Naruto No Arashi

By : Erathia Kingdom

.

.

.

.

Disclaimer : Naruto (Masashi Kishimoto)

Rated : T – M

Warning : Typo, ooc, Gaje, Overpower!Naru, Dll

"CHAPTER 7"

Di sebuah tempat, dimana ditempat tersebut terdapat banyak puing-puing bangunan yang hancur disana terlihat dua bayangan berkecepatan tinggi yang saling bertarung satu sama lain.

'Trang' 'trang' trangg'

Percikan percikan bunga-bunga api tercipta saaat kedua bayangan tersebut bertemu satu sama lain.

'Tap' 'Tap'

Setelah sekian lama kedua bayangan tersebut mulai menghentikan pertarungan mereka, kini dapat kita lihat dua orang berbeda gender saling berhadapan satu sama lain dengan senjata ditangan mereka masing-masing.

Sosok pertama adalah seorang pria dengan rambut berwarna abu-abu, bertubuh pendek, dan menggeengam sebuah senjata besar berwarna hitam yang berbentuk seperti sebuah Staf.

Sosok kedua adalah seorang perempuan dengan rambut merah maroon berwajah cantik dan menggenggam sebuah kunai ditangan kanannya.

Saat ini mereka saling menatap satu sama lain serta saling mengobservasi lawan untuk mencari tahu kelemahan dari sosok yang berdiri dihadapan masing-masing.

"Menyerahlah Mei kau tak punya harapan untuk menang melawanku, aku ini Jinchuriki jadi aku jauh lebih kuat darimu, seharusnya kau sudah sadar tentang hal itu Mei".Ujar pria tersebut pada sosok Mei yang ada dihadapannya.

"Aku tahu, aku mungkin tak bisa menang darimu Yagura, tapi bukan berarti aku harus menyerah tanpa perlawanan sama sekali, dan lagi aku percaya kalau diperang ini pasukan Rebellionlah yang akan menang". Tegas Mei pada pria yang diketahui sebagai Yagura tersebut.

"Hahh... Kau memang keras kepala"

"Tak masalah menjadi keras kepala, asalkan aku bisa membebaskan Kirigakure dari orang sepertimu, aku akan melakukan apapun untuk mencapainya"

"Kalau begitu coba saja". Dengan begitu kedua orang tersebut langsung melesat dalam kecepatan tinggi dengan niat untuk membunuh satu sama lain.

...

Disebuah atap bangunan yang sudah hancur, terlihat seorang pria berambut pirang yang sedang menatap datar tiga orang Shinobi yang saat ini saling bertarung, kemudian dia mengalihkan pandangannya pada dua orang berbeda gender yang sedang bertarung ditempat lain yang tempatnya cukup jauh dari tempatdia berada.

"Hahh... Disini Mangetsu sedang bertarung melawan Kushimaru dan Jinpachi, lalu Mei juga sedang melawan Yagura, hmmm.. Baiklah kurasa aku akan membantu Mangetsu dulu dan membiarkan Mei berkembang dengan melawan Yagura".Gumam sosok tersebut kemudian menghilang dengan meniggalkan kepulan asap.

"Hah kalian hah benar-benar hah merepotkan".Ujar Mangetsu pada dua sosok yang ada didepannya dengan nafas yang sudah tersenggal-senggal.

"Hahahaha.. Lihat itu itu Jinpachi, sosok Mangetsu yang dibicarakan ternyata tak begitu kuat untuk menghadapi kita"

"Khekhekhe.. Kau benar dia tak begitu kuat seperti yang dirumorkan orang-orang".Ujar Jinpachi menyetujui peernyataan dari Kushimaru yang ada di sampingnya.

"Bagaimana Mangetsu apa kau ingin menyerah ?".Tanya Kushimaru pada Mangetsu yang bisa dibilang dalam kondisi yang bisa dibilang buruk. "Perlu kau tahu, sebanyak apapun pasukan yang berkhianat aku tidak akan pernah kalah jika hanya melawan Shinobi kelas rendah". Lanjutnya

"Yang kau maksud itu kitakan, Kushimaru"

"Yah terserah kau saja, Jinpachi"

"Wah wah apa yang kulihat disini, dua orang Shinobi mengeroyok seoang Shinobi yang sudah kelelahan". Ujar sebuah suara mengganggu obrolan kedua Shinobi tadi.

'Tap' 'Tap' 'Tap'

"Siapa kau ?".Tanya Kushimaru pada sosok yang baru saja datang tersebut.

"Hmm... Kurasa aku tak perlu memberitahu orang sepertimu tentang siapa aku".Ujar sosok tersebut. "Tapi ada baiknya kuberitahu saja sebagai kenang-kenangan di Neraka nanti, dengar dan ingatlah namaku... Uzumaki Naruto !".Lanjut Naruto dengan penekanan dibagiann akhir.

"Cih.. Kushimaru ayo kita habisi orang sombong ini"

"Khe... Dia akan kubuat menyesal karena berani meremehkan kita"

Dan dengan begitu mereka berdua mulai bergerak cepat secara bersamaan dengan gerakan zigzag. Melihat musuhnya mulai menyerang, Naruto langsung mengambil inisiatif untuk melompat mundur kebelakang, lalu muulai merangkai sebuah segel tangan berbentuk tanda plus.

"Kagebunshin no Jutsu"

'Poof' 'poof'

Lalu muncul kepulan asap tebal di kanan dan kiri Naruto, begitu asap tersebut menghilang muncul dua buah Bunshin yang sangat mirip dengan Naruto.

"Saa.. Ayo kita mulai".Dua Bunshin Naruto langsung berlari cepat kearah Kushimaru dan Jinpachi dangan sebuah kunai ditangan mereka masing-masing.

'Trank' 'Trank' 'Trank'

Suara besi yang saling beradu terdengar, begitu senjata yang mereka gunakan saling bertabrakan satu sama lain.

"Cih.. Menyingkir dari hadapanku Bunshin sialan !".Teriak Kushimaru pada salah satu Bunshin Naruto yang sedang menghadangnya.

Bukannya takut Bunshin Naruto yang menghadang Kushimaru malah melakukan sebuah tendangan lurus menuju perut Kushimaru. Sayangnya Kushimaru masih dapat menghindari tendangan tadi dengan cara menyingkir kesamping, yang kemudian dilanjutkan dengan sebuah tusukan cepat kearah perut Bunshin tersebut.

'Jlebb'

'Poof'

Dengan telak serangan Kushimaru berhasil menusuk bagian perut dari Bunshin Naruto yang menyebabkan Bunshin tersebut menghilang menjadi kepulan asap. Tapi alangkah terkejutnya Kushimaru saat melihat sebuah katana menembus kepulan asap dari Bunshin tadi, yang mengarah menuju wajahnya. Meski begitu dengan reflek luar biasa Kushimaru masih sempat menghindari serangan tadi dengan memiringkan wajahnya kekiri.

Tahu serangannya gagal Naruto langsung melakukan tendangan berlapis Chakra ke arah perut Kushimaru.

