Author's note : HWAAAAAAAAAAAAAAAA saia minta maap sebesar2nya iaaahh saia uda absen 2 thn di fanfic world . Ampuni saiaaa TT^TT saia cman berharap fic saia yg gmn gtu ini msi ada yg mau baca wqkwqkwqkwq okeee stelah absen lama saia mau updet fic ini lagiii wqwqwqwq ada ide g ada ide toh nanti kluar2 sendiri, ya gak wqwqwqw (digetok pembaca) aw ia ampun ampun langsung ke crita aja iah ^^
Chapter 7: Revealing The Truth
The things I want
The things I want to do
You understand more than anyone else
The things you want to say
The things you want to give
I know all of them
I have not yet received a call
Have not left a message
It must be your lonely missing
Jay Chou – Secret Signal
#Sakura's POV#
Entah kenapa. Aku benar-benar tidak dapat mempercayai apa yang baru saja kulihat. Aku seperti dibawa ke masa lalu dimana aku berperan sebagai "Sakura" di masa itu. Namun aku masih tidak mengerti. Kenapa ? kenapa semuanya harus berakhir seperti itu?
Dan apa yang terjadi dengan onii-chan setelahnya. Lalu salah seorang gadis kecil itu menggandeng tanganku.
"Ikutlah denganku. Setelah kau melewati pintu itu. Kau akan mengerti…"
Tidak. Sebenarnya aku bukannya tidak ingin mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Aku hanya….merasa takut. Aku takut kehilangan. Itulah ketakutan terbesarku selama ini. Namun aku tetap saja mengikuti langkah gadis kecil itu. Ketika pintu terbuka, pada awalnya aku tak dapat melihat apa-apa. Yang kulihat hanyalah kabut putih pekat. Tidak, ini bukan kabut. Tapi embun karena udara dingin yang berlebihan. Udara di sana memang terasa sangat dingin sekali. Ruangan itu tidak begitu luas seperti ruangan sebelumnya. Namun aku dapat melihat sesuatu di tengah ruangan itu. Sesuatu seperti…..kotak? entahlah, kotak itu tidak berukuran biasa. Kotak itu terlihat besar dan berat. Ketika aku berjalan mendekat lagi, aku mencoba menggapai-gapai kotak tersebut. Bukan….ini bukan sekedar kotak biasa. Ini seperti peti. Karena rasa penasaran lebih menguasai diriku, maka aku pun menggeser penutup peti.
"…mus…tahil…."
Aku sunggu terkesima. Tidak, tapi terkejut bukan kepalang ketika melihat apa yang ada di dalam peti itu. Aku? Seseorang yang sangat mirip sekali denganku. Warna rambut kami sama, wajah kami pun juga mirip. Siapa dia?
"Sakura-chan" kata seorang pemuda di belakangku seolah-olah dapat membaca isi kepalaku. Bunyi suara langkah kakinya semakin mendekat dan mendekat. Wajahnya tidak nampak jelas, namun ia terus berjalan mendekat. Hingga aku dapat melihat wajahnya dengan jelas sekali…
"KAU-"
"Aku tahu, kau pasti terkejut. Tapi tak perlu cemas, Kura-chan."
Aku hanya bisa diam saja menatap seseorang yang ada tepat di hadapanku saat ini. Seseorang yang selama ini kucari, seseorang yang telah lama hilang, seseorang yang sangat kunanti kepulangannya selama 10 tahun ini. Ya...dia Oni-chan, Seta Souji.
"Ikutlah bersamaku, Kura-chan. Aku tahu selama ini kau selalu menderita. Tapi kini kau bisa terus bersamaku selamanya, kita tak akan terpisahkan lagi." Aku tetap terdiam. Aku sangat rindu dengan sosok yang ada di depanku saat ini. Namun ada sesuatu yang membuatku merasa "tidak aman", berbeda saat aku bersama Oni-chan sebelum-sebelumnya.
"Seperti yang sudah kau lihat di sana, Kura-chan, di tahun 2013 ada pembunuhan pasien-pasien penderita kronis yang dilakukan orang luar yang berhasil menyusup kedalam. Identitas pembunuh itu tidak diketahui karena setelah kejadian itu sang pembunuh menghilang beserta dengan barang buktinya. Kelima pasien itu akhirnya meninggal entah dibunuh atau karena penyakitnya yang kambuh. Dan yang terakhir meninggal adalah kau, Kura-chan. Kau tak ingat semua itu?" kata orang yang ada di hadapan ku ini sambil melangkah mendekatiku yang semakin terpojok.
