Title:「Love in Camera」

Author: Ricky Senpai

Genre: action, crime, romance, drama

Rating: M

Length: Chapter

NO silent reader and Plagiarist please. DO NOT take ideas/plagiarize, dialogues and others from my story. Comments are very welcome~~

Indonesia,2015.

DON'T Copy this story, because this story after take a copyright by Indonesia,2015.

~rickysenpai

©This fanfict is a story that have inspirations

from manga yaoi japan (sensor because the manga is very someting)

but this fanfict still have the deferen part

and fure from my brain to be a good better .

And i hope your respect my story.

NO FLAME,

NO BASH CHARA,

NO PLAGIAT,

NO SILENT READERS.

Warning:

BL (Boys Love), More Typo(S)

I Told You Before, If You Hate YAOI or IF You HATE Me,

Better If You Don't Read My Fanfiction, Okay?

IT'S YAOI! KAILU KRISHAN EXO x LUHAN COUPLE !

DON'T LIKE, DON'T READ, DON'T BASH

Disclaimer:

Character of this fanfict is themselve, them family and god,

Plot, strory, and etc is fure in my brain don't be plagiat

Summaryy:

Luhan tadinya hanya bercita-cita menjadi photographer handal seperti ayahnya

Namun, sepertinya takdir berkata lain.

luhan terjebak dalam situasi yang membahayakan dirinya sendiri,

sehingga dia harus melewati hari harinya dengan penuh kejutan.

HUNKAI, KRISHAN, LUHAN X EXO Here ! Repe scene Here ! NC+21 Here ! Hardcore(BDSM hard)

「Love in Camera」 © DEATHLY HOLLOW 2015

Before in Love in Camera..

"wu sehun" geram kai

"sudah ku putuskan, akan ku ambil dia dari kau kai" pria bernama wu sehun atau sehun itu pun bersiul penuh kemenangan.

Chapter 7

Para murid BWCW high school terlihat mulai meninggalkan aktivitas di waktu istirahat mereka karena baru beberapa detik yang lalu bel tanda pelajaran selanjutnya telah di mulai sudah berbunyi nyaring, mereka pun mulai bersiap untuk mata pembelajaran selanjutnya dimulai.

"kenapa dia belum kembali ?" kai melihat kearah bangku di sebrangnya yang masih kosong karena yang menempati bangku itu ternyata belum kembali dari saat istirahat tadi.

"dia juga kenapa tidak ada di bangkunya ?" gumamnya kembali, sekarang dia melihat ke arah bangku yang berada tidak jauh dari bangku kosong tadi yang sama sama belum di tempati pemiliknya. "apa jangan jangan ? cih busuk sekali dia" umpat kai sambil mengepalkan kedua tangannya menahan emosinya yang sudah mulai meluap.

.

.

.

Sementara di sebuah ruangan yang bertuliskan ruangan konseling terlihat ada dua orang yang sedang beradu argumennya, dan mereka sama sekali tidak ada niat untuk mengalah pada lawan bicaranya.

"APA ?"

"kenapa ? kau jelas sangat menggoda saat itu, kau lupa ya kalau menyebutkan namaku terus menerus ?"

"cih" seorang pria berparas manis itu melemparkan pandangannya ke lain arah menyembunyikan rasa malunya dan wajahnya yang sudah memerah karena kata kata orang yang ada di depannya.

"muka mu memerah"

"DIAM !" hanya kehkehan dari seorang pria berparas rupawan itu melihat orang yang berada di hadapannya mati matian menyembunyikan semburat merah dari wajahnya.

Tanpa di sadari oleh pria manis itu, pria tampan itu berdiri dari kursi yang dia duduki dan berjalan menuju pria manis itu yang sedang sibuk dengan pikirannya sendiri.

"kau tau ?" ujarnya setelah berada tepat di depannya "inilah yang selalu membuatku ketagihan" lanjutnya sambil mengelus pipi pria manis itu dan menggeser jari jari tangannya untuk memegang dagunya dan mengusapkan ibu jarinya di bibir menggoda itu.

"kau gila" timpa pria manis itu menatap tajam mata pria di depannya.

