Tittle : Story Of The Three Detectives ( 3rd Case : The Kidnapper )

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Park Jungsoo. Etc.

Rate : T

Genre : Friendship, Adventure, Actions.

Summary : Tiga pemuda berprofesi sebagai Detective Muda. Berbagai kasus mereka tangani. Bagaimana petualangan mereka dalam memecahkan kasus.

Jungsoo POV

Rencanaku untuk tinggal 2 hari di Jepang gagal akibat satu kejadian yang membuat perasaanku tidak nyaman. Aku memutuskan kembali ke Korea setelah menghabiskan 1 hari di Jepang.

Sesampainya di Mansion, aku menemui kedua dongsaengku yang tengah menikmati sarapan. Ku lihat Donghae dan Kyuhyun yang tengah berpelukan. Mungkin telah terjadi sesuatu.

"Apa aku melewatkan sesuatu?" Tanyaku membuat pelukan mereka terpaksa berhenti. Donghae menerjangku, tapi Kyuhyun hanya duduk di kursinya.

Donghae pun mulai menceritakan apa saja yang terjadi saat aku tidak ada di mansion. Bagaimana ia menyelesaikan kasus, mendapat luka di leher, serta kaki Kyuhyun yang semakin parah akibat membantu Donghae. Pantas ia tidak beranjak dari kursinya. Tapi aku bangga pada mereka, terlebih Donghae yang mampu menyelesaikan kasus seorang diri.

Tiba-tiba aku ingat kejadian yang ku alami di Jepang. Dan ini berhubungan dengan Kyuhyun, membuatku takut terjadi sesuatu padanya.

"Kyu. Tolong jaga dirimu baik-baik." Raut wajah bingung terpancar di wajah Donghae dan Kyuhyun. Namun Kyuhyun kemudian memandang curiga padaku. Tapi setelah itu ia memutuskan untuk tidak bertanya lebih lanjut dan memilih untuk beristirahat di kamarnya. Sementara aku dan Donghae memilih berbincang mengenai kepergian singkatku ke Jepang.

Setelah beberapa lama mengobrol, akupun memutuskan untuk pergi ke luar, menemui kepala kepolisian Jaeng Woo. Aku yakin ia dapat membantuku. Setelah pamit pada Donghae, akupun meninggalkan mansion menggunakan mobilku. Saat di mobil, ingatanku kembali ketika aku berada di Jepang.

Flashback On

Pemandangan di Osaka pada malam hari adalah yang terbaik. Jadi aku memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar. Menikmati hembusan angin yang dingin dan sejuk membuat pikiranku terasa fresh kembali.

"Ahh. Harusnya aku mengajak Kyu dan Hae kesini." Gumamku.

Seorang laki-laki tegap berpakaian serba hitam dan kacamata hitam mengalihkan pandanganku. Terasa aneh untuk seseorang memakai baju seperti itu di malam hari. Awalnya aku tidak terlalu peduli sampai ia berjalan pelan ke arahku. Tunggu! Kenapa ia menghampiriku.

"Kau orang korea?" Tanyanya dalam bahasa korea. Aku menganggukan kepalaku sebagai jawaban.

"Kau mengenal Marcus. Maksudku Cho Kyuhyun?"

Deg

Kenapa ia bertanya tentang Kyuhyun. Darimana ia mengetahui aku mengenal Kyuhyun. Dan mengapa ia memanggilnya dengan Marcus. Entah ia sadari atau tidak perubahan wajahku yang sedikit menjadi pucat setelah mendengar nama Kyu.

"A..Ak..Aku tidak mengenalnya." Aku memutuskan menghindari kontak mata dengannya.

"A..Aku masih ada urusan. Permisi." Ucapku. Tanpa menunggu jawabannya aku langsung pergi dari hadapannya. Sekilas aku lihat senyum misterius mengembang di wajahnya. Dan dapat kulihat pula name tag yang tersemat di jaketnya.

"Yutaka Abe?" Gumamku. Aku harus mencari tahu tentangnya.

Tidak ingin menunggu lama, aku memutuskan untuk kembali ke korea keesokan harinya.

Flashback Off

Kulajukan mobilku lebih cepat. Aku harus mencari tahu tentang Yutaka Abe itu. Mengapa ia menanyakan seorang Kyuhyun. Aku tahu ia cukup terkenal, tapi kenapa harus pria dengan tampilan mencurigakan seperti itu yang bertanya.

