Isn't He Lovely? ( Chapter 6 )

• Main Cast:

Yesung (24yo)

Kyuhyun (22 yo)

Siwon (23 yo)

Kibum (22 yo)

• Other Cast: Super Junior members.

• Warning: Yaoi content, typos, grammar error, bahasa non baku, etc.

.

.

.

klik

Yesung langsung mematikan tv didepannya. Ia tak berniat mengetahui kelanjutan cerita dari seorang namja berjuluk StarKyu. Ini sudah cukup.

Jantungnya memompa tak biasa. Ia kembali teringat saat tak sengaja mendengar siaran Kyuhyun di radio kemarin dan pertanyaan mengenai kematian Appanya tadi siang. Tentang kura-kura yang disebut, tentang pertanyaan yang menyembunyikan sejuta arti. Ia mulai mengerti sekarang. Mengerti akan perilaku Kyuhyun yang seakan menarik ulur dirinya.

Ini semua seperti kebetulan.

Kebetulan yang tentunya tidak pernah disengaja.

Tapi mungkinkah?

Yesung memaksa otaknya untuk terus bekerja. Mengolah informasi yang bahkan belum tentu jawabannya. Otak dan hatinya terus beradu. Nafasnya pun nampak tak teratur. Bagai terkena sihir dirinya langsung bangun begitu saja meninggalkan tempat peristirahatan awal. Mencari kepastian yang bahkan sendirinya tidak tahu untuk apa tujuannya.

.

~ Isn't He Lovely? ~

.

Entah apa yang ada di pikiran Yesung hingga Ia terus berlari. Menelusuri lorong demi lorong apartemen, turun melewati tangga otomatis bahkan tak jarang manual. Bangunan semi rumah yang terletak di lantai 10 seakan tak menguras tenaganya sama sekali. Badan mungil itu terus bergerak menuju lantai dasar, menabrak sahabatnya sendiri tanpa Ia sadari.

"Sungie-ya! Kau mau kemana?"

Setelah beberapa meter dari pemanggil akhirnya Yesung tersadar.

"Dimana Kyuhyun?" Eunhyuk mengernyit.

"Dia sedang siaran di radio. Hei Yesung-ah! Yak Yesunggg!" Samar-samar kuping Yesung mendengar suara Eunhyuk menjauh. Teriakan Eunhyuk bagai angin lalu untuk Yesung, Ia sama sekali tidak peduli. Yang dia tahu sekarang hanya 'siaran di radio'. Sebuah informasi penting yang akan mengantarkan langkahnya menuju ke suatu tempat.

'Radio. Radio itu... Ayo Yesung cepat berpikir!' Yesung memukul kepalanya gemas. Otaknya dipaksa untuk berpacu menyerap informasi minim yang ada. Dia bahkan tak sempat berfikir dimana kakinya berpijak sekarang.

Sorot mata Yesung mulai redup. Kepalanya terus memutar berharap keberuntungan berpihak padanya. Ia bahkan hampir menyerah kalau saja Dewi Fortuna tidak segera menunjukkan jalannya. "Mobil itu" Yesung bergumam, kepalanya menengadah ke arah depan. Pupilnya mengecil mencoba fokus pada spanduk remang di pinggir jalan. "Angels for You" Kembali bibirnya berucap. Tanpa banyak berpikir Yesung melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda.

Brak

Suara pintu yang terbuka tak sabar kontan mengalihkan pandangan. Bahkan tidak hanya satu, terhitung tiga pasang mata sampai terlonjak melihat kedatangan seseorang yang tidak pernah di duga-duga sebelumnya.

"Kim Yesung" Mereka Siwon, Kibum, dan Kyuhyun. Berhasil melepas headphones yang hampir dua jam melekat di telinga masing-masing. Meninggalkan mic khusus penghubung suara antara sang artis dengan beribu fans di luar sana.

Yesung tak sempat menjawab. Dadanya naik turun, peluh mengucur jelas dari sela surai yang kini terlihat lembab. Wajahnya memerah sempurna, entah karena malu atau lelah, atau mungkin keduanya.

Brak

Lagi suara gaduh itu terdengar. Bukan, bukan suara yang berasal dari pintu yang terbuka. Tapi suara tubuh roboh tepatnya. Dan pemilik tubuh itu adalah seorang namja manis bernama lahir Kim Jong Woon. Ia pingsan.

