Bora Ra, sosok alien bertubuh besar dengan armour dan palu raksasanya berdiri tegap di hadapan para tentara.
"Jadi ini para dewa yang merepotkan kalian?" komentarnya, "menyedihkan..."
Reverse tidak menanggapi dan kembali ke wujudnya semula. Tapi sebuah seringai kembali muncul di wajahnya.
Kamu jatuh terduduk. Rasanya seperti mimpi buruk yang sangat mengerikan. Sayangnya, ini bukan mimpi.
Tuan Najib, meski tampak terkejut namun dengan sigap memberi perintah, "semuanya! Pusatkan serangan pada ciptaan baru ini! Skuadron Harimau, kembali lepaskan misil!"
"Berhenti!" tiba-tiba Pakcik Nizam berteriak, wajahnya seputih kertas. "Dia mustahil dikalahkan oleh kita! Larilah!"
Tuan Najib sama sekali tak mempedulikannya. Suara pesawat jet kembali terdengar, menukik tepat ke hadapan Bora Ra. Para tentara juga langsung memuntahkan semua amunisinya.
Tepat saat misilnya diluncurkan–
"KUASA LUBANG HITAM!"
IN THE WORLD OF GODS
Disclaimer: BoBoiBoy © Animonsta, mengambil plot dari anime Re: Creators. Tidak mengambil keuntungan apapun dalam pembuatan cerita ini
Summary: "Selamat datang, BoBoiBoy. Di dunia para dewa."
Warning: OC Reverse! BoBoiBoy, OOC akut, Latar Real Life, Typo(s), Reader POV! Dll
SELAMAT MEMBACA!
Kamu tak mempercayai neraka yang kau lihat di hadapanmu.
Para tentara yang tadinya sangag berkuasa kini bergelimpangan. Semua senjata mereka hancur berkeping-keping, termasuk pesawat jet yang sekarang tergeletak di halaman dalam keadaan terbelah dua. Entah bagaimana nasib pilotnya.
"Hoo... aku dapat melihatnya dari sini. Di sebelah sana, ada peciptaku, bocah BoBoiBoy yang sekarat, dan... Power Sphera."
Suara Bora Ra membuatmu terperanjat. Kamu dapat melihat Bora Ra mulai berjalan mendekati tempatmu berada.
"Ochobot... berapa banyak energimu sekarang?"
Pertanyaan yang keluar dari mulut Pakcik Anas. Suaranya bergetar.
"Belum banyak, Pakcik. Tapi–"
"Kalau begitu cepat teleport (YN) dan BoBoiBoy ke tempat yang aman!"
Ochobot terkejut mendengar perintah tersebut.
"Pakcik tak ikut–"
"Energimu takkan cukup untuk membawa kami semua! Cepatlah! Kami... akan baik-baik saja–!"
"Tunggu! A-aku mana bisa meninggalkan Pakcik! Bukannya Pakcik lebih penting?!"
Kamu menyela. Dalam hati merasa tak adil hanya dirimu yang lari sementara para pendiri Monsta dihancurkan oleh ciptaan mereka sendiri. Tapi di sisi lain, rasa takut terus mendorongmu untuk menyetujui perintah Pakcik Anas.
"Hei, kalian sudah puas bersembunyi?"
Kamu terkejut saat melihat Bora Ra tahu-tahu sudah ada di depanmu. Tiba-tiba dia tertawa.
"Luar biasa! Aku bisa menghabisi BoBoiBoy, para dewa, dan mengambil Power Sphera teleportasi! Ini seperti memukul dua–tidak, tiga lalat sekaligus!"
Sungguh, otakmu sejak tadi sudah meneriakkan 'lari, lari.' tapi kakimu sama sekali tak mau bergerak. Lidahmu mendadak kaku, mulutmu tak mengeluarkan sepatah kata pun. Sepertinya Pakcik Nizam dan yang lainnya juga mengalami hal sama.
