It's super late, I know, I'm sorry
~I just own the story, DLDR, RnR~
ªß©ƒ
Because It's A Date
"Jadi bagaimana dengan rancangan gaun pengantin untuk temanmu itu?" Tanya jongdae.
Beberapa hari telah berlalu dan Baekhyun kembali menjalani hari-harinya seperti biasanya. Dia dan Chanyeol masih sering bertukar pesan setiap harinya namun mereka belum bertemu kembali sejak kejadian di restoran kala itu. Sebenarnya Chanyeol mengajak Baekhyun makan siang hari ini namun Baekhyun telah memiliki janji dengan Jongdae.
"semuanya telah selesai, kau akan melihat betapa cantiknya gaunku itu saat kau datang ke pesta pernikahan Kyungsoo". Jawab Baekhyun sambil tersenyum.
"kau harus akui bahwa gaunmu tidak akan cantik tanpa bantuan pattern maker andalanmu ini" ujar Jongdae sambil tertawa. Baekhyun mengenal Jongdae baru satu tahun yang lalu, namun keduanya menjadi akrab dalam waktu yang cepat. Pembawaan Jongdae yang terbuka, tomboy dan easygoing memang membuatnya mudah dekat dengan siapa saja.
Mereka pun kembali bercakap-cakap ringan sambil menikmati secangkir teh dan kue di salah satu cafe dekat studio Jongdae. Baekhyun baru saja selesai mendiskusikan rancangannya kepada Jongdae saat hari telah menjelang sore, jadi mereka berdua memutuskan untuk meminum teh setelahnya.
"well, you said that you met your old friend on the day you cancel our meeting, didn't you?" tanya Jongdae.
"yup, my childhood friend to be exact. Sudah lama kami tidak bertemu dan tidak berkomunikasi. Baru-baru ini aku bertemu dengannya dan kami pun berteman kembali". jawab Baekhyun.
"wait, berteman kembali? memangnya kalian dulu bermusuhan?" tanya Jongdae.
"well, we're not exactly hostile. hanya saja kami berpisah tidak dalam keadaan yang baik. I was foolish and he did something I didn't like, that's it". jelas Baekhyun.
Jongdae memicingkan matanya penuh selidik dan tersenyum penuh arti "so your friend is a 'he'… I see"
Baekhyun memukul lengan Jongdae pelan "memangnya kenapa? can't woman and man be a friend?".
Jongdae hanya kembali tertawa "Yes they can, if the feeling doesn't involved".
Baekhyun hanya dapat tertawa dengan canggung, perkataan Jongdae barusan entah kenapa menyadarkan sesuatu dalam diri Baekhyun. Mereka bisa berteman, jika perasaan tidak terlibat di dalamnya. Namun perasaan Baekhyun sudah terlibat sejak lama. Beberapa detik kemudian Baekhyun menggelengkan kepalanya berusaha untuk menyingkirkan pikiran tersebut. Tidak, dia sudah menyelesaikan hal ini. I've been sorted out my feeling about Chanyeol. Mereka telah berbaikan, mereka telah kembali menjadi teman. Itu merupakan skenario terbaik yang tidak pernah Baekhyun bayangkan sejak kedatangannya ke Korea. Lagipula tinggal 3 bulan lagi sampai hari yang dinantinya tiba, Baekhyun sedang menghitung hari…
Jongdae yang tidak menyadari kecanggungan Baekhyun kembali melanjutkan celotehannya. "tenang saja, aku yakin kau bukanlah orang yang seperti itu"
Baekhyun hanya dapat tersenyum tipis menanggapi perkataan Jongdae.
"sudahlah, kita ganti saja topik pembicaraannya. by the way how is your upcoming fashion show?". tanya Jongdae
"It's doing well. aku sudah mendapatkan model untuk runway nya dan yang perlu aku lakukan sekarang hanyalah memastikan bahwa semuanya berjalan lancar sampai selesai".