"Ku harap tidak akan ada hal buruk yang terjadi." Gumamku.

Author POV

Donghae terus melajukan mobilnya sesuai dengan perintah dari orang-orang yang secara tiba-tiba membajak mobilnya. Sudah berjam-jam mereka mengitari Seoul sepertinya mereka berusaha mengulur waktu. Sesekali ia melirik ke arah Kyuhyun yang masih dalam dekapan salah satu dari pembajak.

"Siapa sebenarnya kalian?" Donghae akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.

"Kalian tidak merampok harta atau mobil kami, lalu apa yang kalian inginkan dari kami?" Tambahnya.

"Kau tidak perlu banyak bertanya. Arahkan mobil ini sesuai perintahku, semakin kau banyak bertanya, maka temanmu ini akan lebih sulit untuk bernafas." Ucap sang pembajak sambil mengeratkan lengannya pada Kyuhyun. Reflek Kyuhyun memegang lengan orang tersebut seakan meminta untuk dilepaskan.

"Baiklah. Tapi bisakah kau longgarkan cengkramanmu? Adikku sulit bernafas."

"Oh! Jadi dia adikmu? Mengapa ia diam saja sedari tadi, ia bisu huh?" Tanyanya sambil melonggarkan cengkramannya pada Kyuhyun. Terdengar hembusan nafas lega keluar dari mulut Kyuhyun.

Tidak ada perbincangan lagi setelahnya, kecuali suara dari sang pembajak yang mengarahkan arah laju mobil sesuai keinginannya.

"Kami sudah hampir sampai. Kalian tunggulah di luar." Salah satu dari mereka menelpon seseorang yang tidak lain adalah komplotannya.

Donghae kemudian menepikan mobilnya sesuai perintah sang pembajak. Sebuah daerah terpencil dengan rumah yang lusuh berada di hadapannya. Rekan dari sang pembajak yang sudah menunggu membuka pintu mobil dan menarik paksa Donghae keluar dari mobil. Dicabutnya kunci mobil dari tempatnya dan di taruh di dalam kantung sang penculik.

Kyuhyun pun bernasib sama, seorang lainnya menarik paksa Kyuhyun keluar dari dalam mobil. Dengan sekali tarikan kyuhyun langsung keluar dari mobil

"Ouch!" Kyuhyun merasakan sakit pada kakinya saat dirinya ditarik secara paksa.

"Ya! Pelan-pelan. Kakinya sedang sakit. Jangan sakiti dia!" Teriak Donghae. Ia hendak menghampiri Kyuhyun, namun penculik tersebut menahan Donghae.

"Aku tidak perduli. Cepat bawa mereka masuk!"

Kyuhyun terpaksa harus menahan sakit di kakinya ketika penculik membawanya masuk ke dalam rumah lusuh tersebut. Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi pada mereka selanjutnya. Donghae bisa saja menggunakan keahlian bela dirinya, namun melihat keadaan sang adik ia tidak bisa melakukan apa-apa selain mengikuti keinginan sang penculik.

Rumah yang lusuh dan tidak terawat kini akan menjadi tempat tinggal sementara bagi Donghae dan Kyuhyun. Beberapa kamar tersedia di sana, dan Kyuhyun bersumpah ia mendengar beberapa teriakan dan tangisan dari setiap kamar yang menandakan kalau bukan hanya ia dan Donghae yang menjadi korban penculikan. Beberapa orang berparas sangar dan bertubuh kekar tersedia di sana. Untuk berjaga-jaga supaya tidak ada tawanan yang kabur.

"Pisahkan kamar mereka. Dari wajah mereka sepertinya mereka orang yang cerdas. Jangan biarkan mereka kabur." Perintah seseorang yang Kyuhyun yakini sebagai pimpinan mereka.

"Apa?! Tidak. Aku tidak akan meninggalkan Kyuhyun sendirian. Kau tidak bisa memisahkan kami. Ia sedang sakit!" Donghae memberontak dari pegangan sang penculik.

BUGGHH

"Donghae Hyung!" Sebuah pukulan telak bersarang di pipi kanan Donghae. Kyuhyun yang melihatnya ingin menolong, namun ia tidak bisa melakukan apa-apa selain berteriak.

"Kalau kau macam-macam. Temanmu itu tidak akan kubiarkan selamat." Ancam sang pimpinan sambil berjongkok dan menepuk-nepuk pipi Donghae.

Kemudian mereka membawa Donghae dan Kyuhyun ke dalam ruangan yang berbeda.

