The Fallen Angel
Disclaimer :
Naruto (Masashi Kishimoto)
Highschool DxD (Ichiei Ishibumi)
Genre:
Adventure, Fantasy, and Romance
Rating:
T (Semi M)
Pair:
(Naruto X Gabriel)
Warning:
OOC, OC, Typo, Naruel (Naruto), Fallen Angel (Naruto)
Summary:
Kisah hidup seorang malaikat utama yang jatuh karena cinta sebelum perang akbar (Great War)
Peluh keringat membasahi wajah Naruto, nafas memburu diikuti dadanya yang bergerak naik turun, pandangannya menyipit menatap tajam seorang pemimpin para malaikat yang tengah melayang tidak jauh dihadapannya.
"Hentikan ini Michael, hentikan semua penyerangan ini. Kedatangan kalian malah akan menambah buruk jalannya perang ini!" seru Naruto kepada pemimpin para malaikat utama dan tangan kanan Tuhan, Michael.
"Naruel saudaraku, aku dan para malaikat datang kesini di utus oleh Ayah untuk turun ke dunia bawah demi menghentikan perang besar yang telah kalian buat" balas Michael.
"Tapi bukan dengan cara seperti ini, Michael!, kau tahu… kau sudah merusak rencana kami dengan kedatangan kalian, sebuah rencana yang dapat mengakhiri perang ini secepatnya, tapi... rencana itu lenyap sudah setelah kalian datang dengan seenaknya ikut dalam perang yang tidak ada sangkut pautnya dengan dunia langit. Tidak, tidak akan aku biarkan kau berbuat seenaknya, Michael!" seru Naruto.
Naruto melesat menuju Michael, menciptakan Holy Ice Sword dikedua tanganya sambil menyerang Michael.
Slaassh…
Syuut!
Naruto segera menghentikan laju terbangnya, melompat kesamping menghindari sebuah serangan sebuah Light Spear yang meluncur lurus melewati samping kepalanya.
Mata Naruto membulat sempurna saat kepalanya menengok kebelakang menatap sang pelaku pelempar Light Spear tersebut.
"Gabriel…" gumam Naruto shock.
Mata Gabriel bergetar saat bertatapan langsung dengan mata Naruto yang juga bergetar menatapnya terkejut bukan main, tangan kirinya yang tengah mengengam sebuah Light Spear bergetar hebat, tanpa sengaja dia melepaskan gengaman Light Spear itu membuat senjata tersebut lenyap seketika.
"Naruel…" gumam Gabriel lirih, memanggil nama Naruto saat masih bertugas sebagai seorang malaikat dengan disertai deraian air mata yang mengalir di kedua pipinya.
"Gabriel, jangan pernah kau ragu-ragu dalam menjalankan perintah yang telah Ayah berikan untuk kita" ucap Michael, mencoba memperingati Gabriel.
"Gabriel, laksanakan tugasmu, ini perintah!" ucap Michael sedikit keras.
Gabriel mengangkat kembali tangannya dan menciptakan kembali sebuah Light Spear dalam gengamannya.
Gabriel ingin melemparkan Light Spear tersebut kepada Naruto, tapi hatinya berkata lain saat melihat tatapan Naruto yang menatapnya penuh keterkejutan atas apa yang ia lakukan pada mantan salah satu malaikat utama tadi.
"A-aku.. aku tidak bisa, aku tidak bisa melakukan ini Michael-niisama. Aku… aku tidak bisa melukai kembali orang yang aku sayangi" gumam Gabriel terisak, Light Spear di dalam gengamannya hancur seketika seperti kaca setelah dirinya mempererat gengaman tanganya.
"Gabriel…" gumam Naruto kembali dari rasa shock yang menerpa hatinya, Naruto terharu melihat perjuangan Gabriel yang membuatnya semakin cinta dan sayang kepada salah satu Archangel tersebut yang berani melawan perintah demi dirinya.