"Bagaimana mungkin aku bisa ingat ! aku tak pernah kemari, lagipula aku tak yakin kau Oni-chan, heumph!"
Souji pun menengadah. Jubah hitam yang dikenakannya tersibak ke samping. Lalu ia mengamatiku lebih dalam.
"Replika yang sempurna."
"apa maksudmu? Replika?"
"Kura-chan sudah lama meninggal. Tapi sebelum ia meninggal, para dokter berhasil membuat "Replika sempurna" dirimu. Tentu saja hal ini sama sekali tidak diketahui oleh siapapun termasuk Seta Shinichi sendiri yang pada saat itu berhalangan hadir. Proses Replikasi mu dilakukan oleh orang lain yang ingit mendapat jabatan lebih tinggi dari sekedar doketr biasa. Paham sampai di sini, Kura-chan?"
Aku pun marah. Rasa marah, gelisah, tak percaya, kecewa, dan semuanya bercampur aduk menjadi satu (itulah Indonesiaa~ BLETAK! Author di sumpel, diiket dan ditaro di gudang). aku sangat yakin dia bukan Oni-chan yang aku kenal.
"Bohong ! kau hanya mengarang-ngarang cerita seenakmu saja ! kau tak tahu apapun tentangku! Dan kau bahkan bukan Oni-chan! Berani-beraninya kau mengambil wujud Oni-chan! Cepat beritahu dimana Oni-chan sekarang atau kau akan menyesal!" aku pun mulai menarik katanaku namun tak disangka dia sudah berada di belakangku dan menahan lengan kananku yang akan segera mencabut Katana.
"Whoops, tapi sayangnya semua itu nyata, Kura-chan. Tentu kau tak ingat apa-apa karena kau hanya Replikasinya saja," lalu ia berhenti berbicara sebentar dan mengulurkan tangannya yang terbungkus sarung hitam ke pipi ku, lalu melanjutkan. "Replika hanya memperoleh rupa dan wujud yang sama persis saja, tidak ingatannya. Kepintaran, sifat, wujud, segala sesuatu yang bersifat nyata dapan di replikasi. Namun ingatan tiap orang berbeda-beda. Oleh sebab itu kau tak ingat apa-apa karena kau bukan Sakura-chan yang asli!"
#Yukiko's POV#
"Chie ! Yosuke ! semuanyaaa tolong Sakura !"
Tak lama kemudian Yosuke dan lainnya segera datang dan ikut tegang bersamaku ketika mereka melihat tumpukan batu yang ada di belakangku. Sepertinya tanpa mengatakan apapun mereka tahu apa yang kumaksud.
"Sakura-chan tertimbun di bawah sana? !" teriak Teddie.
"Aku tak tahu. Tapi sepertinya tidak. Lihat di sana ada celah. Mungkin Sakura berada di san-...AWAS !"
Tiba-tiba saja ada peluru yang menghujam batu di belakangku. Lalu ada sesosok...err atau lebih tepat nya "sesuatu" yang sedang melayang-layang di atas sambil membawa sniper super besar yang diarahkan pada kami. Di sisi lain juga ada mahluk semacam...antenna TV? Berada tak jauh dari tempat dimana si pembawa sniper itu berada.
"Hahhh...kita gagal... kita gagal...gagal gagal dan gagal...semuanya tak berarti..."
"Hei...suara itu terdengar...familiar" sahut Kanji. 'Rise-chan !"
"Tak perlu repot-repot lagi. Walau aku sudah punya'persona' sekalipun, aku tak bisa memecahkan kasus ini. Sungguh memalukan"
Chie pun turun dari pundak Yosuke, sepertinya kainya sudah sembuh. "hei itu suara Naoto, tapi dimana mereka?"
"Masa bodoh! Kita habisi dulu shadow yang ada di depan kita ini dulu ! mereka pasti berada di sekitar sini!" jerit Yosuke sambil melemparkan kunainya hingga menghujam di lengan di pembawa sniper. Namun tampaknya tak terlalu memberi efek karena si pembawa sniper itu mencabut dan melemparkannya kembali ke Yosuke.
