KyuMin
By: Clara Eduardo Wijaya
.
All Of Me
.
Warning: GS, EYD tidak sesuai, typo(s), nama tokoh hanya author pinjam. Rated M!
Don't like? Please don't read.
Sore itu Sungmin sudah mulai membereskan barang-barang yang akan dibawanya ke apartemen Kyuhyun. Hanya beberapa baju untuk seminggu dan perlengkapan lainnya. Kalian tidak berpikir Sungmin akan membawa semua bajunya, kan? Seperti kata-kata Kyuhyun?
Gila saja! Dia hanya akan berkerja! Bukan pindah ke apartemen pria itu! Lagi pula dia bisa bilang ingin mengambil baju sebagai alasan untuk datang ke sini jika nanti dia kangen dengan Eunhyuk. Dan juga, dia tidak akan pindah selamanya kesana. Hanya sampai Eunhyuk mendapatkan kerja dan dia bisa mendapatkan hari-harinya seperti biasa lagi...kan?
Sungmin memasukkan beberapa baju kedalam kopernya. Tidak menyita waktu cukup lama untuk membereskan semuanya. Sungmin hanya memerlukan waktu satu jam saja dan lihatlah, semuanya sudah beres. Dia juga tak lupa membawa buku-buku yang diperlukan untuk dibawa kuliah nanti.
Saat Sungmin ingin menutup kopernya, Eunhyuk datang dan menatapnya dengan bingung. "Ming-ah, kau mau kemana?"
Sungmin berbalik dan menatapnya. Dia tidak menjawab dan malah terus mencoba menutup kopernya. Saat selesai, dia berdiri dan tersenyum pada Eunhyuk yang masih saja melihatnya meminta penjelasan.
"Mian, Hyuk. Aku akan pindah dari sini, untuk sementara," mendengar jawaban Sungmin, Eunhyuk kaget dan pucat. Apa...apa karena dia merasa kesusahan tinggal bersamaku? Eunhyuk hampir menangis menahan pertanyaannya di tenggorokan. Dia tercekat.
"Annie, Hyuk. Jika memang perkiraanku benar, berhentilah berpikir seperti itu! Omo! Aku hanya pergi sebentar dan soal aku ingin membantumu, aku akan tetap membantumu. Tenang saja, oke?" Sungmin memeluk Eunhyuk mengelus punggungnya menenangkan. Dia tidak bisa mengatakan hal sebenarnya kepada Eunhyuk. Bagaimapun juga, hal itu pasti akan mengganggu pikiran Eunhyuk dan semakin membebaninya.
Eunhyuk mengangguk dan melepaskan pelukan Sungmin yang sangat nyaman itu. Dia menatap mata Sungmin dengan serius, "Kau mau menginap dimana memangnya? Terus kenapa?"
Sungmin membatu. Dia tahu jika Eunhyuk pasti akan bertanya seperti ini padanya, "Ee...aku mungkin akan tinggal dengan temanku untuk sementara. Aku punya urusan dengannya,"
"Mungkin? Apa maksudmu dengan mungkin, Sungmin?" Eunhyuk bertanya. Dia merasa aneh dengan perkataan Sungmin. Bukankah dia sudah berkemas? Dan pasti akan menginap di suatu tempat. Dan Sungmin masih mengatakan 'mungkin' yang berarti dia belum pasti mau tinggal dimana.
"Yaa...Bukan apa-apa Eunhyuk..." Sungmin menoleh ke arah tempat tidur dan tiba-tiba saja merasa ngantuk. Atau memang itu hanyalah alasannya untuk menghindari Eunhyuk? Dia tidak tahu...
Sungmin memutar kembali matanya ke arah Eunhyuk yang masih menatapnya minta penjelasan. "Hmm..Eunhyuk-ah..Aku tidur dulu ya? Aku merasa capek sekali...hehe" setelah tertawa hambar, Sungmin langsung menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur. Berharap dengan ini Eunhyuk tidak bertanya macam-macam lagi padanya.
Dan memang benar. Sungmin sempat mendengar Eunhyuk menarik nafas dan masuk ke dalam kamar mandi.
.
Hari ini dia bolos kuliah lagi. Mau tidak mau. Dan itu semua karena dia harus pindah ke apartemen Kyuhyun. Bossnya yang dingin.