"it's good, I don't like seeing you tiring yourself". Jongdae kembali tersenyum "it's just 3 months left right?"
"yes" jawab Baekhyun singkat.
"apakah tidak apa-apa jika kau menyerahkan semuanya kepada Kris?" tanya Jongdae.
Baekhyun hanya tersenyum "tidak apa-apa" jawabnya "lagipula ibuku ikut mengatur semua persiapannya, aku percaya pilihan mereka"
"lantas bagaimana dengan keinginanmu untuk berhenti? apakah kau sudah memikirkannya kembali" tanya Jongdae, raut wajahnya berubah serius.
"ya, aku sudah mempertimbangkannya sejak lama. Aku memang suka fashion dan lainnya namun aku tidak benar-benar menyukai pekerjaanku. Belakangan juga aku baru sadar bahwa aku melakukan semua ini hanya untuk membuat ibuku senang. Tapi kini aku mempunyai alasan yang baik untuk membicarakannya dengan ibuku".
"dan bagaimana menurut ibumu?" tanya Jongdae.
"ibu setuju, malah ibuku meminta maaf karena dia merasa bahwa dia telah memberiku profesi yang tidak aku sukai. ibu mengira bahwa aku menyukai apa yang aku lakukan karena aku tidak pernah mengeluh. Bagi ibu kebahagiaan anaknya adalah yang utama, karena itulah ibu tidak pernah melarang Luhan unnie saat dia meniti karier modelingnya".
"you have amazing mother" ucap Jongdae.
"I know" jawab Baekhyun.
"tapi apa kau yakin inilah yang kau mau? bahwa kau benar-benar akan berhenti?" tanya Jongdae.
Baekhyun memandang wajah Jongdae dengan teliti sehingga dia dapat membaca raut wajah sahabatnya tersebut dengan baik, Baekhyun melihat kekhawatiran disana. Baekhyun pun menjawab pertanyaan Jongdae dengan seluruh kesungguhan yang dia miliki.
"aku yakin aku tidak akan menyesali pilihanku untuk berhenti".
Jongdae menggenggam tangan Baekhyun "baiklah, tapi kau harus tahu bahwa apa pun pilihanmu, aku akan selalu mendukungmu".
Baekhyun balas menggenggam tangan Jongdae erat "terima kasih".
Saat itulah loceng di Café itu berbunyi, pertanda bahwa ada pembeli yang baru masuk. Jongdae melepaskan genggaman tangan Baekhyun untuk kemudian menutup mulut dengan tangannya sambil memekik pelan.
"oh astaga, apakah aku salah lihat?" pekiknya.
Baekhyun yang ikut teralihkan perhatiannya, berbalik dan mengikuti arah pandang mata Jongdae dan dia hanya dapat mendecah kesal saat melihat Chanyeol – masih dalam pakaian kerjanya yang formal – masuk kedalam Café.
"Bukankah dia CEO dari Skynet group?" untuk apa dia kesini?" ucap Jongdae bertanya-tanya dan penuh rasa penasaran.
"Ya, untuk apa dia kesini?" Ucap Baekhyun, hanya saja suaranya agak terdengar dingin. Sedikit banyak Baekhyun bisa menebak untuk apa Chanyeol kesini. Dan tebakannya terbukti benar saat Chanyeol mengedarkan pandangannya ke seluruh isi Café dan berhenti tepat ke arah Baekhyun.
"Yah!" teriak Jongdae pelan "tidak seharusnya kau berbicara sesinis itu. Park Chanyeol is The Most Wanted Bachelor Of The Year and he's simply tempting. kau mungkin tidak mengenalnya karena kau tinggal di China".
"apakah kau penggemar?" tanya Baekhyun.
"is it wrong if I admire him?, haruskah aku mengulang julukannya kembali?" tanya Jongdae "The Most Wanted Bachelor Of The Year, tentu saja hampir semua wanita menginginkannya. apakah kurang jelas?"