Matamu sempat melirik ke arah BoBoiBoy, yang masih terbaring tak bergerak di tanah.
Di saat seperti ini... biasanya BoBoiBoy akan bangkit dan menyelamatkan bukan? Tapi... sekarang...
"Kemari kau, Power Sphera!"
Ochobot tiba-tiba tertarik masuk ke genggaman Bora Ra.
"Tidak! Lepaskan aku! Lepaskan aku!" jerit Ochobot.
Lalu mata Bora Ra beralih ke arah kalian. "Sekarang... habislah kalian, para dewa!"
Jadi… semuanya berakhir di sini ya…?
Bora Ra langsung mengayunkan palunya.
Kamu hanya menutup mata, yakin bahwa ini adalah hal terakhir yang kamu ingat.
"Reverse: kuasa ke -24, BoBoiBoy Strings."
Tidak terjadi apa-apa.
Kamu kembali membuka matamu.
Gerakan Bora Ra di hadapanmu tampak terhenti. Penyebabnya adalah ribuan senar yang melilit dan mengunci gerakannya. Hal itu membuat Ochobot berhasil melepaskan diri dan terjatuh di sampingmu. Di belakangnya, Reverse berpenampilan dengan jaket abu-abu pendek yang dihiasi dengan motif garis-garis tak beraturan. Pose tangannya cukup untuk menjelaskan siapa pemilik senar tersebut.
Reverse… menyelamatkan kita?
Namun, alih-alih lega justru perasaan tidak enak menggelayuti tubuhmu. Pasti ada udang di balik batu.
"Hei, kenapa kau menghentikanku?!" seru Bora Ra.
"kau itu bodohmu, ya?" tegur Reverse. "Membunuh para dewa memang akan menyenangkan, tapi tak ada gunanya."
"A-apa?!"
Reverse melepaskan ikatan Bora Ra, lalu kembali seperti semula.
"Membunuh para dewa satu per satu hanya akan menciptakan dewa baru. Misalkan tadi kau menghabisi mereka, memang sempat terjadi ketidakseimbangan. Tapi segera aka nada dewa baru yang menggantikan posisi mereka. Begitu seterusnya, sehingga penderitaan kita akan terus berlanjut."
Bora Ra menggeram, "lalu apa yang harus kulakukan?!"
Tangan Reverse terangkat, jarinya menunjuk ke suatu arah. Gedung kantor Monsta Studio.
"Gedung itu," ujar Reverse, "adalah pusat kekuatan para dewa. Hancurkan itu, maka kekuatan mereka akan hancur selamanya."
Perasaan tidak enak tersebut seketika menjelma menjadi kepanikan.
Baiklah, mungkin kamu sama sekali tidak paham soal konsep perkantoran. Tapi kamu pasti tahu kalau gedung dan segala isi di dalamnya adalah aset penting perkantoran. Jika semua itu hancur, pasti Monsta Studio akan mengalami kerugian besar, lalu bangkrut dan serial BoBoiBoy akan diambil alih studio lain (jika beruntung) atau berhenti selamanya.
Sama seperti tujuan Kronos si Raja Titan menggulingkan takhta para dewa di Olympus dalam buku Percy Jackson!
Kepanikanmu semakin menjadi saat melihat Bora Ra kembali tersenyum.
"Boleh juga…" ujarnya, "Kalau begitu, kuhancurkan saja semuanya sekalian."
Bora Ra mengarahkan tangannya ke langit. Sesuatu yang berwarna hitam dia tembakkan.
"KUASA LUBANG HITAM!"
Sebuah lubang hitam raksasa muncul di langit. Skalanya mungkin setara dengan lubang hitam yang muncul di adegan klimaks film layar lebar BoBoiBoy yang pertama. Dan itu bukan fakta yang bagus.
"AAAAAAAA-!"
Tubuhmu mendadak terasa ditarik ke atas.
"Gravity pemberat!"