Sekarang dia sudah berada didepan jendelanya. Memerhatikan semua kendaran yang lewat dan berhenti di tempat kostnya. Kebanyakan hanya motor biasa. Ada juga mobil, tapi tidak berhenti, hanya numpang lewat.
Eunhyuk sudah pergi dari tadi pagi, katanya mau cari kerja. Dan semoga temannya itu mendapatkan pekerjaan dengan cepat dan dia bisa lepas dari seorang Cho Kyuhyun.
Sungmin menarik nafas dengan keras. Dadanya terasa sesak. Entah karena udara segar di kamar kostnya menipis atau karena dia sedang gugup. Gugup? Sungmin tertawa tanpa suara. Ya, dia dengan bodohnya gugup hanya karena akan berkerja dengan seorang Kyuhyun. Lalu apa? Dia hanya akan memasak untuk Kyuhyun, bukan? Dan tinggal di apartemennya...oh, ya...Sungmin menggigit bibir bawahnya. Dia lupa.
Dan selama tinggal bersama orang itu, apa yang akan terjadi? Sungmin meringis saat menyadari pikirannya. Memangnya kau mau apa?
Sungmin terlonjak kaget saat suara klakson mobil terdengar. Dia melihat mobil itu. Mobil mewah berwarna hitam sama seperti kacanya yang diberikan riben hitam. Tapi Sungmin masih bisa melihat suliet pria dan dia yakin itu Kyuhyun.
Dengan cepat Sungmin mengambil kopernya dan menariknya mendekati mobil Kyuhyun.
Pria itu keluar dari mobil dengan menggunakan pakain kasual. Tapi keren. Sungmin tersenyum terpaksa saat matanya tidak sengaja berpapasan dengan Kyuhyun.
Kyuhyun berjalan ke belakang dan membuka bagasi untuk Sungmin. Menunggu Sungmin sampai selesai menaruh kopernya disana. "Hanya ini barangmu?" tanya Kyuhyun menaikkan alisnya sambil menatap koper Sungmin yang berwarna pink tua itu.
"Aku tidak membawa semuanya, tuan..." Sungmin membungkuk sopan saat menjawab pertanyaan Kyuhyun.
"Oh." Kyuhyun menutup bagasi dengan keras membuat Sungmin kaget dan menatap Kyuhyun bingung. Ada apa dengan pria ini? Sungmin terus menatap wajah Kyuhyun yang tiba-tiba saja berubah dingin sampai pria itu memasuki mobil.
"Apa kau ingin terus berdiri seperti orang bodoh disana?!" entah sampai berapa lama Sungmin melongo sampai Kyuhyun keluar lagi dan menyeretnya untuk duduk didepan. Disamping kursi kemudi.
.
Sungmin menarik kopernya dengan ragu memasuki apartemen Kyuhyun.
Mungkin anggap saja dirinya gila. Dia merasa akan ada bahaya besar yang menunggu jika dia terus masuk di apartemen itu. Tapi itu tidak mungkin, kan? Memangnya pria kaya ini mau apa dengan dirinya yang seperti laki-laki? Jangan berpikir bodoh, Sungmin. Pria ini...telah membantumu...setidaknya.
"Kau tidur denganku."
'BRAKK' Sungmin menjatuhkan kopernya. Tanpa sengaja. Oh, ya! Bahaya memang sedang berada didepannya...Sungmin tercekat.
"Maksudmu?" Sungmin menatap Kyuhyun yang juga sedang menatapnya.
"Kau. Tidur. disini. Bersamaku." Kyuhyun membuka pintu kamarnya dan duduk pada tempat tidur besar yang terlihat empuk dan mewah.
"Ma-maaf, Tuan Cho...Apakah tak ada kamar lagi? Kamar pembantu mungkin?" wajah Sungmin pucat.
"Tidak! Tak ada kamar pembantu disini!" dia bohong. Walaupun sebenarnya tidak sepenuhnya. Disini memang tidak ada kamar pembantu. Hanya ada kamar kosong yang tidak pernah disentuh olehnya. Tapi dia takkan membiarkan Sungmin tidur disana. Alasan Kyuhyun membawa Sungmin kesini bukan untuk di jadikan 'pekerja' sungguhan. Kau tahu kan? kalau hanya makanan dia bisa membelinya di luar. Mungkin lebih enak dari makanan Sungmin. Tujuannya membawa Sungmin sampai kesini hanya untuk 'bermain'.