BRUKK

Mereka dihempaskan secara kasar, membuat keduanya harus terjatuh ke lantai yang keras dan dingin. Lalu para penculik menutup pintu dan menguncinya dari luar.

Kyuhyun meringis ketika merasakan sakit yang mendera kakinya. Dengan gerakan perlahan ia memijit kakinya dengan kedua tangannya, mencoba meredakan rasa sakit yang mendera.

"Hiks..Hiks.." Sebuah suara yang terdengar seperti isakan menghentikan kegiatan Kyuhyun dan membuatnya menengok ke arah suara. Matanya mendelik kaget ketika ia melihat seorang pemuda lain yang berada satu ruangan dengannya.

Kyuhyun POV

"Hiks..Hiks.." Sebuah isakan menghentikan kegiatanku memijit kakiku yang terasa sakit. Kutengokkan kepalaku dan betapa kagetnya aku melihat ada pemuda lain yang berada dalam ruangan ini. Ia menangis, memeluk kedua kakinya dan menenggelamkan kepalanya di antaranya. Perlahan aku mendekatinya, kulihat bahunya yang bergetar akibat menangis.

"Hei…" Aku mencoba menyapanya dengan suara selembut mungkin. Takut-takut kalau dengan suara kasar, ia malah tambah menangis. Kemudian ia mendongakkan kepalanya dan kemudian matanya bertemu dengan mataku. Kedua matanya merah dan masih ada air yang turun dari sana. Wajahnya sama sekali tidak menunjukkan kalau ia seorang laki-laki, terlalu imut menurutku. Dilihat dari wajahnya, pasti ia lebih muda dariku.

"Hai…" Aku mencoba menyapanya lagi.

"Hmm.." Ia menggumam membalas sapaanku. Tanpa sadar aku tersenyum padanya.

"Siapa namamu?" Dia bergerak mundur ketika aku bertanya. Mungkin ia pikir aku salah satu dari penjahat itu.

"Aku bukan orang jahat. Aku sama sepertimu, mereka membawaku kesini sekitar 10 menit yang lalu." Ia menatapku tidak percaya. Namun aku berikan senyumanku lagi padanya.

"Jadi, boleh aku tau namamu? Namaku Cho kyuhyun. Tapi kau bisa memanggilku Kyuhyun saja." Aku mengulurkan tanganku di hadapannya.

"Ak..Aku Lee Sungmin." Jawabnya. Tapi ia tidak membalas jabatan tanganku. Aku hanya tersenyum menanggapinya.

"Jadi sudah berapa lama kau ada di sini Sungmin-ssi?"

"Me..Mereka membawaku 2 hari yang lalu. Ketika aku pulang kuliah, tiba-tiba mereka masuk ke dalam mobilku dan menyuruhku mengikuti perintah mereka." Jawabnya.

Jadi cara yang mereka lakukan saat membawa korbannya sama. Membajak mobil korban lalu membuat korban mengikuti perintah mereka. Cukup pintar. Jadi kemungkinan timbul kecurigaan orang sekitar menjadi sedikit.

"Jangan menangis. Aku berjanji akan mengeluarkanmu dari sini."

"Ta..Tapi seseorang sebelum kau masuk, sudah dibawa oleh mereka." Katanya masih terisak

"Maksudmu ada orang lain sebelum aku berada di sini?" Ia menganggukan kepalanya.

"Lalu ia dibawa kemana?" Kali ini ia menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.

"A..Ak..Aku takut. Ak..Aku tidak mau dibawa mereka, aku mendengar cerita sebelumnya kalau sudah dibawa mereka, kita tidak akan kembali lagi."

"Hei..Tenanglah! Aku akan menolongmu juga yang lain. Aku berjanji!" Kataku mencoba menenangkannya. Ya! Aku akan menyelamatkannya juga yang lain. Perasaanku tidak enak berada di sini dan aku penasaran dibawa kemana orang-orang sebelum aku dan Sungmin.

Aku khawatir dengan Donghae hyung, ia pasti sedang memikirkanku. Sial! Andai kakiku tidak seperti ini, pasti sudah ku hajar mereka satu persatu.

Aku bukannya tidak melakukan apa-apa sejak tadi. Hei! Aku ini cerdas. Aku sudah menyalakan GPS yang terdapat dalam mobilku, walaupun dalam keadaan mati tapi masih tetap bisa terdeteksi di mansion kami. Aku harap Jungsoo Hyung menyadari kami dalam bahaya dan berusaha mencari kami. Aku tidak bisa menghubunginya, ponselku dan ponsel Donghae disita oleh penjahat itu.