Kakimu kembali memijak di Bumi. Yaya (kamu hampir lupa dia ada di dekatmu sejak tadi sejak terkena serangan Reverse), meski terluka, berhasil membuat medan gravitasi yang menahanmu dan yang lainnya.
Tapi untuk berapa lama?
Kamu memandang sekelilng. Semua puing, bahkan bangkai pesawat ikut tertarik ke dalam lubang hitam. Para tantara yang masih bertahan tampak berusaha berpegangan pada benda di sekeliling mereka yang pastinya tak bertahan lama. Anehnya, Reverse, Adu Du, Ejo Jo, bahkan Bora Ra tampak sama sekali tak terpengaruh daya tarik lubang hitam. Apa ini kuasa Reverse?
"G-gedung kantornya…."
Matamu memandang nanar saat melihat sedikit demi sedikit material gedung Monsta seperti pecahan kaca, genteng, bahkan batu bata mulai bertebangan ke pusat gravitasi.
"(YN)! Pakcik! Lihat ke langit!" seru Ochobot.
Kamu mendongak. Hatimu mencelos saat melihat di pinggir lubang hitam tampak sebuah sambaran kilat -bukan, sambaran itu sama sekali tak begerak, tapi sedikit demi sedikit bertambah panjang. Itu persis dengan proyeksi yang diperlihatkan Ochobot waktu itu.
"Kenapa retakan itu bisa muncul sekarang?!" seru Pakcik Kee.
"Reverse… dia akan menggunakan gedung Monsta untuk mendobrak dinding antar dunia!" jawab Ochobot.
Kamu bahkan tak sempat berpikir kenapa dan bagaimana Reverse punya rencana sejauh itu dan apa hubungannya dengan gedung Monsta. Kamu hanya menunduk dalam-dalam, dirimu sudah dilanda keputusasaan.
"Pakcik…."
Suara lirih BoBoiBoy terdengar. Dengan mata setengah terbuka, BoBoiBoy menggenggam lemah baju Pakcik Nizam.
"Cepat… cepatlah lari…" lirihnya putus-putus. "Setidaknya… Pakcik… masih bisa… selamat…."
Pakcik Nizam menggertakkan giginya. Matanya tampak berkaca-kaca.
"Tidak… jangan katakana hal itu, BoBoiBoy!" teriak Pakcik Nizam tiba-tiba.
"Menyuruh kami lari dan membiarkan tokoh yang tidak jelas itu menghancurkan semua yang kami bangun selama bertahun-tahun? Aku tidak ingat pernah membuatmu melakukan hal sepengecut itu!"
Pakcik Nizam, dengan mata berkaca-kaca namun memancarkan api menatap mata BoBoiBoy lekat-lekat.
"Dengar, BoBoiBoy, pahlawan bumi dan pelindung galaksi yang kami ciptakan, tidak akan kubiarkan mati dengan cara seperti ini! Tidak akan!"
Kamu tertegun mendengar kata-kata itu. Dalam hati merasa kagum dengan tekad yang dikatakannya.
BoBoiBoy membalasnya dengan segaris senyum di wajahnya.
"(YN)!" panggil Pakcik Nizam tiba-tiba. "Gambar BoBoiBoy Cahaya yang dikirimkan Noriman padamu, cepat kirimkan pada Anas, Kee, dan Safwan sekarang!"
"Ba-baik!" sahutmu sambil mengambil ponselmu gemetar. Dalam hati bertanya-tanya kenapa hanya mereka, tapi kamu tak punya waktu untuk bertanya.
Pakcik Nizam mengambil ponselnya lalu tampak menelpon seseorang.
"Assalamualaikum. Dengar, ini darurat. Cepat berikan username dan password semua akun fanpage BoBoiBoy padaku!"
Tepat saat pesanmu terkirim, Pakcik Nizam menutup ponselnya.
"Anas, kau masuk ke akun fanpage Twitter! Kee, kau akun Facebook! Dan Safwan, kau akun Instagram!" perintah Pakcik Nizam sambil memberitahu nama dan kata kuncinya. "Kita memerlukan penerimaan dari seluruh media sosial!"