"kau pikir aku gila karena apa ?" perlahan pria itu mengangkat dagu pria manis itu dan mendekatkan wajahnya ke arah pria itu. "aku itu gila karena kau" lanjutnya tepat di telinga pria manis itu.

"jangan bercanda" pria manis itu pun langsung mendorong bahu tegap pria di hadapannya menjauh darinya namun pria di hadapannya jauh lebih kuat darinya sehingga tubuh kecilnya sekarang terdorong ke belakang menempel pada tembok di belakannya.

"kenapa ? berhentilah menolak sentuhan ku, karena aku yang paling tau dimana yang akan memuaskan mu dan tubuhmu ini jelas menginginkan setiap setuhan itu" tanpa basa basi pria itu mengangkat dagu pria manis itu dan membawanya ke dalam ciuman yang menghanyutkan.

"nghhhhhh" pria manis itu tanpa sadar mengeluarkan suara yang bisa membangkitkan sesuatu yang paling berbahaya dari pria yang tengah menciumnya dengan rakus itu. Sadar bahwa apa yang dia lakukan tidak benar pria manis itu mulai memberontak mendorong bahu tegap itu sebisanya namun tangan kiri pria itu sudah memeluk pinggang rampingnya dan tangan kanannya menahan lehernya dan memperdalam ciumannya.

"ermmmmhhh ahhhh" setelah cukup lama berciuman, kini pria itu sudah berada di berpotongan leher pria manis itu dan menandai leher mulus itu dengan kiss marknya. Tangan kirinya pun kini sudah mengelus junior pria manis itu dan membuatnya ereksi.

"ahhh s-stoooppp" sekeuat tenaga pria manis itu menahan desahannya, bahkan dia menggigit bibir bawahnya sangat kuat untuk meredam suara desahannya. Sedangkan lawannya dengan lihai membuka celana seragam dan celana dalamnya membuat celana itu merosot hingga lutunya dan dengan cepat mulai memanjakan junior mungil itu yang sudah mengencang dan mengeras.

"ahhhh hmmmm mmmm" kini bibir mereka kembali menyatu dan kembali berciuman panas, tangan bebas pria itu pun mulai menelusup ke dalam hole kecil itu dan menerobosnya membuat pria manis itu menggeram tertahan dan menutup matanya merasakan sakit di lubannya, tanpa sadar pria manis itu pun meneteskan kristal beningnya.

Belum cukup satu jari, pria itu menambahkan 2 jarinya lagi kedalam hole berkedut itu dan langsung di hisap oleh holenya. Pria itu pun mulai menggerakan jari jarinya asal dan kocokan dalam juniornya semakin kencang bahkan juniornya sudah berkedut hebat menandakan akan mengeluarkan cairannya.

TOOKK TOKKK TOKK

Setelah menyembuarkan spermanya yang pertama kali, terdengar suara ketukan pintu yang membuat kegiatan kedua orang tersebut harus berhenti untuk sementara.

"tuan wu kepala sekolah ingin kau ke ruangannya"

"hm, ah baiklah"

Setelah memastikan orang di balik pintu itu sudah pergi, pria itu merapihkan bajunya dan menyambar jasnya di name tag pria tampan itu bertuliskan wu yifan atau lebih akrab di panggil kris.

"hah, maaf ya kegiatan kita terganggu. Lain kali kita lanjutkan" setelah mengucapkan itu kris pun menghilang di balik pintu ruangan itu menyisakan pria manis itu yang sudah merosot terduduk di lantai dengan keadaan yang berantakan.

"sial" pria manis dengan name tag bertuliskan Park Luhan itu pun mengacak rambutnya kasar dan menundukan kepalanya.

.

.

.

" berhentilah menolak sentuhan ku, karena aku yang paling tau dimana yang akan memuaskan mu dan tubuhmu ini jelas menginginkan setiap setuhan itu"

"arrrgggghhhhttt" luhan menggeleng gelengkan kepalanya menepis hayalan di kepalanya, entah kenapa perkataan kris sepertinya mengganggu kinerja otaknya "cih sial" luhan memijat pelipisnya yang terasa sakit dan tanpa sadar tangannya yang bebas memeluk tubuhnya kuat merasakan setiap sentuhan yang baru saja dia terima.

