Tittle: Shima no Neko / Neko Island / Cat's Island / Pulau Kucing.

Author: Bluedevil9293.

Disclaimer: This story belong to me, but the character not be my mind.

Main Cast:

YunJae

SiBum

HanChul

YooSu

Other Cast:

Shim Changmin

Cho Kyuhyun

?

Chap: 6.

Genre: Fantasy, Drama, Romance.

Rated: T.

Warning: Yaoi, Shounen-ai, Boys Love, Boy x Boy.
Please, Don't Like Don't Read. No bashing and flame, Like and comment if you like this fanfic.

Note: No bashing, no flame, no copas, no re-publis, no plagiat, yes to like and comment.

Summary: Siwon, Hangeng, Yoochun & Jaejoong terdampar di sebuah pulau bernama Neko Island. Mereka di sana bertemu dengan manusia kucing, akankah keempatnya jatuh hati dengan para neco? Dan bisakah mereka kembali ke dunia mereka dengan selamat?

_o0o_

Ini adalah malam ketiga setelah pernikahan Heechul dan Hangeng terjadi, pesta kebahagiaan atas pernikahan mereka pun masih terus berlanjut bahkan terkesan semakin meriah hingga mereka melupakan satu hal paling penting, kewaspadaan. Para neko terlihat sangat menikmati keramaian yang mereka perbuat hingga tanpa sadar kalau sejak kemarin mereka telah diintai oleh pihak musuh yang memanfaatkan konsidi lalai mereka.

"Pasukan sudah berada ditempat mereka masing-masing, tinggal menunggu perintah darimu saja baru mereka mulai menyerang." Ucap seorang neko yang memiliki bulu berwarna hitam kelam dibagian telinga dan ekornya serta memiliki tanda titik dua di keningnya.

"Suruh mereka mulai menyerang, Kyu." Balas neko bertubuh tinggi yang terlihat angkuh tadi pada neko berbulu hitam yang bernama Kyuhyun. Setelah mendapat perintah dari sang pemimpin Kyuhyun langsung menyuruh pasukannya menyerang desa yang menjadi daerah kekuasaan Heechul dan saudaranya.

Changmin, neko bertubuh tinggi dan terlihat angkuh tadi tersenyum penuh kemenangan saat melihat pasukannya dengan mudah menjatuhkan lawan mereka. Dengan kemenangan pasti ditangannya Changmin mengeluarkan pedangnya lalu berjalan masuk kewilayah desa, satu demi satu lawannya ia tundukkan dengan mudah.

Yunho sedang berbincang dengan kedua orangtuanya saat perang pecah dalam hitungan detik saja. Yunho segera keluar bersama kedua orangtuanya dan mulai membantu rakyatnya melawan musuh yang tiba-tiba menyerang disaat mereka lengah.

Kibum sudah tertidur nyenyak ketika keributan mulai terdengar diluar sana, Junsu berada didekat Kibum disaat yang sama. Sejak kemarin Junsu memang terus menemani Kibum yang terlihat tak bersemangat setelah insiden yang terjadi antara dirinya dan Siwon. Merasa ada hal yang tak beres Junsu segera membangunkan Kibum, keduanya pun langsung keluar rumah dan mendapati banyak rakyat klannya yang terluka bahkan tak sedikit yang meninggal. Musuh menyerang, itulah kesimpulan yang mereka ambil sebelum akhirnya mereka terpaksa mengangkat pedang ikut melawan musuh mereka.