"Auch! Hey, kunai menancap di lenganku kembali!"
"Yosuke bukan saat nya bercanda tau! Diarahan!" sempat-sempatnya Yosuke bergurau dengan lengannya yang tertancap kunai nya sendiri. Sebenarnya aku ingin tertawa, tapi aku harus tahu diri ini bukan saat yang tepat. Tak lama setelah luka Yosuke sembuh si pembawa sniper itu menembaki kami lagi.
"Serang si antenna TV dulu! Dia tau weakness kita! Hancurkan hancurkan!" dengan sembrononya Kanji melintasi kami semua sambil membawa kursi(yang entah ia dapat dari mana)dan memukul-mukulkan kursi itu di pada antenna TV? Sayangnya kursi itu patah dan justru Kanji malah tersengat listrik karena ia menyentuh bagian besi kursi yang mengenai antenna. Untunglah serangan yang diterima Kanji tidak parah karena ia tahan terhadap elemennya sendiri.
"God's Hand!" teriak Chie saat memanggil Tomoe.
"Konohana-Sakuya! Agidyne!"
#Sakura'S POV#
Oni-chan melepaskan lengannya dari pipiku dan berjalan ke arah yang lain sambil melanjutkan ocehannya yang menurutku menyebalkan sekali. "Hahaha, bagaimana kalau kau ikut denganku saja? Dengan begitu...Inaba akan tetap seperti ini seterusnya. Hm?"
DEG! 'Jangan'
"Kau setuju denganku, Saku- GRAAAAAHH" sepertinya aku berhasil membuatnya 'sedikit terkejut' dengan katana ku yang menembus perut nya dari belakang. Sayang tenaga yang kumiliki tak sehebat dirinya, dengan mudah ia mencabut katana itu dari belakang kemudian balik mengacungkannya padaku. "Kau...Bodoh..."
Aku terkesima melihat lenganyang berlumuran...darah? Entahlah, darah yang dimilikinya tak sama seperti darah orang-orang 'normal' pada umumnya. Darahnya yang menetes ke permukaan lantai yang dingin itu berwarna biru.
"Oh kau keturunan bangsawan ya? Darahmu biru" entah apa yang sedang ada di kepalaku saat itu, aku merasa senang sekali mempermainkannya seperti itu. Padahal aku tahu jelas, tindakanku yang sebelumnya pasti telah membakar amarahnya. Tapi aku tak merasa takut sama sekali. Aneh...
"Sial...ada hal yang lebih penting dari ini. Kita akan bertemu di lain waktu. Bye." Lalu dalam sekejap ia menghilang.
Setelah ia menghilang di tengah kabut, aku hanya bisa terduduk diam di sana. Barulah aku merasa tidak enak. Bagaimana kalau yang tadi itu benar-benar Oni-chan? Tapi aku sama sekali tak mengenali sikapnya. Cara berbicara, cara bertingkah, semuanya berbeda. Tapi kenapa ia memiliki wajah yang sama dengan Oni-chan? Kenapa darahnya berwarna biru? Apa maksudnya semua ini?
Tak terasa air mataku pun mulai menetes. Lalu mulai mengalir deras. Rasanya sakit sekali ketika Oni- chan berkata bahwa aku hanya replika saja. Aku merasa hanya sebagai pengganti Sakura yang asli saja. Semua orang menyenangiku, mereka baik padaku, hanya karena mereka mengira aku sakura yang asli? Sakura, Sakura, Seta Sakura, SAKURA! Semua hanya karena aku bernama SETA SAKURA! Tapi aku bukan orang yang sama! Apa Oni-chan selama ini juga bersikap baik pdaku hanya karena ia mengira aku adiknya yang asli? Aku tak tahu, kepalaku terasa berat, aku hanya bisa menyandarkan kepalaku yang pening di dinding dekatku.
Namun setelah itu kesadaranku hilang...
#Teddie's POV#
KUMAAAAAAAA! Buntut Kuma yang indah nan mungil gosong Kumaaaa TToTT. Kita semua berhasil mengalahkan shadow-shadow yang sudah mengigit dan menghanguskan buntut Kuma dengan sembarangan. Kasihan buntutku Kuma...