Sungmin terdiam. Dalam otaknya dia sedang mencari akal. Dia menatap ruangan itu dan berharap ada tempat yang bisa dia jadikan sebagai 'kamar'. Yang nyaman dan tak berbahaya. Matanya berhenti pada sofa hitam polos dengan bulu yang terlihat halus. Sungmin tersenyum menang. Dia kembali menatap Kyuhyun sambil menunjuk sofa yang berada pada ruang tamu itu.
"Aku bisa tidur disana..." membuat Kyuhyun keluar dari kamarnya dan menatap benda -yang menurutnya terkutuk- yang ditunjuk Sungmin. Kyuhyun mengangkat alisnya tak percaya dan menatap Sungmin. Wajahnya tampak datar dan dingin seperti biasa, tapi tidak! Dia ingin menjambak rambutnya sendiri dan pergi kedapur untuk mengambil korek api dan membakar sofa itu tepat di hadapan Sungmin!
Kyuhyun mengusir pemikirannya itu. Jangan sampai dia membuatmu gila! Biarkan dia melakukan apapun yang dia inginkan. Dan tenang saja...itu takkan berlangsung lama...
"Silahkan, jika itu maumu." Kyuhyun berbalik dan masuk kekamarnya dengan tenang.
Syukurlah, Sungmin membatin. Setidaknya pria ini tidak benar-benar gila...
Sungmin mengambil kopernya dan dia tertegun lagi. Tapi kopernya mau dia taruh dimana?
.
"Aku lapar..." Kyuhyun keluar dari kamar dan mengagetkan Sungmin yang hanya diam duduk di sofa seperti orang bodoh. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan di sini. Biasanya, dulu, jika ada waktu kosong seperti ini, dia akan keluar dan berjalan-jalan. Menghabis waktu dan pulang malam. Tapi sekarang tidak bisa. Dia tinggal di rumah orang. Dan sekarang dia memiliki tanggung jawab yang lebih.
"Ah, ya..Aku akan masak untukmu." Sungmin langsung berdiri dan pergi ke dapur tanpa menatap Kyuhyun yang sedari berbicara terus menatapnya.
"Hn." dan Sungmin mendengar pintu tertutup.
Sungmin berjalan mendekati kulkas besar yang ada didapur yang tersambung dengan ruang makan. Dia membuka kulkas itu. Dan sedetik kemudian dia melongo.
Pria itu mau apa sebenarnya! Sungmin menarik nafas pasrah. Dia menyuruh Sungmin untuk memasak. Tapi di kulkas yang besar dan bagus ini...,sama sekali tak ada apa-apa! -_- Hanya empat botol air mineral.
"Ck." sabar Sungmin. Dia menutup kulkas dan berbalik menatap ruangan dapur itu. Mencari sesuatu.
Dengan penuh harap, Sungmin membuka lemari-lemari yang terpajang. Dan pada kolom terbawah, dia melihat ramyun instant, mie rebus dan semuanya yang serba instant. Sungmin menarik nafas dan mengambil dua bungkus ramyun instant dan memasaknya.
Tidak ada pilihan lain. Untuk sementara dia hanya bisa memasak ini.
"Sudah?" Sungmin tersentak kaget mendengar suara yang tiba-tiba saja terdengar saat dirinya asik memasak. Itu suara Kyuhyun! Dan bagaimana bisa dia tidak menyadari jika pria ini datang?
Sungmin merasakan hembusan nafas panas Kyuhyun di tengkuknya. Dia juga mencium bau sabun mandi yang Kyuhyun pakai. Dan Sugmin menyadari, jika pria ini . .
Sungmin mematung dan bulu-bulu halusnya meremang. Entah karena takut atau rasa yang Sungmin baru rasa...bergairah?
"Sungmin." suara itu buru-buru membuat Sungmin tersadar. Dia mengangguk gugup, "Ya, sudah hampir selesai..." Sungmin menjawab cepat berharap Kyuhyun pergi menjauh dan duduk manis di meja makan. Tapi sayangnya tidak seperti itu. Kyuhyun sepertinya lebih ingin berlama-lama mengerjahi Sungmin. Dia tidak beranjak dari tempatnya dan terus menghembuskan nafasnya dengan pelan ke arah leher belakang Sungmin.