'Buaghh'

'Wussh'

'Srakkk'

Kushimaru yang tak sempat menghindar memutuskan untuk menahan serangan tadi menggunakan tangan kirinya yang kosong. Tapi saking kuatnya tendangan Naruto menyebabkan Kushimaru terseret mundur kebelakang

"Kushimaru kau tak apa ?".Tanya Jinpachi yang sedang melawan Bunshin Naruto, pada Kushimaru yang baru aja terlempar.

"Cih.. Tentu saja aku baik-baik saja, serangan seperti itu mana cukup untuk mengalahkanku, sebaiknya kau urus saja musuh yang ada dihadapanmu".Jawab Kushimaru yang sudah menyeimbangkan tubuhnya. "Sekarang, akan kubalas kau pirang sialan"

'Srakk'

Dalam sekejap Kushimaru menarik sebuah benang yang ada di tangannya, lalu benang yang ditarik Kushimaru tadi mulai memanjang kearah Naruto dengan cepat. Melihat itu Naruto mulai mencari tahu arah dari benang tersebut, tiba-tiba saja Naruto harus sedikit membulatkan matanya saat melihat sebuah pedang berbentuk jarum berada dibelakang tubuhnya..

.. Dan benang yang Kushimaru pegang tersambung pada pedang tersebut, dengan melewati belahan kedua kaki Naruto. Naruto yang tahu tentang ketajaman benang dari Nuibari, memutuskan untuk melompat kesamping sebelum tubuhnya terbelah menjadi dua bagian.

"Heehh.. Kau berhasil mengetahuinya ya, lumayan". Ucap remeh Kushimaru yang sudah menarik pedangnya kembali.

"Huff.. Kau tahu seandainya aku tidak mengetahui apapun tentang Nuibari, kurasa aku akan mati tadi".Ujar Naruto dengan sebuah katana sepanjang lima meter yang di sandarkan kebahunya.

"Khekhekhe.. Kau juga memiliki sebuah pedang yang cukup bagus"

"Hahh.. Bisa kita mulai saja pertarungan ini ?"

"Cih, sombong sekali kau pirang sialan"

Dalam sekejap Naruto menghilang dari tempatnya semula. Merasa ada bahaya di belakang tubuhnya, Kushimaru langsung menunnduk untuk menghindari tebasan horizontal yang mengarah kelehernya.

Tak mau kehilangan momentum Kushimaru langsung berputar 180 derajat dan berusaha menyerang kaki Naruto menggunakan sebuah tendangan tackling. Tapi Naruto masih dapat menghindarinya dengan melakukan salto kebelakang, dan diteruskan dengan tebasan vertikal kepada Kushimaru yang masih berada dibawahnya.

'Trankk'

Tetapi serangan Naruto masih dapat di tahan Kushimaru, dengan mengangkat Nuibari keatas kepalanya dan menghentikan pedang Masamune yang Naruto gunakan. Lalu dengan sekali hentakan Kushimaru berhasil mendorong mendorong pedang Naruto dan memutuskan untuk melompat mundur mengambil jarak aman dari jangkauan pedang Naruto.

Tak ingin memberi kesempatan bernafas pada musuh, Naruto langsung berlari cepat menuju Kushimaru dan bersiap menebaskan pedang Masamunenya untuk memenggal kepala Kushimaru. Tetapi tiba-tiba saja sebuah kertas panjang yang didalamnya terdapat kanji-kanji rumit mengelilingi Naruto.

"Katsu"

'Duarr' 'Duarr' 'Duar'

Setelah seruan tadi tiba-tiba saja kertas yang mengelilingi Naruto langsung mengeluarkan ledakan beruntun, yang menyebabkan kepulan debu tebal dari tanah yang hancur.

Untuk sesaat suasana menjadi hening, sebelum akhirnya sebuah suara terdengar dari dalam bekas ledakan tadi. "Huff... Jadi Bunshinku sudah berhasl kau kalahkan ya Jinpachi Munashi"

Menghiraukan suara tadi. Jinpachi memutuskan untuk melihat kondisi Kushimaru yang saat ini sedang dalam kondisi kelelahan. "Kushimaru kau masih bisa bertarung ?".Tanya Jinpachi pada sosok disampingnya.

"Tentu, aku hanya sedikit tertekan oleh sipirang itu". Jawab Kushimaru yang sedang melihat sebuah kubah yang tercipta dari balok kayu disekeliling tubuh Naruto. "Jutsu apa yang dia gunakan saat menghindari ledakan tadi ?".Pikir Kushimaru

"Hahh.. Pedang milik kalian benar-benar berbahaya, tapi inilah akhirnya"

'Tap' 'Tap'

Dalam sekejap muncul dua orang Shinobi dibagian kanan dan kiri Naruto. "Naruto-San kau tak apa ?". Tanya salah satu Shinobi yang baru tiba tersebut.

"Hhmm... Aku tak apa, terima kasih untuk tadi Yamato". Ujar Naruto pada dua Shinobi yang kita kenal sebagai Yamato. "Chojuro, aku ingin kau merawat Mangetsu yang sedang terluka, biar aku dan Yamato yang melawan mereka berdua"

"Baik, Naruto-San". Jawab Chojuro lalu berlari menghampiri tubuh Mangetsu yang berada tak jauh dari situ kemudian menghilang dari tempat tersebut.

"Tapi Naruto-San, kau benar-benar hebat bisa melawan Jinpachi Munashi dan Kushimaru Kuriarare seorang diri tanpa terluka"

"Kau terlalu berlebihan Yamato, aku hanya menggunakan beberapa trik agar bisa mengulur waktu dan menunggu kedatangan kalian. Sekarang kita harus cepat dan membantu Mei untuk melawan Yagura"

Dengan sangat cepat Yamato langsung merangkai segel tangan lalu mengarahkan kedua lengannya kearah Kushimaru dan Jinpachi yang berada cukup jauh di depannya. Seketika tangan Yamato yang tadi terulur kedepan langsung berubah menjadi lusinan kayu runcing yang siap menembus apapun yang menghalanginya.

Tak mau mati Kushimaru dan Jinpachi langsung melompat keatas menghindari serangan dari Jutsu Yamato tadi, tapi alangkah terkejutnya mereka saat melihat dihadapan mereka sudah ada dua Naruto dengan pedang yang diarahkan vertikal untuk membunuh mereka.

'Trank'

'Whushh'

'Blarr'

Meski berhasil menahan tebasan tadi. Kushimaru dan Jinpachi harus rela tubuhnya menghantam tanah yang berada dibawahnya hinggga menyebabkan sebuah cekungan yang cukup dalam.

Tetapi mereka berdua masih belum bisa bernafas lega, karena saat ini tepat dihadapan mereka berdiri Yamato yang sudah bersiap menebaskan sebuah pedang kembar keleher mereka masing-masing.

Jinpachi yang melihat hal tersebut tak tinggal diam, pedang Shibuki yang digenggamnya tiba-tiba saja dihentakkan ketanah yang menyebabkan sebuah ledakan yang cukup besar, yang menyebabkan mereka bertiga terlempar kearah yang berlawanan.