Heechul tengah tertidur didalam pelukan sang suami saat suara teriakan diluar sana semakin terdengar dengan nyarin. Merasa ada hal yang aneh Hangeng segera membangunkan Heechul, keduanya langsung berpakaian lengkap dan keluar dari dalam kamar mereka. Tapi baru juga beberapa langkah seorang musuh tiba-tiba menebaskan pedangnya pada Hangeng yang membuat pria tampan tadi kaget hingga terjatuh ke tanah, untung saja Heechul dengan cepat menolong sang suami hingga bukan Hangeng yang terluka tapi musuh mereka tadi. Heechul memberi Hangeng sebuah pedang untuk pertahanan diri, tapi Hangeng malah menatap bingung pada sang istri. Tak ada waktu menjelaskan masalah yang tengah terjadi sekarang Heechul langsung menarik tangan Hangeng pergi berusaha mencari dimana sosok Yunho berada walau harus melawan beberapa neko yang tak bisa dikatakan lemah apa lagi ia harus melindungi Hangeng disaat yang bersamaan.

Tubuh Jaejoong bergetar ketakutan saat melihat perkelahian sengit disekitarnya, bahkan rasa takut yang ia rasakan lebih dari saat pertama ia melihat para neko beberapa hari yang lalu apa lagi saat melihat tubuh-tubuh tak bernyawa disekitar kurungannya. Melihat keadaan Jaejoong yang tak baik membuat Yoochun sangat khawatir apa lagi Jaejoong mulai menangis histeris saat tubuhnya terciprat oleh darah seorang neko. Yoochun yang menghawatirkan keadaan Jaejoong berusaha menghancurkan pintu kurungannya dengan pedang yang tak sengaja terjatuh didekat kurungannya. Setelah berhasil menghancurkan pintu kurungan Yoochun segera keluar dan berusaha menolong Jaejoong yang menangis memanggil namanya.

"Chunnie Hyung, aku takut." Jaejoong langsung memeluk tubuh Yoochun erat saat ia terbebas dari dalam kurungan.

"Kita harus segera pergi dari sini Joongie." Ucap Yoochun yang menarik tubuh Jaejoong bersembunyi diantara tumpukan kayu-kayu kering.

"Tapi Siwon Hyung dan Hangeng Hyung bagaimana?" Tanya Jaejoong yang masih terisak pelan.

"Aku akan mencari mereka. Kau larilah kedalam hutan dan cari tempat persembunyian disana. Hyung akan menyusulmu setelah membebaskan Siwon dan Hangeng." Balas Yoochun, dengan cepat Jaejoong mengelengkan kepalanya menolak saran Yoochun tadi.

"Aku tak ingin berpisah dari Hyung, aku takut." Seru Jaejoong yang kembali meneteskan air matanya.

"Bawa ini dan kau akan baik-baik saja Joongie," Yoochun memberi pedang yang dibawanya pada Jaejoong tapi Jaejoong masih menolaknya, "Kau ingin Siwon Hyung selamat bukan? Kalau begitu turuti kata-kata Hyung, lari dan cari tempat bersembunyi." Balas Yoochun yang menarik Jaejoong dari tempat persembunyian mereka tadi.

"Hyung aku..."

BRUK!

Belum sempat Jaejoong menyelesaikan kalimatnya seseorang sudah terlebih dahulu menabrak tubuhnya dan Yoochun membuat Yoochun dan sosok tadi jatuh ke tanah dan Jaejoong tak sempat menyelesaikan kalimatnya.

"LARI JAE! LARI!" Perintah Yoochun sedikit membentak, walau enggan Jaejoong pun segera lari masuk kedalam hutan yang terlihat gelap gulita sambil membawa sebuah pedang ditangannya.

"Menyingkir dariku!" Seru sosok yang tadi menabrak Yoochun kesal sosok yang tak lain adalah Junsu. Junsu segera bangkit dari jatuhnya seraya menyeka darah disudut bibirnya, "Aku belum kalah!" Ucap Junsu pada neko berbulu hitam yang tersenyum sinis padanya.

"Tak lama lagi!" Seru Kyuhyun santai lalu menyerang Junsu, perkelahian sengit pun terjadi antara dua mantan sahabat tadi. Yoochun hanya bisa bersembunyi sambil melihat perkelahian antara Junsu dan Kyuhyun sambil mencoba mencari dimana sosok Siwon dan Hangeng berada.

