"Apa kalian melihat Hanae?!,"Ucap Naruto ketika kala itu anak anak darma wisata tengah berkumpul di dekat api unggun yang sengaja dinyalakan karna waktu malam hari akan segera datang.
"Aku tak tahu Naruko mungkin dia mengambil sisa rumput kering dibelakang sana Soal nya giliran dia mengambilnya,"Celetuk Bella sedang memasak air untuk rebusan spaghetti, dibantu Henry dan lilit.
"Hhooh...Kalau begitu aku akan pergi untuk mengeceknya, sekaligus mengambil air,"Ucap Naruko lalu bergegas sembari membawa ember.
"Tapi tak apa apa?, kau pergi sendiri?, sudah hampir gelap loh, Hanae sudah hapal lokasi hutan dia pasti kembali,"Ucap Henry lalu memanggil dan mau bangkit menemani.
"Tidak usah Hanry aku akan pergi sendiri jangan khawatir,"Ucap Naruko lalu meninggalkan Camp, Naruko tahu jika semua sudah berusaha membangun camp dan cukup kelelahan, dia tak mau merepotkan Bella dan yang lainya.
Usai mengatakan hal itu, Naruto menyusuri bebatuan juga jalan ditengah hutan, matanya terus menatap beberapa gambar simbol sebagai mengingat beberapa penanda yang dipasang agar membuat semua orang tidak tersesat.
Tapi sampai didekat Sungai, ia masih juga belum menemukan Hanae, membuat Naruko menghelah nafas cemas, pada rekan asia ya itu, dimana gadis itu sekarang, ia memutuskan mengambil air dan kembali ke Camp mungkin Hanae sudah balik duluan dengan jalan yang lain. Naruto hanya bisa menyimpulkan hal positif, seperti itu.
"Rupanya ada mangsa yang bagus?,"
DEG!
Suara gerakan dan desakan terdengar dibelakang Naruko membuat Naruto hanya memandang Horror langsung berbalik, mendapati Seorang orang lelaki, dengan mata merah bersinar, berkulit pucat dan memiliki gigi runcing yang keluar.
PRANGGG!
Naruko menjatuhkan ember yang ia bawah membuat Naruko menjerit pelan, Ia mencoba mengambil ember tapi malah sebuah batu runcing di tanah yang diambilnya, ia gagup fakta ia tahu siapa mereka. "Vampire~" Desisnya perlahan dan langsung mencoba melarikan diri.
GREP!
Namun gerakan cepat dari Vampire itu langsung memblokade tanganya dengan cepat, dan membuat tak berkutik, Mata Naruko terbelalak dengan kesakitan "Lepaskan Akuuuuuu~,"Desis Naruko sebelum ia langsung memukul wajah dengan sebuah batu yang ia sembunyikan dibalik tanganya.
BRAAAAANGGG!
Hantaman itu membuat Vampire itu termundur, akan tetapi sebuah bekas cakaran di lengannya terlihat dan mengeluarkan darah yang keluar, ia mencoba untuk melarikan diri dan malah menjauh dari Camp, ia takut jika kalau orang-orang tak bersalah akan terluka, Camping yang diinginkan berakhir menyenangkan akan berubah menjadi mimpi buruk.
Tes...!
Airmata Naruko kembali tumpah ingatan buruk dari masalalunya kembali menghantuinya dalam kematian.
Sebagai wanita dari Kaum asli dari Kyubi Kurama, Harus ditumbalkan sebagai penyerahan pada Dewa sinyo, bagi kita pada kemakmuran Clan... dan Naruko ada dalam daftar itu.
"Aku tak mau kehilangan putriku, Aku Memohon Minato aku tak mau mengobarkan putriku..."
"Khusina"
"Kumohon Minato, biarkan aku yang mengantikan nyawanya aku tak mau kehilangan putriku,"Desisnya.
Tes!
