Hajimemashite, Minna…
Watashiwa ~ Ruki ~ desu
Disclaimer : Tite Kubo-Sensei
Warning : OOC, AU, Typo.
Pairing : IchiRuki, HisaRuki
Trim'z abis ama yang udah ngereview..
Arizawa Ayumu_Ruki juga cinta en suka ma kamu… hahaha.. Trim'z ya udah seneng ama fanfic'na Ruki. Ruki juga ngucapin buanyak banget makasih buat saran-sarannya... poling banyak yang pengen Hisagi di keluarin jadi dengan sangat bangga, eh! Terpaksa Hisagi Ruki tampilin di chapter ini gamen gomen gomen gomen gomen gomen gomen gomen gomen gomen gomen gomen ya... Ruki harap kamu masih cinta ma fic ini.. Amin!
Kuroi No Yuki_Sekali lagi gomen ya, banyak yang pengen Hisagi di keluarin tuh! tapi Ruki pendukung setia IchiRuki kok.. jadi tenang aja. Oyi?
Zheone Quin_Maap, chap ntuh emang pendek coz Ruki masih gak dapet ide buat ngisi liburan di HM'na... Kecemburuannya masih lom saatnya. Entar juga ada kok. Pasti! Huahaha.. Zheone Quin nungguin ya. Maap banget dah. Ruki tuh anak kost'an jadi ngetiknya cuma bisa hari Sabtu doang, coz laptopnya gak boleh di bawa ma Ayah. Jadi yang sabar aja. En Uruqiora aku tampilin dah buat kamu, tapi maaf gak sama Rukia coz g bisa bayangin Rukia ma Uruqiora, dia kan rivalnya Ishida.
Zizi Kirahira Hibiki_Renji emang bakat tuh nari dengan babon style.. hahahaha... endak mau bayangin ah! Ruki kan ngefans ma Renji juga.
Sevachi 'Ryuuki J'_Grimjoe Ruki kelurin kok tapi gak ama Rukia, coz banyak yang setuju ma Hisagi tuh... Ruki juga fans berat Grimjoe kok. Coz cool banget dah... keren juga, oke punya. Pokoknya cowok idaman wez...
Aine Higurashi_Aduh gak tega ya.. tapi kalo baca chap ini di tega-tega'in ya.. coz Ruki buatnya juga buat kamu and para readers semua... jadi Onegai gozaimasu... Trim'z udah ngasih Ruki saran... kamu buaek deh...
Aya-na Byakkun_endak usah gomen, Ruki yang harusnya Arigatou, coz kamu masih setia nge'review fic Ruki.. Trim'z inspirasinya.. aku kebantu banget ama saran dari semua. Emuach deh! Hohoho.
Haru Ai-Roku Byakuya Taichou_he'eh! Menurut Ruki Rukia ma Hisagi emang cocok, cocok banget malahan... Adegan kiss, boleh juga. Tapi maunya Rukia ma siapa nih kissnya?
Ichigo
Hisagi
Renji
...
Dipilih ya... entar di usahain wez... moga aja semua setuju.
Yurisa-Shirany Kurosaki_gak papa kok meskipun telat, makasih ya udah nyempetin review.. ^_^ HisaRuki boleh kan? Untung aja di restuin... Ruki juga sedikit gak tega juga masangin Rukia ma selain Ichigo tapi bosen kan kalo gak ada badai yang halang merintang, bener kan?
Sora Chand_Rukia gak mau pas di tawarin ma Hitsugaya.. hehehe takut katanya deket-deket ma dia, takut beku coz dia kan dingin banget. Yap! Ni dah Update..
^_^ Kilas balik Chap. 6
Ichigo, Rukia dan kawan-kawan telah sampai di pulau HM.. Apa aja ya yang akan terjadi di perayaan HUT nanti...???
Tralala.. trilili... enjoy this chapter...
~KISAH YANG SEMPURNA~
== Ruki ==
Chapter 7
"Bodoh! Aku malu sekali. Hwaaaa!" jerit Rukia dalam hati.