Walau dulu pernah bersahabat Junsu bukanlah lawan yang sepadan untuk Kyuhyun, kemampuan Junsu masih jauh dibawah kemampuannya dan disaat seperti inilah Junsu baru menyalahkan dirinya karena terus bermain dan tak pernah mendengarkan perkataan Yunho untuk terus melatih kemampuan berpedangnya.

TRANG!

Pedang milik Junsu terlepas dari tangan pemiliknya seiring dengan tubuh Junsu yang membentur tanah setelah mendapat tendangan keras diperut dari Kyuhyun. Junsu terlihat terbatuk-batuk sesaat, Kyuhyun mendekatinya dan menendangnya lagi.

"Kau tak pernah berubah, tetap lemah seperti biasa," Ledek Kyuhyun yang menginjak dada Junsu dengan kaki kanannya, Junsu memalingkan wajahnya tak berniat menatap kearah Kyuhyun hingga akhirnya Kyuhyun mengunakan ujung pedangnya membuat Junsu menatap kearah dirinya, "Kau tetap sombong walau nyawamu ada diujung pedangku huh!" Seru Kyuhyun kesal, Junsu tak menjawab ia kembali memalingkan wajahnya membuat Kyuhyun semakin murka, "KAU BENAR-BENAR INGIN MATI DITANGANKU?!" Seru Kyuhyun seraya mengangkat tinggi pedangnya berniat menusuk Junsu.

BRUK!

Tubuh Kyuhyun terjatuh kesamping, lengan kirinya sedikit terasa sakit setelah dipukul keras oleh Yoochun dengan balok kayu. Kyuhyun mengerang kesal saat melihat Yoochun membantu Junsu berdiri.

"Manusia? Kau tak malu ditolong oleh seorang manusia?" Ledek Kyuhyun pada Junsu yang menatap tajam kearahnya, "Dan Kau! Kau menantangku dengan sebuah kayu? Cari mati!" Ucap Kyuhyun kesal, ia segera menyerang Junsu dan Yoochun yang terlihat menantangnya.

Junsu langsung mendorong Yoochun menjauh ketika Kyuhyun menyabetkan pedangnya hingga akhirnya bukan Yoochun yang terkena sabetan pedang Kyuhyun tapi bahu kiri Junsu. Junsu meringis sakit saat darah segar dengan deras mengalir dari luka akibat sabetan pedang tadi, Kyuhyun tak tinggal diam ia terus melawan Junsu yang terus mencoba menghinda walau tanpa pedang ditangannya dan bahu yang terluka.

Junsu mulai lelah dan terpojok membuat peluang besar bagi Kyuhyun untuk mengakhiri permainan kecil mereka, pedang Kyuhyun hampir saja menusuk dada Junsu kalau saja Yunho tak segera datang membantu. Kini Kyuhyun dan Yunho saling beradu pedang, Kyuhyun terlihat susah mengimbangi kemampuan berpedang Yunho hingga akhirnya Yunho berhasil menjatuhkan Kyuhyun dan membuat luka robekan diperutnya. Yunho tak membunuh Kyuhyun saat itu juga, dia hanya membuat Kyuhyun tak sadarkan diri dengan satu tendangan telak.

Setelah mengalahkan Kyuhyun, Yunho langsung mendekati Junsu yang tengah dipapah Yoochun. Luka yang dialami Junsu memang tak terlalu parah tapi rasa sakit tetap ada apa lagi darah yang keluar dari lukanya cukup banyak.

"Ambil!" Yunho memberi Junsu sebuah pedang yang langsung diambil sang adik, "Dimana Kibum?" Tanya Yunho yang sejak tadi tak kunjung menemukan sosok sang adik.

"Kami berpencar tadi." Jawab Junsu.

"KENAPA KAU MENINGGALKANNYA SENDIRI? KAU TAHU KIBUM TAK BISA MENGUNAKAN PEDANG." Bentak Yunho kesal.