"Kalau begitu aku saj-"
DUUUAAAARR!
Tiba-tiba terjadi sebuah ledakan besar di atas permukaan memotong perkataan Michael.
Dari balik asap bekas ledakan tersebut terlihat Lucifer tengah mengumbarkan aura hijau keunguan menyelimuti tubuhnya seperti kobaran api tanpa melukai dirinya sendiri, tidak jauh dari tempat Lucifer berdiri terdapat Azazel tengah terbaring penuh luka di sekujur tubuhnya, tergeletak di atas tanah tempat dirinya terseret setelah menerima serangan ledakan energi berasal dari Lucifer.
"Baiklah… siapa selanjutnya?"
The Fallen Angel
Azazel berdecit kesal saat dirinya tidak mampu mengimbangi kekuatan Lucifer saat ini, dirinya sudah berusaha keras untuk mendesak putra bintang fajar tersebut, tapi yang terjadi malah sebaliknya.
Swooossh!
Di atas langit tempat Azazel terbaring, terlihat Baraqiel melesat terbang menuju Lucifer dengan tubuhnya telah diselimuti percikan petir berwarna emas sebagai bentuk pertahananya.
Swooossh! Swooossh…
Di samping kiri dan kanan Baraqiel kini terdapat Kokabiel dan Araqiel yang ikut melesat menerjang Lucifer bersama-sama dengan dirinya.
Crinng… Crinng… Crinng…
Sebuah tombak terbuat dari cahaya mereka buat di masing-masing tangan mereka dengan niat ingin menyerang Lucifer dengan benda tersebut.
"Rasakan ini iblis hina!"
Slaassh! Slaassh! Slaassh!...
Keenam Light Spear meluncur cepat mengarah kepada Lucifer sebagai targetnya.
Trinnk! Trinnk! Trinnk!
Pyaar…
Tiba-tiba keenam Light Spear hancur seketika saat berhadapan langsung dengan sebuah lingkaran sihir yang dibuat oleh Asmodeus yang kini telah berada di depan Lucifer dengan bantuan kecepatannya.
"Aku akan menjadi perisai anda, Lucifer-sama" ucap Asmodeus, mengacungkan sebuah tombak ke atas mengarah kepada ketiga panglima malaikat jatuh itu.
Srinnngg…
Seketika di ujung tombak yang di pegang oleh Asmodeus telah tercipta sebuah lingkaran sihir yang perlahan-lahan memuai menjadi lebih besar yang ia arahkan kepada ketiga malaikat jatuh tersebut.
"Mati kalian, gagak!"
Buuusshh…!
Tiba-tiba dari dalam lingkaran sihir tersebut keluarlah Demonic Power berskala besar melesat seperti bola api raksasa mengarah pada ketiga malaikat jatuh itu.
Srinnngg…
Buuussh…
Tanpa di duga oleh siapa'pun, di depan ketiga panglima malaikat jatuh itu telah tercipta sebuah lingkaran sihir raksasa menahan hantaman dari Demonic Power tersebut.
"Belial-sama!" seru ketiga malaikat jatuh itu ketika melihat pemimpin mereka telah kembali datang melindungi mereka.
"Maaf sudah membuat kalian menunggu"
The Fallen Angel
"Apa maksudmu, Gabriel? cepat laksanakan tugasmu, ini perintah dari kakakmu" ucap Michael, mengibaskan tanganya memberi titah kepada Gabriel.
"Seorang kakak yang baik tidak akan pernah memerintahkan adiknya berbuat jahat, Nii-sama" balas Gabriel dengan suara lembut dan halus.
"Gabriel, kenapa kau tidak mau mendengarkan perkataan kakakmu sendiri?" tanya Michael.
"Karena semua ini salah!, yang kita lakukan ini adalah salah, Nii-sama. Apa Nii-sama ingat kita di utus oleh Ayah turun ke dunia bawah untuk melerai kedua pihak bukan menambah buruk keadaan, kita telah salah mengambil tindakan, Michael-niisama" jawab Gabriel.