"Dasar! Gadis aneh!" kata Ichigo yang kini hanya mampu mengelus-elus kepala dan sedikit memijat bahunya yang sakit.
Dan tanpa Rukia sadari sejak tadi telah ada sepasang mata mengawasi kelakuan Rukia dan Ichigo mulai awal hingga sekarang pandangannya tetap tertuju pada Rukia yang sedang blingsatan salah tingkah.
"Rukia Kuchiki... Menarik juga." kata seseorang berambut hitam itu dengan senyum yang tidak dapat didefinisikan.
Setelah pidato penyambutan dari Genryusai-Sensei selesai. Semua barisan masih belum di perbolehkan untuk meninggalkan tempat. Ukitake-Sensei mengambil mikrofon dan mulai berkata.
"Baiklah, tolong tenang. Semua ketua kelas atau perwakilannya diharapkan menuju ke sumber suara sekarang juga untuk pembagian kunci kamar."
Seketika itu juga semua ketua kelas dari masing-masing kelas berlari menuju ke tempat sumber suara. Rukia terus melihat punggung itu, punggung kokoh Ichigo yang kini tengah berlari ke arah Ukitake-Sensei, muka Rukia menjadi merah dengan sendirinya.
"Ah! Ada apa sih denganku?" Bisik Rukia pada dirinya sendiri.
"Kau tidak apa-apa, Kuchiki?" tanya Chizuru yang saat ini berada di samping Rukia.
"Ah! Tidak ada apa-apa kok.. hehehe.."
"Oh, begitu. Hei! Kau tau tidak aku pengen banget satu kamar sama Hime-ku, doakan aku ya?" kata Chizuru dengan senyum janggalnya.
"Oh! I...Iya." kata Rukia sedikit ragu.
Kini Ichigo telah ada di depan barisan kelas 2-3, kemudian ia membagikan kunci sesuai dengan nama yang tercantum pada kertas yang dipegangnya saat ini. Disini setiap 2 anak menerima 1 kunci karena dalam satu kamar nanti akan dihuni oleh 2 sisiwa. Rukia terus menatap Ichigo yang saat ini sedang sibuk membagikan kunci kepada teman-temannya sandirian. Entah kenapa Rukia tidak bisa melepas tatapannya itu dari Ichigo. Rukia tersadar saat Ichigo tak sengaja melihat ke arah Rukia, Rukia yang ketahuan sedang memperhatikan Ichigo langsung saja menundukkan kepala dan tersenyum tipis pada sepatu yang dipakainya. Ichigo yang melihat reaksi Rukia itu hanya tersenyum penuh arti dan terjadilah salah paham.
"Kyaaa... Kurosaki tersenyum padakuuu..." teriak seorang sisiwi girang yang kebetulan sedang di beri kunci oleh Ichigo.
"Kyaa... dia tersenyum padaku juga!" kata siswi yang di beri kunci setelahnya.
"Ku... Kurosaki... tersenyum pa... padaku?" kata siswi satu lagi tak percaya. Begitulah seterusnya, Ichigo tak berhenti tersenyum dan dalam pikirannya sekarang hanya peritiwa curi pandang tadi dan teriakan siswi-siswi di sekitar Ichigo sama sekali tidak ia dengar dengan baik.
"Aduh! Dia semakin mendekat, bagaimana ini? Aku malu sekali." kata Rukia pelan yang kini semakin menenggelamkan wajahnya hingga tak terlihat, karena ia ingin menyembunyikan wajah merahnya sejak tadi itu. Rukia memilih untuk memejamkan matanya erat-erat dan mencoba untuk menenangkan pikirannya.
Sampai akhirnya, kini Ichigo berdiri tepat di samping Rukia, namun saat Ichigo mendapati Rukia tak menghiraukannya, ia memilih untuk melewatinya dan memberi kunci ke teman-temannya yang lain.
"Aku harus tenang. Aku harus tenang." komat-kamit Rukia dalam hati sambil terus memejamkan matanya erat-erat.