Tak ingin hilang kesempatan tiba-tiba saja muncul sosok Naruto dibelakang tubuh Kushimaru dan Jinpachi yang terlempar mundur akibat efek ledakan tadi, dengan dua buah bola spiral yang terbentuk dari chakra yang dipadatkan.

"Rasengan !". Naruto langsung menghantam Kushimaru dan Jinpachi dengan telak lalu membanting keduanya ketanah dengan Rasengan yang masih berputar cepat.

'Blarr' 'Blarr'

Muncul kepulan asap setelah Jutsu kelas atas tersebut dihantamkan kepada dua orang yang menjadi korban Jutsu tadi. Begitu asap menghilang kini terlihat sebuah cekungan yang sangat dalam, dan ditengah cekungan tadi tergeletak dua tubuh tak bernyawa dari Kushimaru dan Jinpachi.

"Wow, kau menguasai Rasengan Naruto-San".

"Hehe.. Begitulah". Ujar Naruto disertai senyuman kikuk pada sosok Yamato yang ada dihadapannya. "Ngomong-ngomong apa kau mengambil pedang Kiba dari Ameyuri Ringo ?".

"Begitulah, lagipula pedang ini cukup bagus bukan". Ucap Yamato seraya menunjukkan sebuah pedang kembar yang sedang dipegangnya.

"Kurasa iya, baiklah ayo kita membantu Mei melawan Yagura". Yamato hanya mengangguk saat mendengar ucapan Naruto barusan.

...

Disebuah tempat yang hancur berantakan, terlihat dua orang berbeda gender saling berhadapan satu sama lain. Jika diperhatikan kondisi dari sosok perempuan tersebut jauh lebih buruk dibandingkan dengan pria kecil yang ada didepannya yang hanya memiliki beberapa memar dan luka gores yang tidak terlalu dalam.

"Menyerahlah Mei kau tak mungkin bisa menang, jika kau menyerah mungkin aku bisa meringankan hukumanmu"

"Jangan mimpi hahh, aku tidak akan hahh pernah menyerah bahkan hahh jika harus mengorbankan nyawaku !". Tegas Mei pada orang didepannya, meski dalam kondisi yang sangat buruk.

"Hmm... Baiklah kurasa tak ada pilihan lain selain membunuhmu disini. Kirigakure no Jutsu". Dengan itu meuncul kabut tebal yang menutupi wilayah mereka berdua.

Mei yang melihat Yagura menghilang di balik kabut tadi, langsung memasang posisi siaga serta mempertajam keseluruh indranya untuk menghindari bahaya.

"Kau mencariku ?". Tiba-tiba saja terdengar sebuah bisikan kecil di belakang tubuh Mei, dan secara reflek Mei langsung menebaskan sebuah kunai yang ada di tangannya menuju asal suara tersebut, sayangnya serangan Mei hanya mengenai angin, karena tak ada siapapun dibelakangnya.

'Buaghh'

Tiba-tiba saja sebuah tendangan dengan telak mengenai wajahnya, hal ini menyebabkan tubuhnya sedikit oleng karena rasa pusing akibat tendangan tadi.

'Crashh'

Belum selesai sampai situ, Mei harus kembali merasakan perih di bahu kanannya, saat sebuah kunai menancap dibahunya, yang menyebabkan mengalirnya darah dari bekas tusukan tadi.

Saat ini Mei benar-benar sudah terpojok, hampir tak ada lagi harapan untuk menang melawan sosok kage yang sedang dihadapinya.

"Ada apa Mei Terumi, kenapa kau tidak melawan, berdirilah dan lawan aku bukankah kau ingin membebaskan Kirigakure dari kepemimpinanku". Suara Yagura tedengar dengan jelas diseluruh kabut tersebut.

Mei yang mendengar itu hanya mampu menundukan kepalanya, mulutnya bungkam tak mampu mengatakan apapun tentang kenyataan pahit kalau dirinya masihlah sangat lemah untuk mengalahkan sosok Kage yang sedang dihadapinya.

"Kuakui kau memiliki kemampuan yang cukup hebat, Kekkei Genkai lava sangat jarang yang memilikinya, seandainya kau memilih menjadi bawahanku maka saat ini kau akan berada diposisi yang layak"

Yagura yang merasa tak mendapat jawaban memutuskan untuk melihat kedalam kabut tempat Mei berada. Kaget.. hanya itu yang dirasakan Yagura saat sadar bahwa Mei sudah menghilang dari tempatnya semula.

"Fuuton: Daitoppa". Secara mengejutkan muncul angin bertekanan tinggi yang melenyapkan kabut buatan Yagura, begitu kabut menghilang terlihat dua orang Shinobi yang salah satunya sedang menggendong Mei secara Brydal Style.

"Maaf terlambat Mei, kau bisa istirahat sekarang". Ujar sosok yang sedang menggendong Mei tersebut.

"N-Naruto-Kun, Yamato-San kalian datang ?".

"Hmm.. Mei-San kau cukup hebat bisa membuat Yagura babak belur seperti itu". Ucap Yamato dengan sebuah senyuman kecil diwajahnya.

"Oke hentikan pembicaraan ini, Yamato bawa Mei ketempat yang aman. Jika sudah, aku ingin kau kembali kemari untuk membantuku melawan Yagura jika seandainya dia berubah menjadi wujud Bijuunya"

"Aku mengerti, berhati-hatilah Naruto-San"

Naruto hanya mengangguk untuk menjawab ucapan Yamato tadi. "Menyerahlah Yagura, saat ini seluruh pasukanmu sudah terpojok". Ujar Naruto dengan nada tenang, bahkan saat ini wajah Naruto terlihat lebih serius dibandingkan pertarungannya dengan Kushimaru dan Jinpachi tadi.

"Kau kira aku akan peduli, meski pasukanku sudah kalah sekalipun, bukan berarti kau mampu untuk mengalahkanku". Tegas Yagura tanpa rasa takut, dapat dilihat saat ini Yagura sedang menatap Naruto dengan matanya yang terlihat tak bernyawa.

Naruto hanya menatap Yagura tenang, tepatnya saat ini dia sedang berpikir mengenai kondisi Yagura yang terlihat seperti orang yang sudah tak memiliki nyawa.

Langit senja berwarna Orange menjadi latar belakang dari kedua Shinobi yang sedang menatap satu sama lain. Disertai suasana hening yang memenuhi tempat tersebut, yang terdengar hanya suara dedaunan dari beberapa pohon serta suara angin yang berhembus lembut.

'Whuss'

'Buakk'

Suara pukulan menjadi suara pertama yang memecahkan suasana hening tadi. Dalam sekejap Sosok Naruto dan Yagura sudah menghilang dari tempatnya semula dan sedang beradu pukulan dengan tangan kanan, hingga menyebabkan hempasan angin yang cukup kuat.