"Gabriel, kau harus tahu… Malaikat Jatuh dan Iblis hanya kedua mahkluk yang membawa kehancuran dimana-mana, mereka berperang hanya untuk memperebutkan wilayah dunia bawah yang begitu luas seperti dunia, sifat keserakahan yang mereka miliki menjadi mimpi buruk bagi semua mahkluk yang akan membawa kehancuran" ucap Michael.
"Tidak!, kami tidak seperti yang kau pikirkan. Perang ini telah menjadi tanggung jawabku karena… aku telah membunuh putra kedua Lucifer sendiri, jadi tidak ada alasan ras Malaikat untuk menyerang kedua ras, jadikan aku sebagai penebusan dosa mereka" balas Naruto.
"Perang ini akan terus berlangsung meski ada tidaknya dirimu di dalamnya. Maka dari itu kami akan tetap melancarkan serangan menghancurkan kalian" ucap Michael.
"Kau bukankah Michael yang kukenal selama ini, kemana diri Michael yang selalu mengambil keputusan secara bijaksana dan selalu memikirkan mahkluk hidup yang terlibat didalamnya, hah!" ucap Naruto.
"Malaikat yang telah jatuh sepertimu tidak pantas berbicara seperti itu padaku. Lihatlah dirimu, apa kau layak berbicara seperti orang suci tapi sebenarnya dirimu sudah ternoda akan dosa" balas Michael.
"SIALAN KAU!" teriak Naruto, melesat cepat menerjang Michael, menciptakan sepasang pedang terbuat dari es suci di kedua tangannya.
Michael dengan segera menciptakan ribuan Light Spear di atas kepalanya dalam sekejap, tangannya bergerak ke bawah mengarah menuju Naruto memberi aba-aba kepada setiap Light Spear untuk mengikuti gerakan tangannya.
Slaassh!.. Slaassh!.. Slaassh!...
Ribuan Light Spear tersebut meluncur secara beruntun tanpa henti menyerang Naruto sebagai targetnya, Naruto dengan kemampuan berpedangnya mampu menangkis dan memotong setiap Light Spear yang hampir melukai tubuhnya dengan menggunakan kedua pedang es di dalam genggaman kedua tangannya.
Gabriel menangis dalam diam melihat pertarungan kedua orang yang ia sangat sayangi, kedua tangannya saling mengenggam di depan dada dan bibirnya mulai bergerak memanjatkan doa.
WOOOOOOO…!
Tidak lama kemudian terdengarlah suara amat sangat merdu yang mampu menghipnotis seluruh makhluk hidup akan keindahan tiada tara bila mendengarnya, suara tersebut berasal dari langit dunia bawah yang telah menjadi terang benderang kembali karena silaunya cahaya.
Dari dalam gumpalan awan turunlah perlahan sesosok bercahaya dengan aura suci yang sangat kental mengumbar hebat dari dalam diri-Nya.
"Ayah…" gumam Michael saat matanya menyaksikan sendiri sesosok bercahaya yang ia panggil Ayah yang adalah sosok Tuhan turun langsung ke dunia bawah dari tahta surga.
Gabriel menghentikan tangisnya dan memanjatkan rasa syukur sebanyak-banyaknya saat melihat sesosok Ayahnya yang telah mengabulkan doanya untuk datang langsung menghentikan perang ini yang terus berkepanjangan.
Mata Naruto terbelalak sempurna saat dirinya kembali melihat sosok Ayahnya atau Tuhan setelah sekian lama tidak pernah bertemu kembali.
Semua makhluk dari ketiga ras segera menghentikan setiap pertarungan mereka setelah melihat sendiri sesosok bercahaya yang mereka panggil Tuhan turun langsung dalam perang.