.

.

Onix sipit Yesung perlahan membuka. Ruangan ber wallpaper biru dan beberapa bingkai foto terpajang lantas menghampiri penglihatannya. Tapi tunggu. Ini terasa asing. Ia yakin Ini bukanlah kamarnya. Lantas dimana Ia sekarang?

Yesung menajamkan matanya lagi. Mencoba melihat jelas salah satu barang penjawab dari segala pertanyaannya. Pigura.

"Cho Kyuhyun!" Yesung langsung bangkit. Meski kepalanya masih terasa pusing tapi Ia tidak peduli dan mencoba turun dari kasur.

"Berapa kilo kau marathon?" Suara berat Choi Siwon tiba-tiba terdengar dari bilik pintu yang terbuka. Diikuti Kibum dibelakangnya dengan kedua tangan yang memegangi nampan.

Yesung langsung diam. Wajah pucatnya nampak kebingungan, otaknya tidak bisa berpikir jernih sekarang. Terakhir yang Ia ingat hanya mendobrak pintu ruang siaran.

"Kau ada di dorm kami Yesung-ah" Air muka yang semula bingung itu kini seketika berubah.

"Aku harus pulang. Eunhyuk-ssi pasti menungguku" Berniat kabur tapi sekali lagi langkahnya terhenti.

"Eunhyuk-ssi, Kim Yesung bersama kami sekarang. Jangan menunggunya pulang" Kibum menghempas ponsel yang semula berada di kupingnya. Entah harga ponsel itu hanya bagaikan bungkus kacang hingga tak peduli lagi dengan keadaannya.

Bibir Yesung sedikit membuka. Matanya mengerjap beberapa kali. "Kau tadi pingsan" Siwon memberi jeda. Tangannya menarik kursi kayu untuk duduk di dekat Yesung. "Jadi kami membawamu kemari"

Demi Tuhan Yesung sangat malu sekarang. Mendengar cerita Siwon membuat nafasnya kembali berpacu. Ditundukkan kepalanya dalam berusaha agar tak sampai terlihat. Tangan mungilnya juga tak bisa diam, terus meremas ujung sweater hingga terlihat kusut.

"Kata dokter kau pingsan karena kelelahan berlari. Kau juga mengalami dehidrasi karena kurang cairan, dan... jangan bilang jika kau belum menyuap makanan hari ini?" Siwon mengulang semua perkataan dokter barusan. Dahi Yesung sampai berkerut mendengarnya. Dokter? Jangan bilang mereka memanggil dokter hanya untuk memeriksa kura-kura ceroboh sepertinya.

"Bodoh" Kibum menyela. Membuat Yesung semakin bersalah akan dirinya.

"Lebih baik kau makan sekarang. Aku tidak mau sampai kau pingsan lagi" Kibum lalu naik ke atas kasur. Memangku nampan dengan mangkok yang masih mengepul asapnya. Dirinya mulai menyendok bubur sayur dengan sedikit daging sebagai lauk. Tangannya diarahkan tepat ke depan Yesung yang masih menunduk.

Yesung menoleh sekilas, memandang bubur kemudian merangkak memandangi Kibum. "Buka mulutmu" Suruhan Kibum terdengar dingin, meski begitu rasa khawatir tidak bisa Ia tutupi. Akhirnya si manis menyerah dan membuka bibir tipisnya. Jangan lupakan juga mata yang tak lepas dari pandangan artis didepannya.

"Kenapa kau mencari kami Yesung-ah? Apa tujuanmu?" Kesibukan Yesung -memandangi Kibum- teralih oleh pertanyaan Siwon.

"Kyuhyun" Meski masih mengunyah tapi perkataan Yesung terdengar begitu jelas. "Kyuhyun?" Yesung hanya mengangguk mendengar pengulangan Siwon.

"Barang-barangku tertinggal di bagasi mobilnya" Adalah satu dari dua tujuan Yesung sebenarnya mencari si evil magnae.

"Apa sepenting itu? Kau bisa mengambilnya besok"

Yesung menelan buburnya. Dirinya masih berfikir untuk menjawab pertanyaan Siwon. "Aku butuh ponsel untuk menghubungi Hyungku" Ucapnya berusaha tenang. Ya setidaknya Ia tidak berbohong penuh kan? Ia memang perlu ponselnya.