"hufftt, akhirnya. Teddie, kau baik-baik saja?" Tanya Yosuke tanpa melihat ke arah Kuma.
"hwahaaaaaaaaaaaaaaaaa TtoTT buntut Kuma hangus hwahaaaaaaaaaaaaaaa TToTT" Kuma pun hanya bisa menangis sambil berputar-putar hingga menabrak sesuatu Kuma. Lalu Kuma terjerembab. Tapi rasanya empuk gitu. Kuma jatoh dimana yah...
"TEDDIEEEE! MINGGIR BERAT TAUU!" jerit gadis berkuncir 2 yang sedang meronta-ronta ingin meraih kebebasan, sementara cowok di sebelahnya hanya merapikan topi birunya tanpa berkata apa-apa.
"NAOTOOO! RISEEE-CHAN! I MISS U~ MUUUACHH MUUAACHH~"
Rise dan Naoto segera mendorong Kuma sebelum Kuma bisa mencium mereka. Lalu mereka berdiri dan membersihkan debu-debu yang menempel di pakaian mereka.
"Riseeee~!" teriak Kanji dari kejauhan sambil berlari ke arah gadis kuncir 2 ini dengan gaya...slow motion? ==a
"Kanjiiiii~!" si kuncir 2 ini juga balas teriak demikian dan juga...lari ala slow motion? ==a
BRUAAAKKKK! Mereka pun bertabrakan...
"Naoto-kun!" panggil Yuki-chan dan Chie-chan berbarengan. Mereka semua berkumpul, disusul Yosuke yang sedang menggaruk-garuk kepala. Nampaknya mereka semua senang Kuma ^^. Namun sepertinya ada yang terlupakan...
"mana senpai?" tanya Naoto, merasa tak melihat kehadiran senpai nya di antara kami semua.
"urmm...dia menghilang." Jawab Kanji asal, disusul dengan hantaman yang 'WOOO MANTHAAABB' dari Rise.
"bisa-bisanya senpai hilang waaaaaaaaa TT^TT" dan tangisnya pun terus berlanjut.
"hei, tapi di sini ada adiknya Sou lho! Oi kura-kuraa kemariii~ eh..." Yosuke baru sadar bahwa si kura-kura nya tidak ada di tempat.
"Gawat kita melupakan Sakura-chan!" kata Yukiko segera berlari ke reruntuhan batuan yang tadi, diikuti dengan yang lain. "Ada yangbisa menyingkirkan batu-batu besar ini?"
"Jiraiya! Garudyne!"
WHOOOSSSHHHH~ batu pun tak melayang...
"err...Kuma mungkin bisa" Kuma melangkah maju dengan suara langkah kaki yang...'WAAAHH LUCUUUUU'.
"RAAAWWRRRRRRRR~" BRUAAAKKKK...gruduk gruduk...batu itu runtuh hanya dengan ditabrak Kuma dengan kecepatan tinggi, mengakibatkan KUMA pun ikut terguling-guling ke dalam. Semuanya hanya bisa sweatdrop sambil berkata "wow"
"hehehe..."
#Rise's POV#
Yap yap yap...kembali bersama saya, Risette! Karena batu yang besar-besar tadi sudah hancur ditabrak Teddie dengan kekuatan badak, kami tinggal melangkah masuk ke dalam saja. Di dalam kami mendapati ada tangga yang turun ke bawah dan ada pintu besi di ujungnya. Sepertinya ini ruangan rahasia? Kami pun segera memasukinya dengan berhati-hati, siapa tau ada apa-apa di baliknya. Tak lama kami mengamati ruangan itu kami menemukan sosok gadis berambut abu-abu yang tergolek lemas di dekat dinding sambil menggenggam katana yang berlumuran cairan kebiru-biruan...
"Sakura-chan!" Yukiko-senpai langsung sigap begitu mengetahui siapa dia. Ternyata dia ya adik Souji-Senpai. Benar-benar identik.
"Diarahan!" Yukiko-senpai tampak agak panik ketika ia mengguncang-guncangkan bahu Sakura-chan. "Sakuraaa bangun bangun. Apa yang terjadi padamu?"
"nmggg...groookk...zzz...grooookk...zz"
Eh? Tampak nya dia tertidur =o=a.