"Aku tak mau kehilangan kalian!,"Ucap Minato memeluk khusina, lalu menatap wanitanya dan putri kecil dalam pelukan-nya. "Katakan pada Naruto dan Nenma, kemasi barang barang kalian,Kita pergi dari sini, kita akan pergi dari Klan dengan Peraturan berdarah ini,"
[Kediaman Tsunade Senju]
"Huh Laporan-laporan dan Laporan tidakkah pihak atas benar-benar seenaknya padaku, sudah beberapa tahun mereka memperkerjakanku tapi mereka terlalu seenaknya, Brengsek!,"Umpat Wanita Cantik bersurai pirang lurus yang dikunci kuda, dan mengenakan Tank-top hitam transparan juga celana hot-pants diatas paha, tampilannya sangat terbuka namun privasi.
Crass!
sebuah suara suar tembakau terdengar pelan, dimana sijago merah versi kecil tengah sedikit membakar ujung tembakau milik Tsunade, dan Wanita itu memulai kebiasanyaan untuk merokok. "Bibi Tsunade! ada kiriman Paket untuk anda,"Ucap Sakura muncul memasuki ruangan kerja Tsunade, yang mengangguk santai.
"Ahhh...Oke,Terimakasi letakan di meja Sakura,"Ucap Tsunade datar. pandanganya beralih pada Rokok yang dipegang dan juga berkas laporan di meja, seketika berubah mengarahkan mata pada box kardus yang dibawa Sakura.
Tsunade lalu mendengkus kecil lalu membaca secertik kertas ditempeli dikardus, lalu memahami isi benda itu.
To : Nona Tsunade Senju
From : Sabaku no Gaara.
"Anak kaku itu tetap formal seperti biasanya,"Umpat pelan Tsunade, pada keponakannya, yang bernama Gaara. "Sudah tahu kalau aku benci Formalitas saat berhubungan dengan keluarga, BAKAAA!,"Ucapnya.
"Bibi memang apa yang ada didalam dus itu?,"Tanya Sakura dengan Nada penasaran, membuat Tsunade mengalihkan pandangan lagi lagi lalu mengambil Cutter di lacinya dan dan membukanya, dihadapan gadis pink itu, Tsunade bukan tipikal wanita menyelubungi sesuatu jika baginya itu sesuatu yang tak terlalu privasi. ditambah Sakura bukan hanya Sebagai Assisten-nya melainkan sudah seperti putrinya, begitu juga sebaliknya.
Keduanya pun membuka kardus yang isinya sebuah buku, beberapa lembar map dan juga sebuah topeng yang dipahat tangan dari Kayu, Sakura memandang bingung sementara Tsunade hanya menghelah nafas sedih. "Setelah semua ini hanya ini yang kalian perlihatkan padaku, Minato/Khusina,"Ucap Tsunade dengan pandangan sedih, sebelum mengeluarkan sebuah map dan mencermati isinya.
"Topeng?,"Ucap Sakura menatap topeng itu bahkan membolak balik tapi tak menemukan sesuatu yang incess disana.
"Itu adalah Masuku dalam beberapa kebudayaan terdahulu mengunaan sebuah topeng digunakan sebagai tradisi,"Ujar Tsunade dengan serius.
"Masuku?,"Tanya Sakura.
"Setiap wanita yang mulai dewasa di klan Uzumaki menerima ukiran sebuah topeng dari Ayahanda mereka, dan tanda jika mereka harus siap untuk hidup diluar atau dimiliki seseorang,"Ucap Tsunade dengan senyuman kecut. "Ya, akan tetapi Minato tak bisa memberikan benda itu, sampai siapa-pun karna Klan uchia telah merebut hidupnya dari keluarganya,"Ucap Tsunade dengan mengepalkan tangan. "Aku tak akan memaafkan Madara sampai kapan pun,"Geramnya.
"Bibi Rokokmu mati,"Ucap Sakura lalu mengambil korek api dan membakar kembali ujung rokok milik Tsunade, akan tetapi raut wanita cantik itu nampak berubah serius, mata Indahnya berubah menjadi tak tenang, membuat Sakura merasa risih. "Ada apa?, mengapa?,"Tanya Sakura mencoba bertanya dengan gugup biasanya jika Tsunade beraut seperti akan terjadi sesuatu yang kurang baik.
"Sakura panaskan mobil sekarang juga, kita menyusul Naruko sekarang,"Ucap Tsunade bangkit berdiri berjalan ke kamar ganti untuk ganti baju.