Kibum menyuapi Yesung untuk yang kesekian kali. "Kenapa kau bisa bersamanya?" Lantas tangannya terulur untuk mengusap tatkala bubur itu mengotori ujung bibir Yesung.

Yesung merona. Tak tahan akan perlakuan Kibum, tangan mungilnya akhirnya terangkat untuk menahan tangan Kibum. Mencoba membersihkan sisa bubur dengan lidahnya sendiri. "Ceritanya panjang" Kibum hanya mengangguk tidak berniat mengetahui lebih. Dia bukan tipe orang dengan tingkat ke-kepo-an yang tinggi.

Kibum meletakkan mangkok yang sudah kosong. "Minumlah obatmu dan segera tidur" Lalu membuka beberapa bungkus pil untuk diserahkan kepada Yesung.

"Tapi aku tidak sakit" Yesung lagi-lagi terlihat bingung.

"Itu vitamin Yesung-ah. Segeralah minum lalu istirahat. Besok jadwal padat dan aku tidak mau sampai orang lain yang menyentuh wajahku" Yesung bengong. Ucapan Siwon terdengar sangat protektif di telinganya. Sedang Siwon tak terlalu memperhatikan dan malah menyelimuti kembali kaki Yesung yang sempat terbuka.

Baru saja pil itu akan masuk ke mulutnya. Tapi Yesung keburu menyadari sesuatu. "Dimana Kyuhyun?"

"Kyuhyun sedang tapping untuk Radio Star. Nanti jika dia datang dia akan tidur bersamaku. Jangan terlalu dipikirkan"

"Mian, Aku pasti sangat merepotkan" Yesung merunduk.

"Kau memang merepotkan. Tapi disini tidak ada yang merasa direpotkan" Entah sejak kapan Kibum sudah setengah rebahan disebelah Yesung. Meski bibirnya berbicara, tapi tangannya terlihat sibuk memainkan psp Kyuhyun yang tertinggal.

"Kibummie ayo pergi. Biarkan Yesung beristirahat" Tanpa banyak melawan Kibum lantas bangun. Tidak lupa mematikan psp berjaga agar Kyuhyun tidak marah nantinya.

"Berhenti memanggilku Kibummie Hyung. Aku tidak menyukainya" Dengus Kibum dan berlalu pergi setelahnya.

"Yesung-ah, jangan lupa untuk meminum vitaminmu" Sudah dua kali untuk sehari ini Siwon terhitung mengedipkan matanya untuk Yesung. Sedang Yesung hanya malu sendiri setelah badan Siwon sepenuhnya menghilang di balik pintu.

Yesung memilih segera tidur setelah minum vitamin. Badannya sedikit limbung saat bangun untuk mematikan saklar utama dan menggantinya dengan lampu ber watt rendah. Ditarik penuh lalu selimut berbulu halus itu untuk menutupi tubuh mungilnya. Yesung bukannya berkulit badak karena tidak tahu cuaca yang panas. Tapi Air Conditioner di kamar Kyuhyun semakin lama terasa dingin untuknya. Mungkin pengaruh karena hanya dia sendiri yang berada disana.

Belum ada sejam tubuh Yesung menikmati kasur tiba-tiba pintu kamar berderit. Yesung itu terlalu peka, sedikit saja kegaduhan bisa membangunkan tidur lelapnya. Bayangan, lebih tepatnya tubuh seseorang tertangkap oleh penglihatan buram Yesung.

"Kau?"

"Lanjutkan tidurmu, Aku hanya mengambil pspku"

Seketika otak Yesung bekerja saat pendengarannya menangkap suara seseorang. Ia langsung bangun, namun naas kakinya malah terlilit selimut.

"Aw!"

Yesung jatuh dengan bertumpukan dada bidang seorang namja. Adegan ini seperti slow motion dalam keremangan. Merasakan detak jantung satu sama lain selama beberapa detik. Hampir semenit saat dirinya sadar akan posisi yang begitu menantang.

"Mi-mianhae"

Yesung segera bangun dan mengulurkan tangannya ke arah sang namja. Beruntung wajah yang telah memerah sempurna itu tersamarkan oleh kegelapan. Dan bukannya berniat untuk menyusul Yesung bangun, si namja malah menarik tangan Yesung untuk kembali ke posisi semula.