"I got it"
Jongdae kembali melanjutkan "sayangnya banyak yang bilang bahwa dia gila kerja, tapi menurutku itu wajar karena dia adalah CEO termuda di Korea saat ini dan.."
Kalimat Jongdae tiba-tiba terhenti dan dia menggeser posisi duduknya ke arah Baekhyun sembari berbisik "apakah ini perasaanku saja atau memang benar bahwa dia sedang memperhatikan kita?"
Baekhyun mengalihkan perhatiannya kepada Chanyeol yang saat itu sedang berada di kasir dan memang benar bahwa sorot mata pria tersebut diarahkan kepada mereka. Saat Chanyeol menyadari bahwa Baekhyun memperhatikannya, dia mengedipkan mata. Jongdae memekik pelan di dekat telinga Baekhyun.
"apa maksudnya itu?" tanya Jongdae sambil berbisik.
"kau akan tahu nanti" jawab Baekhyun.
Keduanya hanya dapat terdiam saat Chanyeol mendekat ke arah kursi mereka.
"can I sit with you ladies?" tanya Chanyeol sopan.
Jongdae hanya dapat mengangguk dengan penuh kebingungan. Chanyeol pun menarik salah satu kursi di samping Baekhyun dan ikut duduk.
"you must be Jongdae right?. I'm Chanyeol, Bou Xian's childhood friend. by the way, I'm sorry for intruding your tea time"
Jongdae melihat Baekhyun dan Chanyeol bergantian dengan raut wajah penuh kebingungan. "teman masa kecil?" tanyanya pelan, dia kemudian bertanya kepada Chanyeol "apakah kalian baru saja bertemu kembali belakangan ini?"
Chanyeol hanya mengangguk sambil tersenyum dan Jongdae langsung berbalik ke arah Baekhyun dengan cepat "Bou Xian!, kau tidak pernah bilang bahwa teman masa kecilmu itu adalah park Chanyeol!"
Baekhyun hanya dapat tersenyum "kau tidak pernah bertanya" jelasnya "intinya, kau sekarang sudah tahu siapa teman lamaku itu"
"well, I still need the details" tuntut Jongdae.
Baekhyun hendak menjawab pertanyaan Jongdae saat Chanyeol memotong perkataan mereka. "sebenarnya aku kesini untuk meminta ijin".
Jongdae mengerutkan alisnya bingung "meminta ijin? untuk apa?".
"aku sebenarnya ingin mengajak Bou Xian makan malam. aku tahu bahwa kalian telah punya janji dan sebagainya, so.."
Jongdae hanya dapat mengangguk "baiklah, kalian bisa pergi. lagipula urusanku dengan Baekhyun telah selesai". Dia kemudian memberi isyarat ke arah Baekhyun dengan tangannya dan Baekhyun tahu apa yang Jongdae maksud. call me.. sepertinya Jongdae akan menanti penjelasan dari Baekhyun sesegera mungkin.
Chanyeol kemudian berdiri dan menarik tangan Baekhyun. "baiklah kalau begitu terima kasih. ngomong-ngomong, bill kalian telah aku bayar tadi".
Baekhyun pun ikut bangkit "see you later, Jongdae"
Jongdae tersenyum dengan antusias "sure, I'll be glad to see you soon".
Baekhyun hanya dapat mengerang dalam hati. Sudah dipastikan jika mereka bertemu lagi, Jongdae akan mencecarnya dengan berbagai macam pertanyaan mengenai Chanyeol.
ªß©ƒ
Chanyeol membawa Baekhyun ke mobilnya yang tepat diparkir di depan café tersebut. sejauh ini Chanyeol belum memberitahu Baekhyun kemana dia akan membawanya pergi.
"Yeol, kemana kau akan membawaku pergi?" tanya Baekhyun.
"kau akan tahu nanti" Jawab Chanyeol sambil tersenyum.
