yang bisa bersenang-senang? Bagaimana kalau kita susul mereka?" usual dearka sambil tersenyum nakal.
"hah… apa yang ada di otak mu sekarang sih…. Tante via bisa ngamuk kalau stellar juga menghilang." Miri memukul paha dearka.
"aku sih mau pergi… tapi aku ngomong mama dulu kalau dengan kak miri pasti di ijinin."
"ajak shiho… ajak yzak…wah pasti seru."
"yah terserah sih…" sahut Miri.
"kalo gitu stellar beres-beres dulu…. Nanti mampir di kantor mama."
"oke manis." Sahut dearka.
"oh ya tuhan…"
"aku telpon yzak dan shiho dulu…." Dearka berdiri menelpon di teras rumah.
"ka ayo…"
"mereka ke mana?" Tanya Miri.
"Heliopolis…"
"oke kalo gitu kita ijin ma tante dulu deh…"
"kita berangkat sayang…" panggil dearka.
"siapa yang kamu panggil sayang?" omel Miri.
"ya… Miriallia Haww dong."
Stellar tersenyum.
"ya sudah ayo jalan."
Agak lama updatenya maaf… sibuk banget banyak kerjaan kejar taget… fiuh akhirnya selesai juga… mengerjakan disela-sela jam makan siang…. Maafkan kalo g bagus ya… mohon dibaca dan di review…. Tx…