"Kya... aku sekamar dengan Tatsuki!" teriak Inoue girang.
"Aaaaah... kenapa aku tidak sekamar dengan Hime-ku sih?" kata Chizuru meruntuki nasibnya
"Itu tidak akan pernah terjadi. Mengerti?!!!" kata Tatsuki dengan aura seramnya.
"I.. Iya, Tatsuki. Gak bakal terjadi kok." kata Chizuru yang takut pada Tatsuki.
"Hei.. Rukia, kau di kamar mana?" teriak Chizuru mencoba untuk menyaingi riuhnya para sisiwa yang menanggapi pembagian kamar barusan. Rukia yang dikagetkan seperti itu langsung saja terlonjak dan menatap Chizuru dengan mata lebar.
"A...aku.. aku.. ah! Aku belum dapat kunci!" kata Rukia baru sadar.
"Kamu gimana sih? Cepat minta pada Ichigo. Jangan melamun saja."
"Dasar, Jeruk!" kini Rukia berjalan cepat menuju Ichigo yang tengah bercanda dengan Renji.
"Hoi, Maniak jeruk! Kenapa aku tidak di beri kunci? Apa kau mau membiarkanku tidur di luar?!" teriak Rukia yang kini sedikit marah.
"Begini, Nona Kuchiki Rukia yang cerewet. Tadi kau tidak menghiraukanku jadi kutinggal saja giliranmu." kata Ichigo membela diri.
"Oh, ya?! Kau alasan saja! Cepat berikan kunci kamarku!"
"Ini! Pilih satu." kata Ichigo yang kini menyodorkan 2 kunci berlogo VVIP berwarna emas kepada Rukia.
"Lagi? Baikalah." kata Rukia pasrah dan mengambil salah satu kunci dari tangan Ichigo. Saat Rukia menyentuh kunci pilihannya dengan cepat Ichigo menggenggam tangan Rukia dengan erat kemudian sedikit menariknya untuk mendekat.
"Hei, Jelek! Lepaskan tanganku." teriak Rukia pada Ichigo.
"Ingat, Nona Kuchiki Rukia, jangan macam-macam padaku dan berhentilah kau mengataiku!" kata Ichigo pelan tepat di telinga Rukia sebelah kiri. Dan itu berhasil membuat muka Rukia memerah, menyadari hal itu Ichigo tersenyum puas dan cepat-cepat melepaskan tangan Rukia. Rukiapun langsung berlari tanpa komentar.
"Baiklah anak-anak, jadwal untuk kegiatan selama di pulau HM ini sudah ada di kamar kalian masing-masing. Jadi harap tertib dan disiplin. Sekarang kalian boleh menuju ke kamar kalian masing-masing dan beristirahatlah." kata Ukitake-Sensei lewat mikrofon.
Semua siswapun memasuki hotel dan menuju ke kamar masing-masing.
"Ikuti aku!" kata Ichigo pada Rukia yang kini mengambil posisi di depan Rukia. Ichigo tau bahwa Rukia tidak akan tau tempat kamarnya, karena Rukia baru pertama kali pergi kesini.
Rukia yang tidak tau harus kemana terpaksa mengikuti Ichigo dari belakang.
Sampainya Ichigo dan Rukia di depan kamar mereka.
"Kenapa harus begini terus sih? Ichigo selalu di tempatkan di sebelah kamarku? Siapa di balik semua ini? Mungkinkah Byakuya-Nii. Ah! Aku malas memikirannya." kata Rukia yang kini berdiri di pintu depan kamarnya seperti yang Ichigo lakukan.
Nobody know who I really am
I never felt this..
Hp Rukia berdering dan dilihatnya saat ini nama Byakuya-Nii terpampang di layar Hpnya.
"Halo? Byakuya-Nii?"
"Ya, Rukia Ini aku. Bagaimana keadaanmu disana?"