"Ma-maaf Tuan Cho. Bisakah kau duduk?" Kyuhyun menyeringai mendapati suara Sugmin yang serak dan bergetar. Dia menurutinya.
Kyuhyun duduk dimeja makan dan terus memandangi gerak-gerik Sungmin yang berubah kaku.
Sungmin menuangkan mie itu pada mangkuk kaca dan menaruhnya didepan Kyuhyun. Kyuhyun mengambil sendok dan garpu lalu memakannya. Dia tertegun sebentar dan Sungmin hanya mengangkat alisnya saat melihat reaksi Kyuhyun. Apa masakannya tidak enak? Maksudnya itu hanya makanan instant. Mau bagaimanapun rasanya akan biasa saja. Tapi Kyuhyun tidak menunjukkan reaksi biasa saja saat memakan mie itu. Membuat Sungmin bingung.
Dia tentu saja memasak dengan seharusnya. Dengan air dan tingkat kematangan yang wajar.
Kyuhyun mengedipkan matanya beberapa kali dan mulai memakan makanannya lagi. Dengan rakus. Itu yang Sungmin lihat. Dia kesurupan -_-
Tapi Sungmin tidak memedulikannya. Dia berbalik dan memutuskan untuk mencuci peralatan memasak yang dia pakai. Tapi baru saja Sungmin membuka keran untuk mencuci, dia di kagetkan lagi dengan mangkuk kosong yang tiba-tiba muncul didepannya.
"Habis..." tanpa sadar Sungmin mengucapkan kata yang terngiang di otaknya. Kyuhyun menaruh mangkuk itu dan berdiri dengan diam menunggu Sungmin selesai mencuci.
Mereka berdua sama-sama diam. Hanya terdengar suara air keran.
"Maaf. Hanya itu yang bisa kumasak untuk makan siang. Tidak ada bahan makanan apa-apa di kulkas. Mungkin nanti malam baru aku bisa memesak yang lain, setelah berbelanja tentunya." dan Kyuhyun hanya mengangguk.
Sungmin sudah selesai mencuci. Dia menaruh mangkuk dan panci itu pada tempatnya dan menatap Kyuhyun dengan pandangan bertanya. Dia tahu Kyuhyun menunggunya untuk berbicara sesuatu.
"Kopermu..." Kyuhyun menggantung kata-katanya.
"Kenapa?"
"Mengganggu pemandangan. Taruh di kamarku." Kyuhyun menatap Sungmin. Benar, koper itu sangat menganggu pemandangannya. Karena benda milik Sungmin itu di taruh di samping sofanya. Dan sebentar malam, dia akan melihat hal yang lebih menganggu lagi. Sungmin akan tidur di sofa itu tanpa bisa dia sentuh.
"Tenang, aku tidak akan mencuri barang-barangmu itu." Kyuhyun berucap meremehkan saat Sungmin ingin menyela. "Kau bisa masuk kamarku 'sesuka hatimu'," entah hanya perasaan Sungmin saja atau kata-kata Kyuhyun memang mengandung arti yang mendalam.
Dengan berat Sungmin akhirnya mengangguk.
.
Sungmin singgah sebentar di warung dekat super market yang tadi dia datangi. Dia sudah membeli bahan-bahan makanan yang akan memenuhi kulkas tentunya. Ada daging, sayuran, buah-buahan, bumbu-bumbu dan masih banyak lagi. Dia sudah meminta izin pada Kyuhyun untuk keluar sebentar dan pergi membeli bahan-bahan makanan. Tapi setelah melihat warung sederhana ini dan juga berpikir jika dirinya sendiri belum makan dari tadi siang, Sungmin memutuskan untuk singgah sebentar.
Dia duduk pada sebuah kursi kayu dan menaruh belanjaannya di lantai. Sungmin lapar. Dengan terburu-buru dia memesan tteokbokki dan juga air putih. Sederhana tapi membuat kenyang. Dia tidak perlu makanan ribet sekarang. Itu hanya akan membuang waktu untuk pulang dan segera memasak untuk Kyuhyun.