"Wahai seluruh makhluk penghuni dunia bawah dan surga, aku memerintahkan kalian untuk menghentikan peperangan yang telah kalian perbuat. Peperangan tidak akan membawa perdamaian melainkan membawa kehancuran dan kematian bagi para makhluk yang merasakan dampak perang tersebut" ucap Tuhan mengelegar hebat.
Lucifer menyeringai menakutkan saat melihat sendiri mantan Ayahnya telah turun tangan menghentikan perang.
"Wahai saudaraku sesama bangsa Iblis, hari ini akan menjadi hari yang bersejarah bagi kita, dimana kita akan menjadi makhluk terkuat di atas puncak sebagai ras penguasa yang mengatur tahta nan dunia dengan membunuh Tuhan sebagai taruhannya…!" ucap Lucifer mengelegar.
"YAAA!" teriak bergemuruh seluruh bangsa Iblis setelah mendengar deklarasi dari pemimpin mereka menantang Tuhan.
"Nah, mari kita kerahkan seluruh kekuatan kita untuk melengserkan Tuhan dari tahtanya…!" ucap Lucifer lagi mengelegar.
"YAAAAA…!" suara teriakan bangsa Iblis semakin bergemuruh hebat di setiap penjuru.
Naruto, Michael, Gabriel, para Malaikat, dan para Malaikat Jatuh terkejut bukan main setelah mendengar sendiri deklarasi perang terhadap Tuhan dari mulut Lucifer sendiri.
"Dia sudah gila" gumam Naruto, menengok kebawah menatap ras Iblis yang tengah mempersiapkan diri melawan Tuhan.
"Michael, sepertinya kita harus menunda pertarungan kita terlebih dahuli, ada hal yang lebih penting dari pertarungan kita ini" ucap Naruto.
"Sepertinya aku setuju padamu kali ini, sepertinya tidak ada jalan lain selain bekerja sama menghentikan kegilaan ini sebelum terlambat" balas Michael.
Naruto menganggukan kepalanya menanggapi perkataan Michael, Naruto membalikkan tubuhnya dan terbang turun menuju permukaan. Sebelum melesat pergi Naruto mengalihkan pandangannya menatap Gabriel yang juga menatapnya.
"Aku akan kembali mememuimu, aku berjanji" gumam Naruto pelan, Gabriel tersenyum seakan mengerti pergerakan bibir Naruto merangkai kata-kata.
"Aku tunggu itu, Naruel..." balas Gabriel pelan, Naruto mengganguk menanggapi itu, dan kembali terbang melesat menungkik kebawah menuju para Panglima Malaikat Jatuh berada.
The Fallen Angel
Belial mengepakkan keenam pasang sayapnya, terbang tinggi ke atas langit, bermanuver menghindari setiap lesatan anak panah yang terbuat dari Demonic Power yang Asmodeus lesatkan.
Asmodeus terus menerus melepaskan anak panah menargetkan Belial sebagai bidikkannya.
Setiap kali ada kesempatan Belial kembali menciptakan Light Spear menghujani Asmodeus memberikan serangan balik.
Asmodeus merapalkan mantra menciptakan berlapis-lapis lingkaran sihir di depan laju lesatan anak panahnya.
Belial merasakan firasat buruk kembali setelah melihat berlapis-lapis lingkaran sihir yang diciptakan Asmodeus sama seperti saat dirinya sebelum terkena dampak ledakan serangan Asmodeus.
"Ini akan merepotkan" gumam Belial, dia kembali bermanuver di udara menghindari setiap lesatan anak panah.
"Berhenti mengelak kau, gagak tua!, tuanku pasti akan mengalahkan mantan ayahmu!" seru Asmoedus, terus memerus melesatkan anak panah.
"Walaupun aku telah jatuh, tetapi aku masih memiliki keyakinan" balas Belial.
Belial terbang menungkik kebawah melesat cepat menuju Asmodeus dengan mengenggam sepasang Light Sword di kedua tanganya.