"Aku baik-baik saja, Nii-Sama. Dan ada sesuatu yang ingin aku tanyakan. Apa Ni-Sama yang selalu menempatkanku di kamar istimewa? Aku kan jadi sedikit tidak enak dengan teman-temanku yang lain."
"Ini demi kebaikanmu Rukia, aku tidak ingin kau kenapa-napa disana. Sudah sejak awal aku tidak memperbolehkan kau untuk pergi ke sana mengingat sifatmu yang sangat tidak bisa di percaya itu. Dan apakah Ichigo sekarang ada bersamamu?"
"Ichigo? Kenapa harus menanyakan dia?" kata Rukia yang kini telah mampu menarik perhatian Ichigo yang sejak tadi tengah sibuk menumpuk bawaan tasnya di depan pintu.
"Aku yang menyuruhnya untuk menjagamu jadi kau harus tetap bersamanya dan biarkan dia menjagamu disana."
"Nani? Kenapa harus Ichigo?"
"Apa kau mau akau menyuruh Hitsugaya untuk menjagamu?"
"Ah! Tidak.. tidak.. lebih baik begini saja." kata Rukia yang tidak mau memiliki bodyguard seperti Hitsugaya yang super cuek, super galak, super dingin dan super imut itu. Bisa mati Rukia bila terus didekatnya, itulah menurut Rukia saat ini.
"Kalau begitu, jangan pernah menyalahinya. Aku masih banyak urusan jadi jaga dirimu dan selamat bersenang-senang."
"Baik."
Tut..tut..tut..
"Huh! Kenapa nasibku buruk sekali sih! Liburan saja harus di titipin ke orang. Kayak bayi saja. Aku kan bisa menjaga diriku sendiri" Runtuk Rukia dari dalam hati.
Miageta yozora no hoshi-tachi no hikari
Mishiranu omoi migaita jidai
Koe iroaseru
Don't act a fool
Kirari ...
"Halo? Byakuya? Ada apa?" kata Ichigo pada Hp miliknya, Rukia yang mendengar nama Nii-Samanya disebut memilih untuk tidak masuk ke kamar lebih dulu.
"Baiklah, Byakuya… Ya sampai jumpa!" Ichigopun menutup sambungan teleponnya dan menatap Rukia dengan tampang menyelidik.
"Kau nguping?"
"Ye.. ge'er. Siapa juga yang sudi!" kata Rukia yang kini menuju ke kamarnya dan menutup pintu.
"Dasar! Tetap saja tingkahnya seperti anak-anak. Pantas saja Byakuya tidak mempercayainya untuk berlibur tanpa pendamping." kata Ichigo yang kini juga memasuki kamarnya.
Di kamar Rukia
Saat ini Rukia tengah mengambil selembaran jadwal kegiatan miliknya dari meja dekat ruang TV, kemudian ia berjalan menuju balkon dan mulai membaca jadwal hari ini dengan bersandar di tiang pembatas dan menikmati udara sekitar dari kamar lantai 5nya itu.
"Jam 3, Drama Musikal bertema 'Lika-Liku berdirinya Karakura High School'. Hem! Kreatif juga. Dongeng wajib Hari Ulang Tahun Sekolah itu bisa di jadikan drama musikal yang kedengarannya lumayan menarik. Boleh.. boleh.." kata Rukia memuji acara yang dari dulu tercap membosankan itu. Setelah membacanya, kini Rukia mengalihkan pandangannya pada pemandangan di bawah lantai 5 kamarnya itu. Menurut Rukia pemandangan saat ini sangat indah di matanya. Padahal setiap hari ia selalu dijenuhkan dengan suara mobil, motor atau angkutan umum yang asapnya sangat menyesakkan, tapi lain di sini. Lingkungan disini sangat terjaga serta terlihat asri dan mendamaikan.
"Tempat apa itu? Sepertinya menarik." kata Rukia yang kini terpuakau dengan sebuah taman labirin yang di tengahnya terbubuhi ratusan batang lily berwarna violet dan padang rumbut berwarna hijau segar.