'Duakh'

Suara pukulan kembali terdengar, saat sebuah kepalan tangan mendarat di masing-masing wajah kedua Shinobi tersebut. Hingga menyebabkan keduanya terseret mundur kebelakang, disertai dengan masing-masing pipi terdapat bekas sebuah pukulan.

Kedua mata Shinobi tersebut menajam, terlihat masing-masing dari mereka sangat ingin membunuh lawan yang ada di depannya.

"Sejujurnya sedikit mengecewakan untuk melawanmu dalam kondisi seperti itu". Ucap Naruto tanpa kehilangan sifat waspadanya.

"Jangan segan, luka-luka ini tak akan mempengaruhi kemampuan bertarungku"

"Baiklah kalau begitu, aku tak akan memberimu kesempatan".

'Whuss'

Hanya dalam kedipan mata sosok Naruto langsung menghilang dari tempatnya dan kembali muncul dihadapan Yagura dengan sebuah pukulan tangan kanan yang beberapa saat lagi akan mengenai wajahnya dengan telak.

'Greb'

Sayangnya pukulan Naruto masih dapat ditangkap menggunakan tangan tangan kiri Yagura, dengan gerakan cepat Yagura mulai melayangkan sebuah pukulan kearah dagu Naruto.

'Grebb'

Tetapi serangan Yagura masih berhasil ditahan Naruto dengan menangkapnya menggunakan telapak tangan kirinya.

'Buagh'

Dengan jarak yang saling berdekatan Naruto dan Yagura mulai melakukan sebuah tendangan kuat kearah dada lawan dihadapannya, yang menyebabkan masing-masing dari mereka harus terlempar mundur karena tendangan tadi.

Tak ingin memberi musuh kesempatan untuk beristirahat, masing-masing dari mereka langsung merangkai segel tangan dengan cepat.

"Suiton: Suiryuudan no Jutsu"

"Suiton: Suiryuudan no Jutsu"

Dua buah naga air tercipta dari ketiadaan, yang kemudian kedua naga tersebut saling menyerang untuk menghancurkan satu sama lain.

'Blarr'

Tetesan-tetesan air tercipta saat kedua naga air tadi saling bertabrakan dan hancur secara bersamaan, melihat itu Naruto kembali merapal segel tangan dengan cepat.

"Raiton: Jibashi"

Seketika muncul aliran listrik ditangan Naruto, yang kemudian mengalir melalui air yang berada di area tersebut kearah Yagura.

Melihat itu Yagura langsung mengalirkan Chakranya menuju kaki, lalu melompat mundur hingga menyebabkan sebuah retakkan di tempatnya berdiri tadi.

Belum berhenti sampai situ Naruto sudah kembali muncul dihadapan Yagura dengan sebuah tendangan kaki kanan secara horizontal menuju wajah Yagura.

'Greb'

'Brakk'

"Uhuk"

Tetapi tendangan Naruto tadi berhasil ditangkap oleh Yagura, tak ingin menyianyiakan kesempatan Yagura langsung membanting tubuh Naruto dengan kuat ketanah, yang menyebabkan sedikit darah keluar dari mulut Naruto.

'Buagh'

'Whuss'

Merasa belum puas Yagura yang ingin kembali membanting tubuh Naruto ketanah, harus merasakan sebuah pukulan berlapis Chakra mengenai wajahnya hingga membuatnya terlempar. Sosok yang memukul Yagura adalah sosok Bunshin Naruto, yang entah sejak kapan diciptakan oleh Naruto.

'Tap'

Meski terlempar dengan kuat Yagura masih sanggup untuk menyeimbangkan tubuhnya dan kembali menapak ketanah dengan sempurna. Kemudian menatap tajam sosok Naruto yang baru saja berdiri dibantu oleh Bunshinnya.

"Heh.. kau benar-benar Shinobi yang hebat, siapa namamu aku akan mengingatnya untuk mengakui kemampuanmu ?". Tanya Yagura, seraya mengelap sedikit darah yang keluar dari bibirnya.

"Uzumaki Naruto, itu namaku"

"Uzumaki ? Maksudmu clan yang sudah dihancurkan beberapa tahun lalu oleh aliansi tiga desa besar".

"Ya, dan aku adalah anak dari salah satu orang yang selamat dari insiden tersebut"

"Baiklah ayo kita mulai pertarungan kita lagi, Uzumaki"

Setelah mengucapkan hal itu Yagura dengan cepat langsung merangkai segel tangan.

"Suiton: Sensatsu Suishou"

Tiba-tiba tercipta puluhan jarum-jarum air diudara, yang kemudian melesat kearah Naruto.

Tak tinggal diam Naruto serta Bunshinnya melompat kesamping untuk menghindari jarum-jarum air tadi. Kemudian Naruto serta Bunshinnya berlari secara zigzag dengan cepat kearah Yagura.

Saat sudah dekat salah satu dari Naruto langsung membuat sebuah Rasengan ditangan kanannya, sedangkan satunya lagi berada dibelakang tubuh Naruto yang membawa Rasengan.

'Blarr'

Setelah ledakan tadi muncul kepulan asap yang menghalangi pandangan, tiba-tiba dari asap tadi keluar sosok Naruto dan Yagura yang sedang beradu Taijutsu diudara.

'Buagh'

'Wushh'

'Blarr'

Secara bersamaan mereka berdua terlempar kearah yang berlawanan, saat masing-masing dari mereka menerima serangan telak ditubuhnya, yang kemudian menghantam bangunan didaerah sekitar area pertarungan.

'Blarr'

'Wushh'

'Duak'

Seolah tak terjadi apapun, mereka berdua langsung keluar dari timbunan bangunan hingga menimbulkan suara ledakan, kemudian melesat dengan kecepatan tinggi dan kembali mengadu pukulan berlapis Chakra, yang menyebabkan sebuah gelombang angin saat kedua pukulan tersebut saling bertabrakan.

Jual beli serangan terjadi saat mereka beradu Taijutsu tingkat tinggi, hingga membuat tanah tempat mereka berpijak semakin lama semakin bertambah cekung kedalam.

Setelah lama beradu Taijutsu Naruto langsung melompat keudara, disertai tangan yang membuat sebuah segel tangan.

"Fuuton: Kazekiri no Jutsu"

Setelah meeriakkan nama jutsunya, tiba-tiba muncul puluhan pisau angin di sekitar tubuh Naruto, kemudian pisau-pisau angin tersebut melesat kearah Yagura untuk mencincang tubuhnya.

Yagura yang melihat hal tersebut tak tinggal diam, dia juga mulai merapal segel tangan dengan cepat kemudian dengan bisikan kecil mengucapkan nama Jutsunya.

"Suiton: Mizukagami no Jutsu"

Seketika muncul sebuah cermin yang tercipta dari air dihadapan Yagura, dan dari dalam cermin tadi keluar pisau-pisau angin yang sama dengan milik Naruto.