Setiap lapisan lingkaran sihir Asmodeus bercahaya memancarkan aura hijau kehitaman semakin pekat di setiap lapisannya.
Kreeet…
Asmodeus menarik busur panahnya, memposisikan anak panahnya di depan berlapis-lapis lingkaran sihir mengarah pada Belial.
Belial terbang bermanuver berusaha mengecoh arah lesatan anak panah Asmodeus yang ingin ia lepaskan.
'Cih, apa dia tidak bisa diam sebentar saja' pikir Asmodeus.
Slaaassshh!
Buuumm!
Tiba-tiba dari atas langit yang berlawanan dengan arah lesatan panah Asmodeus, meluncurlah sebuah tombak es raksasa menghantam tempat Asmodeus berada sampai menimbulkan dentuman kencang.
Buussh… Buussh…
Naruto mengepakkan sayapnya beberapa kali sebelum kakinya menampakkan kaki di permukaan.
Buuussshh… Buuussshh…
Tidak berbeda dengan Naruto, Belial menampakkan kaki di permukaan bersampingan dengan Naruto.
"Apa sudah selesai?" tanya Belial.
"Aku rasa sudah" jawab Naruto.
Dari balik asap bekas hantaman tombak es suci tampak Asmodeus tergeletak di tanah dengan tombak es menancap di punggungnya, tidak lama kemudian tubuhnya terurai menjadi percikan api yang disapu angin.
"Kurasa kursi Gubernur memang pantas disandang untukmu, Naruto" ucap Belial, menengok kesamping menatap Naruto.
"Aku rasa aku tidak cocok sebagai Gubernur, mungkin Azazel lah yang cocok dengan gelar itu" balas Naruto.
"Belial-sama, Naruto-sama bisa kalian tunda dulu pembicaraan kalian, kita harus mempersiapkan diri menghadapi gempuran bangsa Iblis" ucap Baraqiel yang entah mengapa sudah berada di belakang mereka.
"Ah maaf soal itu. Baiklah, Naruto aku pergi dulu" ucap Belial sebelum dirinya terbang menjauh bersama Baraqiel.
Naruto berjalan perlahan mendekati tombak es suci yang menancap di tanah, mengenggamnya lalu mencabutnya dari tanah.
Mata Naruto kembali beralih kepada peperangan yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Dirinya memang merencanakan pembunuhan Asmodeus melewati komunikasi telepati dengan Belial.
"Gabriel, Michael, Belial, Azazel, Ayah… peperangan ini adalah salahku, dirikulah yang pertama kali mengkibarkan bendera perang menantang bangsa Iblis dengan membunuh putra kedua Lucifer, dengan ideologikulah yang sungguh naif yang ingin mempersatukan ketiga ras. Aku telah salah memilih jalan yang seharusnya tidak diriku lewati, takdirku adalah menjadi Malaikat Jatuh, Malaikat yang telah dibuang dari surga, dengan kenaifan diriku masih menjalankan tugas saat sebelum jatuh membuat roda takdir menjadi kacau" gumam Naruto mencurahkan semua isi hatinya.
"Sekarang aku telah sadar, diriku yang sekarang bukan memainkan peran masa lalu, tapi menjalankan takdir baru sebagai...
.
.
.
.
.
...The Fallen Angel"
To Be Continue
AN: Yo! Minna… jumpa lagi denganku. Bagaimana, apa kalian puas dengan chap ini? Kuharap iya walau total wordnya lebih sedikit dari yang kemaren, tapi saya akan usahakan sebisa mungkin untuk word stabil (mungkin 2-3k)
Kuharap setelah membaca cerita ini Author dan Reader sekalian bisa meninggalkan Review, Favorit, and Follow.
Semakin banyak masukannya akan membuat saya semakin bersemangat membuat chap berikutnya.
Mangetsu Ringu, Log Out!