"Aku ke sana saja, ah! Sekalian cari angin." kata Rukia yang kini mulai menginjakkan kakinya menuju keluar kamar.
"Kenapa aku tidak sampai-sampai ya...? Ayolah cepat!" kata Rukia pada dirinya sendiri yang kini tengah menyusuri taman labirin yang cukup rumit itu. Setelah cukup lama Rukia berputar-putar mencari pusat labirin dengan sendirian saja, akhirnya ia dapat sampai di tempat yang ia idam-idamkan sejak tadi.
"Waaa...hh indah sekaaaliii.." kata Rukia yang kini mulai menyusuri hamparan violet yang sangat luas di depan matanya.
"Aku senang sekali bisa berada di sini." lanjut Rukia yang kini tengah sampai di bagian tengah hamparan bunga Lily violet tadi. Sekarang ia tengah duduk di permadani rumput hijau yang menjadi pusatnya. Di bagian paling tengah terdapat air mancur yang menjuang tinggi bagai air terjun mini. Saat Rukia mendekat pada jantung labirin itu, Rukia bisa merasakan cipratan air yang sangat sejuk darinya.
"Hahaha.. aku betah sekali di sini." kata Rukia setengah berteriak.
"Sepertinya kau senang sekali, ya?" kata seseorang berambut hitam yang kini berdiri di antara ratusan batang bunga Lily violet yang sangat indah itu. Rukia sedikit mengerutkan alisnya.
"Siapa kau?"
Tanpa menjawab pertanyaan Rukia, cowok berambut hitam itu menuju kearah Rukia dengan wajah datar.
"Aku Shuhei Hisagi." kata cowok tampan berwajah serius itu.
"Hisagi? Sepertinya aku pernah mendengar namamu... Em.. aku Rukia Kuchiki, panggil aku Rukia saja. Salam kenal." Kata Rukia yang kini menyambut jabatan tangan Hisagi.
Hisagi tersenyum datar dan perlahan melepaskan genggamannya.
"Hisagi? Aku pernah mendengar namanya tapi dari siapa ya... ah! Aku ingat Inoue." kata Rukia dalam hati.
Flashback
"Kuchiki, apa kau lihat segerombolan cowok disana." kata Inoue pada Rukia.
"Ya, memang kenapa?"
"Segerombolan cowok itu juga sangat menarik perhatian sekolah ini, lho! Mereka itu anggota dari ESPADA, band paling top di sekolah ini, dan di ketuai oleh Hisagi yang memiliki tato 69 dipipinya. Wajahnya juga lumayan tampan dan sedikit cuek seperti Kurosaki. Mereka banyak memenangkan festifal, lomba dan parade di mana-mana. Jadi tidak salah kalau fansnya hampir menyaingi kepopuleran Kurosaki."
"Benarkah?"
"Em! Bahkan semua pacarnya juga merupakan cewek-cewek ngetop lho! Jadi jangan kira kalau Kurosaki saja yang di kejar-kejar para penggemarnya. Disini banyak sekali siswa yang ngetop, Kuchiki. Sayang saja Hisagi itu sudah ada yang punya, jadi penggemarnya pada takut deketin dia."
"Oh! Begitu." kata Rukia yang kini tengah memperhatikan seorang cowok dengan tato 69 dipipinya yang kini tengah duduk mesra dengan kekasihnya bernama Nemu.
And flashback
"Hei! Kau tidak apa-apa kan?" kata Hisagi yang kini tengah melambai-lambaikan tangannya di depan muka Rukia yang terlihat melamun itu.
"Eh! Maaf, aku sedikit bengong barusan."
"Tidak masalah."
"Kenapa kau bisa ada di sini?"
"Hanya jalan-jalan saja. Kau sendiri?"
"Sama, aku malas di kamar terus."
Keheningan menyelimuti mereka berdua. Kini Hisagi memilih untuk tiduran di atas padang rumput itu. Sedangkan Rukia memilih duduk di sampingnya sambil terus mengamati pemandangan sekitar taman itu.