"Blarr' 'Blarr' 'Blar'

Ledakan beruntun terjadi saat dua jutsu dengan elemen yang sama saling bertabrakan diudara. Tapi alangkah kagetnya Yagura saat melihat sosok Naruto sudah muncul dihadapannya dengan disertai sebuah Rasengan ditangan kanannya.

'Blarr'

Dengan telak serangan Naruto tadi berhasil mengenai perut Yagura hingga membuatnya terlempar jauh kebelakang dan berhenti saat tubuhnya menabrak bangunan yang sudah hancur.

Setelah kejadian tadi tiba-tiba suasana menjadi hening, Naruto masih dengan sabar menatap bongkahan batu tempat dimana Yagura tertimbun.

"Naruto-San !". Panggil sebuah suara yang tidak asing di telinga Naruto.

"Oh Yamato, bagus kau sudah datang kurasa aku akan membutuhkan bantuanmu kali ini"

"Tenang saja Naruto-San, seluruh pasukan Rebellion sudah ada disini sekarang lihatlah kesekelilingmu". Ujar Yamato pada Naruto yang ada di hadapannya.

Mendengar ucapan Yamato mau tak mau Naruto langsung mengalihkan wajahnya kesekeliling area tersebut, dan benar saja kini diarea tersebut sudah dikelilingi oleh seluruh Shinobi maupun Kunoichi yang ikut dalam perang ini.

"Sejak kapan kalian disini ? Lalu bagaimana dengan perangnya ?". Tanya Naruto pada Yamato.

"Sejujurnya kami sudah disini sejak kau saling pukul dengan Mizukage. Soal perang, saat ini pasukan Rebellion dan pasukan Yagura sudah memutuskan untuk saling berhenti berperang ". Jawab Yamato.

"Tunggu bagaiman bisa itu..."

'Blarr'

Ucapan Naruto harus terpotong saat terdengar sebuah suara ledakan dari tempat Yagura berada. Ditempat Yagura tertimbun tadi kini terlihat sosok Yagura yang sangat berbeda dari sebelumnya. Kini diseluruh tubuhnya terdapat Chakra berwarna merah dengan tiga ekor dibelakang.

"Hahh... Sudah kuduga ini akan terjadi". Ujar Naruto disertai dengan helaan nafas panjang. "Yamato aku ingin kau menjelaskan apa yang terjadi saat pertarungan ini selesai"

"Tentu Naruto-San"

"Baiklah kalau begitu mundurlah dulu, biar aku yang menghadapinya saat ini"

"kau yakin Naruto-San tak membutuhkan bantuan ?"

"Hmm.. Aku akan membutuhkan bantuan saat dia sudah jadi Bijuu sepenuhnya"

"Baiklah aku mengerti". Dengan itu Yamato langsung menghilang dari tempatnya.

'Buaghh'

'Whuss'

'Blarr'

Baru saja mengalihkan pandangannya kembali Naruto sudah harus merasakan sebuah pukulan kuat diwajahnya, yang membuatnya terlempar hingga menabrak sebuah bangunan.

"Yamato-San, apa Naruto-Kun akan baik-baik saja, kau tahukan saat ini dia sedang melawan Yagura yang berada dalam mode Bijuunya ?". Ujar seorang perempuan yang saat ini sedang dirawat oleh beberapa ninja medis.

"Naruto-San akan baik-baik saja jadi tak perlu khawatir Mei-San". Dengan tatapan tenang Yamato menatap kearah tempat Naruto terlempar tadi.

Sedangkan ditempat Naruto terlempar tadi, terlihat sosok Naruto yang disekeliling tubuhnya terdapat pusaran angin bercampur petir yang seolah-olah menjadi sebuah pelindung bagi tubuh Naruto.

"Kau benar-benar tak bisa sabar yah, Sanbi". Naruto menatap tajam sosok Yagura yang sudah sepenuhnya menjadi Sanbi versi kecil.

Menghiraukan ucapan Naruto, Yagura langsung menghilang dari tempatnya dan kembali muncul dihadapan Naruto disertai cakar yang sudah siap untuk mencincang tubuh Naruto menjadi beberapa bagian.

Meski begitu serangan Yagura hanya mampu menebas angin, sebab Naruto sudah menghilang dari tempatnya tadi, kemudian Naruto kemmbali muncul dibelakang tubuh Yagura dengan sebuah kepalan tangan yang diarahkan menuju kepala bagian belakang Yagura.

'Blaaar'

Dengan sangat telak pukulan Naruto tadi mengenai kepala Yagura, ini membuat tubuh Yagura langsung menghantam tanah dengan kuat hingga membuat sebuah kawah yang cukup dalam.

Merasa belum cukup Naruto kembali mengarahkan puluhan pukulan ketubuh Yagura yang masih tergeletak ditempatnya tadi.

'Baaar' 'Blaar' 'Blarr' 'Blarr'

Suara ledakan terjadi secara beruntun saat Naruto menghantamkan pukulannya ketubuh Yagura yang berada dibawahnya.

'Buaghh'

'Blarr'

Tapi pukulan Naruto harus berhenti saat salah satu ekor milik Yagura menyerangnya secara horizontal dan dengan telak mengenai bagian pinggang kanan Naruto, yang membuatnya terlempar jauh, sebelum akhirnya menghantam sebuah bongkahan batu.

'Greb'

'Whuss'

Belum selesai sampai situ, dari bawah tanah tempat Naruto terhenti tadi muncul sebuah tangan Chakra berwarna merah yang memegang kakinya, kemudian melemparnya keudara.

Naruto yang masih berada diudara langsung membuat rangkaian segel tangan dan mengucapkan nama Jutsunya.

"Fuuton: Atsugai"

Setelah mengucapkan Jutsunya tiba-tiba saja muncul tekanan angin yang sangat kuat mengarah ke tubuh Yagura yang berada dibawah Naruto.

'Blaar'

Sayangnya serangan Naruto berhasil dihindari Yagura. Tepat sebelum Jutsu Naruto mengenai tubuhnya, Yagura langsung menghilang dari tempatnya semula dan membiarkan Jutsu Naruto menghancurkan tanah tempatnya berpijak tadi.

'Blaaaar'

Tubuh Naruto yang masih diudara tiba-tiba saja terlempar dengan cepat kebawah dan menghantam tanah dengan keras hingga menyebabkan ledakkan, ternyata setelah menghilang tadi Yagura langsung muncul diatas tubuh Naruto dan memberikannya sebuah pukulan kuat.

Seolah belum puas, Yagura mulai membentuk sebuah bulatan kecil berwarna hitam didepan mulutnya, bulatan tersebut tercipta dari pergabungan dua buah energi berwarna biru dan merah yang saling menyatu.

'Syuut'

'Blarrr'

Setelah dirasa cukup Yagura yang masih berada diudara langsung menelan gumpalan bola hitam tadi, dan dalam beberapa saat kemudian muncul sebuah serangan seperti laser dari dalam mulut Yagura kearah tempat Naruto, saat bola tadi menghantam tanah tiba-tiba terjadi sebuah ledakan yang luar biasa kuat sampai-sampai menciptakan gelombang angin yang dahsyat.