Tunggu… gambar BoBoiBoy Cahaya… penerimaan… jangan-jangan…
"Pakcik… mencoba mengaktifkan kuasa cahaya dengan penerimaan?!" serumu tak percaya.
Ini gila. Teori penerimaan itu bahkan belum tentu benar. Jika itu gagal-
"Cuma ini satu-satunya cara, (YN)!" jawab Pakcik Nizam.
Pakcik Anas, Pakcik Kee, dan Pakcik Safwan tampak sibuk dalam menentukan caption dan hastag yang tepat. Tentunya membuat hal tersebut tidak mudah di tengah gaya tarik lubang hitam dan puing-puing yang bertebangan.
"Lagipula, (YN)…" ujar Pakcik Kee tiba-tiba. "Memang sudah saatnya para fans seluruh dunia tahu wujud BoBoiBoy Cahaya yang sebenarnya!"
Dengan satu gerakan kasar, Pakcik Kee menekan tombol unggah. Begitu pula Pakcik Anas dan Pakcik Safwan. Lalu setelah itu mereka berulang-ulang menekan tombol refresh untuk mengetahui perkembangan hasil unggahan.
Menyadari itu, kamu dengan napas tertahan langsung mengecek media sosialmu.
Ini memang bukan jam yang ramai, tapi ini belum terlalu malam. Kumohon setidaknya cukup banyak yang aktif!
.
.
.
boboiboy korang siap jumpa dengan BoBoiBoy Cahaya?
are you ready to meet BoBoiBoy Light?
#boboiboygalaxy #areyouready #shinyboy
disukai oleh pujakerangajaib, ululululu_lu, dan 306 lainnya
lihat semua 102 komentar lainnya
vegacentauri wahh! terbaik!
kvlk_sogg SO SHINE!
tampandanberani boboiboy cahaya hensem sangat!
.
.
.
"LUAR BIASA!" serumu kagum.
Jumlah like, comment, repost, share, retweet, dan lainnya naik dengan pesat. Meski tidak sepesat yang kamu inginkan, tapi jumlah ratusan tersebut sudah sangat baik.
"Syukurlah! Kita mendapat banyak penerimaan!" seru Pakcik Nizam lega.
Semuanya lalu menatap BoBoiBoy, yang matanya sudah terpejam. Menunggu sesuatu terjadi dengan napas tertahan.
Jika teori itu benar, maka semuanya akan selamat. Tapi… jika tidak….
Bzzt!
"Eh?! Kuasa Cahaya tiba-tiba aktif!?" seru Ochobot tak percaya.
Kamu terperangah. Kamu dapat melihat jam kuasa BoBoiBoy tampak diselubungi oleh hologram, dan samar-samar simbol kuasa cahaya muncul di layarnya.
Bzzt! Bzzt! BZZZZZT!
Hologram itu merambat hingga menyelubungi seluruh tubuh BoBoiBoy. Membuatnya terangkat beberapa senti dari tanah, lalu tubuh BoBoiBoy terpecah menjadi ribuan hologram kecil.
Tetapi pecahan hologram tersebut alih-alih menghilang, justru bergerak dinamis. Mereka bergerak, membentuk sesosok manusia yang berdiri tegak. Seseorang yang memakai topi yang sedikit dimiringkan ke kiri, jaket, celana dan sarung tangan yang semuanya serba putih.
"Aku… BoBoiBoy Cahaya!"
TBC
Setelah lebaran akhirnya bisa update juga… OAO
Selamat hari raya idul fitri! Mohon maaf lahir dan batin! \(^O^)/
Maafkan Author yang tidak bisa upate dengan lancer. Maafkan Author yang hobinya goleran jadinya ficnya ngaret. Maafkan chapter ini pendek TAT #udahmaafannya
Yep, part ini akan bersambung di chapter selanjutnya! Stay tuned ya! XD
REVIEW! REVIEW! REVIEW!