"Sungmin?" Sungmin yang menatap pesanannya yang baru saja datang, mendongak saat suara seseorang yang sangat dia kenal memanggil namanya.
"Jungsoo oppa?" Dia berdiri dan membungkuk sedikit saat melihat senior di kampusnya itu tersenyum dan menghampirinya. Pria ini, Park Jungsoo adalah seior sekaligus teman Sungmin di kampusnya. Sungmin banyak belajar dari pria yang dia sudah anggap seperti kakak ini. Begitupun dengan Jungsoo yang sudah menganggapnya adik. Katanya dulu, Sungmin adalah adik laki-laki yang baik, membuat Sungmin tertawa.
"Kau sedang apa disini, Ming-ah?" Tanya Jungsoo sambil duduk didepan Sungmin.
"Aku sedang mandi..." Sungmin memutar matanya, "Tentu saja sedang makan! Kau sendiri?" Jungsoo tertawa dan menggelengkan kepalanya. Gadis ini memang tak pernah berubah dan itu semakin membuatnya suka dengan Sungmin. Tentunya sebagai seorang adik.
"Sama." Jungsoo mengangkat kedua bahunya, "Aku gabung dengamu ya?"
Sungmin mengangguk, "Asal tidak minta di traktir saja!"
.
"Sampai disini saja..." Sungmin berhenti dan menatap Jungsoo yang berada disampingnya. Pria ini tadi ngotot untuk mengantarnya pulang.
"Woaa...Kau tajir juga ya sampai bisa tinggal di apartemen ini..." Jungsoo menatap gedung apartmen itu dengan kagum. "Hei, jangan menghina! Lagi pula ini bukan apartemenku. Aku hanya berkerja disini,"
"Kerja apa? Memangnya kau bisa kerja? Setauku kau hanya bisa berkeliaran." dia terkekeh dan membuat Sungmin kesal.
"Enak saja! Tentu saja aku bisa! Sudahlah, aku mau masuk. Oppa pergi saja!" Sungmin mengeluarkan lidahnya mengejek ke arah Jungsoo yang lagi-lagi hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Sungmin yang tidak sopan.
Sungmin menaiki lift sambil membawa baarang belanjaannya. Sudah jam lima lewat...tanpa sadar dia sudah menghabiskan waktu dua jam hanya untuk berbicara dengan seniornya tadi.
Nanti Kyuhyun mengatakan apa? Pasti dia marah. Tapi memangnya apa peduli Kyuhyun? Yang penting dia bekerja dengan baik kan?
Saat sudah sampai didepan pintu apartemen Kyuhyun, Sungmin memasukkan password yang sudah di beri tahu oleh Kyuhyun padanya.
"Dari mana saja kau?"
.
TBC
Mian lamaaaaaa T_T
Wifi disini kurang di ajar soalnya -_-)
Ada yang bilang chap kemarin masih kurang panjang, baiklah. Bunuh saya sekarang -_-) Buat 2k dalam satu chapter aja itu udah keajaiban banget #hiks
terus, ada yang review, katanya mau dibuat Ming jadi feminim. Ada juga yang review supaya penampilan Ming tetap gini aja. Hadeh...bingung (._.)a. Menurut kalian gimana?
Hehe, mengenai umur, aku dapat banyak eonnie di sini ;;)...cieee wkwkwk #gila. Yang seumuran juga ada :o... HI! wkwkw Ada juga yang lebih muda...aduh dongsaeng XD.
eh, umur segini udah bikin ff begini ._.) namanya juga otak eror. jadi gini deng... x_x) he'e...a darkness juga aku yang buat :p eh, tapi ada sebagian encehnya, bukan aku yang buat kok. itu mah punyanya kak Santhy agatha..ada yang tau? ;;) sekalian promosi, yang belum baca, baca deng :p
Ada yang minta enceh juga XD nanti yaa :p
yang tunggu update...ini udah hehe ;;) Ada juga yang bela2in mention di twitter XD ahay! ;;) siapapun dirimu, ini chingu chapternya...gomawo udah mau nunggu :D
setelah ini ngga tau kapan bisa update lagi... sabar ya...aku belum pulang ke rumah :p
gini dulu deh, balasan reviewnya. gomawo.
eh eh eh, hampir lupa...review yaaa...biar aku cepet update lagi :p butuh mood booster!
cekian :p
clarakyumin