Baekhyun kemudian menggenggam tangan Chanyeol yang saat itu berjalan di depannya, berusaha untuk menghentikan pria itu untuk berjalan lebih jauh.
"Yeol, aku sedang tidak berpakaian yang pantas untuk makan malam". jelas Baekhyun sambil menunjuk dirinya.
Chanyeol mengerutkan keningnya dengan tidak suka. Dia memandang penampilan Baekhyun dengan seksama.
Menurutnya penampilan Baekhyun baik-baik saja, dia tetap cantik seperti biasanya. Mata Chanyeol menelususi penampilan Baekhyun dimulai dari ankle strap manis yang menghiasi kakinya, naik menelusuri cardigown berwarna coklat yang membungkus tubuh mungilnya dan dress sepanjang lutut dengan sedikit aksen bunga berwarna kuning yang menunjukkan kaki jenjangnya dengan anggun. Rambutnya yang panjang lagi-lagi dibiarkannya tergerai bebas, jatuh dengan indah melewati bahunya. Make-up yang dipakainya tipis namun mampu menonjolkan keunikan wajahnya. Tatapan Chanyeol jatuh kepada bibir Baekhyun yang saat itu sedang terkatup rapat, diam-diam dia bertanya dalam hati apakah Baekhyun memakai lipstik khusus yang dapat membuat bibirnya terlihat begitu menggoda.
"yeol!"
Seruan Baekhyun menyadarkan Chanyeol dari lamunan singkatnya, dia kemudihan berdehem untuk meredakan tenggorokkannya yang tiba-tiba terasa serak.
"Don't be ridiculous Baek, you look fine for me" Ucap Chanyeol.
Baekhyun sebenarnya berusaha untuk memprotes namun Chanyeol memotongnya dengan cepat dan mendorong Baekhyun secara lembut kedalam mobilnya.
ªß©ƒ
Baekhyun lah yang pertama kali membuka pembicaraan saat keduanya telah berada dalam mobil. Meskipun sebenarnya dia agak sedikit kesal karena Chanyeol tidak memberitahunya kemana mereka akan pergi.
"bagaimana kau tahu aku ada di café?" tanya Baekhyun, dia sedikit memicingkan matanya ke arah Chanyeol yang saat itu tengah memusatkan perhatiannya ke jalan di depan mereka "kau tidak membuntutiku kan?"
"seriously Baek! apakah aku terlihat seperti penguntit bagimu?" jawab Chanyeol, dia menarik nafas dengan berat sebelum menjelaskan lebih jauh. "kau bilang kau akan menemui temanmu yang bernama Jongdae. so, aku mencari orang yang bernama Jongdae yang mungkin menjadi kenalanmu disini. aku menemukannnya dan aku pergi ke studionya tapi asistennya memberitahuku bahwa kalian berdua sedang pergi ke café"
"ya ampun yeol, kenapa kau keras kepala sekali?" tanya Baekhyun "aku kan sudah bilang kalau aku tidak bisa makan siang denganmu"
"justru itu" jawab Chanyeol "karena kau tidak bisa pergi makan siang denganku, aku berinisiatif untuk mengajakmu makan malam". Chanyeol kemudian mengalihkan tatapannya sebentar ke arah Baekhyun sambil tersenyum.
Baekhyun pun tak bisa menahan diri untuk membalas senyuman Chanyeol "baiklah aku kalah, tapi jika ternyata tempat makan pilihanmu menyajikan makanan yang tidak kusukai aku tidak akan pernah mau ikut denganmu lagi".
"don't worry princess. I know you so well jadi aku tahu dengan pasti apa yang kau suka dan apa yang tidak kau sukai" jawab Chanyeol dengan bangga.
"we'll see" ucap Baekhyun "kau harus membuatku terkesan dengan pilihanmu mengingat kau sudah menganggu acaraku dengan Jongdae unnie"
Chanyeol hanya tertawa, tawanya terdengar dalam dan hangat "kau tidak usah khawatir, aku pikir dia tidak keberatan sama sekali".