"JANGAN BERTERIAK PADAKU!" Balas Junsu kesal pula. Junsu tahu Yunho panik tapi tak bisakah saudara tertuanya tadi tak membentaknya? Hei, dia juga adik Yunho dan sekarang tengah terluka tapi kenapa Yunho malah lebih dulu menanyakan adik kecil mereka bukan menanyakan keadaannya yang terluka.

"Maaf, aku hanya sedikit panik. Kau pergilah kedalam hutan dan cari Kibum, manusia itu sudah tak ada didalam kurungannya dan Kibum pasti ada bersamanya. Aku akan mencari Ayah, Ibu dan Heechul." Ucap Yunho sebelum ia pergi meninggalkan Junsu yang langsung berjalan menuju hutan diikuti Yoochun dibelakangnya yang terlihat bingung.

_o0o_

Heechul terlihat kewalahan melawan musuh sambil menjaga Hangeng agar tak terluka. Kalau saja kondisi Heechul sedang fit sudah sejak tadi ia dan Hangeng bisa kabur dengan mudah. Salahkan saja ritual suami-istri yang ia dan Hangeng lakukan terlalu banyak hingga menguras tenaganya. Walaupun Hangeng belum pernah mengunakan pedang sebelumnya tapi disaat gawat seperti saat ini sebisa mungkin ia membantu Heechul yang tentunya demi menyelamatkan nyawanya sendiri. Hangeng masih ingin kembali kedunianya dalam keadaan hidup, kalau dia mati disini hanya karena seekor kucing bertubuh manusia yang mengaku sebagai istrinya itu bagaimana ia akan kembali kedunianya nanti?

BRUK!

Tubuh Heechul terjatuh ketanah, paha kanannya terkena sabetan pedang yang cukup lebar dan mengeluarkan darah. Heechul sedang melawan dua neko saat Changmin tiba-tiba menyerangnya dari belakang.

"Chang... Changmin." Seru Heechul pelan. Sudah lama ia tak melihat saudara sepupunya itu dan kini mereka bertemu disaat yang tak baik.

"Lama tak bertemu Heechul," Balas Changmin sambil tersenyum sinis pada Heechul, "Kulihat kau sudah memiliki seorang mate saat ini. Seorang manusia!" Sambung Changmin sambil melirik kearah Hangeng yang berdiri tak jauh dari Heechul sambil mengengam pedangnya erat dengan tangan yang gemetaran. Hangeng yang mendapat tatapan dingin dari Changmin merasa merinding, ia tanpa sadar melangkah maju hendak melawan Changmin tapi sayangnya baru juga ia mengangkat pedangnya Changmin sudah lebih dulu menendang perutnya dengan keras.

Hangeng menjatuhkan pedangnya dan terlihat mengerang sakit sambil memegangi perutnya tak jauh dari tempat Heechul berada. Changmin berjalan perlahan mendekati Hangeng yang bersingut mundur menjauhi Hangeng. Tatapan tajam yang Changmin berikan padanya tentu saja membuat Hangeng ketakutan.

"Aku tak suka seseorang menganggu kesenanganku." Seru Changmin yang mengengam erat pedangnya lalu menebaskannya pada Hangeng. Heechul dengan cepat berlari memeluk sang suami saat Changmin mengangkat pedangnya hingga satu luka baru tercipta dibahu kanan Heechul. Heechul meringis sakit didalam pelukan Hangeng.

"Sepertinya kau begitu mencintai mate-mu itu." Ucap Changmin sinis.

"Bunuh aku kalau kau mau tapi biarkan dia pergi. Dia tak ada hubungannya dengan permasalahan diantara klan kita." Balas Heechul sambil menatap Changmin tajam. Changmin tertawa pelan mendengar jawaban dari sang sepupu.