"Indah.." desis Rukia sangat pelan diharapkan tidak ada yang mendengarnya.
"Kau sangat menyukai tempat ini ya? Apa yang membuatmu tertarik? Ku rasa tempat ini biasa saja." kata Hisagi masih tetap menutup matanya dan membiarkan kedua tangannya menjadi bantal untuk mengganjal kepalanya sedari tadi.
"Biasa? Kurasa tidak. Lihat saja! Ini begitu sempurna. Aku suka sekali dengan warna violet. Sepanjang mata memandang hanya terlihat warna violet. Sungguh anggun dan indah sekali."
Hisagi yang mendengarnya hanya tersenyum simpul dan kini telah merubah posisinya menjadi duduk.
"Benarkah? Hahahaha..."
"Apanya yang lucu?!!"
"Tidak, kau lugu sekali."
"Hn? Itu pujian apa ejekan ya?"
"Hahahaha.. kau menarik ya..."
Perkataan itu langsung membuat wajah Rukia merah karena tersipu.
"Mau dihaja..." Kata-kata Rukia terhenti karena mendengar suatu teriakan keras dari suara yang sangat ia kenal.
"Ichigo?"
"Sedang apa kau disini?" kata Ichigo yang kini mengalihkan pandangannya pada Hisagi yang bewajah datar menanggapi tatapan tak bersahabat dari Ichigo.
"Ayo, pulang! Buat apa kau disini bersamanya?!!"
"Apa maksudmu?! Terserah aku dong mau dengan siapa!"
"Jangan banyak bicara, cepat ikut aku!!" kata Ichigo setengah berteriak dan menggeret tangan Rukia untuk menjauh pergi.
"Baik.. baik lepaskan aku. Aku bisa berjalan sendiri!" kata Rukia yang saat ini telah terbebas dari tarikan Ichigo dan sudah berjarak lumayan jauh dari tempatnya tadi.
"Hisagi, kau duluan ya?! Kakek-kakek ini tidak akan berhenti berteriak bila aku tidak menurutinya. Ja-ne!" teriak Rukia pada Hisagi. Hisagipun hanya melambaikan tangan tanpa bekata sepatah katapun. Samar-samar Hisagi tersenyum dengan expresi mengentengken saat Ichigo dan Rukia telah hilang dari hadapannya.
"Sepertinya sainganku cukup berat, tapi ini akan menjadi lebih menarik." kata Hisagi yang kini mulai pergi meninggalkan taman hijau itu mengikuti jejak Ichigo dan Rukia tadi.
Di lain pihak
"Kenapa kau hilang tiba-tiba lagi, sih?!" kata Ichigo yang mulai jenuh dengan sifat Rukia yang suka menghilang.
"Aku kan hanya ingin mencari angin segar. Aku malas di kamar terus." jawab Rukia jujur.
"Biarpun begitu, kau tidak perlu mengajak laki-laki yang tidak kau kenal seperti itu kan?! Aku sudah dipercaya untuk menjagamu. Jadi kau harus tetap bersamaku."
"Iya.. iya.. tuanku Kurosaki Ichigo. Aku tidak akan mengulanginya lagi... kalau aku tidak lupa dengan kata-kataku tadi. Hahahaha..." kata Rukia yang kini berlari menjauhi Ichigo dengan tawanya yang sangat manis.
"Kau..."
"Lagi pula siapa mau di jaga kakek-kakek galak dan cerewet sepertimu... Ogah!!"
"Hei! Berhenti mengatiku kakek-kakek!"
"Kalau kau bisa menangkapku, aku akan tobat... Mungkin?"
"Bersiaplah." kini Ichigo mengabil ancang-ancang untuk berlari cepat mengejar Rukia.
"Hwaaaaaaaa.... tolooong.." panik Rukia saat Ichigo menanggapi serius ucapannya.
Pukul 15:00 di dalam gedung Pertunjukan
"Lagi-lagi aku harus bersama dengan maniak ini, ampun deh!" pikir Rukia dalam hati yang saat ini tengah duduk di samping Ichigo untuk menonton Drama Musikal sejarah sekolah barunya itu.
"Apa yang kau pikirkan? Kau tidak suka aku disini." kata Ichigo yang menyadari expresi wajah Rukia yang sangat tidak sedap dipandang.
"Apa kau bilang? aku senang kok." kata Rukia yang kini berhasil merubah wajahnya sedikit ceria dan bersemangat.
"Baguslah kalau begitu."
Acarapun di mulai tepat saat waktu menunjukkan angka 15:15. acara pembukaan diisi dengan tampilan ESPADA, yaitu band terngetop di Karakura High School.
Saat ini Hisagi sang vocalis sedang serius menyanyikan lagu Sen No Yoru Wo Koete by Aqua Times, suaranya sangat bagus dan mampu menghipnotis semua penonton untuk ikut menghayati lagu yang tengah di bawakannya itu. Posisi drum diisi oleh Grimjoe, Uruqiora sebagai gitaris, Yumichika sebagai pianis, dan Sado sebagai bassis. Semua tampak sangat terhibur dengan penampilan ESPADA kali ini. Dan di akhir lagunya ditutup oleh tepuk tangan riuh dari para penonton.
"Eh, katanya Hisagi sekarang jomlo ya?" kata gadis yang duduk tepat di belakang Rukia dan itu berhasil Rukia dengar dengan sangat baik
"Iya, mereka baru saja putus."
"Wah.. ini bisa menjadi kesempatan untuk kita."
"Kau benar, selain Ichigo, Hisagi juga gak kalah hebatnya kok."
"Kau benar, hahahahaha..."
Rukia hanya bisa mendengus kesal dengan apa yang di dengarnya.
"Enak saja hunting-hunting cowok seenak jidatnya seperti itu."
Acara kedua diisi dengan penampilan dancer terfavorit di Karakura High School. Mereka adalah Nemu, Nel, Tatsuki, Senna, dan Soi fon. Dengan gerakan sangat kompak dan sempurna mereka menghibur semua penonton tanpa sedikitpun kesalahan. Dengan menggunakan kostum serba pendek berwarna merah menyala dan dengan gaya yang eksentrik mereka melewati gerakan demi gerakan dengan langkah penuh dengan percaya diri dan itu membuat para penonton khususnya para cowok teriak-teriak gaje. Acara ketiga adalah Drama musikal berjudul 'Lika-Liku berdirinya Karakura High School'. Drama musikal yang sangat menarik dan sedikit mengocok perut dengan peranan Keigo sebagai salah satu tokoh figuran dalam drama itu. Keigo begitu profesional memerankan seorang pengemis yang tengah meminta sedekah pada Genryusai-Sensei yang diperankan oleh Ishida.
"Hahahaha... Cocok! Sae! Hahaha.." tawa Renji tak terkendali.
"Diamlah, Bodoh! Kau mengganggu kami." kata Hitsugaya ketus yang kini tengah duduk di samping Renji yang super berisik.
Setelah Drama gaje itu selesai tepuk tangan riuhpun menggema-gema di dalam gedung pertunjukan itu. Acara penutup adalah penampilan ESPADA yang berduet dengan grup dance bernama ANGELS tadi. Kedua grub itu nampak kompak membawakan setiap ritme gerak dan suara, sehingga menimbulkan banyak decak kagum dari para penonton.
Samar-samar Rukia merasa Hisagi terus menatapnya dari atas panggung. Rukia hanya tersipu malu saat ia merasa bahwa tadi Hisagi benar-benar tersenyum padanya penuh arti sambil terus bernyanyi.
"Kenapa aku jadi tersipu begini sih? Ah! Ada-ada saja yang kupikirkan, mungkin sajakan dia melihat orang lain. Disini kan banyak penonton selain aku." kata Rukia dalam hati.
"Kau kenapa, Rukia?" Ichigo yang menatap Rukia senyum-senyum dari tadi hanya bisa bertanya seadanya.
"Ah! Tidak! Aku baik-baik saja." kata Rukia mengakhiri senyumnya dan berekspresi sewajar mungkin.
Di kamar Rukia
"Huah... aku capek sekali hari ini. Semoga besok lebih menyenangkan lagi." kata Rukia yang kini tengah menutup kedua matanya dan tertidur pulas.
Hari ke-2 06:00 Senam pagi.
Saat ini Rukia tengah berada di barisan tengah untuk mengikuti acara wajib yaitu senam pagi. Dengan menggunakan celana olahraga panjang berwarna hitam dan kaos berwarna putih Rukia memulai acara senam paginya dengan sedikit malas. Dipasangnya Ipod di kedua lubang telinganya, saat ini Rukia tengah mendengarkan lagu-lagu Yui yang sangat ia gemari. Menurut Rukia lagu-lagu bawaan Yui selau enak di dengarnya, suaranya yang khas dan sangat imut menambah nilai plus-plus untuk penyanyi muda satu ini.
Mulai dari :
Good Bye Days
Namidairo
Again
I Remember You
It's All Too Much
Never Say Die
Tomorrow's Way
Blue Wind
Ready To love
Feel My Soul
Love and Truth
Life
Semua menjadi kesukaan Rukia entah sejak kapan. Menurutnya dengan mendengarkan musik kesukaannya itu, ia dapat menjadi lebih semangat menjalani aktivitasnya.
"Hei, Kuchiki! Sepertinya kau tampak bersemangat sekali hari ini." kata Inoue yang mengambil tempat di sebelah Rukia.
"Tidak juga."
Saat ini Inoue sedang menatap sendu Rukia tanpa Rukia tau pastinya. Inoue terus menatap ke arah depan, saat ini dilihatnya punggung cowok yang sangat ia sayangi bahkan sangat ia cintai itu,
"Kenapa punggung itu yang selalu menyambutku, bukan senyuman tulus yang selalu kau berikan pada Kuchiki? Apa kau tau Kurosaki? Aku akan terus menunggumu disini meskipun kau tak memperdulikanku atau bahkan kau akan melupakankupun aku akan selalu mengingatmu." kata Inoue dalam hati, kini matanya telah berkaca-kaca melihat apa yang sama sekali tak dapat ia gapai itu, sangat jauh pikirnya, padahal saat ini Ichigo berada tepat didepan matanya.
"Apa kau baik-baik saja Inoue? Ku lihat matamu sedikit berair, kau menangis?" Tanya Rukia cemas.
"Eh! Ti.. tidak tadi kemasukan debu. Pedih sekali."
"Mau kutiupkan?"
"Ah! Tidak perlu Kuchiki. Sudah tidak apa-apa kok."
Merekapun melanjutkan acara senam paginya dengan penuh semangat, tapi tanpa Rukia ketahui dalam hati Inoue menangis meruntuki kata-katanya sendiri yang menyayat hati itu.
Dikamar Rukia
"Acara selanjutnya, pukul 9 penyuluhan bertema 'Pergaulan Bebas?? No way!!'. Maksudnya?" kata Rukia yang tidak mengerti sama sekali maksud dari yang tertulis di selebaran itu?
Hari ke-2
Pukul : 9:00
Kegiatan : Penyuluhan dengan tema "Pergaulan bebas?? NO WAY!!!!"
"Emang penyuluhan seperti apa sih? Kok temanya gak jelas kayak gini? Mungkin maksudnya pergaulan sehari-hari gitu ya... Buat apa sih dibuat penyuluhan. Gak penting banget!" kata Rukia manggut-manggut sok mengerti padahal enggak sama sekali. Dasar bocah!
T'B'C'
Trimz Banged Ama Semua Yang Udah Ngereview Karya Aku Yang Enggak Sempurna Ini...
Review Masih Ditunggu Nih...
Jadi Diharapkan Kedatangannya Bagi Para Readers
Yang Baik Hati
Arigatou and Mata Ashita "^_^"
R P
E L
V E
I A
E S
W E