"A apa yang Kau lakukan Cho Kyuhyun, lepaskan"

Bahkan kini tubuh Yesung telah sepenuhnya terkunci. Meronta diantara lengan kekar tentunya adalah pilihan yang salah.

"Aku yang seharusnya bertanya Kim Yesung. Apa yang kau lakukan?"

Yesung diam. Kini dirinya berada diantara dua pilihan.

"Aku hanya... ingin mengambil ponselku yang tertinggal"

"Hanya itu?"

"Dan barang-barangku"

"Lagi?"

Mulut Yesung terasa dijahit dan tidak bisa berbicara. Apakah dia harus mengungkapkannya sekarang?

"Hanya itu"

Dan dia memilih sisi berlawanan dari apa yang sebenarnya Ia inginkan.

Kyuhyun seketika bangun. Sedikit membersihkan pakaian dan mengambil psp yang sempat terlempar. Kyuhyun lantas pergi tanpa sepatah katapun terucap dari bibir tebalnya.

"Kau bahkan tak membangunkanku setelah menarik jatuh tubuhku" Selalu seperti ini, tarik ulur yang tak hentinya selesai. Entah Kyuhyun yang terlalu kaku akan perasaannya atau Yesung yang terlalu takut untuk membongkar masa lalunya.

.

~ Isn't He Lovely? ~

.

Ini bahkan terlalu pagi untuk bangun, padahal jam kerja masih sekitar 4 jam lagi. Tapi Yesung sudah bergegas dan sepertinya bersiap untuk pulang. Menyiapkan segala keperluan untuk bekerja hari ini adalah alasannya. Lebih cepat lebih baik kan? Dan kata terlambat tidak pernah ada di kamus seorang Kim Yesung.

"Yesung-ah kau mau kemana?"

Yesung baru saja keluar kamar saat namanya dipanggil.

"Aku mau pulang. Aku harus mandi dan jam 9 nanti sudah ada di SM Siwon"

"Aku bisa mengantarmu. Jja!" Belum juga Yesung memberi konfirmasi tapi Siwon sudah keburu mengambil kunci mobilnya.

"An-"

cklek

Pintu kamar Siwon terbuka, menampakkan namja dengan rambut madu dan wajah khas bangun tidurnya. Dirinya lalu berjalan menuju dapur untuk sekedar mengambil segelas air. Mengindahkan dua orang yang menatapnya dalam diam.

"Kyu ini masih pukul 5 dan kau sudah bangun?"

"Kalian terlalu ribut sampai membangunkan tidurku"

Tidak. Itu benar-benar alasan yang tidak logis. 10 waker pun tidak akan bisa membangunkan seorang Cho Kyuhyun. Siwon tau betul tentang hal itu. Alis Siwon terangkat sebelah. "Begitukah?"

"Kau mau kemana?" Kyuhyun tidak menggubris pertanyaan Siwon. Yesung dengan setelan lengkap di pagi buta seperti ini lebih menarik perhatiannya.

"Pulang" Yesung dengan cepat menunduk, bergumam 'gomawo' lantas pergi begitu saja. Sepertinya tujuan untuk mengambil barang yang tertinggal sudah menguap di pikiran Yesung. Apalagi bertanya tentang boneka kura-kura? He didnt even~

"Yesung!" Siwon baru saja hendak mengejar Yesung. Tapi harapannya itu pupus saat dengan begitu saja kunci mobilnya raib di maling si magnae Cho. Anak itu memang pintar mengambil kesempatan dalam kesempitan.

"YAK HEI EVIL CHO! Haish!"

.

.

Tap

Tap

Sret

Kurang dari 3 langkah Kyuhyun sudah berhasil menggaet tangan Yesung. "Lepaskan Aku!"

"Aku akan mengantarmu pulang" Menarik paksa si manis menuju basecamp apartemen.

"Tidak bisakah Kau berhenti menggangguku?" Kyuhyun langsung berhenti. Wajah dingin itu kembali menyeruak. Dirinya berbalik dan menatap Yesung dalam.

"Bisakah kau diam?" Suruh Kyuhyun mutlak, jika sudah begini Yesung tak akan berani melawan. Seberapa besar kesal dan keinginannya untuk menjauh dari Kyuhyun tak akan bisa terlaksana. Alasannya? Entahlah.

Yesung hanya diam saat dirinya didorong untuk masuk ke dalam mobil. Aksi diam juga masih berlanjut saat dalam perjalanan menuju apartemen Eunhyuk. Membuat suasana akwaward tercipta begitu saja.