"A-A-Apa-apaan itu kuat sekali ?"

"O-Oi tidak mungkin ada yang selamat setelah terkena serangan tadi"

Untuk beberapa alasan seluruh Shinobi yang berada disana langsung panik saat melihat kuatnya serangan tadi.

"Ya-Yamato-San apa kau masih berpikir kalau Naruto-San mampu untuk mengalahkannya ?"

"Hahh... Jujur aku juga ragu, tapi untuk saat ini kita harus percaya pada keinginan Naruto-San, kau mengerti Ao-San". Meski berkata begitu tapi jika diperhatikan baik-baik terdapat raut khawatir diwajah Yamato.

Sedangkan ditempat ledakan tadi, dapat kita lihat tercipta sebuah cekungan yang luar biasa besarnya, dan ditengah cekungan tadi berdiri sosok Yagura yang sudah menapak kembali ketanah.

'Buaagh'

Tapi entah datang darimana, tiba-tiba saja muncul sosok Naruto dihadapan Yagura disertai pukulan yang dengan telak mengenai dagu Yagura, ini menyebabkan tubuh Yagura terlempar keudara.

Diudara tempat Yagura terlempar tadi, rupanya sudah ada sosok Naruto dan ditangan Naruto tersebut terdapat dua buah Rasengan yang sudah siap diarahkan kearah Yagura.

'Blaaar'

Saat tubuh Yagura sudah dekat dengan tanpa ragu Naruto langsung menghantamkan kedua Rasengan tadi tepat kearah wajah Yagura hingga menyebabkan sebuah ledakan diudara.

'Buum'

Setelah terkena serangan tadi tubuh Yagura yang berada diudara langsung terlempar dengan sangat cepat hingga menghantam tanah dibawahnya, tepat setelah tubuh Yagura menghantam tanah tercipta kepulan debu tebal ditempat Yagura terlempar tadi.

Untuk sesaat suasana disana tiba-tiba menjadi hening, sayangnya keheningan tersebut tak bertahan lama, saat sebuah tekanan Chakra yang luar biasa besar secara perlahan-lahan menekan seluruh Shinobi disana.

Naruto yang berada tak jauh dari tempat Yagura berada hanya mampu berkeringat dingin saat merasakan Chakra tersebut semakin lama semain membesar.

"Ya ampun, ini benar-benar merepotkan". Gumam Naruto saat merasakan tekanan Chakra tersebut.

'Tap'

Naruto langsung mangalihkan pandangannya keasal suara kaki yang baru saja menapak. "Naruto-San kurasa sekarang aku harus membantumu". Ucap Yamato yang baru saja menapak didekat Naruto.

"Kau benar, bersiaplah aku ingin kau mengikat Sanbi menggunakan Mokutonmu saat dia keluar"

'Blaaaar'

Tiba-tiba tanah tempat berpijak Naruto dan Yamato mengalami keretakan yang terus membesar keberbagai arah. Lalu dari dalam tanah muncul sosok monster raksasa yang sangat mirip dengan kura-kura hanya saja monster tersebut memiliki tiga ekor dibelakang tubuhnya.

"Dia keluar. Mokuton: Mokusatsu Shibari no Jutsu". Saat melihat Sanbi dengan sigap Yamato langsung mengucapkan nama jutsunya kemudian menghetakkan tangannya ketanah.

Seketika tanah disekitar Sanbi mulai menumbuhkan balok-balok kayu raksasa yang langsung melilit dan menahan tubuh Sanbi. "Naruto-San cepatlah lakukan sesuatu aku tak bisa menahannya terlalu lama"

"Tenanglah sejak awal aku sudah mempunyai rencana jika Yagura tiba-tiba saja berubah menjadi Sanbi. Kuchiyose no Jutsu". Setelah menggigit jari jempolnya Narutto langsung merangkai beberapa segel tangan dengan cepat, kemudian menghentakkan tangannya ketanah.

Dalam sekejap seluruh area tersebut langsung dipenuhi oleh gumpalan asap tembal hingga menghalangi pandangan semua Shinobi disana.

Saat asap menghilang kini terlihat seekor katak raksasa berwarna merah dengan sebuah pipa dimulutnya dan sebuah tanto dipunggung.

"Kau memanggilku Naruto". Dari katak tadi terucap sebuah suara serak yang menggema ditelinga para Shinobi yang masih membulatkan matanya.

"Bunta tolong tahan Sanbi selama mungkin, aku akan berusaha untuk menyegelnya kembali". Ujar Naruto tanpa rasa takut sedikitpun kepada sosok katak raksasa yang dipanggil Bunta.

"Heh.. Ini kedua kalinya aku dipanggil untuk menahan Bijuu, terakhir kali aku membantu ayahmu untuk menahan Kyuubi saat membuat kekacauan di Konoha".

"Jangan banyak bicara cepatlah, aku yakin saat ini Sanbi sedang dalam kendali seseorang jadi sebelum memulai penyegelan aku harus membuat kendali pada Sanbi terlepas dulu"

"Caranya ?"

"Aku sudah membuat sebuah Fuinjutsu yang berguna disaat seperti ini"

"Raaargh"

"H-Hei Naruto-San bisa bantu aku sekarang, aku benar-benar kesulitan disini". Ucap Yamato yang saat ini sedang menahan amukan Sanbi, saking kuatnya raungan Sanbi sampai mampu untuk membuat sebuah gelombang angin yang sangat kuat.

"Bunta bantu Yamato, akan kupersiapkan segelnya sekarang"

Tiba-tiba Didepan mulut Sanbi tercipta gumpalan hitam yang semakin lama semakin membesar, gumpalan tersebut sangat mirip dengan yang dikeluarkan Yagura saat melawan Naruto tadi.

Sayangnya belum selesai mempersiapkan Jutsunya. Sanbi harus merasakan sebuah pukulan kuat dirahangnya saat Gamabunta menghantamnya dengan sebuah pukulan kuat, yang dilanjutkan dengan menahan beberapa bagian tubuh Sanbi untuk menghentikannya.

Dengan begitu Naruto langsung merangkai sebuah segel tangan. "Kage Bunshin no Jutsu". Setelah mengucapkan jutsunya muncul tiga bunshin di samping Naruto.

"Kalian tahu apa yang harus dilakukan, sekarang pergi keposisi masing-masing"

"Baik !". Jawab ketiga Bunshinnya serentak.

Setelah ketiga Bunshinnya pergi Naruto langsung menggigit ujung jari telunjuknya, kemudian dia mulai menulis sebuah kanji ditanah tempatnya berada menggunakan darahnya.

Beberapa saat setelah selesai menulis, Naruto langsung merangkai banyak segel tangan dengan cepat lalu menghentakkan tangannya ketanah.

Kemudian Kanji yang Naruto tulis tadi mulai bercahaya dan mengalir darah dari Kanji tersebut kearah dimana Sanbi berada.

"Bunta menjauhlah dari Sanbi, Yamato tahan Sanbi sebentar lagi !"