Jelas tubuhnya tidak menolak setiap sentuhan yang di berikan kris, dia suka setiap kali kris melakukan hal itu. Tapi ... kenapa ?...

"Lu" sebuah suara berat itu berhasil menghilangkan hayalannya dan membuatnya sontak melirik ke arah orang itu.

"kenapa kau disini ? bukanya kelas sudah di mulai dari 30 menit yang lalu ?" lanjutnya sambil menghampiri luhan yang sedang duduk di lantai atap sekolah

"kau sendiri, kenapa kau malah kemari ?" tanya luhan kembali menatap lurus dan menyamankan posisinya.

"aku dari tadi berada di UKS, aku bosan jadi aku kemari" pria itu pun duduk di sebelah luhan. Hening, tidak ada yang memulai percakapan selama beberapa menit dan mulai sibuk dengan pikirannya masing masing sedangkan pria tadi sudah tertidur dengan satu tangannya yang menghalangi wajahnya saat tidur.

"hey, se-hun"

"hm"

"apa kau pernah merasakan hal yang aneh ketika kau sedang berada dekat dengan seseorang ?"

"hm, kau itu membicarakan tentang apa ?" pria yang di panggil sehun pun membuka sebelah matanya dan menatap langit yang sedang cerah hari ini.

"maksudku kau pernah merasakan aneh dengan perasaan mu saat bersama seseorang ?"

"hm, maksud mu itu seperti perasaan suka ?" ujarnya yang kembali menutup matanya dan menikmati tidurnya lagi.

"bu-bukan itu, tetapi perasaan yang sulit kau artikan. Seperti kau sangat marah padanya bahkan membencinya tetapi dilain sisi kau juga merasa kalau kau ..." kata kata itu pun tiba tiba menggantung dan karena cukup lama luhan tidak bersuara, sehun pun membuka matanya dan bangun dari tidurnya.

"maksudmu kau bingung dengan perasaan mu sendiri ?" tanya sehun sudah duduk dan menatap luhan yang sedang menenggelamkan kepalanya diantara kedua lututnya.

"entahlah, aku tidak tau.. tapi kenapa ? kenapa ?" luhan memeluk dirinya sendiri dengan erat, dia bahkan tidak tau apa yang sedang dia pikirkan saat ini. Dia hanya sedang bingung apa yang dia harusnya lakukan ?

"kau hanya perlu ..." sehun pun membawa tubuh luhan kedalam dekapannya "jujur padamu" lanjutnya dan sontak luhan mendongak menatap wajah tenang sehun dan menenggelamkan wajahnya kembali ke dada bidang sehun.

"gomawo" gumam luhan, bahkan gumamannya hampir tidak terdengar namun sehun tau betul apa yang luhan ucapkan. Sehun pun mengangkat dagu luhan dan melihat buliran kristal bening membasahi matanya yang indah itu, tanpa di duga sehun pun mendekatkan wajahnya dan mencium bibir mungil luhan. Tidak ada lumatan hanya kedua bibir yang saling menempel dan luhan entah kenapa menyukai bibir yang berada di atas bibirnya dan merasa tenang. Tidak ada perlawanan keduanya hanyut dalam kedamaian ciuman itu.

"cih, sialan" tak di sangka ternyata ada seseorang yang melihat pemandangan itu dan dengan menunjukan raut wajah yang tidak suka. "kenapa dia selalu selangkah lebih dulu daripada aku cih" pria itu mengeratkan kepalan tangannya dan menggeretakan giginya lalu memutuskan untuk berlalu dari sana.

TBC

Ah akhirnya selesai juga chapter 7nya haha, maaf kalau malah jadi tidak memuaskan dan sangat singkat karena minimnya ide sehabis comeback dari tugas tugas yang ternyata kaga ada habisnya jadinya gini dah ceritanya XD

So ini next apa kaga ? kalau banyak yang bilang next kemungkinan di episode selanjutnya bakalan banyak perang ya XD perang batin dan perang pisik XD so see you next chap.

Maaf juga ga bisa review satu satu abis komenannya terlalu banyak haha, tapi udah di baca ko tenang kapan kapan di balas satu satu dah XD