"Kau tak punya hak memilih disini karena aku akan membunuh kalian berdua." Balas Changmin dengan nada mengejeknya. Changmin baru akan menebaskan pedangnya lagi saat tiba-tiba tubuhnya ditendang dengan cukup keras. Changmin terjatuh ketanah tapi untungnya dia masih sempat menangkis sabetan pedang dari lawannya disaat yang sama kalau tidak sudah bisa dipastikan tubuhnya pasti akan terkoyak oleh pedang sang lawan.

"Bawa Heechul pergi dari sini," Suruh seorang neko dengan warna bulu pirang dibagian telinga dan ekornya pada Hangeng yang malah terdiam memandang neko tadi, "KAU TUNGGU APA LAGI! KUBILANG PERGI!" Seru neko yang tadi menendang Changmin ini berteriak pada Hangeng yang akhirnya sadar dan segera memapah Heechul yang terluka pergi ketempat yang lebih aman. Sepeninggalan Heechul dan Hangeng, neko berwajah cukup cantik tadi mengengam pedangnya erat seraya menatap tajam pada Changmin yang balas menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Kenapa kau melawanku? Kenapa kau membela mereka bukan membelaku?" Tanya Changmin dengan tatapan terluka. Neko cantik didepan Changmin masih menatapnya dengan tatapan penuh benci yang membuat hati Changmin terluka.

"Aku melakukan apa yang seharusnya kulakukan." Balas neko cantik tadi dengan nada dingin. Ia dan Changmin berdiri saling berhadapan dan berjarak tak kurang dari tiga meter saja.

"Bukankah kita sahabat?" Tanya Changmin. Changmin yang biasanya angkuh dan keras kepala entah kenapa terkesan melemah bila berhadapan dengan neko cantik yang kini berdiri menatangnya itu.

"Sahabat tak akan menyakiti sahabatnya sendiri." Balas neko cantik tadi sambil berlari mendekati Changmin dan menebaskan pedangnya. Changmin dengan cepat menangkis sabetan pedang yang hampir mengenainya lagi. Suara dentingan-dentingan pedang yang saling beradu terdengan jelas saat keduanya saling menebas satu sama lain.

Jujur saja Changmin tak ingin melukai neko cantik tadi tapi kalau mengingat sang neko yang lebih memihak pada musuhnya membuat Changmin merasa sakit. Changmin memainkan pedangnya dengan lincah membuat sang lawan sedikit kewalahan mengimbangi pergerakannya, disaat ada sedikit celah Changmin menendang perut sang lawan lalu memukul punggungnya dan terakhir kembali menendang perut lawannya lagi hingga akhirnya neko cantik yang menjadi lawannya tadi terjatuh dan memuntahkan banyak darah dari mulutnya.

"Kau yang memaksaku melakukannya." Seru Changmin dengan tatapan mata dan nada dingin sebelum ia kembali memukul neko cantik tadi hingga tak sadarkan diri. Changmin menatap sosok lemah neko yang terbaring didekat kakinya dengan tatapan kekesalan sebelum akhirnya ia mengangkat tubuh neko tadi dan membawanya pergi.

_o0o_

Siwon sudah tertidur dengan nyenyak saat para neko mulai saling menebaskan pedang mereka masing-masing yang akhirnya membuat Siwon segera terbangun. Siwon tak tahu dimana dirinya saat ini, ia hanya terus berlari menyelamatkan dirinya sejauh yang dia bisa sesaat setelah ia lolos dari dalam kurungan yang hancur akibat pertarungan para neko didekatnya tadi. Siwon terus berlari masuk kedalam hutan yang gelap dan hanya disinari oleh cahaya bulan.

"Apa yang terjadi pada mereka? Kenapa mereka saling menyerang satu sama lain?" Tanya Siwon pada dirinya sendiri, ia sudah tak berlari lagi. Siwon sibuk menetraklan nafasnya yang memburu sambil menyenderkan tubuhnya disebuah pohon yang cukup besar, "Aku harus mencari Jaejoong dan yang lain. Semoga saja mereka dalam keadaan baik-baik saja." Siwon kembali melangkahkan kakinya. Walaupun Siwon tak tahu harus pergi kemana ia terus berjalan sambil berharap ia tak akan bertemu para neko lagi dan bisa segera menemukan adik dan sahabatnya.