Baekhyun hanya tersenyum miris. "dia memang tidak keberatan tapi saat aku bertemu lagi dengannya, dia pasti akan menagih cerita lengkap tentangmu, sekarang pun aku tidak mau membayangkannya".
Chanyeol hanya tertawa sementara Baekhyun duduk dengan wajah cemberut di sebelahnya.
"okay" jawab Baekhyun "just laugh as you want, I'll make sure to tell Jongdae all the bad things of yours"
Masih dengan tertawa lepas Chanyeol menjulurkan tangan kirinya dan mengacak rambut Baekhyun yang saat itu sedang menunduk. "aku tidak menertawakanmu Baek, I just missed the lovable pout of yours". ujarnya lembut.
Sedikit senyum muncul di bibir Baekhyun saat dia mendengar perkataan Chanyeol namun sedetik kemudian dengan cepat dia balas menjulurkan tangannya dan menarik telinga kiri Chanyeol. Meskipun tarikannya terbilang pelan, tindakannya tersebut membuat Chanyeol kaget dan kebingungan.
"apa maksudnya ini? pembalasan?" tanya Chanyeol "aku sedang menyetir Baek" Ucap Chanyeol. Tatapannya tetap terfokus ke jalan didepannya meski kepalanya agak miring sebab telinga kirinya masih dalam genggaman Baekhyun. Baekhyun yang menyadari posisi Chanyeol yang lucu, kini tertawa.
"revenge?" tanya Baekhyun "of course no, I just missed the infamous ears of yours" jelasnya, sedetik kemudian dia melepaskan tangannya dari telinga Chanyeol dan tersenyum kepada sahabatnya tersebut.
Chanyeol pun ikut tersenyum mendengar penuturan Baekhyun, yah, meskipun kalimat yang digunakannya agak mengejek.
ªß©ƒ
Mereka makan malam seperti biasanya. Nyatanya Chanyeol mengejutkan Baekhyun dengan restaurant yang dipilihnya karena restaurant tersebut merupakan tempat yang biasa mereka datangi saat mereka kecil dahulu. Bertahun-tahun telah berlalu dan tentu saja restauran tersebut kini telah berubah, sudah dilakukan renovasi di beberapa bagiannya. Namun para pegawai dan koki restauran tersebut masihlah orang yang sama sehingga Baekhyun dapat merasakan sensasi nostalgia di tempat tersebut.
Obrolan santai mengalir dengan alami selama makan malam diantara keduanya, mulai dari membiacarakan Seoul yang sudah banyak mengalami perubahan sampai perbincangan mengenai pekerjaan masing-masing. Namun saat hidangan penutup disajikan, Chanyeol mulai mengutarakan tujuan utamanya mengajak Baekhyun makan malam.
"kau memintaku menemanimu ke acara ini?" tanya Baekhyun, terselip keraguan di nada bicaranya.
"ini adalah annual general meeting Baek, acara tahunan yang biasa kami rayakan. Hanya Board of Directors dan beberapa kolega bisnis yang datang ke acara ini. Beberapa diantara mereka adalah teman baik ayahmu. Kedua orangtuaku juga akan datang, bukankah kau ingin bertemu dengan mereka?" ucap Chanyeol.
"ya tentu saja aku ingin" jawab Baekhyun "but it is parties and cooperate event, isn't it?"
"ya memang" jawab Chanyeol "tapi kita juga melakukan charity dengan mengadakan pelelangan, malah pelelangan tersebut adalah asalah satu acara utama disini".
"kau bilang acara ini minggu depan? tanya Baekhyun.
"ya" jawab Chanyeol cepat.
"tidakkah kau punya orang lain yang lebih pantas untuk diajak?" jawab Baekhyun dengan ragu "bukankah biasanya orang datang dengan pasangan mereka di acara-acara seperti ini?"