"Dimana alamatnya?"

Yesung menoleh sebentar. Bibirnya terpaksa bicara karena pertanyaan yang terlalu mendesak. "Di kanan jalan sebelum perempatan gedung SM" Untuk mengingat nama apartemen saja Yesung tidak becus. Beruntung Kyuhyun itu sudah mengerti seluk beluk kota Seoul.

"Kau berlari hampir 4km hanya untuk mencari barangmu yang tertinggal?"

"Aku butuh ponsel untuk menghubungi Hyungku"

"Seperti Eunhyuk-ssi tidak memiliki ponsel untuk dipinjamkan padamu"

"Eunhyuk tidak ada saat aku sampai"

"Kau bisa menunggunya"

Skak mat. Yesung menarik nafasnya dalam. Mencoba tetap tenang dalam posisi genting adalah pilihannya kini.

"Itu bukan urusanmu"

Mobil tepat berhenti saat Yesung selesai bicara. Dirinya langsung keluar, tak peduli dengan keberadaan Kyuhyun di kursi kemudi. Sepertinya Yesung juga lupa cara berterimakasih.

"Jika kau mau, kau bisa ambil ponsel dan barangmu nanti malam setelah jadwalku selesai"

Yesung diam membelakangi saat Kyuhyun berbicara. Lantas kakinya lanjut berjalan saat mobil Audi TT Cope hitam itu kembali melaju.

"Ahhhh sial! Kim Yesung pabbo! Pabbo Sungie-ya!" Yesung mengacak rambutnya kesal. Merasa kerugian yang ditanggung tidak sepadan dengan usahanya kemarin. Dan semua itu gagal hanya karena seorang Cho Kyuhyun.

.

.

"JADI KAU BERMALAM DI DORM MEREKA KARENA PINGSAN?" Suara Eunhyuk lepas kontrol setelah mendengar pengakuan Yesung.

"Kecilkan suaramu monkey ck!" Tangan mungil Yesung tak tak tahan untuk tidak mengeplak kepala Eunhyuk. Salahkan penyuka pisang itu karena sudah berteriak di depan umum.

"Ups" Eunhyuk menutup mulut. "Kalau Aku jadi kau, aku akan pingsan sepanjang hari Yesungie~" Kemudian tangannya dengan nakal mencolek dagu lancip Yesung.

"Sayang itu hanya mimpimu Lee Eunhyuk" Jawab Yesung memeletkan lidahnya.

Tin

Tiba-tiba sebuah mobil sedan berhenti di depan mereka.

"Ayo naik! Aku rasa kita bisa berangkat bersama" Kepala si empunya lalu menyembul dari balik kaca.

"Donghae-ssi! Tawaran yang bagus. Aku menyetujuinya" Sepertinya Yesung memang tidak ingin membuang kesempatan. Tanpa menunggu Eunhyuk, dirinya langsung masuk dan menempati seat belakang. Lihatlah wajah kekanakan itu sudah kembali ke tempatnya sekarang.

"Apa kau akan membiarkan kulit mulusmu dijilati matahari Eunhyuk-ah?" Sarkasme Donghae. Tapi kata-kata itu ternyata mampu membuat Eunhyuk masuk ke dalam mobilnya.

"Mana mobilmu?"

"Jarak gedung SM hanya beberapa meter Donghae-ssi, itu akan membuang-buang bensinku"

Donghae memukul jidat Eunhyuk. "Dasar pelit" Lalu terkekeh diikuti Yesung di belakangnya.

"Kenapa kau ikut tertawa kura-kura!"

"Apa urusanmu bweee" Yesung lagi-lagi menjulurkan lidahnya, namun kini dengan ujung mata yang ikut ditarik. How Cute Yesungie~

"Untuk jadwal grup hari ini akan ada pemotretan pukul 10 pagi, latihan jam 3, dan siaran Angels for You jam 8 malam. Untuk jadwal pribadi Leeteuk Hyung akan memberitahunya nanti. Kemungkinan 2 minggu lagi syuting mv akan dimulai" Cerocos Donghae di sela duel antar Eunhyuk dan Yesung.

"Berarti kita memiliki waktu jeda saat mereka latihan?"