"Bagaimana caranya kau menyelamatkan kami dari sini. Kalau kau saja tawanan mereka juga." Suara Sungmin membuyarkan lamunanku. Aku menatapnya, ia sudah berhenti terisak.

"Kau tenang saja. Detektif pantang melanggar janji." Ia menatapku bingung. Tapi sedetik kemudian ia mengangguk.

"Hmm..Tadi kau bilang kau kuliah. Memang berapa umurmu?" Tanyaku penasaran.

"22 Tahun."

"Apa?!"

Jungsoo POV

Aku telah sampai di kantor polisi, tempat Jaeng Woo bekerja. Bangunan megah dan besar yang dijaga oleh beberapa para polisi. Aku melangkahkan kakiku masuk ke dalam bangunan tersebut. Ku bungkukkan badanku sebagai rasa hormat setiap bertemu dengan polisi yang bertugas di sini.

Kini aku berada di depan ruangan yang bertuliskan Kepala Kepolisian Seoul. Aku hanya berharap kalau dia ada di dalam dan bersedia membantuku. Akhirnya ku ketuk pintunya selama beberapa kali.

"Masuk." Sebuah suara menjawab dari dalam dan aku yakin itu suara Jaeng Woo. Tanpa ragu akupun membuka pintu tersebut.

"Annyeong Haseyo." Ucapku sambil membungkuk 90 derajat. Ia tersenyum dan mempersilahkanku duduk.

"Apa yang membawa seorang detektif sepertimu ke tempatku Jungsoo-ssi?"

"Aku butuh bantuanmu Jaeng-ssi, ini tentang Kyuhyun." Ia mengerutkan dahinya bingung.

Akupun mulai menceritakan apa yang terjadi di Jepang, tidak lupa aku menyebutkan nama dari seorang yang kutemui.

"Yutaka Abe." Gumamnya sambil berfikir.

"Kau yakin itu namanya?" Aku menganggukan kepalaku pasti. Kemudian ia mendesah pelan.

"Sebenarnya ini bukan kewenanganku untuk mencari tahu seseorang yang bukan berasal dari Korea. Tapi untukmu aku akan beri pengecualian." Aku tersenyum mendengarnya.

Kemudian ia mengotak-atik komputer di hadapannya, entah apa yang ia lakukan. Tatapan matanya sangat serius menatap layar di depannya. Keningnya berkerut seperti melihat sesuatu yang membuatnya bingung. Tatapan matanya semakin lama semakin tajam dan penuh dengan ketidakpercayaan. Entah mengapa tapi aku merasa perasaan yang buruk.

"Kau yakin namanya Yutaka Abe?" Tiba-tiba ia menatapku dan bertanya. Aku menganggukan kepalaku.

"Yutaka Abe. Hanyalah sebuah nama samara atau nama kode. Orang keturunan Jepang-Korea. Pernah tertangkap karena terkait kegiatan mafia di Jepang namun karena tidak ada bukti yang menunjang maka ia dibebaskan. Tidak ada kabar tentangnya lagi setelah ia dibebaskan. Banyak kabar mengatakan kalau ia adalah pimpinan mafia di sana." Jelasnya panjang lebar.

Jantungku langsung berdetak lebih cepat ketika mendengar kata 'Mafia'.

"Kau yakin? Lalu kenapa kalian tidak menangkapnya?"

"Seperti yang ku bilang, tidak ada bukti yang menunjang kejahatan dia. Sepertinya mereka terlalu bersih dalam 'Bermain'. Sampai saat ini hanya beberapa anak buahnya saja yang tertangkap, dan semuanya lebih memilih mati daripada memberi tahu identitas dari pimpinan mereka. "

"Lalu, mengapa ia menanyakan tentang Kyuhyun? Apa hubungannya dengan Kyuhyun?"

"Aku tidak tahu Jungsoo-ssi, kau tanyakan saja langsung pada Kyuhyun." Kalau bisa aku sudah menanyakannya sejak tadi pagi.

"Aku tidak ingin membuatnya takut Jaeng-ssi."

"Bagaimana dengan masa lalunya, apa ia pernah pergi ke Jepang atau justru ia pernah berurusan dengan salah satu dari mafia itu?" Tanyanya.