Chanyeol mengeryitkan dahinya, kedua alis tebalnya mengkerut. Baekhyun sangat mengenal ekspresi tersebut, Chanyeol hanya menunjukkannya saat dia tidak suka akan sesuatu.
"aku tidak suka kau merendahkan dirimu seperti itu" jawab Chanyeol, kau adalah salah satu orang terdekatku jadi kau lebih dari pantas untuk datang ke acara ini. lagipula selama pertemuan kita apakah aku pernah bilang bahwa aku sedang dekat dengan seseorang?"
Baekhyun menggelengkan kepalanya dengan ragu-ragu, dia tidak menyangka bahwa Chanyeol akan berbicara seperti itu, namun tak dapat dipungkiri bahwa dia merasa bahwa pertanyaannya selama ini telah terjawab. Sejujurnya, jauh di lubuk hatinya Baekhyun ingin tahu apakah Chanyeol memiliki seseorang yang special di kehidupannya. Meskipun cukup terkenal di depan media mengenai kesuksesannya, Chanyeol merupakan orang yang menutup kehidupan pribadinya dari publik. well, sebenarnya telah beberapa kali Chanyeol digosipkan dekat dengan seseorang namun dia tidak pernah memberikan pernyataan resmi mengenai rumor-rumor tersebut. Namun, bukan berarti tidak ada sosok wanita dalam kehidupan Park Chanyeol. Dalam beberapa acara – baik resmi maupun tidak resmi – Chanyeol membawa pendamping wanita – biasanya mereka adalah putri dari kolega bisnisnya – hanya saja dia belum pernah mengumumkan bahwa dirinya memiliki kekasih. thus, he's known as the cold businessman by the public.
Sisa waktu makan malam mereka pun dihabiskan Chanyeol untuk membujuk Baekhyun supaya perempuan tersebut datang ke acara itu bersamanya. Namun Baekhyun belum bisa memutuskan, bahkan sampai saat ini, saat mereka telah selesai makan dan Chanyeol sedang mengantarnya pulang ke apartemen miliknya. Untuk orang lain mungkin tawaran Chanyeol is not a big deal, tapi hal tersebut berbeda bagi Baekhyun. Semua orang pasti akan mempertanyakan siapa gerangan wanita yang datang bersama Chanyeol. Chanyeol mungkin saja mengatakan bahwa mereka adalah teman, namun beberapa spekulasi tetap akan muncul. Itu karena publik selalu bertanya-tanya akan kehidupan asmara Park Chanyeol, mereka tidak akan berhenti sebelum mereka menangkap basah Chanyeol memiliki kekasih. Well, sejujurnya Baekhyun tidak usah takut dengan rumor-rumor tersebut karena kalaupun rumor tersebut muncul, orang-orang terdekatnya tahu mengenai kebenarannya. Hanya saja ada orang lain yang Baekhyun khawatirkan akan salah paham mengenai hal ini..
Nampaknya Baekhyun terhanyut dalam pemikirannya sehingga dia tidak menyadari bahwa Chanyeol tengah berbicara dengannya. Dia juga tidak menyadari bahwa mereka telah sampai di apartemen miliknya. Lamunannya terputus saat Chanyeol memanggil namanya.
"Baek" Panggil Chanyeol, untuk yang kedua kalinya.
"Ya?" Baekhyun menjawab dengan sedikit terlonjak mencoba mengingat apa yang baru saja Chanyeol katakan.
"Kita sudah sampai". Chanyeol kemudian melepas sabuk pengamannya dan turun dari mobil. Dia berjalan memutar ke arah kursi penumpang dan membantu Baekhyun turun.
"apakah kau sudah lelah?" tanya Chanyeol sedikit khawatir.
Baekhyun menggelengkan kepalanya cepat "tidak, aku hanya sedang memikirkan sesuatu tadi".