Tanpa menjawab Bunta langsung melompat menjauh dari Sanbi yang langsung mengaum marah.

Setelah dekat dengan Sanbi aliran darah dari Kanji yang ditulis Naruto langsung membelah menjadi dua bagian dan bergerak mengelilingi seluruh tubuh Sanbi. Saat sudah menjadi lingkaran seutuhnya, aliran darah tadi langsung bergerak menuju tiga arah berbeda, jika diperhatikan arah yang dituju oleh ketiga aliran darah tadi adalah posisi dimana Bunshin-Bunshin Naruto berada, kemudian darah tadi berhenti tepat di huruf Kanji yang tertulis di tanah di depan tubuh ketiga Bunshin tersebut.

"Baiklah sekarang saatnya. Fuinjutsu: Shigeru Yomo". Ujar Naruto.

Tiba-tiba Sanbi yang tadinya mengamuk secara perlahan-lahan mulai menjadi tenang, kemudian muncul kilauan cahaya berwarna merah dari tubuh Sanbi, saat cahaya tadi menghilang kini yang terlhat ditempat tadi hanya tubuh Yagura yang sudah tak sadarkan diri.

"Huuuf... Ini melelahkan". Ujar Naruto yang sudah berdiri dari posisinya tadi, disertai helaan nafas panjang.

Secara perlahan Naruto melangkah ketempat dimana Yagura berada, saat sudah sampai Naruto mulai menyentuh pergelangan tangan Yagura.

"Hmm... Dia masih hidup, syukurlah".

'Tap' 'Tap' 'Tap'

"Seorang prodigy memang luar biasa". Ujar sebuah suara tak jauh dari tempat Naruto berada.

"Sepertinya dugaanku benar kalau kaulah dalang dibalik semua ini Uchiha Madara". Naruto berdiri dan langsung menatap sosok pria bertopeng yang berdiri tak jauh didepannya.

"Uzumaki Naruto, kau semakin kuat setelah kekalahanmu delapan tahun yang lalu"

"Apa kau pikir aku akan diam saja, setelah kekalahanku dulu, aku langsung memutuskan untuk berlatih dan menjadi lebih kuat dari sebelumnya, hanya untuk menghentikan ambisimu..". Naruto menjeda sejenak kalimatnya. ".. Apa kau kemari untuk membawa tubuh Yagura ?"

"Jika iya apa yang akan kau lakukan"

"Kami akan menghentikanmu !". Bukan Naruto yang menjawab melainkan sosok Mei Terumi yang berada didepan ratusan Shinobi Kirigakure lainnya.

"Haahh.. Baiklah kurasa memang mustahil untuk mengalahkan kalian semua". Ujar Madara. "Tapi bukan berarti aku akan menyeah sampai sini". Kemudian muncul sebuah pusaran angin yang menghisap tubuh Madara.

"Naruto aku akan kembali sekarang"

"Yah, terima kasih bantuannya Bunta". Setelah mengucapkan itu Bunta langsung menghilang dan hanya menyisakan kepulan asap putih.

'Bruggh'

Setelah kepergian Bunta, tiba-tiba saja naruto berlutut ditanah dengan nafas yang tersenggal-senggal.

"Naruto-San kau baik-baik saja ?". Tanya Yamato saat melihat Naruto yang tiba-tiba terjatuh.

"Hmm.. Aku tak apa aku hanya kehabisan Chakra"

Tanpa harus diperintah beberapa ninja medis langsung melakukan tugasnya untuk menyembuhkan tubuh Naruto dan Yagura.

"Tapi ini benar-benar diluar dugaan YaguraSama selama ini ternyata dikendalikan"

"Kau benar ini benar-benar membuatku bingung"

Banyak bisik-bisikan dari seluruh Shinobi yang berada disana saat melihat kejadian tadi.

"Jadi selama ini Naruto-Kun tahu kalau Yagura sudah dikendalikan". Gumam Mei saat menatap tubuh Naruto yang masih berada dalam perawatan.

"Baiklah Semuanya, bawa orang-orang yang terluka kebagian desa yang tidak hancur !"

"Baik !". Jawab seluruh Shinobi disana serentak.

...

Disebuah ruangan dimana diruangan tersebut didominasi oleh warna putih dan terdapat dua kasur, terlihat di masing-masing kasur tersebut terdapat dua orang pria yang sedang terbaring, jika diperhatikan maka dapat diketahui kalau ruangan tersebut adalah salah satu ruangan di rumah sakit.

"Urgh". Sebuah erangan kecil keluar dari salah satu pria diruangan tersebut, orang itu memiliki rambut berwarna pirang.

"Kau sudah bangun ?". Suara lain terdengar dari sosok pria satunya yang memiliki rambut berwarna abu-abu dan memiliki fisik yang seperti anak kecil.

"Kau.. Yagura !". Ujar sosok pertama pada pria yang dikenal bernama Yagura tersebut.

"Hmm.. Uzumaki Naruto, benar ?". Mendapat anggukan dari sosok didepannya Yagura hanya mampu tersenyum kecil. "Kau Shinobi yang hebat"

"Apa kau mmengingat tentang pertarungan kita ?"

"Begitulah". Jawab Yagura dengan nada murung. "meskki dikendalikan, aku masih dapat melihat yang terjadi dan apa saja yang telah kulakukan pada desaku. Kau tahu aku sangat ingin bunuh diri saat mengingat kejadian-kejadian tersebut"

"Sebaiknya jangan, saat itu kau hanya dikendalikan jadi ini bukan kesalahanmu"

"Aku tahu. Hanya saja, setiap aku mengingat hal tersebut membuatku menjadi sangat bersalah dan depresi"

"Aku mengerti rasanya, tapi jika kau hanya melihat masa lalu kau tak akan pernah berkembang menjadi lebih baik lagi"

"Apa yang dikatakan Naruto-Kun itu benar Yondaime-Sama". Ujar sebuah suara mengintrupsi obrolan dari kedua pria tadi.

"Mei". Ucap mereka berdua serentak saat melihat siapa yang datang.

"Apa kabar kalian berdua ?". Ujar Mei disertai dengan sebuah senyum manis. "Aku membawakan kalian berdua Apel untuk kalian makan"

"Mei berapa lama aku tak pingsan ?". Tanya Naruto.

"Sekitar dua hari"

"Hufft.. Masih ada waktu"

"Apa kau ada masalah Uzumaki-San"

"Panggil aku Naruto saja". Ucap Naruto. "Yah aku ahrus segera kembali ke Konoha, karena aku harus menjadi Jounin pembimbing disana"

"Hee.. Diluar dugaan kukira kau adalah Shinobi yang memilih untuk menjadi Anbu"

"Haha.. Aku sama sekali tak berminat untuk menjadi Anbu"

"Ehemm". Sebuah deheman kecil membuat mereka mengalihkan pandangannya pada satu-satunya perempuan disana. "Jangan menghiraukanku, aku kemari untuk memberitahu kalau kalian sudah bisa keluar hari ini"

"Hah, tunggu dulu aku baru saja sadar Mei"

"Naruto-Kun kau hanya kelelahan jadi tak perlu pereawatan yang lebih lama lagi"

"Hei !, bagaimana denganku aku babak belur saat pertarungan waktu itu"

"Yondaime-Sama anda itu Jinchuriki jadi kemampuan penyembuh anda sudah sangat luar biasa, lagipula tak ada luka serius yang mengancam nyawa anda"

"Baiklah"Jawab kedua Shinobi tersebut bersamaan.