SRAK!

Siwon menghentikan langkah kakinya saat ia merasakan ada orang lain disekitarnya atau lebih tepatnya disemak-semak yang tak jauh dari tempatnya berada saat ini.

"Joongie? Han? Chun?" Panggil Siwon pelan, jantungnya berdetak dengan begitu cepat. Siwon mengambil sebatang ranting pohon yang ukurannya cukup panjang dan berdiameter sedang lalu melangkahkan kakinya mendekati semak-semak sambil memanggil nama sang adik dan kedua sahabatnya. Satu yang Siwon harapkan saat ini, semoga saja sosok dibalik semak-semak itu bukan seorang neko melainkan salah satu dari tiga orang yang sedang dicarinya.

"Hiya!" Siwon terjatuh karena kaget, tiba-tiba saja seseorang berteriak dan menebaskan pedang kearahnya yang untung saja pedang tadi tak mengenainya sama sekali.

"Kau!" Seru Siwon saat mendapati sosok Kibum tengah memegang pedang dengan tubuh bergetar. Kibum yang sadar kalau orang yang baru diserangnya tadi adalah Siwon langsung menjatuhkan pedangnya dan bergerak mundur sambil meremas kedua tangannya. Kibum terlihat takut dan sedih tak jauh berbeda dari Siwon.

Siwon yang melihat Kibum bergerak mundur ketakutan langsung meraih pedang yang tadi Kibum jatuhkan dan tanpa takut balas menyerang Kibum. Siwon mengayunkan pedangnya pada Kibum, Kibum terjatuh akibat tersandung dan pipi kirinya tergores pedang yang Siwon ayunkan. Siwon terdiam melihat luka yang ia berikan pada Kibum mulai mengeluarkan darah. Siwon tak tahu kenapa hatinya terasa aneh saat melihat tetesan kristal bening mengalir dari kedua manik mata Kibum.

"Aku... Aku..." Siwon terlihat binggung, ia menjatuhkan pedangnya lalu bergerak mendekati Kibum dengan perlahan. Kibum menarik tubuhnya menjauhi Siwon, tampaknya ia takut dengan pria yang disukainya sendiri, "Aku tak bermaksud melukaimu. Kau tak perlu takut padaku. Tadi itu... Tubuhku saja yang bergerak tanpa kusadari." Ucap Siwon yang kini berlutut didepan Kibum yang masih terus mengeluarkan air matanya sambil terisak pelan. Siwon jadi teringat pada sang adik. Apakah Jaejoong sedang menangis ketakutan seperti Kibum saat ini? Pikir Siwon dalam hati.

"Percayalah aku tak akan menyakitimu." Seru Siwon lagi yang tak tega pada Kibum yang masih menangis dengan tubuh bergetar pelan. Kibum benar-benar membuatnya teringat pada Jaejoong saja. Siwon mengulurkan tangannya pada Kibum berharap Kibum tak akan takut padanya.

BRUK!

Tiba-tiba saja Kibum memeluk tubuh Siwon hingga membuat keduanya terbaring ditanah yang penuh dengan dedaunan kering. Kibum memeluk erat tubuh Siwon yang ia timpa dan menangis kencang didada pria tampan tadi. Dengan ragu Siwon mengelus rambut Kibum perlahan mencoba menenangkan sang neko cantik. Siwon merasa sedikit kasihan pada Kibum yang berperilaku seperti sang adik yang begitu manja. Kalau saja Kibum tak mengingatkannya pada sang adik Siwon mana mau repot-repot menenagkan neko tadi.

_o0o_ To Be Continue _o0o_

Date: 10 September 2013, 08.24PM.