Chanyeol menghembuskan napas panjang dan memandang Baekhyun lekat-lekat. Dia tahu benar apa yang Baekhyun pikirkan tapi dia sangat menginginkan kedatangan Baekhyun. "aku sangat ingin kau menemaniku ke acara ini baek. kau tidak perlu mengkhawatirkan apapun".
"Baiklah" setelah memikirkan selama beberap detik Baekhyun pun mengangguk. poin tambahan menjadi sahabat Chanyeol sejak kecil adalah bahwa Baekhyun dapat melihat kesungguhan dari perkataan yang baru saja Chanyeol utarakan. Baekhyun mencoba berpikir rasional, tidak ada salahnya bahwa dia menemani Chanyeol ke acara tersebut.
Chanyeol tersenyum, senyum ciri khasnya yang lebar dan menampilkan semua deretan gigi putihnya yang rapi. Tiba-tiba saja dia terlihat antusias dan lega. Dengan langkah ringan dia mengantar Baekhyun menuju apartemennya. Rsepsionis yang berjaga di pintu depan bangunan menyapa mereka berdua dengan ramah. Chanyeol dan Baekhyun hanya tersenyum dan masuk ke dalam lift yang akan mengantar mereka ke lantai atas.
Karena saat itu hari sudah malam, hanya ada mereka berdua di dalam lift tersebut.
"okay, karena kau sudah setuju. apakah kau punya waktu luang besok?" tanya Chanyeol.
"sayangnya tidak" Jawab Baekhyun, dia mulai bingung akan arah pembicaraan Chanyeol. "tapi aku libur besok lusa".
"great!" seru Chanyeol "lusa aku hanya memiliki rapat pada pagi hari. kalau begitu aku akan menjemputmu sekitar pukul 10. kau harus sudah siap saat aku menjemputmu, okay?"
Baekhyun hendak bertanya namun pintu lift terbuka, mereka telah sampai dilantai yang mereka tuju. Chanyeol keluar dari lift diikuti oleh Baekhyun.
"menjemputku?" tanya Baekhyun sambil berjalan beriringan dengan Chanyeol "memangnya kita akan pergi kemana?"
"well, tentu saja untuk fitting baju" jawab Chanyeol "acara nanti adalah acara formal jadi kita memerlukan baju yang sesuai. Dan karena kau adalah desainer, aku ingin kau memilihkan baju untukku and of course untuk dirimu juga".
"okay" jawab Baekhyun. pembicaraan mereka terhenti tepat saat keduanya telah mencapai pintu apartemen Baekhyun.
"good night yeol. thanks for tonight and be safe on the way home" ujar Baekhyun sambil memeluk Chanyeol singkat.
Chanyeol balas memeluk Baekhyun dengans sebelah tangannya, dan melepaskannya saat wanita itu berbalik untuk membuka kunci "sweet dream baek".
Baekhyun tersenyum manis dan mengangguk singkat "see on the next two days then" ucapnya, dia sebenarnya hendak menutup pintu namun Chanyeol menahannya.
Baekhyun pun menatap Chanyeol, menunggu pria tersebut mengatakan sesuatu. Mereka terdiam selama bebrapa detik sebelum Chanyeol akhirnya berbicara.
"I hope you look forward to it, because it's a date"
ªß©ƒ
I'm sorry for this super late update but I was hospitalized for some days back then and unwillingly took absent from some classes.
Dan absen lebih dari seminggu itu nyebelin banget, pas masuk kuliah ternyata banyak banget ketinggalannya.
so I have to catch up my studies first.
maaf juga kalo chapter ini kurang memuaskan soalnya aku lagi uts minggu ini, dan minggu depan juga -"
doain aku semoga hasilnya bagus ya, jadi aku bisa update lebih cepat juga :).
see you soon then :D ;)
P.s 1 atau 2 chapter ke depan probably about their relationship development, don't worry, there will be some problems soon. gak seru kalo problemnya cuma dikit, hehe :D