"Aku tidak pernah tahu masa lalu Kyuhyun, ia tidak pernah mau bercerita ketika aku menanyakannya." Ya. Aku dan Donghae bertemu Kyuhyun saat ia tersesat di sebuah jalan dan kami membawanya. Ketika ditanya tentang identitasnya ia hanya memberi tahu namanya saja. Lalu kami mengajaknya untuk tinggal bersama dan ia setuju, tidak lama kami memutuskan untuk bekerja sebagai detektif karena melihat potensial yang kami miliki.

"Baiklah Jaeng-ssi, terima kasih atas informasi dan waktu yang kau berikan. Aku sangat terbantu." Aku membungkukkan badanku sebagai rasa terima kasih.

"Kabarkan aku kalau ada perkembangan. Aku akan membantumu semampuku."

"Terima kasih." Kami berjabat tangan dan saling melemparkan senyum. Walaupun aku yakin kalau senyumku kali ini tidak tulus karena pikiranku kini tengah beralih ke Kyuhyun.

Kemudian aku memutuskan untuk pulang ke mansion dan segera menemui Kyuhyun dan Donghae. aku harus membicarakannya paling tidak dengan Donghae terlebih dahulu.

Hari sudah mulai gelap dan kini aku sudah sampai di mansion. Ku langkahkan kakiku masuk ke dalam dan sedikit heran karena lampu di luar dan dalam belum dinyalakan.

"Apa mereka belum pulang dari Rumah Sakit. Tapi ini sudah mulai gelap, tidak mungkin selama itu mereka Check Up." Gumamku.

Aku mencoba menghubungi kedua ponsel mereka namun gagal. Hanya operator yang menjawab telponku. Ku coba lacak melalui GPS ponsel mereka pun selalu gagal.

"Aish! Dimana mereka?" Ku acak rambutku frustasi. Perasaan tidak enak kini menghampiriku.

Akupun memutuskan menyalakan computer di mansion ku dan mencoba melacak lewat GPS yang terpasang di mobil mereka. Ini jalan satu-satunya, semoga mereka menyalakan GPSnya.

"Gotcha!" Syukurlah GPS di mobil berfungsi, dengan begini aku bisa tahu keberadaan mereka.

"Daerah Ulsan? Sedang apa mereka di sana?" Pikirku.

Tanpa berpikir lebih lama lagi aku segera pergi meninggalkan mansion menuju tempat mereka berada.

'Ya tuhan! Tolong jaga mereka' Doaku dalam hati.

Sungmin POV

Aku menjadi salah satu korban penculikkan. Sudah 2 hari aku berada di sini. Tadinya aku sendirian di ruangan ini, lalu kemudian muncul seorang pemuda yang mengaku juga sebagai tawanan mereka. Awalnya aku mengira ia salah satu dari penjahat itu, tapi kemudian ia meyakinkanku kalau ia juga korban. Namanya Cho Kyuhyun, ku akui ia cukup tampan, ia menanyakan berbagai hal padaku. Dan ia berjanji akan mengeluarkanku dan yang lainnya dari sini. Tapi aku tidak percaya, ia saja tawanan di sini, lalu bagaimana caranya mengeluarkanku dari sini.

"Kau tenang saja. Detektif pantang melanggar janji." Aku menatapnya bingung. Tapi sedetik kemudian aku mengangguk, entah kenapa tapi aku percaya padanya.

"Hmm..Tadi kau bilang kau kuliah. Memang berapa umurmu?" Tanyanya penasaran.

"22 Tahun."

"Apa?!" Aku harus menutup kedua telingaku akibat teriakannya.

"Ya! Haruskah kau berteriak?" Ucapku sambil mengusap-usap telingaku.

"Ah maaf. Aku pikir kau lebih muda dariku. Ternyata…." Ucapannya terputus. Aku menatapnya selidik, kenapa ia tidak meneruskan perkataannya.

"Aku baru 18 tahun. Kupikir kau masih sekolah." Ucapnya salah tingkah. Tanpa sadar aku mencubit kedua pipinya, ia terlihat sangat imut.

"Aakkhh! Apa yang kau lakukan?!" Cubitanku berubah menjadi sebuah jitakan di kepalanya.

"Aku lebih tua darimu. Bicaralah yang sopan."

Dia hanya menggerutu sambil menggosok kepala dan pipinya bersamaan.

"Aish! Lagipula kenapa kau mencubitku?"

"Kau terlihat imut saat salah tingkah tadi. Lagipula kenapa kau sangat kaget mengetahui umurku yang lebih tua darimu?"