Chie pun ikutan berjongkok di sebelah Yukiko. "hmm ternyata dia tertidur ya. Hei hei, kenapa dia memegang katana seperti itu? Apa tadi ada shadow? Berlumuran cairan biru. Seingatku shadow tak akan memuncratkan apa-apa kalau kita tebas sekalupun."
Otomatis aku mulai melakukan scan area, tidak ada indikasi shadow di sekitar. Kita aman. "ermm, senpai, cairan biru itu, aku yakin bukan berasal dari shadow. Tidak ada shadow di sekitar kita, semuanya aman."
Naoto ikutan berjongkok, namun ia memilih untung mengamati katana tersebut dari pada si pemegang.
"hmm, kental...seperti darah...baunya juga sama seperti darah.. tapi kenapa berwarna biru?"
"itu darah replika yang tak sempurna" suara ini sangat familiar di telinga kami semua. Kami menoleh dan melihat Souji-senpai dengan jubah hitamnya berdiri di ambang pintu.
"Senpai!" kataku sambil tersenyum cerah. Yukiko tampak senang hingga ia bangkit dan segera mengahampiri Souji-senpai. Begitu juga dengan yang lain.
"Partner! Kemana saja kau hah! Aku merindukanmu!" kata Yosuke penuh kerinduan.
"haha, sayang sekali aku kemari hanya untuk menyelesaikan urusanku dengan gadis di belakang mu itu." Tatapan mata senpai beralih pada Sakura-chan yang sudah berdiri tegak dengan katana yang teracungkan di tangannya.
"Semuanyaa menjauh dari dia! Dia bukan Oni-chan! Dia bukan Seta Souji!" teriak gadis yang identik dengan Senpai itu.
"Sakura-chan, dia kakakmu. Souji-kun sudah kembali!" kata Yukiko mencoba meyakinkan Sakura.
"Yukiko-san, dia bukan Oni-chan!"
"apa maksud mu, Sakura-chan? Sudah jelas dia-"
"bukan Seta Souji." Sambung si pemuda berjubah hitam. Mereka semua tercengang, tak percaya pada kenyataannya. "haha, ayo ikutlah denganku Sakura-chan, akan kupertemukan kau dengan kakakmu tercinta."
"kau pembohong! Aku tak akan pernah mengikutimu! Kembalikan Oni-chan!"
"sayang sekali ia tidak bisa menemuimu. Ia terlalukecewa mengetahui bahwa kau bukan adiknya. Hahahahaha"
Semua pandangan beralih pada Sakura yang terlihat syok. Ia tidak menyangka rahasianya segera terbongkar di depan teman-temannya secepat itu. "Diam! Kau tak punya hak mengatakan apapun tentangku dan Oni-chan!"
"ayolah Sakura-chan, kita ini identik bukan? Kau replika dan aku juga...Replika."
DEG!
"hei senpai, Kura-chan, apa yang sedang kalian obrolkan sih? Jelaskian pada kami!" sahut Kanji sebal tak mengerti apa yang mereka bicarakan dari tadi.
"tunggu, Sakura-chan adalah replika? Kalaupun ia replika, ia memiliki darah berwarna merah, bukan biru." Sahut Naoto yang nampaknya mengerti situasi yang sedang berlangsung. "apa ada penjelasan di balik semua itu?"
"dia replika sempurna. Dan aku tidak. Itu daja yang membedakan. Aku kemari tidak ingin melawan kalian. Aku hanya ingin membawa Sakura-chan. Itu saja keinginanku." Souji melangkah mendekati gerombolan itu.
"Jangan! Sakura-chan, dia...bukan aku!"
"Oni-chan?"
"Dia akan membunuhmu...pergi!"
"!"
To be Continued
GYAAAAAAAAAAAAAA skalilagi maap atas updet saia yg kebangetan sampai2 2 tahun baru jalan saia baru "berkeinginan" melanjutkan fic ini wkt saia main P4 lagi (saking bosennya pas liburan) saya harap msi ada yg mau membaca walo ini crita uda jadul, jamuran nan karatan TT^TT okeeee, saia usahakan lanjutkan lagi fic nyaa
(dikejar2 massa gr2 kebanyakan gombal n diceburkan ke laut)
Shizuka Shirakawa