"Sepertinya begitu~"

'Yes berarti Aku punya waktu tidur hari ini' Yesung bersorak dalam hati. Setelah kemarin tidur nyamannya terganggu, hari ini dia memiliki waktu jeda yang cukup untuk beristirahat.

"Kita ada rapat dengan crew yang lain setelah pemotretan" Potong Eunhyuk tajam dan seketika langsung menghancurkan mimpi indah Yesung.

.

.

Angelic Icon sedang latihan saat Yesung memulai rapat dengan support crew yang lain. Tentu ini rapat insidental yang jarang dilakukakan, mengingat pengeluaran album berkonsep hanya sesekali di rilis. Ini merupakan babak baru untuk Yesung menapaki karir sebagai anggota make up crew apalagi dari bukan sembarang boy grup.

Jujur saja Yesung sangat mengantuk sekarang. Diawal Ia memang bersemangat, tapi mendekati akhir rasa kantuk itu semakin menjadi-jadi. Apalagi kemarin tidurnya yang memang tidak tenang sangat mengusik pikirannya. Ditambah saat pemotretan tadi trio namja itu benar-benar tidak memberi Yesung waktu untuk diam. Mereka selalu berebut Yesung, mengoper si manis seperti bola basket. Meski hanya mengelap keringat setetes tetap yang harus melakukan itu Yesung. Sedang anggota crew yang lain? Jangan tanya karena mereka sekarang malah jadi asisten Yesung jika dia membutuhkan sesuatu.

"Yesung-ah! Kita harus pergi untuk mencari makeup dari contoh sampel tadi"

Yesung terkantuk-kantuk saat Eunhyuk menepuk bahunya. Lihatlah monyet nakal itu sekarang malah menggigit kuping Yesung.

"Aw!"

Teriakan Yesung kontan menarik perhatian Donghae yang berada di seberang meja. Beruntung rapat baru saja usai, dan yang tersisa hanya mereka bertiga.

"Donghae-ssi tolong antar kami ke Myeongdong ne?"

Yesung hanya bercicit melihat kelakuan Eunhyuk yang tidak merasa bersalah sama sekali. Padahal dirinya hampir saja menjemput mimpi dan apa yang Eunhyuk bilang tadi? Kami? Itu berarti dirinya juga ikut di sebut kan?

"Aku juga ingin melihat street fashion yang kira-kira cocok, ya sekaligus mencari refrensi untuk desain baru mungkin?"

Amblas sudah keinginan Yesung untuk beristirahat. Walau Eunhyuk itu sahabatnya, tapi di sisi lain dia juga berkedudukan sebagai atasan. Dengan kata lain Yesung tidak bisa menolak apalagi dengan alasan kerja seperti sekarang. Ingat, Eunhyuk itu ketua crew Angelic Icon.

"Tidak masalah. Kita bisa pergi sekarang sebelum mereka siaran jja!"

Donghae lantas bangun dengan Eunhyuk yang mengekor dan tangannya yang dengan erat menarik jari tangan Yesung -paksa-.

.

"Hah hah koreo ini terlihat simpel. Tapi sangat susah saat di praktekkan"

Siwon terengah saat sesi pertama latihan selesai. Padahal baru sampai part reff, dan belum masuk blocking part.

"Aku rasa itu karena pengaruh umur"

Sedang Kyuhyun hanya menanggapi dengan bercanda. Ya lebih tepatnya mengejek sih.

"Ini"

Kibum lantas datang setelah mengambil botol air di pojok ruang latihan dan melemparnya pada Siwon dan Kyuhyun. Seperti biasa jika dia hanya diam apabila tak ada yang menarik perhatiannya. Kibum memilih duduk di sofa dan sibuk dengan handphonenya.

"Nanti kau akan merasakan saat umurmu telah bertambah Cho"

Rengut Siwon setelah itu meminum airnya dan mengelap wajah yang penuh dengan keringat.

"uhuk"

"Kibummie gwenchanayo?"

"Hyung ini apa?"

.

.

Yesung, Eunhyuk dan Donghae masih berjalan di hall Myeongdong. Melihat kiri kanan, dan sesekali memasuki toko pakaian bahkan makeup juga tidak terlewatkan. Ini sebenarnya menyenangkan, bekerja sekaligus refreshing. Tapi tidak dengan Yesung, Ia tampak tidak bersemangat. Ia hanya sesekali memberi pendapat jika disuruh. Mungkin efek dari rencana istirahatnya yang gagal. Dan jadilah di waktu senggang ini lebih berat ke momen EunHae.

"Donghae-ssi ini sangat bagus" Eunhyuk mengambil sebuah rompi hitam dengan belahan jatuh. Menempatkannya di depan dada seperti sedang mencoba.

"Berhentilah memanggilku dengan sebutan formal seperti itu Eunhyuk-ah"

Eunhyuk berhenti dari acaranya memilah rompi. "Aku hanya akan memanggilmu itu. Jabatanku diatasmu, jadi kau harus lebih menghormatiku" Putus Eunyuk sepihak.

Sebelum Yesung datang, mereka sebenarnya memang sering pergi berdua 'hanya' untuk urusan kerja. Eunhyuk lebih mementingkan karirnya karena seperti yang kalian tahu, dia menjadi seperti sekarang ini karena usaha keras yang tak kenal lelah. So, dia tidak akan pernah main-main dengan pekerjaannya.

"Itu bukannya yang muncul di berita tadi?"

"Eh iya dia orangnya"

"Yaampun kasihan Horse jika harus berhubungan dengannya. Sehelai rambut Horsepun tak akan mampu menyaingi tubuh namja ini"

Yesung langsung menoleh saat dua yeoja berbisik dengan topik yang seperti menyindir dirinya. Apalagi gesture kedua yeoja itu seperti tak bisa berbohong jika mereka memang benar sedang menggosipi Yesung.

"Bodoh! Kau terlalu keras berbisik, cepat pergi"

Yesung tidak bisa berbuat banyak saat ini. Ia hanya diam dan memandangi 2 punggung yang telah menjauh itu. Meski sebenarnya tak dapat dipungkiri bahwa Ia sangat penasaran akan hal yang baru menimpanya.

"Apa ini masih kurang?" Yesung lantas mendekati Eunhyuk dan Donghae. Lebih baik dirinya mengingatkan duo fashion stylist ini ketimbang memikirkan hal yang tidak jelas. Sudah cukup tangan mungilnya menjadi pendaratan tas belanjaan.

"Aku tak mengerti, tapi aku yakin setengah dari belanjaan ini adalah milik kalian" Yesung mengangkat tas belanjaan dengan berbagai merk di kedua tangannya. Sudah terhitung 3 jam mereka disini dan berburu keperluan juga belum selesai. Ini bahkan hampir menyaingi waktu yeoja shopping.

"Hehehe maafkan kami Yesung-ah. Kau benar, ada baiknya kita kembali ke SM sekarang"

Eunhyuk merasakan aura tidak mengenakkan menguar dari tubuh Yesung. Dirinya lalu dengan sigap mengambil setengah dari kantong belanjaan di tangan Yesung. Rompi yang semula terpikir untuk dibeli hanya diletakkan begitu saja. Menarik Donghae ke parkiran adalah pilihan yang tepat sekarang.

.

.

"Bisa tolong kalian jelaskan apa maksud dari foto ini"

"Apa ini kekasih Choi Siwon?"

"Kenapa dia terlihat sangat dekat dengan Horse?"

"Mereka terlihat seperti dating?"

"Dia menyamar seperti lelaki agar tidak ketahuan?"

Berondongan pertanyaan dari berpuluh wartawan tak hentinya menghujani Leeteuk yang baru saja keluar dari gedung SM. Beruntung ada beberapa satpam yang langsung mengawalnya. Pertama dia terlihat bingung tapi setelah melihat foto yang ditunjukkan salah satu wartawan dia baru mengerti. Dan pikirannya seketika melayang mengingat Siwon yang sempat pergi dengan Yesung kemarin.

"Ah tidak, ini bukan seperti yang kalian pikirkan. Dia hanya-"

"Leeteuk Hyung!"

Siwon, Kibum, dan Kyuhyun langsung turun saat mengetahui kegaduhan yang terjadi. Mereka nampak ikut menghalau wartawan yang semakin lama semakin garang saat kedatangan mereka.

"Dia apa? Mereka benar menjalin hubungan?"

"Tolong jawab pertanyaan kami!"

"Kami tidak akan pergi sebelum kalian mengkonfirmasi semua ini"

"Iya benar tolong beri penjelasan atas berita ini"

SM dibawah kendali YoungMin sepertinya terlalu banyak pencitraan. Angelic Icon dari awal debut memang diberitakan tidak pernah menjalin hubungan. Meski beberapa kali sering mencuat skandal, tapi seketika tenggelam begitu saja saat fans mereka bertindak sendiri untuk menyelesaikannya. Tentu tindakan fans lebih menyeramkan dari agensi.

Wartawan semakin merangsek maju. Tapi sepertinya para petinggi SM tidak ada yang bertindak. Mereka bahkan terlihat lalu lalang dengan santainya di dalam gedung seolah tidak ada kejadian apapun. Pemandangan seperti ini sudah terlalu biasa untuk mereka.

"Mwo ada apa ini?"

"Apa ada berita skandal Angelic Icon lagi?"

Mobil Donghae baru akan masuk basecamp saat melihat keributan di depan gedung. Hampir 3 bulan rasanya saat terakhir kali berita Kibum yang digosipkan pacaran dengan seorang wanita hingga menjadi hot news dimana-mana. Meski pada akhirnya berita itu terkonfirmasi bahwa Kibum sedang pergi dengan adik sepupunya. Gerakan fans ternyata lebih cepat untuk mengorek berita seperti ini. Sedang Yesung tidak mengerti, dia hanya melihat dan mendengar percakapan antar Donghae dan Eunhyuk.

"Aku akan cek dispatch untuk mencari kebenarannya"

"Jangan sampai koreaboo juga memberitakan berita ini"

Donghae dan Eunhyuk sibuk dengan ponselnya masing-masing. Dan Yesung dari belakang ikut menatap ke arah layar ponsel mereka bergiliran. Seketika mata Yesung membulat saat melihat foto dirinya dan Siwon kemarin terpajang sedang berpegangan tangan di kafe. Apalagi dengan judul artikel 'Pacar Horse yang Baru, Bagaimana Pendapat Anda?'. Yesung tidak menyangka jika akan sejauh ini jadinya. Dirinya langsung keluar dari mobil Donghae, mendekat ke arah kegaduhan dan menelusup ke depan berniat menjelaskan semuanya.

Sret!

"Dia, dia adalah orang yang kalian cari" Yesung hampir berbicara saat Kyuhyun dengan cepat menggaet tangannya.

"Dia adalah orang yang ada di foto itu" Semua langsung diam saat Kyuhyun mulai menjelaskan kronologis kejadian. Tidak lupa kamera-kamera wartawan yang selalu menyorot ke arahnya.

"Dia memang pergi dengan Siwon kemarin. Tapi dia kura-kuraku"

Bagai petir di siang bolong saat Kyuhyun mengucapkan kata terakhirnya. Siapa yang tidak tahu kura-kura Kyuhyun? Bahkan dirinya selalu menyebut hewan bertempurung itu di setiap kesempatan.

"Aku menemukannya. Dia adalah kura-kura yang sudah 14 tahun aku cari" Kyuhyun mempererat genggaman Yesung yang semakin melemah.

"Siwon tidak memiliki hubungan apapun dengan siapapun" Kyuhyun mengakhiri penjelasannya dengan langsung menarik Yesung ke dalam gedung.

Keadaan seperti membeku sesaat. Siwon dan Kibum bahkan masih shock akan pengakuan singkat Kyuhyun. Tangan Leeteuk sampai bergetar, apalagi yang akan terjadi setelah ini dia tak sempat memikirkannya. Leeteuk lantas masuk diikuti Siwon dan Kibum dibelakangnya. Meninggalkan wartawan yang masih sibuk mengabdikan gambar mereka dan Donghae serta Eunhyuk yang sudah berdiri di depan mobil dengan wajah yang begitu kaget.

.

.

.

- TBC -

Note:

Ini kenapa jatuhnya begini ya /mikir keras/ Tapi gpp deh tetep di read and review ya readers yang baik hati:3

Oh iya aku akan ngepost prolog untuk ff baru dengan genre yg baru juga~ Mengingat Isn't He Lovely? sudah mendekati ujungnya wkwkwk

Aku akan matok minimum review, ya sekurang2nya 100 sebelum posting story baru dan lanjutan dari chapter ini. Kenapa aku tumben pake min review? Soalnya graph cerita ini udah nyentuh 2000 tapi reviewnya sedikit sekali *mundung di pojokan*

Okayyy am waiting for ur response guys! Still lookin' for the next chapter? So write ur thoughts below on review box~ *flying kiss*