"Huuuu? Tapi bukan kan Naruko chan ada di perkemahan bersama teman kelasnya,"Ucap Sakura bingung namun lalu bangkit bergegas buru buru mengikuti Tsunade.
"Perasaanku tak enak! Aku hanya mencoba memastikan dulu,"Ucap Tsunade entah kenapa pasca rokoknya mati dengan sendirinya terkadang membawa isyarat sendiri untuknya.
🌺Naruko Pov🌺
Aku mencoba bertahan darinya, dan berlari dengan ketakutan tampa tentu arah air mataku berderai keras terasa terisak kuat melewati hutan yang gelap, aku bisa merasakan mereka ada disekitarnya tapi bahaya yang dihindari adalah Vampire itu, namun aku tiba-tiba terpeleset jatuh karna kakiku mengenai akar merambat dipohon.
BRUKKKK!
"Ahk!,"Wajahku memucat dengan nada kesakitan aku mencoba bangkit tapi rasa sakit sandinya seolah menghantam dimenak-ku aku rasa aku sudah semakin tidak berdaya.
"..."
Aku hanya bisa melihat raut kemenangan di depan wajah takutnya, dengan cahaya bulan yang entah lebih terang dari biasanya, entah kenapa aku merasa ini adalah akhir dari hidupku beberapa menit lagi.
'Jadi begini waktu yang kuterima?'
'Kami-sama aku pasrah!'
"Rasanya saatnya buruan dimakan sebelum kering,"Dia berseru pelan dengan nada kemenangan mencengkeram leherku dengan lengannya tampa, daya aku hanya bisa memandangi tampa suara, dan mencoba menutup mataku aku tak siap melihat kematianku terlihat menjijikan.
GOAAAAARRRTTTT!
Aku terkaget bukan main saat aku membuka mata tubuhku langsung terhempas kuat ke tanah, dan saat ku tatap apa yang terjadi aku melihat sesosok serigala yang kulihat bersama Bella beberapa minggu yang lalu, dengan dua tangan depan tengah menerjang vampire disampingku dan mengoyak tubuh vampire itu dengan tampa belas kasih.
Aku bisa melihat pertarungannya dalam diam, aku tidak tahu mengapa itu dia bahkan bisa menyerang dia vampir itu sekaligus dan saat tatapan kami bertemu, aku bisa merasakan situasi dejafu disana. aku bisa merasakan kemarahannya yang lebih besar, apa setelah mereka maka dia akan menyakitiku juga.
meraka terbelah, di hancurkan bagai daging yang dikoyak dalam beberapa lubang ditubuh mereka, aku tak melihat darah yang keluar dari tubuh mereka, aku malah melihat sebuah benda keras layaknya bongkahan es rapuh saat mereka mati.
"..." Mataku terus terjaga aku tak mau kehilangan kesadaran kusaat ini juga, aku terus memandangi mayat vampir itu, hingga tubuh mereka sendiri berubah menjadi abu dan menghilang bagai kabut. disisi lain aku sangat takut.
DEG
Saat kami kami kembali memandang? aku melihat dia berjalan kepadaku dengan mata yang meruncing waspada, aku hanya diam dengan kondisi pasrah hanya satu cara mencari tahu apa dia musuh atau tidak.
"Ehk?,"Aku meringis pelan bagaimana aku lupa pada kakiku yang sakit. dia merasakan tubuhku mulai gemetar sebelum sesaat mahluk itu mendekat. "Ma-Mau apa kamu,"Ucapku dengan nada kecil dan tampa sadar air mataku kembali keluar dari pelupuk.
Aku merasakan nafasnya disekitarku dan tiba-tiba aku melihat detik demi detik perubahan tubuh mahluk itu, sebuah angin bercahaya hitam membelit tubuhnya bagai kabut hangat yang menghilang sesaat, bersamaan sebuah tubuh itu bertransformasi dihadapanku, seorang serigala besar bertransformasi menjadi manusia yang utuh.
Dan aku mengenal nya, sangat mengenal nya!
"Kau jacob-kun?,"
[Bersambung]
[Sabtu-23-Maret-2019]