"Wa..Wajahmu terlihat lebih muda dariku." Jelasnya. Dia terlihat salah tingkah lagi. Apa dia malu karena aku terlihat lebih muda.

"Kau lucu Kyu." Kataku sambil mengacak rambutnya. Ia menatapku heran namun tidak berniat membalas perkataanku.

Keheningan tercipta di antara kami, tidak ada yang berniat membuka pembicaraan. Kyuhyun terlihat sedang berfikir, keningnya sesekali berkerut dan kadang kepalanya menggeleng dan mengangguk. Dia terlihat aneh. Sebenarnya ada satu hal yang mengganjal pikiranku tentangnya yang mengatakan kalau seorang detektif tidak akan melanggar janjinya. Siapa yang dia maksud dengan Detektif, apa dirinya. Tapi tidak terlihat dari wajahnya.

Cklek

Suara pintu yang terbuka membuyarkan lamunanku dan juga Kyuhyun. Salah satu dari penjahat itu masuk sambil membawa senjata di tangannya. Aku reflex langsung mendekati Kyuhyun dan memegang lengannya. Kulihat Kyuhyun memandang penjahat itu dengan raut wajah datar dan tenang, namun tatapan matanya sangat tajam.

"Kau Lee Sungmin. Ikut denganku!" Katanya sambil berjalan mendekat ke arahku. Aku semakin mengeratkan peganganku pada Kyu. Dia juga membalas memegang tanganku.

Perlahan namun pasti, penjahat itu memegang lenganku dan menariknya. Aku mencoba memberontak, namun tenaganya lebih besar dibandingkan aku.

"Lepaskan aku! Aku tidak mau!" Teriakku sambil terus meronta dari cengkramannya.

"Lepaskan dia!" Suara dingin nan tegas keluar dari mulut Kyuhyun. Ia berdiri dan memandang tajam ke arah penjahat. Aku sampai merinding melihat tatapannya.

"Kau tidak usah ikut campur. Kalau kau masih ingin lihat kakakmu itu, sebaiknya kau diam dan jangan mencoba kabur."

Bukannya takut, Kyuhyun justru berjalan mendekat ke arahku dengan mata yang masih berkilat tajam.

"Aku yang akan menggantikan posisinya." Ucapnya tenang.

Aku memandangnya tidak percaya. Apa maksudnya?

TBC

Ahhh. Maaf updatenya lumayan lama. Seperti yang dibilang sebelumnya kalau menjelang akhir tahun kerjaan banyak T,T. Hari ini mumpung lagi ga banyak kerjaan jadi bisa publish.

Mumpung lagi senggang, mau coba bales review:

park yeon rin : terima kasih sudah review. FF pasti di lanjutin sampe End, karena kalau ngga bakal berasa punya utang. Hehe

kyuzi : Setahun? Selama itukah. Gomawo udah review chingu.

Arumfishy : Tenang saja sang tetua sedang berusaha menyelamatkan mereka. Hehe Gomawo udah review.

Nazimah Elfish : Horeee sama mereka juga bias2 aku. Terima kasih udah review.

savory pancake : Sama. Aku juga suka kalau kyu yang bahaya. Haha *ditendangkyu* Gomawo udah review.

Kyuqie : Kyu pasti baik-baik aja. Kalau nggak ntar aku di certain lg sma kyu #plakk. Gomawo udah review.

Jmhyewon : Berkat kesukaanku sama tokoh detektif kaya conan sma Sherlock holmes, aku jadi suka bikin ff dengan genre gini. Hehe. Gomawo udah review.

Anonymouss : Idenya sebenernya udah tertata. Tapi waktu tidak mengizinkan untuk update cepat. Keke Gomawo udah review.

dew'yellow : yang nodong itu orang jahat #plakk #yaiyalah keke. Gomawo udah review.

Bella : aku jga suka sama kyu #gaadayangnanya. maaf lanjutannya ga bisa cepet2. Gomawo udah review.

Kadera : Ga papa aku juga suka kalau kyu dalam bahaya keke. Gomawo udah review.

Blackyuline : Gomawo udah review chingu.

Asa : Pilihan kedua kamu bener hehe. Gomawo udah review.

Terima kasih untuk yang sudah review. Review selanjutnya di tunggu. Rada kurang percaya diri mau nerusin karena takut banyak kekurangan. Maka dari itu aku minta saran dan kritik atas FF ini J