...

Beberapa jam kemudian Naruto dan Yagura sudah keluar dari rumah sakit meski masih terdapat perban di beberapa bagian tubuh mereka.

Selama perjalanan banyak warga yang memperhatikan mereka, lebih tepatnya memperhatikan Naruto dan Yagura.

"Ano, hanya perasaanku saja atau memang kita ini sedang diperhatikan ?". Ujar Naruto.

"Kau benar Naruto, ini sangat mengganggu". Yagura menyetujui.

"Ayolah kalian berdua, hanya menjadi pusat perhatian saja kalian langsung gugup, bagaimana jika nanti kalian menembak cewek yang kalian suka"

"Ini tak ada hubungannya dengan itu !". Teriak mereka bersamaan pada Mei yang ikut bersama mereka.

"Mokuton: Renchuka no Jutsu"

'Brakk' 'Braak' 'Brakk'

Dalam sekejap muncul puluhan balok kayu dari dalam tanah dan langsung membuat pulahan bangunan.

"Hoi Yamato !". Teriak Naruto pada Yamato yang sedang membangun bangunan untuk penduduk menggunakan jutsunya.

"Oh Naruto-San, Yagura-Sama kalian sudah sadar"

"Hee.. Kau tahu aku iri melihat kemampuanmu itu Yamato". Ujar Naruto dengan memicingkan matanya kearah Yamato.

"Yamato-San terima kasih sudah membantu desa Kiri dan aku minta maaf karena..".

"Jangan khawatir Yagura-Sama, ini semua buan salahmu, kau hanya dikendalikan oleh orang lain, lihatlah kesekelilingmu para penduduk masih menganggap kalau kau adalah sosok pemimpin yang baik"

Mendengar itu Yagura langsung mengalihkan pandangannya pada seluruh orang yang ada disana, dapat dilhat kalau semua warga biasa maupun Shinobi menatapnya dengan sebuah senyum tulus, melihat itu tanpa sadar setetes air mata mengalir keluar dari mata Yagura lalu kepipi dan akhirnya jatuh ketanah Kirigakure.

"Selamat datang kebali Yondaime-Sama"

"Anda sudah sadar Yondaime-Sama"

Dan banyak lagi ucapan yang ditujukan untuk Yagura. "Semuanya, terima kasih". Ujar Yagura dengan nada lembut. Semua yang disana hanya tersenyum saat melihat sosok Yondaime Mizukage menangis tanpa menutupi perasaannya.

...

Enam hari sudah berlalu semenjak kedatangan Naruto ke Kirigakure, kini desa Kiri masih berada dalam masa pembangunan pasca perang tadi.

Malam hari disalah satu ruangan kantor Mizukage terlihat beberapa orang didalamnya yaitu Naruto, Mei, Yamato, Ao, Chojuro, Mangetsu dan terakhir Yagura.

"Kalian akan kembali besok. Naruto-San, Yamato-San ?". Tanya Yagura pada doa pria didepannya.

"Ya, besok pagi kami akan segera kembali kedesa".

"Tapi Naruto-San bukankah ini masih terlalu cepat, tubuhmu bahkan belum pulih sepenuhnyakan"

"Tak masalah Yagura-San, lagipula ada Yamato jadi aku tak perlu khawatir dengan luka ini"

"Baiklah aku tak memaksa jika memang itu kemauanmu"

"Terima kasih, kami permisi". Setelah itu Naruto dan Yamato langsung keluar dari ruangan tadi.

Tapi satu-satunya perempuan disitu menatap sedih pintu yang sudah tertutup tersebut.

"Mei, pergilah Kiri akan baik-baik saja, aku tahu kau mencintai Naruto-San jadi aku tak akan mencegahmu jika kau ingin pergi bersamanya". Ucap Yagura pada Mei, sejujurnya sejak awal Yagura sudah sadar kalau Mei memiliki sebuah perasaan pada Naruto, dia juga tahu kalau Naruto mempunyai perasaan yang sama dengan Mei.

"Tapi.."

"Tenanglah Mei-Sama, serahkan Kirigakure pada kami". Tegas Ao pada perempuan yang dihormatinya.

"Yang dikatakan Ao-San benar anda sudah berkorban banyak demi Kiri, sekarang anda perlu mencari kebahagiaan anda sendiri". Tambah Chojuro yang diberi anggukan oleh Mangetsu.

"Semuanya, terima kasih". Ucap Mei disertai dengan sebuah air mata bahagia yang muncul dari matanya.

...

Disebuah ruangan terlihat Naruto dan Yamato yang baru saja selesai menyiapkan keperluannya untuk pulang nanti.

"Naruto-San anda yakin tak ingin memberitahu perasaan anda"

"Perasaan apa ?"

"Hahh... Jangan berpura-pura bodoh Naruto-San, aku tahu kalau kau mencintai Mei-San"

"Da-Darimana kau.."

"Itu terlihat jelas dari wajahmu dasar bodoh"

"Hei, berani sekali kau memanggilku bodoh"

"Itu memang kenyataannya, kau bahkan tak berani mengungkapkan perasaanmu pada Mei-San, ah.. Salah kau bukan bodoh tapi penakut"

"Apa maksudmu berkata begitu ?". Kesal itu yang Naruto rasakan saat ini. "Kau tak mengerti apa yang kurasakan saat ini".

"Memang apa yang kau rasakan, Haah !". Teriak Yamato pada Naruto. "Kau hanya berusaha menghindarinya tanpa berani melakukan sesuatu"

"Aku sudah berusaha Yamato, tapi aku takut kalau dia akan membenciku saat tahu kalau..". Naruto menghentikan sejenak ucapannya. "akulah yang membunuh Mizukage ketiga yang merupakan ayahnya"

T.B.C

.

.

.

AN: Saya kembali lagi wahai Reader sekalian. Jujur cape bangetyah ngetik 6000 words, tapi biarlah saya juga lagi senggang kan lumayan ngetik buat ngisi waktu kosong.

Baiklah disini saya mau nanya dulu, diantara para Reader ada yang tahu Jutsu-jutsu Mizukage ke-3 gak, kalo tahu tolong kasih tahu saya, udah saya cari di mbah google malah gk ketemu :v.

Saya juga mau minta maaf sama Reader yang menolak Mei menjadi Pair Naruto, saya mohon maaf klo pairnya gk sesuai harapan para Reader.

Lalu soal kapan Naruto balik kedesanya, Chap depan Naruto udah balik kok jadi tunggu aja, oke sekian dari saya.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA