Title: I Need You (Kau Milikku Selamanya Sequel)
by: kaisooxoxo
Cast: Kyungsoo, Kai, Chanyeol, Sehun, Suho, Baekhyun.
Rated: M
Warning: Typo's, Yaoi, BoysLove, Alur berantakan, Crackpair, Chansoo Area.
ENJOY!!!
*
*
*
*
*
Flashback on
"Kai-ya~" Suara manja seseorang memasuki indera pendengaran Kyungsoo dan dia langsung menoleh.
"Irene?"
"Kyungsoo? Kenapa kau bisa ada di sini?" Irene tetap melangkahkan kakinya ke dalam kamar Kai tanpa memperdulikan tatapan Kyungsoo.
"Ah- Kai tadi pingsan dan a-aku yang membawanya ke sini. Kenapa kau datang ke sini?" Kyungsoo membalas agak gementar. Untuk alasan apa dia tidak tahu.
"Bertemu dengan mantan suamiku. Dia pingsan?!" Irene mendekati kasur yang menempatkan Kai yang terbaring lemah disana dan Kyungsoo hanya memerhati dengan tatapan tidak suka.
Terlihat dengan jelas Irene menyentuh pipi Kai dan menepuk pelan menyadarkan pria itu tapi sepertinya tidak berhasil.
"Ck! Apa hubungan kalian?"
"Mwo?! Tidak ada. Dia bosku..."
"Jeomgmal? Aku tidak tahu kalau dia sangat suka membawa pria ke dalam apartmentnya." Ucap Irene dengan nada sinis.
Kyungsoo mengertap rahangnya keras. Kenapa sepertinya dia tidak mengenal sosok didepannya ini. Sangat berbeda dengan Irene yang dikenalinya saat di kantor.
"Kau mau tahu alasan kenapa aku meminta cerai dari Kai? Kerana dia suka liburan dan dia sangat kehausan seks. Sayangnya aku tidak bisa memuaskannya." Irene mengubah nada suaranya manjadi sayu dan meminta simpati dari Kyungsoo.
"Oh. Aku tidak perduli. Bukan urusanku." Kyungsoo membalas datar ucapan Irene.
"SUDAH JELASLAH ADA KAITAN DENGANMU BRENGSEK! KAU MEMBUATNYA MENCERAIKANKU..." Irene menjambak rambut Kyungsoo cukup kencang tidak perduli Kyungsoo mengaduh kesakitan.
"Auhhh... Irene, sakit! Lepaskan aku AHHH..." Kyungsoo benar-benar berteriak bahkan air matanya hampir lolos kerana saking sakitnya.
"Diam brengsek. Dasar jalang murahan tidak sadar diri. Aku memberimu satu pilihan... Jauhkan diri kotormu itu dari Kai atau hidup Baekhyun berakhir. Adikmu sangat manis. Aku mengincarnya sudah cukup lama dan aku sedikit menyukai sifat manjanya. Dia sangat menyukaiku, Kyungsoo." Irene membisikkan setiap kalimat dengan tatapan meremehkan sementara tangannya masih tetap menjambak rambut Kyungsoo.
"Jangan ganggu adikku..."
"Noona, aku tidak tahu kau sangat baik... Aku tidak menyangka Kyungsoo punya teman ofis yang cantik seperti dirimu." Irene melakonkan balik watak Baekhyun yang sangat menjengkelkan baginya.
"Kapan Baekhyun menemu- AAAHHH...!"
Irene kembali menjambak rambut Kyungsoo. Salahkan dirinya yang membelakangi Irene dan tidak bisa menghentikan tindakan Irene.
"Brengsek! Menjijikan! Jalang! Pelacur! Murahan! Perosak hubungan orang! Nafsu binata-"
"HEN-TIKAN... HIKSSS!!" Kyungsoo berteriak dengan isakan yang tidak bisa ditahan. Sakit... Itulah apa yang Kyungsoo rasakan saat ini. Dia tidak perduli rambutnya yang dijambak tapi hatinya benar-benar sakit saat setiap ucapan yang keluar dari mulut Irene.
"Apa? Hentikan?! Tidak bisa, sekali jalang akan tetap jalang. Dan kau meminta aku berhenti memanggilmu jalang? Kau pikir aku punya perkataan yang lebih baik untukmu, slut?" Irene menekan perkataan slut di akhir ayatnya.
"Hiks... Aku mencintai Chanyeol, lepaskan aku!" Kyungsoo membentaknya dan Irene yang mendapat bentakan dari pria mugil itu kembali mengacak rambut itu sehingga kepala Kyungsoo terdorong ke belakang dan wajah berubah merah.
"Dengar jalang murahan... Kau tidak akan bisa mendapatkan Kai kerana dia hanya milikku!"
"Aku tidak ingin pun dengan mantan suamimu itu, brengsek! Sekarang lepaskan aku sebelum aku- ssshhhhh..." Kyungsoo berdesis kembali merasa perih di kepalanya kerana tarikan Irene. Apa dia hanya bisa menarik rambut saja? Dasar wanita lembik...
"Ingat ucapanku, Kyungsoo-sshi!" Irene melenggangkan kakinya keluar dari apartment Kai dengan wajah datarnya sementara Kyungsoo meringis mengusap kepalanya perih.
"Aku juga tidak ingin dengannya..." Ujar Kyungsoo dengan nada sinis.
Flashback off
*
*
*
*
*
"Aku mencintaimu..." Chanyeol berbisik lembut tepat ditelinga Kyungsoo dan Kyungsoo tersenyum senang.
"Aku tidak mencintaimu... tapi-"
"Tiada apa... Aku tahu, Soo." Chanyeol menjilat daun telinga Kyungsoo.
"Uh~ Chan..."
Kyungsoo mencuba mendorong Chanyeol tapi tenaganya kalah telak dengan tenaga Chanyeol.
"Lepaskan aku, Chan...!" Punggung Kyungsoo membentur dinding dingin saat Chanyeol semakin mengukungnya.
"Baiklah, aku akan melepaskanmu tapi kau harus jujur denganku..."
"Men-jauh dariku dulu, lalu aku akan menjawab pertanyaanmu." Ujar Kyungsoo sedikit gugup kerana wajah Chanyeol sangat dekat dengannya.
"Aku tahu pertanyaanku ini aneh tapi kau tetap harus menjawabnya."
Dan Kyungsoo memasang wajah penasaran. Dirinya sudah sedikit menjauh daripada Chanyeol dan dia dengan senang hati bisa bernafas lega.
"Apa kau pernah disentuh orang lain selain daripada Kai?" Chayeol menatap lekat wajah Kyungsoo melihat ekspresi yang akan ditampilkan oleh pria mugil itu.
"Huh?! Ke-kenapa?" Gumam Kyungsoo pelan. Kepalanya sudah menunduk dan jemarinya meramas tepian seluarnya hingga jemarinya memutih.
"Aku hanya bertanya... Kau tidak usah khawatir kera-"
"Kau orang terakhir yang menyentuhku, Chan... setelahnya a-aku tidak pernah melakukan dengan siapapun." Kyungsoo lebih kepada bergumam sendirian kerana suaranya sangat pelan tapi cukup kuat untuk didengar oleh Chanyeol.
"M-mwo?" Kali ini Chanyeol yang dibuat terkejut. Dia tidak menyangka Kyungsoo benar-benar menjaga tubuhnya daripada orang lain setelah hampir beberapa bulan mereka melakukannya.
"Aku hanya tidak bisa melupakan Kai... a-aku hikss..." Kyungsoo menundukkan wajahnya.
"Shhh... gwaenchana! Aku tidak pernah memaksamu, sayang..." Chanyeol mengangkat dagu Kyungsoo tapi Kyungsoo menolak perlakuan Chanyeol.
"Apa yang kita lakukan ini salah dan aku tidak bisa teruskan. Baekhyun membutuhkanmu."
"Kau selalu memikirkan orang lain ketimbang dirimu sendiri."
"Dia bukan orang lain dia adikku juga, Chan." Bentak Kyungsoo.
"Siapapun itu kau seharusnya mengutamakan dirimu dulu sebelum siapapun." Chanyeol lebih kepada
"Kau tahu, aku sangat menyesal mengenal seorang Kai. Dia hanya parasit yang hanya mempermainkan perasaanku. Kau tahu, kalau dulu aku tidak pernah perduli padanya, mungkin aku sudah bahagia dengan Sehun saat ini. Sehun bakalan jadi tunanganku dan aku pasti sudah menikahinya. Tapi, namja sialan itu merosakkan segalanya. Dia membuatku nyaris gila dan dulu aku jalang paling murah. Dalam kepalaku, aku bersumpah bahawa aku tidak perduli dia menganggapku apa asalkan dia aku tetap disampingnya. Aku bodoh dan sekarang aku capek mempertahankan perasaanku. Seharusnya dari dulu lagi aku meng- hmpptt..."
Chanyeol menghentikan omongan kosong Kyungsoo dengan cara mencium bibirnya. Cukup lama sampaikan Kyungsoo ikut terbuai dalam pagutan hangat dan menuntun dari Chanyeol. Entah siapa yang memulainya, mereka terlihat saling membelit dan berbagi saliva. Rasanya terlampau nikmat dan sulit untuk dilepaskan.
Plop... Sampai Chanyeol yang menghentikannya, memberi waktu Kyungsoo mengais sebanyak mungkin oksigen masuk kedalam peparunya.
Usai Kyungsoo terlihat sedikit tenang, Chanyeol kembali menabrakkan bibirnya ke bibir Kyungsoo tapi kali ini, hanya kecupan sedetik sebelum dia menurunkan ciuman ke leher jenjang Kyungsoo yang mulus tanpa sebarang tanda.
Mengecup...
Menjilat...
Mengigit...
Dan Kyungsoo tidak menolak perlakuan Chanyeol barusan. Membiarkan lehernya dijamah oleh Chanyeol yang sialnya adalan pacar adiknya. Malah, Kyungsoo tidak segan-segan mendesah nyaring saat Chanyeol mengigit kencang lehernya.
"Ahhh~ ssshhhhh... Chan...yeol~"
Slurp...
Chanyeol menjilati darah segar yang mengalir dari bekas gigitannya dan kemudian mengecupnya berulang kali.
"Asshhh... Chanyeollllhhh... Hentikan!" Kyungsoo memejamkan matanya menikmati bibir Chanyeol yang bermain-main di lehernya. Raut wajahnya tidak sesuai dengan ucapannya.
Cup... Chanyeol menghentikan bibirnya dari terus melumat leher Kyungsoo yang sudah tidak mulus itu. Memandangi karyanya dan dia yakin kesan ungu itu tidak akan menghilang dalam jangka masa yang singkat. Mungkin seminggu, atau lebih... Wah, bekasnya sangat dalam dan terlihat perih, malah ada darah yang masih mengalir dari beberapa bekas gigitannya.
"Chan... kenapa berhenti?" Cicit Kyungsoo.
"Kau lucu baby~" Chanyeol mencubit gemas hidung Kyungsoo sebelum dia menjauhkan tubuhnya dari Kyungsoo.
"Kau menyebalkan..." Kyungsoo menunduk dan saat dia menggerakkan kepalanya, rasa nyeri menghentam lehernya dan dia meringis.
"Sini." Chanyeol menepuk pahanya mengarahkan Kyungsoo menduduki pahanya dan Kyungsoo dengan patuhnya mengikutinya.
"Begini?" Tanya Kyungsoo imut sambil matanya dibuat membulat sempurna.
"Menghadap kepadaku chagiya~"
Kyungsoo kembali membalikkan tubuhnya menghadap ke Chanyeol. Dengan posisi seperti ini, Chanyeol dapat menatap wajah Kyungsoo dan dalam waktu yang bersamaan membangkitkan gairah masing-masing kerana penisnya dan penis Kyungsoo bertubrukan.
"Wajahmu cantik." Chanyeol memuji wajah Kyungsoo sambil tangannya menyelusuri lekuk wajah Kyungsoo.
"Kau juga tampan."
"Benaran? Kalau begitu, kenapa kau tidak bisa mencintaiku?" Chanyeol menyentuh bibir Kyungsoo yang sedikit membengkak kerana ciuman panas beberapa minit yang lalu.
Kyungsoo menunduk dan dia mengigit erat bibirnya sehingga cairan merah pekat merembes keluar dari bibirnya.
"Hei, hentikan! Kau membuat bibirmu terluka..." Chanyeol menaikkan dagu Kyungsoo dan jemarinya mengusap bibir Kyungsoo lembut menyuruhnya berhenti melukakan bibirnya sendiri.
"Maaf. Kau membuatku terlihat sangat kejam... Kau yang gampang jatuh cinta pada- hmmmpttt... cplakkk... cplaaak..."
Chanyeol memagut bibir Kyungsoo keras dan terkesan sangat kasar. Chanyeol benci mengingat saat Kai memperlakukan Kyungsoo layaknya jalang murahan, diinjak harga dirinya tapi Kyungsoo tidak pernah membalas ucapannya, membiarkan Kai melakukan semaunya kerana apa yang Kyungsoo pedulikan ialah dia sentiasa disamping Kai.
Tidak lama, Chanyeol melepaskan pagutannya dan mengesat lelehan liur di sudut bibir Kyungsoo. "Kau bodoh atau apa sih? Jelas-jelas aku masih mencintaimu dan kau dengan seenaknya mempermainkan perasaa- uhhh... shhh~"
"Bagaimana? Nikmat?" Tanya Kyungsoo dengan tatapan polosnya.
"Kau bergerak sekali lagi, aku akan menghujam lubangmu dengan penisssshhhhhh... shitttt!!!"
"Ops, aku bergerak, apa kau akan menghujam lubangku dengan penismu ini?" Kyungsoo mengusap gelembung besar di selangkangan Chanyeol dan jangan lupakan tatapan bitchnya yang mengundang gejolak birahi Chanyeol.
"Kau menggodaku, Kyungsoo~" Nadanya terdengar sangat serak dan terseksa.
"Anniyo~" Kyungsoo menggeleng kepalanya lucu. Kenapa wajahnya sangat polos?
Chanyeol menarik tubuh Kyungsoo mendekat dan berbisik lembut. "Soo, berhenti menggodaku... Kau membuatku semakin terangsang tahu gak?"
"Kenapa tidak kau lanjutin? Penismu pasti sakit sekali kerana ereksi. Aku akan membantumu."
"Tidak tidak! Aku akan menguruskannya sendiri. Sebaiknya kau turun supaya aku tidak semakin terseksa." Chanyeol akan mendorong Kyungsoo tapi Kyungsoo terlebih dulu melilitkan kakinya dipinggang ramping Chanyeol.
"Kau tidak tergoda denganku?" Kyungsoo bertanya sayu. Dagunya ditopong di pundak kanan Kyungsoo sambil jemarinya membuka satu persatu kancing kemeja Chanyeol.
"Aku sangat tergoda denganmu makanya aku menyuruhmu berhenti. Tidak mungkin ini akan berakhir mulus."
"Kalau begitu kenapa tidak dilanjutkan? Aku disini sangat terseksa." Kyungsoo mengelus dada telanjang Chanyeol.
Sret... Bruk...
Chanyeol mengangkat tubuh mugil Kyungsoo dan melemparkannya kasar di atas katil.
"Kau mencabarku, Kyungsoo..."
Sekarang Kyungsoo dan Chanyeol masing-masing bertelanjang bulat dan nafsu yang membuncah.
"Kita menyelesaikan secepatnya. Arra~"
Kyungsoo pasrah saat seluruh tubuhnya disentuh. Dia dengan senang hati mendesahkan nama Chanyeol saat tubuhnya terhentak-hentak kasar berlawanan arah dengan sodokan penis Chanyeol di hole sempitnya.
"Aahhh... Chanhhh... deeper~ ahh ahh uhh... aahhh... fasterrhhh~"
"Sshhhh... sem...pittt~ uhhh..." Hentakan demi hentakan dalam tempo yang sangat cepat dan akurat membuatkan tubuh Kyungsoo mengelinjang hebat.
"Channnhhh... A-aku ham.. ahhh pirr... aahh ahh ahhh..."
"Bersama chagiyahhh..."
Crott...crott...crott...
Sperma Chanyeol meluber di dalam hole Kyungsoo dan sperma Kyungsoo mengotori perut mereka.
"Haaaahhhh..." Chanyeol mengerang nikmat pasca klimaksnya. Tubuhnya hampir ambruk diatas tubuh Kyungsoo tapi dia dengan pantas menggeser tubuhnya ke kanan dan menjatuhkan tubuhnya disamping Kyungsoo.
"Ahh..." Kyungsoo meringis saat penis Chanyeol ditarik keluar dari holenya. Cairan bening lolos dari mata bulatnya kerana rasa perih yang menghentam holenya.
"Shh... mianhae, aku tidak berniat membua-"
Cup...
"Aku capek~" Kyungsoo merengek manja sambil jemarinya meremas dada tegap Chanyeol.
"Tidurlah..." Chanyeol mendakap tubuh mugil Kyungsoo supaya semakin tenggelam di dalam tubuhnya membagi kehangatan.
Tidak sampai beberapa saat, Kyungsoo sudah pun terlelap indah dengan suara dengkuran halus di bibirnya. Chanyeol tersenyum singkat sebelum dia ikut tertidur.
*
*
*
*
*
"Kyungsoo, ke ruanganku sebentar." Suara dingin di sebalik corong telipon menyadarkan Kyungsoo dari lamunan panjangnya.
Clek... Pintu ruangannya terbuka menampilkan Kyungsoo dengan senyum tipisnya. Wait, ada yang aneh dengan cara jalan Kyungsoo.
"Duduklah..." Kai mempersilakan Kyungsoo untuk ikut duduk di hadapannya dan Kyungsoo hanya patuh mengikut arahannya.
"Sssh..." Desisan halus yang keluar dari bibir Kyungsoo membuatkan Kai menatapnya heran.
"Gwenchana?"
Kyungsoo mengertap giginya menahan nyeri di tubuh bawahnya. Dia memaksakan sebuah senyuman dan anggukan pelan di hadapan pria tan itu.
"Mian saat itu aku lancang." Cicit Kai pelan. Rasa bersalah menyeruap dalam dirinya sampai dia menyisirkan egonya.
"Kau memohon maaf kepadaku?" Dia bertanya dengan nada sinis.
"Iya Kyungsoo, maafkan aku..." Dia menunduk.
"Kau tahu Kai, sebesar apapun kesalahanmu, aku tidak akan pernah bisa marah padamu." Kyungsoo tersenyum miris menyedari kebodohan dirinya yang dengan gampang memaafkan pria brengsek sepertinya.
"Hahaha, jeongmal?" Matanya berbinar mendengar penuturan Kyungsoo barusan dan wajahnya nampak sangat gembira.
"Tentu saja tidak. Ck! Kau masih berharap aku pria yang sama? Kyungsoo itu telah lama MATI!"
Kai mengenggam erat jemarinya menahan amarahnya. Sangat pantang saat seseorang mempermainkan hati baiknya. Senyum dibibirnya terganti dengan gertakan gigi dan tatapan tajam.
"Kenapa kau mempermainkanku?" Pertanyaannya yang membuatkan Kyungsoo terkekeh kecil dengan nada sinisnya.
"Kau lucu, Jongin... Terlihat matang tapi kenyataannya ckckck! Brengsek! Kekanakan! Dan what? Aku mempermainkanmu? Sadarlah, seorang Kyungsoo sudah lama mati kerana KAU! Kalau kau dulu memperlakukanku dengan sedikit baik, aku tidak akan begini. Aku tidak akan mempermainkanmu sebagaimana kau mempermainkanku dulu."
"Pasti kau sangat membenciku, iya kan?" Tanya Kai pelan. Matanya menatap Kyungsoo redup penuh penyesalan.
"Tidak juga sih! Kau mengenalku bahawa dunia ini tidak sebahagia yang kau impikan, tidak semewah yang kau dambakan dan aku juga merasa bagaimana bisa bertahan hidup dari manusia keji seperti dirimu." Kyungsoo mengulum senyum mirisnya dengan tatapan polosnya.
"Kyungsoo, hentikan! Berhenti menyiksaku, aku ti-"
"Aku tidak menyiksamu... Kau hanya terseksa dengan kesalahan silammu. KAU CUMA MERASA BERSALAH, MAKANYA KAU MENCUBA MEMBETULKANNYA KEMBALI... DENGAN MEMBICARAKAN OMONGAN KOSONG PADAKU, MEMBUATKAN AKU MEMAAFKAN SEMUA KESALAHANMU LALU KAU AKAN PERGI. PERGI TANPA BEBAN APAPUN. SIALAN, AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN PERKARA ITU TERJADI." Kyungsoo teriak kencang sampai urat-urat di lehernya terlihat jelas.
"Siapa yang menyentuhmu?"
"Ck! Bukan urusanmu..." Kyungsoo memalingkan wajahnya ke samping mengelak tatapan nyalang dari Kai.
"BRENGSEK!" Kai mengumpat kasar ssbelum dia beranjak dan memposisikan dirinya tepat dihadapan Kyungsoo. Membungkukkan tubuhnya agar sejajar dengan Kyungsoo yang masih duduk.
"BILANG PADAKU SIAPA YANG BRRANI-BERANINYA MENYENTUHMU!" Ucap Kai
penuh penekanan sementara tangannya sudah mencengram erat kerah baju Kyungsoo sehingga kedutan bercetak disitu.
"Kai-" Cicit Kyungsoo pelan. Tangan mugilnya mengenggam tangan Kai yang memegang kerah bajunya menyuruhnya melepaskan.
"Ck!" Kai mengangkat tubuh mugil Kyungsoo dengan cara mencekik leher Kyungsoo dan menghempaskannya di sofa kosong sebelah kiri meja kerjanya.
"AHHH..." Perih yang menghentam sekujur tubuhnya membuatkan dia tidak bisa menahan cairan bening keluar dari mata bulatnya. Kenapa Kai selalu memperlakukannya begini? Apa tidak ada secuit rasa kasihan padanya?
"Berhenti menjadi cengeng brengsek!" Kai berteriak sambil tangannya mengepal erat.
"LAKUKAN KALAU KAU BERPIKIR INI BISA MEMBUATMU PUAS!" Tantang Kyungsoo nyaring. Dia sudah tidak perduli lagi apa yang terjadi setelahnya, yang penting dia puas bisa meneriaki Kai.
"KAU BENAR-BENAR MENCABARKU, JALANG MURAHAN!" Kai mencekik Kyungsoo kencang sampai mukanya memerah, tapi Kyungsoo hanya mempamerkan senyum mirisnya. Tatapan matanya mengatakan 'lakukan lebih lagi sampai aku mati. Aku tidak perduli.'
Dan diwaktu yang bersamaan, Kai semakin terselut emosi kerana tatapan miris Kyungsoo barusan. Tangannya semakin menekan kencang leher Kyungsoo sehingga pada detik berikutnya, mata Kyungsoo terpejam perlahan-lahan dan tangannya terkulai lemah disamping sofa.
"Ck!" Kai melepaskan cekikannya dan berjalan mundur beberapa langkah melihat wajah Kyungsoo yang tampak 'tenang' disana. Kesan cekikan jelas terlihat dilehernya. Ok, apa yang kau lakukan Kai.
"Harrrgghhh!" Kai mengacak rambutnya frustrasi. Dia selalu tidak bisa mengawal emosinya lagi-lagi kalau Kyungsoo menantangnya.
"Andwaee... Kau tidak bisa mati Kyungsoo, aku membutuhkanmu..." Kai mulai tidak waras, dia mendakap Kyungsoo dan menatap gusar wajah pucat Kyungsoo.
"Apa yang harus aku lakukan?" Suaranya bergetar dan sumpah dia tidak dapat berfikir yang benar.
"Suho... suho..." dia bergumam sambil kakinya melangkah mengambil ponselnya dan mendial asal nombor Suho.
"Suho... Kyungsoo- a-aku mencekiknya dan di...dia pingsan ahh, bagaimana kalau dia ma-"
"KYUNGSOO?! KENAPA DENGAN KYUNGSOO? AH, SIALAN KAU."
Tit...
Tit...
Tit...
Sambungan terputus.
"-ti." Oh, dia salah menekan nombor. Ah, bagaimana ni...
SRET... BRAK...
"AHH, SIALAN KAU BRENGSEK!" Chanyeol mendekati Kai dan menumbuk telak wajahnya sebelum dia menuju ke sosok Kyungsoo dan mengendongnya pergi dari situ.
"Yah, Chanyeol, kau brengsek!" Kai berteriak frustrasi.
BLAM...
Pintu ruangan ditutup kencang Chanyeol menyisakkan Kai keseorangan diruangannya.
*
*
*
*
*
"Kyungie~" Chanyeol menepuk lembut pipi gembil Kyungsoo menyadarkan pria itu daripada pingsannya.
Tidak ada pergerakan daripada Kyungsoo dan Chanyeol semakin cemas.
"Jebal chagiya..." Chanyeol berbisik lembut ditelinga Kyungsoo berharap Kyungsoo mendengarkannya sambil jemarinya mengelus jemari Kyungsoo.
"Uh~" desisan pelan keluar daripada bibir mugil Kyungsoo dan Chanyeol mendengarnya.
"Chagiya~ kau sedar?" Chanyeol mendudukkan dirinya disisi ranjang. Tangannya tidak terlepas barang sedetikpun dari jemari pucat Kyungsoo memberi kehangatan.
"Urm... tenggorokan ku sakit." Ujar Kyungsoo dengan suara seraknya. Tangan sebelahnya memegang lehernya yang masih terasa perih.
"Tunggu disini, aku akan menggambilkanmu air." Chanyeol langsung meleset hilang dari pandangan Kyungsoo dalam kedipan mata.
"Baiklah, aku mulai mencintaimu, Chanyeol." Gumam Kyungsoo pelan. Perlahan tapi pasti, dia yakin dia mulai selesa berdekatan dengan Chanyeol dan perasaan itu perlahan tumbuh.
Prangg...
"Chan..."
*
*
*
*
*
Tbc...
Maaf moment Chansoo kelebihan... aku jengah juga sih sebenarnya, kapan Kaisoo bakal bersatu? Aku juga gak tahu... kekeke, smoga aja kerana Kyungsoo sepertinya benci bangat sama Kai, apa Kai masih punya harapan atau gak, spertinya gak sih.
Thanks kepada yg udah ngefav dn ngefollow ff ini... Ini semacam motivasi utkku nyambung. Kalau bisa, comment juga ya.
Semoga jumpa di chap selanjutnya... Da~
